==== A Reason For His Stupidness ====
==== Warning! =====
My abal-abal Pic, Miss. Typo yang bertebaran dan eksis dimana-mana. Titik,koma,tanda seru dan tanda-tanda lainnya yang tidak beraturan, sangat tidak sesuai dengan EYD
Please give me review, terima saran dan lain-lain lastly happy reading.
Another Fic gaje from ane...
==== A Reason For His Stupidness ====
Someone POV
" Hei nona apa kau tahu ? itu sangat tidak bagus bagi seorang gadis memotong sayap kupu-kupu seperti itu "
" Benarkah, tapi bukankah sakit itu cinta ? orang tuaku selalu mengurungku dirumah, memarahiku dan memukulku, dan dia selalu mengatakan kalau mereka melakukan itu karena cinta "
" …. "
" Bukankah itu artinya kalau rasa sakit itu cinta, karena itu aku memberikan kupu-kupu kecil ini cinta yang banyak "Gadis berambut putih itu kembali meremas sayap kupu-kupu itu dengan kasar sebelum akhirnya
" Plakkkk "
" Itu bukan cinta bodoh! Cinta itu….. "
Dikediaman Kagamine terlihat seorang Len terbangun dari tempat tidurnya dengan berteriak kencang, sepertinya dia baru saja mengalami mimpi buruk yang membuat dia sampai terbangun dari tidurnya.
" Mimpi itu lagi kah ? "
" Mungkin karena beberapa hari lalu aku bertemu dengan Mayu, dasar Tei! Sampai sekarangpun kau masih menyusahkanku ya " Lelaki itu perlahan memeluk erat guling yang bergambar pisang disampingnya itu.
" TEI….. "
Time Skip.
Ini adalah hari minggu dan tidak seperti biasanya dikediaman Hatsune, Miku yang merupakan raja bangun siang saat libur, dipagi ini terlihat sangat rapih dan siap untuk pergi.
" Baiklah, pakaian sudah lengkap, lalu parfum juga udah dipakai, "
" Uang, dan Tas juga siap. "
" Sekarang saatnya menjeput Len! "
Yap hari ini adalah date antara Miku dan Len, meskipun mungkin hanya Miku yang menganggap ini sebagai date, karena sebenarnya ini adalah request Len karena membantu Miku menolak Kaito maka hari ini Len meminta request untuk membeli banana cake kesukaannya, tapi tentu saja mau tidak mau hari ini artinya mereka akan berdua secara bersama-sama yang artinya bagi seorang Miku ini adalah date dengan Len.
Dengan cepat dia segera berlari kerumah Len yang hanya beberapa langkah, dengan harapan kalau mereka akan segera menikmati kencan bersama….
Dan semoga saja tidak ada yang kan mengganggu mereka, ujar Miku dalam hati.
Sesampainya dirumah Len, terlihat Rin sedang memarahi Len, yap semenjak hari itu Len sudah berbaikan dengan Rin. ketika Rin menyadari bahwa sangat mudah bagi seorang Len untuk mengalahkan dia, dia jadi merasa bersalah karena membenci Len terutama setelah mengetahui apa yang Len korbankan untuknya.
" Hei ayolah kau itukan ingin berkencan dengan Miku, kenapa sih kamu gak rapian dikit? "
" Sudah kubilang aku ini bukannya mau ngedate Nee-san! Aku Cuma mau makan kue aja kok susah amat "
" Pokoknya selama Nee-san hidup Nee-san tidak akan membiarkan kamu bersikap seperti ini! Kamu itu kan cowok, aturan kamu itu lebih bersikap kayak cowok sih "
" Apa maksud Nee-chan aku tidak seperti cowok "
" Ya tentu saja asal kau tahu ya, cowok yang jalan-jalan ama cewek tapi ngebiarin cewek itu yang ngejajanin dia, itu cowok artinya cowok gigol*,"ujar Rin dengan datarnya membuat Len hanya terdiam.
