"Namaku Shion. Aku adalah Cinta pertama Sabaku Gaara."
Mendengar pernyataan dari gadis yang bernama Shion itu, Naruko pun terdiam tanpa kata. Kaget sedikit shyok. Lalu pandangannya tertuju ke Gaara dan mereka pun saling berpandangan.
"Na-Naruko… Aa.. Aku bisa jelaskan ini.." ucap gaara yang berusaha melepaskan pelukan Shion.
Naruko tentu saja sakit hati. Yang di pikirannya kacau balau. Kenapa dia begitu sakit melihat pemandangan itu, dimana Shion dengan Gaara sedang berpelukkan dan yang lebih perihnya lagi, Shion mengatakan bahwa dia adalah Cinta pertama Gaara. Tanpa naruko sadari, air mata yang berusaha dia tahan, akhirnya runtuh juga.
"Na-Naruko…"
"Aaaahh.. Ma-maaf aku sudah mengganggumu Gaara.. Aku permisi dulu, mau pulang." Naruko langsung pergi meninggalkan Gaara dan Shion berduaan ruang kantor Gaara. Jujur saja, sekarang Narukobegitu cemburu dan sakit hati. Ada apa dengannya. Padahal cinta dan perasaannya itu hanya untuk Itachi San, tapi kenapa saat ini, dia begitu mengharapkan Gaara.
"Gaara… Siapa dia ! Dan kenapa dia lancang masuk dan mengganggu acara kita ?" ucap Shion ketus sambil memeluk lengan kanan Gaara.
Tiba-tiba, Gaara melepaskan pelukan Shion dari lengannya dengan kasar sampaiShion pun terjatuh dan terduduk di sofa tepat dibelakangnya.
"Pergi"
"Ga-Gaara apa-apaan kau, aku kekasihmu yang selalu kau cintai kan ? Sekarang aku kembali kehadapanmu. Sesuai dengan janjiku dulu padamu. Apa kau lupa ?"
Gaara tak habis pikir sekarang. Dia begitu memikirkan Naruko, di lain pihak, dia harus bertemu dengan Shion yang dulu sangat dia cintai. Akhirnya Gaara menyenderkan tubuhnya pada dinding. Tanpa aba-aba, Shion pun bangkit, menghampiri Gaara dan langsung memeluk tubuhnya.
"Gaara… Kau masih ingat kan janjiku ? Aku akan kembali padamu jika kau sudah sangat sukses. Lihatlah, kau seorang eksekutif terkaya dan termuda. Aku sangat bangga padamu sayang." Shion pun tiba-tiba menyentuh dan membelai wajah Gaara dengan lembut. Dia pun mendekatkan bibirnya dengan bibir Gaara.
Tanpa pikir panjang pun, Gaara langsung menghempaskan tubuh Shion dan berusaha untuk menjauhkannya. Gaara berusaha untuk tidak marah dan meledak. Dia pun menarik nafasnya begitu dalam dan mengeluarkannya.
"Ga-Gaara… Ada apa..?"
"Shion. Pergi dari kantorku. Aku mohon."
"Gaara kau kenapa…? Kau begitu kasar. Padahal kau tidak pernah seperti ini. Apa karena wanita itu kau jadi seperti ini ? "
Mendengar perkataan Shion yang menuduh Naruko lah yang membuat Gaara berubah, akibatnya Gaara pun sudah tidak bisa menahan emosi.
"Dengarkan aku Shion. Dia begitu berbeda dengan dirimu. Asal kau tahu, dia adalah CALON ISTRIKU !" ucap Gaara begitu tegas. Shion yang mendengarnya pun tak kalah kagetnya.
"Aa-apa aa?" Shion pun langsung menghampiri Gaara.
" Kau memilih calon istri seperti itu. Gaara kun.. Lihatlah kau sekarang. Kau seorang pengusaha yang hebat dan terkenal dan keluargamu yang terpandang. Kenapa… Hiks… Kenapa kau memilih wanita gembel seperti dia…" Mendengar perkataan Shion, Gaara pun menggenggam kedua bahu Shion dengan sangat erat sampai Shion pun menahan sakit dari kedua bahunya..
"Dengar. Dia lebih sempurna daripada kau, Shion. Dan jangan pernah menghina calon istriku lagi. Kau mengerti ?"
