NOTE!
Kyuhyun itu sudah bisa berbicara. Ingat kan waktu chapter 2, Kyuhyun manggil Kibum dan Donghae, di situ juga Kyuhyun minta ikut Leeteuk beli susu. Dan di chapter selanjutnya juga sering di buat Kyuhyun ngobrol ma Kibum. Cuma, hyungdeul yang lain gak ngerti bahasa Kyuhyun. Jadi intinya, Kyuhyun sudah bisa berbicara. Readers jangan pikun ya. #upsss.. Masih pada muda kan? hahaha.
Kalau di chapter 6 Kyuhyun sama sekali gak ada ngeluarin suaranya, bukan karena Kyuhyun gak bisa ngomong, tapi karena Bella lupa. Hehehe… Mungkin factor U. Lagi pula ngomong gak ngomong, Sparkyu pada demen cariin karung kan? #Abaikan. Jadi, jangan ada yang tanya lagi kenapa Kyuhyun belum bisa ngomong.
Oke, sekian cuap-cuapnya.
Happy Reading!
.
.
"Noona, ada apa memanggil kami semua?" tanya Leeteuk dengan mata yang setengah terpejam. Ia berjalan sempoyongan ke arah sofa. Semua adik-adiknya sudah berkumpul, kecuali adik kecilnya yang tengah tidur siang dengan lelapnya.
"Apa Noona mengganggu tidur siangmu?" walaupun sedikit mengganggu, Leeteuk tetap menggleng. "Noona mengumpulkan kalian di sini karena ada yang ingin Noona sampaikan." Yoona memperhatikan mereka satu persatu, setelah memastikan mereka semua menyimak, Yoona melanjutkan ucapannya.
"Mulai sekarang, Noona minta kalian hati-hati kalau berbicara dan melakukan sesuatu." Rasa kantuk Leeteuk langsung menguar. Bagitu pula dengan yang lain.
"Memangnya ada apa, Noona? Apa ada sesuatu yang berbahaya?" tanya Kangin yang di jawabi anggukan. "Tapi apa, Noona? Apa ada penculikan anak-anak?" Yoona tertawa mendengar pertanyaan Kangin.
"Bukan itu yang Noona maksudkan. Tapi ini menyangkut adik kalian, Kyuhyunie."
"Kyunie kenapa, Noona?"
"Adik kalian tidak apa-apa. Hanya saja Noona minta kalian harus hati-hati kalau berbicara. Karena Kyunie sekarang ini mulai suka mengikuti prilaku orang yang di lihatnya. Apalagi kalau kalian bermain-main. Kyunie akan mengikuti apa saja yang kalian lakukan." Beberapa dari mereka langsung sumringah. Membayangkan Kyuhyun mengikuti apa saja yang mereka lakukan saat bermain, pasti sangat menyenangkan.
"Berarti Kyunie semakin pintar," gumam Shindong.
"Noona, tapi kenapa selama ini Kyuhyunie lebih suka merangkak? Kyuhyunie bisa berjalan sudah lama kan, Noona?" tanya Yesung. Dari beberapa hari yang lalu Yesung selalu bertanya-tanya mengenai hal ini.
"Kau benar Yesungie. Kyunie itu sudah sangat lama bisa berjalan. Sepertinya, sebelum usianya genap satu tahun, adik kalian itu sudah bisa berjalan."
"Tapi dari mana Noona tahu?"
"Tentu saja Noona tahu. Kalau Noona tidak tahu, Noona tidak akan bekerja menjaga adik kalian. Dari telapak kakinya sudah terlihat," jawab Yoona sembari tersenyum manis.
"Jadi kenapa Kyunie lebih sering merangkak, Noona?" tanya Donghae tidak sabaran. Ia juga penasaran kenapa boneka hidup itu lebih suka menggunakan kedua telapak tangan dan lututnya untuk melangkah.
"Mungkin karena Kyunie lebih suka di gendong jadi malas untuk berjalan."
"Lihatlah! Aku benarkan? Kyunie itu nakal," ucap Eunhyuk.
"Kyunie tidak nakal," teriak Donghae dan Siwon. Mendengar suara yang memekakan telinga, di tambah jeweran dari Heechul, Eunhyuk hanya merapatkan duduknya dan menunduk takut. Sedangkan Kibum kecil hanya menggelangkan kepalanya sok dewasa melihat kelakuan hyungdeul-nya.
