Tittle : YUNCONDA IS MINE!
Cast : DBSK and Other Cast
Genre : Humor/Romance/NC21/MPREG
Marga disesuaikan dengan kebutuhan cerita. Jadi disini ada beberapa karakter yang nadal masukin, bukan berarti nadal ga suka sama orang tersebut, tapi lebih untuk kebutuhan cerita ^^ ingat ini hanya fiksi ^^
#catatan: don't like don't read ok?
Jadi buat yang ga suka, silahkan angkat kaki. Monggo
Thank you
Happy Reading ^^
Ketika seorang Jung Yunho yang dingin, polos dan kaku harus dihadapkan dengan Kim Jaejoong yang eerrr…
Sebelumnyaaahhhh~
Perlahan Yunho mengelus pipi Jaejoong dengan lembut dan menyibakan sedikit poninya. Setelah menelan telur gulung dimulutnya, Yunho mendekatkan tubuhnya sedikit demi sedikit kearah Jaejoong yang terpaku karena perlakukan lembut Yunho. Perlahan Jaejoong mulai memejamkan matanya. Bibir berbentuk hati itu bertemu dengan bibir cherry didepannya, kemudian Yunho memagut lembut bibir tersebut dengan penuh penghayatan.
CLEK
Pintu ruangan Yunho terbuka dan menampakan seseorang yang terlihat terkejut dengan pemandanganya dihadapannya.
"apa yang kalian lakukan disini?" ucap orang itu dengan wajah bingung tanpa bisa menyembunyikan keterkejutannya.
Chapter 7~
Seketika Yunho langsung menjauhkan wajahnya dari Jaejoong, Jaejoong sendiri langsung menengok kearah belakangnya.
"ya Changmin-ah! bisa kan kalau kau tidak sembarang membuka pintu?!" bentak Yunho dengan wajah yang gelagapan.
"apa yang kalian berdua lakukan? Ini dirumah sakit, sadar hyung" ucap Changmin mengingatkan.
"Changmin hyung, kau mau ini?" tanya Jaejoong mengangkat kotak bekalnya seolah tidak terjadi apapun.
"apa itu? Telur gulung ya?" tanya Changmin mendekati Jaejoong dan lupa sudah dengan apa yang baru saja terjadi ketika bertemu dengan kekasihnya "wooaaahhh Jaejoong-ah, ini kelihatan enak.. aku minta ne?"
"ini ambil saja" ucap Jaejoong menawarkan dan Changmin langsung mengambil salah satu telur gulung.
"ya! itu milikku! Enak saja" ucap Yunho merebut telur gulung dari tangan Changmin.
"ya hyung aku hanya ingin satu, kau itu pelit sekali"
"Yunnie-ah, kenapa kau seperti itu? Biarkan saja Changmin hyung memakannya" ucap Jaejoong menengahi.
"kau tidak tahu saja kalau sudah memakan sesuatu, dia pasti akan menghabiskannya, berikan padaku" ucap Yunho yang langsung mengambil kotak bekal dari tangan Jaejoong.
"hyung…. aku minta sedikit sajaaaa aku belum sarapaaannn" rengek Changmin.
"tidak, enak saja, ini mulikku" ucap Yunho tidak terima.
"Yuuuuunnnnn…" panggil Jaejoong wajah juteknya.
"ne.. aku beri kau satu saja, ingat satu saja" ucap Yunho murung.
Tapi yang terjadi setelah beberapa menit Yunho meletakan kotak bekalnya dimeja, hampir semua telur gulung yang dibawakan oleh Jaejoong dihabiskan oleh Changmin. Dan kini, Yunho hanya diam melipat kedua tangannya di depan dada dengan wajah malas.
"sebaiknya pagi hari kau tidak usah keruanganku untuk mengajakku sarapan jika seperti ini jadinya" dengus Yunho.
"tidak apa-apa Yunnie.. memang kenapa?"
