HUNHAN STORY
.

NO PLAGIAT
.

NO BASH
.

REVIEW JUSEYO^^

.

Sungmin, kyuhyun, chanyeol dan kris sudah berada di ruang keluarga. Mereka sudah siap untuk makan malam bersama. Mereka memiliki acara bersama keluarga dari pihak wanita, yang akan bertunangan dengan sehun.

Chanyeol dan kris sudah begitu tampan. style mereka cukup santai, karena mala mini hanya pertemuan keluarga saja, bukan suatu pertemuan formal. Jadi chanyeol dan kris hanya menggunakan kemeja santai dan rambut mereka ditata rapi. Chanyeol dengan poni jamurnya dan kris dengan poni yang dia naikkan.

Mereka juga kini sedang asik bergurau dengan kyuhyun. Sedangkan sungmin masih sibuk membujuk sehun. sungmin dengan sabar membujuk sehun agar mau ikut, dan akhirnya sehun menuruti perintah sungmin.

"sehun-ah, segera bersiap. Kita akan segera berangkat" kata sungmin

Sehun kemudian turun, wajahnya tak begitu bahagia. Wajahnya cukup terlihat lesu kala itu. Andai ia bisa kabur, ia sangat ingin sekali kabur. Tapi sayang, kedua hyungnya menjaganya dengan ketat. Seperti yang diperintahkan appanya.

Setelah semua siap. Mereka bergegas menuju restoran, tempat sehun akan bertemu calonnya. Chanyeol dan kris menepuk pelan pundak sehun, yang sedang berdiri diantara mereka.

"ayolah, bukankah ini yang selama ini kau nantikan?" kata chanyeol member semangat untuk sehun

"berbahagialah sehun-ah, menikah tak seburuk itu" bujuk kris

Sehun hanya diam dan kemudian ia masuk kedalam bersama kedua orang tuanya disusul kedua kakaknya. Chanyeol dan kris sempat bingung, mengapa sehun terlihat begitu tertekan dengan pertunangan itu. yang mereka tahu bukankah sehun mencintai Irene? Tapi mengapa malah sekarang ia tampak begitu tak bahagia?

Disana sudah tampak kedua orang tua dari calon sehun, tapi hanya orang tuanya. Mereka tersenyum melihat kedatangan keluarga sehun. kyuhyun dan sungmin langsung berbaur memeluk orang tua dari gadis itu.

"dimana anakmu?" tanya kyuhyun

"dia sedang perjalanan. Aku fikir dia terkejut sekali, karena kami baru saja pulang dari luar negeri dan menyuruhnya datang kemari secara tiba-tiba. haha" kata pria paruh baya sambil tertawa

"annyeong, sungmin-ah" kata wanita paruh baya dan kemudian memeluk sungmin

"yang mana yang akan menikah dengan anakku?" tanya pria paruh baya itu

"aku punya 3 stok. Pilihlah satu yang memang cocok untuk anakmu" canda kyuhyun

"Appa, kau menjual kami?" tanya chanyeol

"ini dia, ajjushi, yang akan menikah dengan anak anda" kris menunjuk sehun, sambil tersenyum ramah

"Dia? Benar dugaanku, ternyata kau nak. Aku sedari tadi sudah sangat tertarik denganmu" katanya simpul

Mereka kemudian berjalan menuju meja makan. Mereka memulai memakan hidangan pembuka direstoran tersebut. Beberapa menit kemudian seseorang yang mereka tunggu akhirnya datang

"Mian, eomma,appa, ajjushi, ajjumma. Kami sedikit terlambat" kata orang tersebut

"apa yang kalian lakukan disini?" lanjutnya ketika ia melihat sehun, chanyeol dan kris duduk disitu

"justru kami yang harus bertanya, apa yang kau lakukan disini?" tanya chanyeol

"aku mengantarkan-" kalimatnya terputus karena seseorang mendadak bicara.

"annyeonghaseyo, mian kami terlambat" kata seorang gadis yang masih sibuk membenarkan rambutnya dan tak melihat orang yang berkumpul itu

"apa maksudnya ini?" tanya kris bingung. sehun dan chanyeol juga tak kalah bingung

"Sehun-ah, itu calonmu. Cantik bukan?" tanya kyuhyun sambil menunjuk gadis itu

Sehun masih berdecak tak percaya. Begitu pula dengan kris dan chanyeol. Mereka benar-benar terkejut dengan semua ini

"appa? Apa ini" tanya gadis itu pada ayahnya

"mian, luhan-ah. Kami secara tiba-tiba kembali kekorea bukan dengan hal cuma-cuma. Kami menjodohkanmu dengan sehun, putra bungsu keluarga oh" kata hangeng

"eomma minta maaf sayang, karena ini begitu mendadak dan tanpa sepengetahuanmu" kata heechul

"tapi? Mengapa kalian tega?"

