Balas review dulu yaaah.. balasan ini untuk yang Login maupun yang Non-login..

Shintaiffah : yokatta, shinta-san kalau ceritanya nyambung..ni dah dilanjut.. makasih dah review fic saya..

Hikari inata : Syukurlah.. kalau ceritanya nyambung, buat penasaran? Aku malah sempet ngira gak ada yang bikin penasaran.. hehe.. makasih yaa.. udah review..

Qren : Hehehe.. maaf yaaa.. udah bikin kecewa karena chap 6 kemaren itu acara syukuran.. hehehe.. makasih dah review..

Dee-chan : Hwaaaa.. maaph-maaph dee-sama.. #sujud-sujud.. wah.. saya serasa ditimpukin ama tomat cherry nih saat baca reviewnya readers pada.. semoga cerita ini gak mengecewakan. Makasih dah review..

Mako-chan : hehe.. aku juga payah ama sastra.. bahasa masih ambrul adul padahal ngakunya orang Indonesia.. hihi.. makasih yaa udah review..

Saras SasuSasku-chan : Syukur deh kalo nyambung, ini udah mulai fokus sasusaku.. makasih udah review..

AnnisaHM : yaaa.. semoga yang nyelametin guardian angelnya.. hiahaha.. ini dah update, kelamaan yaa? Makasih dan review..

Hanazono Yuri : Iyaaa..iyaa.. ini dah update.. makasih yaa.. udah mau ng review..

SeleSailah saya membalas review di chap 5 n chap syukuran.. hehe

Sebenernya mau update waktu Sakura-nee ultah tapi karena sibuk n sakit juga akhirnya baru bisa update sekarang deh.. yosshh ini dia chap 6..

Summary : dalam hidup ada 3 hal yang penting bagiku. Cinta pertama, pacar pertama, dan ciuman pertama...tapi semua itu hancur.. ciuman pertamaku menyedihkan, pacar pertamaku menyakitkan, dan harapan terakhirku adalah cinta pertama yang belum pernah kurasakan..

.

MY FIRST

Naruto : Masashi Kishimoto

Rate : T-T+

Genre : Romance/Friendship

'SasuSaku,SaIno,NaruHina'

Warning : GJ, alur campuran Typo, amatir, OOC, etc.

DONT LIKE? DONT READ

Just go Back ! Thank You ! '^^v

ENJOY YOUR READING !

Chapter 6

"Rasakan ini perempuan jalang !" teriak Karin yang mendorong kepala Sakura masuk lebih dalam lagi. 'oh kami-sama..aku tidak kuat lagi' perlawanan Sakura mulai melemah, kedua matanya tertutup erat.

BRAKKK...

Tiba-tiba pintu terbuka membuat ketiga gadis itu terkejut, Karin langsung melepaskan Sakura hingga gadis itu terduduk lemah menyender tembok kamar mandi. Ketiga gadis itu takut setengah mati terutama Karin. Habislah riwayat mereka sekarang..

"Apa yang kalian lakukan?" teriak orang itu. matanya menatap tajam ketiga gadis yang gemetar ketakutan, matanya teralihkan pada sesosok yang terkulai tak berdaya dilantai kamar mandi.

"Sakura !" serunya menghampiri tubuh gadis tak berdaya itu.

"Ss..Sa..Sasuke-kun i..ini ss..salah paham" ucap karin terbata-bata.

"Sakura.. Sakura..! tolong bangun!" ucapnya panik seraya menepuk-nepuk pelan pipi gadis pucat itu.

"Keluar sekarang atau kubunuh kalian !" bentak Sasuke menatap tajam ketiga gadis yang kini sudah bersiap lari dengan terbirit-birit.

"Sakura..Sakura.. kumohon !" Sasuke semakin panik saat tangannya mengecek denyut nadi Sakura yang sangat lemah, Sasuke memeluk Sakura erat seakan tidak ingin kehilangan gadisnya itu.

"Sasuke" gumam Sakura. Mendengar gumaman itu memuat Sasuke melepaskan pelukannya menatap Sakura yang kini membuka matanya sedikit melihat kearah Sasuke dan tersenyum lemah pada Sasuke.