"memang kenapa? Kau lihat kan dia menghabiskannya? Itu kan miliku" uap Yunho yang masih tidak terima.
"kau bilang sudah sarapan tadi, tidak mungkin kan kalau kau menghabiskannya semua?"
"hng, benar itu, kalau kau sudah tidak sanggup maka, aku siap menampungnya" ucap Changmin tanpa dosa.
"tetap saja, dia membawakannya untukku kan? Lalu kau siapa?" ucap Yunho yang semakin jengkel.
"ya hyung, biaanya kan aku selalu kesini untuk mengajakmu sarapan atau minum saja, jadi jangan salahkan aku jika aku kesini diwaktu yang menurutku tepat untuk makan gratis" ucap Changmin menunjukkan cengirannya.
"tapi sekarang peurutmu sudah kenyang kan? Jadi sekarang tinggalkan tempat ini" ucap Yunho ketus.
"baik-baik aku akan keluar, hehe" ucap Changmin bangkit dari kursi sebelah Jaejoong "Jaejoong-ah, gomawo untuk telur gulungnya. Itu enak sekali" tambah Changmin seraya tersenyum.
"kalau kau mau, lain kali aku aka membuatkannya juga untukmu" ucap Jaejoong membalas senyuman Changmin.
"aahhhh… itu aku mau sekaliiii… gomawo.." ucap Changmin lagi dan berjalan menuju pintu dan keluar.
"akhirnya orang itu pergi juga" dengus Yunho.
CLEK
"oh ya satu hal, aku lupa bilang. Lanjutkan yang tadi saja, mian aku mengganggu hehehe" ucap Changmin yang kembali membuka pintu.
"sudah sana cepat kau pergi dari sini atau kulempar ini ke kepalamu!" bentak Yunho mengangkat sebuah vas bunga.
"ok baik aku keluar.. daaahhh" ucap Changmin kembali menutup pintu dan melarikan diri.
"menyebalkan!" gerutu Yunho.
"tadi dia bilang lanjutkan?" tanya Jaejoong melirik Yunho.
"lanjutkan apa?" tanya Yunho bingung.
"cium akuuu…" ucap Jaejoong mengetuk-ketuk bibirnya.
"tidak" jawab Yunho malas.
"tadi ka kau yang memulainya.. tapi karena ada Changmin hyung datang.."
"sudahlah jangan membahas kejadian tadi" ucap Yunho malas.
"Yunniiiee…" gumam Jaejoong pelan.
"apa?" tanya Yunho malas sedikit melirik Jaejoong.
"kau tidak mau menciumku?" tanya Jaejoong memelas.
"sudah lupakan kejadian tadi, jangan kau pikirkan itu" mendengar itu Jaejoong malah beranjak dari kursinya dan berjalan kearah pintu.
"kau mau kemana? Keu marah dank au akan mengadukannya pada ummaku?" tanya Yuho malas.
CKREK
"ya… kenapa kau kunci pintunya?" tanya Yunho bingung dan Jaejoong membalikan tubuhnya.
"aku sebenarnya tidak mau memaksa, tapi kau yang memintanya" ucap Jaejoong sama sekali tidak dimengerti oleh Yunho.
"apa maksudmu?"
"kau pasti mengerti maksudku Jung uisa yang tampan" ucap Jaejoong mendekati Yunho yang masih duduk dikursinya.
"ma mau apa kau?" sedikit demi sedikit Yunho memundurkan kursinya.
"kau mau kemana?" ucap Jaejoong mengerlingkan matanya dengan nakal. (Naughty Joongie :3)
"aku.. aku"
"kau tidak bisa menolak ini.. aku yakin" ucap Jaejoong mengelus pipi Yunho dengan penuh penghayatan membuat Yunho dengan susah payah menelan ludahnya.