"ini kami lakukan, karna kami mencintaimu" kata hangeng lembut

"Aku tak mau menikah dengannya, aku bisa mencari jodohku sendiri. Lagi pula aku tak mau menikah dengan manusia minim expresi seperti dia" luhan protes

"Nado! Aku juga tak mau menikah dengan gadis galak sepertinya! Aku fikir, aku akan menikah dengan irene. Mengapa aku malah menikah dengan orang yang lebih buruk dari irene!" sehun menyela

"berhenti bicara tentang irene, orang tua irene meminta untuk tak menjodohkanmu dengannya" kyuhyun menepis kalimat sehun

"maksudnya?" chanyeol dan kris bertanya berbarengan

"orang tua irene mengalami permasalah, dan mereka sering meminta bantuan pada kita. Ayah irene malu dengan ayahmu. Jadi ia membatalkan pernikahan kalian. Dan pada saat itu juga, kami bertemu dengan orang tua luhan, yang merupakan teman lama eomma dan appa" sungmin menjelaskan dengan senyum manisnya

FLASHBACK ON

"kyuhyun-shi?" sapa hangeng

"hangeng-shi" sapa kyuhyun

"ah lama tak bertemu, apa kabar kau?"

"aku sedikit pusing, seseorang menelfonku untuk membatalkan perjodohannya dengan anakku. Padahal dia satu-satunya anakku yang paling susah dalam hal percintaan" kata kyuhyun sambil memegang kepalanya

"masih kau tau saja, anakku begitu tak tertarik dengan dunia percintaan. Beda sekali dengan adiknya, yang begitu mahir dalam percintaan. Aku takut jika ia akan menjadi perawan tua. Karena ia begitu tomboy, aku benar-benar khawatir jika tak ada pria yang berani menyentuhnya" kata hangeng ikut panik

"aku juga takut sekali anakku yang terakhir menjadi perjaka tua. Sangat beda dengan kedua kakaknya yang begitu tertarik untuk menggoda gadis" kata kyuhyun

"perjaka?" tanya hangeng

"perawan?" kata kyuhyun

"apa kau memikirkan sesuatu? Kyuhyun?" tanya hangeng

"jangan katakan kau ingin menikahkan mereka?" kata kyuhyun

Mereka kemudian tertawa terbahak-bahak. Tanpa sepengetahuan kedua anakknya, mereka menjodohkan mereka secara tiba-tiba dan tanpa alas an yang jelas

"Besok kita harus kembali kekorea untuk menjodohkan mereka" kyuhyun menginteruksi, hanggeng mengangguk dan tersenyum bahagia

FLASHBACK OFF

"apa kalian tau? ini merupakan pemaksaan" sehun ketus

"ini juga penyiksaan!" luhan makin ketus

"Aku tak mau menikah dengannya" kata sehun

"lebih baik aku menjadi perawan tua, jika harus menikah dengan manusia es sepertinya!" luhan marah

"Diamlah kalian" kata hangeng menginteruksi

"kuliahku saja belum selesai. Mengapa dipaksa menikah?" sehun membela

"kuliahku juga belum lulus, apalagi dia yang lebih muda dariku" luhan beralasan

"baiklah, jika kalian tak mau menikah. Kami tak akan memaksakan kalian" kata kyuhyun santai. Sehun dan luhan bernafas lega

"kami akan menunggu kalian sampai siap untuk menikah, setidaknya sampai kalian selesai kuliah. tapi kalian harus bertunangan besok malam!" kyuhyun melanjutkan, sehun dan luhan begitu kaget dengan kalimat kyuhyun

"SHIRO!" emosi sehun memuncak

"kalian pilih menikah besok atau menikah sesudah lulus?!" tanya kyuhyun dengan emosinya "aku akan menunggumu sampai bisa melepas Irene dan siap bersama luhan. Jika kau mau" lanjut kyuhyun

Luhan dan sehun memilih untuk bertunangan dahulu, mereka begitu takut dengan ancaman kyuhyun. Besok malam adalah pertunangan mereka

Chanyeol dan kris hanya mampu terdiam. Mereka tak bisa berkata apapun. Perasaan mereka hancur, baik perasaan kris maupun chanyeol. Chanyeol seperti mendapat sebuah sengatan, yang membuat hatinya makin sakit

Kris mencoba menutupi kekecewaan dihatinya. Ia tetap mencoba tersenyum, karena luhan kini melihatnya. Sehun hanya merunduk, ia tak tega menatap kedua hyungnya itu. Kai yang menyadari keganjalan itu, hanya mampu melihat dengan rasa iba

'menyedihkan. 3 bersaudara yang bisa mendapatkan banyak gadis, namun harus terjebak dengan 1 gadis yang sama' batin kai

Sehun menggeret tangan luhan untuk keluar dari restoran itu. sehun tampak begitu serius ketika menarik tangan luhan, orang tua mereka tak memperdulikannya. Mereka masih saja asik berbincang-bincang.

