Cast(s) : Yesung, Kyuhyun, Donghae, Eunhyuk and Others

.

Rate : T

.

Genre : fantasy, romance and maybe Fluff

.

Warn : YAOI, BOYS LOVE, Bad Plot, Miss Typo(s), Weird Fantasy, Totally Fail, No Feel, and..

UN-OFFICIAL PAIR!

( Kyuhyun X Yesung )

.


DON'T LIKE? BETTER JUST GO AWAY FROM HERE!

BECAUSE IT'S MY YEWONDERFUL WORLD WITH SPARKYU ON THE CLOUD..


Chapter 7

::

Tuhan tak selamanya mengistimewakanmu sebagai makhluknya..

Ada kalanya, Dunia mengingkari kebahagiaan yang terajut untukmu..

Bagaimana dengan skenario takdirmu?

Apa kau siap tuk menggapainya, Cho Kyuhyun?

::


ROMANTIC RAINBOW

.

.

.

Yang kutahu dan kupercaya, takdirku adalah indah—

Karena keindahan itu adalah dirimu... Yesung..

.

.

.

Sesak, sakit.. serasa ada ribuan pisau yang menusuk telak dijantungnya.

Benar-benar menyakitkan!

"Akhh!"

Yesung mengeram. Meremas baju bagian atasnya erat. Mata indah itu terpejam dengan keringat yang mulai membanjiri pelipisnya.

Kyuhyun yang tersadar pertama kali. Cepat-cepat ia mengalihkan perhatiannya pada Yesung yang berada balik tubuhnya.

Deg

Caramel cerah itu membola tak sempurna. Manakala mendapati pemandangan yang langsung mengiris hatinya seketika.

Apa yang terjadi dengan sosok indah itu?

Yesung kenapa?

"Y-yesung, gwaenchanayo?" tanyanya terbata. Diraihnya kedua pundak Yesung. sementara empunya masih setia merintih seraya memejamkan kedua kristal beningnya.

"Y-yesung.."

"sa-sakit.. C-cho kyu-hyun.." tangan mungilnya terus mengerat. Mencengkeram erat dadanya dari luar.

Kyuhyun panik bukan main. Yesung... Yesung.. ada apa dengannya? Kenapa melihat sosok indah itu merintih kesakitan seperti ini membuat nafasnya menyesak?

"Hiks...Hiks... s-sakit.." Yesung kembali merintih kali ini dengai deraian airmata yang mulai mengalir.

Set

Kyuhyun tak tahan lagi, ini tak bisa terus berlanjut. Ia tak suka melihat raut kesakitan menghiasi wajah indah itu. sungguh tak suka.

Dengan segera, diraihnya tengkuk dan perpotongan lutut Yesung. dan akhirnya mulai menggendong bridal style Yesung. sementara Yesung sama sekali tak menunjukan reaksi apapun. Ia tengah benar-benar kesakitan sekarang.

"Y-yesung.. Kumohon jangan membuatku takut.."

Kyuhyun segera berjalan—sedikit berlari dengan Yesung dalam gendongannya menuju kekamarnya. meninggalkan berjuta pertanyaan dari dua orang yang sedari tadi menjadi penonton setia kedua makhluk itu dengan sama-sama menunjukan raut wajah blank yang sangat meyakinkan itu.

"apa yang sebenarnya terjadi disini, Hae?"

"Molla.. akupun tak mengerti, Hyukkie.."

.

.

.

Mentari mulai kembali keperaduannya, meninggalkan sisa-sisa mega orange diufuk baratnya. Petang silih menyambut, siap menyemarakan langitnya dengan kerlip semua peri-peri kecilnya yang mengangumkan. Bintang dan bulanpun ikut membuat semuanya semakin semarak.

satu hari telah berlalu..

sepasang caramel itu sedari tadi tak henti-hentinya bergerak gelisah. Terpusat pada satu titik didepannya. Satu titik dimana yang tertangkap adalah satu sosok lain yang tengah terbaring lemah. Yesung dengan Onyxnya yang masih terpejam.

