Title : Just to Say I LOVE YOU

Cast : Luhan, Sehun. And others

Genre : Romance, Fantasy, Shounen Ai/ YAOI

Summary : Xi Luhan, seorang putri gubernur teramat cantik dari Dinasti Chin jatuh cinta pada pengawal bangsawan bernama Shi Xun, namun pengawal tersebut meninggal karena suatu perang. Luhan memohon kepada Dewa untuk mengembalikan cintanya. Dewa mengabulkan do'a Luhan dengan cara Luhan akan mengalami reinkarnasi. Namun sialnya Luhan mengalami reinkarnasi tidak sempurna hingga membuatnya menjadi seorang PRIA!

Lulu Baby 1412

Present

Just to Say I LOVE YOU

Chapter 5B

. . .

. .

.

LUHAN POV

Saat ini aku tidak tau lagi bagaimana caranya aku bisa berada disebuah gallery yang menawarkan beberapa pakaian yang sepertinya tampak berkelas. Kesal sekali karena Chanyeol bodoh ini yang menarikku untuk kemari. Memang ia akan membeli pakaian-pakaian disini?

Sesekali ia memepetkan setelan jas kehadapanku. Oh, ayolah. Ini hanyalah sebuah pesta ulang tahun. Aku masih punya pakaianku sendiri.

Tapi perlu kucatat ulang, ini adalah acara ulang tahun seseorang yang bisa dibilang paling berharga dalam hidupku saat ini.

"Ya, chanyeol. Apakah ini tidak terlalu formal? Ini kan hanya acara ulang tahun saja?" gumamku pelan.

Chanyeol menggeleng kemudian menunjukkanku setelan yang lain.

"Luhan, dengar. Ini adalah kesempatanmu. Kau tidak ingin kehilangan kesempatan kan? Nanti akan kubuat kau bisa berdua dengannya dan mengatakan semuanya…"

"T-tapi…"

"Tidak ada tapi-tapian. Lagi pula, sehun itu kaya raya! Tidak mungkin kalau kita datang ke pesta itu hanya dengan penampilan biasa-biasa…"

Luhan mengangkat sebelah alisnya.

"Iya, aku tau kalau kau tak mungkin biasa-biasa saja walaupun hanya mengenakan busana yang biasa saja. Tapi disana kan pasti ada kerabat dan keluarga sehun, paling tidak kau juga harus bisa membuat mereka melihat kearahmu. Bukan gadis itu!"

Aku tersenyum. Lihat, betapa pedulinya dia padaku. Aku beruntung sekali punya sahabat seperti dia walaupun ia sedikit bodoh.

Sudah hampir dua jam lebih, sekarang aku dan chanyeol sudah memilih busana kami masing-masing. Pilihan chanyeol terlihat cukup keren sekali, kurasa ia memilih itu hanya untuk menggaet hati baekhyun. Tunggu sebentar, bukankah aku juga seperti itu? Aku mencoba berpenampilan sebaik mungkin supaya nanti sehun ataupun keluarganya bisa menerima dan melihatku.

Jas putih sedikit keabu-abuan ini yang kupilih, mungkin juga akan kupadukan sweater yang sewarna jasanya didalam, kemudian kemeja putih, celana panjang tentu saja juga putih (bayangkan aja pas luhan Nature Republic). Yeah, serba putih. Dan mungkin aku juga akan membawa bunga Krisan putih, bunga yang membuatku jatuh hati padanya, pada shi xun, pada sehun.

"Luhan, kau sudah selesai? Apa kau juga siap membeli kadonya?"

Aku menggeleng. Sebenarnya aku sudah menyiapkan kado untuk sehun. Semoga dengan kado itu ia jadi teringat padaku dan kembali padaku.

"Kenapa?" tanya chanyeol.

"Aku sudah menyiapkannya sebelumnya…" jawabku seraya tersenyum.

Dan setelah ini aku sudah tak bisa menahan merahnya wajahku karena godaan-godaan chanyeol. Membuat wajahku terus bersemu karena ia terus saja menceritakan hal-hal berbau sehun.

Luhan, kau harus cepat…

Sebelum waktumu habis…

Luhan

Samar-samar kudengar kalimat-kalimat itu. Itu panggilan dari Dewa kah? Atau hanya salah dengar karena saat ini aku berada di pusat perbelanjaan terbesar di Seoul. Mungkin hanya perasaanku saja.

