Title : MY LONG LOST HYUNG.

Author : Shee a.k.a Kang Sang Seok *saudarnya Kim Min Seok a.k.a Xiumin# ngarep deh!*.*

CHAPTER 7

Main Cast : EXO (ALL) MEMBER

Star Guess: Lee Soo Man as Pimpinan tertinggi.

All SHINee Family.

Desclaimer : Milik siapa ya? Milik gue pinginnya, tapi nggak mungkin. So they Belong to themselves. Boleh nggak Baeki ma Hunnie punyaku?#digosongin ma Yeol. Dipindahin ke Mars sama Luhan-ge#

SUMMARY : Gimana jadinya kalau kekuatan yang dimiliki oleh orang-orang dari planet EXO digunakan di bumi, apakah untuk hal-hal yang baik?. Suho dan Sehun ditugaskan mencari seluruh saudaranya yang terpisah di bumi.

WARNING : Ceritanya bener-bener ngayal dan seadanya. Gaje yang telah bertebaran dimana-mana, nggak tahu Familyship(?) atau malah RomanceFamily. Tentuin ndiri ya? (#mau enaknya). YAOI (BoysxBoys). Karena mereka masih baru sama kayak saya, jadi saya bikin pairingnya setahu saya aja yah. Yang nggak setuju atau nggak suka tetep pegang prinsip .. .. ..

DON'T LIKE DON'T READ.

\0/

Happy Reading. . .

"Permisi. . ." tiba-tiba ada orang yang datang menemui mereka berdua.

"Ya ada apa?. . ." jawab Lay dan dia langsung terkejut ketika melihat orang yang memanggilnya ternyata itu adalah sosok namja cantik teman Sehun a.k.a Luhan.

"Anda ini bukannya ahjumanya Sehunnie ya?" Tanya Luhan memastikan. Kris hanya mengamati namja manis yang sedang berbincang-bincang dengan Lay itu.

"Ah. . aku juga ingat kau inikan temannya Sehunnie kan?" Tanya Lay.

"Ne, kamsahamnida . . dulu anda sudah memperbaiki sepeda ini dan sekarang sudah bisa saya gunakan dan juga aku tidak perlu kena marah . . ." ujar Luhan manis.

"Gwechanna, itukan salahnya Sehun. Oh ya sedang apa kau disini?" ujar Lay.

"Aku hanya sedang lewat saja, aku ada pekerjaan membantu jiejie-ku. Oh ya kemana Sehun. . hanya tumben saja biasanya dia selalu datang ke tempatku tapi hari ini tidak, apa dia ada keperluan lain. . " gumam Luhan.

"Ah kau pasti tidak percaya, tapi dia sekarang sedang sedikit demam. ."

"Jjinja? Pasti dia kebanyakan main denganku. .. mianhamnida. . " ujar Luhan sambil membungkuk, mungkin karena Luhan merasa dia merasa bersalah karena dialah yang seringkali bersama Sehun sampai sore, mungkin saja Sehun kecapekan.

"Bukan, itu memang dia sendiri yang teledor. . sampai harus sakit begitu. . " ujar Lay menenangkan.

"Kalau begitu saya permisi dulu, masih banyak yang harus saya lakukan. . dan ini tolong berikan pada Sehun. . bilang dariku. ." ujar Luhan manis sambil memberikan bungkusan plastic kecil dan Lay dengan senang hati menerimanya. Setelah itu Luhan pergi meninggalkan Kris dan Lay.

"kelihatannya anak manis itu adalah tipe seorang Sehun. ." gumam Kris dan itu membuat Lay langsung menoleh mengiyakan. "Kau benar lagi, dia itu orang yang disukai Sehun. ." ujar Lay.

"Aku punya ide, supaya kau tetap bisa ikut tanpa menghawatirkan Sehun sedikitpun. .. " gumam Kris sambil menyeringai ala Vampire *kata temen2 Shee di kelas, dia itu kayak vampire*.

Lay hanya menatapnya dengan pandangan bingung dan kepingin tahu, tapi setelah itu dia ingat bahwa dia harus membeli makanan untuk Sehun jadi dia pamit pergi ke supermarket.

.v.

.v.

.v.

"Aku kan sudah minta maaf, lagipula aku meninggalkanmu kan tidak ada se-jam. . " bujuk Lay pada Sehun dia sedang ngambek.

" . ."

"Sehunnie-ah. . ingatlah keadaanmu. . harusnya kau berusaha cepat sembuh. . " tutur Lay.

"Kau kemana saja?" Tanya Sehun pada akhirnya.

"Oke, tadi aku ketemu temanku dan kita hanya ngobrol sebentar. . apa ada yang salah. . ?" Tanya Lay.

"Masalahnya adalah pada orang yang kau temui, pasti namja tinggi itu kan? Apa kau benar-benar mencintainya ahjuma? Tidak bisakah itu adalah orang lain. . ?" Tanya Sehun membuat Lay tidak mengerti apapun yang dia tanyakan dan dia menganggap itu hanya gumaman orang sakit yang nggak karuan.

"Memangnya kenapa dengan Kris? Dia salah apa padamu sampai kau membencinya?". Kini Lay sudah duduk disamping ranjang mendekati Sehun.

"Aku tidak membencinya, hanya tidak suka saja padanya. . " ujarnya tapi tidak berani menatap ahjumanya.

"Oke aku tidak memaksamu untuk tidak membencinya atau apa?, tapi pasti kau punya alasan untuk tidak menyukainya kan?" Tanya Lay lagi.

"Tidak suka, ya tidak suka, , ,"

.V.

.v.

.v.

"D,O-ah. . . ambilkan peralatan eomma yang tertinggal di belakang, bawa ke dapur. . ."

"Ne, eomma!"

Xiumin hanya menatap santai D.O yang berlalu-lalang dihadapannya sambil membawa barang-barang yang diperintah Suho.

Tapi lama-kelamaan ekspresi Xiumin berubah menjadi bingung dan seperti orang pabbo.

"Kau ini kenapa sih, hyung. Daritadi kau terus menatap D,O dengan pandangan aneh, , apa dia ada salah padamu?" Tanya Chen yang sudah nggak tahan lihat wajah pabbo Xiumin.

"Sini duduklah disini, ada yang ingin kutanyakan padamu. . ini sangat penting sekali. ." ujar Xiumin sambil menepuk sofa kosong disebelahnya.

"apa hyung?"

"Apakah ada hubungannya Penyakit telinga dengan orang yang kebanyakan makan. … ?" Tanya Xiumin aneh Chen hanya bisa berpikir lama, inikah yang dimaksud penting itu?—pikir Chen dalam hati.

"Sepertinya sih nggak ada hubungan hyung. . memangnya ada apa?" Chen makin bingug saja.

"Sepertinya hari ini pendengaranku mulai aneh. . " gumam Xiumin.

"Nggak ada hubungannya kok hyung, hyung jangan mulai ngarang deh. . ." ujar Chen.

"Nggak ada ya? Berarti—

"Apakah ini barangnya eomma?" teriak D.O lagi dan Xiumin makin melebarkan telinganya*?*

"Tuh apa kau dengar itu?" ujar Xiumin pada Chen dan Chen hanya bisa mengangguk soalnya dia dipaksa untuk berkata iya jadi ya dia ngangguk-ngangguk ajah.

