Langit kelam terhampar luas menebar teror bagi makhluk yang berada dibawahnya. Awan hitam yang terus mengeluarkan bunyi gemeruh serta sesekali mengeluarkan kilat yang menyambar menambah kengerian disana. Angin berhembus kencang, mengamuk dengan ganas menerbangkan serta menghancurkan apa saja yang telah berani menghalangi jalan nya. Tanah gersang tanpa tanda-tanda kehidupan, sungai dengan air yang berupa lava panas mengalir dengan deras bahkan sesekali menyembur keudara, tidak ada pohon apalagi makhluk hidup yang bisa berpindah tempat, semua hal itu menjadi pemandangan yang mengenaskan disana.

Ditanah yang gersang melesat sebuah bayangan, bayangan seekor makhluk yang memiliki sayap besar. Sedetik setelah bayangan itu lewat, kembali melesat bayangan serupa tapi kali ini lebih banyak sekitar delapan bayangan. Sesosok makhluk raksasa terbang dengan sayap lebar serta kokoh melawan hembusan angin yang sangat kencang. Mata kuning dengan pupil hitam vertikal sedikit menyipit membuat pandangan sedikit lebih fokus dalam melihat menembus angin serta air yang bercampur. Tubuh yang diselimuti sisik merah bergerak cepat kedepan.

Igneel sang King Dragon yang mempunyai eleman api terkuat dari semua Naga didunia ini, Naga berwarna merah itu saat ini sedang berusaha terbang dengan cepat seakan-akan ada sesuatu yang dia takuti dan dia hindari. Tak jauh dibelakang naga itu, delapan ekor naga dengan berbagai bentuk, ukuran serta warna terbang tak kalah cepat dengang dirinya. Pupil vertikal Igneel sekilas melirik kebelakang saat dirinya merasakan energi sangat kuat dan juga gelap berada dibelakangnya, Dengan lantang dia mengeluarkan sebuah suara, suara yang berupa kalimat yang berisi dua kata

"Turun kebawah! "

Setelah mengucapkan itu dia segera menukik kebawah tanpa mengurangi kecepatan sedikit pun. Delapan naga yang berada dibelakang juga melakukan hal yang sama, namun dua naga terakhir yang berada paling belakang tidak sempat melakukan hal tersebut karena sebuah leser super besar berwarna hitam telah menelan mereka berdua. Tidak ada teriakan atau auman kesakitan karena tubuh mereka telah lenyap tanpa tersisa.

Tepat sebelum menyentuh tanah, Igneel kembali mengepakan sayapnya membuat dia terbang dengan mulus diatas permukaan tanah. Dia terbang dengan cepat dan sesekali melakukan manuper diudara untuk menghindari muntahan lava dari bawah, terkadang dia juga menerobos semburan cairan super panas itu ketika sudah tidak mampu lagi menghindar. Tapi meskipun tubuh bersentuhan dengan cairan panas tersebut, dia tidak mengalami luka sedikit pun ditubuhnya, gelarnya sebagai King Fire Dragon akan tercoret bila dia sampai terluka karena hanya bersentuhan lava yang panasnya hanya sepuluh persen dari api miliknya.

"Igneel. " Igneelmelirik kesamping saat seekor naga bersisik hitam berhasil menyusulnya. Naga itu menatap Igneel sambil terus terbang disamping Igneel. "Kita tidak bisa terus begini. Kita harus melaw_ "

"Tidak bisa! " Tanpa menatap balik, Igneel memotong perkataan naga hitam itu. "Kita hanya akan menghantarkan nyawa jika melawannya sekarang. "

Naga hitam itu menggeram tidak suka, dia juga memberikan tatapan tajam pada Igneel seakan dengan tatapan itu dia bisa membuat naga yang sedikit lebih besar dari dirinya itu takut. "Setidaknya kita mati secara terhormat bukan seperti seorang pengecut. "