Tapi kris, chanyeol dan kai sibuk memperhatikan mereka. Hingga mereka menghilang dari penglihatannya. Chanyeol tertunduk, begitu juga dengan kris. Dan kai hanya menggelengkan kepalanya

"apa maksudnya ini?" Tanya sehun

"HEI! Harusnya aku yang bertanya! Apa maksudnya ini?"

"aku tak tau, orang tuaku tiba-tiba saja memaksaku bertunangan. Aku fikir itu..." sehun tak meneruskan kalimatnya

"Irene? Yaya, aku tau. Aku akan membereskannya"

"maksudmu?" sehun kaget

"aku akan membereskan orang tuaku untuk membatalkannya. Aku tau kau mencintainya. Percayakan padaku" kata luhan percaya diri

"kau yahin?"

"yakin! Aku tak mau menyiksamu dan menyiksa hatiku juga. Aku akan berusaha membuatmu kembali padanya" luhan kemudian berlari kedalam restoran tanpa menunggu jawaban sehun

"rusa aneh" kata sehun pelan ketika luhan meninggalkannya

Setelah usai makan malam, mereka memutuskan untuk pulang. Kyuhyun dan hangeng menyuruh sehun dan luhan untuk membeli cincin malam itu juga. Mereka hanya mampu menurut, karena banyak sekali ancaman yang mereka dapatkan, jika mereka menolaknya

"appa, eomma. Aku mau keluar sebentar, ne?" ijin chanyeol

"kamu mau kemana, sayang?" tanya sungmin

"bertemu dengan jongdae. Aku ada sedikit urusan dengannya" chanyeol meneruskan dan kemudian sungmin mengangguk

"eomma, appa. Aku juga mau pergi" kris berpamitan

"kemana? Kalian mengapa tak pergi bersama saja?" kata kyuhyun

"ani, kami bukan pasangan kekasih, appa. Aku ingin bertemu suho" kata kris

"arra. Hati-hati ,ne?" sungmin berkata lembut

"eomma,appa. Aku juga mau pergi" kata kai

"kau ini! selalu saja pergi. Mau kemana kau?" tanya heechul

"bertemu kekasihku. Aku pergi ,ne eomma?" kai langsung berlari tanpa meminta persetujuan heechul

"enak sekali kau sungmin-ah. Anakmu begitu lembut dan sopan. Lihatlah anakku, begitu banyak tingkah" heechul bercerita

"setidaknya anakmu lebih expresif daripada ketiga anakku, heechul-ah" sungmin tersenyum

Kemudian mereka berpisah dengan tujuan mereka masing-masing. Orang tua luhan dan sehun kembali kerumah mereka masing-masing. Chanyeol pergi menggunakan mobilnya sendiri, dan kris juga menggunakan mobilnya sendiri

Luhan dan sehun masih terdiam dengan pikiran mereka masing-masing. Sehun kemudian berjalan mendahului luhan, menuju kemobilnya. Luhan hanya mengikuti sehun dari belakang

(***)

Di sebuah toko perhiasan, luhan sibuk memilih cincin yang akan mereka kenakan. Sehun hanya diam, mengamati luhan.

"bagaimana dengan yang ini?" kata luhan menunjuk sebuah cincin dengan ukiran rusa kecil

"kekanak-kanakan" kata sehun singkat

"kalau yang ini?" kata luhan yang menunjuk cincin model lain. Lagi-lagi sehun menggeleng

Satu kali, dua kali, tida kali dan sampai berkali kali, sehun menggeleng dengan pilihan luhan, luhan kemudian sedikit emosi dengan sehun, karena ia sudah mencoba bersikap baik dengannya, tapi dia makin menyebalkan

"pilih saja sendiri" luhan mengakhiri pilihannya

Sehun kemudian mengedarkan pandangannya ke rak cincin tersebut, ia menunjuk sebuah cincin manis, yang sebelumnya luhan telah memilihnya. tapi sehun menolaknya

"bukankah itu cincin yang aku pilih tadi?" luhan mengamuk pada sehun"tolong bungkuskan ini" kata luhan berubah ramah ketika ia meminta pelayan toko tersebut untuk membungkusnya

"kalian pasangan muda yang begitu lucu dan serasi" katanya sambil tersenyum, dan meningalkan luhan untuk membungkus cincin itu

Luhan dan sehun mendengar kalimat itu langsung membulatkan matanya. Suasana diantara mereka tiba-tiba saja menjadi begitu canggung

Beberapa saat kemudian pelayan itu kembali dan memberikan bungkusan cincin itu kepada luhan. Luhan tersenyum dan mengajak sehun keluar dari toko tersebut

Ketika mereka berjalan menuju mobil, tiba-tiba saja penyakit aneh luhan menyerang. Tak peduli dengan siapa ia pergi, ia akan bertingkah aneh.

