Tittle : I Hate You But Really Love You
Author : Zulfa Kim
Genre : Romance, Family, etc.
Rated : T
Main Cast : Kim RyeoWook, Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Yesung, Kim Kibum, Choi Siwon, etc (bertambah sesuai jalan cerita)
Pairing : KyuWook, Yemin, Minwook, YeWook n other
Disclameir : Semua pemain disini milik Tuhan YME, Orang Tua mereka, dan diri mereka sendiri dan cerita ini asli punya saya
Warning : BL, typo berhamburan, cerita gak jelas, dan tak sesuai alur... alur juga kecepetan.
maaf zulfa author baru dan penulis baru ^^v jadi typonya banyak dan salahnya juga banyak. mohon dimaafkan.
.
seeing you cry, smile, sad even happy i still can't hug you. you are so so far...
one think i always say to my mind, "i will be always waiting for you to meet me" ( shinigami_icha)
.
'manis... cepatlah bangun, entah kenapa hatiku sedih melihat dirimu seperti ini. walaupun aku belum tau siapa dirimu.'
.
"cepatlah bangun... kau tau dia... dia ada di sini wookie. kau ingin melihatnya bukan? bertahanlah setidaknya sampai aku bisa mengungkap perasaan aku yang berbeda ini. walaupun aku tau kau takkan pernah melihatku... hatimu, matamu, pikiranmu sudah penuh dengan bintang itu bukan?"
.
.
kyuhyun celingukan (?) mencari sungmin, dia pun mengintip lewat kaca pintu kamar tempat tadi dia bertemu dengan sungmin. terlihat pemandangan seorang suami yang seperti sedang menenangkan sang istri yang terlihat terguncang. walau dalam wajah dan ekpresi sang suami sebenarnya juga tak tenang. dan ada pula dua orang namja yang terlihat sedih. salah satu namja itu kyuhyun tau adalah sungmin.
kyuhyun mengikuti arah pandang sungmin yang menyiratkan kesedihan tersebut, melihat seseorang yang sedang berbaring di ranjang rumah sakit tersebut. dan... kyuhyun pun melihat 'nya' Astagaa... bukankah itu? namja manis itu?
"dia.. dia kan.. yang tadi.. ada apa dengannya kenapa bisa ada di rumah sakit ini?" gumam kyuhyun.
telpon kyuhyun berbunyi, tak mau ketauan mengintip dia pun menjauh dari kamar yang beraura sedih tersebut.
"hallo.. kyu kau masih di mana?" cerocos (?) orang -yang menelpon kyuhyun- itu begitu ia mengangkat panggilan tersebut.
"ne.. aku masih di rumah sakit hyung, ada apa?"
"ah... ani aku hanya agak khawatir, apakah terlalu gawat kondisi kakakmu itu?" tanya seorang di ujung telpon tersebut.
"hm.. tidak terlalu.."
"syukurlah.." terdengar helaan nafas lega.
"yesung hyung aku akan segera pulang ada yang ingin ku ceritakan kepadamu.." setelah itu kyuhyun langsung memutuskan panggilan tersebut tak memberi kesempatan yesung untuk menyahuti pernyataannya tadi.
.
=IHYBRLY=
.
"kau yakin kyu?" tanya yesung memastikan setelah menceritakan pertemuannya dengan sungmin di rumah sakit kepada yesung.
"tentu saja! mana mungkin aku berbohong. aku melihat dengan mataku sendiri dia berada di rumah sakit tersebut."
"ada apa ya? kenapa dia ada di sana?" yesung tampak berpikir.
"entahlah.. hyung kau mau ikut kesana?" tanya kyuhyun tiba-tiba
"ani.. aku ada jadwal hari ini kyu.." yesung menarik nafas.
"baiklah.. aku mau menjenguk noona ku lagi bye hyung..."
.
kalian berpikir kyuhyun benar-benar hanya ingin menjenguk noonanya? tentu saja tidak.
