Annyeong semua, apakah rindu sama saya?

Readers: Siapa kau?

eL : *pundung* Oke abaikan, mari kita lanjut ke cerita oke? ;) sebenarnya mau update tgl 14 Maret sesuai janji tapi klo bsa lebih cpat ya gapapa ya? Daripada saya lupa? *lho

.

.

Title : White Day

Warn: Don't Like Don't Read!

Rated : M as usual -_-"

Summary: NO SUMMARY. SURPRISE COUPLE (HOPEFULLY)

.

.

ARGHH!

Kalau saja ini seperti film cartoon di mana aku bisa melempar gelas ini ke arah Yunnie dan kepalanya akan kembali lagi, aku pasti akan melakukannya! Urgh, kenapa sih akhir-akhir ini Yunnieku dekat sekali dengan Siwon, Heechul, Junsu dan para uke lainnya? Eh, tapi Siwon itu kan bukan uke? Apa iya ya? Ah, dia sama Minnie itu benar-benar membingungkan semua orang. Tapi, Yunnie lebih dekat ke Suie sih daripada yang lain mungkin karena jadwal dengan yang lain bentrok. Ah, bukan saatnya memikirkan hal itu!

Huh.

Kenapa sih Yunnie? Kenapa kau terlihat senang sekali dengan Junsu? Apa yang sedang dia katakan padamu sampai mukamu tersipu merah seperti itu? Apa benar aku sudah tak cukup lagi untukmu?

ARGHHH!

Benar-benar menyebalkan! Kalau saja habis ini kita tidak ada jadwal interview mungkin aku sudah mengacak-acak rambutku karena frustasi. Sabar Jaejoong, sabar, tarik nafas, satu, dua...

GRR!

Tidak bisa! Aku benar-benar tidak bisa tenang. Kenapa sih dia harus megang-megang Junsu seperti itu? Oh, tatapannya. Tatapannya kenapa lembut sekali? Chunnie, iya, di mana ya anak itu?

Demi apapun sebenarnya apa yang sedang terjadi di sini? Kenapa Chunnie malah terlihat santai saja padahal ukenya lagi digoda Yunnie begitu? Chunnie malah asyik-asyik saja mengajar Minnie gerakan dance kami. Ahhh...oke, kalau begini namanya perang. Bersiaplah Jung Yunho karena kau sudah berani menyulut perang dengan Kim Jaejoong!

.

.

Behind the Closed Door

"White Day"

By eL-ch4n

13.03.2012

.

.

Oke, jadi acara balas dendam dengan mendiamkan Jung Yunho kumulai. Pokoknya apapun yang dia katakan padaku tidak akan kugubris sedikitpun. "Hyung." Aku berbalik ke asal suara dan menemukan Junsu terlihat sedikit gugup. Mungkin karena dia takut dengan aura hitam yang sedang kukeluarkan kah? Ah, peduli setan dengan itu. Lagipula dia juga sudah menggoda Yunnieku! Catat itu, Jung Yunho itu MILIK Kim Jaejoong!

"Ne, ada apa?" Meski saat ini aku sedang tersenyum, tapi sepertinya aura hitamku terlihat lebih mendominasi terlihat dari Junsu yang sepertinya menelan ludah karena takut.

"Err...itu, gwenchana hyung?" tanyanya dengan lembut. Aigoo, saat ini aku jadi merasa bersalah kesal padanya, tapi kalau dipikir-pikir itu kan sebenarnya Yunho yang mendekati Suie, jadi seharusnya aku kesal sama Yunnie. Aku menggeleng dan kali ini memberikan senyuman tulus kepadanya. Dia terlihat lega sembari menghela nafas. "Yunho-hyung ke mana ya?"

Mendengar nama Yunho sontak membuatku kembali siaga 45. Oke, cukup berlebihan, abaikan saja. Aku menatap tajam ke arahnya. "Kenapa dengan Yunnie?" tanyaku dengan nada datar namun kuusahakan semengerikan mungkin.