Perlahan tangan Jaejoong mulai turun kebibir Yunho, kemudian turun ke dagu dan leher. Tangan nakal Jaejoong terus turun hingga pdada perut dan terakhir Jaejoong sedikit menyibakan kemeja yang Yunho kenakan. Yunho hanya bisa memandang tangan Jaejoong dengan nafas yang bergemuruh.
"apa yang ingin kau lakukan?" tanya Yunho yang tidak bisa berkutik sama sekali ketika tangan Jaejoong mulai membuka ikat pinggangnya dengan perlahan "apa yang mau kau lakukan? Ya aku bertanya padamu"
"aku akan memberikanmu service sebelum kau bekerja, Yunnieku sayang.." ucap Jaejoong membuka kancing celana bahan milik Yunho "dan aku tidak suka penolakan" ucap Jaejoong yang langsung meremas bagian selangkangan Yunho dan mendekatkan wajahnya.
"nnnggggghhh! Ja jangan.. nanti ada yang lihat" ucap Yunho gugup menghentikan pergerakan tangan Jaejoong.
"aku sudah menguncinya jadi kau tenang saja" ucap Jaejoong lagi dan mulai mengelus selangkangan Yunho dengan sayang "mianhae little Yunnie.. my Yunconda" uca Jaejoong disertai desahan dan mulai berjongkok dihadapan Yunho.
"kau mau apa? jangan lakukan itu" ucap Yunho yang memundurkan kursinya lagi.
"jangan jauh-jauh" ucap Jaejoong menahan kaki Yunho.
"kumohon jangan lakukan ini padakuuuuu nnnggghhhh…" lenguh Yunho diakhir kata-katanya. Dan semua itu karena Jaejoong yang dengan cepat memasukan tangannya kedalam celana sekaligus dalaman yang Yunho pakai tanpa membuang waktu.
"wooaahhh… aku rindu dengan Yuncondaku, seperti sudah lama tidak melihatnya" ucap Jaejoong mengeluarkan junior besar Yunho.
"Jaejoong-ah.. kumohon jangan… aaahhhhh" lenguh Yunho lagi ketikan merasakan adik kecilnya merasakan hangat dan basah menyelimutinya "aaahhhh Jae Jaejoong-ah.." lenguh Yunho tak tertahankan dan memegangi kepala Jaejoong.
"sluuurrppp.. mmmhhhh" Jaejoong sudah mulai mengulum junior Yunho membuat mulutnya penuh seraya mengocoknya dan memutar-mutar lengannya memberikan sensasi kenikmatan yang luar biasa.
"aahhhh… teruskaaannn.. faster oohhh" racau Yunho yang langsung menggerakan kepala Jaejoong bergerak naik turun lebih cepat.
"nnggghh! Ohok ohok!" akibat perbuatan Yunho, Jaejoong justru tersedak karena junior besarnya merangsak masuk kekerongkongan "ohok!" mata Jaejoong mulai berair, Yunho masih saja menggerakan kepala Jaejoong sambil memejamkan mata menikmati sensasi nikmat yang perlahan menjalar. Tidak sadar bahwa Jaejoong sudah memukuli pahanya.
"aahhh…. Ini lebih baiiikkk.. mmmhhhhh" racau Yunho masih saja menggerakan keala Jaejoong.
BUK!
"akh!" ringis Yunho melepas kelapa Jaejoong dan memegangi perutnya akibat menerima bogem mentah dari Jaejoong.
"haaahhhh…" Jaejoong sendiri langsung menjauhkan kepalanya menghirup oksigen sebanyak mungkin karena merasa sesak, tidak lupa dengan saliva yang melekat di dagunya dan juga junior Yunho "kau mau membunuhku hah?!" bentak jaejoong setelah bisa menstabilkan nafasnya.
"tadi itu enak sekaliiii" racau Yunho yang masih menikmati sisa-sisa kenikmatannya padahal dia belum mencapai klimaksnya "ayo lanjutkan lagiii" ucap Yunho yang sudah terbawa dengan suasana yang diciptakan oleh Jaejoong.
