Kuroko menekan bel pintu apartemenmu, "(nama)-san," panggilnya.
"Masuk dulu saja, Kuroko-kun!" sahutmu. Kuroko membuka pintu rumahmu dan….
'Amberegeul emeseyu sekali ruang tamunya…' batin Kuroko sweatdrop.
"(nama)-san sedang ngapain?!" tanya Kuroko.
"Sedang masak sarapan," jawabmu.
"Boleh aku bereskan ruang tamumu?" tanya Kuroko.
"Silakan, maaf merepotkan Kuroko-kun," sahutmu.
"Daijoubu, (nama)-san," Kuroko langsung membereskan ruang tamumu.
.
.
My Daily Lives at My New School with Them
By AiKi Aeru
Rate : K+++ ke T-
Disclaimer : Kuroko no Basuke itu hanya milik Fujimaki Tadatoshi-sensei seorang. Kalau milik saya, AoKise saya canonkan dan Akashi JoNes selamanya~~ (dilempar bola basket, dilempar wajan, dilempar gunting)
Warning : Absurd, OOC, OC = Maekaze Ninome dan Ichioka Sajin, Typos, dll. yang bisa saja terjadi di fic ini.
Couple : Kuroko Tetsuya x Reader
I don't take any profit from writing this story!
Selamat membaca fic gaje semi-romance ini!
.
.
"Ah, maaf menunggu lama, Kuroko-kun," ujarmu sambil menaruh secangkir teh hangat di atas meja tamu.
"Tak apa, (nama)—" Kuroko terpana. "—san…"
Kenapa Kuroko terpana? Karena kamu memakai kaos hitam dengan gambar anime Oretwi^, jaket kotak-kotak berwarna putih-biru lengan panjang yang resletingnya dibuka, dipunggungnya ada lambang sayap kebebasan^², dan celana jeans semata kaki berwarna hitam.
Jangan lupa juga, model rambutmu yang seperti Kuroko (hanya saja lebih panjang sedikit) membuatmu terlihat seperti seorang laki-laki.
"(nama)-san… Itu bajumu 'kan?" tanya Kuroko datar.
"Tentu saja. Mana mungkin aku pakai baju adik laki-lakiku. Lagian, dia ada di Perth sana. Juga, ia berbeda 4 tahun denganku," jawabmu datar.
Kuroko facepalm dan sweatdrop. 'Aku bahkan tak sadar kalau yang berdiri di depanku ini adalah seorang cewek…' batinnya.
"(nama)-san nyumbang berapa komik?" tanya Kuroko.
"Aku meminjamkan 20 buah komikku. Bukan nyumbang. Mungkin, Nino-chan salah sebut kali," jawabmu.
"Sou ka…"
KRUYUUKK KRUYYUUUK~~~
'Imageku ancur dah…' batin Kuroko.
"Kuroko-kun lapar? Aku buatkan sarapan, ya?" tawarmu datar lalu berjalan menuju dapur.
"T-Tidak usah," jawab Kuroko. Kamu tak menjawab dan terus menuju dapur.
"Ah sudahlah. Kuharap masakannya enak," lalu Kuroko mengamati ruang tamumu.
"Dia Otaku sejati," gumamnya. Lalu, ia melihat pintu kamarmu terbuka. Ia berjalan kesana.
'Eh?! Banyak sekali koleksi komiknya?!' batin Kuroko kaget. Lalu, ia melihat sebuah benda, 'Bantal mungkin,' Tapi, setelah ia lihat lebih dekat…
'ASTAGFIRULLAH HALAZIM! INI KAN DAKIMAKURA BERGAMBAR AKU?!' batinnya alim mendadak. (WTH!?)
"Kuroko-ku—" Kuroko menoleh dengan tatapan horror.
'Waduh… ketahuan nih…' batin Kuroko cemas.
"—n sedang lihat apa?" sambungmu.
"I-Ini… 'kan…" Kuroko kehabisan kata-kata.
"Oh. Itu hanya salah satu sih, dari 40 dakimakura-ku, dan sebagian besar bergambar dirimu," ujarmu datar. Kuroko mematung.
"Sarapannya udah jadi. Ayo makan sama-sama," ajakmu datar. Kuroko langsung pulih dari kepatungannya (?) dan menuju ruang tamu lagi.
