Disclamer: Naruto (Masashi Kishimoto), HS DxD (Ichie Ishibumi) & Tokyo Ghoul (Sui Ishida)
Ghoul Investigator
Chapter 7
.
.
.
.
.
.
.
.
Balasan Review
Cevzky45 : Apakh Naruto akan membunuh satu per satu anggota ORC? Kaneki bkalan mati atw tidk tpi sprtinya tdk?Saya melihat sosok yg menonjol sudh jelas Naruto,tpi Kaneki pun dibuat menonjol mungkn untk akhir cerita agar ada duel antara Kaneki dan Naruto.
Udah segitu aja lanjut teruuuuusss!
A: kita lihat aja nanti gan, dan diakhir cerita aka nada duel antara Naruto & Kaneki
Fahzi Luchifer : jija naruyo membunuh rias atay sona yang merupakan adik dari maou, makan akan ada perang antara manusia dan iblis thor.! ya kan.?
lanjut next chap...
A: Kemungkinan iya, tapi lihat nanti kedepannya karena ide bisa berubah kapan saja.
ZYMA : thor, kalo emang minami ghoul buat naruto yang ngebunuh sendiri
A: kemungkinan begitu gan.
BlankCode : Woow apa Issei mati?,,,lanjut thor,,,
A: terjawab dichapter ini.
KidsNo TERROR13 : Lanjut
A: udah lanjut gan , map kalo lama.
namaewa : naruto oper ke dxd dan... ghoooooul...
A: ya begitulah
saputraluc000 : apa issei mati atau berhasil mengeluarkan sacred gear untuk pertahanan dirinya.?
A: terjawab dichapter ini.
abrar Kiroashi : Jangan lama2 updatenya
A: maaf jika lama gan, untuk selanjutnya akan update teratur.
agisummimura: wah. yg ditunggu" akhrinya update. tapi agak lama
update kilat
lanjut
A: maaf gan updatenya lama, tapi untuk kedepannya akan dipercepat.
: saran ni gimana kalo CCG bekerja sama dengan organisasi pahlawan
A:sepertinya tidak bisa gan, karena fic ini tidak akan panjang-panjang mungkin sebentar lagi fic ini akan tamat, tapi mungkin bisa berubah seiring munculnya ide.
firdaus minato : sippp keren aq harap cepet update soalnya ini fict udah lama gak di update
A: maaf gan updatenya lama tapi kedepannya saya usahakan update kilat
.
.
.
.
.
Chapter 7
"Untung saja Naruto-senpai tidak menyadari kehadiranku" kataku sambil berjalan keluar dari gang.
JLEB!
Baru beberapa langkah keluar dari gang, tiba-tiba aku mendengar suara tusukan dan beberapa saat kemudian aku merasakan sakit diperutku dan aku terkejut saat melihat perutku ternyata tertusuk sebuah pedang dari belakang.
Kough!
Aku langsung memuntahkan darah yang cukup banyak dari mulutku.
"Sayangnya aku sudah menyadari kehadiranmu, Hyoudo Issei" kata seseorang dibelakangku dan aku langsung membulatkan mata terkejut saat mendengar suara itu dan aku langsung menengok kebelakang.
"A-apa!" kulihat debelakangku Naruto-senpai yang sedang menusuk perutku dari belakang.
"Selamat tinggal Hyoudo Issei"
SRASSSSTTT!
"AKHK!"
BRUGHH!
Tubuh Issei langsung tergeletak ketanah dengan luka tebasan yang sangat dalam bahkan hampir membelah tubuhnya.
"Si-siapa k-kau se-benarnya kough!" taya Issei terbata-bata sambil terus memuntahkan darah dari mulutnya, sementara Naruto hanya diam saja menatap dingin Issei yang bermandikan darah didepannya.
"J-jadi benar kough! Jika kau adalah pelaku pembunuhan selama ini kough!" kata Issei
"Pembunuh? Ternyata kalian sudah menyadarinya"
"A-apa tujuanmu sebenarnya khough!" kata Issei sambil mencoba berdiri meski dengan susah payah.