Sebuah mobil es krim lewat didepan sehun dan luhan, Ketika sudah berjalan agak jauh,Luhan secara tiba-tiba ia menginginkan es krim itu

"aku ingin makan es krim" kata luhan mempoutkan bibirnya

"Beli saja sendiri"

"kau tak mau?" tanya luhan

Sehun hanya menggeleng acuh, kemudian luhan tanpa aba-aba berlari menuju mengejar mobil es krim itu. Sehun yang menyadari langkah kaki luhan, membalikkan tubuhnya dan melihat luhan berlari

"Aish! Jinja! Rusa itu selalu membuatku susah saja!" gerutu sehun sambil berlari mengejar luhan

Luhan terus berlari mengejar mobil es krim tersebut, sehun yang dibelakang luhan masih sibuk memanggil luhan. Dan akhirnya mobil itu mendengar teriakan luhan

Luhan memesan 2 cup eskrim, untuknya dan sehun. meskipun sehun sudah mengatakan tak mau, luhan tetap saja membelikannya

"jika tak mau, kau bisa memberikannya padaku" kata luhan sambil tersenyum manis dan berjalan kembali menuju mobilnya

Sehun yang hanya memandangi luhan, hanya melihatnya dengan heran.

Ketika mereka sudah sampai dimobil, mereka tak langsung masuk dan melajukan mobilnya. Sehun dan luhan memakan eskrim tersebut didepan mobil sport sehun. mereka duduk diatas cap mobil sehun, sambil menikmati eskrim mereka masing-masing

"Mianhae" kata luhan tiba-tiba. Sehun hanya memandang luhan, tak mengerti

"mian, gara-gara aku. hubunganmu dengan irene hancur. Aku akan membantumu untuk kembali kepadanya, aku juga tak suka dengan pertunangan ini. aku akan berusaha membujuk ayahku. Aku benar-benar tak tau apa-apa tentang ini semua." Kata luhan menyesal

Bagaimanapun juga, luhan ini hanya seorang gadis polos dan manis. Dibalik keusilannya dan keanehannya, ia juga anak yang bertanggung jawab.

"sebenci apapun aku padamu, aku menyayangimu sebagai adikku. Aku tak mau kau sedih" kata luhan simpul "lagi pula, aku juga tak mau diriku sedih. Apalagi sedih karena menikah denganmu" kata luhan melanjutkan

"lakukan saja semua yang kau bisa" jawab sehun singkat

Luhan hanya mengangguk, kemudian ia memakan lagi es krimnya.

"enak bukan eskrimnya?" kata luhan memandang sehun bahagia. Tanpa ia menyadari bahwa mulutnya sudah berbelepotan

"apa kau tak pernah makan es krim?" tanya sehun

"enak saja! Aku sering sekali makan es krim. Meskipun yang ini memang enak sekali!" kata luhan bersemangat

"bukan begitu maksudnya" kata sehun

Entah setan dari mana, Sehun secara tiba-tiba mengarahkan ibu jarinya kebibir luhan. Ia membersihan sisa es krim itu dari bibir luhan, dengan menggunakan ibu jarinya. Luhan begitu kaget dengan tingah sehun

Ketika mata mereka bertatapan, sehun kemudian mendarik tangannya. Ia kemudian merogoh sapu tangan disakunya dan memberikannya pada luhan. Luhan hanya menerima dengan canggung

"bersihkan bibirmu" sehun berkata singkat dengan kecanggungannya

Luhan hanya mengangguk. Kini suasana diantara mereka menjadi begitu canggung. Benar-benar canggung.

(***)

Chanyeol melajukan mobilnya ke sebuah lokasi, lokasi yang tak asing lagi baginya. Sungai han. Bibir sungai han, yang merupakan tempat faforit chanyeol menenangkan diri.

Chanyeol yang berfikir ia akan bertemu dengan chen, mengurungkan niatnya. Entah apa, chanyeol tiba-tiba ingin sendiri. Andai dia kerumah chen, ia akan bertemu dengan adiknya chen. Lagipula ia tak mau terlihat lemah dihadapan baekhyun. Ia ingin menenangkan hatinya yang benar-benar sakit.