"D.O-ah .. . kau, kau sudah ingat pada kami semua?" teriak Xiumin kencang dan langsung berlari ke dapur menyusul D.O dan meninggalkan Chen yang cengo namun pada akhirnya dia juga ikut berlari menyusul Xiumin.

Namun saat sampai di dapur Suho sudah menghadangnya, dan menatap Xiumin tajam.

"Stop sampai disana!. . jangan tanyakan apapun lagi. . " cegah Suho.

"Eh? Waeyo?" Xiumin pun terheran dan tidak jadi ngoceh panjang x lebar x tinggi= lega.*?*

"Dia masih belum tahu apa-apa, jadi jangan tanyakan apapun yang membuat dia semakin bingung. . arraseo!" seru Suho.

"Ne. gwechanna eomma. Aku ingin Xiumin-hyung bercerita banyak tentang keluarga kita . . mungkin aku bisa ingat sesuatu. . " ujar D.O sambil memasang senyuman khasnya yang meyakinkan Suho, senyuman itu mirip sekali dengan Suho namun berbeda tingkatannya.

"Okelah . . kalau Xiumin terserah. . tapi pelan-pelan saja ne. . ?" wanti Suho.

Mereka bertiga, termasuk Chen sedang duduk-duduk santai di sofa dan Suho sedang mempersiapkan makan siang sendiri.

"Jadi kita mulai dari mana ini?" Tanya D.O senang.

"Oke, kau kini sudah tahu kan kalau kau sekarang punya dongsaeng terakhir namanya Sehun. ."

"Oh ya. . aku pernah dengar soal Sehun tapi aku tidak pernah tanyakan pada eomma? Memangya dia dongsaengku seperti apa dia, kayaknya eomma sangat menyayanginya?" Tanya D.O

Dan mulailah cerita-cerita yang radak sedikit ngarang karena dia Tanya pada orang yang salah. Dan Chen hanya bisa diam saja dan terkadang menegur hyungnya itu.

.v.

.v.

.v.

Jam 05:00 keesokan paginya.

Sehun masih tertidur lelap lengkap dengan selimut, jaket dan kompres yang ada di dahinya. Karena Sehun sakit jadi Lay tidak berani untuk tidur di sampingnya, jadi dia hanya tidur di pinggiran kasur sambil menunggu sehun yang terkadang bisa mengigau di tengah malam.

Tapi Lay di jam yang cukup pagi ini dia sedang berada di dapur menyiapkan sarapan Sehun tapi dengan pakaian yang cukup rapi dan bukan untuk pakaian dapur. Soalnya hari ini dan besok dia akan mengikuti program ekstranya.

"Setidaknya aku masih membuatkan sarapan untuknya, ," gumamnya sendiri sambil membawa beberapa makanan yang sudah jadi di meja di samping Sehun.

Setelah itu dia menatap Sehun seperti menyesal dan ingin minta maaf tapi tertahan. Akhirnya dia mendekati Sehun membenarkan Selimutnya dan mengecup kening Sehun sekilas dan lalu dia pergi mengambil ranselnya dan akhirnya dia meninggalkan Sehun dirumah sendirian.

"Mianhae.. "

Lay tidak tahu kenapa seperti ada rasa bersalah dalam hatinya, bukan hanya karena meninggalkan Sehun saja tapi karena dia akan bersama Kris, orang yang dibenci Sehun.

Sesampainya di sekolahnya, semua orang sudah berkumpul di dalam bis. Dan Lay langsung masuk saja tanpa ragu tapi setelah ada di dalam bis dia sangat bingung soalnya banyak anak yang berlalu-lalang dan berdesakan jadi dia tidak tahu musti duduk dimana.

Lay mencoba menerobos kerumunan itu tapi tiba-tiba tangannya ditarik oleh seseorang dan dia langsung terduduk di salah satu kursi yang berisi 2 orang dan orang yang menariknya tidak lain dan tidak bukan adalah Kris.

"Kau sudah menyerahkan semuanya padanya kan? Jadi kau tidak perlu khawatir lagi. . " ujar Kris, yah memang karena idenya lah yang berhasil membujuk Lay agar bisa meninggalkan Sehun dalam keadaan seperti itu.

"Ne, tapi tetap saja aku masih kepikiran. Soalnya orang itu belum mengatahui asli sifat Sehun yang sesungguhnya yang benar-benar kekanak-kanakan dan yang jelas Sehun itu anak eomma. . " gumam Lay.

"Sudah, kau pelajari ini saja, ini jadwal kita setelah sampai di tempat penginapan kau yang harus mempersiapkannya. ." potong Kris jengah dan segera memberikan kertas Schedule mereka.

Setelah lama mereka dalam perjalanan satu-persatu orang yang ada dalam bis itu mulai tertidur karena memakan perjalanan yang cukup lama. Tidak terkecuali dengan Lay yang memang dari semalam dia tidak bisa tertidur dengan tenang. Dalam keadaan yang tidak sadarkan diri kepalanya pun mengikuti pergerakan bisnya sampai dia terdiam beberapa saat dan memiringkannya ke kanan.

Mungkin hanya kris yang tidak tidur lebih tepatnya tidak mau tertidur dan melewatkan pemandangan indah di sebelah kanannya. Dia hanya menatap sambil tersenyum aneh soalnya di klub basket ini tidak ada orang dalam kelompoknya jadi dia bebas-bebas saja.

Wajah Lay Nampak benar-benar kalem kalau seperti ini. Membikin orang yang melihatnya pun merasa terbawa akan wajah cantik nan kalem itu.

Tiba-tiba bis yang mereka kendarai melewati tikungan tajam, Lay mengikuti pergerakan itu dan hampir saja dia teratuh kebawah kalau tidak Kris yang reflek menarik pinggangnya dan mendekatkan Lay padanya, bahaya kalau tidur di pinggiran, akhirnya dia meletakkan kepala Lay dipundaknya setidaknya itu lebih aman daripada dia harus berbantalkan kursi.

Sesampainya di penginapan. Semua orang sudah turun dari bus tapi tidak dengan Kris soalnya dia tidak berani membangunkan Lay yang sepertinya sangat-sangat kelelahan lama dia menunggu dan akhirnya mereka berdua sama –sama saling menopang satu sama lain Lay tidur di pundak Kris dan Kris tidur diatas kepala Lay.

.v.

.v.

.v.

"Annyeong semuanya!" teriak Chanyeol dari pintu, membuat semua orang yang ada didalam ruangan menoleh padanya, dan yang paling Shock adalah Baekhyun dia ada di barisan pojok dan mengetahui kedatangan Chanyeol pasti untuk mengganggunya.

"Pinjam Baekhyun sebentar ya?" teriaknya dan langsung membawa Baekhyun keluar dari ruangan latihan dan menariknya dari teman Baekhyun yang sedang berbincang-bincang dengannya, karena mereka dalam masa latihan.

"Apa sih Channie! Aku kan sedang latihan. ." ronta Baekhyun dari tarikan Chanyeol yang memang lebih tinggi darinya dan pastinya dia akan kalah.

