Chapter 6
Kyuhyun menelan salivanya dengan gugup, sementara teman-temannya menahan tawa melihat Kyuhyun dan Donghae yang memucat.
Dan malam itu, mereka semua berseru heboh saat Kyuhyun menempelkan bibirnya dibibir tipis Donghae, Kyungsoo bahkan memfotonya dan tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi Donghae dan Kyuhyun.
Strength Love
.
.
.
Cast: Kris Wu, Kim Jaekyung, Cho Kyuhyun, Lee Sungmin (GS), Oh Sehun, Xi Luhan (GS), Kim Jongin, Lee Donghae, Do Kyungsoo (GS).
Genre : Hurt/Romance
a/n : ff ini ber-cast utama Kris Wu dan juga Kim Jaekyung, jika anda tidak suka dengan jalan cerita maupun cast utama yang ditampilkan, jangan memaksa diri anda untuk membaca fanfic ini, sekian, terima kasih ^^ (Oh Pheonix)
.
.
Oh Pheonix Present
.
.
.
"Luhannie~ lihat kemari.."
"Ish, diam dulu, Sehunnie.."
Sehun tertawa lepas sembari mengarahkan handycamnya kearah Luhan yang sedang asyik menulis dihamparan pasir, melihat betapa kekanakannya Luhan dengan surai yang tertiup angin, dress putih selutut yang menjuntai karena ia berjongkok.
"Nah! Lihat, Sehunnie.." seru Luhan riang, memamerkan hasil tulisannya yang langsung direkam oleh Sehun.
"Woahhh... HunHan's Love?" tanya Sehun, Luhan mengangguk semangat.
Sehun mengalihkan handycamnya dan merekam wajah cantik kekasihnya yang sedang bersemu memerah.
"Kajja, kita berfoto disini," ajak Luhan, mengambil ponselnya dan mengarahkannya kekamera depan. Sehun segera menaruh handycamnya dan tersenyum ceria kearah kamera seraya memeluk erat pinggang Luhan, Luhan sendiri tersenyum bak anak kecil dan memasang pose peace.
KLIK
"Yeayy!" Sehun dan Luhan tersenyum puas melihat hasil foto mereka dan kembali larut dalam suasana romantis penuh tawa.
Sementara itu, Jaekyung dan Kris terlihat dibibir pantai dengan kaki telanjang dan saling menggandeng tangan. Menatap hamparan laut yang begitu luas.
"Aku ingin sekali berenang.." gumam Jaekyung pelan, menerawang kearah laut dengan mata yang sedikit berkaca-kaca.
"Hei~" Kris segera merengkuh Jaekyung dalam rangkulannya, "Suatu saat nanti pasti bisa, kau harus yakin.." ujar Kris lembut.
"Tidak akan bisa, ge." Lirihnya lagi, tak bisa lagi membendung air matanya dan terisak pelan.
"Sayang~ dengar aku," Kris memegang bahu Jaekyung dan memaksa kekasihnya itu agar menatapnya, "Kau pasti sembuh. Hanya butuh waktu sampai ada seseorang yang cocok mendonorkan ginjalnya padamu, kau harus percaya itu." Ujarnya dan mengusap air mata yang mengalir dipipi Jaekyung.
Kris menggenggam kedua tangan Jaekyung dan meletakkannya di belakang lehernya. Menyuruhnya memeluk pria berambut pirang itu, dan kemudian Kris menyatukan kening mereka.
"Aku bersumpah apapun yang terjadi, aku akan terus menjagamu dan melindungimu.. yang harus kau lakukan hanya mengingat mantraku." Lirihnya, Jaekyung masih terisak, "Jangan menangis sayang~ kau harus menjaga jantungmu.."
"Sekali saja.." bisiknya sambil terisak, "Sekali saja, ge.. lupakan soal penyakitku. Aku mohon.." pintanya.
Kris merengkuh pinggang Jaekyung agar lebih dekat dengannya, "Baiklah," putusnya, menatap manik mata kekasihnya dengan sayang, "Aku akan melupakan penyakitmu kali ini."
Kris memiringkan kepalanya dan menyambar bibir plum Jaekyung, menyesapnya dengan penuh kelembutan. Jaekyung memejamkan kedua matanya dan semakin mengeratkan pelukannya dileher Kris. Mengabaikan air mata yang masih mengalir hingga membuat ciuman mereka terasa agak asin.