"Sakura maafkan aku..maaf..maaf.." ucap Sasuke berkali-kali menggumamkan kata maaf. Sakura menggeleng lemah seraya tersenyum lemah lalu kembali jatuh tak sadarkan diri, segera Sasuke melepaskan jas sekolahnya untuk menutupi seragam Sakura yang robek, wajah Sasuke agak memerah saat melihat sebagian tubuh Sakura yang terekspos. Tanpa babibu lagi Sasuke langsung menggendong Sakura ala bridal style. Sasuke dengan segera membawa Sakura keluar gedung menuju mobilnya, dalam hati Sasuke bersyukur beruntung hari ini dia membawa mobil, Sasuke meletakkan Sakura di kursi samping kemudi dengan hati-hati. Dengan langkah seribu ia berlari ke arah pintu kemudi dan membawa mobil itu meninggalkan gedung sekolah mereka.

"Enggg.. akh !" Sakura yang baru tersadar dari pingsannya meringis memegangi kepalanya yang masih pusing.

"Kau sudah bangun?" Sasuke berjalan mendekati Sakura, ia membawa handuk dan secangkir teh hangat.

"Ini dimana?" tanya Sakura seraya mengatur tubuhnya untuk duduk bersandar di sandaran tempat tidur.

"Di kamarku.." kata Sasuke

"Jangan khawatir aku sudah menghubungi orang tuamu!" ucap Sasuke yang mengetahui raut perubahan raut wajah Sakura, lalu ia mendudukkan diri didepan gadis itu memberikan secangkir teh hangat pada Sakura seraya mengeringkan rambut Sakura yang masih basah.

"Eum.. Arigatou Sasuke" ucap Sakura lirih seraya menerima secangkir teh itu, meminumnya sedikit lalu meletakkan cangkir itu di meja sebelah tempat tidur.

"Hn" gumam Sasuke sambil terus mengeringkan rambut pink Sakura, lalu mereka terdiam. Sebenarnya dari tadi ada yang mengganjal dalam benak Sakura, tapi dia bingung bagaimana mengatakannya. Sakura mencengkram selimutnya Ia melihat kearah dirinya yang kini terbalut baju terusan santai biasa.

"Ano.. Sasuke" panggil Sakura ragu

"Hn?" jawab Sasuke sekenanya

"Kau melihatnya?" tanya Sakura ragu yang sontak membuat Sasuke menghentikan kegiatannya.

"A..apa?" Sasuke mencoba bersikap biasa.

"Kau sudah melihatnya kan?" Sakura mengulangi pertanyaannya yang membuat Sasuke gugup sendiri.

"Aku.. aku tidak melihat apa-apa kok.. aku hanya melihat warna pink" kata Sasuke mencoba agar terdengar datar menutupi kegugupannya.

"Itu artinya kau melihatnya baka !" teriak Sakura seraya memukul-mukul Sasuke didepannya.

"Sakura tenanglah.. kau masih sakit !" Sasuke mencoba menghentikan Sakura yang terus memukuli dadanya.

"Baka ! Baka ! Baka ! Ayam Pervert !" Sakura mengambil bantal dan memukulkannya pada Sasuke. Ia kesal, marah, malu semuanya bercampur jadi satu. Sasuke langsung menarik bantal itu dan membuangnya, lalu ia menarik Sakura dalam dekapannya membuat Sakura meronta.

"Lepaskan aku baka ! hiks.. kau melihatnya hiks.. Sasuke" ucap Sakura sesenggukan yang masih memukul Sasuke dengan lemah.

"Maafkan aku Sakura.. aku tidak sengaja.. maaf !" ucap Sasuke menenangkan Sakura.

"Tapi kau.."

"Sebegitu tidak maukah kau kulihat?" tanya Sasuke kecewa, membuat Sakura sedikit menyesal telah berlaku keterlaluan pada Sasuke padahal Sasuke yang menolongnya.

"Bu..bukan begitu.. aku.. hanya malu" ucap Sakura pelan seraya menyembunyikan wajahnya didada Sasuke. Sasuke melonggarkan pelukannya mengangkat wajah Sakura yang sudah memerah.

"Lihatlah ! kau benar-benar mirip kepiting rebus Jidat !" ucap Sasuke seraya menunjuk Jidat lebar Sakura.