.
kyuhyun pov.
.
aku berjalan menyusuri lorong rumah sakit lantai di mana tempat noona ku dirawat, kakiku tiba-tiba berhenti ketika tepat di depan kamar rawat tempat orang -yang mungkin teman sungmin- dirawat. entah apa yang membawa diriku hingga akhirnya aku nekat masuk ke kamar tersebut..
sepi... tak ada orang sama sekali sepertinya yah... kecuali namja yang kini ku lihat masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit tersebut.
manis... dan mungil seperti yeoja, tak berubah sama sekali dari pertama kali aku melihatnya di konser kemarin. aku berjalan mendekati ranjangnya, aku dapat melihat dengan jelas selang sebagai alat bantu pernafasan di hidungnya. ya tuhaan... pucat sekali wajahnya, lemah, apakah dia sakit parah?
nyuut
ada apa denganku? mengapa aku merasakan perasaan aneh ketika melihat kondisinya dengan jelas di depan mataku sekarang?
'manis... cepatlah bangun, entah kenapa hatiku sedih melihat dirimu seperti ini. walaupun aku belum tau siapa dirimu.' batinku.
ahh~~ aku ingat aku belum menemui noona ku.
"sampai jumpa lagi..." gumamku padanya walau aku tau dia tak mungkin mendengarnya. aku pun melangkah perlahan keluar dari ruangan tersebut dan menuju kamar noona ku.
.
kyuhyun pov end.
normal pov.
.
kyuhyun melangkahkan kakinya menjauh dari ruangan tersebut yang tanpa disadarinya sungmin melihat dirinya yang baru keluar dari ruangan tersebut.
sungmin masih diam mematung, apa yang dilakukan seorang cho kyuhyun di kamar rawat ryeowook? sungmin bertanya dalam hatinya entah pada pun segera tergesa masuk ke kamar rawat ryeowook.
.
sungmin pov.
cklek
blam
'hmmpphh... kau belum siuman juga wookie? aku pikir ketika melihat dia tadi keluar dari ruangan ini kau sudah...' innerku saat melihat ryeowook masih dalam kondisi sama, tidak berubah sama sekali.
aku berjalan mendekatinya dan duduk di kursi yang tepat berada di sampingnya.
"wookie-ah... apa kau begitu lelah sampai tidak mau membuka matamu dan bangun dari tiddurmu ini?"
aku meraih tangan wookie dan memegangnya erat.
"cepatlah bangun... wookie=ah, kau tau tadi dia ke sini... dia ada di sini wookie. bintangmu... cho kyuhyun itu. kau ingin melihatnya bukan? maka cepatlah sadar wookie.."
"aku tidak suka melihat keadaanmu yang seperti ini wookie.."
tanganku menyentuh pipinya lembut. pipi yang biasanya hangat dan bersemu merah itu kini dingin dan pucat.
"wookie... bertahanlah setidaknya sampai aku bisa mengungkap perasaan aku yang berbeda ini padamu, walaupun aku tau kau takkan pernah melihatku... hatimu, matamu, pikiranmu sudah penuh dengan bintang itu bukan?"
sakit~ ketika kau harus merasakan cinta itu namun kau sadar kau telah kalah sebelum memperjuangkannya. kau telah kalah bahkan sebelum kau menyadarinya. itulah yang aku rasakan. aku tersenyum miris..
entah setan apa yang mendorongku untuk melakukannya, dengan tiba-tiba aku mendapati diriku tanpa sadar mencium pipinya.
"aku harap pipi ini akan segera menghangat."
.
"jadi.. dia kekasihmu eoh?"
DEG!
suara ini... aku menoleh dan...
"jadi.. namja manis ini kekasihmu yaa? ternyata orang galak sepertimu bisa punya kekasih juga, manis pula."