"Kau masak apa, (nama)-san?" tanya Kuroko.
"Hehe, telur setengah matang," jawabmu datar.
"Baru sekali ini aku mendengarnya," ujar Kuroko datar.
"Kau akan menyukainya, kok…" balasmu datar sambil tersenyum tipis.
"Eh? Jadi begini ya… telur yang tidak matang?"
"Bukan tidak matang, tapi setengah matang,"
"Kau memasaknya berapa lama?"
"50 detik juga udah matang,"
"Oh. Eh? Kau cepat sekali makannya!"
"Lha, aku sudah dari tadi makannya. Ngomong-ngomong, kita nanti mampir ke stand penandatanganan Light novel ini yuk,"
"Dasar Otaku…"
"Tumben kau bisa mengatai orang,"
"Ya sudahlah… Terima kasih banyak makanannya," Kuroko meletakkan piringnya.
"Minum saja tehnya," ujarmu datar.
"Eh?" tanya Kuroko memastikan.
"Minum saja tehnya," ulangmu datar.
Kuroko mulai menyesap tehnya. "Apa kau yakin ini teh, (nama)-san? Kok rasanya seperti milkshake vanilla?" tanyanya.
"Tentu saja itu teh. Lagian, teh seperti itu sering ku beli kalau misalnya berlibur ke Indonesia," jelasmu.
"Ma-Masih ada kah—" Kuroko menutup mulutnya. "Maa—"
"Daijoubu, aku masih ada banyak kok. Ambil saja sesukamu di lemari dapur," ucapmu datar.
"Eh?!"
"Aku serius,"
Jam 08.30
"Kau sudah mengunci apartemenmu?" tanya Kuroko datar.
"Tentu saja, ini sedang kulakukan," balasmu datar.
"Jadi, kita ke toko buku di bawah ini, 'kan?" tanyamu. Kuroko mengangguk.
"Itu light novel yang kau maksud?" tanya Kuroko sambil menunjuk sebuah buku yang kau bawa.
"Tentu," jawabmu pendek dan datar.
"Sama dengan bajumu…" komentar Kuroko datar.
"Yah, namanya juga official merchandise," ujarmu datar.
(Bisa bayangkan betapa datarnya percakapan kalian dari tadi?)
Sementara itu….
"Shin-chan? Kau sedang apa? Aku saja sudah selesai," ujar pemuda bersurai hitam tersebut pada seorang megane go green (ditinju Midorima) yang sedang membaca buku 'CINDERELLA'.
"Sedang mencatat inti cerita, nanodayo. Cerita Cinderella kan lumayan panjang, nodayo," jawabnya.
"Ah~ Shinchan nggak asyik~. Ngomong-ngomong, katanya kau ingin meminta tanda tangan seorang pengarang light novel yang sedang mengadakan acaranya di depan sana?" goda Takao—nama pemuda belah tengah tersebut.
"A-Ah! Makasih mengingatkanku, Bakao. Midorima Shintarou akan mentraktirmu teh tarik di Majiba nanti!" pemuda hijau tersebut langsung ngacir ke kasir.
Takao menyeringai senang. Yah, menyeringai senang.
Lalu, Midorima dan Takao menuju ke stand tanda tangan tersebut. Lalu, Midorima menunjukkan light novelnya. Petugas mempersilakan mengantri.
Lalu, datang dua orang yang hawa keberadaannya super tipis. Midorima sadar kalau ada seseorang yang ingin mengantri, lalu menepuk bahu satpam tersebut.
"Pak, ada yang ingin mengantri," ujar Midorima pelan. Satpam tersebut menoleh ke arahnya, lalu menoleh lagi ke—
"Kya! Sejak kapan kalian di situ?!" ujar satpam tersebut sedikit berteriak.
"Dari tadi," ujarmu dan Kuroko datar nan kompak.
PRANG… Kacamata Midorima pecah. O, Bentuk mulut Takao sekarang.
"Kuroko?!" sahut mereka berdua.
"Doumo," sapa Kuroko datar.
'KUROKO UDAH ADA YANG PUNYA!? HUWAA! COWOK LAGI!' batin mereka berdua sedikit tak percaya.