"Misi kita hanya mengawasinya dan membuatnya tetap didunia ini. " Kata Igneel tegas, sebenarnya dirinya juga ingin melakukan hal yang dikatakan oleh rekan ini, dia ingin sekali melenyapkan makhluk yang telah banyak membunuh teman-temannya dan bangsanya. Tapi apa mau dikata, dirinya hanya seperti hama didepan makhluk tersebut bahkan seratus ekor naga seperti dirinya pun tak akan mampu mengalahkan makhluk tersebut. Jadi sekarang dia hanya bisa menjalankan tugas yang telah diberikan oleh sang God Dragon, yaitu menjaga makhluk tersebut agar tidak bisa meninggalkan dunia ini. "Lagipula kita_ "

Igneel tidak sempat menyelesaikan perkataan nya karena sebuah laser yang sama dengan leser yang melenyapkan dua naga sebelumnya kembali meluncur kearah mereka. Leser hitam tersebut mengenai seekor naga dan terus melaju menghantam tanah menyebabkan ledakan yang sangat besar ditempat itu. Ledakan yang berbentuk seperti kubah itu terus membesar dan menelan dua ekor naga yang terlambat menghindar. Kubah itu terus membesar sampai menempuh jarak sekitar sepuluh kilometer sebelum menghilang secara perlahan.

Meskipun Igneel dan tiga naga lainnya dapat menghindari ledakan tersebut, gelombang kejut dari ledakan tersebut membuat tubuh mereka terdorong dengan sangat kuat. Mereka berhenti ketika mereka mengepakan sayap mereka dengan kuat, pandangan mereka terfokus keatas kearah awan hitam yang besar bekali-kali lipat dari tubuh mereka, awan hitam yang terus mengeluarkan kilat petir dan sumber dari serangan tadi.

"Gooaaarrh! " Sebuah auman mengerikan terdengar dari dalam awan tersebut, auman tersebut menggetarkan udara sekitar bahkan sampai menggoncangkan tanah. Empat naga yang berada dibawahnya memandang takut pada awan tersebut, ingin sekali mereka pergi dari tempat itu dengan segera tapi tubuh mereka telah terpaku ditempat saat mendengar auman tersebut.

"Aku sudah tidak tahan. " Meski rasa takut memenuhi tubuhnya, naga hitam yang berada disamping Igneel berkata dengan lantang. Naga tersebut segera melesat keatas ketempat awan itu berada. "Apapun yang terjadi aku akan melawan nya. "

Naga itu terus melesat cepat keatas menghiraukan teriakan Igneel yang memanggil namanya, ketika menurutnya dia sudah dekat naga hitam itu membuka mulutnya lebar-lebat dan tak lama kemudian muncul bola hitam padat dimulutnya. Dengan sedikit dorongan dia melesatkan sebuah leser hitam yang hampir sama besarnya dengan tubuhnya menujuku awan kelam itu. Leser itu melesat menembus kumpulan awan dan ketika bertemu dengan makhluk yang bersembunyi didalam awan leser itu meledak menampilkan cahaya merah ketika dilihat dari luar.

"Gooaarrh "

Suara auman kembali terdengar dan kali ini lebih keras dan menakutkan seakan-akan sang pemilik auman marah atas perbuat naga itu. Jantung para naga berdetak semakin kencang dan rasa takut yang lebih besar merasuki perasaan nya, tapi itu tidak membuat naga hitam itu lari malah dia berniat kembali melakukan serangan lagi. Tapi dia terpaksa membatalkan niatnya ketika dua ekor naga muncul di sampingnya.

"Kita lakukan bersama. " Naga bersisik kuning mengkilat bicara dengan nada datar, naga bersisik putih juga menganggukan kepalanya. Melihat dua temannya yang telah mau membantunya, membuat sang naga hitam tersenyum, setelah memberikan anggukan singkat dia kembali membuka mulutnya lebar-lebar dan diikuti oleh kedua temannya.

