Samurai Maid

Tokoh: Sasaki Naruko,. Sasuke Uchiha

Skill Konsep: [Assassin(Fate Stay Night UBW)]

Chapter 7

Tema: Maid, Super Power, Full Power, Matrial Arts, Samurai, ninja

#Flash_Back

"Hentikan !, Naruko hentikan perbuatanmu!, jangan bunuh kakakku!" teriak Sasuke pada Naruko, Naruko pun menundukan wajahnya, tanda ia merasa bersalah.

"Sas"

"Cukup!" bentak Sasuke, Fugaku dan Mikoto terkejut akan bentakan Sasuke pada Naruko, Mikoto langsung ingin memarahi Sasuke, namun ia harus berhenti ketia melihat Naruko tersenyum ke arah mereka berdua.

"Jangan lagi kau memanggilku, aku membencimu, pergi pergikau, aku tidak ingin melihat orang yang ingin membunuh keluargaku!" teriak Sasuke pada Naruko, Naruko pun melempar katananya yang berlapiskan api hitam, lalu dengan mata yang mengeluarkan air, ia mencoba untuk tersenyum, Sasuke pun kaget melihat Naruko menangis.

"Baiklah, jika itu sudah menjadi keputusan, Sasuke-sama!" teriak Naruko pada kalimat terakhirnya sambil mendorong Sasuke kesamping dan akhirnya {Sraaak}

"Ugh" perut Naruko tertusuk tantou Itachi, darah mengalir di perut dan mulut Naruko, Fugaku, Mikoto dan Sasuke, kaget bukan main melihat Naruko tertusuk tantou di perutnya. "Apa anda baik baik saja, Saske-sa,ma" setelah mengucapkan kalimat terakhirnya Naruko pun menutup matanya.

"Narukoooooooooo!" teriak Mikoto dan Fugaku berserta Sasuke yang terkejut akan hal itu.

#Start_Story

"Cih" Ucap Fugaku yang dengan cepat mengambil tindakan ketika Itachi mencabut Tantounya dari tubuh Naruko

"Katon Gokakyou no jutsu" setelah menyemburkan bola api, sesuai perkiraan sang ayah, Itachi pasti mengeluarkan teknik berelemen air.

"Suiton suiji henji" dinding air tercipta untuk memblok bola api yang mengarah padanya, kabut pun tercipta akibat benturan dua jutsu berlawanan tersebut, setelah itu Fugaku dan Mikoto mengaktifkan Sharinggan mereka dan bergerak cepat untuk menyelamatkan Sasuke, mereka tau kalau Naruko ingin Sasuke selamat, Fugaku juga membawa Naruko pergi dan, membawa Naruko dan anaknya menjauh masuk ke ruangan rahasia, klan Uchiha.

"Anata apa kau berhasil membawa Naruko-chan?" tanya Mikoto dimana mereka sudah berada di ruang rahasia, dimana hanya mereka berdua yang tau, Sasuke masih menatap tak percaya Naruko yang mendorong tubuhnya dan tertusuk Tantou Itachi.

"Ya dia kelihatannya kehilangan banyak darah, kita harus cepat menyembuhkannya kalau tidak ia akan mati" ucap Fugaku pada Mikoto

"Bailah aku mengerti, sekarang menjauhlah aku akan menggunakan ninjutsu medis untuk pertolongan pertama" ucap Mikoto yang mencoba menutup luka Naruko dengan menggunakan chakranya, ia terus menerus mengalirkan chakranya untuk menyembuhkan Naruto, secara perlahan luka diperut Naruko mulai sembuh.

"Sasuke, sebaiknya kau jangan pernah meragukan kesetiaannya pada kita, karena sebenarnya pada saat itu, Naruko melindungi kita dari Itachi, pada saat itu juga sebenarnya kalau Naruko-chan tidak ada, kami berdua pasti sudah mati ditangan Itachi, sekarang gara gara kau yang melindungi Itachi, Naruko harus menderita seperti ini, sebagai lelaki, nanti saat ia kembali sadar kau harus meminta maaf padanya" cerama Fugaku pada Sasuke dengan nada datar dan dingin, seolah ia sedang marah.