"Oh, Yunho-hyung tadi katanya mau ngomong sesuatu." katanya dengan wajah tak berdosa membuatku tiba-tiba kembali menjadi emosi.

"Yunho?" Kedua alisku terangkat dan sekarang kedua tanganku pun menyilang di depan dadaku. Saat ini kami berada di dapur karena aku bermaksud untuk membuat makanan, tetapi mendengar pernyataan Suie tadi mendadak nafsu makanku jadi hilang. Jadi kusandarkan diriku ke pintu kulkas kesayangan magnae itu dan menatapnya tajam. "Apa yang mau kalian bicarakan, eh?"

Kulihat dia mendadak menjadi gugup dan seperti kehilangan kata-kata. "Eh? Itu...anou...err..."

"Hmm?" Kedua alisku semakin terangkat dan aku juga yakin saat ini mataku melotot tajam ke arahnya. Suie terlihat meneguk ludah lagi dan menjadi salah tingkah.

Dia menggaruk-garuk kepalanya yang aku yakin tidak gatal. "Itu tidak jadi deh." Sebelum sempat dia berhasil kabur dan aku mencegahnya, pintu dorm kami terbuka. Surprise, surprise, di sana berdiri Yunnieku dengan kaos putih tanpa lengan dan celana panjangnya. Tampangnya seolah tak berdosa. Dia menyengir ke arah kami dan aku pikir, oh mungkin dia sudah sadar. "Yunnie." ujarku dengan nada senang. Kedua tanganku kuletakkan di kedua sisiku dengan perasaan gembira ketika melihat dia berjalan ke arah kami dengan senyum di wajahnya.

MWOOO?

Apa-apaan itu? Kenapa dia malah menggandeng Suie dengan mesra dan mengabaikanku? "Ayo, Su." ujarnya dengan senyuman lebar di wajahnya. Kulihat Junsu sedikit gugup dan sesekali melihat ke arahku yang sudah mengeluarkan aura setanku.

"Jung Yunho!" seruku membuat keduanya berhenti. Mereka terhenti dan berbalik ke arahku. Junsu melihatku dengan ketakutan sementara Yunho melihatku dengan tatapan bingung. Masih bisa bersandiwara dia rupanya. Plok. Plok. Sepertinya harus kuberikan applause yang paling keras untuk dirinya.

"Jae? Ada apa? Kalau tidak penting, aku mau pergi sama Su dulu."

Tidak penting? Apa katanya? Tidak penting? Oh, jadi berbicara dengan seorang Kim Jaejoong sekarang sudah tidak penting rupanya. "Ya sudah, pergi saja kalian dan jangan kembali!" Aku melangkahkan kakiku ke kamarku –kamar kami. Aku berharap dia akan mengejarku dan menanyakan alasanku, namun kekecewaan melanda hatiku (seperti lagu saja) karena itu hanyalah impian belaka. Jangankan mengejarku, bahkan menghentikanku saja dia tidak melakukannya.

Apa benar-benar sekarang semuanya sudah berakhir? Rasanya aku ingin sekali menangis dan mengeluarkan semuanya di kamar saja. Aku tak menghiraukan teriakan Changmin yang menyuruhku untuk membuatkannya makanan. Badanku sudah terlalu lemas untuk itu. Tak lama aku merasakan mataku mulai menutup dan aku mulai kehilangan kesadaranku.

.

.

Krosak. Krosak.

Urgh...suara apa itu? Aku mencoba mengucek-ngucek mataku, tapi kenapa tanganku tak bisa digerakkan ya? Beberapa kali aku mengerjapkan mataku dan ketika aku mulai sadar sepenuhnya aku melihat kedua tanganku terikat di kedua sisi tempat tidur. "Eh?" gumamku. Aku melihat ke arah sekelilingku dan menyadari bahwa aku tidak memakai baju. Seingatku tadi aku masih memakai kaus dan celana deh sebelum aku tertidur.

