MY LITTLE TWIN KIDS 7

Rate M /YAOI/Mpreg

MASASHI KISHIMOTO'S Story

SasukeXNaruto

ItachiXKyuubi

KakuzuXHidan

Chapter 7 : at last I see you again

keadaan ruang tunggu ICU Rumah Sakit pusat konoha tempat Naruto di rawat masih belum terkendali, Ryonousuke...si kembar bungsu Namikaze masih menangis sesugukan di pojok lain ruang istirahat keluarga sedang di tenangkan kakak kembarnya dan pamannya, sedangkan Shisui juga tampak shock karna baru kali ini sahabat sekaligus orang yang di sukainya memakinya dengan amarah yang memuncak...dia ingin minta maaf atas nama keluarga Uchihanya, tapi kakinya yang gemetar dan tubuhnya yang lemas tiba-tiba membuatnya harus mengurungkan niatan baiknya itu, untung paman Sasuke segera memeluknya dan memapah dirinya agak menjauh ke pojokan ruang tunggu pasien.

.

TING!

.

suara lift yang terbuka membuat satu tubuh pria muda berkulit pucat tampan, bertubuh jangkung, surai hitam panjang di ikat ekor kuda dengan tanda lahir sepasang garis memanjang di wajah terlihat tergesa-gesa memasuki koridor rumah sakit.

si pemuda tampan segera mendekati meja receptionis yang berwarna krem di lobi lantai itu,

"Ohayou nona-nona, maaf numpang tanya...ruang rawat ICU tuan Namikaze Naruto di mana ya?" tanya sang pemuda tampan itu...tak lupa dengan senyum maut nan menawannya yang melelehkan hati tiap wanita yang melihatnya.

tiga orang suster wanita nampak wajahnya serempak bersemu merah...ketiga nya saling sikut-sikutan saking gugupnya menghadapi pria tampan yang jarang sekali mereka temukan.

"a...anu, kamar tuan Namikaze Naruto di 407 anda tinggal jalan ke lorong itu sampai mentok lalu belok kanan, kamarnya terhitung 10 pintu sebelah kiri anda mulai dari pintu pertama yang anda lewati tuan..."

"Itachi...nama saya Uchiha Itachi nona suster cantik, Yoroshiku" jawab sang casanova bersurai hitam sambil mengerlingkan sebelah matanya.

setelah ia beranjak, terdengar sayup-sayup suster yang histeris, haaah! dasar Uchiha sulung ...kelakuan tebar pesona playboynya gak pernah berubah.

Itachi akhirnya menemukan ruang rawat inap ICU mantan adik iparnya, di ruang tunggu

nampak keluarga, beberapa pegawai dan juga lima orang remaja usia 15 tahunan yang terdiri dari satu orang gadis remaja bersurai merah panjang dan empat remaja pria berkumpul di ruang istirahat keluarga pasien.

diantara remaja itu, Itachi mengenali salah satunya...bersurai panjang sepunggung di ikat ekor kuda warna kombinasi orange kemerahan dan hitam, kulitnya putih pucat...ia hampir tak percaya kalau sosok remaja yang tak jauh dari tempatnya berdiri dan mengira kalau sosok yang ia tatap dari kejauhan itu adalah cinta pertamanya yang akhirnya kembali.

"Kyuu~ chan, ternyata fisikmu tak berubah sedikitpun...masih sama seperti dulu, apakah kau keturunan Vampir hingga tubuh remajamu masih sama seperti saat terakhir kita berpisah dulu hemm?"gumam Itachi ngaco yang masih tak percaya dengan apa yang ia temukan hari ini.

tatapan penuh memuja terlihat dari wajah Itachi yang tak lepas dari remaja yang berdiri agak jauh dari jangkauannya...gerak-geriknya tak bisa lepas sedetikpun dari pengawasannya, Itachi menunggu momen yang tepat untuk mendekati rubah galak kesayangannya.

ternyata kesabarannya membuahkan hasil, rubah orange mungil incarannya mulai memisahkan diri dari kelompoknya...saatnya srigala hitam ini memulai aksinya fufufufufu~

"Shunsuke, aku pamit ke toilet dulu ya?" ijin Kitsune.

"oh, ya udah...jangan lama-lama ya?" respon Shunsuke yang sedang memberi air mineral botol pada adik kembarnya yang masih menangis.

saat Kitsune berada di lorong sepi menuju toilet, Itachi yang sudah menguntit nya sejak tadi segera menyergap Kitsune secara tiba-tiba "ohayo kyuu-chan...kemana saja kau selama ini? kenapa baru muncul sekarang euh?" ucapnya sambil satu tangannya melingkar posesif di pinggang Kitsune yang ramping sedangkan satu tangannya mulai meremas bongkahan bokongnya yang kenyal "wangi citrus apel yang ku rindukan...tak pernah berubah sedari dulu" ucapnya seduktif membuat Kitsune sedikit berjengit karna kaget dan bulu kuduknya jadi meremang.

Kitsune tak menyangka ada paman bersurai raven panjang nan mesum yang tiba-tiba saja berani meraba-raba tubuhnya seakan patung boneka manekin yang hendak di ganti pakaiannya.

"kyuu-chan? anoo...jii-san juga kenal kaa-san ku ya? sejak kapan?" tanya Kitsune polos.

"kaa-san?...bukan nya Okaa-san mu kushina sudah meninggal kyuu-chan?" tanya Itachi salah paham.

"ayolah Kyuu~ kau jadi aneh sekarang, sejak kapan kekasih tampanmu ini yang bagai vocalis Hyde Laruku nan cetar membahana ini kau panggil Jii-san...seperti bukan kau saja my little foxy...aku ini baru 30+tahun, masih muda, tampan, kuat dan menggoda...apa kau perlu 'bukti' hemmm~?" tanya Itachi sambil menaik turunkan alisnya mirip shota-con jii-san sukebe mesum di luar sana.

sebelum Itachi mulai melanjutkan acara mari-merayu-dan-meraba-kitsune lebih lanjut, nampaknya usaha grepe-grepe mesum itu bakal terhenti karna ia merasa ada aura gelap pekat nan membunuh yang arahnya ada di belakang itachi, dengan susah payah ia menegok kan kepala ke arah aura seram itu...benar saja, ada rubah galak lain yang terlihat bengis nan sadis sedang berdiri di belakang dua orang bergender sama itu.