"Omo!" Sungmin memekik tertahan dan memalingkan wajahnya yang sudah memerah kearah lain, membuat Kyungsoo, Kyuhyun, Donghae dan Jongin yang sedang duduk menikmati cemilan menoleh seraya mengerutkan dahi.
"Kenapa?" tanya Donghae saat melihat wajah Sungmin yang memerah.
"A-aniyo.." jawab Sungmin gugup,
Kyuhyun tertegun melihat semburat merah dipipi Sungmin, terlihat sangat menggemaskan dengan wajah menahan malu seperti itu, batinnya. Jantung kembali berdetak kencang saat tatapan Sungmin tak sengaja jatuh kearahnya, membuat gadis itu memalingkan wajahnya yang sudah memerah 2 kali lipat.
"Oh.. eonni melihat pemandangan itu ya?" tanya Kyungsoo seraya menunjuk Kris dan Jaekyung yang masih menyatukan bibir mereka, gadis itu terkikik geli saat melihat Sungmin dengan malu-malu mengangguk.
"Aish, mereka memang selalu tidak tahu tempat," desah Donghae pelan.
"Mereka memang selalu melakukannya ditempat-tempat 'ekstrim', jadi biasakan saja, eonni.."
"Setidaknya aku bisa mempercayakan adikku pada Kris, dia melakukannya dengan baik." Ujar Jongin, menunjuk pasangan itu. Dimana Kris merangkul erat pinggang Jaekyung dan sesekali naik untuk mengusap punggungnya.
"Aku juga bisa melakukannya." Ujar Kyuhyun tanpa sadar.
DEG!
"Woahhh, agresif sekali.." komentar Jongin, Kyuhyun tersentak.
"Memang kau mau melakukannya dengan siapa, oppa?"
"Sungmin mungkin."
DEG!
"Apa?" Sungmin dan Kyuhyun tersentak kaget mendengar celetukan Donghae, sementara Jongin dan Kyungsoo menatapnya heran.
"Dia bahkan sudah mencium Sungmin saat dirumah sakit." Ujar Donghae polos, Jongin dan Kyungsoo terkejut dan menoleh kearah lelaki nemo itu dengan tatapan penuh tanya.
"Benarkah? Kyuhyun dan Sungmin berciuman? Dirumah sakit? Kapan?" tanya Jongin heboh, Kyuhyun panik dan segera menarik lengan Sungmin menjauh dari mereka.
"Ya! Oppa! Kau suka pada Sungmin eonni ya!?" Kyuhyun tak menggubris teriakan Kyungsoo ataupun tatapan penuh tanya dari Sehun dan Luhan yang mereka lewati.
.
.
.
Desiran ombak menyatu dan bergulung-gulung menjadi satu, hamparan laut terbentang luas dengan pemandangan sunset yang indah, mengiringi langkah dua makhluk Tuhan yang sedang duduk ditepi pantai seraya memandang kagum kearah surya itu.
"Maaf.." seorang diantara mereka mencoba memecah keheningan yang tercipta, sementara sang gadis disampingnya menoleh dan mengernyit heran.
"Untuk apa?"
"Teman-temanku,"
Sungmin –sang gadis- tersenyum dan kembali memandang pemandangan didepannya, tak menyadari Kyuhyun yang menatapnya penuh arti.
"Tidak apa-apa.."
"Jangan dengarkan apa kata mereka."
Sungmin terkikik geli, "Aku kan punya telinga, mana mungkin aku tidak dengar.." ujarnya polos, Kyuhyun tersenyum.
"Tapi aku suka dengan teman-teman mu. Ah, bukan. Saudara-saudaramu!" Sungmin meralat ucapannya sendiri seraya tersenyum manis kearah Kyuhyun.
"Saudaraku?"
"Ya, Luhan bilang kalian seperti saudara.. dari apa yang kulihat pun kalian memang seperti itu. Apalagi melihat mu dengan Donghae, lebih dari saudara." Ucap gadis itu lagi seraya mengerling nakal kearah Kyuhyun. Lelaki itu melotot heboh dan berdecak.
"Yang semalam itu bukan kehendakku, lagipula aku tidak berniat jadi gay."
"Tapi kau pantas jadi gay, apalagi Donghae manis sekali seperti uke kalau sedang merajuk."