"Jae?" Aku menoleh ke asal suara familiar itu. Di depanku sekarang berdiri seorang Jung Yunho yang topless membuatku bisa melihat bentuk tubuhnya yang begitu seksi dan menggairahkan. Oke, cukup Jaejoong, kau harus fokus. "Kau sudah sadar rupanya?" Oh Tuhan kenapa kau menciptakan orang sesempurna Yunho? Di satu sisi dia bisa terlihat manly dan seksi, tapi di sisi lain dia juga punya sisi manis seperti ini dan senyumnya sekarang membuatku melting. Oke, fokus Jaejoong, sekali lagi fokus. Kau tidak boleh lupa dengan tujuan awalmu meskipun sekarang Yunho tersenyum manis ke arahmu, atau bagaimana badannya yang topless itu sangat menggugah imanmu. Oh, for gosh sake, lupakan saja!

"Yunho." Oke bagus Jaejoong, kau harus tetap memasang wajah marah dan kesal karena dia sudah mengabaikanmu selama seminggu ini dan dia juga sepertinya sudah lupa besok hari apa. Urgh, menyebalkan! "Apa-apaan ini?" Dia tidak menjawab dan hanya tersenyum kepadaku. Kulihat dia menuju ke arah lemari pakaian yang merupakan tempat penyimpanan lube dan beberapa sex toys yang biasa kami gunakan. Dia mengambil sebotol lube dan sebuah vibrator berwarna pink yang ukurannya cukup besar.

Now, stop it, Jae! Apa yang mau dia lakukan? Aku mencoba melepaskan ikatan di tanganku, kakiku yang tidak terikat membuatku mencoba untuk berdiri dan menggeliat dalam ikatanku. "Tenang saja, Jae. Ikatannya tidak akan terlepas semudah itu. Diam dan nikmati saja."

Nikmati? Apa yang harus kunikmati? Di saat aku sedang bertanya-tanya seperti itu, dia membuka celananya yang menutupi bagian paling intim dalam dirinya. Berapa kalipun aku melihat little Yunnie, aku tetap tidak bisa menahan rasa maluku. "Like it?" Sepertinya dia menyadari reaksiku. Kulihat dia menyengir dan berjalan ke arahku. Perlahan dia merangkak ke atas badanku berada di tengah kedua kakiku. Aku yakin dia tidak ingin kakiku menyentuh –kau tahu apa itu – sehingga dia tidak bisa melakukan kegiatannya.

"Yunho, lepaskan ikatan ini!" Urgh, ayolah Jaejoong, kau harus terlihat lebih tegas daripada itu.

"Sabar chagi." Dia mengedipkan mata kanannya kepadaku dan mengecup bibirku sekilas. Oh, betapa aku merindukan bibir itu. Belum sempat kami – atau aku – memperdalam ciuman kami, dia menarik dirinya dan sekali lagi berdiri di depanku dengan badannya yang naked.

Gulp.

Aku menelan ludahku seketika ketika dia melakukan gerakan menari di mv Before u Go dan Mirotic. Sungguh menggoda dan menggairahkan. Apalagi ditambah bahwa saat itu dia tidak memakai sehelai benangpun. Dia menyengir ke arahku sambil tetap mempertahankan gerakannya yang luwes dan bertenaga. "Yunho~" rengekku karena sesuatu di bawahku sudah kurasakan mulai menegang dan tidak perlu dijelaskan bahwa dia juga mulai meminta untuk dimanja.

Seketika itu dia menghentikan gerakannya dengan sentuhan terakhir. Aku sempat melihatnya terlihat tegang sesaat. Kenapa? Dia menutup matanya seperti sedang membulatkan tekadnya dan merangkak ke arahku yang terbaring di atas kasur kami. "Jae." mulainya dengan lembut. "Anggap saja ini hadiah White Day dariku." bisiknya lagi.

White Day? OmO, aku baru ingat kalau hari ini White Day dan Yunnie memang berjanji kepadaku kalau dia ingin memberikan hadiah untukku! Jangan-jangan dia mempersiapkan ini semua dengan Suie? Baru saja aku mau menanyakan sesuatu, dia sudah melumat bibirku dengan ganas. Mungkin efek karena kami sudah tidak berciuman selama satu minggu, ciuman kali ini serasa dipenuhi nafsu dan sangat memabukkan. Kupejamkan mataku dan merasakan bagaimana lidahnya memegang kendali dan menguasai setiap inci dari mulutku. "Urmm..." Desahan keluar dari bibirku dan bisa kurasakan betapa diriku sangat menginginkan sentuhannya saat ini.