"kau mau melanjutkannya? Ok, aku turuti" ucap Jaejoong dan langsung kembali mengulum junior Yunho.
"ooouuwwwhhh… hisap yang kuaaatttt" racau Yunho memejamkan kembali matanya. Jaejoong hanya menuruti, mulanya menusuk-nusuk lubang kecil yang berada di ujung batang kejantanan itu dan mulai menghisapnya hingga menghasilkan precum "aaaa aahhh… jangan berhentiiiihhhh" racau Yunho lagi.
TOK TOK TOK
Suara ketukan dari luar langsung menghentikan aktifitas Jaejoong dan langsung mengeluarkan junior Yunho dari mulutnya.
"hng? Siapa itu?"
"Jaejong-ah.. kenapa berhenti?" tanya Yunho membuka matanya dan melihat kearah Jaejoong.
"kau pakai celanamu cepat ada yang datang" ucap Jaejoong panik dan langsung memasukan kembali junior Yunho yang tegang kedalam celananya.
TOK TOK TOK
"uisa-niiimmm" panggil seorang yeoja dari luar.
"da datang?!" tanya Yunho terkejut dan cepat-cepat merapikan celannya yang masih terbuka "ini cepat bersihkan mulutmu" ucap Yunho memberikan beberapa lembar tissue 'yaaaa tunggu sebentar…" teriak Yunho "cepat kau duduk dikursi itu, pegang kotak bekalmu yang kosong seolah kau habis menyuapiku" ucap Yunho yang langsung menuntun Jaejoong yang tengah membersihkan wajahnya untuk duduk kembali.
Dengan terburu-buru Yunho langsung berlari kecil menuju pintu dan langsung membukannya.
"ah mian membuat menunggu, ada kekasihku didalam" ucap Yunho pada seorang suster dihadapannya. Suster yang wajahnya nyaris terlihat keriput melirik sedikit Jaejoong yang tengah menatapnya seraya masih mengelap sekitar wajahnya dan memegang kotak bekal "ada apa?" tanya Yunho menyadarkan suster tua tersebut.
"ah ini, aku mau memberikan laporan untuk pasien yang ada di ruang 701, dan sekalian kau harus mempersiapkan diri karena pasien yang ada dikamar 600 akan segera melahirkan" ucap suster tersebut seraya memberikan sebuah laporan.
"gomawo" ucap Yunho tersenyum dan menerima laporan tersebut.
"kalau begitu aku permisi kembali ketempatku" ucap suster tersebut dan di anggukan oleh Yunho. Namun sebelum pergi suster tersebut tidak sengaja melirik kebagian bawah Yunho yang menonjol.
"ada apa?" tanya Yunho bingung.
"oh.. tidak ada.." ucap suster tersebut tersadar dan langsung mebalikan tubuhnya "dasar anak muda tidak tahu tempat" gumam suster tersebut hampir tidak terdengar.
"haaaahhh hampir saja.." ucap Yunho dengan perasaan lega.
"apa yang hampir saja?" tanya Jaejoong polos.
"hampir saja kita ketahuan" ucap Yunho kembali menutup pintu ruangannya.
"siapa bilang hampir ketahuan? Kurasa dia menyadarinya" ucap Jaejoong santai.
"tahu dari mana?" tanya Yunho bingung dan berjalan mendekati mejanya.
"itu…" ucap Jaejoong memajukan bibirnya dan mengarahkan pandangannya pada celana Yunho "itu.. Yuncondaku berdiri" ucap Jaejoong.
"haish! Pantas saja sebelum pergi dia melihat kebawah!" gerutu Yunho mengusap wajahnya kasar "sudahlah sebaiknya kau pulang saja, aku harus mempersiapkan segalanya karena akan ada pasian yang segera melahirkan" ucap Yunho seraya merapikan penampilannya.
"melahirkan? Cesar atau normal? Boleh aku ikuuttt?" tanya Jaejoong girang.