"Hei!"
"Hihihi, baiklah aku bercanda.."
Suasana kembali menjadi hening, hanya desiran ombak yang menjadi pengiring kebersamaan mereka.
"Ehem," Kyuhyun mencoba kembali membangun sebuah percakapan diantara keheningan mereka berdua, "Ngomong-ngomong, aku ingin minta maaf tentang sikap ku saat kita mengadakan private party dirumah Jongin, kau tahu in-"
"Tidak apa-apa, aku tahu," potong Sungmin halus, "Kalian begitu khawatir soal Jaekyung 'kan? Dan posisinya aku yang sedang ada didekatnya," lanjutnya lagi, Kyuhyun mengangguk.
"Ya, waktu itu aku panik, karena Jaekyung-"
"-Tidak diizinkan berenang."
"Darimana kau tahu soal itu?" tanya Kyuhyun heran, Sungmin tersenyum dan menjumput pasir dikakinya.
"Jaekyung yang mengatakannya," jelasnya tanpa menoleh, lebih memilih memainkan jumputan-jumputan pasir dan mengukir pola-pola abstrak, "Aku tidak pernah merasa sakit hati, rasa suka ku padamu mengalahkan itu semua.." lanjutnya seraya menggumam, Kyuhyun mengernyit kaget.
"Kau bilang apa tadi?"
DEG!
"E-eh?" Sungmin mengerjap, baru menyadari kebodohannya mengungkapkan perasaannya sendiri pada pria disampingnya ini, "Bukan apa-apa, lupakan saja." Balasnya cepat, tapi Kyuhyun tak mau mengalah begitu saja.
"Kau tadi mengatakan sesuatu 'kan?" kejar Kyuhyun, Sungmin menggeleng panik.
"Tidak, tidak. Aku tidak mengatakan apa-apa."
"Kau bilang kau menyukaiku, benar 'kan?"
Sungmin tercekat, semburat merah muncul dikedua pipinya. Dalam hati ia merutuki mulutnya yang tidak bisa mengontrol omongannya sendiri, ia segera bangkit dari posisinya dan berjalan cepat meninggalkan Kyuhyun, terlalu malu menatap pria itu.
Kyuhyun tersenyum miring dan segera mengejar Sungmin yang berjalan kembali kearah tempat mereka berkumpul, dengan cepat lelaki itu mencekal lengan Sungmin.
"Aku juga menyukaimu."
.
DEG! Sungmin tertegun. Dengan reflek berbalik untuk menatap Kyuhyun namun pria itu lebih cepat dan menyambar bibir mungilnya.
Sungmin membelalakkan mata kelincinya begitu melihat pria itu mencium bibirnya sementara Kyuhyun menahan tengkuk gadis itu untuk memperdalam ciuman mereka. Untuk beberapa saat kedua insan itu masih terdiam dalam pikirannya masing-masing sebelum akhirnya Kyuhyun melepaskan tautan mereka dan menatap manik mata Sungmin dalam-dalam.
"Jadi, mau jadi pacarku?"
"Nde?"
"Kau bilang kau menyukaiku 'kan? Aku juga menyukaimu... Jadi, mau jadi pacarku tidak?"
"Siapa bilang aku menyukaimu, huh?"
"Kau tidak menolak ciumanku."
Sungmin mengerucutkan bibirnya saat kalah berdebat dengan Kyuhyun, membuat lelaki keluarga Cho itu tersenyum miring dan kembali mengecup singkat bibir itu.
"Tidak ku sangka kau akan benar-benar membuktikan omonganmu itu, kau lebih ekstrim dari sepupumu ternyata." Kyuhyun dan Sungmin menoleh, dilihatnya Donghae, Sehun dan Jongin berdiri tak jauh dari mereka sembari tersenyum miring.
"Sejak kapan kalian disana?" tanya Kyuhyun sarkatis.
"Ck, Sungmin-ah. Bilang pada kekasihmu segera pulang dan makan malam, anak perempuan dan Kris sudah kembali lebih dulu ke villa." Balas Donghae tak kalah sinis, "Memangnya kami mau mengintip kalian?"
Sungmin tertunduk malu saat mendengar Donghae menyebut Kyuhyun 'Kekasihnya'.
"Kau iri ya, hyung?" goda Sehun, Donghae mendelik.
