Balas Review! :D
Bigfoot the 2nd: Gaje bingitz! ^^" Yah, musangnya yang biasa aja! Alright, Thanks for Review! :D
Happy Reading! :D
Chapter 7: Cockroach Hunting
Di sebuah kamar, terlihat seorang pemuda Treasure Hunter tengah membawa sepatunya sambil mengendap-endap mengikuti seekor kecoak yang entah bagaimana caranya bisa masuk ke kamarnya dan mengganggu waktu istirahatnya. Matanya menatap tajam kecoak yang merayap seolah tanpa beban dan begitu kecoak itu merayap di mejanya, dia langsung...
PAAAAAAAAK!
Satu pukulan.
PAAAAAAAAAAAKKKK!
Terus, pukul saja sekali lagi.
PAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKK!
Rest in peace...
Cockroach.
... – 2015
Semoga keluarga yang ditinggalkannya mendapat kesabaran dan ketabahan. Amin.
Krieeeeet!
"BUJUG DAH, DAREN! LU ABIS NGAPAIN?!"
Daren Andreas, pemuda Treasure Hunter yang baru saja menjadi eksekutor seekor kecoak pun menengok ke arah pintu kamarnya dan melihat tetangga kamarnya yang merupakan seorang pemuda Lightning Mage yang tengah menggendong seekor musang sambil ber-jawdrop ria.
"YA TUHAN, THUNDY! LU NGAPAIN BAWA DELANA KE SINI?!" teriaknya panik sambil menunjuk seekor musang yang diketahui bernama Delana di gendongan Thundy.
"Gue lagi main sama Delana di kamar, tau-tau kedengeran suara berisik di sebelah! Jadinya gue kemari, deh!" sahut Thundy santai sambil menggendong Delana yang sedang menjilati pergelangan tangannya.
"Aduuuh! Lu jangan bawa dia ke sini, Thun! Gue abis bantai kecoaaak!" seru Daren panik sambil mendorong Thundy menjauhi kamarnya.
Tapi bukannya menjauhi kamar, Thundy malah nyelonong masuk ke kamar Daren dan mengambil kecoak yang telah meregang nyawa di lantai kemudian membuangnya ke tempat sampah.
"Berani bener lu, Thun!" komentar Daren sambil menggendong Delana.
"Kagak cuma kamar lu doang yang diserbu kecoak, yang lainnya juga!" sahut Thundy sambil merebahkan diri di kasur Daren dengan seenak pantatnya.
"Kamar lu kena, Thun?" tanya Daren sambil duduk di samping tamu kamarnya yang masih merebahkan dirinya.
"Kagak! Tapi tumben-tumbenan hampir seisi asrama diserbu kecoak semua!" jawab Thundy sambil meraih Delana yang berjalan di dekatnya.
"Lho, kok? Gimana ceritanya? Kecoaknya pindah semua dari dapur?" tanya Daren kaget.
"Entah, gue kagak tau ceritanya gima- ANJRIT, KECOAK!"
Sontak, Thundy dan Daren yang sedang menggendong Delana pun langsung naik ke atas kasur saat melihat seekor kecoak merayap di dekat kaki mereka dan sang pemilik kamar gemetar saat memegang sepatunya.
"T-T-Thun, gimana niih~ Gue kagak berani ngelempar sepatu, niih~"
"Ja-jangan tanya guee~ Aduh Tuhan, ini gimana caranyaa~"
"Thun~ Gimana, nih? Aduuh! Gue kagak berani, nih~"
"Gue juga, Ren~"
Saat mereka sedang terdesak dengan seekor kecoak, tiba-tiba...
"Thun, tadi gue cariin taunya di si-"
"MEIN FREUND! AWAS ADA KECOAK!"
"WHUAAAA!"
Ternyata kehadiran Alexia tak membantu sama sekali dan dia malah menjadi korban yang ikut-ikutan meringkuk di samping Thundy.