"dia akan melahirkan secara normal dan kau tidak boleh ikut, kalau kau tidak mau pulang, kau tunggu saja disini" ucap YUnho mengambil tissue dan mengelap tangannya.
"tapi kan aku mau tahu, Yuunnn" ucap Jaejoong memelas.
"nanti akan aku ceritakan bagaimana proses kelahiran bayinya" jawab Yunho dan duduk kembali dikursinya "tapi jika kau mendengarnya, kau pasti akan merasa takut"
"knapa aku harus takut?"
"karena kelak kau yang akan memberikanku anak" ucap Yunho menatap Jaejoong.
"aku tidak akan takut jika kau yang menemaniku nanti" ucap Jaejoong tersenyum hangat.
"aku janji, aku yang akan menanganimu nanti. Tapi masalahnya, kemungkinan kecil kau akan hamil jika kita melakukannya hanya sekali" ucap Yunho memegang dan memainkan jemari Jaejoong.
"jadi kita harus melakukannya berkali-kali?" tanya Jaejoong polos.
"ya seperti itulah. Tapi aku tidak akan membobolmu lagi sebelum kita menikah" ucap Yunho lagi.
"kenapa? Itu kan lama?" jawab Jaejoong memelas "padahal aku sudah membayangkan aku hidup memiliki dua orang anak kembar yang lucu-lucu, namja dan yeoja.." ucap Jaejoong menundukan kepalanya.
"siapa bilang? Aku tahu bocoran dari kedua orang tuaku kalau kita akan menikah sekitar satu bulan lagi, kita hanya perlu mempersiapkan diri saja, selebihnya mereka yang mengurusnya" ucap Yunho mengusap puncak kepala Jaejoong.
"jinja?" tanya Jaejoong kembali menatap Yunho.
"iya… percaya padaku.. lupakan namja berjidat lebar itu dan lihat aku" ucap Yunho lagi kemudian dianggukan oleh Jaejoong.
"jja, Jung uisa.. sekarang persiapkan dirimu untuk segera menangani pasienmu.. aku akan menunggu disini sampai selesai" ucap Jaejoong yang langsung bangkit dari duduknya dan sedikit merapikan jas yang dipakai oleh Yunho.
"gomawo.. chagi" ucap Yunho yang ikut bangkit dari kursinya an mengecup kening Jaejoong.
"palli, nanti terlambat.. palli palli" icap Jaejoong girang dan menepuk-nepuk bokong Yunho.
"eeyy jangan menepuk pantatku, aku pergi dulu ne.. tunggu aku" ucap Yunho mencuri ciuman Jaejoong sekilas kemudian dengan cepat berlari kecil keluar dari ruangannya. Jaejoong hanya tersenyum menatap calon suaminya dengan sigap dan bertanggung jawab dengan tugas yang harus dia jalani.
Tanpa mereka sadari, meskipun sering bertengkar dan mengeles satu sama lain, benih benih cinta mulai tumbuh diantara keduanya. Jaejoong kembali duduk dikursinya dan merapikan kotak bekal serta membersihkan tissue-tissue yang berserakan diatas meja.
.
.
"haaahhhh…" keluh Jaejoong yang sudah mulai bosan, hampir 4 jam dia hanya diam dan memainkan jarinya. Sesekali berjalan mondar mandir seperti setrika yang belum panas 'kenapa lama sekaliiii… aku bisa jamuran disini" keluh Jaejoong lagi dan kembali duduk.
CLEK
"Yuunnn- hah ternyata kau" ucap Jaejoong malas dan menyandarkan kepalanya pada meja kerja Yunho.
"kau masih disini? Yunho hyung mana?" tanya Changmin bingung.
" dia masih belum kembali, ada pasien yang melahirkan dan aku menunggunya disini terus dan aku bosan dan aku tidak tahu harus melakukan apa selagi aku menunggunya dan aku mulai lapar" cerocos Jaejoong panjang lebar.
