- Chapter 7 : "Pertandingan" -

"Jadi, Coach, Kita tanding yuk. Dengan siapa saja boleh" ucap Kagami meminta minta pada sang pelatih berambut cokelat itu dengan kepala tertunduk 90 derajat. Sang Riko Aida mangut-mangut sejenak. "boleh juga... Kebetulan aku sudah konfirmasi ke sekolah lain untuk melakukan pertandingan antar sekolah... kalau tidak salah dengan Fukuda Sogo..." ucap Riko berpikir pikir. Kagami mengangkat kepalanya dengan semangat. "OH! Yang penting kita sudah ada lawan tanding!" seru Kagami bersemangat dengan api membara di sekitar matanya. "Tolong masukkan Azuna-san sebagai pemain reguler. Kumohon Coach!" seru Kuroko menunduk dalam dalam. Riko menatap ketiga adik kelasnya dan sosok cewek tinggi bertampang preman dengan pandangan heran yang malam malam datang ke rumahnya untuk mengatakan hal itu. "Yah... selama beberapa hari aku juga akan melatihnya dengan anggota Kisedai. Kupastikan ia cukup mental untuk melawan mantan pemain dari Kisedai itu" ucap Hinako riang. Kuroko menghela nafas lega sementara dari kejauhan Shin tampak sembunyi di balik tiang listrik (*awas kesambet*). "Azuna-san, bukankah ini cukup bagus?" Tanya balik Kuroko lembut pada Shin yang gemetaran. Shin menggeleng cepat. "Sama sekali tidak bagus! Tubuhku pendek! Mencetak point pun di pertandingan sudah merupakan suatu keajaiban!" Pekiknya ketakutan tingkat dewa. Hinako dan Kagami saling pandang seakan membaca pikiran masing masing, dan kemudian tertawa lebar berdua.

"Tenang saja, Azuna. Aku akan memasukkan bola sebanyak yang kubisa" Ucap Kagami menyemangati bocah mungil yang mulai menunjukkan senyumnya. "Hum! Aku akan memberimu les privat! Anggota Kiseki no Sedai sama sekali tidak berguna!" seru Hinako riang merangkul gadis berkuncir dua itu. Shin mengangguk pelan. "Masalahnya di Fukuda Sogo ada Haizaki Shogo" ucap Shin yang membuat semuanya diam di tempat. Hinako terdiam, Kagami nyengir lebar, Riko cengo, dan Kuroko yang tetap berwajah flat. "Tenang saja. Semakin kuat lawan, itu artinya kamu bias semakin kuat" ucap Kuroko menepuk lembut kepala Shin. Shin mengangguk pelan sambil berdesis pelan, "Semoga saja... ini hidup matinya adikku"


- Pertandingan -

"YOSH! Semuanya sudah kumpul?" Tanya Riko pada seluruh anggota basket Seirin. Seluruh anggota mengangguk semangat minus Shin yang bertampang datar. "Azuna-kun, daijoubu?" Tanya Kuroko pada Shin yang kini sibuk mendribble bola basket. Shin mengangguk dan tersenyum. "ne, Aku baik baik saja. Arrigatou" ucap Shin tersenyum manis pada Kuroko. Kuroko menatap ke arah bangku penonton. Disana sudah ada sosok pemuda berambut gelap dengan kursi roda yang tampak menantikan pertandingan ini. Riko mengambil kertas plannernya mengenai game hari itu. "Yang turun Kagami, Kiyoshi, Izuki, Hyuga, dan Azuna" ucap Riko menatap pada Shin yang tersenyum kecut. "Tunggu sebentar coach, apa Azuna-kun bias main?" Tanya Furihata penasaran. Riko mengangguk pasti. "Cari point sebanyak banyaknya di Quarter pertama!" Seru Riko. Kelima pemain yang turun duluan itu mengangguk semangat.

"Azuna-kun" panggil Kuroko melepas wristbandnya, dan memakaikannya pada Shin. Wajah Shin memerah matang sementara wasit sudah menyuruhnya untuk segera masuk ke lapangan. Tiba tiba di bench terdapat sosok gadis garang cap preman yang duduk manis. "nee-san... kamu perlu apa?" Tanya Kuroko datar. Hinako tidak menunjukkan cengiran khasnya melainkan menunjukkan mimic wajah serius. "Memastikan kondisi Shin" ucapnya singkat.

PRIIIIIT!

Bola di lempar dan segera di ambil oleh Kiyoshi yang melemparkannya lagi pada Kagami. Kagami mengambil bola itu dan meloncat melakukan dunk. 2-0 untuk Seirin. Shin tersenyum pada skor pertama Seirin itu, namun wajahnya berubah menyadari siapakah yang harus ia jaga. "Meh... pendek sekali bocah ini. Tempatmu bukan disini" ucap Haizaki pada Shin yang kini memasang posisi defense. "... Jangan bercanda.." ucap Shin. Bola di-pass pada Haizaki yang segera melakukan dunk yang sangat mirip dengan Kagami tadi. 'tunggu... ia seperti Kise-kun, kan?' pikir Shin lugu. "Kuberitahu kamu satu hal, bocah. Kekuatanku berbeda dengan milik model cengeng itu. Aku meniru dan menjadikan tehnik itu milikku" ucap Haizaki. Tubuh Shin mendadak memanas. "Jangan panggil aku bocah dasar orang brengsek! Mereka berlatih bertahun tahun untuk kamu tiru begitu saja? Jangan konyol!" omel Shin kesal. Haizaki mengangkat bahu tanda ia tidak peduli. "Ini di pertandingan. Orang berbakatlah yang menang"

