WARN : Little Shounen, GaJe, Author masuk, tidak nyambung Dll…
CHAP 07 UPDATE
Maaf agak lama… intinya saya persembahkan Chap 07nya, dan maaf kalau benar-benar tidak menyenangkan….
Dan sekali lagi saya mohon maaf karena di fic ini NaruGaa yang mencolok :v yahh itu hanya sebuah tantangan you know? Tidak selamanya fic itu selalu memperlihatkan pemeran utama, yahh hanya berusaha mencari warna baru, tapi ternyata banyak yang tidak suka ya ckck, GOMENNASAIII
Okelah,,, Selamat Membaca…
I'll be There with You Dobe
Chap –07-
NaruSasu
MK (Masashi Kishimoto)
Lanjut? Lebih baik jangan, tapi saya sarankan Lanjut :v
Don't Like? Just Go Away From My Fic
Enjhoy,
"Ahh.. AKh!"
"Mnnnn akh! Hahh hahh hahh.. ahhh ahhh…"
Desahan demi desahan, erangan demi erangan terdengar jelas memenuhi ruangan bernuansa remang ini, terlihat jelas disana terdapat pantulan cahaya bulan tampak menerpa tubuh kedua insan yang tengah bergelut diatas ranjang king size disana, tampak jelas keringat membasahi tubuh mereka, dengan gerakan yang bertempo sedemikian rupa membuat nuansa ditempat ini benar-benar panas
"Gaara… Kau benar-benar.. nnnhhh"
Pemuda berambut merah itu meringis, kedua tangannya mencengkram seprei ranjang tersebut mencoba menahan rasa sakit yang serasa merobek bagian bawahnya
"Akh! Hahh ahhh ahhhh" Gaara mendesah merasakan sentuhan kedua tangan Tobi dikedua pinggangnya, Tobi terus saja memaju mundurkan pinggangnya terus mencoba memasukkan lebih dalam miliknya kedalam 'lobang' Gaara.
"Hahh ahhh ahhhh nmm To tobi! Berhenti… mnnhhh ku-kumohonnnn" Gaara terus mencengkrang seprei ranjang itu sembari menggigit bibir bawahnya, Sakit! Ya itulah yang dirasakannya, hanya terasa sakit… tiada kenikmatan semu yang selama ini menjadi fakta dalam berhubungan sex, yang dia rasakan sekarang… hanya sakit…
'ONEGAI!'
U. Z .U
Naruto duduk disisi ranjangnya dengan memangku gitar cokelat miliknya dan mencoba memetik senar gitar sesuai tempo dan tekanan sebelah tangannya yang lain, bibirnya tampak komat-kamit menyanyikan entah lagu apa itu saya tak tahu…
"Ck! Apa ya kuncinya" Naruto terus mencoba memetik senar gitar itu hingga mengeluarkan suara yang bernada mencoba mengingat ingat kunci lagu yang dia inginkan…
"Arhh aku lupa! Kuso!" umpatnya lalu menyenderkan gitar itu disisi ranjangnya, dia lalu membaringkan tubuhnya di ranjang"Hahhh" desahnya sembari menatap langit-langit kamarnya… Bosan… ya itulah yang dirasakan pemuda blonde ini
"Hmmm " Naruto mengerutkan dahinya… begitu mendengar sesuatu yang… aneh? Ya ini memang aneh fikirnya
Naruto lalu mendudukkan tubuhnya sembari mencoba mempertajam pendengarannya
'Ahh ahhh'
"Apa itu?" jantung Naruto berdetak kencang, suara yang benar-benar membuat bulu kuduknya merinding itu semakin membuat Naruto penasaran.. dimana asal suara itu..
Naruto lalu mendekatkan telinganya ke dinding kamarnya… 'Nhhhh akh! Ahhhhh' Naruto membelalakkan matanya begitu mendengar suara itu…
"Itu…?!" Naruto menutup mulutnya dengan sebelah tangannya lalu kembali menempelkan telinganya ke dinding itu dengan sempurna dan tepat sekali dugaannya…. Suara yang membuatnya sedikit 'Merasa' itu berasal dari sebelah kamarnya…
"Ch! Sial!" Naruto langsung bangkit dari ranjangnya, menyambar sweater hitam miliknya lalu berjalan keluar kamar…
Malam yang cukup dingin…. ya, ini bukan lagi 'cukup' tapi benar-benar dingin… pemuda Uzumaki ini tengah berjalan sendirian, di sisi jalanan yang sudah tampak sepi, ya jelas saja, ini sudah jam 00.25, orang bodoh mana yang mau keluar dimalam yang dingin ini.
"Ck kuso!" Naruto mengumpat kesal, dia menendang botol tak berdosa dengan sekuat tenaga yang menghasilkan suara cukup keras 'PRRAAANGGGG!'
"KUSOOO!" teriaknya lagi lalu menatap langit-langit yang dihiasi beribu bintang diluar sana "Hhhaahhhhh" dia menghembuskan nafas berat mencoba menenangkan fikirannya… Suara itu masih terngiang ditelinganya dan itu membuatnya merasa HORNY YOU KNOW?