Kyuhyun tak juga mau melepas tautan tangannya pada jemari Yesung. makin mengerat intensitasnya malah. Sudah hampir satu jam yang lalu Yesung tertidur setelah sebelumnya mengalami serangan kesakitan yang terlihat begitu hebat.

Kini keduanya berada dikamar Kyuhyun dimana Kyuhyun terus berdoa dalam hati agar semuanya baik-baik saja. agar Yesung baik-baik saja.

Karena jujur saja, ia masih bingung dengan keadaannya. Kenapa Yesung mengeluh sakit? Apa penyebab kesakitan itu?

Kyuhyun masih tak tau jawabannya. Karena tadi, setelah ia berhasil merebahkan tubuh mungil itu, Yesung hanya kembali merancau jika dadanya sakit tanpa kalimat penjelas yang lain. Hingga akhirnya, mungkin karena amat menahan rasa sakit itu, akhirnya Yesung jatuh tertidur hingga saat ini.

Bahkan kurasa, tuan Cho itu telah lupa akan kehadiran kedua tamunya itu..

"Eunghh~~"

Kyuhyun terkesiap. Orbsnya memandang penuh antisipasi kepada sosok itu. sosok yang mulai menampakan tanda-tanda sadarkan diri itu.

"Yesung!"

Tepat setelah seruannya, Onyx Oriental itu perlahan terbuka.

"C-Cho Kyuhyun.."

"sebelah mana yang sakit? Mana? Katakan padaku!"

Dengan gerakan random, Kyuhyun memeriksa semua bagian tubuh Yesung. kekhawatiran terlihat begitu mendominasi diwajah tampan itu.

Yesung tersenyum tipis. Merasa dirinya sangat diperhatikan oleh namja tampan itu. lantas membuat hatinya menghangat.

"Aku tak apa-apa, sungguh." Ujar Yesung pelan yang membuat gerakan tangan Kyuhyun yang tengah mengecek tubuhnya terhenti, yang menyebabkan caramel dan onyx itu saling bertubrukan.

"jangan bohong! Sekarang katakan padaku, apa yang sakit.." Kyuhyun kembali meneruskan. Memeriksa kembali tubuh mungil itu.

Senyum manis kembali terkembang dari pemilik tubuh itu. dengan gerakan cepat, ia menahan tangan Kyuhyun. Menggenggamnya erat.

"Cho Kyuhyun, sudah tak ada yang sakit. Aku baik-baik saja." Yesung berkata lembut yang menyebabkan Kyuhyun menatapnya dalam.

"t-tapi.. tadi kau kesakitan, Yesung. dan itu membuatku sangat takut." Elak Kyuhyun dengan menggenggam balik tangan Yesung.

Dengan gerakan pelan, Yesung mulai bangkit dari posisinya. Melihat Yesung yang ingin bangkit, lantas dengan segera Kyuhyun membantunya dan membenarkan posisi Yesung dengan bersandar pada penampang ranjangnya.

"aku punya alasan untuk itu, Cho Kyuhyun."

Kali ini dahi Kyuhyun berkerut, bingung atas perkataan Yesung itu.

"alasan? Apa alasannya?"

Yesung terkekeh, Cho Kyuhyun itu kenapa tak sabaran sekali, eh?

"didalam tubuhku, tepatnya didadaku, telah tertanam sesuatu yang bernama Kristal kehidupan yang belum sepenuhnya terbentuk sempuna." Mulai Yesung. Kyuhyun diam, belum ingin menyela karena ia yakin Yesung masih akan melanjutkan penjelasannya.

"kau mau tau kenapa aku tadi tiba-tiba merasa sakit?" Kyuhyun mengangguk antusias.

"itu karena kristal itu mulai terbentuk, mulai bereaksi."

"tunggu, apa yang kau maksud dengan kristal kehidupan itu sama dengan roh manusiamu?" tanya Kyuhyun penasaran.

Yesung mengangguk, "ya, mungkin bisa dibilang seperti itu. jika kristal itu telah terbentuk sempurna, itu artinya aku telah kembali menjadi manusia sepenuhnya."