"Aku ini cewek dan kami enggak pacaran, ini karena kami sedang membeli beberapa bahan untuk persiapan Bunkasai di sekolah," jelasmu.
"Wha! Anda memakai official merchandise-nya Oretwi ya?!" sahut seseorang antusias. Kalian menoleh.
"Murasakibara/Murasakibara-kun/Mura-kun/Titan?!" ujar kalian sedikit terkejut. Tepat, ada Murasakibara dan Himuro.
"Yaahh.. kok gue gak dipanggil sih?" tanya Himuro yang siap-siap mau pundung.
"Hai, teman Mura-kun," ujarmu.
"Lha? Tak tahu namaku, ya?" Himuro facepalm. Semua minus Murasakibara mengangguk. Himuro pun pundung.
"Midorima!" Midorima menoleh. Tampak Kagami berjalan ke arahnya.
"Apa, nodayo? Kenapa kau tidak memanggil Kuroko, nodayo?" tanya Midorima.
"Lha? Mereka mana?" tanya Kagami balik.
"Aku disini, Bakagami-kun," ujar Kuroko datar.
"HAAH! Sejak kapan kau— ah Tatsuya!" sahut Kagami pada Himuro yang tengah pundung di tengah jalan.
"T-Taiga?!" sahut Himuro tak percaya.
Orang-orang di jalan berhenti sejenak melihat mereka berdua sambil berbatin panik, 'Selamatkan pemuda itu dari harimau liar yang lepas itu!'
Yah, Bad Luck Kagami…
(Midorima : Hari ini, zodiaknya Kagami ada di urutan terbawah kedua, nodayo. Paling bawah, ya… HUAPA?! CANCER?! *pundung*)
Kembali lagi, kamu sudah mendapat tanda tangan si pengarang Light novel. Begitupun dengan Midorima dan Murasakibara.
KRUYUUUK~~~
"Perutku pawai nih…~~" ucap Murasakibara sambil memegang perutnya.
"Makan di Majiba yuk!" ajak Takao. Midorima mendeath glare Takao, tapi tak mempan. Karena, Midorima tak ingin dompetnya terkuras habis untuk lebih dari satu teh tarik (Ingat yang diatas itu ('-')|)
"Ide bagus, Eagle-kun!" ujarmu. Takao menatap bingung ke arahmu.
"Eagle-kun?!" tanya Takao.
"Codename-mu di SAO atau mungkin ALO," jawabmu datar. Takao dan Midorima cengo. Murasakibara masih mengelus-elus perutnya dengan penuh cinta (?). Kuroko biasa aja.
"Aku apa?" tanya Murasakibara.
"Titanium kali, ya?" jawabmu.
"Mido-chin?"
"Meganetan," Midorima langsung ngacir ke toko kacamata, lalu kembali lagi.
"Kuro-chin?"
"Tetsuko,"
"Kaga-chin?"
"Fireace?"
"Muro-chin?"
"Sphemo,"
"Kalau Kisedai yang lain?"
"Kise-kun, Hypercchi kali ye? Ahomine-kun, Darkace atau RedupAce. Bakasei-kun, Emperor. Momo-chan-san (?) Sakurairo, mungkin? Dah gitu doank,"
'Cuma Aka-chin yang normal. Yang Mine-chin juga~' batin Murasakibara.
"HASYUIIIJM !" Aomine tiba-tiba bersin tak jelas.
"Dai-chan, kau kenapa?" tanya Momoi khawatir.
"Ada yang mengataiku Redup…" jelas Aomine.
"Wah, malah, ada yang memujiku bahwa warna temaku ini warna sakura—pink!" ujar Momoi. "Tapi aku juga sadar kok, itu memang warna rambutku sendiri…"
Aomine bersin-bersin gajelas lagi.
"AYO!" Takao langsung menyeretmu, Midorima, Kuroko, dan Murasakibara. Dua orang lainnya? Biarkan menjadi fanservice KagaHimu bagi para Fujoshi di tengah jalan~
(Kagami dan Himuro : AUTHOR KEJAM! | Author : *lirik Takao*| Takao : Kalau ngambek, nggak akan ditraktir~ | Kagami dan Himuro : *kembali ke tengah jalan *)
Majiba
"Disini saja nodayo. Bukan berarti aku mau, nodayo. Mejanya penuh, nanodayo," Aih, Midorima tsundere lagi.
