Blue Eyes Stripper

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Genre: Romance, BL, Crime

Multi chapter

Rated: [M]


Chapter 6: BLACK


Song: Bad Boy by 레드벨벳


Pada keesokan pagi nya Chanyeol mendapati bahwa dirinya sudah tertidur di ranjang seorang diri, pria bermata biru yang semalam bercinta dengannya kini telah hilang entah kemana tanpa berpamitan atau mengatakan sepatah katapun.

Jam telah menunjukkan pukul sembilan KST. Chanyeol meregangkan lengan kekarnya ke samping, di tempat terakhir kali pria manis itu tertidur, seingat nya mereka berdua terlalu lelah dan langsung tertidur lelap dengan Baekhyun dalam pelukan nya sepanjang malam.

namun seperti nya Chanyeol salah.

Ia mengingat tubuh mungil Baekhyun terasa hangat dan nyaman ketika kulit mereka saling bersentuhan, tetapi kini tempat tidurnya terasa dingin. Chanyeol yakin Bekhyun sudah kabur bahkan ketika matahari belum menampakan sinar nya.

"Sial" Chanyeol merutuki dirinya sendiri, merasa kesal.

Biasanya ia tidak pernah membawa seseorang untuk bercinta ke dalam rumahnya, dan akan sesegera mungkin mengusir orang yang di tiduri nya, ia hanya tidak ingin tertidur apalagi terbangun dengan pelacur di sebelahnya.
Tidakkah Baekhyun mengerti bahwa Chanyeol tidak ingin melakukan hal yang sama terhadap nya? Byun Baekhyun berbeda dengan pria atau wanita yang selama ini ia tiduri, Chanyeol menginginkan pria mungil itu tetap terlelap di samping nya hingga ia terbangun di keesokan pagi nya.

Chanyeol memakai boxer nya dengan cepat, saat hendak mengambil air minum, kedua iris mata Chanyeol melihat sesuatu serserakan di depan pintu, membuat smirk terlukis di wajah tampan nya.

"Cinderella left his shoes"

.
.
.
.

"Yak! Byun Baekhyun kau darimana saja kenapa tidak pulang semalam?!"

Baekhyun berusaha menstabilkan nafasnya yang terengah-engah, ia menundukkan kepalanya lelah.

"Apa kau sedang di kejar-kejar anjing? Dan kenapa kau tidak mengenakan sepatu? Kau dari mana? Yah, cepat jawab aku!"

Baekhyun mendelik kesal.

"Kenapa banyak sekali tanya kau ini Kim Jongdae! Aku tidak ingin menjawabnya, aku mau mandi dulu, jadi lah teman yang baik dan buatkan aku makanan, arraseo?" Baekhyun tersenyum kecil, hendak melangkahkan kaki nya masuk ke dalam flat, namun dengan secepat kilat, Kim Jongdae, sahabatnya menahan lengan Baekhyun.

Dengan raut wajah curiga ia mengendus endus tubuh Baekhyun, mencoba memastikan sesuatu.

"Yah yah yah, apa apaanㅡ"

Jongdae memukul pantat Baekhyun hingga sang empu nya meringis kesakitan, ia tidak mengira bahwa bokong nya masih terasa ngilu karena sesi bercinta mereka semalam.

"Apa kau sudah gila?!" Baekhyun berteriak marah ke arah sahabatnya.

"Tidak, tapi kau! Apa kau sudah gila Byun Baekhyun?! Kau bercinta dengan siapa tadi malam, eoh?" Jongdae berkacak pinggang.

Pipi Baekhyun merona merah, ia merasa malu karena ketahuan, awalnya ia berencana untuk merahasiakan hal ini.

"Bㅡbagaimana kau bisa tahu?"

Jongdae menatap Baekhyun kesal, Baekhyun yang menyadari pertanyaan bodohnya bukan nya menyangkal perbuatannya.

"Bau mu seperti orang habis bercinta, Byun Baekhyun"

Puppy eyes itu terbelalak, tanpa sadar ia mengendus tubuh nya sendiri, apa yang dikatakan oleh Jongdae benar, tercium bau sprema yang sudah mengering, memang sperma itu tidak mengenai bajunya, tapi mengenai seluruh perut dan sebagian di punggung nya.