Shion yang melihat ekspresi wajah Gaara yang tiba-tiba berubah menjadi menyeramkan itu tiba-tiba tubuhnya lemas, bergetar dan bibirnya menjadi kelu. Shion pun mengganggukkan kepalanya perlahan-lahan. Saat merasa perkataannya di mengerti, Gaara melepas genggamannya dari bahu Shion.
"Tolong, keluar dari kantorku sekarang."
"Ta.. tapi…"
"KELUAARR !"
Tanpa pikir panjang, Shion pun segera keluar dari kantor Gaara sambil menahan air matanya. Seumur hidupnya, dia tidak pernah dimarahi, ditolak dan diusir oleh lelaki mana pun seperti ini. Seakan-akan harga dirinya yang begitu tinggi itu pun tiba-tiba jatuh begitu saja.
"Gadis bernama Naruko… Semua ini gara-gara kamu! Gaara berpaling dariku, itu semua salahmu ! Dasar gadis murahan ! Awas saja kau nanti. Aku akan balas dendam. Aku akan membuatmu menyesal sudah membuatku menangis seperti ini !"
Saat Shion sudah keluar dari ruang kerjanya, Gaara pun membantingkan tubuhnya di sofa dan berusaha untuk menghubungi Naruko, tapi nomornya tidak aktif. Berapa kali pun Gaara berusaha untuk memanggilnya, tetap saja hasilnya sama. Kepala Gaara terasa begitu sakit. Begitu banyak masalah yang sedang dia pikirkan.
"Ck… Sial…" Gaara akhirnya menyerah dan membanting handphonenya ke sebelahnya.
Gaara pun bangkit dari sofa dan kembali duduk di tempat kerjanya. Di meja kerjanya sudah siap berkas-berkas yang belum dia lihat. Tanpa pikir panjang Gaara pun membaca dan menanda tangani berkas-berkas pentingnya itu.
.
.
.
- Kembali Ke tempat Naruko –
.
.
Naruko pun duduk di taman kota dan berusaha untuk tenangkan pikirannya. Dia melihat anak-anak kecil yang sedang bermain dan orang-orang yang berlalu lalang melewatinya. Perasaannya sekarang begitu sedih saat menyaksikan Gaara yang di peluk dan di cium oleh wanita lain. Dan wanita itu adalah Cinta Pertamanya. Yang bikin Naruko bingung, kenapa dia begitu panas dan sedih melihat itu. Apakah dia cemburu ? Padahal cinta dan perasaannya hanya untuk Itachi San.
"Hei… Kau Naruko kan…?"
Merasa namanya terpanggil, Naruko pun menoleh kea rah dimana suara itu berasal. Sedikit kaget dan Naruko merasa dia pernah bertemu dengan pria asing ini.
"Si-siapa kau…?" Tanya Naruko sambil menghapus air matanya dan melirik pria asing itu. Jujur saja, pria asing yang di hadapannya itu begitu tampan, tidak kalah tampannya dengan Gaara.
Pria asing itu pun duduk di samping Naruko tanpa persetujuan Naruko sendiri. Naruko secara reflex, menggeserkan posisi duduknya dan menjauh dari pria asing itu.
"Kenapa ?" Tanya pria itu.
"Aa-apanya kenapa…" Jawab Naruko sambil berusaha menghapus air matanya.
"Kenapa kau menangis..?" Tanya pria itu lagi sambil menghidupkan rokoknya.
"Bukan urusanmu !" Jawab Naruko acuh tak acuh.
Mereka berdua pun duduk terdiam membisu sambil menatap awan-awan biru . Merasa jenuh dengan keheningan itu. Akhirnya salah satu dari mereka pun angkat bicara.
"Kita sudah pernah bertemu kan ?" Tanya pria itu melepas keheningan diantara mereka berdua.
"Ehh… Dimana…?" Tanya Naruko
"Hn.. Kau melupakannya ternyata." Pria itu pun membuang rokoknya yang hampir habis.
"Perkenalkan. Nama ku Uchiha Sasuke. Kau pasti kenal dengan Uchiha Itachi kan ?" ucap Pria asing itu yang bernama Sasuke tanpa menoleh kea rah Naruko.
"Kenal.. Kau pasti adik kandung Itachi Senpai kan ?" Tanya naruko yang langsung menghadap ke arah Sasuke.
"Hn"
"Hah ?"
"Hn"
"Maksudnya ?"
