hi, nakama apa kabar...setelah dua taun dianggurin akhirnya saya comeback dengan chapter terbaru dari my very first fanfcition...melanjutkan cerita tentang 'petualangan' Luffy yang sedang berada di Baratie..fakta bahwa ternyata Zeff memiliki bola naga bintang empat dan kemunculan Gin membuat saya menulis cerita ini dengan kata yang cukup banyak...sebenarnya beberapa isi dari chapter ini merupakan 'remake' dari cerita yang pernah muncul di manga...maaf apabila terdapat ketidaknyamanan saat membaca chapter ini...dan silakan untuk memberi masukan ataupun kritik,,apapun itu supaya saya bisa menulis cerita yang layak untuk dinikmati,,,maaf bahasanya belepotan dan panjang ^^...langsung aja ya,,,cekidot
Title : Kumpulkan Ketujuh Dragon Ball!
Chapter : VII - Baratie Showdown : Luffy vs Krieg
Rate : T
Disclaimer : Eiichiro Oda, Akira Toriyama, Riichiro Inagaki & Yusuke Murata, Aoyama Gosho
"..."
"..."
"..."
"..."
Tim Line Deimon masih meneruskan 'latihan' dibawah bimbingan Gohan di sebuah hutan lebat jauh dari hiruk pikuk keramaian. Sepertinya tahapan mereka belum berubah. Mereka masih harus duduk diam dan konsentrasi tanpa tahu kapan hal itu akan selesai.
"Krasak..krusuk...", tiba-tiba dari semak-semak di belakang Togano ada sebuah pergerakan."Siapa itu!", teriaknya, yang lain ikut menengok ke arah semak – semak.
"Itu cuma kelinci", ucap Gohan seperti biasa, kalem.
"Haaaaa? Kelinci?" Togano sangsi namun benar saja, tak berapa lama seekor kelinci liar melompat keluar dari semak.
"Kau, darimana kau bisa tahu kalau itu kelinci?", tanya Jumonji.
"Jika kau sudah menjernihkan fikiranmu, mengetahui apa atau siapa di sekitarmu, adalah hal mudah", jawab Gohan.
"Haaaa, jadi itu maksud tujuanmu dengan melatih kami seperti ini", Jumonji nyengir nyaris menyeringai, dia terlihat bersemangat. Gohan balas tersenyum, yang lain rupanya mengerti dalam diam dan perlahan mulai melanjutkan sesi latihan mereka.
Sementara itu Hiruma, Musashi, Sena, Monta, dan Taki juga tak kalah rajin berlatih demi mendapatkan kebanggaan menang melawan tim American Football terkuat Satan Cruncher.
Tiga hari sudah berlalu sejak Gohan meminta bergabung dengan Devil Bats, kini tersisa empat hari, latihan yang dijalani tiap orang makin keras dan intens, tidak ada satupun ingin kalah dari Satan Cruncher.
Sementara yang lain berlatih dengan keras, Luffy masih terjebak di Baratie.
Setelah mengetahui fakta bahwa Zeff memiliki sebuah Dragon Ball, Luffy dengan polosnya meminta supaya Zeff memberikan Dragon Ball itu padanya.
"Tidak bisa!", jawab Zeff tegas ketika Luffy meminta bola naga bintang empat tersebut dan ini adalah yang kesekian kalinya "aku menolak!".
"Tidak bisa!", balas Luffy lebih tegas, "penolakanmu kutolak!".
"Apa!", Zeff naik darah.
"Aku butuh bola naga itu, dan kau akan memberikannya!", kata Luffy.
"Kau tidak bisa seenaknya!", balas Zeff, "aku sudah menghabiskan sisa waktuku untuk menjaga Dragon Ball ini. Tak akan kuberikan pada kau yang entah darimana datangnya".
"Haaaaaaaaah", keluh Luffy panjang, "Paman ini merepotkan saja! Pokoknya bola itu buatku!", Luffy mengotot.
Luffy dan Zeff sama-sama ngotot dan begitu terus selama berhari-hari. Tanpa disadari oleh Luffy bahwa itu adalah hari terakhir bagi Devil Bats untuk berlatih melawan Tim Satan.