"Ohh...ahh..." Bibirnya yang sedikit basah perlahan turun dan mengecupi leherku. Dia memberikan beberapa gigitan yang kutahu akan memberikan tanda merah. "Ahhh..." Jari-jari tangannya sekarang memiliin kedua nipple-ku dengan gemas. Sepertinya kedua tonjolan di dadaku juga mulai menegang.

"Oh, betapa aku rindu dengan tubuhmu, Jae." bisiknya dengan pelan di telingaku membuat badanku merinding seketika. "Hmm..." Lidahnya menjulur dan menjilati bagian telingaku yang cukup sensitif membuat desahan keluar lagi dari mulutku.

Perlahan kurasakan dirinya turun begitu pula dengan gerakan bibirnya yang menuju ke leherku, pundakkudan berhenti pada nipple-ku. Dia mengulumnya seperti anak bayi yang ingin meminum susu. Tubuhku menjadi sangat sensitif mungkin dikarenakan sudah seminggu kami tak berhubungan. Badanku menggeliat tak karuan dan desahan terus keluar dari mulutku. "Yunnie~" rengekku karena bagian paling penting dariku malah tidak dipedulikan.

Dia hanya terkekeh pelan dan mengecup bibirku singkat sebelum menuju ke arah kejantananku yang sudah menegang karena sentuhan dari Yunnie-ku. "Ohh...yeshh..." Begitu dia memasukkan kejantananku dalam mulutnya yang hangat, diriku langsung berada di langit ke tujuh. Ah...iya, lidahnya yang begitu lihai dan mulutnya yang begitu sempit (mungkin karena mukanya yang sedikit mungil? Abaikan).

Aku mendesah kecewa ketika gerakannya terhenti sebelum aku mencapai orgasmeku. "Yunnie~" rengekku lagi yang dijawab dengan kekehan pelan dari dirinya. Kulihat dia berlutut di antara kedua kakiku dan tangannya menyentuh junior miliknya sendiri. Dia mengocoknya sampai kulihat cukup membesar. Tangan kanannya yang senggang mencari-cari vibrator yang terletak di sisi kanan tempat tidur. Kulihat dia mengulum vibrator tersebut sembari memanjakan dirinya. Sungguh pemandangan yang sangat...sangat...tiada duanya. Aku sampai harus menelan ludahku dan menahan rasa sakit karena diriku yang ingin mencapai orgasme namun tak bisa.

"ARGHHH!" Tiba-tiba saja aku merasakan sesuatu yang besar memasuki dinding rektumku. Mataku sampai terpejam karena rasa sakit yang amat sangat. Ketika kulirik aku melihat dia memasukkan vibrator pink yang dia ambil tadi ke dalam dindingku dan langsung menyetelnya dalam ukuran maksimum membuat erangan dan desahan nikmat keluar dari bibirku. "Ohh..ahh.."

Badanku melengkung karena nikmat begitu ujung vibrator tersebut menyentuh sesuatu yang kuyakin adalah titik prostatku. "Urmm..." Entah bagaimana Yunnie sudah kembali melumat bibirku dan kami kembali dalam pertempuran sengit kami. Aku tak ingin membuka bibirku begitu saja agar dia sedikit berjuang, namun tak lama ketika sesuatu yang dingin menyentuh juniorku dan menggeseknya pelan. Sepertinya tangan Yunnie yang tadi diolesi lube menyentuh kejantanku dengan gerakan yang begitu pelan membuatku terasa sesak dan semenku yang ingin keluar sekali lagi terasa tertahan. Hal itu membuat bibirku terbuka dan kesempatan itu tak disia-siakan oleh Yunnie. Dia sekali lagi memenangkan pertarungan kami dan menguasai seluruh bagian mulutku. Tubuhku terasa lelah dan berteriak bahagia karena merasakan rangsangan dari segala sisi terutama bagian bawahku. Vibrator itu terus bergetar sekarang dalam mode yang lebih minimum sepertinya karena getarannya tidak sekuat yang tadi.

