Chapter 7
"Apa maksudnya ini Kyungie?" Hanna tampak tersulut emosi. Bagaimana bisa orang yang telah berhasil mengambil hatinya ini berlaku demikian.
"M-maaf Ummanim, tapi aku sungguh-sungguh dengan ucapanku, aku ingin bersama Baekhyun-ssi," katanya. Lalu ia menundukan kepalanya tak berani menatap Hanna.
"Kau sadar dengan ucapanmu itu?" kini Yunho angkat bicara.
"Dari awal aku melakukan ini karena Baekhyun-ssi, karena aku ingin hidup bersamanya," ucapnya sambil menunduk dalam.
Tangan Chanyeol pun terkepal hingga urat-urat lengannya menonjol. Ia benar-benar merasa di permainkan oleh Kyungsoo. "Bahkan membaginya seujung rambutpun aku tak sudi,"
Kyungsoo menelan ludahnya dengan susah payah. Ia benar-benar terintimidasi sekarang. Chanyeol membencinya, Hanna dan Yunho kecewa padanya.
Kyungsoo pun menggigit bibir bawahnya. "Tak bisakah kita hidup bersama?" tanyanya hati-hati.
"Apa?"
"Apa Maksudmu Kyungsoo?" tanya Hanna.
"T-tak bisakah kita hidup bersama?" ulangnya. "Baekhyun-ssi tetap menjadi suami Chanyeol sementara dia menikahiku, L-lalu aku dengan Baekhyun-ssi," ucapnya penuh kehati-hatian.
Semuapun membelalakkan matanya.
"Apa? Kau-" Chanyeol tak mampu melanjutkan kata-katanya. Ia memijit pelipisnya yang pening tiba-tiba. Sungguh sejak awal yang menawarkan ide gila tentang menyewa rahim itu adalah Kyungsoo yang bahkan menawarkan rahimnya sendiri untuk disewanya. Lalu sekarang pria itu menyampaikan ide gila lainnya yang melewati batas normal.
Sementara Baekhyun tampak tercengang dibuatnya. pikirannya berputar-putar mencoba mencerna apa yang baru saja Kyungsoo sampaikan.
Lalu Hanna dan Yunho menatap Kyungsoo penuh keterkejutan. Sekarang di mata mereka Kyungsoo menjadi sosok yang belum pernah dikenalinya.
"A-aku hanya menyampaikan keinginanku, kalau memang tak terpenuhi juga tak masalah, bisa bertemu dengan Baekhyun-ssi saja aku sudah senang sekali," Ucapnya sendu. Yah kalau mereka tak mau mengabulkannya mau bagaimna lagi kan?
Namun semuanya masih berkecamuk dengan pemikiran sendiri dan belum memberi tanggapan apapun.
"Huhh, tak bisa ya?" Kekecewaan terhambar jelas di wajah Kyungsoo kala melihat respon semuanya. Kemudian ia menghela nafasnya lalu terkekeh menertawakan dirinya sendiri.
"Huhh sebenarnya apa yang kulakukan?"
Baekhyun ingin mengatakan sesuatu tapi tak sampai hati mengeluarkannya. Sementara Chanyeol menatap Kyungsoo dengan ekspreai tak terbaca. Hanna masih diam dan memalingkan wajahnya.
"B-baekhyun-ssi maaf ya? kuharap kau tak merasa terganggu dengan kehadiranku, tak apa, aku bisa membawa perasaanku ini pergi bersamaku," ucapnya.
"Huhh, karena tak ada gunanya lagi aku disini, maka lebih baik aku pergi saja, terima kasih atas semuanya Ummanim, Appanim, dan terima kasih juga untukmu Chanyeol, karena berkatmu lah aku bisa bertemu Baekhyun-ssi lagi," ucapnya tulus.
Chanyeol hanya mendengus dan memalingkan wajahnya lagi.
Masih tak ada taggapan. Iapun memutuskan beranjak dari sana. "A-aku akan berkemas," katanya lalu bergegas memasuki kamar yang sempat ia tempati.
"Dia akan pergi, lalu apa yang akan kau lakukan Chanyeol? dia akan pergi bersama bayi yang dikandungnya," ucap Yunho pada putranya.
"Aku tak tau Appa," Chanyeolpun meremas rambutnya frustasi.
"Huhh, lalu tanggung jawabmu pada bayinya bagimana?" tanya Yunho lagi.
"A-aku," Chanyeol tak bisa menjawab pertanyaan Appanya. Ia dibuat bingung oleh tindakannya sendiri.
Lalu tak lama kemudian Kyungsoo muncul dengan kopernya. Semuapun melihat kearah Kyungsoo. "A-aku pergi," pamitnya. Dengan langkah berat iapun berjalan menuju pintu.
"Tinggallah bersama kami Kyungsoo-ssi," Baekhyun akhirnya bersuara dan membuat semuanya mengalihkan perhatian padanya. "K-kyungsoo-ssi sedang hamil anak Chanie, bagaimana bisa kita membiarkannya begitu saja," jelasnya ketika melihat tatapan terkejut yang tertuju padanya.
"Baek," tegur Chanyeol.
"A-aku mungkin tak bisa memenuhi keinginanmu Kyungsoo-ssi, tapi tak bisakah kau mengizinan kami menjagamu serta bayi yang ada di kandunganmu itu Kyungsoo-ssi? setidaknya sampai dia lahir," ucap Baekhyun.
Kyungsoo tampak membuka mulutnya ingin bersuara. Tapi kemudian ia mengatupkan bibirnya lagi. Ia tak menyangka kalau Baekhyun akan meminta itu padanya. Lalu ia melihat kearah Chanyeol, menanti apa tanggapan pria itu.
"Chanie, bolehkan Kyungsoo-ssi tinggal bersama kita?" tanya Baekhyun.
Tapi Chanyeol malah diam dan memalingkan wajahnya. Ia hanya terlalu bingung. Ia takut untuk mengambil keputusan.
"Kau tak usah pergi Soo, tinggal saja bersama kami, biar Umma dan Appa yang menjagamu," pinta Yunho kemudian.
Hanna pun menoleh pada suaminya dengan tatapan tak percaya.
"Aku tak mungkin tega membiarkan calon cucuku pergi dari rumah ini," jelas Yunho.
"Huhh," Hanna pun menghela nafas berat.
000
Baekhyun dan Chanyeol tak pulang ke apartemen mereka. Kini mereka duduk saling memunggungi di ranjang milik Chanyeol.
"Chanie, bagaimana kalau kita menyetujui usul Kyungsoo?"
A-apa?"
-TBC-
Thanks to :
dinda94, AlexandraLexa, Irrenkim, ByunBaek0627, park yeolna, kyukyu,
-Salam damai inchan88-