"aku juga sudah lapar, kupikir kau sudah pulang. Ini sudah mau jam makan siang, aku mau mengajaknya makan. Kau mau ikut?" tanya Changmin duduk disebelah Jaejoong.
"tentu saja, aku sudah lapar. Perutku kroncongan" uca Jaejoong memegang perutnya yang sedikit berbunyi.
"sama, aku juga begitu" ucap Changmin memelas "memangnya kau tidak ada makanan lagi?"
"kan sudah kau habiskan tadi.. bagaimana kau ini" ucap Jaejoong sedikit mendengus.
"ya juga sih.. lalu kita mau apa disini?" tanya Changmin yang ikut terlihat bosan "oh iya, tadi apa yang kalian lakukan?" tanya Changmin yang langsung menatap Jaejoong minta penjelasan.
"kami? Apa? apa maksudmu? Aku tidak mengerti" ucap Jaejoong yang menyembunyikan rasa gugupnya.
"jangan bohong.. tadi saat aku masuk kau sedang…" ucap Changmin mengadukan kedua tangannya "jangan katakan kalau kalian melakukan hal yang lebih? Iya kan?" tuduh Changmin.
"aku tidak melakukannya… jangan menggodakuuuu" ucp Jaejoong memukul pelan lengan Changmin dan memegangi pipinya yang memerah.
"berarti aku benar kaaannn?" ucap Changmin dngan cengiran evilnya.
"jangan bahas itu… tidak lebih dari yang tadi kok.. jangan sok tahu" ucap Jaejoong menutupi wajahnya.
CLEK
"oh? Kau sudah disini?" tanya Yunho yang masuk ketika melihat Changmin sudah berada dalam ruangannya dan berjelan mendekati mejanya dan kemudian duduk "kau tidak sedang menggodanya kan?" delik Yunho tajam.
"aniyo… aku hanya bertanya padanya apa yang kalian lakukan setelah aku keluar hehe" ucap Changmin tanpa dosa.
"hish! Kami tidak melakukan apapun. Tidak lama suster datang dan memberikanku sebuah laporan san memberitahuku jadwal pasien yang akan melahirkan. Jangan asal memikirkan hal yang tidak-tidak. jangan mentang-mentang kau suka menonton film porno otakmu mesum dan kau jadi memikirkan hal yang tidak-tidak" ucap Yunho bersndar pada kursinya.
"ya hyung! jangan bicara disini!" bentak Changmin yang rahasiannya terbongkar begitu saja didepan Jaejoong.
"wooaahhh.. Changmin hyung.. kau juga suka menonton film dewasa? Boleh aku minta sebagian koleksimu?" ucap Jaejoong dengan wajah berbinar.
PUK!
"bicara apa kau? Tidak ada acara kau meminta video porno dnegannya. Aku tidak mengijinkan" ucap Yunho pedas mementung kepala Jaejoong dengan buku yang ada dimejanya.
"hiiisss sakit, Yunnie" ucap Jaejoong mengusap kealanya.
"nanti akan aku berikan padamu hahaha asalkan tidak ada manusia yang satu ini" ucap Changmin melirik kearah Yunho.
"woah jinjiaaa? Kalau begitu aku akan sering-sering membawa dua bekal kesiniii" ucap Jaejoong girang.
"awas ya jika kau benar-benar memberikan video yang tidak-tidak padanya, ingat ancamanku aku akan mengadukan pada Khyuhyun soal kau waktu itu" ancam Yunho mengingatkan.
"yayaya baiklah aku tidak akan macam-macam" ucap Changmin mengalah "Jaejoong-ah.. mianhae.. aku tidak jadi hehehe"
"yah hyuuuung" rengek Jaejoong "Yunnie kau pelit sekali sih jadi orang" ucap Jaejoong kesal.