"Tidak, untuk apa iri dengan dia. Sudahlah ayo pulang!"
.
.
.
.
"Jadi, kalian sudah resmi?" tanya Baekhyun antusias, Sungmin mengangguk sambil tersenyum malu. Saat ini semester kedua sudah dimulai, mereka akan mulai disibukkan dengan berbagai pelajaran tambahan untuk menghadapi ujian akhir nanti.
Sungmin, Baekhyun dan Ryeowook sedang berkumpul dibangku Ryeowook dan Sungmin dan saling bertukar cerita mengenai liburan mereka. Dan Sungmin menceritakan liburannya bersama anak-anak populer itu, juga kejadian diantara dia dan Kyuhyun.
"Aigoo~ Aku tidak menyangka kau akan bersama dengan salah satu dari mereka. Ah, bahkan bisa dibilang kau adalah salah satu dari mereka, Min-ah." Goda Baekhyun lagi. "Seharusnya kau membantu teman kita yang satu ini," tambahnya sembari menyenggol lengan Ryeowook. Ryeowook melotot heboh.
"Apa?!"
"Ayolah, Wookie-ya.. aku tahu kau sangat menyukai Donghae. Jangan malu-malu begitu.." ujar Baekhyun sambil mengerling, Sungmin tertawa.
"Kalau kau mau aku akan mengenalkanmu pada Donghae.." kata Sungmin, ikut-ikutan menggoda Ryeowook. Gadis itu langsung menutup wajahnya yang sudah merona hebat dengan kedua tangannya.
"Apa-apaan kalian? Ish,"
"Hehehe~ Eh, mereka datang!" Baekhyun berbisik lirih dengan antusias dan menunjuk kearah pintu kelas. Empat pangeran tampan memasuki kelas dengan pesonanya. Sungmin terpana melihat Kyuhyun yang mengecat rambutnya menjadi hitam, Kyuhyun begitu tampan. Kyuhyun menoleh kearah Sungmin dan mengedip genit pada gadis itu.
"Woahhh~ Kyuhyun menatapmu, Min.." pekik Baekhyun tertahan, Ryeowook mendengus.
"Dia kekasihnya, Baekkie. Jelas saja."
"Harusnya kau bergabung dengan mereka, Min.."
Sungmin baru ingin menjawab ocehan Baekhyun kalau saja seongsaenim dijam pertama mereka tidak datang dan membuat gadis itu menelan kembali kalimatnya.
"Pagi, anak-anak!"
"Pagi, seongsaenim!"
..
..
Suasana kantin begitu ramai dengan para murid karena ini adalah jam istirahat kedua sekaligus jam makan siang. Anak populer sudah berkumpul dimeja mereka.
"Jaekyung mana?" tanya Donghae pada Kyungsoo.
"Dia bilang mau mengurus surat akselerasinya dulu," sahutnya, Sehun tersedak.
"Dia benar-benar akan ikut akselerasi tahun ini?" tanya Sehun tak percaya, Luhan dan Kyungsoo mengangguk.
"Aish, dasar anak itu. Memangnya tidak puas meninggalkan ku sendirian dikelas satu?!" ujar Sehun geram, Jongin tertawa.
"Salahmu sendiri, Sehun-ah."
"Jaekyung ikut akselerasi?" tanya Sungmin pada Kyuhyun, Kyuhyun mengangguk.
"Dia sudah ditawari bahkan saat dia menginjakkan kaki dikelas dua." Jawab Kyuhyun,
"Woahhh~ Hebat. Itu artinya dia akan seangkatan dengan kita?"
"Lulus bersama lebih tepatnya," ujar Kyuhyun sambil memakan cemilannya, "Dia tetap dikelas dua sekarang, tapi akan mengikuti kelas malam anak kelas 3. Bisa dibilang dia melewati kelas dua dan kelas 3 secara bersamaan." Jelas Kyuhyun lagi.
"YA! Kim Jaekyung!" Sehun berteriak tiba-tiba saat melihat siluet Jaekyung dari pintu masuk kantin.
"Apa?" tanya nya datar, Sehun menatap tajam gadis itu.
"Kau benar-benar! Bisa-bisanya kau meninggalkanku sendirian disini!"
Jaekyung mengernyit bingung, sementara Kris, Donghae, Jongin dan Kyuhyun sudah tertawa melihat ekspresi Sehun.