"Iya"
"Oh begitu… Kenapa ngga bilang iya. Bikin orang bingung saja."
"Hn"
"Grrrrr"
Naruko mulai muak berbincang dengan Sasuke. Pria itu begitu hemat berbicara dan hanya mengatakan 'Hn' saja. Mereka berdua pun terdiam lagi. Beberapa menit kemudian. Pria itu tiba-tiba memulai pembicaraan lagi.
"Bisa temani aku sebentar ?" tanya Sasuke
"Kemana ?"
"Jalan-jalan"
"Hmmm…. Baiklah, jangan terlalu lama."
"Hn"
Mereka berdua pun bangkit dari tempat duduk dan pergi menuju mobil sport hitam milik Uchiha Sasuke. Sasuke pun membukakan pintu mobil untuk Naruko dan Naruko pun langsung masuk dan duduk dengan manisnya. Disusul oleh Sasuke yang langsung membukakan pintu mobil tempat supir dan langsung duduk. Sasuke pun menyalakan mesin mobilnya dan langsung pergi meninggalkan Taman Kota itu.
Entah kenapa Naruko merasa aman dekat dengan Sasuke. Padahal dia baru saja berkenalan dengannya. Naruko mulai memikirkan yang tidak-tidak sambil menundukkan kepalanya. Tanpa sadar tubuh Naruko bergetar dan keringat dingin
"Bagaimana kalau dia menculikku, membuangku, membunuhku, atau memperkosaku. Bodoh.. Naruko Bodoh… Kenapa aku bisa terima ajakannya…"
Melihat Naruko yang bertingkah itu pun, Sasuke hanya bisa menahan tawanya.
"Pffftt…"
"Aa-aapaa !" Jawab Naruko dengan kasar sambil menoleh dengan cepat ke arah Sasuke.
"Tingkah ketakutanmu seperti itu membuatmu terlihat bodoh, Dobe.."
Mendengar Sasuke menghinanya, Naruko pun mengembungkan kedua pipinya dan langsung menghadap ke Sasuke.
"Teme Jelek. Bweek !" Naruko pun mulai membalas hinaan Sasuke dan mengeluar lidahnya. Sasuke yang melihat ekspresi Naruko yang sekarang, Sasuke pun mencubit pipi kiri Naruko dengan gemasnya.
"Aww… Aaawwww… ! Sakiiitt !" Naruko meringis.
"Hn" Sasuke pun melepaskan cubitannya dan mulai konsentrasi mengendarai mobilnya.
Naruko merasa bahwa Sasuke tidak seperti yang dia pikirkan. Sepertinya Sasuke tidak akan menjahatinya. Naruko pun tersenyum kembali dari kesedihannya. Sepanjang perjalanan pun mereka hanya terdiam.
Saat beberapa menit kemudian, mereka pun akhirnya sampai di sebuah Taman bermain. Naruko pun bingung, untuk apa dia diajak ketaman bermain ini. Naruko pun menoleh kearah Sasuke yang sudah turun duluan dari mobilnya. Naruko sedikit kaget ketika Sasuke membukakan pintu mobilnya untuk Naruko. Naruko hanya bisa bingung dan membatu.
"Cepat keluar, atau aku akan menguncimu dari luar." Ucap Sasuke. Mendengar ancaman Sasuke, Naruko pun segera bangkit
"Kau boleh main sepuasmu, aku yang akan traktir." Sasuke pun mengelur kepala Naruko secara perlahan.
"Be-Benarkah ?" Tanya Naruko langsung menghadap Sasuke dengan ekspresi kagetnya.
"Hn"
"Hah ? Maksudnya ?"
"Iya"
Naruko langsung memeluk Sasuke secara tiba-tiba. Sasuke sontak kaget dan tak berapa lama, Sasuke pun membalas pelukannya. Merasa cukup lama, Naruko pun melepaskan pelukan itu. Jujur saja, Sasuke merasa sedikit kecewa saat Naruko mengakhiri pelukannya.
"Arigato… Sasuke kun. Kau memang pria yang baik ! Aku mau naik kuda-kudaan. Kau mau ikut ?" tawar Naruko. Sasuke pun hanya menggelengkan kepalanya.
Naruko pun akhirnya menaiki satu persatu permainan yang ada ditaman bermain itu. Dimulai dari kuda-kudaan, halilintar, dll. Sasuke hanya menemaninya dan duduk di seberang sambil melihat Naruko bermain begitu bahagia dan ceria.
