Chapter 7

" The trouble just begin"

* at NASA*

" Huaam ngantuk"

Semalam aku bisa tidur pulas karena Mckazie dan Clarista dan juga document Maria bawa. Hari ini aku males sekali ke sekolah tapi kalau ga aku bisa gawat. Aku berjalan terus sampai menunduk kepala kebawa tapi tiba-tiba...

" Hei! Elena!"

" Edge! Jangan keras-keras!" Teriakku karena aku kaget.

" Maaf deh kamu kok lagi bete?" Kata Edge

Seandainya aku bisa kasih tahu Edge alasanya, seandainya aku kasih tahu Edge lebih dulu atau seandainya keluargaku ga harus mengalamai kesusahan pasti aku bisa kasih tahu dia. Tapi aku ga bisa karena kesempetanya tinggi sekali dan bahaya. Jadi aku harus bohong sama pacarku. Maaf kan aku Edge T_T.

" Iya lagi capek aja" kataku

" Tapi ga apa-apa kok, nanti juga pulih kembali" kataku sambil tegakan badanku

" Oh baguslah" kata Edge sambil senyum

Lalu aku dan Edge berdua jalan bersama menuju ke kelas. Di jalan aku ketemu teman-temanku dan teman Edge. Mereka semua pada khawatir denganku karena dari kemarin aku ga kelihatan dan di telephone ga bs. Mereka semua pada tanya aku berapa pertanyaan seperti " kamu dimana?" Atau" kamu sakit?" Atau "jangan-jangan kamu lagi hindarin kita". Mampus aku kalau mereka sampai tahu. Lalu tiba-tiba kita berhenti jalan.

" Hei Elena kamu serius ga apa-apa?" Tanya Aria

" Iya aduh, aku harus bilang berapa kali"kataku

" Abis aku telp kamu berapa kali ga angkat" kata Amanda

" Dan aku lihat kemarin kamu sama Mckazie dan teman-temanya" kata Mika

" Apa serius loh?" Kata Edge dan Jo

" Mika kamu ga salah ngomong kan?" Tanya Brett

" Iya benar aku lihat kamu kok sama dia" kata Mika

" Kok bisa Elena?" Kata Aria

" Jangan-jangan..." Kata Amanda sambil menatapku dengan muka serem

"Umm apa?" Kataku pura-pura ga tahu

" Kamu lagi teman sama Mckazie dan meninggalkan kita" kata Amanda

*gubrakk* lebih cocok di bilang aku ini pembantunya bukan teman.

" Hahaha ga mungkin, aku ga akan kaya gitu, aku tetap teman kalian kok" kataku

" Oh syukurlah" kata Flora

Iya aku tetap teman mereka biarpun aku ini pembantu Mckazie dan gara-gara itu aku jadi ga ada banyak waktu untuk jalan-jalan sama temanku.

" Hey jangan disana aja, orang mau maju!"

Kita semua termaksud aku dengar suara itu. Kita lihat ke belekang untuk cari tahu siapa.

" Lambat banget kalian! Mengahalingin orang tau"

Ternyata itu adalah kelompok Maria. Yang pertama bilang itu Jake kedua Evan.

" Kami juga mau masuk kelas tau! Sana minggir!" Kata Keith

" Eh kalau mau masuk cari jalan lain! Jalan kan ga ada satu!" Kata Edge dengan kesal

" Hey kita udah pilih jalan ini! Kalian aja yang berhenti dan jadi lama tau!" Kata Jake

" Emang apa susahnya sich kalian ambil jalan lain?" Kata Brett

" Hey Brett kamu emangnya siapa? Bos kami!" Kata Jake

" Iya! Dan kalau kami ga mau kenapa?" Kata Ryan

Lalu Brett dan Edge mulai bertengkar sama Jake dan Ryan.

" Wah apakah ini sering terjadi?" Bisik Elena ke Jo

" Jarang kalau ketemu pasti ada masalah" kata Jo

" Mereka musuh kalian?" Bisik Aria

" Yah musuh dan sekaligus saingan" kata Hammer

" Iya mereka orangnya ga baik, licik,curang, dan sombong!" Kata Miller

" Kamu bicara tentang kita kecil?" Marah Jake

" Apa kamu bilang aku kecil?" Teriak Miller

" Iya! Kamu memang kecil!" Ledek Jake

" Kurang ajar!" Kata Miller dengan marah

" Miller hentikan!" Kata Brett

Ckckckckc aku baru tahu ada kejadian kaya gini di NASA. Aku harus gimana ya? Maria cepat datang. Lalu situasinya jadi diam tapi untuk sementara baru mulai lagi.