" Grrrrrrr...! KERIPUT, apa yang kau lakukan pada putraku hemmm~? cepat singkirkan tangan nista berkeriput nan menjijikan milik-MU dari bokong kenyal anakku UCHIHA ITACHI~~"

kretek!

kretek!

suara kepalan tangan Kyuubi yang tulangnya di remukkan membuat Itachi makin sulit bergerak meski sekedar menelan ludahnya sendiri...

'si...sial, kenapa nagabonar ada dua eh salah...maksudnya...kenapa Kyuubi nya ada dua' inner Itachi yang begidik ngeri makin membuat kakinya melemas serasa tak bertulang padahal dia ingin lari sejauh mungkin dari sang induk rubah galak, apalagi suara geraman Kyuu-chan nya pertanda dalam mode darurat siaga 1 yang ia tahu persis bagaimana sadisnya Kyuubi menghajar 10 orang preman sendirian yang berusaha memalaknya waktu SMA sampai wajah preman itu hancur dengan luka berdarah-darah tak dikenali...

kitsune segera menyingkir dan menjauh, membebaskan diri dari kungkungan srigala uchiha mesum nan keriput yang sekarang terdiam kaku di hadapan induk rubah galak yang sebentar lagi memakannya bulat-bulat.

"hiekzzzz!" puppy eyes no jutsu gagal itachi bukannya membuat Kyuubi iba tapi menambah kesal sang induk rubah...terlihat siku perempatan dobel di kening Kyuubi.

"GYAAAAAA!..." dan lolongan miris sang uchiha sulung terdengar di lorong sepi RS konoha saat eksekusi induk rubah galak terjadi pada sang srigala hitam mesum (untung seluruh kamar di lorong tempat eksekusi Itachi sedang kosong semua) poor tachi.

PLAKK!

BRUKK!

GUBRAKKK!

"eh, suara apa tuh?" tanya satu OB rumah sakit yang bertubuh kurus.

"entah lah, mungkin satu OB rumah sakit baru saja menemukan tikus besar yang lolos dari ruang dapur pasien" jawab temannya team nya yang bertubuh agak gemuk yang tangannya mencari lap pembersih kaca.

"serius, RS steril sebesar ini masih ada tikus lolos berkeliaran?" kata si kurus heran.

"aku kan bilangnya 'mungkin' bukannya 'pasti' karna aku malas ngecek, sudahlah lebih baik kita lanjutkan kerja nya" temannya yang gemuk kembali fokus mengelap kaca jendela rumah sakit sampai bersih mengkilap.

kedua orang OB rumah sakit itu tentu saja bisa mendengar jelas karna lokasi mereka berdiri tak jauh dari lorong eksekusi Kyuubi.

Sasuke juga menyadari siapa gerangan orang yg melolong miris di koridor kosong sebelah selatan gedung...Sasuke sendiri sedang duduk di ruang tunggu di bagian sudut agak jauh dari pintu ruang ICU

'dasar baka aniki...kau pasti tertangkap rubah liar itu lagi' inner Sasuke sambil menghela nafas.

haruskah Sasuke tulis di twitter dengan memakai hastag : #tabokin itachi rame-rame

atau #bully itachi berjamaah...entahlah.

Sasuke masih memeluk ponakannya Shisui yang kini lelah dan tertidur di pelukannya karna menunggu kakaknya datang...matanya sesekali meihat ke arah pintu ruang ICU berharap suster dan dokter yang keluar masuk ruangan steril itu akan mengabarkan berita baik untuknya.

meski sudah bertahun-tahun tak bertemu namun rasa hangat di hatinya saat bertemu lagi dengan Naruto tak mungkin bisa di sangkalnya lagi.

masih di ingat kejadian beberapa menit yang lalu ketika si kembar bungsu meluapkan rasa marahnya dengan di tahan kakak kembar sulungnya, Sasuke sebenarnya ingin membalas ucapan si kembar tapi lidahnya kelu saat itu... yang ia lihat di hadapannya beberapa menit lalu adalah kenyataan... kenyataan yang tak bisa di sangkal

kedua anaknya membenci klan uchiha, padahal tanpa mereka sendiri tahu kalau di dalam tubuhnya sendiri mengalir deras darah uchiha di tiap butir DNA nya.

haaah! sepertinya ia benar-benar membutuhkan teman konsultasi saat ini.

.

.

.

.

.

.

.

tak lama kemudian Itachi berjalan mendekati adik dan ponakan Uchihanya dengan tubuh penuh lebam dan wajah biru bengkak bekas pukulan...walau sudah bertahun-tahun lewat tapi nampaknya keganasan seorang Kyuubi tak pernah berkurang.

"bersenang-senang lagi dengan rubah merahmu, aniki?" ejek Sasuke sarkastik.

"setidaknya dia masih mengingatku dan menyambutku dengan penuh cinta" jawab Itachi sinting...tampaknya otak si sulung Uchiha ini memang benar-benar telah bergeser.

"sebaiknya bantu aku menggendong Shisui, dia makin berat" ucap Sasuke sambil menyerahkan tubuh Shisui kedalam pelukan Itachi.

"hei, kau mau kemana?" tanya Itachi yang membenarkan posisi kepala Shisui yang tertidur pulas di bahunya.

"menunggu Naruto" jawabnya singkat, Sasuke sudah bangkit dari tempat duduknya menuju ke ruang ICU.