"lalu apa yang membuat kristal itu bereaksi kali ini?"

"mungkin karena mereka telah dapat melihat wujudku." Jawab Yesung tenang.

"mereka? Ah.. ikan dan monyet itu!" Kyuhyun berseru. Yesung hanya mengendikkan bahunya.

"lalu berarti kau akan selalu kesakitan jika kristal itu tengah bereaksi dan semakin mengarah ke-kesempurnaan bentuknya?" tanya Kyuhyun lagi.

"Ya.. dan bila aku tengah kesakitan, kuharap Cho Kyuhyun mau tetap berada disisiku." Ujar Yesung yang terdengar manja itu.

Kyuhyun mengulum senyum, "Tentu saja! aku akan selalu disampingmu, bahkan duapuluh empat jam sekalipun!" janji Kyuhyun bersungguh-sungguh. Kali ini Yesung kembali terkekeh.

"janji?" Yesung mengarahkan jari kelingkingnya kepada Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun yang mengerti apa maksudnya hanya meringis kecil.

"Ya.. Cho Kyuhyun berjanji pada Yesung!" tandasnya seraya mengaitkan kelingkingnya pada kelingking Yesung.

"tapi aku tak suka melihatmu kesakitan seperti tadi." Ujar Kyuhyun dengan kali ini menatap serius pada Yesung.

Yesung tersenyum simpul. "tak apa, aku bisa menahannya, Cho Kyuhyun. Itu memang risiko yang harus kutanggung."

"tapi kau terlihat begitu kesakitan tadi. Aku sangat takut, kau tau?" dengan lembut, Kyuhyun menyibak surai Yesung yang sedikit menutupi mata indah itu.

Bibir kissable itu mengerucut imut, "Ung~ aku tidak selemah itu, Cho Kyuhyun!"

"Hey, aku tak mengatakan kau lemah, manis.." dicubitnya pipi Chubby yang menggemaskan itu, yang membuat empunya mengerang protes dan makin mengerucutlah bibir indah itu.

"tapi aku sangat takut terjadi sesuatu padamu. Melihatmu kesakitan seperti tadi, membuat dadaku sakit juga." ucap Kyuhyun yang membuat Yesung menyergit seraya memiringkan kepalanya dan sudah bisa ditebak bagaimana raut bingung yang sangat menggemaskan itu.

"Emm.. dadamu juga terasa sakit, Cho Kyuhyun?" tanyanya bingung.

"Tentu saja! karena aku me—!"

Tok Tok Tok

Perkataan Kyuhyun terintruksi oleh bunyi ketukan diluar kamarnya itu.

"Cho Kyuhyun, buka pintunya!" seru sebuah suara dibalik pintu sewarna gading itu.

Kyuhyun lantas menepuk dahinya pelan, "Astaga! Kenapa aku bisa melupakan kedua alien itu?" rutuknya sendiri.

"C-cho Kyuhyun, aku takut pada mereka." Lirih Yesung seraya meremas lengan kemeja Kyuhyun.

Kyuhyun hanya terkekeh kemudian dengan gemas diacaknya surai hitam milik sosok manis itu.

"tenang saja, mereka orang baik, ya.. walaupun sedikit kekanakan..."kekeh Kyuhyun.

"Kajja, kita temui mereka!" Kyuhyun mulai bangkit, dengan ditariknya pelan tangan Yesung yang masih setia diatas ranjang itu.

"t-tapi.."

"ada aku, bukankah Cho Kyuhyun sudah berjanji selalu berada disamping Yesung, kan?" Kali ini pelan namun pasti, Yesung mulai mau berdiri pasrah tangannya ditarik oleh Kyuhyun.

"Janji akan selalu disampingku?"

"Iya.. aku janji, manis.."

.

.

.

Family room mansion megah itu seakan tengah terselimuti kabut. Sunyi. Senyap dan terasa begitu dingin. Entah mengapa.. namun rasanya sedikit err...aneh!