Sasuke tidak bisa berkata apa apa, semua yang dikatakan oleh ayahnya itu benar, seandainya ia tidak datang dan menghentikan Naruko maka Naruko akan baik baik saja, namun nasi sudah jadi bubur, ia hanya bisa menitikan air mata saat melihat gadis yang selalu perhatian padanya itu tengah meregang nyawa dimarkas rahasia mereka, dengan ibunya yang berusaha menyembuhkan Naruko.

"Maaf" gumam Sasuke air matanya menitik ia tidak bisa menahan kesedihannya, Fugaku dan Mikoto menatap anak mereka yang satu ini,

"Sasuke! Seorang Uchiha tidak akan menangis dalam menghadapi masalah! Tapi orang yang berjuang mencari jalan keluar itu adalah Uchiha sejati, seperti yang kami lakukan, Sasuke, kita memang tidak akan bisa melawan Itachi, maka dari itu, perjuangan kita adalah untuk menyembuhkan Naruko ingat itu, dan juga ia juga pernah menyembuhkanmu bukan, jadi jangan pernah lupakan jasanya" ucap tegas Fugaku.

"Baiklah ayah" ucap Sasuke yang sudah mulai tenang kembali.

#Kembali_di_tempat_Itachi

Itachi melihat sekitar dimana orang orang sudah tidak ada lagi, ia menatap ke arah katana yang menancap di lantai rumahnya, yah katana itu milik Naruko yang terbakar oleh api hitam Amateratsu, Itachi pun memadamkan api hitam yang menempel di lidah pedang Naruko, dan ia cukup terkejut ketika melihat apinya sama sekali tidak membuat kerusakan pada pedang itu, logam pedang itu hanya memerah tanda ia memanas, namun tidak ada tanda tanda kalau pedang itu meleleh bahkan retak.

"Pedang ini bukanlah pedang biasa, api sekuat Amateratsu tidak mampu melelehkannya, dari logam apa sebenarnya pedang ini?"tanya Itachi entah pada siapa lalu ia pun melempar pedang itu ke arah lain.

Itachi pun keluar dari rumahnya dan tak lama setelah itu para anbu desa bergegas menuju kompleks Uchiha, Itachi yang mengetahui itu dengan cepat melakukan penyamaran agar tidak diketahui keberadaannya oleh para anbu.

Para Anbu desa kaget ketika melihat banyak sekalo Uchiha yang mati.

"Kalian semua cepat periksa, apa masih ada yang hidup atau tidak" perintah Hokage.

"Ha'i! Hokage-sama" ucap mereka lalu menghilang dengan cepat.

"Siapa sebenarnya pelaku pembantaian keji ini?" gumam Hokage berambut pirang itu sambil menatap ke rumah Fugaku, jujur ia sangat khawatir dengan keadaan sahabatnya. Hokage atau yang kita kenal dengan Minato pun pergi menuju rumah Fugaku.

Itachi pun mengambil kesempatan untuk lari, akhirnya ia bertemu dengan Danzo lalu mengancamnya akan membongkar seluruh rahasia desa ketika jika Dazo berani menyentuh keluarganya.

#Singkat_cerita

Minato menemukan Fugaku dan keluarganya di tempat persembunyiannya dan membawa mereka ke pengungsian, dalam perlindungannya, sedangkan Naruko dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif, karena ternyata tusukan Tanto itu bukan hanya menembus lambungnya namun juga menembus bagian terpenting dalam tubuh wanita yaitu Rahimnya. Para Dokter disana langsung bekerja keras untuk menyembuhkan Naruko, agar Naruko tidak terkena infeksi lambung, lalu setelah oprasi selesai.

"Dokter bagaimana keadaan Naruko-chan?" tanya Mikoto ia benar benar merasa khawatir akan keadaan pembantunya yang satu ini, kenapa? itu mudah saja yah karena Naruko adalah orang baik, bahkan ketika mereka kehilangan harapan hidup Narukolah yang menyelamatkan mereka, jadi apa salahnya peduli dengan orang yang peduli padamu.