" HAhahaha, Len yang mau jalan-jalan, kok malah mbaknya yang repot sih ? " Ujar Miku mencoba mencairkan suasana pertengkaran yang sedang terjadi didepan kediaman Kagamine itu
" Araa… Miku udah siap, kamunya malah belum siap gimana sih Len "
" Itukan salah Nee-chan yang nyuruh-nyuruh makek ini itu "
" KAMU JUGA YANG ANEH TAU! Masa pas mau jalan-jalan ama cewek, pakek baju buat di rumah emangnya kamu gk tau ya cewek itu memang keliatan oke-oke aja, tapi dia juga bisa ilfeel ngeliat cowoknya gk keren " Ujar Rin berkata-kata panjang lebar
" Oke-oke maafkan aku dan kumohon jangan ribut lagi aku akan mendengarlanjutan ceramah Nee-chan setelah pulang, bye-bye! " Ujar Len menarik tangan Miku dan langsung mengajaknya berlari sementara Rin hanya bisa menghela nafas melihat kerjaan kembarannya itu
Miku POV
Aku saat ini sedang berlari bersama Len, ini mungkin terlihat lucu tapi seriusan, ketika orang-orang difilm-film berlari-larian dengan pasangannya entah kenapa kelihatannya mereka terlihat sangatlah bahagia, sehingga tidak pernah mereka terlihat sedikitpun ngos-ngosan atau sebagainya meskipund dalam cerita itu mereka sudah berlari selama 5menitan tapi kalau kenyataannya sih hal ini sungguhlah sangat berat untuk orang yang jarang berolahraga sepertiku ini!
" LEN BERHENTIIIII! " Len-pun berhenti
" ada apa Miku ? " Ujar Len menoleh kearah Miku
" hosh…. "
" …. "
" … "
" Hosh.. hosh """"
" .Miku apa kau ingin minum air putih ? "
" Kenapa tidak kau berikan dari tadi ! " Gelegar Miku
" Hahahaha, aku sangat tidak menyangka kalau Miku yang sekarang memiliki system tubuh yang lemah, kalau dulukan kau lebih perkasa dari aku "
" Hei Len kau ini benar-benar tidak punya delikasi sedikitpun pada wanita ya ? "
" Delikasi apaan itu ? emangnya delikasi bisa dimakan ? "
" Kau ini! " Geram Miku yang langsung menghabiskan botol minum punya Len
" Hei, Hei apa tidak kebanyakan, kalau kebanyakan akan susah, kau nanti akan kena beser "
" BESER! Apaan itu, apa itu sejenis nama makanan ? " balas Miku
" Yap terserahlah pokoknya aku sudah mengingatkan " UJar Len enteng
Skip Time Normal POV
Didalam kereta terlihat Miku yang bolak-balik,keluar masuk WC, mungkin inilah dampak kebanyakan Minum tadi
" Akukan sudah bilang padamu "
" Diam kau! " Ujar Miku sambil memberikan tatapannya yang tajam pada Len, kalau tatapan bisa melukai mungkin tubuh Len saat ini sudah lecet-lecet
" UHHH! " Dan Lagi-lagi Miku kembali kekamar mandi
" Huftt….. " ujar Len menghela nafas sambil melihat kerah Miku ketika dia sedang asik memeriksa keadaan suara dari depan membuat dia kembali focus kedepan
" Apakah tempat ini kosong ? tuan Len ? " didepan Len sekarang terlihat seorang pemuda berambut pink, dan juga seorang perempuan yang sudah dikenal oleh Len karena dia adalah temannya Miku disekolah yaitu Luka.