"Kenapa kau malah ikut-ikutan memanggilku Jidat seperti Ino sih Sasuke" ucap Sakura sebal

"Salah siapa kau memanggilku Ayam tadi !" Sasuke balik menatap Sakura kesal

"Ooops.. hehe Gomen keceplosan !" kata Sakura cengengesan.

"Dasar Pinky Freak !" ejek Sasuke menyeringai.

"Dasar Ayam jelek !" balas Sakura menjulurkan lidahnya pada Sasuke membuat Sasuke tersenyum geli.

"Kau sudah baikan?" tanya Sasuke yang hanya dibalas anggukan dari Sakura

"Hn. Baiklah Ayo kuantar pulang !" ucap Sasuke seraya berdiri mengulurkan tangannya pada Sakura.

"Lalu kenapa kau tidak langsung membawaku pulang saja tadi?" tanya Sakura

"Kau mau orang tuamu menuduhku melakukan tindakan asusila terhadap putrinya karena datang dengan pakaian tak layak pakai seperti itu?" Sasuke melirik seragam Sakura disampingnya, Sakura ikut melirik benda itu dan terlihat mengangguk-angguk membenarkan perkataan Sasuke.

"Mikoto-basan, aku pulang dulu !" ucap Sakura sopan pada Mikoto yang sedang merangkai bungai di ruang tamu.

"Sekarang? Apa Sakura-chan sudah baikan?" ucap Mikoto seraya mendekati Sakura.

"Aku tidak apa-apa Mikoto-basan" kata Sakura menyunggingkan senyum.

"Tidak menunggu makan malam dulu Sakura-chan, Basan akan membuatkan Makaroni panggang kesukaanmu dulu" ucap Mikoto lembut seraya mengelus mahkota Sakura.

"Tidak usah basan" kata Sakura sopan.

"Baiklah kalau begitu besok kau harus kesini ya? Basan ingin ngobrol banyak denganmu" ucap Mikoto.

"Eummm... Baiklah basan, aku pulang dulu.. Mata ashita !" ucap Sakura membungkuk memberi hormat dan beranjak dari tempat itu.

"Sasuke, jaga Sakura!" seru Mikoto pada Sasuke yang sudah di ambang pintu utama, Sasuke hanya mengacungkan jempolnya membuat Mikoto terkikik geli.

"Ternyata putra kecil kaa-san sudah dewasa yaa.. hihihi" ucap Mikoto geli.

"Kenapa kaa-san senyum-senyum begitu?" kata Itachi yang tiba-tiba sudah ada di samping Mikoto.

"Kaa-san hanya geli melihat Sasuke" kata Mikoto.

"Aaahhh.. ternyata baka Otoutoku sudah besar.. hahaha" kata Itachi tertawa geli melihat Sasuke yang tadi panik setengah mati sambil menggendong Sakura menuju kamarnya.

"Sudahlah Itachi.. Ayo bantu kaa-san menyiapkan makan malam !" ajak Mikoto seraya menarik lengan Itachi.

"TIDAAKK MAUUUU" Itachi melepas genggaman tangan ibunya dan kabur begitu saja, dia tidak mau menjadi korban penganiayaan yang dilakukan ibunya jika ada di dapur.. sungguh mengerikan...

Konoha Senior High Scool (KHS) jam istirahat

"Hey.. Kudengar ada siswi yang dikeluarkan kemarin dan anehnya ada 3 siswi yang langsung dikeluarkan" Ino dengan antusias menceritakan gosip yang baru didapatnya.

"Em? Benarkah?" Sakura yang sedari tadi tak menghiraukan pembicaraan sahabatnya kini mulai angkat bicara.

"Iya.. Namanya Karin, Tayuya dan Sasame" Kata Ino. Sakura tersentak, bukankah kemarin orang yang menyiksanya adalah mereka itu?

"Bukankah itu para FanGirls Sasuke?" Tanya Hinata.

"Iya.. Aneh sekali.. kenapa mereka dikeluarkan? Bukankah orang tua mereka termasuk disegani di sekolah ini?" Ino mulai berpikir.

"Aneh..! sekolah juga tidak memberi alasan.. bagaimana menurutmu Sakura-chan?" tanya Hinata.

