Main Cast : HunHan

Support Cast : bermunculan sesuai dengan adegan

RATED M

Hari minggu merupakan hari yang menyenangkan bagi semua orang terutama yang kerja di kantoran. Mereka bisa istirahat tanpa ada yang menganggu mereka.

Luhan masih tidur walaupun matahari sudah sangat terik di pagi hari yang cerah ini, dia tidak ingin diganggu karena terlalu lelah untuk bangun dan melakukan aktifitas.

Drrt... Drttt... Drttt...

Bunyi Hp Luhan membangunkan si pemiliknya dengan ogah - ogahan karena mengusik tidur indahnya di hari minggu. Dengan cepat Luhan menggeser layar hijau.

"Hallo" kata Luhan dengan malas

"Hallo sayang. Aku sudah menunggu di depan apartement mu" mata Luhan langsung terang mendengar bahwa Sehun sudah datang ke apartementnya pagi hari tanpa ada pembuatan jadwal sebelumnya.

"Baiklah, aku akan segera keluar" Luhan menutup telepon secara sepihak dan dengan malas Luhan membukakan pintu untuk Sehun

"Ngapain kau datang ke apartementku di pagi hari" sembur Luhan

"Aku ingin berkunjung saja" Sehun malu dengan niatnya mengunjungi Luhan tanpa alasan yang jelas, dan juga Sehun tidak terlalu fokus berbicara sambil melihat Luhan karena takut akan menerjang Luhan dipagi hari karena Luhan hanya menggunakan baju tipis dan celana pendek saja.

"Tatap orang kalau sedang bicara Sehun"

"Iya - Iya bawel"

Dengan kasar Luhan menarik tangan Sehun kedalam apartement dan menguncinya dari dalam. Luhan mempersilahkan Sehun duduk di sofa selagi Luhan menyiapkan jamuan untuk tamunya.

"Apakah kau sudah sarapan Sehun?"

"Belum. Rencananya aku mau mengajak sarapan juga"

"Lebih baik aku yang masak daripada beli sarapan"

"Baiklah, aku akan menunggumu selagi kau masak"

Luhan memasak sarapan pagi untuknya dan Sehun, Luhan ahli dalam segala bidang termasuk urusan rumah tangga. Dia adalah wanita sempurna yang bisa melakukan apapun dengan baik.

Setelah sarapannya siap, Luhan menyajikannya dalam 2 porsi dan meletakannya di meja makan.

"Sehun, sudah siap. Ayo sarapan" teriak Luhan dari dapur

"Iya sabar. Aku lagi sibuk dengan urusan kantor" sahut Sehun dari ruang tamu

Luhan mengernyitkan dahinya karena bingung dengan sikap Sehun yang sok sibuk dengan urusan kantornya. Dengan pelan - pelan Luhan berjalan ke arah ruang tamu dan berhenti tepat di belakang Sehun dan Sehun masih belum menyadari keberadaan Luhan di sekitarnya. Ketika Luhan mengintip urusan apa yang di urus, maka mata Luhan membulat melihat Sehun menonton video bokep di apartementnya pagi - pagi.

"YAK. KALAU KAU CUMA DATANG NONTON BOKEP LEBIH BAIK KAU PULANG SEHUN"

Luhan sungguh marah dengan apa yang dilakukan Sehun di apartementnya, sudah menghancurkan waktu istirahatnya dan sekarang membuatnya naik pitam.

"AKH... AMPUN LU... SAKIT" Luhan menjewer telinga Sehun karena sungguh kesal melihat laki - laki tersebut dengan enaknya menonton bokep di apartementnya.

"MAKANYA JANGAN BUAT AKU MARAH"

"ARGH... SAKIT... AKU MINTA MAAF... ARGHH..."

Luhan sudah melepaskan tangannya dari telinga Sehun hanya membuang nafas. Luhan memang mesum tetapi dia masih tahu batasnya, tidak seperti Sehun yang seenak jidatnya menonton bokep di apartement orang apalagi apartement seorang gadis.