"Iya Dok Apa Naru-chan baik baik saja?"

Sasuke tidak berkata apa apa, ia merasa begitu bersalah pada Naruko jadi ia tidak bisa mengatakan apapun pada saat itu.

"Tenang tenang" sahut sang dokter, dengan cepat Fugaku dan Mikoto kembali tenang. "Dia selamat, lukanya memang tidak masalah, namun Tantou yang menembus tubuhnya memiliki racun yang sangat mematikan, kami berhasil mengeluarkan racun yang ada didalam tubuhnya, sebelum racun itu merusak seluruh organ tubuhnya, beberapa bagian yang dirusak oleh racun itu bisa disembuhkan dengan cepat, namun ada satu bagian yang tak akan bisa sembuh, itu adalah rahimnya, maka dari itu aku keluar meminta persetujuan kalian untuk mencabut rahimnya" jawab sang dokter.

Mikoto kaget bukan main mendengar jawaban sang dokter, pencabutan rahim, yang bisa diartikan Naruko akan kehilangan sesuatu yang penting dalam hidupnya, yaitu keturunan, karena seorang perempuan yang kehilangan rahim tidak akan bisa memiliki anak, sebagai wanita Mikoto tau perihnya kehilangan hal itu, ia menangis mendengar keputusan yang harus diambil.

"Anata, Rahim Naruko harus dicabut bagaimana ini? dia dia masih anak anak" ucap Mikoto dengan mata yang berair, ia tidak sanggup melihat penderitaan Naruko.

"Ya ya aku tau, Mikoto-chan, tapi mau bagaimana lagi, jika sudah seperti itu keputusannya" ucap Fugaku mencoba menenangkan sang istri

"Dok apa tidak ada cara lain selain pencabutan rahim?" tanya Sasuke pada sang dokter, baru kali ini ia bicara, jujur Sasuke juga tidak sanggup melihat sang ibu menangis, jadi langsung menanyakan hal itu pada sang Dokter.

"Tidak ada, jika tidak segera diaputasi, rahimnya akan membusuk, dan itu akan berakibat buruk padanya" ucap sang dokter.

Mendengar hal itu, Mikoto, Fugaku, tak punya pilihan selain menuruti hal itu, saat mendapat ijin, sang dokter kembali masuk kedalam untuk melakukan oprasi yang dimaksud.

#Diruang_tunggu_rumah_sakit_konoha

"Sasuke, saat ia sadar nanti, tolong jangan beritahukan ia hal menyedihkan ini, ayah tidak mau melihat wajah murungnya" ucap Fugaku pada Sasuke, lalu pergi keluar rumah sakit menemui Minato yang menunggunya diluar untuk meminta identitas penyerangan klan Uchiha untuk diusut dan di tangkap.

Sasuke hanya mengangguk, dan menaruh dendam mendalam pada Itachi, ia benar benar marah pada saudaranya sendiri.

"Aku tau itu ayah, lihat saja, aku yang akan menangkap Itachi nanti" ucap Sasuke dengan amarah yang sangay kuat.

Sedangkan Mikoto ia masih menunggu disana sambil menangis, ia benar benar sedih melihat penderitaan Naruko pembantunya yang setia itu.

Kushina juga datang untuk menghibur Mikoto, kesedihan Mikoto berkurang setidaknya ia sudah tidak menangis lagi, namun ia masih menaruh rasa kawatir.

"Dok bagaimana oprasinya?" tanya Mikoto pada sang dokter.

"Berhasil, namun aku rasa ia butuh waktu satu bulan lebih untuk kembali pulih dari kondisi sekaratnya" jawab sang Dokter.

"Itu pun sudah cukup, yang penting ia baik baik saja" ucap Mikoto.

"Ayo Sasuke, kita pulang, besok kita akan menjenguk Naruko" ucap Mikoto.

"Em" gumam Sasuke sambil mengangguk, lalu kembali pulang bersama sang ibu.