Kyuhyun memutar bola matanya malas. Memandang penuh kejenuhan kekedua sosok didepannya itu.

"Sekarang, bisa kau jelaskan padaku apa yang sebenarnya kau sembunyikan, Cho Kyuhyun?" Suara Donghae begitu dingin. Namun Kyuhyun sama sekali tak gentar, malah makin bosan melihatnya.

"Lee Donghae-ssi, kau orang Korea bukan? Tentu kau tau adab orang Korea, dimana jika kau tengah berbicara dengan seseorang maka tataplah lawan bicaramu bukannya menatap kearah lain!" balas Kyuhyun jengah dan menatap jengkel Donghae.

Donghae yang disampingnya terdapat pula Eunhyuk tetap bergeming. Mereka berdua tetap melihat kearah lain, tepatnya kepada sosok yang duduk disebelah Kyuhyun. Mereka berdua memang duduk bersebrangan dengan Kyuhyun.

"Sayangnya pemandangan yang tengah kulihat ini jauh lebih menarik daripada memandangmu, Kyuhyun-ssi." Balas Donghae tanpa mengindahkan Deathglare dari Kyuhyun.

"dan tentu saja lebih indah dari wajah iblismu itu, Kyu." Sambung Eunhyuk. Sama, ia juga seakan tak menaruh minat untuk mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun. Keduanya sama-sama larut pada apa yang tengah menjadi Fokusnya kini. Kalian tentu bisa menebak apa Fokus mereka saat ini bukan?

"tapi apa kalian tau Donghae-ssi dan Eunhyuk-ssi, kalau kalian membuatnya takut! Kalian memandangnya seakan-akan ingin memakannya saat ini juga!" ditekannya setiap kalimat yang diucapkannya, namun sepertinya kedua manusia itu sama sekali tak peduli.

"bahkan jika boleh, memang kami berencana ingin memakannya sekarang!" balas keduanya secara bersamaan.

"Cho Kyuhyun.." Lirih satu sosok lain yang sedari tadi menjadi Objek pandangan Donghae dan Eunhyuk. Yesung. saat ini, ia makin merapatkan tubuhnya pada Kyuhyun. Entah mengapa, namun ia merasa takut kepada kedua teman Kyuhyun itu, apalagi dengan ucapan mereka yang ingin 'memakan'nya saat ini. bagaimana bisa keduanya ingin 'memakan'nya sekarang? aishh..!

"CUKUP!" Kyuhyun sepertinya mulai kehilangan kesabaran. Yang membuat kedua namja didepannya itu sedikit terlonjak.

"Oke.. serius Cho Kyuhyun, jelaskan pada kami semua hal yang tak kami ketahui terutama mengenai simanis disampingmu itu." Donghae mulai menanggapi, kali ini dengan menatap pada Kyuhyun.

"bagaimana kau bisa menyembunyikan manusia seindah ini untukmu sendiri? Kau tau, kau sangat serakah Cho Kyuhyun!" imbuh Eunhyuk berlebihan yang membuat Kyuhyun menghela nafas bosan.

"dan apa kau tau, Cho Kyuhyun.. kami merasa dikhianati!" lagi, Donghae menimpali.

"Apakah kalian ini aktor? Berhentilah layaknya tengah berakting dalam suatu drama. Dan apa kalian tau, kalian sangat berlebihan!" balas Kyuhyun sarkastis. Bagaimana bisa ia mempunyai sahabat yang sangat suka mendramatisir keadaan?

"Jawab saja pertanyaan kami, Cho Kyuhyun!" Donghae menimpali.

Menghela nafas frustasi, kemudian mulai berucap

"dia Yesung dan kalian tak boleh merebutnya dariku!"Ultimatum Kyuhyun yang telak membuat keduanya terbelalak, sedangkan Yesung lebih memilih meremas baju bagian bawahnya seraya menunduk.

"Heh, penjelasan macam apa itu? Aisshh... kau over protectif sekali eh, Cho Kyuhyun.." dengus Eunhyuk malas. Yang diamini oleh Donghae.