"Aku? Meninggalkanmu?" tanya Jaekyung tidak mengerti, "Maksudmu?"
"Dia kesal karena kau ikut kelas akselerasi.." tutur Luhan, melempar pandangan datar pada kekasihnya itu.
"Jangan ikut akselerasi!" perintah Sehun.
"Yah! Maknae.. memangnya kau ibuku!?" kesal Jongin dan memukul kepala Sehun dengan tangannya.
"Ikut akselerasi atau tidak, Jae tetap akan lulus duluan, Sehunnie.." imbuh Kyungsoo.
"Pokoknya aku tidak mau kau ikut!"
"Kekasihmu itu Luhan eonni, bukan aku bodoh." Kata Jaekyung, men-deathglare Sehun dengan tatapan tajamnya.
"Ish," Sehun mempoutkan bibirnya dengan sebal saat menyadari tak ada satupun yang akan membelanya, bahkan Luhan pun tidak.
.
.
.
"Umma... Aku pulang~" teriak Kyuhyun begitu salah satu maid membuka pintu rumahnya, Sungmin tersenyum melihat kelakuan pria itu.
"Kyunnieee~" Heechul ikut berteriak heboh dari kamarnya saat mendengar sang putra kesayangan sudah pulang.
"Annyeong, ahjumma..." sapa Sungmin begitu melihat Heechul menatapnya. Wanita itu tersenyum manis.
"Sungmin kan? Aigoo~ kemana yang lain? Kenapa tidak ikut kemari?"
"Beda umma. Hari ini aku mau mengenalkan kekasihku pada umma," ujar Kyuhyun bangga, Heechul menatap Kyuhyun dengan raut wajah bingung.
"Kekasih? Nugunde?"
"Lee Sungmin," kata Kyuhyun sambil merangkul pinggang gadis itu dengan mesra, Heechul membulatkan matanya dan menatap Sungmin yang sedang tersenyum manis.
"Aigoo~ Jinjja? Sungmin yang manis ini kekasihmu, Kyunnie?" tanya Heechul dengan mata berbinar, Kyuhyun mengangguk dan tersenyum lebar.
"Umma setuju!" ujar Heechul riang, "Kalian memang cocok. Ah~ apa umma harus memberitahu orang tua Sungmin? Kenapa kalian tidak langsung menikah saja?" goda Heechul.
"Nde?" Sungmin mengerjap polos dan menatap Kyuhyun dan Heechul bergantian.
"Ide bagus umma, aku setuju." Sahut Kyuhyun sambil menyeringai.
"Sungmin harus makan malam disini ne? Umma akan telepon appa supaya pulang cepat."
Kyuhyun dan Sungmin menatap kepergian Heechul yang masuk kedalam, meninggalkan mereka berdua diruang tamu.
"Umma mu bersemangat sekali," komentar Sungmin pelan, Kyuhyun tersenyum dan mengecup singkat bibir mungil gadis itu.
"Bukankah bagus? Tinggal meminta restu orang tua mu dan semuanya beres. Tapi sepertinya kita menikah setelah Jongin atau Kris.."
"Eh? Wae?"
"Setelah kami lulus, Jongin dan Kyungsoo akan melangsungkan pesta pertunangan. Sementara Kris berencana menikah setelah Jaekyung berumur 20 tahun."
"Mungkin saja Sehun-Luhan atau mungkin Donghae yang menikah duluan." Tukas Sungmin.
"Tidak mungkin, maknae itu akan menikah terakhir. Sedangkan si ikan nemo itu? Sampai sekarang saja tidak punya kekasih." Ejek Kyuhyun, Sungmin mendengus.
"Kau bicara seolah-olah kita sudah berpacaran lama."
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue ..
Nahaaaaaa, udh ada kan KyuMin moment nya? Gimana? =D
Ssstt, bocoran, satu chapter lagi ending loohhhh..
Jadi tetep ditunggu yaa bagi pembaca setia strength love ^^ terima kasihhhh..
Annyyeoooonnggggg~
.
Big Thank's
Dosarang12 ; nurindaKyumin ; Park Rinhyun-Uchiha ; hunexohan ; Anisa Jung ; cho kyumin137 ; ; pspnya kyu ; PumpkinEvil137 ; abihikmah ; PaboGirl
.
.
Oh Pheonix 2016