#Saat_keadaan_Rumah_sakit_benar_benar_Sepi

Seorang pemuda berambut perak dengan jubah hitam tiba tiba masuk ke kamar rawat Naruko dan menatap sendu Naruko.

"Naruko kau sudah berjuang keras, untuk mencegah hal ini, malah sesuatu yang seperti ini yang kau dapatkan" gumam pemuda misteriu itu.

"Gray-san apa dia orang yang kau maksud?" tanya perempuan berambut pirang dengan mengenakan gaun hijau berlapiskan besi, dengan pedang tak terlihat ditangannya.

pemuda yang dipanggil Gray pun tersenyum lalu kembali menatap Naruko.

"Ya dialah orangnya Arthuria-san" jawab Gray.

"Dia cantik dan manis" ucap Arthuria sambil tersenyum menatap Naruko yang tidak sadarkan diri.

"Yah, namun sayangnya sebenarnya dia dulunya adalah boneka kesayangan adikku, jadi aku tidak ingin ia terluka, jadi maukah kau melindunginya sebagai orang tua nya?" tanya Gray.

"Hah kenapa sebagai orang tuanya?" tanya Arthuria-pendragon.

"Namanya Sasaki Naruko, ia mengarang tentangnya di dunia ini dengan mengatakan kalau ia adalah anak dari hasil hubunganmu dengan Assassin Sasaki Kojirou" sahut Gray.

"Oh aku mengerti, aku akan mengasihinya seperti aku mengasihi anakku sendiri, tapi dengan syarat Kojirou juga harus ikut" ucap Arthuria.

"Jika itu yang kau mau" ucap Gray, tapi bukan sekarang, saat ia sembuh nanti barulah kau muncul dan datang sebagai orang tuanya di desa ini" ucap Gray lagi.

"Tak masalah"

Setelah itu mereka berdua pun menghilang.

#Keesokan_harinya_Sepulang_dari_akademi.

Sasuke pun langsung membeli beberapa bingkisan bunga bersama dengan ibunya di toko bunga Yamanaka, Yamanaka Ino yang kedatang Sasuke di tokonya langsung senang dan menyambut Sasuke dengan gembira, yah kalian taulah kenapa.

#Setelah_membeli_semua_keperluan_mereka

Sasuke dan Mikoto pun pergi kerumah sakit bersama dengan Fugaku, untuk menjenguk Naruko setelah sampai, mereka langsung masuk kekamar Naruko dan menatap wajah Naruko yang pucat karena sakit Sasuke pun meletakan bunga di kamar Naruko.

"Cepat sembuh ya Naruko-chan" ucap Mikoto dan Fugaku mereka sudah terlanjur menyayangi Naruko sama seperti anak perempuan mereka sendiri.

Sasuke juga demikian meski tidak mengatakan apapun namun dalam hatinya ia mendoakan kesembuhan Naruko.

"Ayah" panggil Sasuke.

"Ada apa?" tanya sang ayah.

"Aku ingin menjadi kuat, bahkan lebih kuat dari Itachi, tolong latih aku sekeras mungkin agar, aku bisa membawa Itachi kemari dan membuatnya menangis meminta ampun" ucap Sasuke ia benar benar tidak tahan melihat orang tuanya bersedih.

"Sasuke, apa kau yakin dengan pilihanmu?" tanya Fugaku.

"Apapun untuk menjadi kuat, bagaimanapun caranya aku harus bisa, agar aku bisa menghajar muka kakak berengsek itu" ucap Sasuke.

"Dengar Sasuke, ayah tidak akan langsung melatihmu, melainkan menguji fisik dan mentalmu, jika kau tidak sanggup ayah tidak akan melatihmu" ucap Fugaku.

"Kalau begitu ijinkan aku melewati semua ujian ayah, aku tidak ingin menjadi Uchiha lemah, aku ingin bisa mengimbangi kakak, bahkan melebihinya agar aku bisa melindungi Naruko-chan dari bahaya" jawab Sasuke pada ayahnya.