Luffy melakukan bermacam cara terakhir untuk meminta Dragon Ball Zeff, karena dia harus segera kembali ke Satan City dan bertemu Gohan. Untung saja saat itu Luffy bercerita pada Kelompok Detektif Cilik tentang pertandingan melawan Satan Cruncher, karena dia sama sekali lupa bahwa tinggal sehari untuk pertandinganm Conan lah yang mengingatkan bahwa Satan Bowl akan digelar lusa.
Itu sebabnya Luffy tambah ngotot, dia ingin segera kembali ke Satan City. Tapi ternyata hari itu tidak berjalan mulus...
"Selamat datang, anak-anak!", sapa Patty ramah kepada Kelompok Detektif Cilik yang baru datang.
"Selamat siang , Paman", balas Ayumi, Genta, Mitsuhiko, dan Conan bersamaan, sementara Haibara dingin seperti biasa.
"Eh, kalian rupanya", sapa Luffy.
"Waaaah, ada kakak karet!", teriak Ayumi kegirangan.
Luffy dan Kelompok Detektif cilik pun berkumpul dalam satu meja.
"Cring cring...", bunyi pintu bergemerincing.
"Selamat da...ng?", sapa Patty terhenti begitu melihat pelanggan yang datang.
"Brak!", tanpa kata Patty terlempar jauh ke arah dapur, terbang melintasi meja pelanggan.
Serentak semua mata menuju ke arah Patty dan kemudian ke arah si penyerang.
"Krieg!", Conan berseru dengan nada keras. Semua pelanggan di Baratie menoleh dan segera berlarian berhamburan seperti anak ayam.
"Don Krieg! Itu orangnya!", Gin menunjuk Luffy. Luffy diam saja dan menyuruh Conan cs berlindung.
Krieg maju dengan angkuhnya. Penampilannya sungguh luar biasa, dia memakai baju besi yang berkilau ke emasan dengan jubah yang mencapai kakinya. Terlihat juga di bagian kepalan tinjunya, sesuatu seperti intan. Dia berjalan sangat pelan ke arah Luffy.
Zeff, Carne, dan pegawai Baratie yang lain keluar dari dapur gara-gara keributan itu. Carne dan beberapa orang lain segera memapah Patty yang K.O.
"Jadi kau yang sudah menghajar anak buahku?", tanya Krieg angkuh.
"Ya", jawab Luffy singkat.
"Apa kau tahu siapa aku?".
"Tidak".
"Kau berdiri di hadapanku apa itu berarti kau menentangku?".
"Jika kau ingin mengacau di tempat ini, ya".
Krieg terlihat naik darah, "sombong sekali kau, Topi Jerami".
"Hey!", Zeff maju, "membawa orang sebanyak ini, apa maumu?".
"Hooo, Zeff si Kaki Merah, ahli ilmu tendangan legendaris yang disebut-sebut tidak pernah memakai tangannya dalam setiap pertempuran", kini Krieg lebih tertarik pada Zeff. "Kekuatan kakinya mampu menghancurkan granit dan meninggalkan jejak di atas besi, 'merah' berasal dari warna sepatumu yang selalu basah oleh darah lawanmu".
Zeff diam mendengarkan, begitu pula Luffy, namun semua orang tetap waspada.
"Tapi itu semua masa lalu", lanjut Krieg. "Zamanmu sebagai penguasa Beika sudah berakhir, sejak kau kehilangan kaki kananmu! Dan karena kelakuan bocah ini!", Krieg menunjuk Luffy, "akan kuhancurkan tempat ini".
"Tak akan kubiarkan kau berbuat sesukamu", kata Luffy santai, Krieg makin naik darah, sementara Zeff tersenyum.
"Akan kumulai dari kau, bocah sombong!", Krieg mengarahkan tinjunya ke arah Luffy. Luffy berhasil menghindar dan kemudian dia mendekap Krieg, dan melemparkannya ke arah pintu.
Anak buah Krieg terkejut dengan kejadian itu, "KAU!".
"Hey, Paman. Jika aku mengalahkan mereka, kau akan menyerahkan Dragon Ball padaku, kan?", kata Luffy pada Zeff.
Zeff terlihat berfikir sejenak, kemudian nyengir, "dasar anak iblis".
"Yes!", Luffy melangkah maju dan akan bentrok dengan anak buah Krieg.
Teriakan-teriakan anak para bandit itu memekakkan telinga dan Luffy harus melakukan sesuatu.