" Kalian yang minggir!" Kata Edge

" Kalian!" Kata Ryan

" Kalian!"

"Kalian!"

"KALIAN!"

" HEY STOP!" Teriak seorang

Kita semua termasuk team Maria kaget sekali. Aku dan lainya agak heran karena kita pernah dengar suara ini. Tapi jake dan lainya udah mulai pucat dan merinding. Sepertinya mereka tahu siapa. Lalu Jake dan lainya termasuk aku dan teman-temanku melihat ke arah suara itu.

" Ma...Ma...Maria" kata Jake dengan gugup

" Hai ketua..." Kata Ryan

"Kalian ini! Selalu aja bikin masalah!" Kata Maria

"Maaf..." Kata Keith

" Lihat orang-orang lihatin kalian!" Bentak Maria

Lalu kita semua lihat sekililing kita. Maria benar orang-orang pada lihatin kita. Muka kami semua merah dan merasa malu.

" Apa yang aku harus lakukan untuk menghajar kalian?" Kata Maria dengan kesal ke timnya

" Ini bukan salah kami!" Berontak Jake

" Iya mereka yang duluan!" Kata Ryan

" Aku ga peduli siapa duluan! Kalian sudah buat keributan! Dan salah kalian kenapa ga ambil jalan lain" bentak Maria

" Tuh kami bilang apa kan..." Kata Edge

" Berisik kau!" Kata Jake

" Mau kami hajar?" Tanya Ryan

" Ayo kalau berani!" Kata Edge

" Jake! RyanB stop!" Bentak Maria

" Edge tenang!" Kata Brett

" Hehehe rasain mereka dimarahin sama Maria" kata Miller dengan nada rendah

" Kalian kenapa senang banget kalau mereka di marahin?" Tanya Flora

" Abis mereka nyebilin bgt sich!" Kata Miller

" Tapi mereka kasihan kan..." Kata Elena

" Ah nanti kalian juga tahu kok" kata Hammer

" Hountoni( really) Taku( geez) kalian selalu bikin masalah, hobby kalian apa?" Kata Maria

" Ga kok" kata Evan

" Ya udah ayo pergi" kata Maria

" Baik" kata tim maria

Lalu Maria dan teamnya pergi dan masuk gedung NASA. Aku kagum sekali dengan sifat Maria yang tegas, tenang dan pintar. Dia bisa menghentikan pertengkaran kaya gini dan membuat orang diam dan ngerti. Dengan melihat mereka dan bersikap tegas. Lalu aku dan teman-temanku masuk kelas dan pelajaran mulai...

" Camera 1 ke kiri"

" Camera 3 agak maju ke depan"

"Bagus And action"

* after shooting*

" Kerja yang bagus ini schedule kalian untuk photo shoot" kata produser

" Baik makasih" kataku

Aku lihat schedulenya.

1 March- shooting di hawaii

13 March- ke Tibet

2 April- Jerusalem

13 - selesai photo shoot

Aduh banyak banget rencananya. Tapi aku senang kalau Mckazie ga ada dan bisa bebas dan ini photo shoot untuk aku dan Heiji aja jadi... No Clarista and Mckazie! Ah senang banget!

" Hei Stella!" Kata Heiji yang menuju ke sini

Oh no bisa gawat kalau Heiji dekat-dekat aku. Aku mau lari tapi sudah ketangkap Heiji.

" Hei" kata dia

" Hei"

" Kok kemarin kamu kaya hindar aku?" Tanya Heiji

" Maaf aku ada urusan dan maaf aku harus pergi" kataku sambil buru-buru

Mataku sedang melihat sekeliling untuk mencari Clarista. Bisa gawat kalau ketahuan.