"Ah, kebetulan sekali kita bertemu disini, Shintarou, (nama), Tetsuya, Kazunari, Taiga, dan… entahlah. Aku tak tahu namamu (Himuro : *pundung*)…" kalian menoleh.
"Eh?! Bakasei-kun?!" ujarmu datar dengan nada kaget yang dipaksakan.
"A-A-Akashi?!" kacamata yang baru saja Midorima beli tadi, langsung retak lagi... tapi cuma sebelah untungnya.
"Yah, mau pesan apa?" tanya Takao.
"Vanilla Milkshake, 2," ujarmu dan Kuroko.
"Teh tarik dingin 2 gelas, nodayo. Punyaku dan punyamu…" ujar Midorima.
"Segelas espresso dingin," ujar Akashi.
"Secangkir teh chamomile," ujar Himuro.
"Dua puluh porsi cap cay jumbo," ujar Murasakibara.
"Strawberry Milkshake," ujar Kagami.
"Oke! Ku pesen dulu ya~!" Takao langsung ngacir ke kasir.
"Pertanyaanku, kenapa kau ada disini, Akashi, nodayo?" tanya Midorima.
"Yah, aku mengajak timku jalan-jalan ke Tokyo. Ujung-ujungnya malah kepisah di stasiun kereta," jelas Akashi. Lalu, ia melirik ke arahmu.
"(nama), pakaianmu terlalu 'laki'," komentarnya. Kamu langsung berdiri. Akashi ikut berdiri. Lalu—
KRAK!
—kau melakukan ankle break untuknya.
(catatan : (nama) bisa ankle break dimanapun dan kapanpun)
Semua orang disitu kecuali Kuroko, Murasakibara, dan Kagami cengo. Begitupun dengan Takao yang baru datang.
'(nama)/(nama)-san bisa ankle break?!
"Ittai…" kau mengulurkan tanganmu, lalu menarik Akashi.
"Kenapa kau berani melakukan hal itu pada Sei-chan~~?!" kalian semua menoleh. Lensa kacamata Midorima langsung retak semua. Sisanya jawdrop.
"Mi-Mibanchi-senpai!" sahut Takao senang. Mibuchi—orang itu—langsung pundung di atap (lha? Kok ngaco?).
"Selamat pagi," kalian menoleh. Ada seorang pelayan disana.
"Hari ini adalah hari khusus Indonesian food. Karena kalian kelihatannya makan disini, kami akan berikan diskon 60% jika memesan minimal 4 jenis Indonesian food. Bagaimana?" tawar pelayan itu. Kamu dan Murasakibara langsung ngiler.
"SETUJU!" sahutmu dan Murasakibara. Semuanya kecuali Kuroko dan Kagami tepok jidat.
"Silakan pesan, ini daftar menunya," ujar pelayan tersebut sambil menyerahkan daftar menu dan kertas padamu.
"Ikutan donk ssu~!" kalian menoleh.
"Hai Kise-kun!" balasmu.
"Wah, Indonesian food, ya ssu? Aku ikut pesen, ya, (nama)cchi!" ujar Kise. Kamu hanya mengangguk.
Inilah pesanan kalian :
-Bakso solo 5 porsi (kamu, Kuroko, Himuro, Kise, dan Ichioka)
-Rendang kerbau, sapi, ayam 3 porsi — satu porsi 3 rendang (kamu, Takao, dan Murasakibara)
-Terong balado 3 porsi (Murasakibara, Takao, dan Kagami)
-Nasi goreng spesial 6 porsi (kamu, Murasakibara, Kagami, Mibuchi, Himuro, dan Akashi)
-Lempah darat 2½ porsi (1 porsi untuk Murasakibara, 1 porsi untuk Kagami, ½ porsi untukmu)
-Gulai kambing 3 porsi (Midorima, Himuro, dan Murasakibara)
-Tongseng 3 porsi (Akashi, Murasakibara, dan Kagami)
-Sate ayam dan sate kelinci 6 porsi — satu porsi dua macam sate—5-5 (kamu, Murasakibara, Kuroko, Kagami, Kise, dan Mibuchi)
-Soto ayam 9 porsi (Kagami, Murasakibara, kamu, Kise, Ichioka, Himuro (2), Midorima, dan Takao)
-Empat bakul nasi putih
-Tiga mangkok kecil sambal terasi
"Wha, (nama)-chin juga suka makan, ya~?" tanya Murasakibara setelah kamu menyerahkan pesanan kalian.