Ketika anak-anak buah Krieg siap menyerang, Luffy mengeluarkan hawa ambisinya, "kalian mengganggu!".
Siiiiiiiiiiiing...deg...deg...deg...
Keadaan menjadi sunyi total selama beberapa detik yang kemudian diikuti suara anak buah Krieg yang mulai berjatuhan satu-persatu.
Hanya Krieg, Gin, dan seorang lagi yang sanggup bertahan, namun mereka semua terkejut.
"Itu, Haoshoku Haki", Zeff juga terkejut.
"Waaaaaaah", Kelompok Detektif Cilik bahkan memekik kegirangan. "Kakak Karet hebat!".
"Apa yang kau lakukan pada anak buahku!", teriak Krieg.
Luffy diam saja dan tetap melangkah maju, "ayo kita lanjutkan di luar, tak akan kubiarkan kau mengacaukan tempat ini!".
...
Mereka sudah berada di luar Baratie. Tempat itu cukup luas dan dapat digunakan untuk bertarung sepuasnya. Para pelanggan sudah melarikan diri kecuali Kelompok Detektif Cilik. Mereka sepertinya ingin melihat lagi kekuatan Luffy.
Krieg rupanya sudah mengumpulkan kembali tenaganya, "kuakui kau memiliki kekuatan aneh tapi kau tidak akan dapat mengalahkan kami bertiga!".
"Benar, hahahaha! Ditambah dengan aku, Pearl si Tembok Besi, melawan kami hanya akan membuatmu menjadi debu", oceh Pearl. Penampilan Pearl tidak kalah unik, dengan perisai depan belakang yang mengingatkan Luffy akan alat music yang bernama gong, hampir semua titik-titik di tubuhnya terlindungi oleh perak.
"Butuh bantuan, bocah?", tanya Zeff.
"Hihihihi...tidak perlu Paman, karena kau harus membuatkan aku makan yang banyak setelah ini", balas Luffy.
"Grrrrr...bocah sombong", Gin maju duluan, Pearl menggesek-gesekkan senjata pada tangannya sehingga memercikkan api. Sementara Krieg diam saja.
Gin mengayunkan lengannya, "duess!", ditangkap oleh Luffy. Tapi lengan kirinya masih bebas "syuuut", Luffy merunduk dan kemudian membalikkan badannya, "duag!", Luffy menghantam kepala Gin dengan bagian punggung tangannya. Gin terlempar.
"Ultra Natural...Peeeaaaaaaaarl...Present Fire!", Pearl mengarahkan tinjunya yang berapi ke arah Luffy, rupanya perak yang dipakai Pearl adalah perak yang dapat menciptakan api.
"Auw..auw..auw..adudududuh..panas..panas..", Luffy kepanasan sembari menghindar dan menangkis serangan Pearl.
"Hahaha...selama apa kau akan menghindar hah?", ejek Pearl.
Serangan Pearl hampir mendekati Baratie, "gawat, bisa-bisa rumah makan Paman terbakar!", ucap Luffy.
"Kalau kau memang mencemaskan rumah makan ini, mestinya kau lindungi", Gin sudah muncul di belakang Luffy.
Dug...Luffy terlempar, "aaaaaaaa", teriaknya. Luffy menghantam dinding bangunan disebelah kanan Baratie.
"Kau bisanya cuma banyak omong, bocah", ejek Krieg.
Luffy diam saja, dia bangkit dan mulai serius, "Gear...Second"...
"Kyaaaa! Kakak Karet terbakar!", jerit ayumi.
"Hey, cepat bantu dia", Genta panik.
"Tenang, bodoh. Dia tidak terbakar. Lihat baik-baik", ucap Haibara dingin.
"Asap apa itu?!", Patty dan Carne juga keheranan.
"Itu...seperti...uap", gumam Conan.
"Uap?", tanya Ayumi.
"Ya, sepertinya dia memaksa untuk memompa tekanan darahnya ke titik maksimum untuk memaksimalkan kinerja tubuhnya. Akibat tekanan yang sangat kuat, tubuhnya mengeluarkan uap", jelas Conan.
"Apa itu mungkin?", tanya Mitsuhiko.
"Jika manusia biasa, pasti akan mati", jawab Conan lagi, "tapi tidak jika dia manusia karet".
"Haaaah?, jadi Kakak Karet bisa jadi karet sungguhan", Ayumi terdengar shock bercampur kegirangan.