"sebaiknya kau tak usah ikut mendekat ke ruangan ICU itu dulu atau ikut menjaga Naruto, suasana masih panas, tunggulah beberapa hari lagi" ucap Itachi yang menahan Sasuke dengan memegang tangannya "lagipula, lihat lah dirimu sekarang...baju bernoda darah kering, wajah kucel, rambut acak-acakan begini...apa kau tak malu saat Naruto terbangun nanti melihatmu acak-acakan begini, setidaknya rapikan dulu penampilanmu otouto"

ucapan Itachi memang benar, apalagi terlihat di pintu ruang ICU private Naruto saat ini sudah ada dua mahluk tinggi besar memakai setelan jas hitam mirip bodyguard dengan wajah kaleng tanpa ekspresi yang terlihat jelas sekali merupakan robot kugutsu keluaran terbaru produk Akasuna Corp ciptaan Prof. Sassori sedang berdiri menjaga ruang ICU isolasi steril itu.

Sasuke agak sedikit curiga dengan ditempatkannya sepasang robot kugutsu besar dari perusahaan Akasuna corp yang menurut rumor harga dua unit robotnya saja dijual setara dengan satu gedung RS. Konoha ini beserta seluruh isinya...darimana keluarga Naruto bisa mendapat uang lebih untuk menyewakan sepasang kugutsu robot itu? padahal Naruto dan keluarga kecilnya hanya memiliki satu bisnis laundry kecil di kota sebesar Konoha yang sudah pasti tak cukup untuk membayar sewa robot penjaga apalagi di tambah biaya rawat inap Naruto yang mahal.

'mencurigakan' bisik Sasuke tanpa terdengar anikinya.

"kau benar, sebaiknya aku tunda dulu rencana menemani Naruto selama rawat inap...aku lapar, bisa kita pulang sekarang?" tanya Sasuke yang wajahnya kembali sedatar triplek bahan bangunan.

ucapan Sasuke segera di tanggapi positif Itachi, sambil menggendong ponakan nya Shisui dalam rengkuhan kedua tangan kekarnya, Itachi dan Sasuke pulang menggunakan sedan ewahnya menuju mansion megahnya, tak lupa Sassuke menelpon Kakashi untuk membantunya mencari tahu perkembangan kesehatan pemuda pirang yang pernah mengisi hatinya ketika remaja dulu.

'sebaiknya aku harus secepatnya menyelidiki kasus tabrak lari ini sendiri, aku jadi makin curiga kalau kecelakaan ini ada hubungannya dengan dua gadis racun itu' gumam Sasuke dalam hati.

.

.

.

.

.

.

terdengar ringbacktones lagu Ready Steady Go! by Laruku ketika Yahiko Pein baru saja mengambil secangkir black coffe hangat dari mesin penjual minuman otomatis di satu sudut ruang kantin yang sengaja ia beli untuk obat pengusir rasa kantuknya hari itu.

"moshi-moshi?" sapa Yahiko setelah smart phone nya di nyalakan.

["moshi-moshi, gomen ne...apa benar ini nomer telpon Uzumaki Nagato-san?"]

mendengar nama aslinya di sebut kan oleh pria asing dari sebrang line membuat alis Yahiko berkerut terkejut...

'darimana orang ini tahu nama asliku ? apalagi mendapatkan nomer private khusus ku ini, sia sebenarnya dia?' batin Yahiko terkesiap.

"benar, daimana anda tahu nama asli saya? dari siapa ya?" tanya Yahiko menyelidik.

["saya sekretaris pribadi Senju Hashirama-sama, nama saya Senju Nawaki...Yoroshiku, maaf mengganggu...tujuan saya menghubungi anda karna Senju-sama mengundang anda untuk datang esok pagi ke Senju mansion karna ada hal penting yang ingin di bicarakan, mohon kesediaan anda untuk meluangkan waktu sekitar jam sepuluh pagi" pinta si pemuda Senju.]

"baiklah, saya akan datang berkunjung esok ke Senju Mansion esok, terima kasih atas pemberitahuannya"

KLIK!

dan suara sambungan telpon pun terputus dengan cepat.

'ah, kuso! pasti Hashirama-sama menyuruhku datang tak lain karna kasus Naruto...apa yang harus ku lakukan? aku belum bergerak sama sekali untuk mengejar langsung pelakunya' gumam Yahiku cemas.

di tekan nya nomor telpon lain yang sangat di ingat dalam kepalanya

setelah menunggu nada panggilan masuk yang terdengar di telinganya...barulah ia mendengar respon telpon nya di jawab setelah nada panggilan ke lima.

["moshi-moshi?" ] jawab seseorang di sebrang sana membuka pembicaraan.

"bagaimana penyelidikan mu hari ini kakuzu? sudah ada perkembangan baru? kau tak meninggalkan Kisame dan Zetsu untuk memulai penyelidikan sendirian khan?" tanya Yahiko.

["mana berani aku meninggalkan si ikan hiu ungu dan fly trap aneh itu hanya berdua, yang ada aku gak bakal dapat ikan segar nan besar dari Kisame gratis hasil nyelam di sungai dan jamur segar hasil nyari di hutan bareng Zetsu"] jawab Kakuzu yg cinta barang gratisan rada gak nyambung.

"hei, aku tak perduli kau dapat barang gratis di mana, yang ku tanya hasil penyelidikan mu...lekas serahkan padaku, pria berhijab!" raung Yahiko garang.

["gomen kaichou, segera aku kirimkan hasilnya, tapi lewat SMS & MMS aja ya? disini gak ada signal wi-fi untuk kirim E-mail, jaa-neee~"]

.

KLIK!

.

kelakuan Kakuzu si raja pelit memang suka seenaknya sendiri kalau telinganya mendengar apapun yang bernilai GRATIS atau DISKON BESAR pasti kalap nan gelap mata, bahkan di masa penyelidikan serius saat ini pasti Kakuzu memaksa lagi Kisame untuk menyelam cari ikan dan menyuruh Zetzu cari jamur dan sayur hutan untuk menekan seminimal mungkin biaya makan bertiga dengan ancaman denda setoran keanggotaan Akatsuki bakal naik 70% bila tak menurut.

