Wonwoo Hyung Untukku Hari Ini! (Part 1)
:Seventeen:
:Meanie-Chan:
Dorm Seventeen
Minggu
05.00 KST
Terlalu dini untuk para member bangun, jadi jangan heran kalau mendapati dorm ini sepi. Namun, Chan, si maknae, harus bangun pagi agar tak terlambat ke sekolah. Sedang para hyungnya masih di la la land masing-masing.
Baru saja Chan selesai mandi dan bersiap, namun, tak ada satu pun dari hyungnya yang beranjak bangun atau apapun itu. Membuatnya kesal, ia butuh sarapan, hari ini ada test olahraga, dan jangan suruh Chan memasak, bisa-bisa dapur yang tertata rapi itu penuh dengan warna hitam.
Berinisiatif, Chan membangunkan sang juru koki, Jun, namun yang ia dapat adalah tendangan dari sang hyung China. Merengut, dia beranjak membangunkan sang "eomma" dalam grup, Junghan, namun ia urung mengingat sang "eomma" ada dalam kungkungan sang "appa".
Chan terdiam dia melirik jam, sudah pukul enam pagi, dan dia bisa terlambat kalau tidak segera. Berinisiatif, akhirnya pilihan terakhir jatuh pada hyung emo manisnya itu, Wonwoo. Kenapa? Karena waktun Wonwoo untuknya hanya dua jam, dan tidak lebih, kenapa? Ya karena siapa lagi kalau bukan Mingyu?
Chan beranjak masuk ke kamar Mingyu-Wonwoo dan Jun-Minghao (anggep aja gitu). Sebenarnya Chan tidak mau membangunkannya, karena membangunkan Wonwoo, sama dengan membangunkan serigala lapar yang memeluk hyungnya itu. Tapi dia butuh sarapan, dan hyung emonya itu tak akan tega padanya. Mengingat Wonwoo adalah "eomma" kedua untuk Chan.
"Wonu hyung, bangunlah Chan lapar dan harus segera berangkat!" Wonwoo bereaksi pelan, namun pelukkan di pinggan rampingnya mengerat.
"Hyunggg~ ayolah, Chan bisa terlambat! Chan butuh makanan, hari ini ada test! Wonu hyungg~" Wonwoo membuka matanya segera dan menyingkirkan tangan Mingyu.
"Ayo, aku buatkan makanan sederhana saja, ya?" Chan mengangguk, apapun itu yang penting ia makan dan bisa berangkat.
Dapur
Chan duduk di pojok kasur Jisoo. Dia tak mau ambil resiko ditendang. Lima menit kemudian, Wonwoo kembali dengan makanan di tangannya.
"Gomawo hyungg~" Wonwoo tersenyum kecil dan mengusap rambut Chan lembut, lalu pergi ke kamar mandi. Terlanjur bangun ya mandi saja sekalian.
Saat Chan makan, Junghan bangun dari tidurnya.
"Oh, Chan? Kau sudah akan berangkat?" Chan menggumam pelan.
"Setelah sarapanku habis!" jawab Chan dan dengan segera menyelesaikan sarapannya. Wonwoo baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk di rambutnya, sedang Junghan gantian masuk kamar mandi.
"Chan, mau diantar?" tanya Wonwoo, Chan menggeleng.
"Tidak, aku tak mau merepotkan, tapi hyung nanti jemput aku ya?" Wonwoo mengangguk. Seringai manis tersungging di bibir Chan tanpa diketahui Wonwoo.
'Hari ini Wonwoo hyung milikku!'
Selesai sarapan, Chan dengan segera memakai sepatunya.
"HYUNG AKU BERANGKAT!" teriaknya dan segera berlalu, menimbulkan suara berdebum keras.
"NEEEE!"
Dorm
10.00 KST
Mingyu merengut kesal saat Wonwoo seharian ini tampak mengacuhkannya, meskipun kekasihnya itu duduk di pangkuannya, tapi mata Wonwoo fokus pada ponselnya.
"Kau sebenarnya sedang apa sih hyung?" tanya Mingyu penasaran juga. Sejak tadi hyungnya tak lepas dari ponselnya.
"Berkirim pesan dengan Doyoon hyung. Dia bilang, dia rindu padaku!" Mingyu mendengus. Dia jadi ingat kejadian di taman beberapa minggu yang lalu. Itu benar-benar, dia kesal, malu, dan... senang?
Setidaknya ia menang dari Doyoon dalam mengalahkan hati Wonwoo. Tapi? Dia menggeram kesal, saat dalang dibalik itu semua adalah Jun, hyung Chinanya.