Tanpa banyak bicara Chanyeol langsung menarik Baekhyun keluar gedung trainee mereka. Dan Baekhyun hanya bisa pasrah saja kalau sudah begini.

Sampailah mereka di suatu tempat yang Baekhyun tidak mengerti sama sekali dimana ini, ini seperti taman bermain untuk anak-anak. Baekhyun hanya cengo menatap sekitar, memangnya dia ada tampang anak-anak sampai dia harus dibawa ke tempat seperti ini? *nggak nyadar!

"Hari ini karena aku tidak ada kerjaan, jadi aku mau membawamu jalan-jalan . ." ujar Chanyeol menyadarkan ke-cengo-an Baekhyun.

"Tidak ada kerjaan? Jjinja? Nggak bohong?" paksa Baekhyun.

"Emh . . oke semuanya sudah aku lakukan kemarin dan sisanya baru kukerjakan besok. . pokoknya hari ini aku nggak mau dipusingkan dengan pekerjaan. . aku hanya ingin bersenang-senang. ." jelasnya.

"Iya bersenang-senang, . tapi kenapa musti di tempat untuk anak-anak kayak gini sih?" Tanya Baekhyun.

"Sudah ah ayo!. . " Chanyeol langsung menarik tangan Baekhyun supaya mengikutinya.

Walaupun dia bilang seperti itu pada akhirnya dia juga itukat bersenang-senang mengikuti kemana yang Chanyeol inginkan. Sampai rasa lelah dan hauslah yang menghentikan mereka, akhirnya mereka duduk-duduk di kursi yang tersedia di sepanjang jalan.

"Kau mau?" Tanya Chanyeol pada Baekhyun yang dari tadi menatap beberapa orang yang berjalan di depan mereka sambil membawa ice cream. "Tunggu disini ya?" ujar Yeol dan dia segera pergi.

"Ne, rasa Strawberry.. ." teriak Baekhyun dan itu bisa didengar Yeol.

Setelah lama menunggu akhirnya Chanyeol kembali dengan membawa 2 buah ice cream untuk mereka jelasnya.

"Lho kok rasa pisang sih? Kau tidak dengar apa aku bilangnya kan strawberry . .!" Tanya Bekhyun.

"Aku dengar kok!" jawab Yeol tenang.

"Lalu. . .Apa mereka sama sampai kau tidak bisa membedakannya hah?" omel Baekhyun pada Yeol yang dengan seenaknya memilih, Baekhyun kan sukanya strawberry.

"Nggak ada, sudah ini terima saja .. rasanya sama saja kok!" bujuk Yeol.

"Mana ada pisang dan Strawberry rasanya sama? Nggak mau. ." kekeh Baekhyun.

Mereka terus bertengkar soal rasa yang berbeda dan Baekhyun tetep kekeh mempertahankan keinginannya sampai tidak sengaja ice cream itu terlempar dan mengenai baju anak kecil yang memakai baju SMP.

"Aw! Siapa yang melakukan ini. . "

Baekhyun yang melihat langsung mendatangi anak itu mengusap bajunya dengan sapu tangan yang selalu dia bawa sambil meminta maaf.

"Mianhaeyo. . !" ujar Baekhyun.

"Sudah berbuat salah, nggak sopan lagi! Harusnya kau bilang Mianhamnida. . aku ini lebih tua darimu. . " ujar anak SMP itu pada Baekhyun.

Chanyeol hanya terkikik mendengar pernyataan anak itu yang mengira Baekhyun lebih muda darinya mungkin karena tinggi mereka sama dan wajah Baekhyun yang lebih imut dari ukuran anak SMP. Sementara Baekhyun melongo nggak percaya dia dikira bocah oleh seorang bocah.

"Aku yang lebih tua darimu harusnya kau yang memanggilku hyung.. aku ini sudah SMA kelas 3 . . tahu!" gumam Baekhyun membela diri.

"Sudahlah nggak perlu ada yang diperdebatkan . . .!" gumam Chanyeol sambil mendekati mereka.

"Nggak bisa gitu dong, masa Cuma minta maaf saja. Noona juga harus membantu membersihkan seragamku. .!" ujar bocah itu lagi pada Chanyeol. Kali ini gantian Baekhyun yang terkikik geli, dan Chanyeol mulai naik darah. *bayangin Chanyeol yang ada di promosi calvin klein*.

"YA! BOCAH, BILANG APA KAU. .?" teriak yeol. Akhirnya bocah itu sadar akan suara berat Chanyeol dan dia tahu kalau dia adalah namja, dengan segera dia berlari meninggalkan pasangan itu.

"Huaaaahh~! tampangnya sangat menipu. ." gumam anak SMP itu sambil berlari menjauh.

Sementara baekhyun masih tertawa malah lebih lepas sekarang. "Hahaha, kok bisa ya dia mengiramu yeoja. . apa dia tidak janggal akan suaramu yang nggak pas untuk mukamu itu. .." ujar Baekki sambil memegangi perutnya yang mulai sakit.

"Bukannya yang aneh itu kau. . memang kau dianggap anak tk apa? Sudah jangan ketawa terus, , lihat gara-gara cerewetmu itu kita tidak jadi makan ice creamnya. ." ujar Chanyeol. Akhirnya Yeol pergi lagi tapi kali ini untuk mendapat minuman semacam susu mungkin.

"Ini, mau nggak mau kau harus terima. .!" paksa Yeol.

"Tapi ini rasa pisa—" keluh Baekhyun.

"Terima atau kena sial kayak yang tadi. . " bujuk Yeol. Akhirnya Baekhyun menerimanya karena dia haus juga habis ketawa-ketawa.

"Iya deh. . " pasrah Baekhyun.

.v.

.v.

.v.

Di apartemen Lay, Sehun yang sudah bangun tapi hanya berbaring saja, kepalanya terlalu pusing untuk hanya sekedar berdiri. Dia tidak melihat ahjumanya tidak mendengar suaranya hanya ada sarapan yang sudah ada di samping tempat tidurnya, makanannya sudah agak dingin karena dibuat dari tadi pagi.

Tiba-tiba terdengar suara orang yang membuka pintu dan dia berjalan masuk dengan langkah kaki yang ringan, dia pikir ahjumanya yang baru pulang entah dari mana.

"Ahjuma? Kaukah itu?" gumamnya pelan.

Tapi matanya melihat kearah nampan yang berisi makanan lengkap dan minumannya namun dibawahnya terselip sepucuk kertas, dia mengambilnya dan membacanya.

"Ahjuma lagi pergi. . lalu yang tadi masuk siapa?" tanyanya setelah membaca surat Yang berisi bahwa Lay akan pergi selama 2 malam.

Langkah kaki itu mendekat ke kamar sepertinya dia membawakan sesuatu karena ada bunyi-bunyi berisik.

Orang itu sudah masuk ke kamar Sehun, dan betapa terkejutnya Sehun karena dia adalah. . .

"Gege. . sedang apa kau disini?" Tanyanya heran. 'Ini mimpi apa halusinasi ya' pikir Sehun dalam hati sambil mengecek badannya yang memang masih hangat.