PIIP...PIIP...PIIP...

suara SMS masuk membuyarkan lamunan Yahiko setelah dirinya membaca isi SMS dari Kakuzu

[pelaku penabrak : KUSHIMARU KURIARE dan SUN GO KU foto bukti hasil penyelidikan terlampir lewat MMS, oh iya...mereka saat ini sedang menginap di satu hotel murah di prefektur Mie, saat ini kami berada tak jauh dari lokasi mereka menginap dan masih mengawasi pergerakan mereka]

dan beberapa foto Kushimaru dan Sun goku yang berada dalam salah satu mobil Uchiha yang sedang dalam pencarian terlihat jelas di foto hasil penyelidikan

"kena kau! ah...sepertinya aku harus pulang untuk print foto sekaligus print data profil pelaku di rumah"

Yahiko segera mengirimkan SMS lanjutan berisi :

'TETAP AWASI KEDUA PELAKU SAMPAI KE MANA MEREKA MEMBAWA MOBILNYA, LAPORKAN PADAKU KAPANPUN BILA ADA PERKEMBANGAN BERITA BARU'

Kakuzu hanya mengulas seringai di sebrang sana saat ia membuka ponsel dan membaca pesan SMS yang tertera di layar, rambutnya yang lurus panjang sampai punggung berwarna coklat gelap mirip style rambut Orochimaru di biarkan bebas tanpa penutup kepala ninja nya yang berwarna putih, ia juga memakai kaos singlet hitam favoritnya dengan celana santai hitam ...sambil menyesap kopi hitam yang masih mengepul dari cangkir keramik hitamnya yang dia ambil dari atas meja.

kedua pipinya yang nampak seperti jahitan besar hitam yang menutup robekan mulutnya yang memanjang sampai batas telinga terlihat kepulan panas kopi keluar dari celah robekan mulutnya.

kali ini tiga anggota Akatsuki menginap di salah satu rumah penduduk yang kosong tak jauh dari lokasi target yang sedang menginap di hotel murah di daerah itu...salah satu daerah terpencil prefektur mie-jepang tepatnya wilayah perbatasan yang diapit wilayah Kinki&Tokai (wilayah ini memang benar-benar ada di jepang).

ups, sepertinya ada satu lagi penghuni tak resmi yang masuk dan saat ini sedang mendekati Kakuzu.

"dapat SMS dari siapa Kuzu-bie?" tanya seseorang yang sengaja mengecilkan suara bariton nya...ia sengaja memeluk pinggang Kakuzu dan membelai lengannya yang penuh dengan bekas jahitan seperti daging dan kulit berwarna tan yang di sambung.

"biasa, Kaichou Pein, dia menuliskan misi lanjutan untuk kami" jawab Kakuzu.

"apakah kalian akan pindah lagi? lalu bagaimana denganku?" tanya nya manja sambil menyibak rambut lurus di sisir rapi ke belakang yang berwarna abu-abu dengan tangan kanan nya sementara tangan kirinya masih erat memegang pinggang kakuzu yang slim nan kekar.

"sebaiknya kau pulang saja purple, disini tak aman untukmu" pupil matanya yang berwarna hijau cerah berlatar bola mata hitam melirik kekasihnya yang mulai merajuk.

"memangnya kenapa? aku kan juga anggota Akatsuki nee Kuzu" protesnya.

"nanti kalau Kaichou pein mencarimu dan memberimu misi di lokasi yang jauh tapi kau tak ada di markas gimana? kau harus siap kapan saja di panggil khan Hiddy?"

"tapi aku masih kangeeen~" ucapnya manja sambil kepalanya di benamkan ke punggung si bendahara Akatsuki itu, sambil menggenggam pergelangan tangan tan kekar Kakuzu yang di penuhi jahitan benang hitam (lihat foto kakuzu di google images utk lebih jelasnya, ternyata Kakuzu ada pose gantengnya juga).

"lalu kau kemanakan si gadis rambut merah Mai Terumi itu kalau kau masih terus bersamaku Hidan...apa harus ku panggil Hiddy hemmm?"

"hei, apa kau tak tahu arti kata K-A-M-U-F-L-A-S-E ? aku sedang belajar memanipulasi identitas, kalau aku berhasil merayu cewek dan mendapat informasi...suatu saat kemampuan itu bisa di gunakan untuk mencari info misi khan?" ucap hidan sambil mengerjap mata merah rubynya pada pasangannya.

"haaah...modus, bilang aja mau belajar jadi playboy, dasar pendeta jashin kecentilan" kakuzu mengambil buku tebal berwarna krem lalu menuju ruang duduk.

"bener kau ingin aku pulang?" tanya Hidan menyusul kakuzu yang langsung duduk di pangkuannya menghadap Kakuzu, sambil meraba-raba bekas jahitan di kedua pipi Kakuzu mirip bekas sayatan panjang dari sudut bibir sampai batas telinga.

"yep" jawab Kakuzu santai dan mulai duduk sambil memakai kacamata bacanya yang berbingkai hitam lalu lanjut membaca buku panduan 'how to made money tree' nya yang belum kelar di baca.

"padahal khan aku ingin ngasih 'jatah' untukmu...kalau kau nyuruh aku pulang sekarang berarti ku tunda sampai..."hidan menggantungkan kata-katanya karna pantatnya sengaja di geser ke gundukan besar di selangkang Kakuzu yang makin besar saja tiap Hidan menggerakkan dan menekan dua bokong bulatnya yang kenyal "...waktu yang tak bisa kupastikan" Hidan sedikit mendesah untuk menggoda Kakuzu sambil menjilat bibirnya sendiri seduktif...membuat Kakuzu bersemu merah dan buku yang ada dalam genggamannya jatuh begitu saja.

"baiklah, kalau itu maumu...tapi jangan protes kalau kau tak bisa berjalan normal esok hari karna aku akan mengerjaimu tak cukup sekali" di dirangkulnya pinggang Hidan supaya tak terjatuh dengan pergelangan tangan kanannya yang besar, lalu tangan kirinya menekan belakang leher Hidan agar mendekati wajahnya lalu mengelus punggungnya dan memulai ciuman panasnya berdua dan nampaknya akan berlanjut makin intim...