" Hey Stella kamu sedang lihat apa?" Tanya Heiji

" Umm aku sedang cari manajerku abis ada yang aku mau bicarakan" bohongku

Lalu akhirnya aku ketemu Clarista dia sedang di bawa pohon sambil menatapku dengan dingin dan tanda jangan dekatin Heiji. Oh snap! Aku harus cepat pergi

" Eh kalau gitu aku pergi dulu ya" kataku dengan buru buru

" Eh tunggu" kata Heiji sambil menarik tanganku

" Ada apa?" Kataku

" Aku mau bicara sama kamu" kata Heiji

" Eh? Ga bisa nanti?" Tanyaku

" Udah sebentar aja" kata dia

Aku mau lari tapi terlambat dia udah tarik aku. Lalu kami sampai di tempat sepi dan ga ada orang sama sekali. Yah kecuali kalau Clarista ikutin kita. Aduuh mati deh aku.

" Ya sudah cepat ada apa?" Kataku

" Baiklah... Stella aku cinta kamu, mau kau jadi pacarku?" Kata Heiji

What? OMG! * shock* ga salah dengar apa? Aduuh plz jangan sampai Clarista dengar ini. Aku mohon!

" Maaf tapi... Aku udah sama orang lain" kataku

"Apa? Siapa?" Teriak Heiji

" Ada aja deh" kataku

" Kasih tahu aku dong" mohon Heiji

" Ga! Dia seorang yang bukan disini" kataku

" Why?" Tanya Heiji

" Secret makes a women,women" kataku ( hahaha sorry ini dari detective conan)

" Apa?" Kata Heiji

" Heheh ada aja" kataku

" Ah ga seru" kata Heiji

" Dah aku pergi ya telat!" Kataku yang udah lari

"Eh tunguu.." Kata Heiji

Telat! Hehehe aku udah lari jauh. Aku berlari kencang dan segera ke mobil untuk pulang. Di setengah jalan telphone ku bunyi. Aku ambil dan terima sms dari Clarista...

Nanti malam ketemu aku dan Mckazie di suata tempat ini alamatnya... Ada yang aku mau bicarakan, awas kalau ga datang!

Gawat udah! Aku harus cepat-cepat pulang dan beritahu Maria. Lalu sampai pulang aku langsung ganti baju tentu saja mandi dan telp Maria...

" Bagaimana ini Maria? Aku bisa dibunuh, hidupku bisa berakhir aku bisa ga ketemu kalian lagi dan Edge bisa di tangkap dan semuanya jadi salah ku" kataku denga cemas setelaj selesai jelaskan ke Maria

" Udah bilang tenang dulu, kau pergi aja" kata Maria

" Apa? Serius?" Kataku

" Emangnya gua bohong" kata Maria

"Tapi kalau aku diancam gimana?" Kata Elena

" Do u trust me?" Kata Maria

" Yes..."

" Then trust me I will protect u as my promise" kata Maria

" Ok then..." Kataku

" Baik aku pergi dulu yah ada conference sana ketemu mereka" kata Maria

" Ok" kataku dengan kecewa

Lalu aku pergi sesuai perintah Clarsita dan Maria. Aku masuk ke dalam dan aku lihat Mckazie dan Clarista sudah menunggu ku. Lalu aku pergi sesuai petunjuk yang Clarista kasih.

* other scene*

" Hey itu kan Elena?" Kata Aria

" Eh iya benar kok ada disini?" Kata Amanda

" Ayo kita ikutin" kata Aria

" Eh jangan! Ga sopan" kata Amanda

" Aku merasakn dia sedang sembunyikan sesuatu" kata Aria

" Tapi..." Kata Amanda

" Dia itu teman kita" kata Aria

" Baiklah" kata Amanda

Lalu Amanda dan Aria mengikutin Elena dengan diam-diam

*bacn to me*

Aku tiba di tempat yang aku harus datang. Tempat itu sudah tua dan banyak bangunan yang ga kepakai dan barang pecah dimana-mana. Aku masuk kedalam dan aku berjalan sampai akhirnya aku ketemu mereka.

" Hai princess" kata Clarista

" Hai Elena dear" kata Mckazie

Ugh! Mereka memang sama! Sifatnya juga!

" Kamu tahu kan kenapa kamu disini?" Tanya Clarista

" Tunggu aku bisa jelasin..." Kataku

" Ga! Kamu sudah melanggar janji!" Kata Clarista

" Tapi aku kan udah tolak Heiji dan aku bukan aku yang mulai bicara" kataku

" Tetap aja!" Kata Clarista

" Elena Star kamu tahu akibatnya" kata Mckazie

" Boys tangkap dia" kata Clarista

Lalu tiba-tiba 2 orang laki-laki muncul di belakangku dan menahan aku.