Baekhyun hampir saja memuntahkan isi perutnyaㅡ tapi perutnya masih kosong, ia belum makan apapun dari semalam. Bau tidak mengenakan tersebut langsung tertutupi ketika wangi yang bagitu memabukan masuk ke dalam indra penciumannya. Menyadari wangi parfume tajam khas pria dewasa membuat bulu kuduknya meremang.

Wangi pria yang semalam mengagahinya, Chanyeol

"Sialㅡ" baekhyun tidak sengaja menggerutu. parfume mahal apa yang pria tinggi kenakan sampai bau nya bisa menempel di tubuh Baekhyun?

Ia masih mengingat dengan jelas bagaimana tubuh kekar itu berada sangat dekat hingga wajah Baekhyun bersentuhan dengan dada bidang tersebut, sementara milik Chanyeol yang besar dengan gencar menghujami titik ternikmatnya di bawah sana.

"Seriusan, baek? Kau menjijikan" Jongdae memutar bola matanya malas, melihat pipi Baekhyun dengan anehnya tiba-tiba merona karena mengendus tubuhnya sendiri.

Baekhyun memasang kembali wajah sassy-nya. "Kau banyak sekali berteriak Jongdae-ya, kalau kau tetap seperti ini, sampai mati pun tidak ada yang mau menjadi kekasihmu"

Dan perdebatan mereka berhenti ketika Bekhyun mulai berlari dengan Jongdae yang mengejarnya di sepanjang lorong seperti hendak membunuh sahabat nya yang menyebalkan itu.

.
.
.

"Mr. Park"

Pria paruh baya berjas hitam menundukkan kepalanya memberi hormat, lalu diikuti oleh rekan-rekannya.

"Apakah ada berita baru?"

Pria paruh baya tersebut memberikan beberapa berkas yang di bawanya, menyodorkannya pada pria berambut hitam pekat yang dengan wajah sedingin es, tanpa berkata apapun pria tersebut menerimanya, kemudian membaca isi berkas itu dengan teliti.

"Bedebah ini tidak ada henti nya berusaha untuk mencari masalah" Pria tersebut melemparkan berkasnya dengan kasar ke atas meja.

"Kami berhasil menangkap salah satu anak buahnya, bos" pria lain yang juga berada di ruangan tersebut dengan berani angkat suara, bahkan ketika tidak ada seorang pun yang bertanya padanya.

Pria yang di panggil bos tersebut tertawa dengan mengerikan. Tubuh orang-orang disana dibuatnya tegang karena suasana yang mencekam.

Sial betul hari ini bos nya sedang tidak berada di keadaan yang baik.

"Aku memerintahkan kalian untuk membawakan kepala bajingan itu ke hadapanku, bukan seorang tikus kecil, ide bodoh siapa ini?"

Ucap bos mereka geram, tidak ada yang berani menjawab, bahkan ada yang sampai menahan nafasnya.

Hingga seorang pria berperawakan tinggi, kurus, kulit sepucat salju mengangkat tangannya, semua pasang mata tertuju padanya.

"Saya yang melakukannya"

Pengakuannya membuat suasana kembali mencekam. Beberapa pasang mata mendelik melihat ekspresi bosnya, seperti ada aura hitam di sekelilingnya.

"Kau pikir kau siapa berani-beraninya menentang perintahku?"

Pria itu menelan ludahnya susah payah, mendengar nada bicara bos nya yang terdengar seperti lonceng kematian.

"Saㅡsaya pikir mungkin dia akan berguna untuk kita, bos" ucap pria tersebut lagi, orang-orang benar-benar terkaget dengan keberaniannya, atau bisa disebut bodoh, entahlah yang mereka tau semua ini hanya akan berakhir dengan peluru yang menembus kepala pria pucat itu.

"Apa yang baru saja kau katakan?" Bosnya memandang pria yang melawan kata-katanya dengan tajam.

"Orang yang kami tangkap dengan susah payah, dia adalah Gunhwa, kekasih dari orang yang selama ini kita cari, bos"

Ruangan itu tiba-tiba menjadi sunyi. Tanpa mengalihkan pandangannya yang sedari tadi melihat lantaiㅡseolah itu adalah hal yang paling menarik di dunia, namun alasan utama nya adalah karena tidak sanggup untuk melihat bos besarnya itu menatap dengan wajah seram nya.