Tiga cahaya berbeda warna bersinar terang dan sedetik kemudian sebuah leser dengan tiga warna berbeda melesat sambil berputar menuju awan hitam. Tapi dari dalam awan hitam itu juga melesat sebuah leser hitam yang sama besarnya dengan leser tadi, kedua leser itu bertemu dan menimbulkan cahaya besar yang menyilaukan mata.

Modern Ninja

By Juubi

Disclaimer Naruto belongs to Masashi Kishimoto

And High School DxD belongs to Ichiei Ishibumi

Rate T (maybe)

Warning : Au, OOC, tipo dll

Enjoy it

..

.

"Hiiyaat! "

Kepalan tangan melaju dengan sangat cepat menuju sang target, tapi sebelum tangan itu mencapai sasaran yang berupa wajah putih tanpa cacat sebuah tangan menghentikan pukulan tersebut. Kembali sebuah tendangan dilancarkan kearah pinggang kanan tapi lagi-lagi dapat ditahan dan kali ini yang menahannya adalah sebuah katana yang masih terpasang pada sarungnya. Melihat serangan keduanya gagal, pemuda itu melompat kebelakang menjauhi pemuda bersurai perak yang tengah memegang katana putih ditangannya.

"Cukup bagus. " Pemuda bersurai perak memberikan sebuah komentar, walau terlihat santai tapi kesiagaan terlihat jelas dari tubuhnya. Toshiro nama pemuda itu sedikit tersenyum kepada pemuda bersurai hitam didepannya. "Ayo kita lanjutkan! "

Nagano ikut tersenyum, sedetik kemudian dia kembali melesat kearah Toshiro. Pemuda yang sudah berteman dengan Toshiro dari awal dia memasuki sekolah itu segera melompat keatas saat jarak antar mereka berdua sudah dekat. Dibawah kaki Toshiro muncul Lingkaran Fuin yang lumayan besar berwarna hijau tua dan dengan itu Nagano menghantamkan tumitnya kearah Toshiro.

Toshiro melompat kebelakang membuat serangan itu hanya mengenai tanah. Tapi ketika ketika serangan itu menghantam tanah, tanah-tanah runcing mencuat dari bawah tanah menuju kearah Toshiro. Toshiro melakukan gerakan akrobat menghindari tanah berbentuk kerucut itu.

Sementara itu, dibawah pohon yang tak jauh dari pertarungan itu berlangsung dua orang berbeda gender menonton dengan serius atau lebih tepatnya sang wanitalah yang menonton dengan serius sedangkan sang pria sedang asik bermain dengan smartphone nya.

Sang wanita memiliki rambut hitam sebahu, mata violet yang indah walau selalu terlihat datar dan terhalang kacamata, hidung mancung dan mungil, dan bibir tipis berwarna pink alami yang manis walau jarang menunjukan senyumnya. Sona nama wanita itu masih menatap serius pertarungan dua teman yang berada satu kelas dengan nya. "Mereka semakin berkembang. " Katanya pelan

Sang pria melirik kearah Sona ketika mendengar perkataan Sona, sedetik kemudian dia kembali menatap smartphone dan sesekali menekan layarnya. Hitshujin nama pemuda itu, pemuda yang juga memakai kacamata sama seperti wanita disampingnya tapi dengan sebab yang berbeda. "Ah, sial. Hanya dapat bintang dua. " kata Hitshujin.

"Yo. "

Kedua orang berbeda gender menengokan kepalanya ketika sebuah suara yang tidak asing terdengar oleh mereka. Seorang pemuda bersurai pirang yang sedang berjongkok diantara mereka berdua tersenyum lebar kearah mereka. "Taichou. " Sona orang pertama yang bicara sedangkan Hitshujin kembali kelayar smartphone nya.

"Ohayou Sona. " Dengan nada ceria Naruto mengucapkan salam pada Sona, setelah Sona membalas salamnya pemuda pirang itu menoleh kearah Hitshujin atau lebih tepatnya ke smartphone Hitshujin. "Hitsu, lihat... Oh kau sedang war, dapat bintang berapa. "

"Hanya dapat dua bintang. " Hitshujin menjawab tanpa melepas pendangan nya pada layar smartphone, sesekali dia juga menyentuh layar atau lebih tepatnya gambar yang ada pada layar smartphone nya. "Tapi persentasi kemenangan clan kita lebih unggul. " Sambungnya.