"Annyeong. . Sehun-ah!" sapanya sambil tersenyum manis dan dia membawa nampan yang berisi teh hangat untuk Sehun.

"Tadi ahjuma-mu memintaku menjagamu, karena dia ada kepentingan di sekolahnya . . " jelasnya sambil duduk di pinggiran kasur Sehun dan memberikan teh hangat itu padanya.

Sehun langsung meminum teh yang di berikan Luhan. 'ini beneran Gege. .'

"Dia memintamu. . apa dia datang ke tempatmu?" Tanya Sehun disela-sela dia minum.

"Ya dia datang dengan pacarnya. Hebat ya ahjuma mu, pacarnya tadi ganteng banget lho. . . dan yang paling penting dia tinggi dan keren. ."

"Puahh! Uhuk! Uhuk. .!" Sehun langsung tersedak dan memuncratkan beberapa teh keluar mulutnya dan membasahi bajunya.

"Aduh . . kau ini kenapa sih?" kaget Luhan dan langsung mengelapi baju dan mulut Sehun yang terkena cipratan.

"Dia. .Dia bersama pacarnya? Pasti namja tinggi setinggi namsan tower itu-!" Tanya Sehun nggak percaya.

"Memangnya ada apa sih? Kok kayaknya kamu yang nggak setuju gitu? Bukannya yang menjalani itu ahjumamu ya? " gumam Luhan setelah dia mengerti permasalahannya. Sehun terdiam tidak berani bicara banyak dia juga ingin menyimpan ini sendiri.

"Ne, aku tahu—

—tapi kenapa kau menerima permintaannya?" Tanya Sehun mengalihkan pembicaraan.

"Permintaan untuk mengasuhmu? Aku tidak tahu? Aku tiba-tiba mengiyakannya, rasanya aku dari dulu selalu membantunya jadi saat dia memintaku aku tanpa ragu bilang iya. . " jelas Luhan.

"Oh ya aku sangat kagum dengan ahjumamu. . seandainya saja aku punya seorang eomma aku harap dia seperti ahjumamu. Selalu tersenyum manis pada anak-anaknya tidak pernah mengeluh dan berusaha keras. . " cerita Luhan, sementara Sehun hanya membatin ' mana ada ahjuma tidak mengeluh? Nih aku yang beberapa hari ini sama dia. . udah berapa kali kena omel. .'

"Pada anak-anaknya itu maksudnya aku?" Tanya Sehun.

"Yah memang kau sudah dia anggap seperti anaknya sendiri kan? Cara dia merawatmu, bahkan mau pergipun dia menghawatirkanmu. . aku sangat iri padamu. ." jelasnya.

"Memangnya eommanya Gege kemana?" Tanya Sehun hati-hati.

"Mau menjawab pun aku sendiri tidak tahu, apa dia masih hidup atau tidak. Aku tidak yakin akan kehidupanku disini . . aku selalu merasa sendirian biarpun aku punya Jijie yang baik . ." ujar Luhan mencoba untuk tidak menunjukkan muka sedihnya.

"Ahniya. .Gege nggak boleh ngomong gitu . . gege nggak sendirian kok, karena Gege sangat baik hati pasti banyak yang sayang sama Gege. . Aku juga sayang kok sama Gege. ." nggak tahu kenapa rasanya kali ini omongan Sehun mengena banget dihatinya, mungkin Sehun mengatakannya dengan hati yang polos *menurutnya*

"Ne aku juga sayang padamu. . "

.v.

.v.

.v.

"Kau sudah pulang Jonginnie?" Tanya seorang namja cantik yang sedang membersihkan rumah pada seprang namja yang baru masuk rumah yang diketahui bernama lengkap Kim Jongin a.k.a Kai.

"Ne eomma, mana Minnie-hyung?" tanyanya memang setiap pulang yang dicarinya adalah sosok Minnie-hyungnya.

"Kau ini, dia kan sudah menikah, jadi jangan kau ajak main terus dong. . nanti kapan dia belajar dewasanya. . " ujar namja cantik yang dipanggil eomma tadi.

Kai's POV.

Aku tidak tahu sejak kapan aku ada di keluarga ini, tapi mereka bilang aku bukan anak kandung mereka, meskipun begitu rasa sayang yang mereka miliki tidak pernah dibedakan. Mereka juga memiliki anak kandung yang namja sangat manis dan biasa kupanggil dengan Minnie-hyung, Nama lengkapnya Lee Taemin anak dari Lee Jinki dan Kim Keybum.

Disini kami tinggal ber-6, setelah mereka bertiga ditambah kakaknya eomma a.k.a ahjushi yang bernama Kim Jonghyun juga tinggal disini dan satu lagi orang baru yang sedikit tidak kusukai namanya Choi Minho dia orang yang telah mengambil Minnie-hyung dariku.

Mereka menikah beberapa bulan yang lalu, sejak saat itu aku jadi malas pulang ke rumah.

Mengingat aku sangat menyayangi Minnie-hyung karena dialah orang yang membawaku untuk mengenal arti sebuah keluarga, aku ingat saat itu aku menangis sambil memegang dua benda kecil yang sampai sekarang tetap kubawa, saat itu dia langsung memelukku dan aku langsung berhenti menangis.

Kai's POV end.

Flashback.

"Kenapa ini?" Tanya Suho pada D.O karena mereka merasakan ada hal yang tidak beres, begitu mereka keluar rumah tiba-tiba suasana jadi tidak karuan dan ada semacam lubang hitam yang semakin membesar.

"Krystallnya!. ." Suho langsung berlari kedalam rumah dan menyelamatkan Kristal Sehun, D.O hanya terdiam di depan pintu ahirnya dia ingat sesuatu ada satu Krystal lagi yang juga perlu diselamatkan.

D.O langsung berlari ke tempat mereka menyimpan Krystal sebenarnya dan melewati kekacauan.

Sesampainya disana, beruntung karena krystalnya masih utuh dengan cepat D.O mendekapnya tapi setelah keluar dari tempat itu ternyata D,O langsung terhisap bersama krystal yang dia bawa. Setengah kesadarannya dia melihat banya orang yang juga terhisap ke dalam lubang ini, dia melihat hyungnya. Baekhyun dan Chanyeol mereka saling melindungi satu sama lain, dan keluarga Lay-ahjuma, tapi setelah itu kesadarannya hilang dan dia tidak tahu apapun.

D.O jatuh disebuah gang sempit dan kristalnya terlempar beberapa meter darinya, dia pingsan tapi sesaat kemudian ada seseorang yang mendengar seperti benda jatuh dan melihat D.O sedang terbaring lemah dan dia langsung membawa D.O.

Tapi tidak lama setelah tempat itu ditinggalkan, benda berwarna biru tua itu akan segera pecah.

Muncullah sosok namja yang bingung melihat ke arah sekitar, tidak ada keluarga yang menyambutnya.

Yang dia temukan hanya dua buah benda kecil yang sama tapi dengan bentuk yang berbeda, dia menggenggamnya dan dia mulai menangis.

"hiks. .eomma? eodissoyo?" gumamnya lirih disela-sela isakannya.