"Eh? Aku tidak tau hehe.." Kata Sakura menggaruk-garuk pipinya lalu dia terdiam lagi.

'Mungkinkah Sasuke yang melakukannya?' tanya Sakura dalam hati.

Merasa masih belum puas dengan pembicaraannya tadi siang dengan Ino dan Hinata mengenai gosip hangat tentang keluarnya 3 siswi itu, Sakura memutuskan untuk menanyakannya langsung pada Sasuke saat ini. setelah bel pulang sekolah berbunyi para murid-murid kelas 2-A lainnya sudah mengambil langkah seribu untuk cepat-cepat meninggalkan sekolah ini, kecuali Sasuke dan Sakura yang masih adem ayem di kelas, mereka masih sibuk merapikan buku-buku mereka.

"Sasuke?" panggil Sakura.

"Hn?" Sasuke menanggapi namun masih dengan sibuk merapikan bukunya.

"Apa kau tau tentang siswi yang dikeluarkan dari sini?" tanya Sakura.

"Aaa.. Karin dan teman-temannya?" tanya Sasuke balik. Sakura hanya mengangguk membenarkan.

"Aku hanya memberi pelajaran yang setimpal untuk mereka" jawab Sasuke santai.

"Tapi kau tidak perlu mengeluarkan mereka juga Sasu.." kata Sakura.

"Mereka mencoba membunuhmu Sakura" ucap Sasuke menatap Sakura.

"Tapi.. tapi.."

"Sudahlah, jangan dipikirkan lagi.. aku hanya tidak mau kau terluka" ucap Sasuke.

"Em.. gomen" ucap Sakura lirih.

"Hn. Kau tidak lupa janjimu pada Kaa-chan kan?" tanya Sasuke.

"Ah.. iya, aku tidak lupa kok.." jawab Sakura seraya tersenyum lebar. Sepertinya jati diri Sakura memang sudah kembali sepenuhnya.

"Ayo !" Sasuke langsung menarik Sakura keluar dari kelas itu.

"Eh? Pelan-pelan Sasuke.." ucap Sakura sebal karena ditarik paksa oleh Sasuke.

Dalam perjalanan menuju kediaman Uchiha, Sakura selalu berceloteh ria menceritakan masa kecilnya bersama Sasori yang menyebalkan, juga masa kecilnya yang suka dijahili oleh Itachi dan sasori. Sungguh masa lalu yang menyenangkan.

"Jadi kau ikut bersama Fugaku-jisan dan Mikoto-basan ke London?" tanya Sakura.

"Hn. Kaa-san memaksaku." Jawab Sasuke

"Kenapa Itachi-nii tidak ikut?" tanya Sakura lagi

"Haaah.. Baka Aniki yang menghasut kaa-chan supaya membawaku saja biar tidak kesepian, sedangkan dia malah bersenang-senang disini. Dasar menyebalkan !" kata Sasuke pasrah.

"Hihihi.. Itachi-nii dari dulu memang jahil" Sakura terkikik geli mendengar penuturan Sasuke.

"Berarti kau juga murid baru sepertiku dong Sasu? Bukannya Mikoto-basan dan Fugaku-jisan baru datang waktu keluarga kita makan malam?" tanya Sakura.

"Tidak. Saat lulus SMP aku memutuskan kembali kesini. Menemui seseorang" kata Sasuke.

"Siapa?" tanya Sakura. Sasuke hanya menolehkan kepalanya menatap Sakura tersenyum lalu fokus pada jalan lagi.

"Aaaa.. pasti orang yang istimewa" kata Sakura pelan.

"Hn. Dia sangat spesial" jawab Sasuke. Sakura yang mendengar jawaban Sasuke mendadak hatinya jadi was-was sendiri, batinnya tidak tenang, hatinya rasanya tercubit sakit sekali dengan jawaban yang baru saja didengarnya. Rasanya matanya memanas sepanas hatinya saat ini ingin sekali menangis. Sakura menghadap kearah jendela mobil, lebih baik menengkan diri dengan melihat pemandangan diluar jendela dari pada memikirkan hal itu.

'hah.. kenapa sih aku ini.. kenapa malah jadi marah sendiri.. iiiih Sasuke menyebalkan' ucap Sakura dalam hati sambil monyongin bibirnya. Sakura masih terhanyut dalam pikirannya hingga tak sadar bahwa kini mereka sudah sampai di pekarangan manshion Uchiha.