"Aduuh, gimana nih aaah~"
"Buruan doong, kecoaknya keburu naik ke kasur gue niiih~"
"Itu udah naik, Ren! Aduuuh, ini ada yang bantuin apa!"
"Thun! Buruaaan, gue takut aaa~"
"Thun~ Matiin kecoanya kek~"
Thundy pun dengan mengumpulkan segenap keberanian dan sedikit gemetaran memegang sepatunya dan...
PAAAAAAAAAAAAAAAK!
Turut berduka cita atas meninggalnya seekor kecoak! Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan dalam menghadapinya.
Amin.
"U-udah mati kecoaknya, Thun?" tanya Daren sambil meringkuk di sudut kamarnya bersama Alexia.
"U-udah, gu-gue bu-buang y-ya..." jawab Thundy terbata-bata sambil memegang bangkai kecoak itu dan membuangnya.
"Aduh sumpah, gue merinding~" gumam Daren sambil menghela nafas.
"Untung Delana kagak kenapa-napa, keluar aja yuk... Serem nih..." ujar Alexia yang masih gemetaran setelah peristiwa penyerbuan kecoak barusan.
Akhirnya, mereka bertiga pun keluar kamar sambil mengendap-endap dan setelah tiba di luar kamar...
"HIIIIIIYYY!"
Mereka pun berlari sekencang mungkin menjauhi kamar.
Di depan asrama...
"Lu nyeduh?" tanya seorang gadis Witch bernama Vira sambil berjongkok di samping Icilcy yang sibuk merebus mie instan. "Ini kan belum akhir bulan, biasanya lu juga nyeduh pas akhir bulan!"
"Gue sama Flamy lagi kepengen nyeduh sekarang, lu mau kagak?" jawab Icilcy sambil mengaduk mie instan. "Kalau mau, entar makannya bareng gue sama Flamy!"
"Iya deh, gue pengen~" balas Vira. "Lagian, pasti enak deh mie buatan Icy-kun~"
"Amit-amit deh, iiih~" sahut Icilcy sambil bergelidik. "Najis lu sumpah!"
"Betewe enewe beswe, si Flamy mana?" tanya Vira.
"Lagi ke warung, beli mie buat persediaan akhir bulan!" jawab Icilcy datar yang mengaduk mie sambil menengok ke arah lawan bicaranya dan dia tidak menyadari bahwa seekor kecoak yang tengah merayap di samping kompor portable-nya sekarang terbang dan mendarat di...
"Eh, Icy!" kata Vira yang menyadari seekor kecoak ikut terebus bersama mie instan yang dimasak Icilcy. "Mie-nya kemasukan kecoak, tuh!"
"Mana ada keco- ANJRIIIIIIIIIIT!" teriak Icilcy kaget sambil mematikan kompor portable-nya dan berlari sambil membawa panci yang berisi mie instan bersama kecoak yang terebus kemudian membuangnya ke selokan.
"Kok mie-nya dibuaaang?! Sayang mie-nya, woy!" seru Vira panik.
"Lu mau makan mie bekas kolam renang kecoak apa?!" sahut Icilcy kesal sambil membersihkan pancinya. "Lu doyan mie instan rasa kecoak, ya?! Kalau doyan, entar gue kasih ke lu nih!"
"Mana doyan gue sama mie instan macem itu, hiiiy!" seru Vira sambil bergelidik geli.
"Mampus, mie yang gue buang barusan mie terakhir!"
Webek, webek...
"YA TUHAAAN, ICYYYYYYYYY!"
"GUE KAGAK NYADAR, DOGOL! KAGAK NYADAAAAAR!"
"TERUS KITA MAKANNYA KAPAAAN?!"
"TUNGGUIN FLAMY BA-"
"Icy-nii, ini mie buat akhir bulannya!"
Berbahagialah wahai Vira dan Icilcy! Seorang Flamy datang menyelamatkan kalian dengan membawa dua kantong plastik berisi mie instan idaman kalian~
"Akhirnya~" seru Icilcy dan Vira kompak sambil memeluk Flamy yang bingung dengan kelakuan kedua orang tersebut.