.

.

.

.

sementara di pinggir sungai deka air terjun Akame tak jauh dari lokasi penginapan darurat anggota akatsuki mata-mata...

"Kisa-bro,kau dapat berapa ekor ikan hari ini?" tanya Zetsu yang akhirnya bertemu Kisame di pertigaan jalan menuju penginapan daruratnya.

dengan bangganya Kisame mengangkat tinggi beberapa ekor ikan hasil tangkapan di sungai tak jauh dari lokasi dengan menggenggam buntutnya dengan hanya menggunakan satu tangan saja "aku dapat 8 ekor ikan koi sungai ukuran besar...sengaja aku pilih coraknya yang paling jelek biar tega makan nya, kau sendiri dapat apa hari ini?"

"aku dapat jamur hutan kira-kira setengah kiloan, tanaman sayur liar, dan aku juga dapat bawang merah, bawang putih, cabe ama ubi besar-besar"

"kau ini ambil bahan sayur di hutan apa habis ngerampok di pasar, koq bisa dapat bawang ama cabe segala? lengkap banget"

"se...sebenernya aku nemu ladang kecil entah punya siapa di hutan itu, karna ku lihat ladangnya di biarkan ditinggal tak di urus pemiliknya, akhirnya aku ambil saja beberapa bawang dan ubinya, lumayan buat nambah bahan bumbu masakan." kata Zetsu sambil nyengir.

oh gitu...ya udah...yuk ah kita cepat balik ke rumah...nanti Kakuzu-san marah kalo di biarkan menunggu kelamaan sendirian di rumah" ajak Kisame.

keduanya melanjutkan perjalanan kembali pulang sebelum...

"Zetsu-bro, apa kau dengar sesuatu?" Kisame menghentikan langkahnya dan menajamkan telinganya.

"tidak, memang kau baru dengar apa?" tanya Zetsu.

"entahlah, sepertinya aku mendengar suara yang sangat familiar tapi aku lupa..." Kisame masih berusaha menajamkan telinganya lebih teliti lagi.

"Kuzu-bie~ jangan menggodaku terus...aaaahh~ terussssh, lebihhhh cepaaat!...terrrruussss soddoookkkkhhh aaaakkhhh!"

waduh! suara desahan cowok asing dari arah dalam? tiba-tiba bikin bulu kuduk meremang dan membuat takut dua cowok akatsuki di luar rumah.

"sssshhhhh! kauuu...sempithhhh...aaahhhh!..sudah ku bilang jangan terlalu perketat lubangmu Hiddy...ahhhhhh, kussssooooo! kau membuatku ketagihannnn ...aaaahhhhh!" suara Kakuzu yang menggeram sambil terus menggerakkan pinggulnya dengan suara rendah membuat kedua orang di luar sana makin merinding dengan wajah semerah apel karna malu.

"Kisa-bro...perasaan cuma Kakuzu doang khan yang nungguin kita di rumah kosong ini? koq ada suara desahan orang lain sih? suara cowok lagi" ucap Zetsu meng konfirmasi.

"jangan-jangan ada hantu cowok uke mati penasaran penghuni rumah ini yang hipnotis trus gerayangin Kakuzu untuk di ajak 'meong-meongan' di ranjang" tukas Kisame.

"waduh, gawat dong...mending kita cepat-cepat masuk selamatkan dia" Zetsu ingin masuk mendobrak pintu tapi tangannya masih menarik-narik pergelangan tangan Kisame seraya mengajak karna takut grebek sendirian.

"elo aja kali yg masuk, gue mendingan tunggu di sini...siapa tau tuh hantu marah, jadi gue bisa kabur duluan" jawab Kisame yang tiba-tiba pakai bahasa gaul anak muda, dari raut wajahnya terlihat agak kurang suka karna pergelangan tangannya di pegang erat Zetsu, tak ayal tangannya reflek menepis.

"yah you koq gak setia kawan bro" keluh Zetsu.

"biarin" jawab Kisame dingin.

"trus gimana doong? entar kalo Kakuzu tak bernyawa kehabisan tenaga karna di setubuhi hantu berjam-jam loe mau tanggung jawab? lagian juga kita kesini bertiga, masa pulangnya cuma tinggal berdua sambil gotong mayat" protes Zetsu membuat Kisame

"ya sudah kita buka pintu nya sama-sama sambil pura-pura gak tau" bisik Kisame ke Zetsu yang langsung di setujui oleh pria ber surai hitam-putih ini.

TOK!

TOK!

TOK!

suara ketukan pintu memecahkan kesunyian di luar tapi tidak di bagian dalam ruangan yang sepertinya makin memanas.

"Kakuzu-senpai tadaima...kami bawakan ikan koi besar banyak loh" kata Zetsu.

sepertinya percuma, tak ada respon atau sekedar celetukan ringan sama sekali

tak menyerah...kedua orang pemuda paling professional di Akatsuki mulai mendorong sedikit celah di pintu yang makin lama makin lebar sehingga keduanya bisa masuk ke dalam.

namun pemandangan di hadapan keduanya membuat wajah jadi bersemburat merah, mulut keduanya mengangga lebar dan tubuh jadi membeku tak berkutik.

"oh ya ampuun, mata polosku terkonaminasi~" keluh Zetsu yang langsung memasang kedua tangan nya ke wajahnya dengan gantungan keranjang jamur di lengannya, namun ia membuka sedikit celah diantara jari tangannya untuk mengintip karna penasaran.

"se...sepertinya ki...kita sa..salah ma...masuk ru..rumah deh" dan membuat Kisame jadi gagap seperti Hinata.

bagaimana mereka tak bertingkah jadi aneh, didepan mata mereka sendiri...Kakuzu dengan santainya menyetubuhi dengan nafsu masih menggebu seorang pria muda telanjang berkulit putih dan bersurai abu-abu terang yang mirip seperti Hidan di atas karpet ruang tamu...dan kemungkinan besar memang Hidan.