"Mau sampai kapan kau memajukan bibirmu itu?" tanya Sasuke.

"Eh? Sudah sampai?" tanyanya menatap Sasuke.

"Memangnya kau kemanakan isi Jidat lebarmu itu, sampai tidak sadar begitu?" ejek Sasuke seraya menunujuk Jidat lebar Sakura dengan telunjuknya. Sakura yang merasa tersinggung langsung menarik telunjuk Sasuke dan menggigitnya.

"Aww.." Sasuke meringis menarik tangannya yang kini sudah memerah.

"Dasar Ayam Gila !" ucap Sakura sebal langsung keluar dari mobil. Melihatnya Sasuke hanya tersenyum geli dan langsung menyusul Sakura.

"Marah ya?" tanya Sasuke seraya mensejajarkan jalannya dengan Sakura.

"Hush..Husshh.. sana jangan dekat-dekat denganku !" kata Sakura.

"Siapa juga yang mau mendekat, aku hanya ingin masuk kerumahku saja kok" ucap Sasuke menyeringai.

"Sasukeeee..." Sakura yang sudah terlanjur malu karena keGRannya langsung menerjang Sasuke dan memukulinya habis-habisan.

"Dasar Ayam jelek ! Baka!" ucap Sakura tanpa henti seraya mencubiti Sasuke, Sasuke yang tidak mau kalah langsung mempunyai ide untuk menggelitikan Sakura. Hingga memasuki rumah itu yang terdengar hanyalah senda tawa dari mereka. Namun tiba-tiba ada suara yang menginterupsi acara mereka.

"Sasu-Chaaaaaaaaaan..." seorang gadis berambut coklat pendek berlari-lari dari dalam rumah dengan riangnya langsung menerjang Sasuke memeluk erat lengan pemuda itu.

"Sasu-chan aku kangeeeeen" ucap gadis itu manja. Sasuke yang merasa jijik diperlakukan seperti itu hanya menahan kepala gadis itu supaya tidak lebih mendekat lagi kearahnya.

'Mungkinkah ini gadis yang dimaksud Sasuke? Sasu-Chan? Sebgitu dekatkah mereka?' tanya Sakura dalam hati, ia menatap keduanya dengan tatapan yang sulit diartikan. Hingga aktivitasnya yang sedang memperhatikan kedua makhluk aneh didepannya itu terhenti ketika sebuah tangan memegang bahunya.

"Yo ! Sakura-chan.." sapa Itachi

"Itachi-nii ! mengagetkanku saja" ucap Sakura.

"Hehe.. gomen.. " ucap Itachi sambil cengengesan. Sakura melirik dua orang itu lagi, dia semakin sebal melihat gadis itu menggelayut manja dilengan Sasuke.

'Kenapa sih aku aku ini?' dalam hati Sakura menjerit sebal. Daripada semakin perasaan tidak mengenakkan ini semakin menjadi Sakura memutuskan untuk kembali ke tujuan awalnya kesini bertemu Mikoto.

"Itachi-nii mana Mikoto-basan?" tanya Sakura

"Oh iya.. kaa-san sudah menunggumu di dalam. Ayo !" Itachi menggiring Sakura menuju ruang keluarga manshion Uchiha. Disana Mikoto sudah duduk manis sambil merapikan peralatan sulamnya.

"Eh.. Sakura-chan sudah datang.. basan sudah menunggumu, ayo sini !" Mikoto yang menghadiri kehadiran Sakura langsung melambaikan tangannya menyuruh Sakura duduk disampingnya, diikuti Itachi yang juga ikut duduk di sofa samping.

"Ne basan, basan sedang apa?" tanya Sakura

"Ini.. basan baru saja membuat syal untukmu" jawab Mikoto seraya memasangkan syal merah maroon itu dileher Sakura. Sakura hanya tersenyum senang, hatinya hangat bersama dengan Mikoto seperti bersama dengan ibunya sendiri.

"Walaupun musim dingin sudah hampir berakhir tapi tetap saja masih musim dingin.." ucap Mikoto masih merapikan syal itu.

"Em.. arigatou basan" ucap Sakura tulus.