"Gwechanna?" tiba-tiba ada seorang namja imut yang datang mendekat tidak tega melihat orang menangis dan langsung memeluknya untuk menenangkannya mungkin saja dia kedinginan dimalam yang penuh dengan angin dan mengingat dia tidak memakai jaket dan hanya mengenakan kaos tipis.

Namja itu berhenti menangis karena ada orang yang dengan senang hati menghiburnya, padahal dia tidak tahu sama sekali wajah orang yang sedang memeluknya saat ini.

"Taeminnie? Siapa itu? Aduh kenapa kau menangis?" Key langsung menyambutnya dia memang terkenal dengan sikap ramah dan 'keibuan'.

"Kok dia mirip denganmu sih, Tataem?" komen Jonghyun yang dari tadi melihat kearah Kai. "Hyung? Kau yakin Tataem dulu lahir tidak kembar? Mereka benar-benar mirip!" lanjut Jonghyun sambil bertanya pada Key.

Key tidak memperhatikan pertanyaan Jonghyun yang dinilai nggak penting itu, dan dia memeluk kai sambil memegang wajah Kai dengan kedua tangannya. "Apa yang terjadi? Kenapa kau menangis?" Tanya Key lembut.

Mendengar itu Kai langsung menatap dalam mata kucing milik Key, karena merasa ada perasaan nyaman akhirnya Kai mulai bersuara. "Aku tidak menemukan eommaku. . .dia meninggalkanku. ." ujarnya terbata-bata.

"Ne arraseo! Kalau kau mau tinggallah disini. . dan panggil saja aku eomma. . ."

Kai hanya mengangguk.

Flashback End.

"Makanlah dulu, appamu dan Taemin sedang berbelanja sesuatu di mall" ujar Key pada Kai. Tapi tiba-tiba Kai berlari mendatangi Key yang sedang membersihkan peralatan di meja ruang tamu dan langsung memeluknya dari belakang.

"Ada apa Kai ?" Tanya Key merasa ada yang aneh dengan Kai kalau dia sudah mulai peluk-peluk begini.

Kai hanya menggeleng pelan. "Oke kau mulai manja lagi, biasanya kau manjanya sama Taeminnie tapi sekarang. ."ujar Key.

"Ahniya! Aku juga suka manja sama eomma kok!"

Mendengar ada suara mobil yang memasuki pekarangan rumah mereka Key langsung melihat keluar jendela, ternyata itu adalah mobil suaminya yang baru pulang dari mengantar Taemin.

Mereka berdua turun dari mobil sambil membawa beberapa barang dalam dekapan, Taemin setelah membuka pintu dia langsung berlari ke kamarnya di lantai dua, dan melewati Key dan Kai diruang tamu Yang menatapnya dengan pandangan heran.

"Ada apa dengannya?" Tanya Key setelah Onew masuk ke dalam.

"Mungkin dia sedikit sakit, dari mulai masuk ke Mall dia terus memegang perutnya katanya mual. ." jelas Onew.

"Yeobo! Apa kau tidak terpikirkan. . Taemin tidak sakit mungkin. . mungkin saja dia, , dia ,, " Key terlalu senang sampai dia tergagap.

". .Hamil?" sambung Kai. Key langsung melihat kearah Kai dan tersenyum lebar.

"Benar! Kalau begitu ayo kembali ke Mall lagi dan kita beli peralatan Bayi sebagai surprise. . !" tarik Key pada Onew yang dengan terpaksa menghadapi 'istrinya' yang memang shopaholic itu.

Setelah kepergian mereka berdua Kai langsung menghela nafas berat wajah cerianya berganti dengan wajah yang masam, mengetahui kenyataan bahwa dia memang tidak akan bisa memiliki Taemin walaupun dia menunggu selama apapun.

Dan kenyataan saat ini makin memberatkannya.

Kini dia sudah rebahan di kasur yang ada dikamarnya di lantai dua tapi berbeda arah dengan kamar Taemin. Dia memejamkan matanya cukup lama.

'. .. Apa kau tidak takut tertangkap kau tidak memakai penutup muka bisa saja kan aku melaporkanmu . . .dan kau harus masuk penjara.'

Tiba-tiba saja dia teringat pada orang yang baru ditemuinya sekaligus orang yang dijadikan sandranya.

Yang paling tidak bisa dilupakan adalah pandangan kalem dan tatapan dengan menggunakan mata besarnya (O.O)".

"Hahh. . kenapa aku teringat orang itu ya? Walaupun dia bilang begitu tapi sebenarnya dia menyuruhku untuk memakai masker dan melindungiku. . " gumam Kai pada dirinya sendiri.

"Sebenarnya dia itu siapa sih? Kenapa benda ini bereaksi kalau ada dia, , sudah kucoba pada setiap orang yang kutemui tapi tidak ada yang berhasil. . apa memang dia pemilik benda ini. . kalau begitu apa hubungannya denganku?" tanyanya pada diri sendiri.

"Aku pulang!. . Ahjuma! Ini belanjaan yang kau minta sudah kubelikan. . " ujar Chen sambil menutup pintu dan segera masuk ke dapur tempat utama Suho sekarang ini semenjak yang dia rawat adalah seorang Xiumin yang ehm. . hobinya nyemil.

Heran kenapa Lay dulu sangat sabar menghadapi anak yang seperti ini, dan Chen jangan Tanya dia memang selalu mengalah pada hyungnya itu *kebalik? Biarlah!*.

"Memangnya ahjuma bikin apa sih? Kok kayaknya ribet?" Tanya Chen bermaksud menemani ahjumanya berbicara walaupun tidak berniat membantu.

"Ah . . bukan apa-apa, Gomawo sudah mau membantu, , sebagai hadiahnya ada sesuatu yang sudah kisisihkan untukmu ambillah di kulkas. .." ujar Suho.

"Untukku?" Tanya Chen. Dan Suho hanya mengiyakan saja. "Apa Minmin-hyung sudah dapat, bagaimana dengan D.O apa dia sudah dapat bagian. . ?" Tanya Chen dia selalu ingat dengan yang lainnya.

"D,O sebelum keluar sudah dimakan . . dan satu lagi kalau kau Tanya soal Xiumin pastinya dia sudah dapat lebih banyak dari bagian kalian, emh dari bagianmu maksudnya. . " jelas Suho.

Karena semuanya sudah kebagian Chen langsung saja menuju ke kulkas yang nggak jauh dari tempatnya berdiri.

Chen membuka kulkas itu dengan senang, dia melihat ke segala sekat yang ada di dalam kulkas dari atas kebawah. . seolah tidak yakin, dia lihat lagi dari bawah keatas.

"Ahjuma!. . memangnya yang mau kau berikan untukku itu apa?" Tanya Chen tidak menemukan yang dimaksud.

"Puding!" jawab Suho tanpa menoleh.

"Apa piring tempat pudingnya berwarna orange?" Tanya Chen memastikan.

"Iya orange dan ada di tengah langsung kelihatan kok!" jawab Suho lagi tapi kali ini dia mulai mendekat kearah Chen. "Omo! Kenapa Cuma tinggal piringnya saja?" Tanya Suho kaget.