" Kamu mau apain?" Tanyaku

Aku melihat Clarista mengambil botol yang berisi air biru dan dia menuju kesini dengan bawa botol itu.

"Diamlah dan minum ini" kata Clarista

" Apa ini?" Tanyaku dengan panik

" Obat yang akan bikin suaramu bagus" bohong Mckazie

" Tidak! Kalian bohong!" Kataku sambil mau melepaskan diri

" Hei apa yang kalian lakukan!"

" Gawat! Aku harus sembunyi" kata Mckazie sambil lari kebelakang

" Hei! Tunggu!" Kata Clarsita tapi terlambat

" Aria... Amanda..." Kataku

" Kenapa ada merka?" Kata Clarista

" Tidak mungkin! Itu Clarista seorang actress terkenal! Tapi apa hubungan dengan Elena?" Kata Aria

"Kamu bilang Mereka ya!" Marah Clarista

" Tidak... Aku benar-benar ga kasih tahu mereka..." Kataku

" Iya karena aku ikutin dia!" Kata Aria

"Edge... Kok bs?" Kataku

" Aku lihat kamu pergi dan aku punya firasat buruk jadi aku ikutin kamu" kata Amanda

" Sial!" Kata Clarista dengan marah

" Kau akan kami tangkap!" Kata Aria

" Lepasin Elena!" Perintah Amanda

" Huh lawan polisi ini dulu" kata Clarista

" Baiklah" kata Amanda

Lalu Aria dan Amanda mulai bertengkar sama polisi ini. Aku ga sanggup melihatnuya dan satu cara yang aku bisa lakukan hanya memohon Clarista untul hentikan ini tapi Clarista tidak mau peduli. Lalu tiba-tiba pisau muncul dimukaku dan Clarista senyum licik.

" Aku akan mengunakan kesempatan ini untuk membunuhmu" kata Clarsita

" Jangan... Tidak!" Kataku

" Elena!" Teriak Aria

" Boys pakai senjatamu" perintah Clarista

Lalu para polisi itu mengluarkan pistol Dari saku mereka. Aku kaget sekali begitu pula Aria dan Amanda. Aku ga tau harus gimana lagi! Maria kamu dimana?

" Tembak!" Perinath Clarsita

"Jangan!" Teriakku

Aria dan Amanda berhasil menghindar tembakan pertama dan kedua tapi yang ketiga kena kaki Aria dan sakiiiit sekali rasanya.

" Edge!" Kata Amanda

Dooor!

" Agh!" Teriak Amanda

Tembakan itu kena bahu Amanda dan Amanda jatuh ke tanah.

" Hahahah habisin dia" kata Clarista

" Dan setelah itu aku akan habisin kamu"

Lama makin lama polisi itu mendekat dan saat udah dekat sama Aria atau Amanda mereka mengarahkan pistolnya ke Aria dan Amanda . Siap siap untuk nembak.

Dooor! Suara pistol bunyi tapi siapa yang mati?

Aku begitu kaget melihat para polisi milik Clarista jatuh dan darah berlumuran kemana-mana. Clarista kaget dan melihat kearah suara pistol itu.

"Siapa kau?" Kata Clarista dengan kaget

Aku melihat kearah suara pistol itu dan Aria and Amanda juga. Begitu aku melihat aku kaget sekali

" Maria?" Kataku dengan lega

" Kamu siapa!" Kata Clarista

" Namaku Maria aku seorang detective" kata Maria

" Detective?" Kata Clarista dengan terkejut

" Clarista kamu akan saya bawa ke kantor polisi dan masukin kepenjara karena sudah mengancam murid NASA dan berniat membunuh mereka" kata Maria

" Hahaha mana buktinya" kata Clarista

" Ini" kata Maria sambil memegang rekaman video suara

" Ugh!" Lalu Clarista ambil hpnya dan memanggil seorang

" Mckazie! Keluarkan rencana 2 kita" kata Clarista

Tak ada jawaban satu pun.

" Mckazie! Mckazie!" Teriak Clarista

" Teriakpun percuma" kata Maria

" Apa?"