"Seandainya kau mengikutkan ku dalam war, pasti aku akan memberikan enam bintang pada clan kita. " Kata Naruto, kali ini dengan nada yang penuh percaya diri dan sedikit sombong.

"Cih, dengan kau yang baru TH enam tidak akan bisa mendapatkan enam bintang bahkan kau hanya akan menjadi beban saja. " Sahut Hitshujin membuat Naruto memasang wajah jengkel.

"Hei jangan belagu, kau juga masih berada di TH delapan. " Naruto mengubah posisinya menjadi duduk bersila dan kedua tangannya dia lipat didepan dada.

Hitshujin menengok kearah Naruto dan memberikan tatapan meremehkan. "Asal kau tau besok aku sudah naik TH. "

"Apa! "

Sona hanya memutar matanya bosan melihat dan mendengarkan perdebatan kedua pemuda disampingnya. Sungguh dia tidak mengerti, apa serunya memainkan permainan yang membahas pembangunan desa itu menurutnya selain tidak berguna permainan itu juga membuang waktu. Mungkin dia harus membuat peraturan dilarang main game itu, tapi itu tak mungkin terjadi karena sang Taichou menyukai permainan itu. Kepala sekolah juga tidak akan mengizinkan nya karena kepala sekolahpun ikut main bahkan menjadi leader dari clan yang dibuat dalam permainan itu.

"Pokoknya pada perang selanjutnya ikut sertakan aku. "

"Bukannya sudah kubilang desamu masih terlalu lemah untuk ikut perang. "

"Aku ini atasanmu jadi kau harus menuruti perkataanku. "

"Jangan menyalah gunakan kekuasaan. Lagipula ini tidak ada hubungan nya dengan posisimu. "

"Taichou. " Naruto yang hendak membalas perkataan Hitshujin terpaksana membatalkan niatnya ketika Sona memanggilnya, dia segera menengokan kepalanya kearah Sona dengan pandangan bertanya. Mengerti hal itu Sona kembali bicara. "Sebenarnya kenapa kau kesini? "

"Oh ya, hampir saja aku lupa. Sebenarnya aku kesini ada urusan dengan Toshiro. " Naruto yang awalnya nyengir kuda pada Sona, menengokan kepalanya kedepan kearah Toshiro yang masih bertarung dengan Nagano. "Tapi sepertinya dia sedang sibuk. Mereka berdua berlatih sangat keras. "

"Tentu saja. " Naruto menatap Hitshujin dengan wajah bertanya. Tapi Hitshujin hanya fokus pada layar smartphone nya. "Akhir musim semi nanti akan diadakan turnamen ninja antar sekolah. "

"Turnamen ninja? " Beo Naruto. Kedua teman disamping kiri dan kanan nya mengangguk.

"Setiap sekolah ninja dinegara Hi akan mengirim perwakiln nya dalam turnamen ini. " Kali ini Sona yang bicara, dia menatap Naruto dengan pandangan bingung. "Apa kau tidak tau ini sebelumnya. "

Naruto kembali nyengir dan kali ini disertai usapan malu pada tenguknya. "Selama ini aku hidup didesa yang terisolir dari dunia luar jadi aku tidak mengetahui hal-hal semacam itu. " Jelas perkataan Naruto itu bohong tapi dia tidak punya cara lain untuk menjawab. Dia tidak mungkin menjawab kalau dia ini dari masa lalu kan. Mendengar itu Sona menyipitkan matanya membuat Naruto tertawa gugup. "Lalu apakah sekolah kita ikut berpatisipasi dalam acara ini. " Kata Naruto mencoba mengubah topik bicara.