"Padahal Ayumi selalu memanggil dia dengan sebutan 'Kakak Karet' masa tidak tahu", kata Genta.
"Ayumi kan ngomong begitu karena dia lentur", Ayumi membela diri.
"Tapi..manusia karet..bagaimana bisa?", protes Patty.
"Buah iblis", jawab Zeff. "Sepertinya bocah itu memakan salah satu buah iblis".
"Apa?! Jadi buah iblis itu benaran ada?!".
"Gum gum...!", Luffy memasang kuda dengan telapak tangan kirinya menghadap ke depan.
"Memang apa yang bisa kau lakukan dari jarak segitu", ejek Gin. "Pearl! Habisi dia!".
Gin berlari maju lagi dan Pearl mulai menciptakan api.
Luffy tidak bergerak dan..."...Jet Pistol!".
"Uwakh!", Gin terlempar, memuntahkan darah. Begitu dia tiba di tanah, dia sama sekali tak bergerak.
"Apa?!", Krieg terkejut begitu juga Pearl. Pearl mempercepat temponya dan kini dia sudah dikelilingi oleh api.
"Kemari kau bocah sial! Kau akan jadi ayam panggang!".
Syuuuuuut...Luffy menghilang dari pandangan.
"Haaah!", Pearl mencari-cari Luffy.
"Gum gum...! Jet...Bullet!", Luffy muncul secara tiba-tiba dihadapan Pearl dan menghancurkan perisai perlindung yang ada d tubuh Pearl. Pearl K.O.
Ditengah bara api, terlihat siluet Luffy sedang memegangi topi jeraminya. Angin yang bertiup menambah liar gerakan lidah api yang menari-nari.
"Kau hebat juga rupanya!", Krieg melompat ke tengah bara api, menghadapi Luffy.
Dia menggenggam sebuah tombak perang yang besar. Tombak itu memiliki perisai di bagian ujungnya dan memiliki mata pisau.
"Itu dia Tombak Perang senjata andalan Krieg. Beratnya 1 ton dan dapat menghancurkan apa saja yang disentuhnya. Baru kali ini aku melihatnya", terang Zeff.
"Eeeeeh? 1 ton. Apa dia gila? Mengangkat senjata seberat itu seolah benda itu terbuat dari kapas", ucap Patty.
"Dia pernah menjadi penguasa Beika dan bukan sekedar nama", timpal Zeff.
"Hey, bos! Kau memihak siapa sih?", protes Carne.
Zeff diam saja.
"Bersiaplah bocah, kuakui kau memiliki kekuatan aneh, tapi kau tak akan dapat menang dari aku, karena aku adalah Don Krieg", ucap Krieg dengan sombong.
"Hyaaaaaat!", Krieg mengayunkan tombak perangnya dengan sangat cepat seolah-olah benda itu adalah sumpit untuk makan pangsit. Luffy menghilang dengan cepat dan muncul di hadapan Krieg.
"Gum Gum Jet Pistol!"...Dug...Krieg terkena telak di bagian perut, tapi dia tidak terlempar karena serangan Luffy diredam oleh baju besinya.
"Hahahaha...kau tidak dapat menghancurkan baju besi ini, bahkan peledak pun tak dapat menggoresnya", teriak Krieg sombong.
Luffy tidak mendengarkan..."Gum Gum Jet Stamp!", Krieg tak mengira bahwa Luffy mengincar kepalanya. Dia terkena telak dan terlempar sampai menghancurkan dinding yang ditabraknya.
"Woooooooooooow!", jerit para penonton.
"Ukh..sial!", Krieg bangkit.
"Wah, padahal dia kena telak. Orang macam apa dia", pekik Luffy.
"Kau...benar-benar membuatku muak! Rasakan ini! Dor dor dor dor dor!", Krieg menembakkan senjata seperti tombak bertubi-tubi ke arah Luffy.
Luffy dapat menghindarinya tapi, "gawat! Paman awas!". Tombak itu dengan cepat menuju Baratie.
Trang Trang Trang Trang...peluru-peluru itu berjatuhan, "kau tenang saja, Topi Jerami. Tak akan kami biarkan dia merusak rumah makan ini", para pekerja Baratie menghalau serangan itu.
"Fuuuuh", Luffy lega.
"Awas, Kaaaaaaak!", Ayumi menjerit.