Di tempat Sasuke

"Hey.. Matsuri lepaskan aku !" Sasuke masih berusaha melepas tangan gadis itu yang masih aja nemplok di lengannya.

"Aaaa.. Sasu-chan aku kan kangen" ucap gadis bernama matsuri itu manja.

"Tidak perlu seperti ini Matsuri" Sasuke semakin sebal saja dengan tingkahnya.

"Huh.. Dasar !" ucap matsuri sebal seraya melepaskan tangannya.

"Dasar gadis bodoh !" gumam Sasuke seraya menggulirkan pandangannya kesamping.

'heh? Kemana dia?' tanya Sasuke dalam hati, sesibukkah dirimu sampai tak menyadari gadismu sudah menghilang Sasuke? Sasuke langsung saja masuk kedalam rumahnya, kaki-kaki panjangnya berjalan menuju ruang keluarga miliknya saat ia mendengar suara gurauan.

"Hihihihi.. akhirnya Itachi yang kena akibatnya" ucap Mikoto sambil cekikikan.

"Aaaah.. saat itu Sakura-chan sangat menakutkan.. terpaksa deh aku yang kena bogeman panas darinya.. hehe" Itachi hanya menggaruk-garuk belakang kepalanya.

"Hihihi.. gomen ne Itachi-nii" ucap Sakura.

"Ehm" merasa kehadirannya diabaikan oleh ketiga orang didepannya Sasuke memilih berdehem, menyadarkan ketiga orang yang sedari tadi bernostalgia tentang masa lalu mereka.

"Eh? Sasuke, kau sudah pulang nak?" tanya Mikoto polos.

" Bukannya Kaa-chan yang menyuruhku bareng Sakura?" tanya Sasuke balik, dia sebal merasa tidak dianggap oleh ibunya sendiri.

"Aaa.. Kaa-chan lupa.. hihihi.. kau harus memaklumi orang tua Sasuke" ucap Mikoto santai.

"Baiklah kalau begitu aku pamit Mikoto-basan !" Sakura langsung berdiri berpamitan dengan Mikoto.

"Ah baiklah, jangan lupa berikan ini pada kaa-san mu !" ucap Mikoto seraya memberikan bungkus berisi makaroni panggang itu pada Sakura.

"Heh? Kenapa cepat sekali? Aku bahkan belum 1 menit duduk disini" gerutu Sasuke.

"Arigatou gozaimasu Mikoto-basan.. aku pulang dulu" ucap Sakura sopan.

"Ayo! aku ant.."

"Sasu-chaan ayo temani aku jalan-jalan !" Matsuri yang tiba-tiba datang langsung menerjang tubuh Sasuke kembali, Sasuke yang sudah siap menggandeng Sakura malah kini hampir terjungkal kebelakang. Sakura yang mendengar suara cempreng itu mau tak mau mendengus sebal lagi, entah kenapa dia sebal sekali melihat gadis itu dekat-dekat Sasuke'nya'. Apa? Sasuke'nya'? Sejak kapan Sasuke menjadi miliknya? Ah Sakura sepertinya otakmu mulai berjalan tidak normal. Sakura langsung menggeleng cepat. Berharap otaknya berhenti memikirkan halusinasi konyol.

"Ayo Sakura-chan aku antarkan !" ucap Itachi yang kini mengambil tindakan.

Sakura yang masih linglung hanya berjalan mengikuti Itachi menuju mobil limousinenya.

"Silahkan tuan putri.. " Itachi membukakan pintu depan selayaknya seorang pelayan setia yang melayani tuan putrinya.

"Berhentilah bersikap konyol Itachi-nii !" Sakura langsung memasuki mobil itu dengan anggun. Diikuti Itachi yang mengambil alih kursi kemudi.

"Kau benar-benar tidak pernah berubah ya?" ucap Sakura saat Itachi mulai menstarter mobilnya.

"Kata siapa? Aku sekarang sudah berubah jadi pria tampan yang siap menjadi kekasihmu Sakura-chan" ucap Itachi gombal.

"Huh.. dasar ! aku tidak akan tergoda oleh palyboy sepertimu !" ucap Sakura.

"Yaaa.. baiklah..baiklah.. aku tau ! karena kau sudah tergoda oleh keseksian adikku kan?" ucap Itachi sambil menyeringai.