"Tentu saja. " Kali ini bukan Sona ataupun Hitshujin yang menjawab melainkan Toshiro yang sedang berjalan kearah mereka. Pemuda berambut perak itu berjalan sambil mengelap wajah penuh keringat dengan handuk ditangannya, disampingnya ada Nagano yang juga melakukan hal yang sama dengan Toshiro. "Memangnya kenapa kami berdua berlatih dengan keras. " Kata Nagano.

"Yosh, kalau begitu kita akan berlatih untuk menjadi pemenang dalam turnamen itu. " Naruto mengangkat kepalan tangannya keatas dengan semangat, tak lupa juga senyuman secerah matahari yang selalu berada diwajahnya. Melihat itu membuat keempat orang yang berada disitu ikut tersenyum.

"Oh ya Taichou, kudengar kau memasukan seorang murid kelas satu kedalam organisasi dan murid itu adalah murid yang telah gagal dalam tes. " Tanya Nagano setelah dia sudah duduk didepan ketiga temannya. Disampingnya juga duduk Toshiro.

Naruto mengangguk. "Ya, nama murid itu Lee. Dia besikeras ingin bergabung, dan dia juga sudah berhasil dengan tes yang aku berikan secara khusus jadi tidak ada alasan aku menolaknya untuk bergabung. "

Membicarakan Lee, Naruto jadi teringat dengan kohai nya itu. Pemuda bersurai hitam itu mengikuti perkataan Naruto untuk menemuinya walau Naruto sudah memasang graviti seal yang hampir mencapai dua ratus kilo. Dan Naruto bertambah yakin untuk menerima Lee menjadi anggota saat pemuda itu menolak tawarannya untuk melepas segel yang telah Naruto berikan.

"Tapi dari Hitshujin katakan murid itu tidak memiliki chakra yang besar. " Sona ikut bertanya. Dia masih meragukan keputusan Naruto untuk menerima Lee menjadi anggota.

"Oleh sebab itulah, dia dan dua anggota baru lainnya akan kulatih sendiri. " Naruto menjawab perkataan Sona dengan cepat. Pemuda yang memiliki kekuatan juubi itu sudah memikirkan siapa saja yang akan dia latih.

"Jadi kau benar-benar menerapkan sistem itu? " Pertanyaan Toshiro dibalas anggukan mantap oleh Naruto membuat pemuda bersurai perak itu menghela nafasnya.

Sistem yang dimaksud oleh Toshiro adalah sistem baru yang dibuat oleh Naruto untuk anggota baru disekolah ini. Dulu setiap anggota baru akan diberi pembinaan secara menyeluruh dan secara bersama-sama, tapi sistem yang dibuat Naruto membagi anggota baru kedalam beberapa kelompok dengan tiga anggota dan akan diberikan pembinaan oleh seorang senpai atau anggota lama yang termasuk kedalam kelompok Hitshujin (kecuali Naruto). Tapi sesekali juga akan diadakan pembinaan secara bersama-sama dan menyeluruh.

"Tapi itu apa tidak merepotkan mu. " Sona ikut berkomentar. "Tugasmu sebagai ketua sudah terlalu banyak, apa tidak apa-apa jika harus ditambah dengan mendidik mereka. "

"Aku memiliki cara sendiri untuk itu. Tapi terima kasih telah mengkhawatirkan ku. "

"A-aku bukan mengkhawatirkan mu. Ta-tapi.. Tapi... " Naruto tertawa kecil melihat satu-satunya wanita disini salang tingkah dengan pipi yang memerah.

"Sudahlah, sebaiknya kita latihan untuk menghadapi turnamen itu. " Tak tega melihat Sona terus begitu, Naruto segera mengganti topik pembicaraan. Dia kemudian menengok kearah Hitshujin yang masih setia dengan smartphone nya. "Hitshu, sekarang kau menjadi patner berlatihku. " Naruto memegang tangan pria berkacamata itu dan menyer- membawanya ketengah lapangan. Tanpa mempedulikan penolakan dari Hitshujin Naruto terus berjalan dan bicara dengan nada semangat. "Ayo kita latihaaan. "

..: Modern Ninja :..