"Lihatlah kesana" kata Maria

Terlihat seorang murid NASA di bawa sama polisi. Ternyata itu Mckazie! Dan dia itu pingsan

" Menyerahlah" kata Maria

" Ugh! Baik" kata Clarista

Lalu Clarista ditangkap dan Mckazie bawa ke kantor polisi juga. Mobil ambulance datang dan membawa Aria dan Amanda ke hospital. Aku naik mobil polisi dengan Maria sambil mengikuti mobil ambulance

* at hospital*

"Tolong aku ini ketemu dokter Flora"kata Maria

" Namamu Maria kan?" Tanya orang reseptionist

" Iya"

" Baiklah saya akan panggil dan pasien ini saya akan bawa ke ruang segera" kata resepsionis

Lalu Aria dan Amanda dibawa pergi dan mereka pun menghilang.

" Kamu tahu akan terjadi kaya gini?" Kataku dengan kaget

" Tentu" kata Maria

" Bagaimana?" Tanyaku

" Yeah aku ada firasaat kalau kamu pasti akan dihajar sama Clarista dan Clarista pasti akan minta bantuan sama polisi lain dan aku udah search datanya" kata Maria

" Wow kok bisa?" Kataku

" Watashiwa tantei san( aku seorang detective)" kata Maria

" Oh..." Kataku

Lalu kita tunggu diluar sambil menunggu Flora operasi Aria dan Amanda. Kasihan... Ini semua salahku... Aku yang bersalah... Ini bisa terjadi ke Heiji juga... Aku harus gimana?

" Hey kamu ga apa-apa?" Tanya Maria

" Iya ga apa-apa" kataku dengan sedih

" Jangan khawatir ada aku kok" kata Maria

" Makasih" kataku

Lalu Flora keluar dan aku menuju ke Flora.

" Gimana kadaan mereka?" Tanyaku

" Mereka baik-baik aja tapi untuk sementara mereka ga boleh keluar atau jalan dulu" kata Flora

" Ah I see..." Kataku

" Mau jelasin apa yang terjadi?" Kata Flora dengan cemas

" Maria..." Kataku

" Baiklah..." Kata Maria

" Tapi rahasiakan ini kepada yang lain dan juga bilang ini ke Aria dan Amanda" kataku

" Baiklah" kata Flora

Lalu aku ceritakan sebenarnya. Flora merasa kaget dan dari tadi experesinya ga berubah dan saat aku bilang Maria tahu ini. Flora melihat Maria yang sedang duduk tenang.

" Elena ini bahaya!" Kata Flora

" Flora aku mohon! Jangan bilang ke lain apa lagi Edge!" Kataku

" Tapi..." Kata Flora

"Jangan khawatir aku ada Maria kok" kataku

" Ya ada aku" kata Maria

" Percayalah" kataku dan memohon Flora

" Hah baiklah" kata Flora

" Kalau gitu aku pergi dulu ya" kataku

" Iya bye" kata Flora

Lalu aku tinggalkan Flora bersama Maria dan keluar dari hospital ini.

" Tadi kamu kok datangnya lana banget?" Tanyaku

" Kapan?" Tanya Maria

" Tadi saat kamu nolong aku" kataku

" Maaf ada meeting" kata Maria

" Huh dasar kenapa harus akhir sich datangnya? Tanya aku dengan kesal

" Heroes always come last" kata Maria

" Ah iya deh" kataku

" Ayo aku antarkan pulang" kata Maria

" Apa ga apa-apa?" Tanyaku

" Iya" kata Maria

Lalu aku sama Maria naik mobil polisi dan di antarkan pulang. Sampai pulang aku berterima kasih sama Maria.

Lalu aku tidur dan memikirkan sesuatu. Aku sedang pikir untuk kasih tahu Edge atau tidak dan aku akan pergi shooting atau tidak bersama Heiji?

Sekarang hidupku mulai susah. Sejak Edge tembak aku dan Heiji. Sejak aku dan Edge jadian. Padahal aku pikir bisa hidup tenang. Ternyata tidak, dunia celebritis benar-benar kejam. Ibu... Tolong aku bu...

Author's note: selesai! Agak panjang dan aku akan cepetin sampai ke plotnya dan ending. R and R!