"Ini hadiahku, Jae." Dia berbisik dengan lembut ke telingaku. Pikiranku terlalu kalut dengan setiap rangsangan yang kuterima sampai aku bisa mencernanya beberapa saat kemudian. Kulihat dia berada dekat di kejantananku dan wajahnya terlihat sedikit gugup.

OMO?

Mwo?

Aku tidak salah lihat? Dia memosisikan dirinya ke atas juniorku yang sudah berdiri tegak dan perlahan kulihat dia menurunkan tubuhnya hingga kejantananku sekarang sudah benar-benar berada di dalam dirinya. "ARGHHH!" Urhg, aku memincing karena bisa merasakan kesakitan yang dialaminya terutama karena dia juga belum melakukan persiapan tadi. Apa dia gila?

"Argh...Yunnie..."

"Ahh...Jae...kau besar juga..ohh..." Dia terdiam sejenak setelah semua bagian juniorku benar-benar dilahap oleh hole-nya.

"Yunnie..."

Dia tersenyum lembut ke arahku membuat wajahnya terlihat begitu manis. "Aku ingin kaulah yang pertama memasukiku, Jae dan aku tidak menghitung kuas yang waktu itu kau gunakan karena dia bukanlah makhluk hidup." Tatapannya sedikit galak dan aku tersipu mengingat kelakuanku yang cukup konyol waktu itu.

Setelah menarik nafas dia kemudian sedikit menaikkan tubuhnya hingga tersisa ujung kejantananku dalam dindingnya. Benar-benar hangat dan sempit. Tentu saja, dia kan memang belum pernah dimasuki. Tubuhku rasanya mencapai tingkat ekstasi yang paling tinggi. Dia menaik-turunkan dirinya dengan tempo yang sesuai dengan vibrator pada dindingku sehingga dalam sekejap saja aku sudah orgasme. Kurasakan dia makin mempercepat gerakannya dan bisa kulihat juga juniornya mulai membesar dan mengeluarkan sedikit precum. Aku menjilat bibirku karena ingin merasakan dirinya yang selama seminggu ini sudah tidak menyentuh diriku.

Ohh...rasanya nikmat juga ketika juniorku berada di dalam dindingnya. Begitu hangat dan gesekan yang diberikannya lebih baik daripada mulut maupun tangannya. Mungkin ini juga yang dirasakan Yunnie ketika dia menyetubuhiku ya?

Diriku kembali mencapai orgasmeku yang kedua kalinya sementara Yunnie akhirnya bisa mencapai orgasmenya yang pertama kali. Cairan putihnya menyebar ke perutku. Ini sensasi pertama yang kurasakan. Perutku sekarang penuh dengan semen-nya dan dia menjilati cairannya seperti yang kulakukan jika kami berada dalam posisi uke on top.

Ketika dia berdiri, cairan putihku yang mengalir keluar dari dindingnya membuatnya terlihat begitu seksi dan menggoda. "Arhh.." Dia mencabut vibrator dari dalam diriku yang masih bergetar dengan pelan. Kemudian setelah itu, dia menggunakan lututnya berjalan ke arahku dan melepaskan kedua ikatanku.

"Yun..umph." Dia segera mencium diriku dengan ganas tanpa membiarkan aku mengeluarkan sepatah katapun. Pikiranku yang sekali dimabukkan oleh ciumannya mengabaikan semua keraguanku akan dirinya selama satu minggu. Walau aku masih sedikit penasaran, namun aku tak ingin mengacaukan ini dulu.

"Like your present?" tanyanya di sela-sela ciuman kami. Dia terhenti menunggu reaksiku. Aku mengangguk dan tersipu malu. Kulihat dia tersenyum hangat dan mencium keningku dengan lembut. "Bagus karena aku tak akan melakukannya lagi."