"apa maksudmu cho kyuhyun? dan apa yang kau lakukan di sini?" aku menatap tajam ke arah kyuhyun. kekasih dia bilang? oh.. sungguh itulah yang amat aku harapkan. tapi bukankah sudah ku bilang bahwa aku sudah kalah lebih dulu? dan anehnya orang yang mengalahkanku malah mengatakan ryeowook kekasihku? astagaa...
"aku? hanya tak sengaja lewat. dan yah... aku teringat pertemuan kita pertama kali di rumah sakit ini di depan kamar ini. jadi aku hanya sekedar iseng saja menemuimu."
kau pikir aku percaya dengan ucapannya itu? tentu ssaja tidak. mana mungkin kan? toh jelas-jelas tadi aku melihat dia keluar dari sini.
"mmmm.." terdengar gumaman lemah. oh.. ya tuhan apa wookie sudah sadar? aku menoleh dan melihat wookie yang kini berusaha membuka matanya dengan lemah.
"ryeowookie..." panggilku.
"eomma.."
"eomma mu sedang pulang wookie.. ini minnie hyung.."
wookie diam dia terlihat masih sangat lemah.
"sebaiknya kau panggil dokter dan hubungi orang yang dipanggil eomma tersebut." sahut kyuhyun mengingatkanku.
ah~ aku pun tersadar dengan cepat aku keluar ruangan tersebut dan segera mencari perawat atau dokter untuk melihat kondisi wookie.
.
sungmin pov end.
normal pov.
.
ryeowook sudah sadar sepenuhnya walau dia merasa masih sangat lemas.
"jadi namamu ryeowookie?" tanya kyuhyun yang entah dari kapan sudah berada di samping ryeowook.
ryeowook menoleh dengan lemah maih belum sadar kalau suara itu adalah...
DEG!
oh.. apakah dia sedang mimpi sekarang? berhalusinasi mungkin akibat kepalanya yang terasa sangat pusing tersebut. atau jangan-jangan dia sudah mati dan tuhan mengabulkan permintaannya untuk bertemu kyuhyun sedekat ini?" ANDWE! dia tidak boleh mati! bagaimana dengan eomma dan appanya? siwon hyung? dia belum siap meninggalkan mereka. namun di satu sisi dia senang bisa melihat kyuhyun. tapi...
ryeowook menangis akibat pemikirannya sendiri, sambil masih tetap terpaku memandang kyuhyun, airmatanya terlihat menggenang di pelupuk matanya.
"hei.. kenapa kau menangis?" kyuhyun panik, kenapa namja manis ini malah menangis melihatnya. kyuhyun pun mencoba tersenyum untuk menenangkan ryeowook. namun yang terjadi malah tangis itu makin jadi.
"aduuh... jangan begini, nanti orang bisa salah paham nanti mereka mengira aku melakukan aneh-aneh padamu." 'yah walau aku ingin juga sih' inner prevet kyuhyun
namun ryeowook tetap tidak menghentikan tangisnya. apa boleh buat? kyuhyun pun akhirnya memutuskan menarik ryeowook ke dalam pelukannya, menyembunyikan tangis ryeowook dan menenangkannya.
kyuhyun dapat mencium aroma tubuh ryeowook, merasakan bagaimana pasnya lekuk tubuh namja manis tersebut dipelukannya, dan tadi sekilas dia dapat melihat mata caramel ryeowook yang indah. seketika itu pula dia merasa ada yang aneh dengan debaran jantungnya.
'aish ada apa ini? kenapa berdebar seperti ini? ah kau membuatku gila.' batin kyuhyun.
.
.
sungmin mengepalkan tangannya saat melihat kejadian di depannya. namja itu sudah berani memeluk ryeowook bahkan di pertemuan pertama mereka? dia pun mempersilahkan dokter yang mengikutinya untuk masuk ke dalam sedangkan dia sendiri memilih untuk menunggu di luar.
sungmin menundukkan kepalanya, sesak dadanya padahal hanya melihat kyuhyun memeluk wookie. sungmin menghela nafas.