"bersedih lagi?" tanya seseorang, yang tak asing bagi chanyeol

"baekhyun-ah?" chanyeol terkejut

Chanyeol terkejut sekali melihat baekhyun disitu. Dia berniat untuk menghindari baekhyun, tapi mengapa kini malah ia bertemu dengan baekhyun.

"mengapa kau hobi bersedih, hah?" tanya baekhyun sedikit menghina chanyeol

"hanya menenangkan pikiran" chanyeol berkata pelan

"tidak bersemangat sekali sih? Oh ya, bagaimana dengan hubunganmu?" tanya baekhyun polos

"hubungan? Dengan siapa?" tanya chanyeol bingung

"luhan eonni?"

Chanyeol hanya mampu diam mendengar nama yang disebut baekhyun. Tanpa chanyeol sadari, tiba-tiba saja matanya berkaca-kaca. Chanyeol berusaha mengatur emosinya, agar airmatanya tak tumpah.

"qwenchana?" tanya bekhyun sedikit panik. Chanyeol hanya mengangguk

"luhan noona, ia akan bertunangan dengan sehun. apa sesakit ini mencintai seseorang? Kemarin kris-hyung mengatakan bahwa dia mencintainya, sekarang dia akan ditunangkan dengan sehun" kata chanyeol menahan emosinya

"apa aku salah mencintai seseorang baekhyun-ah?" tanya chanyeol kembali

"bukan. cinta tak pernah salah, hanya saja kau kurang tepat" kata baekhyun lembut

"apa mencintai sesakit ini?" kata chanyeol dengan pandangan kosongnya

"Mencintai memang terkadang menyakitkan. Bahkan sangat menyakitkan. Tapi kau menyukainya kan? Kau menyukai rasa sakit itu, meski sakit itu terkadang menyiksamu. Tapi kau tetap berjuang melawan sakit itu, karna kau mencintainya bukan? dan terkadang kita rela merasakan sakit itu dengan cuma-cuma, hanya untuk melihat orang yang kita cintai bahagia, meskipun bukan bersama kita" kata baekhyun "aku merasakannya juga, chanyeol-ah" kata baekhyun menahan airmatanya

"maksudmu? Mengapa kau menangis?" kata chanyeol bingung

"apa kau begitu bodoh? Ataukah aku yang terlalu bodoh?" tanya baekhyun menjadi ketus. Chanyeol menatapnya makin binging

"aku menyukaimu. Aku menyukaimu selama ini chanyeol-ah. Mungkin itu sebabnya aku selama ini tak pernah memanggilmu dengan sebutan oppa. Karna jantung ini bergitu bergetar ketika memanggilmu oppa. Selama ini aku menutupinya rapat-rapat, hingga akhirnya aku mendengar kau menyukai luhan eonni dari mulutmu sendiri" baekhyun terdiam, chanyeol terdiam

"sakit? Ya, memang begitu sakit. Tapi, jika aku dibandingkan dengan luhan eonni yang begitu cantik, aku tak ada apa-apanya. Lagi pula aku bahagia melihatmu bahagia bersamanya. Dan kini aku ikut menangis ketika melihatmu bersedih. Aku gila? Mungkin memang aku gila. Mengatakan hal seperti ini ketika kau begini. Tapi aku tak dapat menahan sakit ini lebih dalam" kata baekhyun dengan senyum buatan diantara tangisannya

Chanyeol hanya terdiam mendengar pernyataan dari baekhyun. Dia semakin terkejut, hatinya makin shock.

"aku rasa, lebih baik aku pergi sekarang." kata baekhyun menghapus airmatanya

Bekhyun berlari, ia pergi menjauhi chanyeol. Chanyeol hanya terdiam. Ia benar-benar tak mampu menyelaraskan hati dan pikirannya. Hatinya kacau. Pikirannya juga kacau.

Chanyeol tak menyangka mengapa hari ini begitu berat untuknya.

(***)

Kris datang kerumah sahabatnya, suho. Disinilah, tempat kris berbagi cerita. Selain bersama kedua adiknya ia juga sering bercerita dengan suho. Suho yang melihat expresi kris langsung tau, apa yang sedang sahabatnya alami.