Sasuke baru menyadari bahwa senyum dan tawa Naruko begitu indah dan cantik dimatanya. Seakan-akan dia tidak ingin menghapus tawanya itu. Sasuke pun tersenyum tipis lembut sambil melihat Naruko bermain. Para wanita-wanita yang melewatinya pun hanya bisa terpukau dan meronakan kedua pipinya saat melihat Sasuke tersenyum seperti itu.
.
.
.
- Kantor Gaara –
.
.
.
Setelah sejam lebih Gaara membaca dan menandatangani berkas-berkas untuknya itu pun akhirnya selesai juga. Gaara pun bersandar di kursi kerjanya yang sedang didudukinya dan memutar kepalanya yang merasa pegal. Tiba-tiba handphone Gaara pun bergetar. Dengan sigapnya Gaara langsung menjawab panggilan itu tanpa melihat siapa yang menelponnya.
"Naruko ?"
"Aku Sasuke, Baka"
Gaara pun kembali bersandar di kursi empuknya. Dia mengira Naruko yang menghubunginya. Ternyata sahabatnya sendiri yang menelponnya.
"Ada apa" Tanya Gaara dengan malasnya.
"Aku bersama calon istrimu sekarang."
Mendengar bahwa Sasuke bersama Naruko, Gaara pun langsung menegakkan tubuhnya dari kursi.
"Apa yang kau lakukan dengannya.?"
"Tenang. Aku hanya menemaninya bermain di Taman bermain. Aku tidak sengaja bertemu dengannya di Taman kota sambil menangis. Aku tidak tega melihatnya. Ya sudah, aku ajak dia bermain." Jelas Sasuke panjang lebar.
"Baiklah, aku akan kesitu beberapa menit lagi. Tunggu aku"
"Hn"
Gaara pun mengakhiri teleponnya. Dan segera memasang jas hitamnya dan merapikan dasinya yang sedikit longgar. Dengan segera, Gaara langsung melesat meninggalkan kantornya dan langsung masuk ke mobilnya. Tak perlu berapa lama, Gaara sudah menyalakan mesin mobilnya dan menjalankannya.
Kembali ke taman bermain, Naruko memainkan semua permainan disana dengan senangnya. Sasuke pun setia menemaninya. Tapi ajakan Naruko untuk bermain bersama-sama malah di tolak oleh Sasuke. Merasa sudah lelah, mereka pun akhirnya beristirahat sambil meminum air dingin yang dibelikan Sasuke. Mereka pun duduk di kursi taman.
"Haah… Sasuke san.. Aku sangat bahagia sekali hari ini. Aku merasa sedihku tadi, tiba-tiba hilang begitu saja. Arigato Sasuke San." Ucap Naruko sambil menghadap Sasuke dan meminum air dinginnya.
"Hn"
"Sasuke san, kau memang teman terbaikku" Naruko langsung memposisikan tubuhnya menyamping dan memeluk Sasuke dengan eratnya. Sasuke pun mulai meronakan kedua pipinya.
"Cih… Le-lepaskan, Dobe !"
"Baiklah.. Hehe.." Naruko pun langsung melepaskan pelukannya. Sasuke pun langsung memalingkan wajahnya berusaha menutupi rona merah pipinya.
Mereka pun duduk terdiam dan meminum air dingin mereka masing-masing sampai habis.. Naruko tidak henti-hentinya tersenyum dan sambil melirik kea rah Sasuke. Sedangkan Sasuke hanya bisa acuh tak acuh kepadanya, padahal jantungnya berdebar-debar.
"Sasuke…"
"Hn"
"Kau mau jadi Sahabatku ?"
Sasuke sedikit terkejut dengan tawaran Naruko. Sasuke yang mendengar ucapan Naruko itu pun hanya bisa tersenyum tipis kepada Naruko.
"Jika aku mau, apa hadiahku ?"
"Hmm… Aku akan berusaha untuk selalu ada disaat kau sedih dan bahagia. Tapi kau juga harus seperti itu denganku, ya…" ucap Naruko.
"Hn… Aku tidak janji…"
"Temee…. "
"Iya… Aku usahakan."
"Arigato, Teme.. Hehehehe…."