- Bangku penonton -

"DAI-CHAN! Bagaimana ini? Azuna-chan bisa saja kalah!" ucap Momoi pada sosok pemuda bertampang mesum (#disate Ahomine) di sampingnya itu. "Hn.. Aku tahu... tapi kurasa ini akan semakin menarik" ucap Aomine santai. "Aku pernah melawan dia ssu~. Masih ingat tidak? Waktu itu aku keren sekali!" seru Kise bangga pada dirinya yang waktu itu menggunakan keahliannya dalam Perfect Copy. "kau berisik Kise. Kudengar orang Gemini lebih baik diam saja di hari ini" ucap Midorima menaikkan kacamatanya yang tidak turun. "Akachin mau maibou rasa takoyaki?" tawar Murasakibara pada sosok mungi-(Akashi lempar gunting, Author sembah sujud) Akashi yang dengan halus menolaknya. "Tidak terima kasih, Atsushi. Aku tidak mau kartu kredit ku over gara gara membelikanmu snack" ucap Akashi sopan.

"Oi... Kalian bisa diam tidak sih?!" omel Hiro pada keenam anak SMA dengan kepala warna warni itu yang hari ini menjadi babysitter nya selama berada di luar rumah sakit. yah... begitulah keadaan bangku penonton saat ini. anak dengan kursi roda yang di sandera enam anak SMA bertampang tidak dewasa.

-Back to Lapangan-

Quarter ketiga tinggal semenit lagi. Shin menatap keempat pemain Seirin yang menemaninya itu dengan tampang mengiba. Seluruh gaya permainannya telah di tiru dan di curi oleh pemuda yang kini ia jaga. Skor mereka masih jauh berbeda. 37-68, keunggulan Fukuda Sogo. "Sudah kubilang sia sia mengeluarkan seluruh kemampuan kalian. Hasilnya tetap sama saja" ucap pemuda itu pada Shin yang masih mendefensenya. Shin menggelengkan kepalanya. "Menyerah bukan lagi pilihan. Masih ada jalan keluarnya" ucap Shin. sementara itu, Riko mengambil Time Out.

Hinako menatap Shin dari ujung ke ujung. "Shin, lepas pemberat 10 kg di kakimu itu. lalu jangan ragu untuk memasukkan bola sesuai intruksi pelatih pelatihmu selama ini. Jangan sia siakan mereka, oke?" ucap Hinako memastikan kondisi Shin. Shin mengangguk pelan sementara kepalanya sedang menyusun 2000 langkah yang perlu di lakukannya nanti. "Kuroko masuk gantikan Izuki. jauh lebih focus ke defense" ucap Riko memberi intruksi. Tiba tiba terdengar suara TOA yang begitu keras dari arah bangku penonton.

"TES SATU... DUA... TIGA... AH! INI BERFUNGSI, AKASHICCHI!"

"MOU, KI-CHAN!"

"HEI JANGAN MAINAN DONG! ADUUUDUUH... HEI, AKASHI, KAMU BAWA BENDA YANG RIBET SEPERTI INI!"

"JANGAN BERISIK, NANODAYO. HARI INI PERUNTUNGAN CANCER SEDANG BURUK"

"... MIDOCHIN MAU MAIBOU RASA YAKINIKU?"

" CKRIIS... CKRIS... DIAM ATAU GUNTING INI AKAN BERMANIS MANIS DENGAN KALIAN"

Seluruh penjuru ruangan terdiam. Takut terkena kutukan dari Gunting keramat Akashi. Kagami dan Hinako guling gulingan di belakang bench.

"NEE-SAN DENGAR AKU, KAN? PASTIKAN DIRIMU MENANG!"

Shin menatap ke sosok pemuda yang kini mengambil alih TOA. Hiro menunjukkan senyumannya yang paling lebar yang ia miliki. dan kemudian di bawa aparat keamanan bersama keenam babysitter nya itu.

Shin terdiam dan mengulang ulang ucapan Hiro di kepalanya. senyumannya yang tadi lenyap kini bersinar cerah. "Itu sudah pasti!" serunya mengepalkan tangan diatas udara. Kuroko menatap gadis yang sudah bangkit kembali itu dengan senyuman. "Azuna-kun, nanti kita jemput mereka di bagian keamanan, yuk" ajak Kuroko pada Shin. Shin tertawa lebar dan melangkahkan kakinya ke dalam lapangan. Secara tiba tiba tubuhnya terasa dialiri listrik yang otomatis membuatnya kaget sendiri.

'Kenapa... nih?'

.

.

.

.

TBC


Yahoo..

Chapter 7 sudah jadi, nih! maaf kalau kurang memuaskan.

Tau Haizaki Shogo, kan, yang mantan Kisedai itu.

kalau ada masukan atau saran silahkan review. (bungkuk hormat)

untuk chapter ini mungkin kurang romancenya... (=,=)

Tapi Arrigatou sudah mau membaca!

Salam imut dari sang Author (Digeplak rame rame sama readers)

- PriscallDaiya-