Suho mengajak kris berjalan menuju sofa ruang tamunya. Suho kemudian masuk dan mengambilkan minuman untuk kris

"apa lagi? Luhan? Kenapa lagi dia?" tanya suho langsung

"dia akan menikah dengan sehun" jawab kris singkat

"benarkah? Bagaimana bisa? Bukankah mereka selalu bertengkar? Mengapa bisa menikah mendadak seperti ini?" tanya suho

"berhentilah bertanya padaku. Aku juga tak tau!" kata kris sedikit ketus

"yak! Mengapa kau malah marah? Lagipula kau tak menceritakannya kan? Ya jelas, aku bertanya" bela suho

Kris terdiam. Ia menundukkan kepalanya. Ia termenung lama sekali. Suho hanya menunggu kris, untuk siap bercerita kepadanya. Suho sudah sangat hafal dengan karakter bercerita ala kris.

"memang ini juga salahku, kedua orang tuaku tiba-tiba menelfonku dan chanyeol. Ayahku bicara tentang pernikahan yang ditawarkan pada kami bertiga. Kau tau, aku mencintai luhan. Chanyeol menyukai baekhyun dan hanya sehun yang tak mencintai siapa-siapa. Aku fikir itu irene, karena ayahku bilang rekan bisnisnya" jelas kris

Suho terdiam, ia masih menunggu cerita kelanjutan dari kris.

"ayahku mengusulkan sehun. karena ia fikir, hanya sehun yang begitu menghawatirkan tentang cinta. Aku dan chanyeol pun setuju. Lagi pula jika itu irene, bukankah itu lebih baik? Dan sekarang ternyata gadis itu adalah luhan. Mengapa ini begitu menyakitkan untukku" Lanjut kris

"apa kau mengetahui sesuatu tentang chanyeol?" tanya suho tiba-tiba

Kris mengangkat kepalanya, menatap suho dengan kebingungannya. Kris kemudian menggeleng pelan

"dia yang paling tersakiti disini" suho berkata singkat

"maksudmu?" kris mengerutkan keningnya

"apa kau berfikir selama ini ia mencintai baekhyun? Jawabannya tidak. Selama ini ia hanya tertarik pada baekhyun. Dan selama ini juga ia mengalah karenamu untuk luhan. Ia juga mencintai luhan." Kata suho singkat. Kris makin tak mengerti

"tak perlu kaget aku tau dari mana, Adikku sahabat baekhyun bukan? dan tao bercerita kepadaku. Setidaknya aku sedikit tau tentang masalah chanyeol" kata suho melanjutkan

Kris semakin diam. Ia benar benar tak percaya apa yang suho katakan tadi

"aku tak ingin membuatmu semakin tertekan, tapi aku juga tak mau melihatmu hidup bersama kekecewaan adikmu. Setidaknya kau belajar dari chanyeol, mengikhlaskan luhan untuk sehun. jika memang sehun tak mampu menjaganya, baru kau mengambilnya" saran suho "aku fikir, sehun juga akan tertarik pada luhan" kata suho tersenyum kecil

"mengapa kau begitu yakin?" kata kris

"apa kau buta? Ataukah aku yang gila? Luhan, luhan memang gadis yang simple dan unik. Keunikannya membuatmu tertarik bukan? dia lain dari gadis pada umumnya. Aku rasa itu daya tarik luhan" kata suho menjelaskan "ia memiliki pesonanya sendiri yang unik. Dan menurutku sehun akan tertarik dengan hal itu" lanjutnya

"sepertinya aku harus pulang sekarang" kata kris tiba-tiba dengan pikirannya yang kacau. Suho mengangguk pelan

"berhati-hatilah, apa perlu aku antar?" tanya suho. Kris menggeleng pelan

Ketika sudah berada didepan pintu rumah suho, kris membalikkan badannya dan berpamitan kepada suho lagi

"maafkan perkataanku jika membuatmu kaget. semangatlah, setidaknya masih ada seseorang yang benar-benar mencintaimu" kata suho mengkode. Kris mengerutkan keningnya

"adikku" suho menjawab singkat kemudian ia masuk kerumahnya.

Kris hanya terdiam. Memikirkan kata terakhir suho malam itu. kris mencoba mencerna semua kalimat suho mala mini. Kepalanya benar-benar pening. Mengapa cinta membuatnya semakin runyam?

(***)

Luhan kini sudah berada dikamarnya, ia menyandarkan badannya di kasur kesayangannya. Luhan benar-benar lelah hari itu. tapi, kai tiba-tiba masuk kedalam kamarnya itu. luhan kemudian mendudukkan badannya untuk berhadapan dengan kai.

Kai sekarang berada diatas kasur luhan dan menghadap gadis itu. .kai sudah sering melakukan hal ini. padahal luhan sangat membenci siapapun yang menyentuh kasurnya, terutapa untuk para lelaki yang menyentuh tempatnya tidur. Ia akan sangat membenci itu, meskipun mereka beda gender tapi mereka begitu dekat bukan? jadi, kai bebas naik keatas kasur luhan.