. . .

. . .

Semuanya hampir siap saat aku berkaca disebuah cermin yang cukup besar didalam kamarku. Kuperhatikan lagi penampilanku dari atas kebawah. Semua serba putih.

Kuambil setangkai Krisan putih yang tadi sempat kupetik dari kebun belakang rumah kontrakan ini. Yeah, menanam bunga itu dan merawatnya adalah hobiku semenjak aku terlahir kembali. Aku benar-benar tak bisa melupakan banyak hal mengenai sehun.

Kusimpan bunga itu disaku dadaku. Terkesan semu sekali bunganya, namun cukup cantik dan aku suka.

Baiklah sekarang…

"Luhan! Sudah siap? Ayo berangkat?!"

Chanyeol memanggil dari lantai bawah, bergegas aku turun dan bersiap memakai sepatuku.

"Bagus, sekarang kita berangkat!"

Aku mengangguk semangat.

Dewa, semoga Engkau benar-benar memberiku nasib baik sebentar lagi…

Kembalikan ia padaku, aku sangat mencintainya…

..

AUTHOR POV

.

Luhan dan chanyeol berangkat menuju tempat diselenggarakannya acara ulang tahun sehun. Tentunya baekhyun yang memberitahu tempat dan juga waktu acaranya pada chanyeol sebelumnya.

Luhan gugup bukan main. Ini kali pertama ia akan bertemu sehun lagi setelah hampir 2 minggu tak bertemu sehun.

Sebuah kotak persegi panjang yang ukurannya tak cukup besar bertengger ditangan luhan. Sepertinya itu kado ulang tahun untuk sehun.

"Jadi, itu kado darimu? Apa isinya? Kecil sekali?" tanya chanyeol penasaran.

"Ini berasalah dari masa lalu, mungkin jika dijual di zaman ini akan sangat mahal!"

"Benarkah? Bagaimana bisa kau membawanya kemari?" tanya chanyeol lagi.

"Ini adalah satu-satu benda milik sehun dulu yang pernah ia berikan padaku."

Chanyeol mengangguk-ngangguk, dari jawaban luhan sepertinya hadiahnya sangat dirahasiakan. Tapi yang chanyeol tau sepertinya benda itu memanglah sangat mahal jika dijual sekarang.

.

Sesampainya di gedung tempat acara ulang tahun sehun, luhan dan chanyeol dikejutkan oleh dekorasi luar hingga hampir kedalam. Keduanya masuk sambil terpaku pada dekorasinya, sangat mewah dan berkelas. Sekaya itukah keluarga sehun?

Luhan tertawa dalam hati, mengingat dulu sehun hanyalah seorang pengawal adopsi. Sangat berbeda dengan sehun yang sekarang, seorang anak dari orang yang bisa dibilang kaya raya teramat kaya.

Kepala luhan sedikit celingak-celinguk melihat kanan kiri, mencari pangerannya, dulu.

"Kau mencarinya?"

Luhan mengangguk.

"Apa kau tidak berpikir bahwa kau tak perlu mencarinya? Sekarang kau menjadi pusat perhatian. Aku yakin sebentar lagi dia akan muncul tanpa kau cari."

"Benarkah?"

Chanyeol mengangguk meyakinkan luhan. Dan bodohnya kenapa luhan tak menyadari bahwa saat ini hampir semua tamu acara berdecak kagum ketika melihat kearahnya.

Dia putih, indah sekali…

Luhan menunduk dengan wajah merona ketika ia berjalan, ia dan chanyeol berjalan menuju sebuah meja bundar dengan penutup yang indah. Mereka duduk bersebelahan, memilih menunggu sampai acara benar-benar akan dimulai.

"Hey, Lu. Sepertinya semua orang disini terbius oleh pesonamu. Baik perempuan dan laki-laki. Kurasa para ahjusshi juga mengincarmu!" bisik chanyeol ditelinga luhan.

Sontak luhan membulatkan matanya dan reflek menjewer telinga alien chanyeol.

"Sialan, kau pikir aku ini apa? Ahjusshi? Tidak akan! Tuan Park!" luhan mencebikkan bibirnya lucu. Ia tak sadar bahwa perbuatannya itu memicu para tamu untuk mencubitinya karena gemas.

Suasana sedikit menyepi, sosok sehun muncul dan beberapa pendamping. Luhan tak melihat gadis itu bersama sehun, apakah ini tandanya bahwa sehun tidak benar-benar akan bersama gadis itu?