"Ini pasti ulah Xiumin. . maaf ya Chen lagi-lagi kau harus mengalah, biar kumarahi nanti dia. ."

"Ahniyo!, aku nggak apa-apa kok! Kalau Minmin-hyung yang makan yasudahlah. ." ujar Chen sambil tersenyum.

Ini kayak peribahasa yang berisi makin berisi yang kurus makin kurus. *nggak tega bilang gendutnya habis dia imut#curhat*

Di kamar Xiumin dan Chen.

"Hyung . . kau sedang apa?" Chen akhirnya mendatangi Xiumin yang terbaring di atas kasur.

"Lagi nyelem di empang!"

"Ah. . hyung nggak lucu ah!"

"Ya udah tahu tidur, pake ditanya pula. .?"

"Tidur kok ngomong?"

"Lupa" jawabnya singkat sambil memejamkan matanya dan dia berbalik arah memunggungi Chen.

Chen mendekat dan ikutan berbaring di sebelah Xiumin walau dia harus berhadapan punggung Xiumin

"Hyung! Saranghamnida!" bisik Chen di telinga Xiumin. Mendengar itu Xiumin langsung berbalik dan sekarang mereka saling berhadapan. "Berhenti bilang seperti itu, itu terasa kau Cuma menghormatiku sebagai hyungmu saja. ." ujar Xiumin.

"Kau kan memang hyungku, aku juga menghormatimu sekaligus mencintaimu makanya aku seperti itu. ." jelas Chen dan langsung mendekap Xiumin *menganggapnya sebagai guling*.

"Hyung aku kangen eomma . .kapan ya kita bisa bertemu dengan eomma, yah aku tahu sih kalau Suho-ahjuma juga menjaga kita seperti anaknya sendiri tapi perasaan seorang anak terhadap eommanya kan tidak bisa tergantikan. ." ujar Chen sambil mencoba menautkan kedua tangannya di belakang punggung Xiumin.

"Ne, aku tahu! Bukan Cuma kau saja yang ingin ketemu eomma aku juga. . untung saja kita bisa bertemu dan juga dipertemukan dengan Suho-ahjuma dan D.O dan juga Sehunnie walaupun sekarang dia entah ada dimana?" Tenang Xiumin pada dongsaengnya.

"Eomma!" gumam Chen lirih sambil mulai memejamkan matanya.

"Dia sangat manis kalau begini. . ." gumam Luhan yang sedang melihat Sehun yang tertidur pulas "Aku serasa punya dongsaeng. . . "lanjutnya.

"Tapi capek juga, musti mengurusi kemanjaannya. .dari tadi pagi sampai sesiang ini aku baru berhenti kalau dia tidur. . " keluhnya lagi yang pasti Sehun nggak kedengaran.

"..-mma .. . .Shippo. ."

". .mma.. .eomma. ."

Luhan kaget mendengar Sehun berbisik lirih dan bergerak gelisah dalam tidurnya. Luhan tahu dia seperti bicara tapi dia tidak tahu artinya sama sekali.

Tapi dia mulai mengerti kalau dia memanggil eommanya.

'Dia kangen eommanya, . kasihan juga anak ini. . aku jadi ingin melindunginya. . tapi dia juga bodoh karena meninggalkan eomma yang sangat-sangat menyayanginya. . aku yakin walaupun dia bilang eommanya tidak menyayanginya tapi pada kenyatannya eommanya sangat menyayanginya dan dia juga punya perasaan yang sama. pasti satu-satunya yang bisa dia ingat sekarang ini adalah. . sosok eommanya. .'

Luhan mulai mengelap keringat dingin yang ada di dahi Sehun, tangan satunya dia gunakan untuk menggenggam tangan Sehun supaya dia bisa tenang dan itu memang ampuh.

Sehun kembali tenang dan tidur lagi tapi Luhan tetap tidak melepaskan tangannya dia genggam terus tangan yang menurutnya sangat hangat itu.

'Entah kenapa Insting ku mengatakan bahwa aku harus melindunginya. . , mungkinkah ini perasaan hyung terhadap dongsaengnya?' Tanya Luhan dalam hati.

"Aku akan melindungimu dan menjagamu. . nae dongsaeng!"

"Tadi kenapa kau tidak bangunkan aku hah?" Tanya sarkatis Lay saat mendapat dirinya terbangun dan dia sedang tidur berdua dalam bis dengan orang ini a.k.a Kris.

"Kau kelihatan capek karena tidak tidur semalaman. ." jawabnya santai. Dan itu memang benar jadi Lay hanya diam. Tapi dia mulai kepikiran hal lain.

"Terus kenapa kau juga ikutan tidur ? kenapa tidak turun?"

"Karena kau yang tidur duluan di pundakku, jadi karena menunggu lama aku juga ikut tidur. ."

Mereka berdua sekarang berada dalam satu kamar semenjak mereka telat datang ke pembagian kamar setengah jam yang lalu. Kamar ini cukup sempit bila dibandingkan dengan kamar milik Lay, ada dua tempat tidur single yang berdekatan karena memang tempatnya agak sempit.

Karena lelah berdebat dengan orang yang pandai bicara, Lay pun menyerah dan mulai menata barangnya diatas meja kecil, dan tasnya dia letakkan dibawah tempat tidur.

'Aduh. . gimana ini? Masa' aku musti sekamar dengannya sih? Oke selama ini aku selalu tidur dengan Sehun katakanlah kami tidur seranjang, tapi dia hanya menganggapku sebagai seorang ahjuma yang menggantikan posisi eommanya sementara jadi itu nggak ngaruh buat ku tapi kalau dia? Dia. . ' Lay sibuk dengan pikirannya.

Dilihatnya Kris mulai tidur diatas ranjangnya yang ada di kiri ranjang Lay. Karena merasa ditinggal sendiri Lay juga menyusul untuk tidur juga di tempatnya dia mulai membungkus dirinya sendiri dalam selimut tebal, walaupun ini siang setengah sore yang masih berhawa panas.

Sampai malam berlalu dan mereka masih tertidur lelap.

"…Tao. .Tao jangan tinggalkan aku!"

Lay terbangun karena mendengar sebelahnya sangat berisik dan memanggil nama seseorang. Bukannya dibangunkan Lay hanya membiarkannya dan hanya melihatnya.

"Tao? Siapa ya?" tanyanya pada diri sendiri karena di sekolahnya dia rasa tidak ada yang bernama Tao. "Apa dia punya orang yang spesial sampai terbawa dalam mimpi segala. . ."Lay terus memperhatikan gerak-gerik Kris.

Inside of Kris dream.

Terlihat sebuah pemandangan nan rindang dibawah bohon besar yang sedang berbunga diiringi angin sepoi-sepoi, ada beberapa orang yang sedang emh. . katakanlah berpikinik dibawah pohon itu sambil menggelar tikar besar.

". .ayo appa tangkap aku kalau bisa. ." ujar seorang yang berwajah imut tapi memiliki kantung mata hitam seperti panda yang dipanggil Tao.

"Tunggu. . kau jangan jauh-jauh. . berhenti disana. ." ternyata Kris sedang mengejarnya, dan yang lain berbicara dan tidak memperhatikan mereka berdua yang memang sudah biasa bersama.