"noona?" kata kai lembut

"wae?" Tanya luhan sambil tersenyum

"apa kau tak ingin bercerita kepadaku?"

"ani, nan qwenchana, kai-ah"

"noona, aku mengenalmu lama sekali. Aku mengenal baik siapa noonaku, berbagilah cerita denganku" kata kai sambil mengelus tangan luhan lembut

Luhan terdiam, ia menundukkan kepalanya. Ia tak mengerti mengapa perasaannya begitu campur aduk. Hatinya tak menentu. Perasaan bahagia, kesal, sakit dan kecewa menjadi satu

"noona, apa kau memang mencintainya? Jika iya, aku harap kau tak terluka" kata kai

Luhan menatap kai dengan keterkejutannya. Ia kemudian menunduk kembali. Ia berusaha menahan bendungan dimatanya tapi ia tak bisa menahannya lagi. kini, pipi mulusnya terlah terbanjiri oleh Kristal bening.

Kai mendekatkan badannya ke luhan, ia membalik tubuhnya agar searah dengan luhan, kemudian ia menyandarkan luhan dibahunya. Kai mengerti kakaknya sedang bersedih. Ia terus berusaha menenangkan kakaknya itu

"aku membenci sehun, kai-ah. Tapi mengapa otakku selalu terfikir tentangnya?" kata luhan dalam isakannya

"itu artinya kau menyukainya, noona. Tapi mengapa kau menolak pertunangan ini?" Tanya kai

Luhan terdiam, ia tertunduk untuk beberapa menit. Kemudian ia mendongak dan menatap kai lemah.

"Irene. Aku tak tega harus melihat sehun bersedih karena ia tak bisa bersama Irene. Sehun begitu mencintai Irene, kai-ah" luhan berkata lemah

"tapi mengapa sekarang aku begitu peduli pada perasaannya? Perasaan sehun untuk Irene? Mengapa kai-ah? Kini aku makin membencinya" Tanya luhan sambil menahan isakannya

"mengapa kau memikirkan kebahagiaan orang lain, ketika dirimu sendiri tersakiti? Kau berhak untuk bahagia noona. Aku ingin kau bahagia" kata kai

"aku, a..aku akan bahagia ketika sekitarku juga bahagia. Aku akan membuat pertunangan ini batal agar sehun bahagia. Aku tak ingin aku dan dia sama-sama tersiksa" kata luhan sedikit tak yakin

"terserah kau saja noona" kata kai singkat "kau ingat ketika kau selalu bercerita tentang menyebalkannya sehun seperti es? Mau aku ceritakan sesuatu?" tawar kai, luhan mengangguk

"sebenarnya, dari dulu sehun memang seperti itu. dingin, cuek dan kaku. Tapi, dulu ia masih sering menyebar senyumnya. Senyumnya begitu menawan memang, hingga banyak orang menyukainya. Apalagi dia adalah kapten basket, ditambah pula dia yang begitu popular dengan kedua hyungnya itu. maka tak heran jika para gadis menyukainya, dan Irene adalah leader cheerleaders nya. Andai aku wanita, mungkin aku juga akan menyukai sehun waktu itu. haha" canda kai

"tapi, ketika sehun dan Irene pacaran beberapa bulan, Irene harus pindah mengikuti keluarganya. Sejak saat itulah sehun berubah menjadi semakin kaku bahkan sering terlihat seperti mayat hidup bukan? ia begitu sakit hati dengan keputusan Irene, aku juga tak tau sekarang sehun masih mencintai Irene atau tidak, tapi terakhir ketika ia bercerita kepadaku. Ia tak lagi mencintai seseorang, termasuk Irene. Aku fikir sehun benar-benar patah hati dan begitu kecewa dengan Irene" jelas kai

"tapi sehun tampak begitu lengket dengan Irene sekarang" kata luhan

"itu karena ia mencoba membuka hatinya lagi untuk Irene, tapi sayangnya sehun tak tipe orang seperti itu. ia begitu kaku untuk percintaan. Dan bisa saja sehun sekarang memang sudah mencintai Irene lagi, aku tak yakin. Yang aku yakinkan adalah kisahnya begitu menyedihkan. Sama sepertimu , noona. Haha" tawa kai

"enak saja! Aku kan punya prinsip!"

"noona, sebaiknya kau melakukan apapun dengan apa adanya. Jangan terlalu memaksakan" saran kai

"arra, gomawo kai-ah" kata luhan sambil tersenyum

Kai mengangguk, ia kemudian turun dari kasur luhan dan menyuruh luhan untuk tidur. Luhan hanya mengangguk dan kemudian kai membantu luhan membenarkan selimutnya.