"bagaimana kalau kami ingin merebutnya? Kau tau, dia begitu indah. jujur, aku terpesona padanya." Aku Donghae yang membuat Kyuhyun melotot tajam padanya.

"Tidak boleh, dia hanya milikku!" sadar atau tidak, dengan cepat Kyuhyun meraih tubuh Yesung untuk kemudian didekapnya erat dan membuat Eunhyuk dan Donghae memandangnya iritasi.

"Apakah kau ini aktor? Berhentilah layaknya tengah berakting dalam suatu drama. Dan apa kau tau, kau sangat berlebihan, Cho Kyuhyun!" dengan sengaja mengcopy kata-kata Kyuhyun yang ditujukan padanya tadi.

"berhenti mengcopy kata-kataku, Lee Hyukjae! Dan Aku tak peduli!" tukas Kyuhyun. Keduanya kini yang balik memandang Kyuhyun malas.

"sekarang siapa sebenarnya yang kekanakan disini, kau atau kami?" balas Eunhyuk.

"isshh.. sudahlah, hentikan Hyukkie." Lerai Donghae.

"baiklah kami hanya bercanda ingin merebutnya, ya walaupun ingin." Lanjutnya yang kembali diberi tatapan sengit oleh Kyuhyun.

"dasar! Sekarang katakan apa tujuan kalian sebenarnya kemari?" ujar Kyuhyun.

Keduanya lantas mengubah tatapannya menjadi tajam pada Kyuhyun begitu mengingat tujuannya yang sebenarnya.

"Kami ingin balas dendam padamu, iblis ingusan!" Desis Eunhyuk horor.

"Eh, balas dendam? Apa salahku, monyet?" Kyuhyun berkerut bingung, sementara Yesung sudah mulai menegakkan tubuhnya kembali. Masih tak ingin ikut dalam obrolan yang menurutnya aneh ini.

"karena kau tak datang pagi tadi ke universitas, kau tau Shim Seonsaengnim menghukum kami untuk berjemur seharian di tengah aula."

"dan kau tau, itu membuat kulitku terbakar!" pungkas Eunhyuk menggebu. Kyuhyun tak telak kembali menatap malas kedua sahabat ajaibnya itu.

"tak mengerjakan tugas lagi, eh? Dan kenapa kalian menyalahkanku? Itu semua kan salah kalian sendiri!" balas Kyuhyun.

"kami tak jadi salah jika kau datang!"seru Donghae.

"aishh.. kenapa aku jadi yang salah disini?" Kyuhyun merengut, dan diam-diam Yesung terkekeh disebelahnya. Lucu melihat ekspresi frustasi yang Kyuhyun tunjukan.

"kau harus bertanggung jawab, setan posesif!" kali ini giliran Eunhyuk yang berseru.

"Arrrgghh! Baiklah akan kupikirkan!"erang Kyuhyun.

"bagaimana jika acara balas dendamnya kita lanjutkan besok. Kalian tau, ini semakin malam dan pemilik rumah disini ingin segera beristirahat dan pergi tidur. Dan bisakah untuk tamu-tamu terhormat disini untuk memberi pengertiannya sedikit?"

"kau menyindir kami dan mengusir kami, Cho Kyuhyun?" tanya Donghae.

"aku Cuma meminta pengertian dari tamu-tamuku saja." balas Kyuhyun cuek.

"itu sama saja kau sedang mengusir kami, Kyupil!" geram Eunhyuk.

"itukan persepsi kalian. Dan bisakan sekarang kalian merealisasikan persepsi itu?" lanjut Kyuhyun lagi.

Kini, dengan keterpaksaan, Eunhyuk dan Donghae mulai berdiri dari posisi duduknya disusul oleh Kyuhyun dan Yesung yang juga berdiri diseberangnya.

"kau selalu mengusir kami disetiap kesempatan. Sebenarnya dimana letak sopan santunmu, Cho Kyuhyun? Bahkan kami lebih tua darimu, kau lupa?" Donghae benar-benar tak habis pikir, bagaimana manusia jenius itu mempunyai kadar ketidaksopanan yang sangat tinggi terlebih lagi terhadapnya dan Eunhyuk.