Naruto membuka pintu kamarnya, kamar yang sudah beberapa minggu ini menjadi tempat dirinya mengistirahatkan tubuhnya. Kamar yang dia tempati ini cukup luas dengan perlengkapan seperti tempat tidur, meja belajar, lemari pakain, dan kamar mandi sekaligus ruang ganti. Selain itu disamping meja belajar ada jendala yang menghadap langsung kehalaman depan.

Naruto menunduk saat dia sedang melepaskan sepatu yang sudah dari pagi tadi dia pakai, dan mengingat hari sudah malam membuat Naruto ingin cepat-cepat mandi dan segera tidur. Badan Naruto sedikit pegal setelah berlatih bersama Hitshujin, tapi Naruto lebih beruntung daripada Hitshujin yang harus dibopong kekamarnya karena sudah tidak mampu lagi menggerakan tubuhnya. Mengingat hal itu membuat Naruto tertawa kecil,

Selesai melepas sepatu nya dan meletakan ditempat nya, Naruto mendongak dan berniat pergi kekamar mandi. Tapi dia terpaksa membatalkan niat awalnya karena ketika dia mendongakan kepalanya, dia melihat tepat didepannya sebuah wajah dengan kulit seputih susu yang dibingkai surai putih panjang, mata dengan iris emas dan pupil hitam vertikal yang sedang menatapnya dengan pandangan polos (baca menggoda), hidung yang mancung dan bibir sewarna chery yang tengah tersenyum manis. Jarak antah wajah mereka tidak terlalu jauh, malah sangat dekat membuat Naruto mematung sesaat sebelum...

"Huaa! "

'Bruak'

Naruto menarik wajahnya kebelakang dengan cepat saking cepatnya membuat dia terjatuh kebelakang, tak lama kemudia dia merubah posisi berbaringnya menjadi duduk. Tangannya menggosok belakang kepalanya yang terasa sakit akibat menghantam lantai, dengan salah satu mata terpejam menahan sakit Naruto menatap wanita yang menyebabkan dirinya terjatuh. "Yuki? "

"Naruto-sama tidak apa-apa? " Wanita itu menatap khawatir plus polos kearah Naruto, tangan mulus tanpa cacat terulur pada Naruto dan kemudian disambut Naruto dengan cepat. Dengan sekali tarikan Naruto berhasil berdiri, pemuda bersurai kuning itu memberikan tatapan sebal tapi masih mengucapkan terimakasih pada sang Wanita.

Wanita itu tersenyum melihat Naruto, matanya pun sampai terpejam. Wanita yang dipanggil Yuki oleh Naruto itu memiliki surai putih yang sangat panjang hingga mencapai lututnya, memiliki tubuh yang mungil dan tidak terlalu tinggi mungkin hanya mencapai dagu Naruto. Memakai sebuah yukata Putih polos yang masih memperlihatkan bentuk tubuhnya terutama bagian dadanya. Dan yang terakhir adalah sebuah telinga berbentuk telinga rubah atau anjing yang ditumbuhi bulu halus sewarna salju.

"Yuki, kenapa kau disini? " Tanya Naruto, setelah berhenti menggosok kepalanya yang sakit. Naruto kemudian berjalan masuk sambil menarik tangan Yuki dengan pelan, tepat ditengah ruangan Yuki bergerak berjalan kedepan dan menghadap kearah Naruto.

"Yuki bosan ditempat itu, jadi Yuki kemari. " Gadis yang pasti bukan manusia itu bergerak lebih dekat ke Naruto, tangan mulusnya kemudian terangkat dan memegang blazer atau lebih tepatnya kancing blazer Naruto. Naruto tidak menolak ketika gadis itu membuka satu persatu kancing blazer nya, setelah selesai gadis itu dengan lembut melepas blazer itu dari tubuh Naruto. "Lagipula, Yuki ingin melayani Naruto-sama. "

"Me-melayani? " Yuki mengangguk polos ketika Naruto mengulang perkataannya. Pikiran Naruto melayang kemana-mana ketika membayangkan apa maksud 'melayani' dari Yuki. Dia menggeleng kencang (dalam pikirannya) ketika pikirannya sudah membayangkan hal-hal yang liar. Mungkin maksud dari kata 'melayani' dari Yuki berbeda dengan yang dia pikirkan, benarkan?