Kumajukan bibirku untuk menunjukkan bahwa aku sedikit kecewa namun dia malah tertawa. "Karena aku lebih suka memasukimu, Jae." Belum sempat aku memprotes apa-apa, dia langsung melahap bibirku.

Kedua tanganku kulingkarkan pada lehernya untuk memperdalam ciuman kami. Ah, sudahlah, tak peduli siapa yang memasuki dan dimasuki yang penting kami berdua sama-sama bisa merasakan kenikmatan dan saling melengkapi. Itu yang terpenting.

"Saranghae, Yun."

"Nado Saranghae, Jae."

.

.

Aloha. Lama tak berjumpa, apa kalian semua rindu kepadaku? Eh, jangan muntah dulu aku kan belum memulai apa-apa. Hehe...kurasa aku tak perlu memperkenalkan diriku lagi ya? Aku kan sudah sering menjadi narator dalam cerita ini.

Oke, jadi begitu melhat Yunho yang mendekati Siwon dan para uke, aku mulai curiga bahwa dia pasti merencanakan sesuatu. Karena jadwalku yang sedikit bentrok akhirnya aku bertanya pada Junsu yang akhir-akhir terlihat dekat sekali dengan Yunho sampai-sampai sukses membuat Jaejoong cemburu dan galau.

"Oh, Yunho-hyung? Dia mau tanya bagaimana caranya agar uke tidak kesakitan ketika melakukan hubungan..yah kau tahu."

"Iya, dan dia menanyakan apakah rasanya nikmat menjadi yang di bawah. Aku jawab nikmat-nikmat saja apalagi kita melakukannya dengan orang yang kita cintai." Sesaat dia tersipu malu sebelum melanjutkan perkataannya. "Dan, dia juga mau tanya apakah setelah melakukannya berkali-kali rasanya tidak akan sakit lagi. Aku katakan iya, tapi kalau sudah lama tidak melakukannya bisa kembali terasa sakit. Dia penasaran kenapa aku masih bisa tetap...kau tahu, bertahan meski sudah dihajar oleh Chunnie habis-habisan. Ku jawab terkadang karena kami meminum obat perangsang atau memang karena kami benar-benar dikuasai oleh nafsu dan ingin saling memberi kenikmatan."

Aku mengangguk tanda mengerti. "Tapi aku tak mengerti kenapa dia menanyakan hal itu? Bukankah Jaejoong-hyung sudah sering melakukannya dengan dirinya ya?"

Pertanyaan terakhir itu tiba-tiba menyadarkanku dan ternyata apa yang kupikirkan tepat. Untuk kuputuskan memasang kamera kecil di dalam kamar mereka. Kapan lagi kau bisa melihat adegan live dari Yunjae eh Jaeho couple apalagi dengan Yunho dalam posisi uke on top. Urgh, priceless!

Oh kalian mau?

Tidak boleh, ini properti milikku yang bisa kugunakan nanti untuk mem-blackmail Yunho jika perlu. Hehehe...oke deh, sampai jumpa di kali berikutnya.

.

.

The End.

.

.

A/N:

Gimana? Surprise gak sama couplenya

Readers : Boooo...GAKKKKK...

Me: *pundung sama Minnie*

Yawdah deh kalo gitu *masih pundung*

YH : dasar author aneh dan sarap! Sakit tahu! Pokoknya aku gak mau ngelakuin itu lagi!

JJ: Oh, jadi Yunnie sudah tak mau sama aku lagi *pout*

YH: Eh, jangan salah Jae, aku sangat cinta sekali sama kamu. Pokoknya you're my number 1, tapi aku lebih suka memasukimu, hehehe...lagian kau cepat sekali orgasmenya padahal aku belum mencapai sama sekali.

JJ: *blush* Ahh..itu salahkan author yang membuatnya dong *nunjuk eL yang masih pundung* Iya deh demi Yunnie apa sih yang enggak? #edisigombal Dimasuki berkali-kali pun aku rela deh #ea

YH: *bawa Jaejoong ke kamar*

Me: *semangat kembali* *bawa kamera ke kamar Yunjae*

CM: Terus kapan aku muncul?