"Mingyu?" Mingyu menoleh menatap Wonwoo yang juga menatapnya.
"Ada apa?" tanya Mingyu.
"Nanti temani aku menjemput Chan ya? Dia bilang pulang sekolah nanti minta dijemput olehku. Ya ya ya?" mohon Wonwoo dengan wajah lucunya. Membuat Mingyu gemas untuk tidak mencubitnya.
"Iya iya, nanti aku temani! Nah, sekarang bangun dari dudukmu, ayo bersihkan kamar! Jun hyung akan menendang kita nanti!" Wonwoo tertawa pelan, Jun mana mau menendangnya, yang ada Minghao akan menendang Jun balik.
"NE!" keduanya pun beranjak membersihkan ruang kamar mereka, ya meskipun sedikit bumbu omelan dari Jun.
Sedang di dapur, Junghan memarahi Seungcheol yang tidak bisa membersihkan piring dengan benar.
"Seungcheol hyung! Kau ini bagaimana sih? Masak membersihkan piring saja tidak bisa? Kau kalah dengan maknae linemu!" sindir Junghan kesal. Pasalnya setelah Seungcheol membersihkan piring, Junghan akan kembali membersihkannya.
"Ukh! Maafkan aku, Junghan-ah, iya iya aku bersihkan dengan benar!" Junghan tersenyum kecil. Di belakang mereka ada Jisoo dan Jihoon yang bertugas memilah dan mencuci pakaian, setelah itu laundry untuk setrikanya.
"Haahh~ apa Seungcheol hyung perlu diberi bimbingan khusus mencuci piring?" tanya Jihoon menyindir, Jisoo hanya tertawa pelan. Di dapur masih terdengar omelan Junghan.
"YAK! SEUNGCHEOL HYUNG! YANG DISABUN ITU PIRINGNYA BUKAN AKU!" kesal Junghan, dia balas mengoles sabun di wajah Seungcheol.
"Yaish!" kesal Seungcheol, dan terjadilah perang sabun di dapur. Jisoo dan Jihoon yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya.
"HYUNG! JANGAN MAIN SABUN! LANTAINYA BARU SAJA AKU DAN HANSOL PEL!" marah Seungkwan yang tahu kalau lantai dapur yang baru saja ia dan Hansol pel kembali basah.
"MIAN SEUNGKWANIE!" balas keduanya dari dapur.
"NANTI PEL LAGI YA HYUNG!" ingat Seungkwan masih berteriak, mengingat ia berada di ruang tengah setelah mengomel pada hyungnya.
"NEEE!" balas kedua hyung tertuanya.
"YA! JANGAN BERTERIAK!" marah Jihoon, Jisoo menatap datar kekasihnya.
"Kau juga baru berteriak, Jihoonie~" ingat Jisoo. Jihoon nyengir.
Sedang di tempat Soonyoung dan Seokmin, keduanya ribut soal sprei kasur. Seokmin mau yang berwarna kuning, sedang Soonyoung mau yang warna biru.
"Kuning, Soonyoungie~" mata Soonyoung menyipit tajam.
"Tidak! Aku maunya biru! Dan aku ini hyungmu!" balas Soonyoung.
"Tapi aku maunya kuning!" Soonyoung menggeleng.
"Biru!"
"Kuning!"
"Biru!"
"Kuning!"
"Biru!"
"PINKK!" akhirnya teriakkan kesal Jun membuat keduanya berhenti dan menatap hyung China mereka dengan senyum kikuk.
"Hehehe hai hyung!" ucap Seokmin ngawur.
"Sekali lagi aku dengar kalian ribut! Tak akan ada jatah makan siang untuk kalian!" ancam Jun sadis.
"HAH?! JANGAN!" ujar keduanya kompak. Jun hanya memutar bola matanya malas.
"Minghao, awasi mereka!" titah Jun, namja berambut poodle itu mengangguk. Setelah itu Jun pergi dari sana.
"Hyung, bukannya kalian bisa menggunakannya di tempat tidur masing-masing?" tanya Minghao heran. Seokmin dan Soonyoung yang baru saja sadar langsung menepuk kening mereka.
"Iya juga!" Minghao mendengus malas.
Dorm
12.00 KST
Acara bersih-bersih dorm baru saja selesai. Jun dan Mingyu berada di dapur untuk memasak. Sedang yang lain sudah tepar di ruang tengah, ada juga yang pergi mandi.
"Oh ya, apa nanti ada yang mau menitip sesuatu?" tanya Wonwoo.
"Memang kau mau kemana?" tanya Jihoon.