"Apa sih? Jangan berbicara konyol" kata Sakura seraya menolehkan kepalanya menghadap jendela menyembunyikan rona merah yang lagi-lagi datang. Dalam hatinya ia merutuki rona merah bodoh ini yang selalu saja muncul saat membicarakan Sasuke.

"Yaaah.. dia malu" kata Itachi seraya mencolek perut Sakura.

"Ah.. Itachi-nii..geli tau !" kata Sakura seraya menutupi perutnya agar tidak terjamah sahabat kakaknya yang paling menyebalkan sedunia setelah sasori.

"Hahaha.. kau ini lucu sekali.. makanya kalau suka jangan dipendam" ucap Itachi yang kini tertawa senang karena berhasil menggoda adik sahabatnya ini.

"Huh.. Siapa yang suka siapa?" kata Sakura sebal

"Dasar ! sudah jelas saling suka masih saja tidak mau mengaku.." gumam Itachi yang sekarang fokus pada jalanan didepannya.

"Eh? Kau bilang apa?" Sakura yang merasa mendengar suara-suara halus (emangnya setan?) itu bertanya pada Itachi.

"Nanimo.." kata Itachi tersenyum.

Konoha Senior High School (KHS)

Saat ini jam pelajaran masih dilangsungkan, Sekilas digedung ini terlihat tenang dari luar gedung, namun kalau kita masuk lebih dalam lagi menuju ke kelas yang pintunya bertuliskan 2-A di pojok kanan atas akan terdengar suara ricuh didalamnya apakah PDS 4 alias Peras Dunia ShInobi ke-empat sudah berlangsung?

Lupakan masalah PDS 4 karena sekarang kita sedang lepas dari dunia pershInobian..

Seseorang dengan kepala nanas memasuki kelas yang kacau tersebut, sesaat setelah memasuki kelasnya dia hanya bisa geleng-geleng kepala.. dia tidak habis pikir teman sekelasnya akan seganas ini karena mulai dari jam istirahat pertama sampai pulang nanti adalah pelajaran kosong karena ada rapat, yang salah satu rapatnya dihadiri oleh Shikamaru sebagai ketua kelas 2-A itu.. dia semakin menghela nafas frustasi melihat sudah tidak ada lagi tempat yang layak untuk dia tiduri?.. meja dan kursi berserakan, benar-benar seperti kapal pecah, Naruto sedang menaikkan kursi di atas meja untuk bermain kuda-kudaan ala koboy spanyol sambil berteriak-teriak gaje yang coba ditahan Hinata, Kiba sedang mengeluarkan akamaru dari ranselnya? Sambil membersihkan kotoran yang nemplok ditasnya, Ino masih setia dengan make up nya sambil sujud-sujud agar Sai mau jadi objek percobaannya, ShIno masih bersikap sarkastik ala Presiden Soekarno tapi tetap saja hal itu tak berlangsung lama karena Lee dengan semangat muda yang membara tidak sengaja menendang shIno karena latihan taijutsunya yaaaah.. akhirnya perang lagi deh.. sepertinya yang masih anteng disini cuma duo S kita siapa lagi kalau bukan Sasuke dan Sakura plus Hyuuga cowok (Neji) yang duduk anteng sambil berpikir crossdressing untuk episode Naruto SD selanjutnya.. kok malah tambah melenceng dari cerita utama sih? #SEBEL : /

Shikamaru yang sudah tidak tahan langsung berjalan didepan kelas, muka ngantuk yang biasanya terpampang diwajahnya tidak terlihat lagi, dia mengambil rotan dan menggebrakkannya di meja guru.. 'Traaakk'

Seantero kelas 2-A sunyi seketika, Naruto langsung turun dari kudanya, lee dan shIno berhenti dari perangnya semua menghentikan aktifitasnya memandang sunyi ke depan kelas.

"Aku hanya akan memberitahukan tentang acara tahunan kita" ucap Shikamaru yang sudah kembali ke wajah ngantuknya.

"Eh? Shikamaru kau mengerikan !" ucap Naruto

"Acaranya besok, kelas kita akan ke Sunagakure.. ada pertanyaan?" tanya Shikamaru.