YC: Aku aja gak muncul sama sekali authornya benci aku *pundung*

JS: *peluk Chunnie*

YC: *gendong Junsu ke kamar*

CM: Aku sama siapa dong?

Me: Pilih, sama Siwon, Kyuhyun, Kibum, Se7en atau sama aku?

CM: Sama Siwon nanti dihajar Kibum, sama Kyuhyun nanti dihajar sama Sungmin. Kalau Kibum sama kayak alasan pertama. Kalau sama kamu, aku bosan *?* Sama Se7en? *kabur*

Me: Lah? Kok kabur? -_-""

Se7en: He? Padahal aku baru mampir kok Minku udah hilang?

.

.

Review Corner :

widiwMin

Aloha...Hyuksu itu siapa? Eunhyuk dan Junsu? Bisa dihajar Chunnie aku ._.v

Ryeowook sama kamu aja deh aku rela asal jangan Haeku *eh

Jahat banget tebar menyan, tebar confetti gitu kek u.u

-eon yang paling cantik, suami sah Changmin, yeojyachingu Taeyang, ceweknya Donghae, selingkuhannya Kibum, ukenya Se7en-

PS: AJ itu siapa ya? -_-" *plak

Seo Shin Young

Karena Yehae bosan NC-an di kamar *lho* iya, namanya juga masih awal" kasian kalo kasar" hehehe...Wookie? kenapa ya? *dijitak*

OktavLuvJejeTooMuch

Bayar ya *plak*

Kok jadi pada suka ChangWon ya? -_-"" *speechless*

Asyik..XDD saya mau yang bikin saya jadi cantik ya *apadah* pokoknya klau mau nikah lagi sama Changmin udah ada tukang make-upny *?* saya orang Barat *apadah* kaceh ato mrauke maksudnya apa ya? =.=" (maklum lagi babbo"nya)

Wah berarti punya saya bagus dong? *narsis* Nah lho itu maksudnya ngoceh gimana? Jadi tempat curcol gitu? *dijitak*

Kan dia udah cinta mati soalnya *lho* mumpung ada santapan nikmat kok nunggu2 *apadah* Wookie suka sama siapa ya? Kok pada gk ada yang nebak dia sih u.u

Ayo dibaca dong...(saya aja yang sequelny masih blom baca) wkwkwk...tenang saja dengan itu, Yoosu tetap bersatu kok *apadah*

Nah, apakah benar" jadi kejutan? :p

Wonnie

He eh *angguk2* tapi emang Cuma changmin yang bisa jadi semenya dalam bayanganku soalny dia kan lebih tinggi dari siwon *lho*

Changmin fetish -nya kan kasar" *lho* ketularan aku soalnya *apadah*

Yewon? Hmm...klo ada bayangannya baru bisa bikin, tapi ttp berasa yesung lebih uke gitu tampangnya dari siwon *dijitak*

Sparknest

Gwenchana kok, tapi saya minta bayaran *eh

Soalnya Hae bias saya jadi mau saya siksa sedikit...hohoho...kan biar semua member bisa ngintip jadi kerasa HOTnya *?* ini saya update cepat deh daripada kelupaan.

Momoelfsparkyu

Gwenchana saeng...ujian praktek apa? Kok ketiduran di dpan tv? Mending kayak aku di pangkuan Changmin u.u *plak*

Kasian...Hae udah menderita satu ronde aja, karena NC-nya di ruang tamu juga jadinya Cuma 1 ronde, Yesung kan overprotektif juga *apadah*

Changmin kukurung dulu biar gak kabur *lho

Haebaragi

Iya..kasian udah ditunggu dari kapan" *lho

He eh *angguk2* tampangnya unyu" gitu XDDD foto yesung bukan ya? *plak*

Snowysmiles

Wkwkwk...iya, itulah klo seme vs seme (dijitak)

Sengatan cinta punyamu bisa bikin mereka bengkak terus gak jalan seharian dong *eh* bukannya kurang jatah, tapi biar bisa ngeliat adegan live, aku juga mau *lho