"sungmin ryeowook di dalam?" tanya nyonya Kim yang baru datang dengan siwon terburu-buru. mamang tadi dia sudah menelpon mereka mengabarkan ryeowook siuman.
sungmin hanya mengangguk dan memberi isyarat agar nyonya kim agar segera masuk ke kamar tersebut.
"gomawo ne.. sudah menjaga adikku dan mengabarkan kepada kami." kata siwon sambil tersenyum tulus kepada sungmin sebelum ikut masuk ke kamar tersebut.
.
sungmin berjalan pelan ingin segera menuju taman rumah sakit, namun tiba-tiba...
.
"minnie..."
sungmin mendongak dan mendapat seseorang dengan pakaian yang amat tertutup tengah memegang lenganya.
"lepaskan!" bentak sungmin.
"minnie... biarkan hyung bicara padamu..."
"tidak akan pernah yesung-ssi"
yesung menggeleng, dan mencengkram tangan yesung erat dan dalam satu kali hentakkan dia memenjarakan sungmin dalam pekukannya.
"aku kau tak suka nama itu.. kau boleh memanggilku joongwoon seperti dulu."
"lepas!" sungmin masih berusaha berontak.
"minnie... dengarkan hyung lee joongwoon dan kim yesung sama saja... dia sama-sama menintaimu... tidak pernah bermaksud meninggalkanmu..."
.
.
=IHYBRLY=
.
"bagaimana ceritanya kau bisa ada di sini kyuhyun-ssi" tanya siwon sambil memandang kyuhyun dari atas ke bawah.
"jangan begitu wonnie... kau membuatnya risih dengan pandanganmu." kata sang eomma sambil membenarkan letak selimut ryeowook yang kembali pingsan karena kelelahan menangis.
"mianhe.. ahh.. emm... ahjumma.. sepertinya aku yang menyebabkan dia menangis sampai akhirnya pingsan." kata kyuyun kepada nyonya kim yang langsung dibalas tatapan tajam dari siwon.
nyonya kim menggeleng
"tidak.. kau tidak salah, dia menangis judtru mungkin karena bahagia." kata nyonya kim lembut sambil tersenyum.
"ehh? maksud ahjumma?"
"ya dia menangis karena melihatmu, kau mau tau anakku yang manis ini adalah fans beratmu?"
"MWO?! jinja?" tanya kyuhyun dengan tidak elit melupakan bahwa dirinya harus menjaga imagenya.
nyonya Kim tertawa melihat reaksi kyuhyun.
"wae? kau tidak menyangka kalau fans fanatik mu seorang namja?"
"ah... ani.. hanya saja aku.. aku..."
'aku senang sekali mengetahui namja manis ini fansku kkk~' inner kyuhyun sambil tersenyum gak jelas
"aku... aku... apa kyuhyun-ah?" tanya nyonya Kim seperti menggoda.
namun belum sempat kyuhyun menjawab, ada yang membuka pintu kamar tersebut dengan agak keras.
"appa datang wookie-ah.." ucap sang appa riang.
namun keriangan tersebut hilang saat melihat satu lagi manusia yang bukan anggota keluargaya ada di kamar tersebut.
"KAU!... kenapa kau ada di sini?"
.
.
.
TBC
hehe *jengjeng author gak jelas datang yang juga membawa cerita gak jelas. apakah ff ini membosankan? sepertinya begitu ya?
oh iya buat reader regret yang minta sequel dari ff saya yang "regret" kayaknya gak bisa mina... lah wong kan tokoh utamanya si kyu dan wookppa udah mati di situ -_- jadi bingung gimana sequelnya. jadi maaf yaa ^^
.
dan makasih banget buat para reader yang sudah berbaik hati mau review walau gak bisa aku bales satu-satu. tapi itu anggap sebagai penyemangat dari kalian.
.
so mind to review again? :)