"itu akan kupikirkan. Bagaimana jika sekarang kuantarkan kalian kepintu depan?" tawar Kyuhyun dengan tampang polos yang meyakinkan. Benar-benar tak sopan.

Keduanya hanya mengendus. Sudah terlalu terbiasa dengan sikap seenaknya Kyuhyun itu. karena kenyataannya mereka sudah bersahabat sejak kecil jadi Keduanya sudah terlalu kebal.

"haiss baiklah-baiklah.. kami pulang."

Akhirnya keempatnya melangkah menuju pintu paling depan mansion itu.

"selamat malam tuan-tuan. Semoga perjalan kalian indah!" ujar Kyuhyun dengan senyuman penuh kemenangan yang bertengger indah diwajah tampannya. Saat ini, mereka sudah berada dipintu depan mansion itu.

"Yesungie, berikan aku satu pelukan selamat malam~~!" Ucap Donghae tiba-tiba seraya merentangkan tangannya lalu mulai mendekati Yesung.

Set

Kyuhyun menghadang tepat didepan Yesung hingga menghalangi Donghae yang memang berniat untuk memeluk Yesung.

Donghae menatap malas Kyuhyun. "kau sangat mengganggu, Kyu!"

"Selamat malam Donghae Hyung, Eunhyuk Hyung.. hati-hati dijalan." Dengan mimik dan suara dibuat semanis mungkin Kyuhyun mendorong keduanya kemudian dengan cepat menutup pintu itu.

"YA! DASAR IBLIS POSESIF!"

Sisisi lain, Kyuhyun tengah bersmirk ria. Akhirnya kedua tamu tak diundangnya itu enyah dari rumahnya. Biarlah, ia sudah bersiap akan pembalasan dendam keduanya yang pastinya akan Kyuhyun dapat besok. Tak masalah, Toh pada akhirnya sudah bisa dipastikan jika kedua orang itu akan mengalah padanya. Cho Kyuhyun itu jenius, kau lupa?

"Cho Kyuhyun.."

Panggil Yesung. kini keduanya berjalan kembali memasuki kamarnya.

"hmm.."

"kau keterlaluan pada mereka. Seperti yang kau bilang tadi, sepertinya mereka orang-orang baik. dan tak semenakutkan seperti yang kukira." ucap Yesung lagi.

"Emm.. bolehkah aku bertemu mereka lagi, Cho Kyuhyun?"

Langkah Kyuhyun kemudian terhenti tiba-tiba yang membuat Yesung juga menghentikan langkahnya.

"Tidak boleh!"

"Ungg~ memangnya kenapa, Cho Kyuhyun?"

"Nanti aku cemburu!"

"Eh..?"Yesung mengedipkan matanya lucu.

"Karena—" Kyuhyun memejamkan matanya sejenak, kemudian mulai terbuka kembali seraya mengambil nafas dalam lalu mulai kembali berucap.

"—aku mencintaimu."

.

.

.

To be continue

.

.

Sebenernya sih pengennya masukin daddy (Siwon) kesini. karena jujur, OTP saya itu YeWon / WonSung. abis itu baru KyuSung. Tapi kalau tambah cast nanti malah jadi ga selesai2 ff-nya. Jadi ya, daddy-nya simpen buat next ff aja :p

.

Dan buat konflik, saya liat hasil pendapat reader-deul itu 50:50. Ada yang maunya tetep Fluff ada yang mau ditambahin konflik tp yang ringan2 aja. Yaudah deh, konfliknya ringan aja. Sekitar di proses mommy jadi manusia saja. gapapa kan?

.

Oh iya, ini pairingnya Cuma KyuSung. Untuk HaeHyuk/EunHae itu hanya sebatas frendship doang. Takutnya pada berharap ada EunHae. Saya hanya fokus untuk KyuSungnya saja. mianhae..

.

Okay, at least still mind to Review?