"Ayo makan" ajak Luhan dan beranjak dari sofa

"Iya"

Luhan dan Sehun makan dalam keadaan hening, tidak ada satu pun diantara mereka yang mau memulai percakapan dengan situasi yang canggung ini. Sehun yang malu ketahuan nonton bokep di apartement orang dan Luhan yang masih kesal dengan perbuatan Sehun.

"Jujur padaku, kenapa kau nonton bokep di apartementku tadi" Luhan membuka percakapan pertama setelah kejadian tadi

"Aku... Aku terangsang melihatmu hanya menggunakan pakaian yang sangat sexy" akui Sehun

"Kenapa kau harus menontonnya bukan langsung praktek, kau sudah biasa melakukan sex tetapi tingkahmu seperti anak sma yang masih labil"

"Aku tidak mungkin menghandjob penisku di apartement orang kan Lu?"

"Itu terserahmu. Lagian aku sudah pernah melihat penismu, apa yang perlu ditakutkan"

"Aku masih punya otak untuk tidak menghandjob penisku di apartement orang, apalagi apartement seorang gadis. Mungkin bila aku melakukan handjob tadi, sudah kupastikan kau juga akan jadi korban ku sekarang"

Luhan berjalan dan duduk disamping Sehun dan menarik telinga Sehun untuk membisikkan sesuatu yang mungkin tidak pernah diperkirakan oleh Sehun.

"Aku akan membantumu tampan" Luhan langsung meremas penis Sehun yang masih berbalut celana joging

"AKH... JANGAN... MENGGODAKU LU..."

"Aku tidak menggodamu tampan, ayo kita bermain di dalam kamar saja" ajak Luhan sambil berdiri dan tangannya masih setia meremas penis Sehun, dan posisi Sehun seperti anak anjing yang mengikuti kemana majikannya bawa. Luhan masih menuntun Sehun sambil meremas penis besar Sehun.

"ARGH... NIKMAT LU..."

Walaupun Sehun sudah pernah mendapatkan serangan yang sama dari Luhan tetapi untuk melawan rasanya sulit.

Luhan menghempaskan tubuh Sehun ketika sudah sampai di kamar dengan menarik penis Sehun makin kedepan, otomatis Sehun terjungkal ke ranjang Luhan dan mencoba bernapas normal karena daritadi alat pernapasan laki - lakinya diremas sayang oleh Luhan.

"Kau... Mau menyiksaku Hah..."

"Tidak. Aku akan membantumu bukan menyiksamu"

Dengan ganas Luhan mencium Sehun dan Sehun menyambutnya dengan antusias dan tidak merasakan bahaya akan datang. Dengan cerdik Luhan mengunggulin Sehun dengan meremas kejantanan Sehun yang sudah bangun dari tadi.

"Argh... SHIT..."

Sehun hanya bisa menikmati apa yang Luhan perbuat padanya, dan lagian yang dilakukan Luhan adalah membantunya menuntaskan si kecil yang sedang bangun.

"OUH... PLEASE BLOWJOW LU... ARGH..."

Luhan langsung melepaskan celana Sehun dan mengulum penis besar Sehun. Tetapi Luhan masih heran dengan Sehun yang sudah setengah telanjang.

"Kau tidak memakai dalaman Hun?"

"Aku risih memakainya"

"Bagaimana kalau dia bangun disaat yang tidak tepat" kata Luhan sambil memantulkan penis Sehun

"Shhh... Aku jarang ereksi di sembarangan tempat" Sehun mencoba bicara normal ketika penisnya digetarkan Luhan

"Dasar pembohong. Mulutmu bisa berbohong tetapi penismu tidak bisa" Luhan langsung mengulum penis Sehun dengan cepat hingga Sehun mengerang kenikmatan

"ARGH... MORE LU... ARGH..."

"HA... HA... HA..."