"Noona cuma ingin menyampaikan itu saja. Kalian bisa melanjutkan tidur atau bermain-main lagi. Tapi ingat pesan Noona tadi." Ke dua belas anak itu langsung mengangguk.
Sepeninggal Yoona, bocah-bocah itu masih bertahan pada posisi masing-masing.
"Berarti mulai sekarang, kita tidak boleh sering-sering menggendong Kyunie," ucap Leeteuk memecah keheningan.
"Memangnya Hyung bisa?" tanya Heechul.
"Kenapa tidak? Tentu saja bisa."
"Aku setuju Hyung. Dengan begitu, Kyunie jadi mau berjalan lagi."
.
.
"Noona." Yoona menoleh. Di sisi ranjangnya, Kibum kecil menarik lengan bajunya.
"Ada apa Kibummie?"
"Noona, Bummie mau mandi cama Kyunie." Yoona berfikir sejenak. Ia ragu jika tidak mengabulkan keinginan Kibum. Takut bocah cerdas itu merajuk lagi.
"Siapa yang memandikan kalian?"
"Cungmin hyung dan Leeteuk hyung."
"Baiklah! Tapi harus hati-hati ya." Kibum hanya mengangguk kecil. Ia langsung melangkahkan kakinya ke ruang tengah.
"Kyunie ayo kita mandi!" Kyuhyun menghentikan bermain mobil-mobilannya. "Kyunie haluc jalan. Bummie tidak bica gendong. Kyunie belat." Kyuhyun tidak mengacuhkan ucapan Kibum. Tangan mungilnya kembali asyik memajukan dan memundurkan mobil-mobilan.
"Ayo mandi! Nanti kita bica belmain bebek dan bulung cambil mandi."
"Buyung."
"Iya, bulung di dalam bak. Cepat beldili!" Mainan bebek dan burung adalah barang wajib untuk memandikan Kibum dan Kyuhyun. Walau burung terlihat aneh jika berada di dalam bak, tapi Kyuhyun suka memainkannya.
Mendengar bermain bebek dan burung sambil mandi membuat Kyuhyun semangat. Ia langsung melemperkan mobil-mobilan di tangannya dengan asal. Dengan perlahan ia berdiri dan berjalan dengan sebelah tangan yang di genggam Kibum.
Di sudut ruangan, Yoona meringis melihat mobil-mobilan yang di hempaskan Kyuhyun.
"Kyunie mau mandi. Aku mau ikut."
"Stop!" Donghae langsung menghentikan langkahnya karena seruan Heechul. "Kalian tidak boleh pergi sebelum membereskan kekacauan yang kalian buat."
"Tapi…kami ingin ikut mandi Hyung," ucap Siwon memelas.
"Tidak bisa! Kalian harus bereskan semua kertas-kertas yang kalian gunting-gunting itu." Donghae, Siwon dan Eunhyuk hanya bisa manyun di tempat. Dengan langkah yang teramat sangat berat, ketiga bocah itu membereskan semua kekacauan yang mereka buat.
.
.
Leeteuk berjalan ke dapur saat merasa tenggorokannya kering. Ketika sedang minum, Leeteuk mendengar suara Kyuhyun dari ruang tengah. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling karena Kyuhyun hanya sendirian di ruang tengah.
"Ke mana Noona dan yang lain?" monolog Leeteuk. "Kyunie, kenapa main sendiri? Mana Noona dan yang lain?" Bukannya menjawab, Kyuhyun justru mengulurkan tangannya.
"Yung…cucu." Ke dua tangan Kyuhyun terulur seperti minta di gendong.
"Kyunie mau minum susu?" Leeteuk berjongkok dan menarik pipi Kyuhyun pelan. "Baiklah, ayo kita buat susu!" ketika Leeteuk hendak menggendong Kyuhyun, ia teringat percakapannya dengan Yoona dan anak-anak yang lain. "Ehh…aku tidak boleh menggendong Kyunie," gumam Leeteuk.
"Kyunie mau susu kan? ayo berdiri!" Leeteuk mencoba menjauh dari Kyuhyun. Kyuhyun tidak menjawab dan bergerak. Hanya terus menatap Leeteuk. "Ayo! Kalau Kyunie mau susu, Kyunie harus jalan!"