" Tentu saja, dan juga jangan memanggilku tuan Len, aku sudah mengatakan padamu kan, kau cukup memanggilku Len, Luki-sama "
" Kalau kau ingin aku memanggilmu dengan sebutan Len, kau harus berhenti memanggilku Luki-sama "
" Onii-chan apa kau kenal dia ? " ini adalah suara dari seorang gadis perempuan yang sudah aku kenal karena dia adalah teman dekat dari teman masa kecilnya yaitu Luka Megurine
" Hahahaha tidak usah Takut Luka, dia mungkin terlihat kecil dan shota, tapi dia baik kok " ujar Luki menjelaskan
" Jangan memanggilku Shota, Jangkung! " Ujar Len menghina Luki dan dengan entengnya Luki dan Luka langsung duduk didepan kursi Len
" Ngomong-ngomong apa kau masih seperti biasanya, jalan-jalan sendirian Len "
" Tidak sebenarnya aku bawa teman kali ini, tapi karena kebanyakan minum air putih dia saat ini sedang berada dikamar mandi
" Begitukah kalau begitu perkenalkan dulu ini adalah adikku namanya "
" Luka Megurine, aku sudah tau dia itu teman sekelasku " ujar Len memotong kata-kata Luki
" HO jadi kalian sudah saling mengenal ya, kau tidak pernah memberi tauku, Luka"
" Salah Nii-sama sendiri, tidak pernah bertanya " Ujar Luka sambil malu-malu menatap Len
" Hoh, maaf-maaf aku tidak pernah nanya " Ujar Luki menjulurkan lidahnya
" hahaha kalian bener-bener akrab ya " Ujar Len sambil tersenyum
" Iya kami inikan kakak-adik yang saling mencintai " kata Luki sambil memeluk Luka
" Lepaskan aku Hentai! " ujar Luka sambil menaikkan tangan kanannya
" GUBRAAKKKKKK! PLAKKKKKK! JDARRRR " Entah mengapa suara pukulan terdengar lebih banyak dari yang seharusnya
" LEPASKAN LUKA! HENTAI ! " Disana terlihat Miku yang ternyata sudah kembali dari kamar mandi ikutan melepaskan pukulan menyakitkannya pada Luki.
" MIKU! "
" LUKA! " dan merekapun saling berpelukan lalu saling bertatapan seperti 2 orang gadis yang saling mencintai yang sudah dipisahkan selama bertahun-tahun lamanya
" Berhentilah memancing imajinasiku! " Teriak Len yang tidak tahan dengan adegan Yuri itu.
" EH?! " dan kedua orang yang menjadi masalah Len, hanya bisa bingung tak mengerti apa yang salah dengan keadaan mereka
Skip Time beberapa menit setelah keadaan normal
Saat ini Len sudah duduk dengan Luki sementara Miku yang sekarang duduk dengan Luka, sudah asi saling mengobrol satu sama lain mengabaikan kedua cowok yang dibawa mereka itu ditempat Luki dan Len.
" Hei apa kau sekarang sudah bisa melupakan tentang gadis itu "
" Belum… " Len sedikit tertegun sebelum kembali melanjutkan kata-katanya
" Man! Seriusan dikit gak Mayu, gak kamu kenapa kalian selalu saja menanyakan hal itu "
" Kurasa kami hanya ketakutan, sangat disayangkan kalau orang sepertimu itu terus seperti ini "
" Memang apa ada yang special tentang diriku? "
" Huh kau itu selalu merendahkan dirimu sendiri ya Len "
" AKu hanya orang yang sangat menyukai seorang gadis, dan rela melakukan hal-hal gila deminya, kurasa tidak lebih dari itu "
" Yap, itu memang benar kalau gadis yang kau sukai gadis normal, tapi gadis seperti Tei itu dia itukan agak.. "
" Kuharap kau tidak mengatakan hal yang aneh tentang istriku Luki, aku tidak peduli siapa dirimu jika kau menjelek-jelekan dia aku tidak akan pernah memaafkanku "
" Maafkan aku, aku hanya ketakutan kalau kau terus-terusan seperti ini, akupun merasa tidak enak karena tidak akan bisa membalas kebaikanmu "
" Kau tidak usah membalasnya, aku melakukan hal itu dengan ikhlas "
" Karena itulah aku membalas perbuatanmu ini juga dengan ikhlas jadi karena sama-sama ikhlas kurasa tidak ada masalah kan bagiku untuk melakukannya "
" ….. " Len hanya terdiam sementara Muka putihnya itu terlihat makin memutih akibat pembicaraan ini
" Hei Len apa kau baik-baik saja, kau terlihat tidak baik " Melihat itu Luki yang menyadari sedikit ketidak beresan dengan Len langsung ketakutan.
" Haha tak papa tadi pagi aku hanya mendapatkan mimpi tentang orang itu "
" Hm? "
" Dan seperti biasa, tiap aku bermimpi tentang orang itu aku selalu… "
" begitukah kalau memang perlu sesuatu untuk dipeluk kurasa kau boleh memelukku, atau kau lebih memilih untuk memeluk adikku ? " Ujar Luki tersenyum sambil menjulurkan lidahnya berpura-pura sok cute, meskipun begitu dia mengetahui kalau Len saat mendapati mimpi itu, keadaannya akan sama seperti orang sakit.