"kau ini kalau lagi ON selalu gak lihat situasi, udahlah...kami pindah ke dapur aja...yuk Zetsu" ajak Kisame malas sambil membawa ikan hasil tangkapan dan Zetsu yang mengekor dengan wajah kaku gelisah sambil menenteng sayuran dan jamur liarnya...duuh, emang orang jomblo itu serba salah.

.

.

.

.

.

-SENJU MANSION-

seorang pemuda tampan dengan wajah dan tubuh penuh tindikan bersurai orange spike sedang menatap gerbang putih besar yang menjulang tinggi di hadapannya dari balik mobil listriknya.

hari ini jatwalnya bertemu dengan pimpinan tertinggi klan Senju...siapa lagi kalau bukan Hashirama Senju-sama.

seharusnya dirinya bertemu dengan pria bersurai hitam panjang itu saat jam sepuluh-an, tapi dia sudah tiba di rumah dengan halaman luas itu sejak jam delapan pagi, salahkan dirinya yang tak bisa tidur semalaman karna sibuk menyusun kata-kata yang di ucapkannya pada pemimpin tertinggi senju itu, gugup? tentu saja...apalagi mengingat kenyataan bila dirinya sudah hampir bertahun-tahun memutuskan keluar dari klan Uzumaki, pindah sangat jauh dari konoha, membuang nama asli Uzumaki Nagato dan menggantinya dengan nama Yahiko pein demi menikahi gadis yatim piatu bersurai ungu bernama Konan meskipun dia sempat di sodori jodoh seorang pria tampan nan kaya dari klan Uchiha lain untuk menjadi Seme-nya rekomendasi keluarganya.

masa lalu memang sangat menyakitkan

tapi tentu bisa jadi bahan pembelajaran untuk masa depannya nanti.

si pemuda bersurai orange jeruk mandarin cerah itu segera keluar dari mobilnya lalu berdiri di depan interkom berlayar dan menekan tombol ON di box interkom itu.

setelah memencet bel beberapa kali, layar monitor diinterkom itu akhirnya memperlihatkan sosok pelayan wanita yang terlihat ramah.

"ohayo gozaimassu,kediaman Senju disini...bisa saya bantu tuan?"

"ohayo, maaf mengganggu sepagi ini...saya ada janji bertemu dengan Senju-sama, bisakah saya bertemu?"

"boleh tahu nama tuan siapa? biar saya mudah menyampaikan ke Senju-sama"

"katakan saja pada beliau, Uzumaki Nagato ingin datang menghadap"

"mohon tunggu sebentar tuan, saya akan tanyakan dulu ke Senju-sama" pamit pelayan wanita itu.

.

.

.

.

.

di satu kamar luas utama di mansion mewah Senju...tepatnya di kasur king size sang pemimpin senju, terlihat Hashirama sedang tertidur pulas nan damai dengan tubuh tak mengenakan pakaian sama sekali...tapi diantara kedua tangannya yang masih setia menggenggam ujung selimutnya yang membungkus tubuhnya...ada satu lagi tangan kekar lain yang seakan memerangkap tubuh tan-nya, nampaknya Hashirama tertidur setelah di paksa terjaga semalaman oleh pemilik tangan kekar nan putih pucat itu.

kecupan di leher tannya dari belakang oleh seseorang yang bersurai hitam panjang yang sama dengan dirinya membuat Hashirama kurang suka dan bergerak sebentar lalu tidur lagi.

"Hashi-chan, bangun sayang...sudah pagi" suara berat nan sexy terdengar dekat di telinganya.

"mmmmghhh! su..sudah jam berapa Maddy?" tanya Hashirama pada pria bersurai hitam kebiruan tapi model rambutnya mirip mahluk Saiyan dragon ball dari planet Namex.

"sudah jam delapan pagi, kau jangan terlalu lama tidur...aku lapar"

"kalau lapar, pergilah ke ruang makan, banyak nasi goreng dan roti yang sudah di siapkan para pelayan"

"tidak, aku tak mau makanan yang lain, aku hanya ingin 'makan' kamu?"

"semalam kau kan sudah 'memakan'ku sampai enam kali Madara, keterlaluan sekali kalau kau masih tetap mengincar tubuhku sebagai menu 'sarapan'mu pagi ini"

"tentu saja aku tetap tak puas, lubangmu selalu membuatku kecanduan tiap harinya" Madara masih mencoba mencumbu pria yang ada di bawah kungkungannya.

"tak mauuu" tolak Hashirama.

"ayolah Hashi-chaaan, tak bisakah kau iba pada diriku yang sudah 'sakau kronis' akan tubuhmu ini?"

"tak mau Madara, rektumku masih sakit" jawab Hashirama yang berusaha menjauhkan tangan Madara yang daritadi sedang meremas bokong kenyal berkulit tan yang terekspose polos tanpa penutup apapun.

.

PIIIP...PIIIIP...PIIIIP!

.

suara bel interkom terdengar di ruangan luas nan mewah itu.

"Moshi-moshi Senju-sama, maaf mengganggu...pagi ini ada seorang pemuda di luar gerbang ingin bertemu" lalu suara seorang wanita yang terdengar lembut dari speaker interkom yang kemungkinan staff pelayan keluarga Senju.

Hashirama menekan tombol krem yang ada di kotak interkom itu.

"siapa yang datang?" tanya Hashirama, suaranya berubah serius nan tegas.

"seorang pria bernama Uzumaki Nagato, Senju-sama" jawab sang pelayan.

"biarkan dia masuk...suruh tunggu saja di ruang tamu"

"baik, segera saya laksanakan" dan hubungan komunikasi interkom itu terputus.

"seorang Uzumaki yang datang eh? tak biasanya" ucap Madara sambil hidungnya masih mengendus-endus tengkuk dan bahu Hashirama.