"Kenapa mereka melakukannya dirumah, cih sial!" umpatnya lagi lalu menatap kedepan..
"Oi"
Naruto sedikit tersentak ketika mendengar seseorang memanggil namanya, toh dia tak mengenal suara ini….
Naruto berbalik mencoba melihat siapa yang memanggilnya, Naruto mengerutkan dahinya mencoba melihat siapa disana karena pandangannya terlihat samar, jelas saja ini juga sudah malam dan gelap..
"Dare ka omae?" tanyanya mencari tahu
Orang itu mendekat hingga sosoknya berhenti dihadapan Naruto, Naruto masih mengerutkan dahinya karena memang dia benar-benar tidak kenal dengan pemuda yang kira-kira seumuran dengannya ini.
"Dare?" tanyanya lagi
"Dare? Ch! Author baka " ucapnya ketus yang membuat Naruto ber'oh' ria
"Oh"
"Lalu? Just that?" sanggahnya tak terima karena Naruto hanya menanggapinya dengan 'oh'
"Lalu aku harus bagaimana? Haruskah aku memperkosamu dan membuatmu tak perjaka lagi?" tanyanya yang sukses membuat Uzu (author) menatapnya dengan tatapan kesal
"Jangan bercanda!"
"Hahh sudahlah kau hanya membuang waktu, dasar author abal" Naruto lalu berbalik dan berjalan tanpa menghiraukan Uzu yang tampan benar-benar kesal karena perbuatannya
"Oi! Matte" Uzu berlari kecil menghampiri Naruto lalu menyamakan langkahnya dengan pemuda blonde yang memang lebih tinggi darinya
"Ada apa kau kemari? Aku tak pernah melihat author mampir dan berbincang dengan pemain seperti ini? Kau bodoh ya?" tanya Naruto tanpa mengalihkan pandangannya dari depan
"Hahh terserah kau sajalah, kenapa kau tak menolongnya?"
Naruto menolehkan pandangannya sejenak kearah Uzu lalu kembali menatap depan "Siapa maksudmu?"
"Gaara?"
"Ch!" ekspresi wajah Naruto berubah kesal begitu mendengar itu "Kau benar-benar bodoh! Tak mungkin kan aku mendobrak pintu kamar mereka ketika mereka sedang bersetubuh? Kau gila atau sinting? Ch! Baka"
"Yahhh siapa tahu kan kau membantunya, secara gitu ya kau kan bodoh, dan ceroboh"
"Heh! Kau lebih ceroboh"
Hening…
Dera langkah yang terdengar….
"Kau tahu Uzumaki…"
"Tidak tau" jawab Naruto malas
"Kau itu… sudah membuatku dikomen kau tahu?"
"Kenapa kau menyalahkanku, bukankah kau yang menulis alur ceritanya" sanggah Naruto tak terima
"Aku menulis itu karena aku tau kau menginginkan itu baka, kau terlalu intim dengan Gaara, hahhhh" Uzu memijit batang hidungnya sejenak "Rencananya ini, di fic ini endingnya kau dan Uchiha.. bukan dengan Sabaku.."
"….." memandang Uzu
"Jadi kuharap kau jangan berlebihan pada Gaara, para reader akan kecewa kalau kau terlalu dekat degan Gaara…" jelas Uzu
Naruto menghembuskan nafas berat "Kau curhat ni ceritanya?"
"Aku serius!" kesal Uzu
"Hahaha iya iya gomen, yahh kau tahu kan aku ini actor yang terkenal, dan aku juga sering bermain di fic lain dengan Gaara, dan bahkan kami memainkan adegan panas, dan itu cukup membuatku terbawa suasana disaat Gaara mendapat masalah hahaha kau mengertikan?" dia tertawa.. tawa bodoh dan angkuh yang membuat Uzu serasa muak mendengarnya 'Hoekk'
"Dan aku juga banyak bermain dalam berbagai pair, seperti NaruSasu, NaruHina, NaruSaku, NaruIno, dan bahkan NaruIta, dan kau yang membuat pair itu dan membuatku semakin lelah kau tahu!" ucapnya sembari menatap Uzu yang tampak tersenyum ketus
"Che maaf saja, bukan aku yang membuat pair itu, itu adalah pair… entahlah aku tak tahu intinya bukan aku" jelasnya membela diri
"Hah sudahlah…"
"Dan kau juga banyak bermain di pair NaruSasu kan?" tanya Uzu dengan senyum horror yang membuat naruto sedikit tersentak
"Hahh sudahlah jangan ungkit-ungkit itu, kau tahu kan aku merasakan sakit! Sakit disini!" Naruto memukul-mukul dadanya "Kau tahu bagaimana sakitnya! Ketika kau dibuat menjadi lemah.. hahh padahal aku kan kuat" ucapnya sembari menatap Uzu dengan tatapan memelas
"Kau memang kuat, tapi katanya kau itu periang, polos dan cocok jadi uke, tapi tenang saja, aku tidak sependapat, aku akan selalu setia dengan NaruSasu Yoosshhhhh"
"Hahh jangan banyak bicara, pulanglah! Kau hanya mengganggu"
Semangat Uzu menghilang begitu melihat respon pemuda pirang ini "hahh oke oke aku pulang, Ingat ya! Disini kau harus bersama Uchiha! Kau mengerti?" Ancam Uzu sembari menunjuk Naruto dengan tatapan tajam
"Hai' hai', che! Seharusnya author abal sepertimu tak pantas memerintahku! Baka!" umpatnya yang membuat urat kesal didahi Uzu keluar
"Terserahlah! Bye! NaruSasu! You know…. NARUSASU…" teriaknya sembari menjauh dari hadapan Naruto, dia berlari hingga sosoknya menghilang dibalik tikungan jalan..