" Well kalau memang boleh biarkan aku memelukmu saja " Ujar Len tertidur sambil memeluk lengan Luki sementara kedua gadis yang tadi asik mengobrol ketika melihat kejadian ini mereka terkena dilemma karena mereka masih ingin melihat adegan Yaoi tingkat tinggi tetapi dilain pihak mereka juga kesal karena Len memeluk lengan Luki dengan sangat erat.
" ….. " Dan kedua mata gadis itu berubah menjadi kosong Aura gadis disekitar sana terlihat menunjukan Aura " AKu akan membunuhmu"
" Hei, hei hentikan itu jangan membunuhku sekarang kalian tidak ingin membangunkan Len kah ?"
"…. Tch.. " Dan Aura mereka mulai mereda
" Tei…, Tei….., Tei.. " Len yang masih tertidur itupun menggigau dan dengan eratnya memeluk lengan Luki melihat ini kedua gadis itu
" Kami akan membunuhmu saat Len bangun " Kata-kata pendek dari mereka itu membuat Luki berharap agar Len tertidur selamanya.
" Hei… Hei aku bisa jelaskan sekalian juga ini bisa jadi hint untuk kalian mendapatkan affection agar Len mencintai kalian " Ujar Luki sambil tersenyum jahil
" EH? " Kedua buah gadis itu mendengar hal ini langsung saja mendengarkan Luki dengan seksama
" Ini adalah kondisi yang akan terjadi pada Len saat dia memimpikan seseorang "
" Siapa seseorang itu ? " tanya Miku
" untuk saat ini itu masih jadi rahasia, karena Len saja tidak mau memberitahukannya pada kaliankan ? "
" …. "
" Saat Len bermimpi tentang orang itu, semua kemampuannya akan menurun, dia akan menjadi pendiam dan suram "
" Karena itu kalau dia memberikan sesuatu untuk dipeluk padanya, dia akan tertidur dan dia akan mengganggap kalian itu sangat baik, dan tentu saja perasan sukanya pada kalian akan bertambah"
" Oh begitu ! " Ujar Miku dan Luka bersama-sama
" Tapi jangan-jangan alasan Nii-chan membiarkan Len Memeluk Nii-chan adalah karena Nii-chan itu ingin meningkatkan perasaan suka Len pada Nii-chan ya " Ujar Luka menatap dengan tatapan " Are You MAHO?"
" Tidak bukan seperti itu ! " Ujar Luki yang mulai menyadari kalau apa yang dia lakukan itu aneh
" LUKA, aku sama sekali tidak menyangka kalau kakakmu itu HOMO" ujar Miku, meskipun dia dalam hati senang karena mendapat inspirasi soal doujin yaoinya nanti
" Well kalian semua salah aku berhutang banyak pada Len jadi…. "
" Jadi kau ingin menikahinya untuk menghapus hutangmu tak kusangka Nii-chan kau benar-benar serius terhadap Len ya ? " Kali ini Luka yang menatap Luki dengan tajam
" TIDAK KALIAN SEMUA SALAH PAHAM AKU DENGAN LEN TIDAK! "
" Jangan tinggalkan aku sendiri " Len yang sedang tertidur kembali memeluk erat lengan Luki seperti seorang Uke yang ketakutan semenya lari.
" LEN MESKIPUN MENGIGAU BERHENTILAH MEMPERKERUH SUASANA! " meskipun jeritan Luki sangat kuat terdengar Len masih saja tertidur dengan nyenyaknya dan perjalanan panjang mereka berlanjut dengan Luka dan Miku yang menatap tajam Luki selama perjalanan menuju tempat tujuan mereka itu.
=====TBC====+
Selesai juga untuk Chap ini, yap ini kira-kira opening untuk date ARC, dimana Miku dan Luka akan bersama-sama mencari cara agar Len bisa lebih perhatian kepada mereka.
Dan mohon agar para master2 yang baca sudi memberikan Review sejenak, karena review itu adalah salah satu penyemangat saya melanjutkan fic ini.
Mungkin banyak yang nganggep Review itu gak penting tapi percayalah 1 review dari anda akan memberikan kebahagian yang sangat besar buat saya. Sekian dan see you kapan-kapan