"itu hal biasa...tak terhitung klan Uzumaki datang berkunjung ke sini karna ketua klan Senju yaitu aku...juga di tunjuk sebagai ketua klan Uzumaki, yang tak biasa itu ketua klan Uchiha yang semalam baru datang langsung membopong lalu menyetubuhi pemimpin klan Senju beberapa ronde tanpa tahu malu, seperti tak ada hari esok aja" sindir Hashirama yang kadang kesal sikap Madara yang asal culik dan minta jatah paksa tanpa lihat tempat dan waktu.

(di cerita ini Madara berstatus ultimate Seme sedangkan Hashirama Uke top leader)

"bukannya yang memegang kepemimpinan Uzumaki itu si Tobirama, kenapa malah kau yang repot mengurus?"

"Tobirama masih di Berlin-Jerman...sedang sibuk persiapan desertasi untuk sidang S3 kemiliteran, dia ingin kembali ke jepang dalam keadaan siap dan mampu memimpin klan jadi sementara aku yang menhandle semuanya"

Hashirama mendudukkan tubuhnya dan mengambil bathrobe, ia ingin sehera bangkit dari ranjang lalu pergi ke kamar mandi namun rasa ngilu di rektumnya dan cairan abu-abu bening yang otomatis mengalir turun ke pangkal paha dari single holenya malah membuat Madara kembali ON.

"bokongmu masih sakit?" tanya Madara dengan tangan yang mulai membelai pinggang Hashirama pasangannya.

"YA dan ini semua gara-gara kau yang terlalu liar"

"aku takkan bertindak liar kalau kau tak bersikap menggoda...tapi kau selalu membuat ku terpaksa melakukannya lagi dan lagi"

"alasan! sebaiknya kau lekas mandi di kamar mandi sana...aku mau mandi di kamar yang lain, akan ada tamu klan Uzumaki yang berkunjung pagi ini jadi sebaiknya kau segera bersiap, pakaian mu akan ku siapkan sebentar lagi...lalu kita sarapan sama-sama, jangan lupa kau minum obat prof. Orochimaru" Hashirama segera keluar dari kamar dengan bath robe putih membalut tubuhnya sementara Madara yang hanya pinggang ke bawah masih tertutup selimut hanya mendecih lalu ia segera beranjak menuju kamar mandi.

"kau juga dear" sahut Madara.

.

-lantai dasar utama mansion Senju-

Hashirama sudah selesai mandi dan berganti pakaian dengan kemeja hitam, celana bahan hitam dasi merah rapi dengan jas beludru warna merah marun dan sepatu hitam...sepatunya berwarna hitam mengkilat, di ikatnya ujung rambutnya yang hitam lurus mirip style Neji Hyuuga...ia turun dari tangga menuju lantai bawah membuat banyak maid dan Butler menoleh...kharisma seorang senju membuat banyak orang kagum dan merasa segan terlihat dari penampilannya.

tak berapa lama turun Madara Uchiha dengan stelan kemeja biru dongker yang kerahnya tanpa dasi dibiarkan kancingnya terbuka tiga kancingnya memperlihatkan belahan dadanya yang putih pucat tanpa cela, digerainya surai hitam bak rockers hard corenya yang terkesan bad boy, ada kalung emas berkilau dengan bandul kipas uchiwa yang menghias leher jenjangnya...ia juga memakai jas beludru merah marun seragam warnanya dengan celana bahannya, tak lupa sepatu mengkilat hitam yang membuat tampilannya sempurna...kesan liar nan sexy namun terlihat sulit di taklukan terlihat dari gaya tampilan ketua klan Uchiha hari ini membuat banyak maid blushing dan butler uke dag dig dug.

nampak para Maid dan butler sedang sibuk mempersiapkan sarapan untuk majikan besarnya, terlihat sesekali para pelayan yang tak sengaja berpapasan dengan Hashirama segera berojigi dan menyapa majikannya lalu segera menyingkir pergi.

"apa sarapan yang akan tersaji hari ini?" tanya Hashirama pada salah satu butler yang sedang bertugas.

"nasi goreng beijing, roti bakar dengan disediakan beberapa ragam selai, susu dan jus buah beragam jenis Senju-sama" jawab sang butler yang bername tag Asakichi.

"bagus, sediakan tiga piring karena yang akan sarapan hari ini tiga orang termasuk aku...bila kami sudah selesai sarapan, semua makanan yang berlebih berikan saja ke semua butler dan maid yang belum sarapan, mengerti?"

"Ha'i Senju-sama" jawab sang butler.

"kudengar tadi ada tamu yang baru saja datang sepagi ini...dimana dia?"

"oh, tuan Uzumaki Nagato...beliau sudah menunggu di ruang tamu utama Senju-sama" jawab sang butler.

"antarkan aku ke sana" titah Hashirama.

"Ha'i Senju-sama" jawab sang butler...diantarkannya ketua klan Senju nan berkharisma itu ke ruang tamu utama yang sudah menunggu seorang pria bersurai orange jeruk terang dari klan Uzumaki.

"kukira klan Uzumaki bersurai merah, aku baru tahu kalau ada yang bersurai orange jeruk?" celetuk Hashirama seakan menyapa tamunya.

"Ohayo Senju-sama, ini hanya style...saya hanya bosan punya surai merah" sapa Nagato yang otomatis berojigi menghormat pada sang ketua klan Senju.

"Ohayo, bagaimana kabarmu? kudengar kau sudah berkeluarga ya?" Hashirama mempersilahkan duduk tamunya.

"benar Senju-sama, saya sudah berkeluarga"

"istrimu...seorang wanita?"

"iya benar" jawab Nagato.

"wah, setahu saya jarang sekali seorang Uzumaki menikahi wanita"

"iya, saya tahu...tapi cinta tak kan memandang gender khan? lagipula saya memang mencintainya sejak awal dari hati"

"kau benar, sangat benar..hahahaha! emmm...sebaiknya kita sarapan bersama, apa kau mau menemaniku sarapan bersama?" ajak Hashirama.

"anoo~ bolehkah?"