"Yung…cucu." Kyuhyun masih kekeh meminta susu namun tidak mau bergerak.
"Iya, Hyung akan buatkan susu. Tapi Kyunie harus jalan." Leeteuk memalingkan wajahnya saat melihat ekspresi wajah adik kecilnya. Kyuhyun duduk di karpet dengan mendongak ke arahnya. Tangan mungilnya bergerak-gerak di kedua lututnya. Kyuhyun tidak banyak bergerak, namun matanya yang terus berkedip-kedip ke arah Leeteuk.
Leeteuk melirik sekilas, bayi mungil itu masih bertahan pada posisinya. Jangankan berjalan, berdiri pun sepertinya enggan. "Haah." Leeteuk mendesah. Karena tidak tega membiarkan Kyuhyun begitu saja yang meminta susu, di tambah ekspresi Kyuhyun yang melemahkan niatnya, akhirnya ia mengangkat tubuh bayi gempal itu. Kyuhyun tertawa senang saat Leeteuk menggendongnya. Bibir mungilnya terus mengucapkan susu berulang kali.
"Aaaaahh." Desahan kecewa langsung terlontar dari beberapa anak yang sedari tadi bersembunyi.
"Ck, Leeteuk hyung payah."
"Padahal kemarin Leeteuk hyung dengan sangat yakin bilang bisa."
"Leeteuk hyung ingkar janji."
"Kalau begitu terus, Kyunie tidak mau berjalan."
"Aku bilang juga apa? Pasti sangat sulit tidak menggendong Kyunie sehari saja."
"Leeteuk hyung penghianat."
Krik…krik…krik...
Suasana langsung berubah hening. Protesan-protesan itu langsung terhenti. Kalimat terakhir yang di ucapkan sangat jelas itu membuat mereka mematung di tempat. Mata mereka semua tertuju pada sosok paling kecil yang menampilkan wajah super polos.
"Bummie, dari mana belajar kata-kata seperti itu?" tanya Hankyung.
"Dali Chul hyung," jawab Kibum kalem.
Pandangan mereka semua langsung teralih ke arah sisi kanan Hankyung. Tapi tersangka utama tidak lagi di tempat. Sepertinya Heechul langsung kabur saat mendengar ucapan Kibum.
.
.
"Noona, aku mau bawa Kyuhyunie ke kamar."
"Kalau Kyunie manangis, cepat-cepat panggil Noona."
"Aku mengerti Noona." Setelah Yoona masuk ke kamar. Hankyung mendekati Kyuhyun yang sedang memegang sebungkus biskuit bayi.
"Karena Leeteuk hyung dan yang lain tidak ada, jadi Hyung akan menggendong Kyunie."
Setelah sampai di kamar, Hankyung mendudukan Kyuhyun di karpet bulu. Hankyung ikut duduk tepat di hadapan Kyuhyun. Memperhatikan Kyuhyun yang serius membolak balik bungkus biskuit di tangannya.
"Kyunie lebih suka di gendong dari pada berjalan, eoh? Dasar manja," ucap Hankyung. Sebuah senyuman tersemat di bibirnya melihat Kyuhyun. Adik kecilnya sangat serius dengan bungkus biskuit di tangannya. "Selain karena suka di gendong, Hyung tahu kenapa Kyunie tidak mau berjalan," lanjut Hankyung sembari memainkan rambut Kyuhyun yang terasa halus.
"Apa itu sakit Kyunie?" suara Hankyung berubah sedih. Ada kala ia benci dirinya yang sekarang. Namun terkadang ia senang karena bisa mengetahui yang tidak semua orang tahu. "Pasti waktu itu Kyunie sedih karena tidak bisa berjalan lagi kan?" Kyuhyun tidak menjawab, namun kini perhatian Kyuhyun teralihkan ke arah Hankyung.
"Tapi Kyunie tidak usah takut lagi, di sini Kyunie aman. Kyunie bisa berjalan ke mana saja Kyu mau. Jadi Kyu harus bantu Hyung menjaga rahasia ini. Arrachi?" Walau Kyuhyun tidak menjawab, tapi Hankyung percaya Kyuhyun mengerti apa yang ia maksud. Mungkin orang lain akan berfikiran hal itu sangat mustahil. Bayi berusia dua tahun tidak mungkin mengerti ucapannya yang penuh makna. Tapi tidak dengannya. Hankyung percaya, Kyuhyun mengerti ucapannya.