Ruangan itu kembali bersuara dengan dentuman sepatu mahal yang mengarah di tempat pria tersebut berdiri.

Jantung pria lancang tersebut berdebar sangat kecang nya hingga rasanya seperti akan copot kapan saja. Tangannya bergetar ketakutan akan nasib nya yang sekarang mungkin akan segera di jemput oleh malaikat maut.

Bos nya adalah malaikat maut tersebut

"Siapa namamu bocah?"

Dengan menyembunyikan ketakutannya ia mengumpulkan kepercayaan dirinya untuk menatap bos besarnya yang sudah berdiri tepat di depannya.

Seringai menyeramkan menghiasi wajah itu.

"OhㅡOh Sehun" tenggorokannya terasa kering, ternyata benar apa yang di katakan oleh semua orang bahwa bos mereka memiliki aura yang menyeramkan, seperti seorang psyho yang berada di film-film.

"Selamat bergabung di dalam tim, Oh Sehun"

Seketika mata orang di ruangan tersebut terbelalak kaget melihat reaksi yang tidak di duga-duga oleh bos mereka yang mengerikan.

Dengan wajah masih sama datarnya, ia menyuruh para bawahannya untuk keluar dari ruangannya, menyisahkan Sehun yang masih terbengong dengan apa yang baru saja terjadi.

Tak lama kemudian sekitar 4 orang lelaki masuk dengan wajah sumringah mereka, berjalan menghampiri.

"Heol, lihat wajahnya terlihat sangat syok, kau jahat sekali Park Chanyeol"

Bos besar mereka yang ternyata adalah Park Chanyeol, tersenyum meremehkan. "Siapa yang menyuruhmu memanggilku dengan nama asliku, bocah ingusan?"

Priayang disebut seenaknya sebagai bocah ingusan, menatap bosnya dengan kesal.

"Sialan kau, Park"

Umpatannya membuat seisi ruangan tersebut tertawa, namun tidak dengan Chanyeol dan Sehun.

"Mulai sekarang kau akan bekerja dengan tim inti bersama dengan Kasper, Luhan, Minhwak dan Zitao"

Sehun masih terdiam, otak pintarnya bingung harus bereaksi seperti apa, apakah ia harusnya senang karena menjadi anggota tim? Tapi kenapa dirinya dipilih? Bahkan ia tidak mengikuti ujian terlebih dahulu seperti yang lainnya.

"Aku mengujimu tadi, dimana orang-orang hanya terdiam tanpa memberikan solusiㅡ tetapi jangan salah paham, aku benci pembangkang, dan penghianatan. Jadi mulai sekarang karena kau sudah bergabung dengan tim, kau harus mengikuti aturan yang sudah kubuat seperti yang lainnya" ucap Chanyeol seolah dapat membaca pemikiran bocah berkulit pucat pasi di depannya.

Oh Sehun mengganggukkan kepalanya mengerti dengan apa yang baru saja di tuturkan oleh atasannya.

"Tenang saja Oh Sehun-ssi, aku akan membantumu untuk beradaptasi" pria bermata rusa itu menatap sehun dengan lembut.

Sehun membalas senyuman cantik itu "terima kasih"

.
.
.

Kejadian saat malam panas itu membuat Baekhyun sulit untuk tertidur, ia tidak bisa mempungkiri melakukan sex membuatnya ketagihan. Tubuhnya terasa panas, ia ingin di sentuh oleh tangan besar itu lagi, bagaimana cara jemari Chanyeol bergerak dengah ahli melakukan foreplay pada lubang nya yang berkedut, memompanya masuk dan keluar dengan begitu nikmat.

"Chanyeoliehhㅡ" Baekhyun mendesah tanpa ia sadari, jarinya berusaha melakukan apa yang tempo hari Chanyeol lakukan, sulit memang namun Baekhyun sudah tidak tahan lagi.

Tidak mungkin ia bercinta sembarangan dengan lelaki lain hanya karena saat ini dia sedang ingin melakukannya, ia juga tidak mungkin menelfon Chanyeol. Wellㅡ bahkan memiliki nomer telfonnya saja pun ia tidak.