"Ayo kita lanjutin masak mienya!" ajak Icilcy bersemangat tanpa memperdulikan Flamy yang berpikir 'Icy-nii kenapa, sih?'.
Di tempat lain...
"Ck ck ck ck! Kecoak, come with me~"
"Kyo, lu lagi mancing kecoak atau manggil ayam sih?"
"Kecoaknya kan di sono, dayo!"
"Kecoaknya ngumpet di gorden, tuh!"
Kali ini malah Ikyo, Exoray, Vience, dan Musket yang menjadi 'The Cockroach Hunter'.
Awalnya, Musket dan Vience sedang berkunjung ke kamar Exoray dan Ikyo masuk ke kamarnya untuk meminta materi pelajaran. Tanpa diduga, ternyata seekor kecoak tak sengaja masuk ke kamar Exoray dan mereka berempat pun terpaksa berburu kecoak laknat tersebut.
"Adek lu si Saphire ke mana sih, Vience?" tanya Ikyo sambil mencari kecoak yang tengah bersembunyi dengan sapu.
"Ngambil laundry bareng Teiron!" jawab Vience sambil memegangi sepatunya.
"Lama kagak ngambil laundry-nya?" tanya Exoray sambil memegangi majalah yang digulung.
"Tau deh, tergantung macet atau kagak!" jawab Vience. "Soalnya, tempat laundry-nya deket sama rumah pacarnya Fiorel-sensei!"
"Yaaah, itu mah lama nyong!" gerutu Exoray. "Keburu kecoaknya betah di sini!"
"Eh, kecoaknya jalan ke pintu, dayo!" seru Musket sambil menunjuk seekor kecoak yang merayap menuju pintu. "Gue buka pintunya ya, dayo!"
"Buka aja, Musket! Biar kecoaknya keluar!" seru Exoray.
Untungnya, kecoak itu pun keluar dari kamar Exoray dan terbang menuju...
"Buruan nyalain kompornya, Emy!" gerutu Lisa sambil berjongkok di samping Elemy yang berusaha menyalakan kompor portable-nya. "Gue udah kelaperan, nih~"
"Sabar atuh, bentar lagi nyala!" sahut Elemy santai sambil berusaha menyalakan kompor portable-nya.
Beberapa saat kemudian, kompor itu menyala pun dan mendaratlah seekor kecoak yang baru saja terbang dari luar kamar Exoray.
Berita terkini! Seekor kecoak tewas terpanggang di tengah api kompor, terima kasih!
"Bentar, deh! Tadi apaan tuh di kompor lu, Emy?" tanya Lisa yang menyadari seekor kecoak menghembuskan nafas terakhirnya di tengah api kompor yang menyala. "Muke gile Emy, kecoak itu! KECOAK!"
"Keren coy, KECOAK PANGGANG!" sahut Elemy sambil mematikan kompor dan menunjuk seekor kecoak panggang di atas kompornya.
Sontak, Lisa pun langsung ber-facepalm ria melihat Elemy yang langsung memotret kecoak panggang di kompornya lewat kamera Android-nya.
Ujung-ujungnya pasti bakalan di-posting ke FB-nya!
"Emy, lu addict bener ye!" komentar Lisa sambil menggelengkan kepalanya. "Buruan bikin mie-nya kek, gue udah laper nih!"
"Iye, sabar apa!" gerutu Elemy yang sudah membuang kecoak panggang itu sambil menyalakan kompornya lagi dan menaruh panci yang berisi air.
Sepertinya cara tadi merupakan cara meregang nyawa yang kelewat awkward bagi seekor kecoak: Mati terpanggang di tengah api kompor.
Di tempat parkir...
"Muke gile, macet bener barusan!" komentar seorang pemuda Earth Mage bernama Teiron sambil mengelap keringat di dahinya. "Gila lu Saphire, laundry-nya jauh bener dari asrama!"
"Kan lumayan biar sekalian bisa intipin pacarnya Fiorel-sensei!" sahut Saphire sambil memarkir motornya.