"Kyunie mau makan biskuit ini?" Kyuhyun langsung menyerahkan bungkusan biskuit itu ke hadapan Hankyung. Mengerti apa yang adik kecilnya mau, Hankyung langsung membukanya.
Begitu bungkus biskuit itu terbuka, Kyuhyun langsung meraihnya. "Aigoo, Kyunie lapar, eoh?" Hankyung terkekeh saat Kyuhyun langsung melahap biskuit berbentuk bulat itu.
Hankyung terkejut saat Kyuhyun kembali memasukan biskuit ke dalam mulut mungilnya, padahal yang di dalam mulut, belum sepenuhnya tertelan. "Kyunie sedikit-sedikit saja. Nanti Kyu bisa tersedak." Hankyung mencoba menahan tangan Kyuhyun, tapi sepertinya bayi mungil itu tidak kehabisan akal untuk tetap melahap biskuitnya. Ia mencondongkan kepalanya untuk memasukkan biskuitnya. Saat Hankyung semakin menjauhkan tangan Kyuhyun, Kyuhyun semakin mencondongkan kepalanya. Hankyung tertawa melihat adik kecilnya yang pantang menyerah.
"Kyunie,jangan…ahhh." Hankyung tidak lagi bisa berbicara. Ia hanya mampu mendesah dan menggelengkan kepalanya. Kyuhyun langsung memasukan biskuit di tangan kanan dan kirinya secara bersamaan. Namun Hankyung lagi-lagi tertawa melihat bibir mungil Kyuhyun penuh biskuit. Pipinya menggembung lucu. Kyuhyun terlihat kesulitan mengunyah makanan di mulutmya karena terlalu penuh.
"Aigoo…Kyunie benar-benar nakal." Hankyung membersihkan sisa-sisa biskuit yang belepotan di sekitar wajah Kyuhyun. "Arra…arra…arra…Hyung tahu ini biskuit Kyunie. Hyung tidak akan memintanya. Pantas saja Donghae sering menyebut Kyu boneka hidup. Lihatlah bentuk tubuh Kyunie sekarang. Tapi Hyung senang, yang penting Kyunie tidak seperti dulu lagi."
.
.
"Hae-ya, aku pinjam mobil-mobilanmu sebentar."
"Tidak boleh! Kalau kau mau main jangan yang ini," tolak Donghae. Ia menggeser duduknya menjauh dari Eunhyuk.
"Sebentar saja Hae-ya. Aku tidak mau yang warna lain," bujuk Eunhyuk. Namun sepertinya Donghae masih bertahan tidak ingin meminjamkannya.
"Aku suka biru. Jadi yang lain saja."
"Tapi aku mau yang biru."
"Kenapa harus biru? Masih ada warna hitam, merah dan hijau." Eunhyuk tidak lagi meminta Donghae untuk meminjamkan mobil-mobilannya. Eunhyuk sudah sedari tadi berusaha meminjam, tapi Donghae tetap menolaknya. Ia hanya menunduk sedih. Matanya mulai berkaca-kaca. Beberapa detik kemudian terdengar isakan kecil dari bibir Eunhyuk.
Melihat Eunhyuk menunduk sambil menangis membuat hati Donghae luluh. Ia menimbang antara meminjamkan mobil-mobilannya atau tidak. Ia masih ingin bermain dengan mobil-mobilan berwarna biru, tapi tidak tega melihat Eunhyuk menangis. Dengan berat hati Donghae memberikan mobil-mobilannya pada Eunhyuk. "Ambillah! Kau boleh hiks…meminjamnya hiks…tapi…tapi hiks…jangan menangis lagi hiks." Karena Eunhyuk menangis, akhirnya Donghae ikut menangis.
Eunhyuk mendongak saat mendengar Donghae berbicara di sela isak tangisnya. Wajah teman sekamarnya itu sudah berlinangan air mata. "Aku…aku tidak mau lagi hiks…aku tidak jadi hiks…meminjamnya. Jadi hiks…kau jangan menangis lagi Hae-ya."