"jaljayo, noona" kata kai sambil mematikan lampu kamar luhan

(***)

Pagi ini, kai sudah duduk rapi dibangku dekat dengan sehun biasa memarkirkan mobilnya. Kai memang sedang menunggu sehun. beberapa menit setelah kai menunggu, akhirnya sehun datang juga

Irene langsung berlari menuju lengan sehun, tapi kai menyerobot nya terlebih dahulu

"mian, Irene. Neomu mianhae. Aku pinjam sehun sebentar ,ne?"

"wae? Kalian mau apa? Tapi sehunku kan..." kata Irene terputus

"ani, sebentar saja. Kajja sehun-ah" ajak kai

Irene mempoutkan bibirnya. Ia sebal dengan kai yang merebut sehun tiba-tiba. Tapi ia tak terlalu memperdulikannya, ia langsung berjalan menghampiri ketiga sahabatnya yang sudah berada di kantin.

"sehun-ah" kata kai setelah berada di atap kampusnya. Tempat kai, sehun, chanyeol, kris, suho dan chen biasa berkumpul

"mwo?" kata sehun singkat

"apa kau sekarang memang menyukai noonaku?" Tanya kai langsung. Sehun hanya diam menatap datar kai. Ia sedikit terkejut dengan pertanyaan kai

"ah, aku tak perduli kau mengakuinya atau tidak, tapi aku rasa kini kau mennyukainya. Apapun itu bentuknya, aku mohon jaga noonaku. Selama ini aku dan keluargaku sudah bersusah payah menjaganya. Dan aku harap kau tak mengecewakanku" kata kai

"maksudmu?"

"aku harap kau tak menyakitinya. Andai kau tak menyukainya, lepaskan dia sekarang, katakan pada orangtuamu bahwa hyungmu lebih mencintai noonaku. Daripada kau menahan noonaku lebih lama, itu bisa membuat noonaku menyukaimu. Ketika ia menyukaimu dan kau bersama Irene? Aku harap kau tak sebodoh itu sebagai lelaki" jelas kai

"kau sahabatku, luhan noona adalah noonaku. Kalian sama-sama berharga bagiku. Aku benar-benar mohon kepadamu untuk tak melukainya. Jika kau tau kau akan menyakitinya, aku mohon lepaskan dia sekarang. Kedua hyungmu bisa mencintai noonaku lebih tulus. Aku tau omonganku begitu kasar bagimu. Dan ini pertama kalinya bukan? ini karena aku mencintai noonaku, orang yang selama ini kami jaga. Aku juga tak ingin melihat kalian saling melukai" kata kai menepuk pelan pundak sehun

"arra, aku akan berusaha" kata sehun datar

"gomawo, sehun-ah. Mian menyusahkanmu" kata kai

Sehun hanya mengangguk. Kini kai dan sehun turun dari atap untuk menuju kelas mereka. Kai memang pertama kali ini berkata seperti itu, apalagi ia berkata seperti itu untuk sehun. tapi sehun tau betul apa yang kai lakukan. Ia hanya ingin melindungi noonanya. Noona yang begitu ia sayangi

Sehun kembali dalam renungannya. Ia memikirkan siapa yang harus ia pilih sekarang? Faktanya kini sehun sudah mulai membuka hati untuk Irene, tapi bagaimana dengan pertunangannya dengan luhan? Haruskah ia melepas luhan? Tapi mengapa ia tak sanggup melepas luhan untuk kedua hyungnya?

.

.

.

TBC

Akhirnya update lagi. author mau bales percakapan aja deh

Yang Tanya siapa yang nikah ma sehun, kejawab sudah kan? Yang udah nebak nebak itu luhan, 100 deh buat kamu. Wkwk

Buat chanbaek udah nyempil dikit, ntar chapter berikutnya baru totalnya ya. Hehe

Untuk penanda, author sebenernya dari kemaren udah buat dengan garis penghubung (-) sama pake bintang (*) tapi tanpa kurung sih, dan disitu gak bisa kebaca. Jadi mian banget kalo bingin bingung beda scenenya ya, tapi ini udah diperbaikin kok ^^

Oh ya, tenang aja. Luhan nikahnya masih lama kok ya. Tapi sumpah author beneran pengen hunhan nikah *duaaar

kalo masalah pair, tenang aja. author tetep pake official pair kok. gatega misahin mereka *tsah

Fast update? Author akan berusaha buat fast update. Doain author aja ya.

Author mau ucapin maaf kalo masih banyak yang kurang. Author tetep bilang makasih buat para readers. Review tetep author tunggu buat benahin tulisan author yang kurang-kurang.

Gamsahamnida *deep bow bareng hunhan

.

.

DONT BE A SILENT READER

.

REVIEW JUSEYO ^^