Naruto tersenyum tipis "Che, author abal baka, tidak ada kerjaan saja" gumamnya lalu melanjutkan perjalanan..
"Dan.. sekarang aku harus kemana?" tanyanya pada dirinya sendiri
"Kerumah Kiba? Ahh tidak-tidak, dia pasti sudah tidur malam-malam begini…hmm bagaimana kalau Shikamaru? Ahh tidak mungkin! Saat ini dia pasti sedang main sogu dengan Shikaku jii-san dan aku pasti hanya dijadikan obat nyamuk disana!, hmm kerumah Shino? Ahh tidak bisaaa! Pasti banyak serangga berkeliaran dirumahnya,,, apa aku harus kerumah Chouji? Aishhh kalau aku kesana pasti akan disuguhi makanan dalam porsi besar, kalau tak habis kau tak boleh pulang! ARHHHHH! Aku harus kemana?" dia mengacak rambut pirangnya kesal, dia menendang kerikil dengan sebelah kakinya mencoba menghilangkan perasaan kesal yang saat ini berkecamuk dihatinya..
"Uchiha?"…
U. Z .U
'meow meow meow'
Menma, tengah menjilat-jilat wajah Sasuke yang tampak tertidur pulas di ranjang miliknya, dengan sangat terpaksa Sasuke membuka matanya
"Kenapa Menma?" tanyanya dengan suara sedikit parau dan mata yang tampak setengah masih tertutup setengah
'meow meow' Menma lalu berjalan menuruni ranjang, lalu kembali menoleh kearah Sasuke member isyarat kalau Sasuke harus mengikutinya
"Ada apa?" tanyanya sembari bangkit dari ranjang dengan sangat terpaksa, diikutinya Menma yang tampak berjalan keluar kamarnya, dengan langkah mungil nya yang membuat siapapun melihatnya pasti akan merasa geram, yahh kau tahu kan bagaimana rasanya? Tertutama bagi penyayang kucing tentu.
Menma menghentikan langkahnya disofa lalu menaiki sofa itu mendudukinya dan menatap Sasuke yang hanya terdiam terpaku ditampatnya
"Kau meyuruhku mengikutimu karena ini?" tanya Sasuke datar namun ada nada kekesalan disana 'Meow' jawab Menma tak berdosa
"Ch" Sasuke lalu berbalik dan kembali berjalan, ingin segera sampai di ranjang miliknya dan memuaskan hasrat kantuk yang saat ini menyerang tubuhnya
'teetttt teeetttttt'
Dengan sangat terpaksa Sasuke menghentikan langkahnya, ditatapnya pintu apartemennya dengan tatapan 'Kau aman mati!'
'tetttt teettttt'
Lagi! Suara itu benar-benar membuat Sasuke merasa kesal, dengan sangat terpaksa dia lalu berjalan menuju pintu itu, memegang kenop pintu, memutarnya, mendorong pintu itu hingga terbuka sempurna mencoba melihat siapa yang mengganggunya malam-malam begini..
"Kau?" Sasuke sedikit tersentak begitu melihat siapa yang memanggilnya
"…." Naruto terdiam… tatapannya tertuju pada Sasuke, Oke butuh perincian? Dengan sangat senangnya saya akan membuatnya lebih rinci
Sasuke yang tampak berdiri dihadapan Naruto dengan hanya mengenakan kaos oblong putih yang membuat Naruto bisa melihat dengan jelas postur atau lebih tepatnya body pemuda raven ini, terlebih lagi Sasuke hanya mengenakan celana pendek atas lutut yang membuat kaki-kaki panjangnya terlihat jelas oleh Naruto dengan rambut yang sedikit acak-acakan membuat Naruto merasakan sesuatu yang aneh berkecamuk didadanya.. oke itu membuat Sasuke sedikit terlihat cute
"Ada apa kau ke…"
"Teme!" Naruto memotong perkataan Sasuke, dia tak mengerti, dia merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya, dia benar-benar merasakan itu! Itu! Kau mengerti maksudku?
"Aku…" Naruto langsung memegang kedua pipi Sasuke, belum sempat Sasuke mencerna apa yang terjadi dengan sigap Naruto telah menempelkan bibirnya kebibir Sasuke dengan sempurna
Sasuke membelalakkan matanya 'Dobe?!'
TBC