Yoona hanya melongo melihat kelakuan Donghae dan Eunhyuk. Tapi jauh di dalam hatinya merasa tersentuh. Karena hal itu membuktikan betapa eratnya tali persaudaraan mereka. Meski sering bertengkar, tapi mereka tetap saling menyayangi.
"Kenapa mereka jadi bermain tangis-tangisan, Hyung?" tanya Ryeowook pada Sungmin yang duduk di sebelahnya.
"Aigoo, mereka bukan bermain tangis-tangisan Wookie-ya. Mereka menangis sungguhan."
Jae Dong hanya menggelengkan kepalanya. Sedari tadi ia sudah memperhatikan kegiatan dua bocah hiperaktif itu.
"Kyunie, ayo kita pergi memberi makan ikan!" ajak Jae Dong. Ia mengambil alih tubuh Kyuhyun yang berada dalam pangkuan Yoona. "Kyunie mau melihat ikan-ikan kan?" walau Kyuhyun tidak mengiyakan, tapi Jae Dong tetap membawa bayi itu keluar.
Mendengar ikan, Donghae langsung menghapus air matanya. Ia jadi tidak berminat lagi bermain mobil-mobilan. "Ahjussi, aku ikut." Donghae langsung berlari menyusul Jae Dong.
Melihat Donghae pergi, Eunhyuk langsung mengikutinya. Baginya tidak menarik bermain kalau tidak ada Donghae. Begitu pula dengan Siwon. Ia langsung meninggalkan buku-bukunya.
"Bummie juga mau ikut," ucap Kibum. Bocah tampan itu juga meninggalkan buku bergambarnya begitu saja. Tidak mau ketinggalan, Ryeowook dan Shindong juga ikut berlari menyusul yang lainnya.
"Haah. Di tinggal lagi," keluh Yesung. Yesung mengedarkan pandangannya ke sekitar, hanya beberapa saja yang masih duduk di tempat semula. Namun melihat kekacauan yang di buat dongsaengdeul-nya, Yesung langsung beranjak pergi. Dari pada mendapat tugas membereskan ruang tengah yang mirip kapal pecah,Yesung memilih bermain bersama yang lain.
"Hyung, tunggu aku," teriak Kangin. Sedikit banyaknya, Kangin bisa menebak apa yang di fikirkan Yesung.
Di rumah itu tinggal tersisa Leeteuk, Heechul, Hankyung dan Sungmin.
"Karena kalian di rumah, jadi kalian yang member—"
"Noona, aku mau melihat ikan."
"Noona, aku mau menyusul Kyunie."
"Noona, aku juga mau ikut bermain."
"Karena mereka semua pergi, aku juga ikut ya Noona."
Belum selesai kalimat Yoona, ke empat anak-anak itu langsung memotongnya. Bahkan bibir Yoona belum lagi tertutup rapat. Ia hanya mampu mendesah saat ke tiga belas bocah itu tidak lagi terlihat. Mau tidak mau Yoona yang membereskan semua kekacauan yang mereka buat.
Sesampainya di kolam ikan rumah orang tua Siwon, Jae Dong langsung mengambil pakan ikan sembari menggendong Kyuhyun. Sedangkan anak-anak yang lain asyik dengan dunianya sendiri. Kecuali Donghae yang sangat antusias melihat hewan-hewan favoritnya.
"Whoaa…ikannya banyak sekali. Whoaa…yang itu ikannya lucu," pekik Donghae heboh.
Saat Jae Dong menabur pakan ikan ke kolam, puluhan ikan-ikan itu langsung berebut makanan. Mata bulat Kyuhyun semakin bulat melihat hewan air itu. Melihat hewan vertebrata itu bergerak lincah, tubuh Kyuhyun juga ikut bergerak-gerak. Tidak jarang Kyuhyun melonjak-lonjak dalam gendongan Jae Dong. Mata beningnya terus memperhatikan tangan Jae Dong menabur pakan ikan dan ikan di dalam kolam bergantian. Terlihat jelas Kyuhyun begitu antusias.
"Hyung, kenapa ikan tidak mati belenang di ail teluc?" kegiatan Donghae terhenti. Ia menoleh Kibum yang sudah berdiri di sampingnya.
"Karena ikan bernafas dengan insang," jawab Donghae mantap.
"Incang itu apa, Hyung?" tanya Kibum lagi.