Tangan Naruto bergerak memegang tangan Yuki yang hendak melepas kemeja putihnya, melihat tatapan polos yang kelihatan bingung atas perbuatannya Naruto hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak perlu, biar aku saja. "

Yuki masih menatap Naruto sebelum ikut tersenyum dan mengangguk kecil. Gadis itu kemudian berjalan sambil membawa blazer Naruto ketempat biasa Naruto meletakannya, sedangkan Naruto berjalan ketempat tidur dan mendudukan dirinya ditepi ranjang.

"Naruto-sama. " Naruto kembali menatap Yuki yang saat ini sudah berdiri didepannya. "Apa Naruto-sama lelah? " Naruto hanya mengangguk kecil menjawab pertanyaan Yuki. Melihat jawaban Naruto membuat Yuki tersenyum senang, gadis bertelinga hewan itu segera naik keatas ranjang dan berjalan kebelakang Naruto menggunakan lututnya. "Biar Yuki pijat. " Ucapnya riang.

"Tidak perlu Yu_ " Naruto tidak sempat menyelesaikan perkataannya karena tangan mungil yang terasa dingin memegang pundaknya. Tangan dingin yang malah terasa menyejukan buat Naruto itu mulai memijat pundak Naruto dengan pelan, Naruto mulai memejamkan matanya menikmati setiap pijatan yang diberikan Yuki. Tanpa sadar mulut Naruto mengucapkan sebuah kata. "Enak. "

Mendengar ucapan Naruto membuat Yuki kembali tersenyum senang, gadis itu memandang punggung Naruto dengan pandangan menerawang. Dia teringat pertemuan pertama nya dengan pemuda ini, yang dihari itu juga dia merasakan kehangatan yang belum pernah dia rasakan selama ini. Pijatan nya berhenti dan dengan perlahan kedua tangannya bergerak melingkari perut Naruto, tubuhnya dia rapatkan dengan pemuda itu dan kepalanya dia letangkan dibahu Naruto.

"Yu-yuki. " Suara Naruto sedikit tercekat ketika punggungnya bersentuhan dengan benda kenyal dan lembut. Biarpun dia dan Yuki masih ditutupi pakaian, tapi Naruto masih bisa merasakan kelembutan benda itu. Tubuh Naruto seketika itu juga menegang ketika Yuki mulai menggerakan tubuhnya keatas dan kebawah membuat benda itu bergesekan dengan punggungnya. Naruto berusaha mati-matian menahan gejolak dalam dirinya. "A-apa yang kau lakukan? "

"Naruto-sama. " Suara Yuki menjadi pelan bahkan hampir menyerupai desahan, mata gadis itu juga sudah terpejam menikmati aroma pemuda yang sedang dia peluk. Yuki mempererat pelukannya. "Apa Naruto sama mau yang lebih? "

'Oh shit. Kami-sama berikanlah aku kekuatan untuk menghadapi kenikma- eh cobaan ini. ' Pikiran Naruto semakin kacau, tapi dia masih berusaha menahan dirinya agar tidak segera berbalik dan menyerang gadis dibelakangnya ini. Naruto membuang nafas panjangnya dan kembali mengambil nafas yang dalam tapi nafasnya kembali tercekat ketika Yuki dengan berani menyusupkan wajahnya keleher Naruto.

Naruto kembali berusaha menenangkan dirinya, dengan perlahan dia memegang tangan Yuki dan menariknya pelan agar gadis itu melepaskan pelukannya. Walau sedikit susah tapi Naruto berhasil melepaskan pelukan itu dan dengan cepat dia berdiri. "Kurasa tidak perlu, aku harus segera mandi. "

"Naruto-sama. " Naruto yang sudah berada didepan kamar mandi menghentikan langkahnya ketika Yuri memanggilnya. Melihat itu wajah Yuki yang awalnya berekspresi kesal karena dia tidak mencium aroma tuannya lagi berubah menjadi tersenyum. "Bagaimana kalau kita mandi bersama. Yuki bisa menggosokan pung... "

'Boom'

"...gungmu. Kenapa dia sangat terburu-buru. "

..: Modern Ninja :..