"Enggak juga. Cuma kangen aja, dulu sering banget makan kayak gini," jawabmu datar.
"Kita makan besar nih ssu~! Berarti, kita semua harus bayar donk ssu~!" ujar Kise.
"Oke, bayar sesuai apa yang dipesan olehmu sendiri," ujarmu datar.
"Sei-chan enak~ Mesennya cuman dua~" ucap Mibuchi.
"Yah, aku harus menjaga badanku. Kalau kegemukan, gimana noh?" ucap Akashi.
"Lha? Tapi buktinya? Aku makan banyak nggak endut-endut," protesmu datar. Akashi langsung jatuh ke belakang.
"Aku juga~" protes Murasakibara ikut-ikutan.
"Aku juga noh!" kali ini Kagami.
"Aku juga…" hening.
"HIMURO/MURO-CHIN/HIMURO-KUN JUGA SUKA MAKAN?!" kalian semua, kecuali Himuro jadi heboh sendiri.
"Pesanannya sudah siap," kamu, Murasakibara, Kagami, dan Takao jadi seneng sendiri. Sedangkan Kise dan Ichioka membuat senyum lebar dan tatapan ngiler.
Minumnya? Apa yang kalian pesan tadi ditambah…
Es teh manis (kamu)
Air putih (Akashi)
Wedang jahe (Mibuchi)
Teh hangat (Kuroko)
Jus jeruk hangat (Himuro)
Jus jeruk dingin (Murasakibara)
Teh tarik versi anget(Midorima dan Takao)
Jus alpukat pake susu coklat (Kagami)
Teh dingin — tanpa es (Kise dan Ichioka)
"Itadakimasu!"
Selesai makan…
"HUWAA! PEDES! SHIN-CHAN! MINTA TEH TARIKMUUUU!" jerit Takao sambil mengipas-ipas mulutnya, kepedasan.
Baru saja Takao mau menggapainya, Midorima langsung menarik dua gelas teh tariknya. Alhasil, wajah Takao tambah memerah.
"Emang enak, nodayo? Siapa suruh makan dua mangkok sambel terasi tok. Belom lagi, kamu juga mesen yang pedes-pedes, nanodayo," ujar Midorima.
"(nama)-CHAN!" sahut Takao. Kamu langsung menyembunyikan Milkshakemu—es teh mu sudah habis.
"Hanya Kuroko-kun dan aku yang boleh menyentuh milkshake ini. Karena kami vanillalovers sejati. Sedangkan Eagle-kun bukan," ujarmu datar. Takao merasa kalau ia sedang berada di neraka.
Mengapa Takao hanya meminta padamu dan Midorima? Karena, minumnya dan yang lainnya sudah habis (dor).
"KAMI-SAMAAAAAAAAA!" jerit Takao menahan penderitaan kepedesan…
Seirin
"Nino-chan!" kau membuka pintu ruang OSIS. Tampak Maekaze disana, tanpa eyepatchnya.
"HUWAA! Kuroko-kun! (nama)-chan!" Maekaze panik sendiri.
"Kenapa, Maekaze-san? Kami cuma ingin meminjamkan buku komiknya," ujar Kuroko datar.
Maekaze kembali normal, "Be-Begitu ya? Whaaa! Arigatou!"
"Jaa, kami pergi dulu," ujarmu dan Kuroko datar, lalu langsung meninggalkan area sekolah.
"SIP!" balas Maekaze berteriak.
Jalan pulang
"(nama)-san," kamu menoleh. "Aku cemburu," kamu melotot heran.
"Cemburu kenapa? Apa karena kau itu…."
"Karena aku menyukai (nama)-san," potong Kuroko. Kamu mematung sambil memasang muka muke-gile-lu-bro dan dia-nembak-gue-ya?
"Ber-Bercanda 'kan?" tanyamu memastikan.