Luhan tak mau berpikir negative, jadi ia hanya mengikuti acara dengan senang tanpa ada gadis itu…

Semua acara berjalan dengan lancar, dan luhan semakin yakin bahwa sehun tidak benar-benar dijodohkan dengan gadis kemarin karena hingga hampir acara terakhir ini gadis itu tak muncul-muncul juga disamping sehun maupun didalam gedung ini.

Sebentar lagi adalah acara dimana pemberian kado dan mengucapkan selamat untuk sehun. Luhan sudah tak sabar sampai acara selesai, lalu akan menyeret sehun ke suatu tempat untuk mengungkapkan semua perasaannya. Agar sehun tau betapa luhan sangat merindukannya.

"Baiklah sebelum acara selesai, mari kita lanjut keacara terakhir yakni… maaf, tunggu sebentar."

Tiba-tiba salah seorang buttler mendekati MC acara dan berbisik padanya. Mc tersebut mengangguk-ngangguk lalu tersenyum.

"Maaf, sepertinya ada suatu hal yang akan diumumkan oleh pihak keluarga Oh Sehun. Jadi, sebelum acara selanjutnya mari kita dengar dulu kabar gembira yang akan disampaikan pihak keluarga!"

Luhan dan chanyeol sedikit bingung, mengapa acaranya begini. Lagi pula, kabar gembira apa yang akan disampaikan oleh keluarga sehun?

Salah seorang yang sepertinya adalah ayah sehun beralih mengambil mic dari mc kemudian tersenyum sekilas menatap para tamu dengan bahagia.

"Baiklah, sebelumnya saya meminta maaf karena sedikit membuat kesalahan dalam acara. Tapi karena ini sebenarnya adalah sebuah kabar yang cukup bahkan sangat membahagiakan keluarga kami terutama putra kami yakni sehun sendiri, jadi kami patut untuk membagikan kebahagian ini terhadap hadirin sekalian."

Tunggu, maksud pembicaraan ini mengarah kemana. Luhan melihat kearah sehun. Mengapa wajahnya tampak biasa saja dan datar sekali? Kemudian luhan beralih menatap chanyeol yang sedang memperhatikan ayah sehun dengan tatapan serius.

"Jadi, kabar gembiranya adalah sehun yang sebentar lagi akan segera bertunangan dengan putri dari keluarga Kim yakni nona Yoo Jung. Dan dalam tempo dekat juga mereka akan segera menikah…"

DEG!

Jantung luhan mencelos, hampir copot saat ini juga. Hatinya bahkan terasa remuk. Matanya pun memanas, disana juga sudah bersiap air mata yang akan menetes.

Sesak, luhan tidak tahan lagi. Kenapa rasanya sakit sekali mendengar kenyataan ini. Sungguh, ini terasa sanga nyata dan benar ini benar-benar nyata.

"Acara pertunangan akan diadakan pada tanggal 16 nanti, tepatnya empat hari lagi. Dan acara pernikahannya akan dilangsungkan tepat empat hari juga setelah pertunangan yakni tepatnya tanggal 20 nanti. Saya harap para tamu dapat memberikan do'a yang terbaik untuk calon pengantin baru kami ini."

Luhan tak dapat mendengar lagi. Terlalu pusing mendengar apa yang ayah sehun bicarakan didepan panggung sana. Terlebih lagi, ketika melihat gadis yang pernah luhan liat di restaurant bersama sehun beberapa minggu lalu.

Tes!

Air mata luhan tak mampu lagi tertampung hingga akhirnya menetes dan mengalir deras begitu saja. Sehun begitu serasi dengan pasangannya, bahkan mereka tidak ragu berdekatan dan saling berpegangan tangan.

Luhan tak bisa berada disini, tak bisa berlama-lama ditempat yang mempertunjukkan hal yang menyakitkan untuknya.

Bagaimana mungkin? Bagaimana mungkin ia bisa melihat sehun terus-terusan begitu mesra dengan orang lain? Yang menyakitkannya lagi, luhan sadar bahwa sejak tadi sehun tak pernah menyapa atau sekedar melihat penuh kearahnya. Mungkinkah sehun tak ingat apapun?

Dewa, Tolong aku…

Aku tak tahan disini…

"Chanyeol, se-sepertinya a-aku akan pulang duluan. Dah, sampai nanti!"