Naruko tersenyum dengan lebarnya di hadapan Sasuke, sedangkan yang sedang melihat senyum tulus dari Naruko itu hanya bisa tersipu malu dan berusaha untuk menutupi wajahnya yang sudah merah semerah tomat.
"Hn" Jawab Sasuke sambil mengelus rambut Naruko dengan kasarnya. Akibatnya, rambut Naruko jadi kusut dan berantakan. Tidak mau tinggal diam, Naruko juga membalasnya, dia mengacak-acak rambut pantat ayam milik Sasuke. Sekarang rambut Naruko dan Sasuke sama berantakan. Naruko hanya bisa tertawa terbahak melihat rambut Sasuke yang berantakan. Sedangkan Sasuke yang melihat senyuman Naruko itu pun hanya bisa tersenyum tipis dan mengelus kepala Naruko dengan lembut.
"Oh iya… Sejak kapan kau mulai kenal dengan Gaara kun…?" Tanya Naruko sambil merapikan rambutnya.
"Sejak kecil" jawab singkat Sasuke yang masih merapikan rambutnya.
"Wah lama sekali. Tidak aku sangka kalian sudah bersahabat sangat lama ternyata. Apakah Gaara kecil sama nakalnya, cuek dan pendiam dengan yang sekarang ?"
"Tidak. Dia begitu ceria, ramah dan sering tersenyum. Sama sepertimu."jawab Sasuke sambil meminum air dinginnya yang hampir habis.
"Kenapa sekarang dia berubah.?" Tanya Naruko penasaran
"Dia jadi berubah saat kami menginjak bangku SMA, kelas 1 dan diputusi oleh kekasihnya."
Naruko sontak kaget mendengarnya. Tiba-tiba Naruko pun teringat dengan kejadian tadi saat dimana Naruko melihat dihadapanya Gaara dipeluk oleh seorang wanita model berparas cantik itu dan mencium pipi Gaara dengan mesranya. Naruko yang teringat kejadian itu pun mulai menundukkan wajahnya.
"Pa-pasti kekasihanya dulu bernama Shion" ucap Naruko yang masih menundukkan kepalanya.
"Iya. Kau tahu darimana ?" Tanya Sasuke sedikit terkejut bahwa Naruko tahu nama mantan Gaara itu.
"Tentu saja. Tadi aku melihatnya di kantor dan mereka berpelukan dengan mesranya." Ucap Naruko mulai sedih memikirkannya.
"Oh begitu, jadi itu yang membuatmu sedih ?" Tanya Sasuke lagi.
"Ii-iya…" jawab Naruko secara perlahan.
Kedua pun mulai terdiam dimana Naruko masih menundukkan wajahnya dan Sasuke yang menikmati Rokoknya sambil bersantai. Merasa risih, akhirnya Sasuke pun angkat bicara dan kembali mengelus kepala Naruko dengan pelan-pelan.
"Tenang saja. Dia akan selalu mencintaimu. Gaara bukan tipe lelaki yang suka berselingkuh. Jika dia sudah memilikimu, maka Gaara tak akan membiarkanmu lepas begitu saja. Dia lelaki yang setia."
Mendengar ucapan Sasuke itu pun, akhirnya Naruko mulai menghapus air mata di kedua matanya dan mengangkat kepalanya dan menghadap Sasuke.
"Be-benarkah ?"
"Hn"
Mendengar perkataan Sasuke taddi, Naruko akhirnya merasa tidak bersedih lagi. Dan akhirnya senyumannya itu terukir jelas di wajahnya lagi.
"Aku akan berusaha untuk percaya dan mempertahankan hubunganku dengan Gaara. " jawab Naruko sambil tersenyum.
Sasuke dapat merasa puas dapat membuat Naruko tersenyum lagi. Tanpa Sasuke sadari, dia mengecup jidat Naruko dengan lembutnya dan hanya sekilas. Naruko hanya bisa kaget dan menatap Sasuke dengan herannya.
"Itu hadiah karena kau tersenyum lagi." Bilang Sasuke. Padahal jantung Sasuke begitu berdebar. Naruko hanya bisa tersenyum dengan manisnya sambil meraba jidatnya.
.
.
.
- Beberapa menit kemudian –
.
.
.
Tanpa mereka sadari, Naruko dan Sasuke berbincang-bincang dan tanpa mereka ketahui, Gaara sudah tiba di taman dapat melihat Gaara dari kejauhan, lalu melambaikan tangannya kea rah Gaara dan Gaara pun melihat lambaian tangan dari Naruko.