HAP

"Akhirnya kau tertangkap juga. . sudah jangan lari-lari lagi" ujar Kris setelah menangkap Tao dan membawanya mendekat bersama semua keluarganya.

Chanyeol yang melihat keakraban mereka hanya bisa cemberut dan cemburu beuth.#alay.

"Baekkie. . kenapa kita tidak punya appa ya? Aku kan juga pengen bisa main-main sama appa , sementara eomma selalu sibuk mengurus kita bertiga. . kau juga berpikir begitu kan Baekkie?" Tanya Yeol pada Baekhyun yang ada di belakangnya tapi Baekki memunggungi Chanyeol.

"Heemmmh. .."

"Baekkie kok jawabanmu gitu sih?" sekarang Yeol mulai berbalik menghadap Baekhyun yang ternyata dia sedang asik makan spaghetti bikinan D.O dengan mulut yang penuh dan saus yang ada di bibir dan pipinya.

"Ya ! Baekkie kok kamu nyuekin aku sih?" ujar Yeol ngambek sambil menyenggol Baekhyun.

"Apaan sih Channi-uhukk air-air mana air!" ujarnya gelagapan dan D.O dengan baik hati langsung membantu Baekhyun minum dan menepuk-nepuk punggungnya.

"Eomma! Tao mau makan!" Tao langsung berlari ke arah eommanya a.k.a Lay yang sedang berbincang-bincang dengan Suho dan langsung ada di pangkuannya.

"Iya iya.. kau mau makan yang mana? Bikinan eomma? D.O hyung? Apa Suho-ahjuma?" Tanya Lay.

"Aku mau semuanya. ." jawabnya tanpa ragu. Sementara yang lain hanya sweatdrop dan berpikir 'buset nih anak kecil-kecil makannya banyak!' dalam hati.

Luhan dan Xiumin sedang asik main bola agak jauh dari tempat mereka piknik. Chen sedang asik tiduran di pangkuan Suho.

"Yeobo kau mau makan juga?" Tanya Lay sambil tersenyum manis pada Kris yang dari tadi hanya berdiri memandangi Tao. Akhirnya Kris ikut duduk di hadapan Lay.

Melihat itu Baekhyun dan Chanyeol langsung menghentikan pertengkaran nggak penting mereka dan memperhatikan sesi romantis menurut mereka itu. D.O hanya bisa bingung melihat 2 hyungnya itu cepat mereka bertengkar cepat juga mereka ngelupainnya.

"Ahh~ bikin envy. ." ujar Bekhyun.

"Ne, orang berumur mana yang nggak cemburu melihat ini dan nggak mau mencoba untuk segera menyusul. ."tambah Yeol sebenarnya sih dia nyindir seseorang. Dan kayaknya yang disindir ngerasa banget.

"Kenapa memangnya?" Suho langsung nyolot. "Kenapa kalau aku berumur? Kenapa juga kalau aku nggak cemburu. . ?" tanyanya makin sarkastik.

"yah pasti anehlah. . " tambah Yeol. Tapi dia melihat pandangan nggak enak dari Suho dan karena merasa akan ada bahaya jadi dia. .

"Baekkie ayo kabur..!" tarik Yeol pada Baekhyun padahal yang dikejar Cuma dia nggak tahu kenapa dia musti membawa Baekhyun juga dan dibelakngnya sudah ada Suho yang bangkit dan membanggunkan Chen dari tidur tenangnya.

"aduh. ." dengan tiba-tiba dia berdiri dan kepala Chen terjatuh ke lantai.

Tapi pandangan Kris tetap tertuju pada Lay.

"Yeobo?" panggil Kris.

"Ne. . kau itu kenapa sih?" Lay merasa ada yang aneh dengannya dari tadi Kris terus menatapnya.

BRUAKKK

Suara itu mengagetkan Kris dari mimpinya dan dia langsung terbangun seketika dan melihat Lay lah yang menutup pintu dengan kasar.

"Mianhae. . kau jadi terbangun. . habis aku kesal dengan junior kita yang memaksaku untuk mengajak mereka ke kamar ini mereka bilang mau menemuimu. ." jelas Lay dan dia langsung berjalan masuk.

Kris masih melihat Lay dengan pandangan anehnya dan mengingat-ingat mimpinya tadi.

'Huahh aku sampai bermimpi dia adalah istriku. . . apa ini gara-gara aku sekamar dengannya aku jadi kepikiran yang nggak-ngak. .'ujar Kris dalam hati.

"Sebentar lagi kita kumpul di lapangan kan?" Tanya Kris, dan Lay hanya mengangguk dan segera menyiapkan peralatannya.

Kris melihat ada benda lucu yang menyembul dari dalam tas Lay. "Kau ini kan pergi tidak lama kenapa bawa boneka segala. . kau sangat menyukainya ya?" Tanya Kris sambil mengambil boneka itu.

"Entah . . tapi aku suka membawanya. ."

"Ini kuda ya?" Tanya Kris.

"Ini namanya Unicorn lihat dia punya tanduk di dahinya. ."

"Kenapa kau membawanya . .?"

"sejak namanya Unicorn bila disingkat itu terdengar seperti kata Unik. . dan ini memang sangat unik. .dan aku juga menyukainya" jelas Lay.

Setelah mereka selesai bersiap-siap akhirnya mereka berjalan menuju lapangan yang ada di depan penginapan, mereka akan melakukan pemanasan di pagi hari.

Dilapangan Kris mulai bermain basket melawan para juniornya sementara Lay hanya duduk-duduk sambil mengabsen dan menyiapkan kegiatan selanjutnya.

Sampai tiba-tiba ada seorang namja yang duduk disampingnya rambutnya pirang cerah dengan bola mata yang sangat biru seperti langit. Wajahnya sangat asing dimata Lay dalam arti kata sebenarnya sepertinya memang dia adalah orang asing yang baru di universitas mereka dia juga salah satu anggota basket dilihat dari seragamnya.

"You are the manager?" Tanya anak itu. Lay langsung menoleh padanya.

"yes of course. ." lay tersenyum manis dan terlihatlah lesung pipit di pipi sebelah kanan membuatnya beribu kali lebih manis.

Namun setelah itu Lay tidak mengerti apapun yang dia katakan karena satu-satunya yang dia sukai adalah mengatakan 'yes of course'. Kemudian Kris mendekati mereka berdua dan akhirnya dia yang mengalihkan pembicaraan karena dia sepertinya sangat fasih bahasa inggrisnya Lay hanya bisa menatap mereka berdua dengan kagum utamanya sih Kris.

Setelah anak itu pergi kini Kris beralih menghadap Lay, "kau tidak mau mencoba bermain basket dari pada duduk disni. .?" Tanya Kris. Lay hanya menggeleng pelan.

"Aku permisi ke belakang saja. . mungkin aku bisa membantu di dapur. ." pamit Lay dan dia segera pergi meninggalkan tempat itu.