"Sebenarnya ini acara apa?" Sakura yang tunjuk tangan langsung bertanya.

"Ini acara Bakti Desa, setiap kelas akan disebar dibeberapa desa selama 3 hari untuk membantu" jelas Shikamaru.

"Tidak ada pertanyaan lagi?" merasa sudah tidak ada lagi yang bertanya Shikamaru melanhjutkan kata-katanya.

"Baiklah, kita berkumpul dirumah Kiba !"

"Yaaah.. kenapa harus Suna sih? Disana kan panas, pasti kulitku jadi hitam.. Hwaaaa.." Ino yang notabenenya seorang model langsung menangis histeris.

"Hey, walaupun disana gurun pasir tapi disana tidak sepanas yang kau kira Ino, buktinya pelajar pertukaran yang kemarin itu kulitnya putih, ganteng lagi.. fufufu" kata tenten menanggapi pernyataan Ino.

"Waah.. benarkah? Berarti banyak cowok ganteng donk? Aaaa..senangnyaaa.." Kata Ino sambil membayangkan dia sikelilingi cowok-cowok ganteng erbadan kekar.

"Ehm.." lamunan Ino buyar seketika saat deheman itu menelusup indra pendengarannya.

"Eheheh.. Sai..aku.." Ino hanya bisa cengengesan

"Jadi kau ingin mencari penggantiku ya?" kata Sai dengan senyum yang tidak seperti biasanya.

"Bukan..bukan.. aku hanya ingin mencarikan Sakura-Jidat kok.. ya kan Jidat?" Ino langsung mengapit lengan Sakura.

"Apa sih Ino-Pig" sahut Sakura ketus.

"Kau pasti bisa mendapatkannya Jidat, dia itu tampan, cerdas, cool.. pokoknya Gaara itu keren deh" kata Ino dengan bintang di kedua aquamarinenya.

"Pacari saja dia !" seru Sai yang langsung keluar kelas. Aneh sekali muka palsu seperti Sai bisa cemburu juga dengan Ino.

"Sai-kuuuuuuuun, jangan maraaaah !" Ino berteriak histeris mengejar Sai keluar kelas.

'Hah.. apa-apaan dia.. Sakuraku tidak boleh tertarik dengan panda itu..' kata Sasuke dalam hati sambil memandang Sakura yang sedang berpangku tangan sambil mencoret-coret kertas didepannya.

TBC

Gomen ne para Reader-sama.. untuk chap ini segini dulu yah? Itung-itung buat nebus kesalahan kemarin yang udah bikin para readers kesal setengah mati.. hehe

Hahaha.. sebebernya itu cuman semacam syukuran aja, soalnya gak nyangka aja aku bisa nulis sampek ke chapter 5, aku kirain bakalan short chapter gak sampek lima, eh ini malah dah kelewat batas.. ya udah deh diterusan aja..

Readers penggemar serial Naruto pasti tau Naruto SD kan? Sumpah bikin ngakak apalagi chapter 47 OMG.. Sasukenya 'GAK BANGETT'..

Oh iya para readers.. aku punya PESAN PENTING.. yang dari kemarin nemplok terus dikepalaku..

Kemarin aku coba searching2 ternyata banyak yaa fans Sakura yang anti-Hinata.. n fans Hinata yang anti-Sakura.. sampek ngeluarin kata-kata kotor gak berperasaan.. alasannya ya cukup simple, karena dibanding-banding kan antara yang pantes ama Naruto atau yang enggak.. padahal kan SasuSaku pollepell..

saya sebagai fans Sakura pasti sangatt amatt sakit hati, tapi saya gak benci sama Hinata.. saya Cuma menyesali kenapa para fans malah saling menghina karakter di Naruto, padahal anime ini mengajarkan perdamain.. pesan saya kalau kalian penggemar Naruto sejati jangan sampai ngbashing karakter sampek menghina karakter itu, setiap karakter punya kelebihan dan kekurangan masing-masing..

di cerita ini aku gak bermaksud ngbashing karakter, karena disetian karakter kan pasti ada yang jadi antagonis disini saya make karin ama suigetu.. jangan jadi anti mereka ya..

Akhir kata..

Review, please? Review anda sangat berharga di fic saya..

Sincerely

Hyeon-Chan