Igneel menatap awan besar didepannya dengan tajam, tubuhnya dipenuhi beberapa luka yang lumayan parah. Dia sudah gagal melindungi ketiga temannya yang tersisa, dia sudah berusaha melindungi mereka bahkan harus mengorbankan tiga perempat kekuatannya. 'Aku harus tetap hidup, aku adalah kunci dunia ini kalau sampai aku mati maka dia akan dapat pergi dari dunia ini.'

Dari dalam awan hitam dan tebal itu keluar mulut yang menyerupai mulut naga yang besarnya hampir sama dengan setengah tubuh Igneel, terbuka dengan lebar dan mengeluarkan cahaya hitam pekat dan beraura kelam. Igneel yang melihat itu juga membuka mulutnya menghiraukan jantungnya yang berdetak semakin kencang karena ketakutan. Leser bewarna merah keluar dari mulut Igneel dan dalam waktu yang bersamaan dari mulut yang muncul dari awan tersebut mengeluarkan leser dengan ukuran dua kali lipat dari punya Igneel. Lagi-lagi sebuah cahaya menyilaukan mata muncul ketika dua leser itu bertabrakan.

Igneel membuka matanya dan apa yang dia lihat membuatnya menjadi bingung. Sejauh mata memandang yang dia lihat hanyalah warna putih, mungkin sekarang dia telah mati pikirnya. Ketika sebuah suara berat memanggil namanya, Igneel mendongak keatas kesumber suara dan apa yang dia lihat membuat matanya membulat. "GreatRed-sama. "

...

...

TBC

.

Yo. Bagaimana dengan chap ini, baguskah? Atau malah jelek. Tolong berikan komentar anda. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada kalian yang sudah mau men follow, fav, dan mereview ataupun yang hanya membaca fic saya ini, saya sangat berterimakasih.

Sedikit penjelasan fic ini yang semoga bisa menjawab pertanyaan kalian.

Pertama, tentang rias cs. Mereka belum muncul karena tidak ada peran yang penting dific ini, tapi dichap selanjutnya mereka muncul kok. Dimusim panas nanti mereka juga akan muncul dan kalian pasti tau dimana mereka akan muncul bila saat musim panas.

Kedua, masalah musuh utama fic ini. Di chap ini sudah saya kasih gambaran tentang musuh utama Naruto. Kalau kalian mengira itu ophis maka kalian salah. Dan disini tidak ada khos brage( benar gak?) apalagi akatsuki.

Dan terakhir masalah pair, mungkin mini harem dan salah satunya sudah ada dichap ini yaitu Yuki(oc) dichap depan akan saya kasih tau bagaimana Naruto bisa bertemu. Satu hal lagi chap ini bersetting tiga minggu setelah Naruto bertemu dengan lee dan itu artinya satu bulan setelah Naruto menjadi ketua Golgen Fox.

Mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan semoga bisa memberi sedikit penjelasan buat kalian. Oh ya ini fic yang sudah saya tulis masing-masing satu chap :

True Uzumaki : original naruto. (Disini Naruto bukan dari desa Konoha.) pair ?

Golden shinobi : original Naruto (strongnaru) pair narufemkyu

Uzumaki Clan : xevor (Naruto dan highschool dxd) pair narurias

Shinobi :xevor (Naruto highschool dxd) pair narusona or harem maybe.

The Darknes : Xevor (Naruto highschool dxd ) pair naru?

Pilih yang mana mau dipublish duluan, pilihan terbanyak akan saya publish. Waktu pemilihan hanya satu minggu jadi review banyak-banyak XD

...

...

..

Juubi out