"Insang itu alat untuk bernafas Kibummie." Karena Donghae lebih tinggi, Kibum jadi mendongak memperhatikan Donghae.
"Kita bica cepelti ikan, Hyung?"
"Tentu saja tidak bisa. Kita bernafas bukan dengan insang."
"Jadi Hyung tidak bica di dalam ail teluc cepelti ikan?" Donghae mengangguk. "Belalti ikan lebih hebat dali Hyung." Donghae melongo saat Kibum langsung berlari ke arah Heechul dan Hankyung. Ia masih mencerna perkataan Kibum.
Setelah sadar, Donghae langsung berteriak. "Yak Kibummie, jangan samakan dengan ikan."
.
.
Malam harinya semua anak-anak berkumpul di ruang tengah. Mereka melakukan kesibukan masing-masing, seperti belajar, menonton TV atau sekedar bermain.
Kibum menghampiri Kyuhyun yang sedang duduk dengan tenang. Mata bening dan bulat bayi itu menatap intens tayangan di TV. "Kyunie ayo kita main!" ajak Kibum. Namun bayi itu tidak memberi respon.
Karena tidak mendapat respon, Kibum memutar otaknya. Kibum beranjak dan berlari ke kamarnya. Beberapa saat kemudian Kibum kembali menghampiri Kyuhyun dengan membawa buku bergambar miliknya.
"Kyunie, lihat ini!" cara Kibum berhasil. Kyuhyun menoleh ke arahnya. "Kyunie ingat ini? Ini ikan."
"I..tan," ulang Kyuhyun.
"Iya, ini ikan. Ikan di kolam yang kita beli makan tadi cole," jari-jari Kibum menunjuk gambar ikan di buku miliknya.
"Itan matan di koyam." Kepala Kyuhyun mengangguk-angguk berulang kali. Kibum tidak mengerti apa maksudnya, tapi ia senang karena Kyuhyun merespon ucapannya.
"Kyunie, itu cepelti makanan ikan." Kibum menunjuk bungkus snack milik Shindong yang tergeletak di meja. Sedangkan pemiliknya sedang asyik bermain bersama Yesung dan Kangin.
Mata Kyuhyun tidak lepas dari bungkus snack itu. Ia terus memperhatikan dengan serius. "Becok kita beli (beri) makan ikan lagi cepelti Ajucci." Kyuhyun tidak menjawab. Bayi lucu itu justru beranjak dan melangkahkan kaki mungilnya ke arah meja. Kibum hanya memperhatikan Kyuhyun yang sudah memegang snack Shindong yang memang sudah terbuka. Sedangkan yang lain tidak ada yang melihat. Mereka tenggelam dalam kesibukan masing-masing. Termasuk Yoona yang sedang menerima telefon.
Saat Kyuhyun menggoyang-goyangkan bungkus snack itu, Kibum tidak berbicara apa-apa. Hanya terus memperhatikan adik kecilnya dari tempat duduknya.
"Matan itan," oceh Kyuhyun.
"Ups…oow." Kibum menutup mulutnya dengan telapak tangannya saat Kyuhyun menebar snack Shindong di lantai. Kyuhyun tidak menebar dengan tangan, tapi langsung menumpahkan seluruh isinya.
"Matan itan," ucap Kyuhyun lagi. Kyuhyun menampilkan deretan gigi susunya melihat hasil eksperimennya.
"Snack-kuuuuu," teriak Shindong. Otomatis Yoona langsung memutus sambungannya. Anak-anak yang lain juga menghentikan kegiatannya. Mata mereka membola saat lantai di sekitar Kyuhyun penuh dengan snack.
"Omona. Apa yang Kyunie lakukan?" Kyuhyun mendongak ke arah Yoona. "Kenapa makanan Shindong di buang seperti ini?"
"Matan itan," ucap Kyuhyun sembari mengerjapkan matanya. Mereka tidak ada yang mengerti maksud ucapan Kyuhyun. Hanya Kibum yang tahu. Namun yang menjadi tersangka utama justru menampilkan wajah super polosnya.
"Kyunie ingin memberi makan ikan seperti Jae Ahjussi tadi?" tanya Leeteuk yang mencoba memahami maksud Kyuhyun.