Baekhyun menggigit bibirnya, ia mencoba membayangkan bahwa jemarinya itu adalah jemari panjang milik Chanyeol. Ia mulai bergerak, membuat tubuh mungilnya menggelinjang resah.

Ini salah, meskipun ia mencoba, jemarinya tetap tidak terasa seperti sentuhan sang dominan itu. Sadar dengan pikirannya barusan membuat pria mungil tersebut memukul kepalanya sendiri.

'Sialan kau Park Chanyeol' rutuk Baekhyun dalam hati.

Tiba-tiba ponselnya berdering, memperlihatkan tulisan Joonmyeon-hyung disana.

"Ada apa?" Ucap Baekhyun jutek, membuat orang di sebrang sana mendengus kesal.

"What the fuck Byun Baekhyun, kenapa kau tiba-tiba berhalangan tidak datang hari ini, eoh? Apa kau lupa bahwa hari ini adalah jadwalmu untuk tampil?!"

Baekhyun menjauhkan ponselnya ketika suara Joonmyeon terdengar memekik di telinganya. "Aku hanya sedang tidak ingin" ucapnya santai.

Ia bukannya tidak ingin menari, sungguh meskipun disuruh manggung setiap haripun Baekhyun tidak akan pernah bosan, namun ia hanya tidak ingin menemui pria brengsek yang sudah merebut keperawanannya tersebut.

Baekhyun akan ambil cuti sementara waktu kalau memang perlu, ia tidak menyukai bagaimana hatinya tidak karuan ketika hanya memikirkan pria tinggi tersebut.

"Yah, setan kau Byunㅡ"

"Hello Vixen"

Jantung Baekhyun nyaris copot ketika suara bass itu menggantikan suara Joonmyeon yang cempreng. Ia hendak kembali memakai celananya namun kegiatannya terhenti, nafasnya tercekat.

"Kenapa kau bisaㅡ"

"Karena aku sedang berada di exordium club, sayang. Aku menunggumu tapi ternyata kau tidak datang" suaranya terdengar sangat rendah, membuat Baekhyun kembali mengingat memory-memeory kegiatan panas yang mereka lakukan.

"Apa kau tidak merindukanku?"

"Tidak" jawab Baekhyun sejutek mungkin.

"Tapi aku merindukanmu"

'Sialanㅡberhentilah berdebar seperti itu jantung sialan, park chanyeol sialan, kim joonmyeon sialan!' Baekhyun tidak bisa menghadapi hal-hal seperti ini.

Dengan cepat Baekhyun memutus sambungan telfonnya. Ia sudah bertekad untuk menetralisir perasaan anehnya, mungkin karena Chanyeol adalah orang yang pernah bercinta dengannya, mungkin hanya karena ia tidak terbiasa dengan pria mengagahinya, makanya timbul perasaan aneh ini!

"Yoda sialan" kutuk baekhyun terakhir kali sebelum terlelap dalam tidurnya.

.
.
.
.

"Selamat datang"

Baekhyun tersenyum lebar, memperlihatkan puppy eyesnya yang berubah menjadi bulan sabit.

Beberapa pria disana melihat Baekhyun seperti melihat seorang malaikat atau bidadari. Wajah cantik nan mulus itu, tubuhnya yang ramping, rambut hitamnya yang cocok berpadu dengan bola mata hitamㅡ wait

"Whoa lihat ini, apakah kau benar-benar Byun Baekhyun?"

Baekhyun memutar bola matanya malas.

"Apa yang kau lakukan disini, asshole"

Jongin, pria berkulit tan yang dimaksud oleh baekhyun memasang raut wajah seolah olah terluka dengan perkataan Baekhyun yang baru saja menyebut namanya dengan kata kasar.

"Kau sungguh akan mati jika Joonmyeon hyung melihatmu bekerja disini ketimbang ditempatnya" jongin tersenyum licik, berusaha memancing emosi pria yang kemarin menari erotis dengannya di atas panggung.

"Aku akan merobek tenggorokan Kyungsoo dengan garpu jika kau berani mengadu" Ancam baekhyun dengan nada serius, ditambah tangannya mengacungkan garpu yang di pegangnya ke hadapan wajah tampan temannya itu.