"kenapa aku kedapur sih? Memang sepagi ini aku biasanya memasakkan untuk si anak manja itu . . nggak tahu kalau ini akan jadi kebiasaan. . huahhh sekarang malah aku khawatir padanya. . nggak nggak dia pasti sekarang baik-baik saja. ." pasti Lay sambil bergumam nggak jelas di sepanjang jalan.

"Pagi Gege!, kenapa kau seperti tidak tidur semalaman begitu?" Tanya Sehun ketika melihat Luhan yang punya kantung mata itu. Dan dia hanya menatap Sehun yang sedang berbaring itu dengan malas.

"Aku tidak tahu harus tidur dimana, satu-satunya kamar yang memiliki tempat tidur hanya disini. ." ujarnya lemas.

"Kau bisa tidur disampingku. . disini masih lebar, itu biasa digunakan ahjuma. . tenang saja aku tidak akan ngapa-ngapain kok aku kan lagi sakit. ." jelas Sehun meyakinkan.

"Justru karena kau sedang sakit aku tidak berani tidur disampingmu. . " jawab Luhan.

"Takut tertular ya?" Tanya Sehun polos *?*.

"Bukan itu juga, sebenarnya aku takut aku yang mengapa-apakanmu. ." jawab Luhan.

"Hah? Mengapa-apakan gimana maksudmu. . ?" Sehun mulai sok polos *bukannya dari tadi?*

"Aku tidak terbiasa tidur dengan orang lain, tanpa sadar aku akan selalu menendang orang lain yang ada di dekatku ketika tidur. . "

"Hah? Jjinja kau melakukannya? Ternyata orang imut tidak selalu imut ketika tidur ya?" ujar sehun menggoda.

"Gimana kau sudah baikan?" Tanya Luhan.

"Emmm agak mendingan gomawo sudah mau merawatku. . "

"Kau tahu untuk orang sakit obat hanya berpengaruh sekitar 20 persen sisanya adalah perasaannya sendiri. . jadi kalau kau sedang senang itu akan mudah untuk menyembuhkanmu. ." jelas Luhan mengingat-ingat apa yang dulu dipelajarinya di sekolah.

'Tentu saja aku sedang senang sekali. . ' teriak Sehun tapi dalam hati.

.v.

.v.

.v.

TBC.. . . .

Selesai Semester langsung Publish ni ff, mian kalau gaje.

Mianhamnida mungkin ini terlalu lama. . .

Saya pas nggarap soal aja yang keinget cuman ff mulu, kalau kebagian soal yang nggak bisa dikerjain bukan mikir soal malah mikir ff, itu masih mending, , temen author *sebut kagak ya? * dia malah baca ff lewat hp pas waktu ngerjain soal bikin ngiri.#skedar curhat.

Nggak mau banyak bacot.*yang atas apa?*

Langsung aja

Review. . Review.. . Review. . .

Choujiro21 :

Annyeong juga!~

Ne ini Sudah update

Gomawo udah Review!

Ne,ne,ne arraseo. Tapi yang itu kan Luhan. Tapi nggak pa-pa idenya author pake kok gomawo!

Tao? Sama siapa ya? #pusing.

Ne jeongmal khamsa hamnida mau nungguin author. . nih author udah selesai semesternya. . dan bisa update. . !

BLUEFIRE0805 :

Gomawo udah Review!

Ne, soal itu mungkin karena saya masih baru #alasan. Sebenernya saat Shee nulis biasa aja rapi dan ada spasinya tapi nggak tahu kenapa ketika di publish begitu. Tapi yang ini udah benerkan ? makasih sarannya. . . kalau untuk titik koma saya masih perlu banyak belajar . . kekekeke

Kaido moment? Ne arraseo saya bikin sebisa saya . . moga suka.

Nggak kok, paling Cuma diculik doang. . #cuman?

Luhan lagi sama saya.. #ekekekek yang ini ngarang. Dia muncul di chap ini, banyak nggak bagiannya?

Intinya sih Chanyeol telat sekolah. .*apaan sih itu?

Ne, Cheonmaneyo. .

Semoga nggak mengecewakan. .

Mian nggak bisa kilat. . ini udah secepat yang saya bisa. .
Fighting! N Gomawo udah Review.

chokyulate :

ahhh. .. Jeongmal Khamsa hamnida . .

Ne, dibagian itu mungkin ada kesalahan publish *alasan. Dikomputer saya udah ada spasinya kok. . tapi yang ini apa masih ada yang kurang bener. .?

Mianhamnida itu sangat mengganggu . .emang ..
nih udah update. . semoga tetep suka ya?

Gomawo udah review!

Posseidon Ryuu :

Ne segala ide akan author tampung dan bisa diselipin. . *maunya. . .

Ntar saya coba banyakin lah. .. tapi saya masih butuh pencerahan . . untuk membuat adegan-adegan seperti itu dan semacamnya. . #kyahahaha

Gomawo udah Review (lagi)
walau nggak cepet tapi usaha saya udah maksimal.. ne semoga suka chap ini?

shin young rin :

Ne, yang jadi suami Suho? Ada deh *hehehe. . .

Itu udah author udah jelasin. .. Kai sama D.O . . .

Tao? Dia agak lama butuh timing yang tepat. .

itukan yang ganggu Luhannie. . ne ne arraseo. . di chap ini saya coba adain. . nggak tahu dikit apa banyak dan semoga suka. . ..
Gomawo udah review . . . see you in next chap?

7casshimMAX Ryeosom d innocent :

Ne ne Chanyeol emang gitu tapi masih lebih parahan Baekhyun . . .

Simbolnya D.O ada d kai, gmn bsa? Udah saya jelasin di atas kan ? ada yang kurang jelas?

tenang aja lah. . biar gimanapun Lay adalah istri sah Kris titik *apadeh?

Misi sehun? Dia nggak suka Kris karena lebih ganteng dari dia *hahaha

Ne gomawo udah review. . semoga suka! Pay!pay!

Cho Ji Hyeon : Annyeongg. . Ne kita ketemu lagi. .

Ne Kai anaknya Suho.

chap full suhonya ditunggu dengan sesabar-sabarnya ya?

Gomawo. . udah aku bca dua duanya yang Memories of Carnival nya belum slesai tinggal bagian LayHo di akhir2, nggak kuat!. . yang Hello Baby aku sukanya yang manggil Angel-appa sama Angel-eomma. . walaupun aku harus memanipulasi umurku. .*kyaa ketahuan!

Ne Jeongmal Kamsahamnida. . . . See you again in Next Chap . .!

hatakehanahungry :

ANNYEONGGG. . . !*pinjem toa tetangga

GOMAWO!
yeol pinter gombal? Omo saya mau dong. .#dilempar sendal
nggak ada ngapain dia ngintip-ngintip ntar di jewer D.O
KAIDO? Okey!

Nie udah ada tapi dikit. . .

Nenene. . .arraseo. .
FIGHTING

udah nih. . masih mending itu mah masa aku juga b indo q yang ambruk. . bayangin aku tinggal dimana? #curhat balik

.v.

.v.

.v.

And the last thaks to all readers yang mau dukung dengan cara membaca dan mereview this story. So if you have something want to say for this story just tell me in Review. .. . *?*

Please Review

REVIEW!

NOW

*hehehe*