"Itan Yung…itan di koyam." Yoona tidak bisa berkata apa-apa. Ia juga tidak bisa menyalahkan Kyuhyun. Karena ia sangat tahu, Kyuhyun akan meniru apa yang ia lihat.
"Haah. Leetuk-ah bawa Kyunie ke tempat lain! Noona mau membersihkan ini dulu." Yoona menoleh ke arah Shindong yang terus menatap snack-snacknya dengan sedih. "Shindongie, jangan sedih ne. Besok kita beli yang lain."
"Ne, tidak apa-apa Noona. Aku yang salah karena meletakan sembarangan." Walaupun cemilannya sudah bertebaran di lantai, tapi Shindong tidak menangis apalagi marah.
Leeteuk membawa Kyuhyun menjauh. Mendudukkan bayi menggemaskan itu di dekat Heechul, Donghae dan Eunhyuk yang sedang belajar.
Melihat hyungdeul-nya menulis dan membolak balik buku, membuat Kyuhyun tertarik. Ia merangkak dan mengambil salah satu buku yang tergeletak. Namun belum sempat tangan mungil itu meraih sepenuhnya, Eunhyuk langsung mengambilnya.
"Jangan yang ini Kyunie. Ini buku tugas." Eunhyuk menyembunyikan bukunya di balik punggung. Kyuhyun hanya diam saat semuanya menyembunyikan buku masing-masing. Kyuhyun tidak menangis, namun ekspresi wajahnya terlihat sangat memelas.
"Hyung, bagaimana ini? Kasihan Kyunie." Donghae tidak tega melihat ekspresi di wajah boneka hidup itu.
"Beri ini saja." Eunhyuk menyerahkan koran ke hadapan Kyuhyun. "Kyunie bermain ini saja ya." Kyuhyun tidak menyentuhnya. Matanya terus memperhatikan koran di pangkuannya. Melihat bentuknya yang berbeda, Kyuhyun langsung membuang korannya begitu saja.
"Eh…Kyunie tidak mau," kaget Eunhyuk.
"Itu berbeda Hyukie-ya. Tentu saja Kyunie tidak mau. Pabo," ucap Heechul.
"Pa…bo. Pabo."
Krik…krik…krik…
Suasana berubah hening. Heechul menelan salivanya susah payah saat semua mata tertuju padanya. Ia hanya bisa meringis saat Leeteuk dan dongsaengdeul-nya memberi glare ke arahnya. Bahkan Yoona langsung berkacak pinggang. Wajah cantiknya langsung berubah sangat galak.
Sedangkan Kyuhyun masih terus mengulang kosa kata baru yang ia dapat dari Heechul. Namun Hankyung langsung menyumpal bibir mungil Kyuhyun dengan biskuit. Berharap adik kecilnya itu lupa apa yang baru saja ia dengar.
.
.
TBC
.
.
Apa FF ini akan dilanjut sampai mereka dewasa?
Jawabannya iya. Kalau kalian mau meluangkan waktu meninggalkan review.
Rahasia Hankyung?
Mungkin akan terjawab sedikit demi sedikit. Dan jangan ada yang tanya kenapa Hankyung terlihat lebih dewasa kalau gak mau di masukin ke karung. Hahahah… Di ch sebelumnya udah pernah di singgung.
Jangan pernah bosan untuk memberikan review.
Big Thanks To :
Shin Ririn1013 / Awaelkyu13 / Desviana407 / Mifta Cinya / MinGyuTae00 / Dewiangel / Filo Hip / Deushiikyungie / Phn19 / Iloyalty1 / Kyuli 99 / Liestie ajhah / Hyunchiki / Sparkyubum / Adlia / Septianurmalit1 / Raein13 / Chairun / NingKyu / Ainkyu / Dyayudya / Dewidossantosleite / Nianaa29 / Kuroi Ilna / Diahretno / Yunacho90 / Cea Ceiuutcarrebuetz / Oktalita1004 / Emon204 / Jihyunelf / Lily / Choding / Dew90 / Namielf / Shofie Kim / Lee haekyu / Ekha Sparkyu / Prxytas / Lydia Sparkyu Elf / Angel Sparkyu / Restu Tiana / Kadek / Ilmah / Atika / nhaesparKYU / Hyunnie / Guest / Cho Kyunhae
Sekian, Terima Donghae ^-^