"MORE LU... THIS IS FUN"

"COME LU... I WILL CUM"

Saat Sehun mengatakan akan keluar, Luha melepaskan penis Sehun dengan tanpa dosa dan menatap wajah Sehun dengan serius.

"Kenapa... Gak dilanjutkan... Aku... Sudah... Mau... Sampai... Lu"

"Kau harus jujur padaku dulu. Apa kau sering tidak memakai underwear" Luhan membelai milik Sehun agar dia tersiksa

"Shh... Aku... Hanya baru... Kali... Ini... Melakukannya... Padamu... SHIT" Sehun sulit bicara karena sentuhan Luhan yang sungguh menyiksanya

"Yakin..?" tanya Luhan yang masih penasaran dan tidak percaya

"Iya... Tolong bantu aku tidurkan penisku... Argh..." Sehun sungguh tersiksa dengan keadaannya dan kemudia dia mendesah hebat karena Luhan membantunya menuntaskan si kecil yang perkasa

"ARGH... LU... FASTER LU... ARGHH..."

"ARGH... NIKMAT LU... ARGH..."

"LU... AKU MAU KELUAR... ARGH..."

Sehun mengeluarkan spermannya dan Luhan dengan senang hati menampung sperma kesayangannya. Selesai membersihkan penis Sehun, Luhan menaikkan celan Sehun dan mengajak Sehun keluar dari apartement untuk belanja bulanan Luhan.

Mereka hanya jalan kaki karena supermarket yang mereka kunjungi tidak jauh dari letak apartement mereka, Sehun dengan setia mendorong trolly belanja Luhan yang banyak.

Sehun bingung kenapa Luhan bisa memiliki badan yang sexy jika dia belanja sangat banyak untuk keperluannya.

"Kau menghabiskan semuanya dalam sebulan Lu?"

"Iya. Aku lebih suka memasak dirumah daripada membelinya"

"Oh. Aku pun terkejut melihat belanjaanmu yang banyak tetapi kau memiliki badan yang bagus"

"Walaupun aku banyak makan, tetapi berat badanku tidak akan bertambah"

"Mungkin dari luar tidak nampak. Tapi apabila aku menggendongmu pasti akan terasa beratnya" Sehun hanya bercanda tetapi berbeda dengan Luhan

"Siapa juga yang suruh gendong" kata Luhan sambil memukul Lengan Sehun dengan kuat

"AWW... SAKIT LU..." Sehun mengusap sayang lengannya yang habis dipukul dan tidak peduli pada teriakannya yang sungguh mengundang perhatian dari orang lain

"Makanya jangan suka bicara yang tidak - tidak"

Luhan meninggalkan Sehun dan mendorong trolly belanjaanya sendiri hingga ke meja kasir. Setelah membayar, Sehun berniat membantu Luhan tetapi dengan cepat dia menepis tangan Sehun dan mengangkat belanjaanya sendiri dan keluar dari supermarket dengan gaya angkuh. Sehun hanya bisa mengikuti Luhand dari belakang hingga sampai di apartement Luhan.

Sehun memasuki apartement Luhan, tetapi Luhan sudah menghilang ke arah dapur untuk merapikan belanjaan yang baru dibelinya. Sehun tetap mengikuti Luhan hingga ke dapur dan meminta penjelasan ke Luhan.

"Kau kenapa Lu?"

"Tidak ada"

"Kenapa jadi kau yang marah. Aku yang kesakitan kenpa kau yang marah"

"Aku kesal kali melihatmu yang selalu menggodaku"

"Aku kan cuma bercanda"

"Tetapi tidak di tempat umum Sehun"

"Baiklah, aku minta maaf"

Sehun langsung memeluk Luhan, dan Luhan hanya bisa mengangguk di dalam pelukan Sehun. Luhan sebenarnya tidak marah sama Sehun, cuma ingin memberinya sedikit pelajaran agar tidak menggodanya ditempat umum.

~TBC~