Krieg bersiap menyerang dengan Tombak Perang-nya, "mati kau, bocah!".
"Duar!", Tombak Perang itu menghantam tanah dan meledakkan sekitarnya.
"Apaaa?!", penonton kaget.
"Hehehe", Krieg tertawa licik menyangka bahwa Luffy terkena serangannya.
"Gum Gum...Jet Twin Pistol!", Luffy menyerang dari belakang tanpa disadari Krieg.
"Doooong", baju besi Krieg masih bertahan. Krieg mengayunkan lagi tombaknya dengan liar. Namun, tak menghasilkan apa-apa, dia tetap tidak dapat menyentuh kecepatan Luffy.
"Gum Gum...Jet Bullet!", Luffy menyerang dari dekat, Krieg melepaskan tombaknya dan akan menghajar Luffy dengan tangan kosong.
"Duag!", bunyi memekakkan telinga memenuhi seisi udara. Sekali lagi pukulan Luffy menghantam baju besi Krieg, tapi kali ini berbeda, karena ternyata pukulan Krieg menghantam telak wajah Luffy.
Harusnya pukulan tidak mempan terhadap karet, tapi nyatanya Luffy terlempar dan memuntahkan darah, "uwaakh! Uhuk!".
"Hahahaha", tawa Krieg membahana, "kau pasti tidak menyangka kenapa pukulanku bisa mencederaimu, bocah". Krieg berjalan pelan menghampiri Luffy.
Kemudian dia mengepalkan tinjunya, "Kepalan intan yang mampu menghancurkan apapun, ditambah dengan sedikit modifikasi, yaitu penambahan batu laut".
"Apa? Batu laut?", Patty penasaran.
"Batu itu memiliki kemampuan untuk melemahkan kekuatan pemakan buah iblis", jelas Zeff singkat.
"Apa Kakak Karet akan kalah?", tanya Ayumi polos.
"Hmmmmf", Zeff tersenyum lagi untuk kesekian kalinya, "coba lihat dia, gadis kecil".
"Puh..", Luffy meludahkan luka di mulutnya dan berdiri lagi, efek Gear Second-nya sudah habis.
"Tap tap tap tap", Luffy berlari ke arah Krieg, Krieg menyambutnya.
"Pistol!"..."Bullet!"..."Bazzooka!"..."Stamp!"..."Muchi!"...Luffy dan Krieg adu jotos.
Mereka sama sekali tak mau mengalah, Luffy berkali-kali terlihat lemah dan lelah karena batu laut yang mengenai tubuhnya, sementara Krieg sudah hampir kehilangan kesadarannya. Para penonton tercengang, Patty dan Carne bahkan lupa mengatup mulutnya yang ternganga hingga liur mereka menetes. Gin, Pearl, dan beberapan anak buah Krieg yang lain juga sudah terbangun dan menyaksikan pertarungan di hadapan mereka.
"Grrrrrrrrr...uwaaaaaaaaa!", Krieg menghimpun tenaga terakhirnya untuk menghajar Luffy, Luffy terlempar mundur.
"Hosh...hosh...hosh...rasakan itu bocah!", Krieg terengah-engah.
"Sreeeet...ohok!", Luffy muntah darah namun dia kembali berdiri.
"Kau...! Grrrrrr", Krieg naik darah.
"Gum Gum...!", Luffy melompat.
"Inilah kuburanmu, Topi Jerami!", Krieg kemudian mengeluarkan sesuatu dari balik jubahnya, mantel penuh dengan duri!.
"Curang, hey!", teriak Patty.
"Kau akan hancur jika nekat memukulku, Topi Jerami!", ancam Krieg, Luffy tak peduli.
"...Bullet...!"...
"Kyaaaaaaaaaaa!", Ayumi menjerit keras dan menutup wajahnya di pundak Conan.
Desh...pukulan Luffy menembus mantel duri Krieg bahkan menghancurkan baju besinya, Krieg pingsan, kalah.
"Ugggh", semua yang menyaksikan hal itu merasa ngilu sampai ke tulang melihat kepalan tinju Luffy yang menghantam mantel duri Krieg.
Luffy menghampiri Krieg, "jadi, ini kuburanku?...atau kuburanmu?...tenyata ini kuburanmu. Jangan coba-coba menentukan tempat dimana aku mati hanya dengan mantel berduri itu!".