"Maaf aku telat, di jalan macet." Ucap Gaara.
"Hmm… tidak apa-apa…" jawab Naruko sambil tersenyum di depan Gaara.
Gaara yang melihatnya pun mulai meronakan wajahnya dan bersyukur Naruko tidak menangis lagi. Sasuke pun bangkit dari kursinya di susul Naruko dan langsung menghampiri Gaara.
"Kau lapar..? Kita makan yuk. Tapi kamu ya yang traktir " Tawar Naruko sambil mengelus wajah Gaara.
"Baiklah, Tuan Putri." Ucap Gaara sambil tersenyum tipis dan mengusap wajah Naruko.
Naruko langsung menggandeng lengan Gaara sambil malu-malu. Dia pun tidak lupa ada Sasuke di belakangnya. Naruko pun memutar sedikit kepalanya menghadap ke belakangnya dan Gaara.
"Sas, kau mau ikut ?" Tawar Naruko.
"Tidak, aku harus membantu ayahku di perusahaan." Tolak Sasuke dengan wajah datarnya.
"Sas, terimakasih kau sudah menemaninya." Ujar Gaara kepada Sasuke. Dan Sasuke hanya bisa tersenyum membalasnya.
"Bye, Teme…"
Naruko dan Gaara pun meninggalkan Sasuke yang masih terdiam melihat canda tawa mereka berdua. Naruko tampak tertawa lalu berbincang sambil menggandeng lengan Gaara erat, sedang Gaara hanya mendengar dan tersenyum lembut dengan Naruko. Cemburu ? Tidak boleh. Sasuke tidak boleh cemburu. Cemburu dengan Gaara yang sahabatnya sendiri. Sasuke melakukan semua ini demi sahabatnya sendiri. Dia harus membuang perasaannya terhadap Naruko. Dia tidak ingin berkhianat dengan sahabatnya sendiri.
.
.
.
- Di dalam mobil Gaara –
.
.
.
Mobil Gaara sudah melesat jauh dari taman bermain itu. Gaara pun menyetir dan melirik Naruko yang masih saja tersenyum tampak bahagia. Gaara merasa khawatir sekarang. Seharian ini dia bersama dengan Sasuke. Mungkin Gaara sedikit takut, penasaran dan sedikit cemburu.
"Apa yang kau lakukan bersama Sasuke seharian ini..?" Tanya Gaara
"Aku hanya bermain di taman bersamanya. Karena dia, aku sudah tidak sedih lagi." Jawab Naruko sambil tersenyum.
"Kau tidak macam-macam kan ?"
"Hah? Maksudnya ?"
"Tidak apa-apa." Gaara kembali fokus menyetir.
Naruko tampak bingung dengan pertanyaan Gaara tadi. Naruko pun berpikir apakah Gaara cemburu dengan Sasuke ? Tanpa sadar, tangan kanan Naruko menyentuh pipi kiri Gaara dan membelainya lembut.
"Tenang saja, kami hanya bermain saja, tidak lebih" ucap Naruko sambil membelai lembut pipi Gaara.
Gaara sedikit kaget dengan tindakan Naruko sekarang. Tangan kiri Gaara pun memegang tangan kanan Naruko yang masih menyentuh pipi Gaara dan sesekali mencium tangan Naruko dengan lembut.
"Jangan mengkhianatiku, Hime" ucap Gaara tanpa menoleh ke arah Naruko.
"Baiklah hehe…" Naruko langsung memeluk tubuh samping Gaara yang masih menyetir. Sontak Gaara pun kaget dan meronakan wajahnya lagi. Dan tak berapa lama pun Gaara membalas pelukan itu dan mengusap-usap kepala Naruko sesekali mencium kepalanya.
.
.
.
- Kediaman Uchiha –
.
.
.
Sasuke akhirnya tiba dirumahnya. Ternyata di dalamnya Itachi sudah menunggu dengan setianya dan duduk di ruang tamu. Akhirnya Itachi pun bangkit dan menghampiri Sasuke di depan pintu.
"Sasuke ! Darimana saja kau ? Kata pelayanku, kau menemani Naruko. Kenapa kau tidak langsung menghubungiku ?" Tanya Itachi sambil menarik lengan Sasuke.