"Chan memintaku menjemputnya nanti pulang sekolah. Jadi ada yang mau pesan sesuatu?" tanya Wonwoo. Semua berpikir.
"Aku rasa kau lebih baik membeli snack, karena kita kehabisa camilan, jangan lupakan es krim juga untu persediaan. Lalu garam dan gula, Oh! Jangan lupa buah-buahan, em? Ada lagi?" jawab dan tanya Junghan pada member lain.
"Shampoo dan deterjen juga pengharum ruangan!" Wonwoo menulis dengan cepat dan mengangguk-angguk.
"Ada lagi?" mereka menggeleng.
"Daging dan ikan!" jawab Jun dari dapur. Wonwoo menatap tak percaya.
"Uangnya uang kalian! Bisa habis uangku nanti!" mereka mendengus dan mengangguk. Seungcheol menyerahkan beberapa lembar won pada Wonwoo.
"Bagus!" ujar Wonwoo.
"Ayo makan!" semua langsung menyerbu makanan di hadapan mereka.
Broadcasting High School
Bel pulang sekolah baru saja berbunyi. Hari ini semua siswa pulang pukul empat sore, biasanya malah pukul enam atau jika ada tambahan jam bisa sampai malam. Nah, beruntungnya Chan adalah karena hari ini Wonwoo hyungnya menjemputnya.
"Chan? Kau semangat sekali? Ada apa?" tanya teman sebangkunya.
"Oh? Tidak, aku hanya senang karena dijemput itu saja!" jawab Chan dengan senyum cerianya.
"Hyungmu?" Chan mengangguk.
"Aku duluan ya! Bye!" Chan dengan segera berlari keluar kelas, sedang temannya tadi hanya menggeleng maklum.
Di depan gerbang sekolah, Wonwoo dan Mingyu berdiri bersisihan. Hingga suara Chan membuat mereka menoleh.
"Hyungiee~" Wonwoo tersenyum di balik maskernya.
'EH? Mingyu hyung? Aish!' batin Chan kesal, satu hari bersama Wonwoo hyungnya tak akan berjalan dengan baik.
"Kajja!" Wonwoo merangkul Chan dan Mingyu berjalan di belakang mereka.
"Oh, Chan! Kita mampir dulu ya di supermarket, ada pesanan yang harus dibeli!" Chan mengangguk. Ketiganya berbelok ke arah supermarket yang tak jauh dari sekolah Chan. Wonwoo dengan segera pergi ke bagian bahan-bahan dapur. Chan yang menunggu merengut kesal. Mingyu berjalan ke arah bagian buah-buahan.
"Hyung, kenapa kau ikut sih?" kesal Chan pada Mingyu yang baru saja kembali.
"Kenapa memangnya? Aku hanya menemani kekasihku, dia sendiri yang minta ditemani!" jawab Mingyu acuh.
"Hei, lebih baik kau pergi ke bagian snack dan es krim! Sana!" Chan yang dimintai tolong merengut kesal.
"Ish!" selesai memilah dan memilih, mereka membayar bahan belanjaan tersebut dan pergi pulang.
"Hyung, Wonwoo hyung! Apa kau mau menemaniku hari ini?" Wonwoo melirik Chan dan mengangguk.
"Kenapa tidak?" tanya Wonwoo dengan senyum.
"Yeey! Hanya berdua ya hyung!" Wonwoo mengangguk kecil. Mingyu mendelik di belakang mereka.
"Tidak boleh!" Wonwoo langsung berbalik dan menatap Mingyu memelas.
"Ayolah, aku mau bermain dan menemani Chan~ ya Mingyu ya ya ya?" Mingyu menghela nafas. Satu harinya akan suram tanpa Wonwoo.
"Mingyuu~"
"Hyungg~" Mingyu yang diberi dua tatapan aegyo itu mau tak mau menganggukkan kepalanya.
"Yeeyy! Kau yang terbaik, Mingyu-ya!" Wonwoo memeluk tubuh tinggi Mingyu.
"Iya iya~" Mingyu menepuk kepala Wonwoo.
'Akhirrnyyaaa!' seru Chan dalam hati.
"Kajja!"
Mingyu bersumpah ia melihat Chan menyeringai menang menatapnya. Ia mendengus saat tahu itu modus dari sang maknae.
"Awas kau!"
.
.
TBC/END
chap 5 datanggg! karena banyak yang minta jangan END ya ini nggak di END kok.
Oke, ini chapnya Meanie dan Chan part 1, tunggu review yang memadai, nanti part 2nya di update secepatnya!
thanks to readers and reviewers
read and review again! fav and follow sekalian!
paypay^^