"Yah! Kau selalu saja membawa-bawa pacarku, Byun! Sayang sekali aku tidak berani dengan pacarmu si Park itu, kalau tidak hwaaaakaku sudah mematahkan lehernya!" Ejek Jongin seraya memperlagakan tingkahnya. Hal tersebut membuat Baekhyun terkekeh kecil, menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Park sialan itu. bukan pacarku" sangkal Baekhyun. Namun jongin terlihat tidak percaya, jelas-jelas di hari itu ia pikir akan di telan oleh Chanyeol hidup-hidup ketika mendapati Baekhyun melakukan lap dance dengannya.

"Kau mau pesan kopi apa keparat?"

"Baek, kau adalah seorang bottom, kenapa kau galak sekali"

"Kalau tidak suka pergi saja sana keparat" Ulang Baekhyun lagi, mengejek Jongin.

"Apa kau akan berhenti dari exordium?"

Alis baekhyun terangkat mendengar pertanyaan Jongin. "Tentu saja tidak, kau tahu aku menyukai bekerja disana"

Jongin tersenyum senang mendengar bahwa teman stripper nya tidak akan berhenti bekerja disana, setidaknya untuk saat ini.

"Aku hanya tidak mengerti kenapa kau sampai mewarnai rambutmu menjadi hitam dan lihat bola matamu, kenapa kau menyembunyikannya, Byun Baekhyun?"

Baekhyun tertegun. Ia tidak tahu apakah ia harus menjawab dengan jujur atau tidak.

"Aku tidak mewanai rambutku, ini hanya wig, kau tahu? Lagipula kalau pelanggan di exordium mengenali mata biru ku di tempat seperti ini, aku tidak menginginkan hal itu" jawab baekhyun sekenanya. Apa yang di ucapkannya memang benar namun alasan sesungguhnya tidak ia katakan.

Bahwa ia sedang menghindari Park Chanyeol.

"Baiklah", jawab Jongin tanpa ingin memperpanjang permasalahan.

.
.
.
.

Manik mata Joonmyeon terus memperhatikan pria bertubuh tinggi yang sedari tadi mondar mandir berjalan di hadapannya bak seorang model Louis Voitton.

"Mr. Park bisakah kau duduk? bukan maksudku kurang ajar, namun aku lelah melihatmu modar-mandir"

Chanyeol mengentikan langkahnya, kemudian duduk di sofa yang warna nya sama seperti pakaian yang dikenakannya, hitam.

Chanyeol menatap Joonmyeon diam, tak mengatakan sepatah katapun, tetapi Joonmyeon sudah mengerti apa yang dipikirkan oleh pria seram itu, Byun Baekhyun.

"Ia tidak datang lagi, sudah 2 minggu, telfon nya juga tidak aktif"

'Fuck'Chanyeol menggeram frustasi.

Kenapa rasanya sulit sekali untuk bertemu pria manis itu? Ia hanya merindukan sosok manis yang sempat membuat ranjangnya hangat, ia sangat merindukannya.

Apakah Baekhyun menyesali sesi bercinta mereka?

"..mungkin aku bermain terlalu kasar" gumam Chanyeol kecil, pria tampan itu tidak menyadari bahwa Joonmyeon yang tepat di sebelahnya mendengar ucapannya barusan.

"KAU MENIDURI BYUN BAEKHYUN?! OHMYㅡ"

Chanyeol menatap Joonnyeon tajam, merasa terusik dengan jeritan bak seorang perempuan milik Joonmyeon.

Tangannya meraih sebuah ponsel dari saku celananya, ketika benda mahal tersebut bergetar menandakan pesan masuk.

From: alpha 1
Bos, kami menemukan lokasi Byun Baekhyun

Senyum merekah di wajah tampan Chanyeol. Dengan langkah panjang ia meninggalkan Joonmyeon yang masih terlihat syok.

"Aku menemukanmu"

.
.
.
.

ㅡㅅㅡ
[찬•백] haii apakabar kaliann'.ㅅ'
Belakangan ini cuaca panas banget yeth, udah kek hubungan chanbaek lagi panas panasnya, beuh wkwk
Makasi yang uda FOLLOW & BACA & IKUTAN comment, ih sumpah gue seneng banget :(

Don't forget to Leave a comment! xx