"aku tidak mau otakmu kotor karena hal semacam itu" ucap Yunho mengetuk-ketukan buku yang dipegangga pada jidat Jaejoong.
"singkirkan itu dariku" ucap Jaejoog kesal menjauhakn buku dari keningnya "aku lapar ayo makan" rengek Jaejoong akhirnya.
"nanti dulu bokongku baru menempel dikursi ini" ucap Yunho menikmati istirahatnya setelah berjam-jam berdiri.
"atau aku dan Jaejoong pergi ke kantin duluan saja?" usul Changmin.
"enak saja.. kalau begitu ayo kita jalan sekarang" ucap Yunho tidak setuju dan langsung bangkit dari duduknya.
.
.
"hah kalian mesra sekali.. membuatku iri saja" keluh Changmin melirik Yunjae disebalhnya yang berjalan bergandengan tangan.
"kau suruhlah Kyuhyun untuk datang" ucap Yunho sonbong.
"dia sibuk dengan kuliahnya hyung.. kalau dia tidak sibuk juga aku tidak akan sendirian begini" ucap Changmin menundukan kepalanya.
"jangan iri ne?" ucap Yunho mempercepat langkahnya dan merangkut pinggang Jaejoong membuat Changmin menghentikan langkahnya sebentar karena Yunho berusaha untuk menggodanya.
"yaish dasar Jung sialan" dengus Changmin dan mengikuti langkah Yunjae dari belakang.
"ya, lihat itu siapa yang datang. Itu Jung uisa kan?" ucap Heebon menyenggol lengan AHra ketika melihat pasangan Yunjae memasuki kantin dengan Changmin dibelakangnya "aahhh itu Shim uisa tidak dengan siapapun.. andai aku bisa bersamanyaaaa…" khayal Heebon.
"anak itu?" gumam Ahra mengingat-ingat wajah Jaejoong yang dulu sempat dia tegur karena mengejar Yunho "ternyata anak itu…"
KREAK
"kau kenapa Ahra-ah" tanya Heebon ketika mendengar bunyi kaleng minuman yang diremas oleh Ahra "kau menyeramkan" ucap Heebon menatap ngeri Ahra.
"ternyata anak yang waktu itu aku ceritakan padamu kekasinya.. hhnn.. apa bagusnya anak itu" dengus Ahra tersenyum kecum menatap tajam kearah Jaejoong yang mulai duduk bersama Yunho dan Changmin.
"apa benar itu kekasihnya? Setahu kita kan Jung uisa tidak punya pacar? Iya kan?" tanya Heebon heran "yang sabar yah.. mungkin dia bukan untukmu" ucap Heebon mengelus lengan Ahra.
"dari awal aku bertemu dengan anak itu saja aku sudah tidak suka.. apalagi dia kekasih Jung uisa? Sangat tidak pantas. Lihat kelakuannya seperti anak kecil begitu" ucap Ahra dengan nada ketus.
"tapi anak itu memang cantik sih, menurutku tidak salah jika Jung uisa bersamanya" ucap Heebon yang justru memuji wajah Jaejoong.
"kau ini bagaimana?! Kau tidak bisa membedakan mana yang cantik dan yang bukan ya?! tentu saja aku lebih cantik daripada dia, aku pintar dalam make up.. coba lihat dia? Tidak ada make up sama sekali, polos, bahkan terkesan kampungan" ucap Ahra semakin membuat unek-uneknya bertambah.
"tapi kan memang"
"sudahlah! Kau malah membuat moodku semakin buruk!" ucap AHra ketus dan langsung pergi keluar kantin dan meninggalkan Heebon sendiri.
"ya! tunggu akuuuu" pekik Heebon yang langsung berlari kecil mengikuti Ahra.
Sementara objek yang membuat suster cantik (?) tadi marah sama sekali tidak menyadari apapun dan justru malah bercengkrama dan tertawa bersama dengan dua namja yang berada dimeja yang sama.
_TBC_