"Lu mah enak bisa stalking pacar orang, yang lainnya gimana?!" gerutu Teiron sambil menurunkan dua kantong plastik besar berisi laundry beberapa temannya yang kebetulan nitip (termasuk dirinya).
"Oy, lu berdua abis dari mana?!" sapa seorang pemuda Iron Knight bernama Noris sambil membuka pintu pagar asrama diikuti Kevin dan Philip.
"Lho, kok baru pulang? Abis bantuin Berwald-sensei, ya?" sahut Teiron sambil menengok ke arah mereka.
"Iya! Harusnya kita pulang jam tiga, tapi si Noris malah ngajakin makan!" ujar Kevin sambil menunjuk Noris dengan ibu jarinya.
"Oh iya, tuh laundry-nya udah gue ambilin! Kalau mau ambil, sekarang aja!" kata Saphire sambil menunjuk kantong plastik besar di samping motornya.
Noris pun langsung menghampiri kantong plastik itu sebelum tiba-tiba mematung.
"Lho Noris, lu kenapa?" tanya Kevin sweatdrop.
"Oy, lu kenapa?" tanya Saphire ikutan sweatdrop.
"Ada... kecoak..."
Sontak, Noris, Saphire, Philip, dan Kevin pun melotot ke arah seekor kecoak yang merayap dengan seenak pantatnya di dekat kantong plastik laundry itu.
"Oy, kalian kenapa sih?" tanya Teiron bingung melihat kelakuan teman-teman seasramanya.
"Kecoaknya..." gumam Philip sambil gemetaran.
"Jalan ke lu, Ron!" lanjut Kevin yang ikut gemetaran sambil menunjuk seekor kecoak yang melenggang pergi menuju kaki Teiron yang langsung menginjaknya.
"Gue udah tau!" ujar Teiron cuek yang sukses membuat Saphire dan Noris ber-jawdrop ria.
"Bujung gile!" gumam Noris sambil terus melototi bangkai kecoak yang diinjak Teiron barusan.
"Udah yuk masuk!" ajak Saphire yang sepertinya sudah menyelesaikan kegiatan 'pelototi-bangkai-kecoak' sambil berjalan santai menuju pintu depan.
"Oi, tungguin gue nyong!" seru Teiron sambil membawa (baca: menyeret) kantong plastik laundry dibantu Kevin.
"Mulut gue kagak monyong, goblok!" sahut Saphire tersinggung.
Saat mereka berjalan menuju pintu, tiba-tiba seekor kecoak terbang dengan santainya di depan mereka dan hinggap di...
Daun pintu depan.
"WOY, BURUAN CABUT!" teriak Philip panik sambil menarik tangan Kevin dan Noris yang juga menarik tangan Teiron dan berlari memasuki asrama tanpa memandang kecoak yang bertengger di daun pintu.
Saphire pun hanya terdiam melihat seekor kecoak yang hinggap di daun pintu depan. Dia pun melepaskan salah satu sepatunya dan...
BRAAAAAAAAAAAAAKKK!
"Woy Saphire, lu ngamuk?!" seru Thundy tiba-tiba sambil menghampiri Saphire yang masih berdiri di depan pintu.
"Ngamuk apaan sih Thun, gue kagak ngamuk!" sanggah Saphire sambil memegangi sepatunya. "Gue abis begini nih, lu liat sendiri!"
Sontak, Thundy pun langsung melototi seekor bangkai kecoak yang tewas karena hantaman sepatu dari Saphire.
"Oy, permisi apa! Gue pengen masuk!" ujar Saphire sambil mendorong Thundy memasuki asrama.
Disinilah kita bisa menyimpulkan bahwa menurut para penghuni asrama di Heroes Gakuen, kecoak adalah...
The Worst Enemy Ever!
To Be Continue...
Nah, Chapter depan nanti, aku mungkin bakalan bahas soal kelas Rare! Tapi aku jamin bakalan gimana gitu! -_-V
Review! :D