"Apa urusanmu ?" Tanya Sasuke dengan sinisnya.
"Apa kau suka dengan Naruko juga ?" Tanya Itachi balik.
Sasuke melepaskan genggaman tangan Itachi dari lengannya dan meninggalkan Itachi dengan sejuta pertanyaan. Tiba-tiba Sasuke berhenti dan masih membelakangi kakaknya itu.
"Aku tidak menyukainya" jawab Sasuke. Tiba-tiba tubuh Sasuke kembali menghadap ke tempat kakaknya.
"Jangan pernah mengganggu hubungan mereka, atau kau akan berurusan denganku" jawab Sasuke dengan tatapan tajamnya ke arah Itachi dan hanya di balas senyuman palsu dari kakaknya.
"Hm… Aku tidak janji…"
.
.
.
- TBC –
.
.
Lohaaa… Sorry aku telat updatenya masalahnya lagi sibuk buat skripsi nih T_T tugas kuliah juga pada numpuk lagi huhuhu… Dari dulu aku pengen update sih tapi kelupaan terus… Gomen-gomen… Karna saya sebentar lagi mau libur akhir semester, jadi aku usahakan update kaya dulu lagi deh hwehehehee… Oya aku kasih bocoran sedikit, akhir fanfict ini bukan HAPPY ENDING loh… Malah sebaliknya hehehe.. Yasudah lah, selanjutnya Balas Reviews dulu hehehe…
- Kurama No Kyuubi141 : Kayanya kyuuitachi ga bakal aku lemonin hehehe…
- Eun Chae : Makaciiih yaa :3 jgn lupa di review chap 7 nya yaa :3
- Black Market : karena dia memang cocok warna rambutnya orange hehehe :3
- MamamiaoZumi : bukan Cuma di Sandra, gaaranya bakaal di b…. uuppsss hampir keceplosan hehehe :3 tunggu aja chap selanjutnya ya hehehe :3
- Kaname : amiin… semoga narugaara langgeng… :3
- .com : oke aku usahakan… jangan lupa di review lagi ya :3
- Hanazawa kay : terus nasib narunya yaa gitu deh hehehe… pokoknya tungguin aja kelanjutan ceritanya ya hehehehe… jgn lupa di review lagi :3
- Yamazaki Koharu : hehehehe makaciih bgt :3
- Widi awesowme : wah… tokoh favorit kita sama juga ternyata… aku juga suka Gaara hehehe :3 makasih bgt ya… ini aku update chap 7 dan jgn lupa di review ya :3
- Kawaihana : Okee… bakal aku lanjutin secepat-cepatnya :3 jgn lupa di review chapter 7 nya :3
- Aozora Straw : hwahahahahaa…. Bunuh, bunuh, bunuh… :3 Ookee… aku usahakan update sekilat kilatnya :3
- (Zhegaa) : hehehe gomen ya… aku lagi sibuk sama tugas yang numpuk bgt T_T narunya ga bakal aku buat seperti hinata kok hehehe… :3 tenang aja
- Yohana : ini sudah update.. silahkan di read dan jgn lupa di review ya :3
- Aiska hime-chan : wah… bener juga ya… hehehe… makaciiih masukannya. Berguna bangettt :3 maklum lah author baru jadi perlu di bombing hehehe :3 Hmm… endingnya entar ga Happy Ending kok… Malah sebaliknya hehehe… pokoknya kasihan bgt lah T_T makaciih yaa masukannya sekali lagi hehehe… Ini chap 7 sudah aku update, silahkan di baca dan di koreksi, takutnya aku ngulangin kesalahanku lagi huhuhuhu -_-
- Naya sakuranaya : Masih kok, tenang aja.. aku ga bakal ninggalin fanfictku gitu aja.. :3 bakal aku tuntasin semua Fanfictku hehehe :3
- Naya : ini sudah aku update, silahkan di baca hehehe :3
- MimiTao : iya sih aku jg suka jengkel kalau author lain suka updateny lama, kita harus baca dari awal lagi.. huhuhu… padahal aku juga begitu hweee… mulai sekarang aku bakal update kilat deh… silahkan di review lagi ya hehehe :3
.
.
Hwaaaaaahh… selesai juga… Terimakasih ya sudah baca, reviews dan fav fanfict aku ini… Aku bakal usahakan untuk update sekilat-kilatnya deh… Hehehe…
Arigato Minna :3 ~