"aku sendiri yang memintamu, jadi kumohon janganlah sungkan ya, ayo kita ke ruang makan sama-sama"

keduanya segera melangkah sama-sama ke ruang makan, namun Nagato agak terkejut karna di ruang makan sudah duduk seorang Uchiha Madara sendirian sambil menyesap jus tomatnya lalu matanya melihat ke arah Nagato.

"kau pasti terkejut dengan adanya ketua klan Uchiha di sini...jangan cemas, dia ke sini sejak malam untuk membahas urusan bisnis denganku lalu menginap...jadi ambilah tempat duduk dimana saja kau suka" jelas Hashirama dengan senyum ramahnya yang terkembang.

SKIP

setelah ketiganya sarapan, obrolan ketiganya berlanjut di ruang kerja Hashirama...nampak Hashirama yang awalnya terlihat ceria dan ramah berubah serius nan tegas.

"ada yang kau ingin sampaikan dalam kunjunganmu kali ini?"tanya Hashirama.

"benar Senju-Sama...tapi..." Nagato agak takut karna di hadapannya terlihat Madara yang sedang duduk melipat tangannya ke dada sambil memandanginya secara intens bagai seekor elang mengintai seekor cerpelai lemah.

"oh, kalau soal Madara...kau jangan kuatir...dia sudah tahu dan harus tahu perkembangan berita selanjutnya karna kasus ini juga menyangkut nama baik klan nya yang tercemar...jadi paparkan saja ke hadapan kami berdua, mengerti?" ucap Hashirama diplomatis.

"seperti yang ingin anda ketahui, kami dari Akatsuki sudah melacak dan mengikuti dua pelaku tabrak lari dari sejak kejadian sampai hari ini, pelakunya adalah Kushimaru Kuriare dia seorang ahli pedang sebatang kara yang berasal dari Kirigakure ...bertubuh jangkung dan selalu memakai topeng aneh dan satu pelaku lain bernama Yonbi Sun Go Ku yang berasal dari china yang memiliki hanya satu-satunya kakek yang bernama Yonbi Roushi yang tinggal di Iwagakure...mereka berdua hanyalah ikan cere yang menjadi kaki tangan dari otak pelaku yang memiliki mobil berlambang Uchiha yang saat ini sedang di larikan mereka berdua...terakhir mereka kini berada di prefektur Mie...tempat terpencil perbatasan yang mengapit wilayah kinki&tokai...ini foto dan biodata pelaku untuk lebih jelasnya" Nagato menyerahkan satu map krem yang berisi data pelaku penabrak lari itu pada Hashirama yang kemudian di oper baca Madara.

"ku perintahkan untuk menangkap dan menbawa pulang dua pelaku hidup-hidup beserta mobilnya beserta mobilnya harus dalam keadaan utuh untuk keperluan introgasi dan investigasi" titah Hashirama.

"untuk masalah introgasi, biar di tangani klan Uchiha" Madara menambahkan.

"Ha'i Senju-sama dan Uchiha-sama kami akan laksanakan sesuai perintah"

"untuk misi pengintaian Yamanaka Corp dan Haruno Corp, apa ada perkembangan baru dari Akatsuki yang boleh kami ketahui?" tanya Hashirama.

"ada, semua sudah saya tulis di laporan ini Senju-sama" jawab Nagato.

"good, sampai ketemu nanti Uzumaki-san" Hashirama menjabat tangan Nagato, begitu pula dengan Uchiha yang juga menjabat tangan Nagato.

setelah kepergian Nagato yang sudah diantar oleh salah satu butler, Hashirama yang sekarang duduk di meja kerja singgasananya kembali didekati oleh Madara.

"sekarang kau sudah mulai tenang kan Hashi-chan?

"tentu saja belum tenang sepenuhnya...aku masuh belum puas sebelum pelaku pembunuh anak kita masih berkeliaran tenang di luar sana maddy"

"tentu saja dear, waktu untuk kita membalas dendam akan segera tiba" bisik Madara yang akhirnya mencium hangat hashirama dengan diikuti dua jari lentik Madara mengelus paras tan Hashirama yang hampir serupa dengan Naruto...cucu kesayangannya, matahari kecilnya.

TO BE CONTINUE

author note :

Ohayo minaa-san! maaf karna sangat terlambat sekali update+aku masih di sibukkan mengajarku sebagai manga art teacher di satu internasional school di jakarta meskipun aku lulusan sastra inggris...juga sibuk bolak balik berobat ke RS yg bisa di bilang sakit awet selama setahun ini.

selama masa hibernasi aku tetap menulis cerita untuk chapter 7 ini demi kalian, sebagai permintaan maaf...aku sudah membuat words sepanjang mungkin yang ku bisa sampai 26 halama loooh huffffh!, semoga berkenan&puas bacanya...arigatou gozaimassu buat yg follow aku maupun mengirimkan review untukku.

ada beberapa readers yang ingin ku ucapkan terimakasih karna sudah berbaik hati memberi saran sangat positif baik soal typo ataupun isi cerita selanjutnya...dan ada juga satu readers yang marah-marah karna gak suka YAOI karna lebih memilih stright couple tertentu sampai memaki-maki diriku...menurutku sih itu hanya sebuah pilihan, yg ingin nulis genre Yaoi, Yuri atau stright itu kan terserah authornya dan bukan hak reader yg ngatur...kalau dirimu suka couple stright SasukeXSakura kenapa gak buat sendiri aja story stright? kenapa mesti marah-marahin aku yg memang memilih story Yaoi...saya tak pernah melarang siapapun utk masuk&baca storyku...bila gak suka silahkan keluar, gak perlu bikin dosa dgn maki-maki karna saya gak butuh orang yg hanya bisanya maki-maki tanpa tahu sulitnya bikin fanfic.

story ini sudah sejak awal ku buat pakem Yaoi pure jadi buat yang tak suka just click previous.

aku juga sudah menyiapkan satu cerita baru lain yang pastinya akan sangat menarik buat kalian, jadi bila kalian penasaran, silahkan klik pen name ku di bagian awal atas sana dan selamat membaca.