Luhan berlari meninggalkan gedung untuk pulang. Kadonya untuk sehun pun tak jadi ia berikan pada sehun. Luhan tak sanggup lagi untuk melihat sehun tersenyum senang seperti itu bersama orang lain. Baginya ini tidak adil, mengapa Dewa ingkar janji padanya? Bukankah setelah hukuman seribu tahun dan berubah gender, luhan benar-benar akan bisa bersama pangerannya. Sehun.

. . .

. . .

Luhan tak dikamarnya maupun dirumah. Hal ini tentu saja membuat chanyeol yang tadi mengejar luhan jadi kalang kabut. Kemana luhan pergi?

Jangan bilang kalau luhan akan bunuh diri lagi seperti yang pernah dia lakukan dulu. Chanyeol tak tau lagi, apa yang harus ia lakukan? Dia akan sangat berdosa jika luhan sampai bunuh diri karena ia yang bersih keras untuk mengajak luhan ke acara ulang tahun sehun, lalu mendengar semua kabar gembira yang menjengkelkan itu.

Chanyeol memijit dahinya, berpikir keras kemana luhan akan pergi disaat-saat seperti ini. Bodoh! Kenapa chanyeol bisa tidak tau hal semacam ini mengenai sahabatnya sendiri?

Handphone!

"Ya! Aku harus menelponnya! Mungkin saja kalau ditelpon dia akan…"

"Yeoboseyo?"

"Luhan! Kau dimana? Kau baik-baik saja? Kenapa tadi kau kabur?!"

"…"

"Lu! Jawab! Kau dimana? Aku mengkhawatirkanmu!"

"Biarkan aku sendiri, chanyeol…"

Klik! Tuutt—tuuut~

"He? Dimatikan! Sial! Semoga saja dia tidak nekad untuk bunuh diri lagi!"

..

LUHAN POV

..

Disinilah aku sekarang, berdiri dipinggir sebuah jembatan kecil aliran sungai Han.

Tidak. Aku tidak berpikir untuk bunuh diri lagi seperti yang pernah kulakukan seperti dulu. Aku hanya akan berdiri disini dalam jangka waktu lama kedepan.

Menangisi semua hal tentang 'dia' . . .

Aku tidak tau mengapa air mata ini seolah-olah tak pernah bisa berhenti mengalir. Kenapa kenyataannya begitu pahit. Sungguh aku tidak bisa menerimanya. Ingin sekali aku maju dan berkata bahwa sehun adalah milikku dan tak akan pernah menikah dengan siapapun terkecuali aku.

Bodohnya aku yang selalu berpikir positif dan menginginkan sehun untuk kembali padaku. Sehun yang sekarang tentu saja berbeda dengan dengan sehun atau shi xun yang dulu.

Shi Xun –ku telah hilang, dan yang sekarang yang ada hanyalah sehun. Sehun yang sebentar lagi akan hidup bahagia bersama orang lain. Orang lain yang mungkin lebih pantas bersanding dengannya.

Dewa, mungkinkah aku harus menunggu ajal menjemputku?

Menunggu sampai ke kehidupanku selanjutnya?

Dan bertemu dengan Shi Xun yang sebenarnya?

Yang bisa kulakukan hanyalah memohon kepada Dewa. Berharap dan terus berharap sehun akan mengingatku. Walaupun saat ini aku juga sudah mulai ragu untuk percaya lagi sehun akan mengingatku kembali. Rasa pesimis begitu kental bercampur dengan rasa takutku.

Plung!

Kulemparkan sebuah batu kerikil kecil kearah sungai. Kenapa rasa sakitnya tak hilang-hilang? Kenapa malah menjadi semakin sakit rasanya? Kenapa aku tak bisa melupakan sehun sedetikpun?

Luhan, waktumu akan habis…

Cepat atau kau tidak akan pernah hidup lagi…

To be Continued

WKKKWKKWKKSSS! XD

DAN INILAH TBC YANG SEBENARNYA!

KENAPA SAYA BUAT SAMPE 2 PART? PADAHAL KALO DIBUAT SATU PART AJA BISA?

ITU SENGAJA KARENA SAYA PIKIR SUPAYA PARA READERS BISA BACA SATU-SATU KALAU WAKTUNYA EMANG GAK NUTUT BUAT BACA SELURUHNYA! XD

OH YA, HAPPY SEHUN DAY SEMUANYA! ^_^