Enno KimLee

Ne *angguk* panggil kamu apa ya? -_-" enno? *plak*

Ini silakan dicubit *kasih Yesung* *bawa kabur Hae*

Err...bener gak ya? *plak*

Karena lagi mau bkin rahasia"an lalala

Sukanya 5some *lah* klo saya bkin bayar brapa? (minta bayaran mlulu, ketauan lagi gak ada duit *plak)

nuphieOrenz

kok kurang? Padahal kan udah HOT banget *plak*

sep, ditunggu ya :D

Cherry Bear86 Yunjae

Makasih XDDD Henry? Bener gk ya? *plak*

Gapapa soalny kepikiran Sunny aja ._.v

E.V.E

OKEEEE *capslock bcor* keenakan dilempar MinKyu nanti kamu ber3somean ria dong gak mauuu X(((

*dijitak*

Oke saya terima masukannya, tapi ditunggu dulu ya :D

Prit prikitiw

Eunsoo itu siapa ya? Nah lho...hahahah...kasian chunnie dong :3

Fiara

Boleh" ditunggu dulu ya XDD mau nyari ilham dulu soalnya

Just 4Hae

Coba bisa main gitu sama gebetanku ._. *ngarep*

Thanks to :

Namikaze malfoy|Min Yeon Rin|widiwMin | Jisuu Kim|Seo Shin Young|OktavLuvJejeTooMuch|minIRZANTI|HyeFye|trueetr|wonnie|Cloud1124|Sparknest|Momoelfsparkyu|rararabstain|Park Hyo Ra|Haebaragi|Snowysmiles|Enno KimLee|nuphieOrenz|Cherry Bear86 Yunjae|E.V.E |prit prikitiw|fiara|Just 4Hae|ela-kyuhyunnie|

.

.

Oke gimana couplenya? Puas gak? XDDD

Sebenarnya nih ide udah ada di kepala sejak entah kapan..terus sekalian buat Oktav yang katanya lagi galau sama Yunjae dan juga buat para YJS. Semoga ini memuaskan ^^v

Saya setuju saja siapa seme siapa uku, tapi mereka kan sama-sama namja, jadi saya rasa bukan tidak mungkin kalau suatu saat posisi mereka dibalik kan?

Sebenarnya pikiran saya mengenai ini terbuka karena cerita 'Tarnished Angel' #promosi yang couplenya Min7en. Di situ Se7en bilang, tidak peduli mau jadi seme atau uke, sebagai pria sejati seharusnya bisa memberikan kepuasan dari dua sisi. Kalau gak salah sih ditulisnya begitu, jadi ya menurut saya itu benar, tapi mungkin stigma JJ harus uke dan Yunho harus seme tidak bisa dilepas. Tapi, pikiran kita juga harus terbuka dan menerima mengenai hal ini juga, oke? ;) *dijitak readers*

Nah...narator terakhir bisa ditebak? Pasti bisa dong...kasian dia kalau gak ketebak...hoho...

Dan sayangnya tebakan untuk Wookie masih salah...apa saya yang salah deskripsi orang ya? *ditonjok masal*

dan untuk Eunhyuk, saya gak ada rencana buat bikin Hyuksu sebenernya, kasian Chunnie...soalnya belom dapat idenya -3- *plak*

Oke deh, saya tahu ini kecepatan tapi saya ucapkan

HAPPY WHITE DAY

Entahlah, saya pengen ngucapin aja seh walau saya juga gak ngerayain -_-""

PS: Ini fic saya bikin pas saya belum mandi lhooo *apadah* jadi mandi dulu, trus mau makan (belum sarapan demi selesain nih fic dulu XD) dan mau tidur lagi *lho* eh gak deh..klo donlodan udah selesai mau nonton Running Man Bigbang XDDD (curcol)

PPS: Rencana ini saya kan cuma mau buat Oneshoot buat ChangWon, tapi kenapa jadi lanjut ampe chapter segini ya? -_-" *curahan hati author galau*

Akhir kata,

Review?

3001ChangMinnie