"Tidak. Sama sekali tidak," jawabnya. Kamu menunduk dalam, lalu tersenyum.
"Jadi, (nama)-san," kamu menoleh lagi. "Terima kasih waktunya hari ini," ujarnya datar.
"Itu apartemenmu, 'kan?" tanyanya lagi. Kamu mengangguk.
"Makasih banyak, Kuroko-kun…" ujarmu. Kuroko mengangguk. Lalu, berbalik menuju rumahnya.
BUGH!
Kuroko kembali menoleh. Tampak dirimu memasang kuda-kuda. Sedangkan orang di depanmu hanya memegang pipinya yang memerah.
"(N-Nama)-san?" Kuroko tampak khawatir. "H-Haizaki-kun?"
"Kuroko! Kau kenal siapa cewek ini?" tanya orang itu—Haizaki —, masih memegang pipinya yang memerah.
"Tentu, dia teman sekelasku," jawab Kuroko datar. "Dan lagi, Haizaki-kun, apa yang kau lakukan padanya?" tanya Kuroko dengan aura iblis.
"Aku tidak sengaja ingin melemparnya dengan bola basket, lalu, ia menangkap bolanya dan berlari ke arahku. Lalu, ia meninju pipiku dan menembak bolanya berkali-kali ke arahku dengan akurasi tingkat dewa," jelas Haizaki jujur.
"You lied, Haizaki. You're such a bad liar," umpatmu.
"Heh? Apa maksudmu?" tanya Haizaki menyeringai.
"Jangan sok serem di depanku, karena…" kamu melempar batu terdekat. Kena kepala Haizaki, dan kepalanya berdarah sedikit.
Lalu, kau menendang perutnya.
'MATAKU SERASA INGIN TERBANG!' batin Haizaki ngawur.
"Jangan remehkan seorang cewek, BakaZaki," ujarmu. Lalu menoleh ke Kuroko. Kuroko hanya terbengong-bengong.
"Tetsuko-kun?" ujarmu sambil melambai-lambaikan tangan di depan wajahnya. Lalu, Kuroko sadar dengan cepat dan matanya berbinar.
"(nama)-san wa sugoii da yo!" puji Kuroko, ia sedikit menyunggingkan senyum. Kau tersipu malu.
Day 24
'Hari ini, Bunkasai dimulai! Aku harus bisa bersaing dengan kelas lain!' batinmu bersemangat.
"Siap, Tetsuko-kun?" tanyamu pada Kuroko. Kuroko mengangguk.
DAN BUNKASAI SMA SEIRIN RESMI DIMULAI!
TBC to the next ARC
Yeeaaay! Akhirnya kelar juga!
^ = Anime Ore, Twintail ni Narimasu!
^2 = dari anime Shingeki no Kyojin
Kuroko : Giliran Aomine-kun dan Kise-kun yang bales review.
Kise : OKE SSU~! AKU YANG PERTAMA!
Aomine : Ya sudah, aku kedua saja. Karena aku agak malas..
Kise : Jadi, untuk Yolandaasharicchi, mungkin lagi, arc depan, Akashi akan OOC lagi. Readercchi jadian ama Kurokocchi ssu~~ dan kalau penasaran sama kisah Akashi dan Readercchi di masa lalu, Aishicchi sedang buat spin off nya ssu~
Author : KISE! JANGAN SPOILER LU!
Kise : MAAF AISHICCHI!
Aomine : dan balasan untuk Yuuki Nagato, tebakanmu setengah tepat setengah tidak. Orang yang satu lagi itu adalah Ogiwara Shigehiro, bukan aku. Karena…
All min. Aomine : yang bisa melihatku hanya aku sendiri!
Aomine : Kok gitu sih?!
Kise : dan yang bisa mencintaiku hanya…
Author : ….Kise seorang! (AoKise hardshipper)
Kise : (nangis guling-guling)
Momoi : Mou! Kok aku gak diajak sih?
Aomine : Gue juga, Satsuki…
AoMomo : (pundung bersama)
Author : KYAAAAA AOMOMO!
Kagami, Himuro : Ayo, minna! Kita tutup!
All : RnR ya!
Kuroko : Tinggalkan jejak juga udah cukup kok… (kedip sebelah mata)
Author, Momoi : (tepar mimisan)