"Baiklah jika tekatmu sudah bulat, besok, sepulang akademi ayah akan memberikan pengujian padamu" ucap Fugaku.

Mulai saat itu Sasuke bertekat untuk membalas perbuatan Itachi pada Naruko, ia akan berlatih sekeras apapun untuk menjadi kuat

#Di_Hari_pelatihan_kemudian

Terlihat Sasuke sedang diajak mendaki bukit tanpa peralatan bantu apapun oleh orang tuanya, bahkan ia dilarang menggunakan chakra untuk mendaki, lalu sesampainya diatas gunung.

Sasuke disuruh push up dan shit up dengan jumblah yang sangat tidaklah sedikit.

#Singkat_cerita_dalam_Beberapa minggu_dihari_pelatihan

Sasuke terlihat keletihan namun latihan seperti ini yang ia impikan, tak peduli selemah apapun kondisinya, ia tetap berjuang dalam pelatihannya, sampai.

"Cukup Saske, kita istirahat dulu" ucap sang ayah sambil tersenyum.

"Sasuke pu berhenti dan menatap ayahnya lalu tersenyum dan mulai beristirahat dengan orang tuanya.

"Sasuke, kau sudah memiliki banyak kemajuan sekarang, mulai besok ayah akan melatihmu secara langsung" ucap Fugaku pada anaknya.

Sasuke pun tersenyum dan mengangguk lalu memakan onigiri yang dibawa oleh ayahnya.

Sasuke pun berlatih bersama Ayahnya selama seminggu penuh, mereka melatih taijutsu, buki jutsu dan juga ninjutsu, Sasuke menerima pengajaran itu dengan baik, bahkan Sasuke juga diajarkan cara menggunakan genjutsu dengan Sharinggan.

#Seminggu_telah_berakhir

Mereka pun akhirnya pulang kerumah, dan saat Sasuke sampai dirumahnya ia kaget sedih dan juga bahagia bercampur aduk dalam dirinya, karena.

"Okrairi nasai Goshoushin-sama, Waka-sama" sambut gadis berambut biru panjang diikat ponitail dengan pakaian maid khasnya. yah siapa lagi selain Naruko sambil tersenyum ke arah Sasuke dan Fugaku

"Naruko-chan" ucap Sasuke tak percaya kalau Naruko sudah sembuh dan diperbolehkan kerja.

Naruko pun tersenyum ke arah Sasuke.

"Okrairi Sasuke-sama, Fugaku-sama" ucap Naruko lagi mengucapkan selamat pulang.

"Tadaima Naruko!" ucap Sasuke yang tiba tiba memeluk Naruko, "Dan Gomenasai soal malam itu" tambah Sasuke lagi.

Fugaku tersenyum melihat ekspresi kaget Naruko yang mendapati Sasuke meminta maaf dengan cara menangis sambilmemeluknya.

"Em tapi dengan satu syarat" ucap Naruto.

"Apa itu?" tanya Sasuke sambil melepaskan pelukannya dari Naruko.

"Tolong jangan dendam dan marah pada Itachi karena aku tidak ingin kalian saling membunuh" jawab Naruko sambil tersenyum.

"Kenapa kau meminta hal itu? bukankah dia yang menyebabkan mu hampir terbunuh, dan, dan"

"Dan? Dan apa Sasuke-sama?" tanya Naruko.

"Ah sudahlah, pokoknya kenapa kau tidak ingin aku menghajar kakak berengsek itu?!" tanya Sasuke sambil menatap ke arah lain.

"Karena kalian bersaudara, aku tidak ingin kau membunuhnya, karena ia sebenarnya orang yang baik" jawab Naruko.

Sasuke tidak habis pikir dengan pemikiran Naruko yang satu ini, menurutnya aneh, bagaimana bisa orang yang telah melukaimu dianggap baik.

"Naruko-chan, ini katanamu kan?" tanya Mikoto dari dalam kamar.

"Ah, maaf, Sasuke-sama Fugaku-sama ayo masuk" ucap Naruko sambil tersenyum lalu ia masuk untuk mengambil katananya kembali.

#Bersambung.