"Tujuanku hanya satu yaitu membunuh semua makhluk seperti kalian, termasuk teman-temanmu itu, mungkin setelah membunuhmu aku akan membunuh teman-temanmu" kata Naruto yang sukses membuat Issei terkejut.
"A-apa!, tidak akan kubiarkan kau menyakiti teman-temanku" kata Issei
[BOOST!]
.
.
.
.
.
Sementara itu terlihat pria berambut putih yang sedang berjalan santai, tapi tiba-tiba langkahnya terhenti saat ia merasakan pancaran energy yang sudah taka sing lagi baginya.
"Bukankah ini pancaran energy milik Issei, apa yang dia lakukan apakah dia sedang bertarung, sebaiknya aku memeriksanya" kata pria itu sambil berjalan menuju pancaran energy tersebut berasal.
.
.
.
..
.
.
.
[BOOST]
Tangan Issei langsung diselimuti sarung tangan merah yang merupakan Sacred Gear yang ia miliki.
"Sebaiknya kau pergi saja partner, lukamu sangat parah kau tidak akan menang melawannya" kata seekor naga yang ada didalam tubuh Issei.
"Apa yang kau katakan Ddraig, aku akan melawannya aku tidak akan membiarkannya menyakiti teman-temanku"
"Baiklah kalau itu maumu partner"
"Ddraig tolong beri semua kekuatanmu, aku akan menggunakan Dragon Shot untuk mengalahkannya" kata Issei dan setelah itu Ddraig mulai memberi kekuatan pada partnernya tersebut untuk menggunakan salah satu jurus terkuatnya.
Setelah itu Issei mengarahkan tangannya kearah Naruto bersiap untuk melakukan serangan, sementara itu Naruto hanya diam saja pandangannya fokus kedepan entah sedang memperhatikan apa dengan tangan kanannya masih menggenggam erat Quinque miliknya yaitu [Narukami] yang dalam bentuk pedang tipis nan tajam.
"Dragon Sho-" belum selesai meneriakkan nama jurusnya, Issei dikagetkan saat dengan cepat Naruto sudah berada didepannya sambil mengayunkan pedangnya untuk menebas tangan kanannya.
SRAASSTT!
BUGH!
"ARRRRGGGGGHHHHHHH!"
Teriak Issei kesakitan plus terkejut saat melihat tangan kannannya sudah terpisah dari tubuhnya dan Issei langsung jatuh terduduk kebelakang sambil memandang horror tangan kanannya yang sudah terpotong.
"Baiklah akan kuakhiri sekarang" kata Naruto sambil menodongkan pedangnya kearah Issei.
Rasa takut mulai menjalar pada diri Issei, terbukti dengan tubuh Issei yang gemetaran dengan keringat dingin yang sudah mengalir deras, dengan perlahan Issei memundurkan tubuhnya dan dengan susah payah ia mencoba berdiri dan Issei langsung berlari mencoba kabur dari Naruto.
"Percuma saja kau berlari, kau tak akan bisa lolos dariku" kata Naruto melihat Issei yang mencoba kabur darinya.
Sebelum Issei berlari cukup jauh, Naruto melemparkan pedangnya kearah Issei dan tepat menusuk perut Issei sehingga langsung terjatuh.
"Khough!"
Issei langsung memuntahkan banyak darah dari mulutnya.
Setelah itu Naruto berjalan mendekati Issei lalu menjambak rambut Issei dan mengangkatnya sehingga rubuh Issei ikut reangkat.
"Kali ini aku akan memastikan kematianmu" kata Naruto sambil mencabut pedangnya yang masih menancap ditubuh Issei dan mengarahkan pedangnya ke leher Issei.
"Le-lepaskan a-aku, ku-kumohon lepaskan aku" dengan terbata-bata Issei memohon agar Naruto melepaskannya, tapi sepertinya Naruto tak memperdulikan apa yang Issei katakan.
"Lepaskan aku, ku-"
SRASSSSTTTT!
Belum selesai menyelesaikan ucapannya, kepala Issei sudah terpisah dari tubuhnya akibat tebasan Naruto,tubuh tak berkepala Issei terjatuh ketanah sementara kepalanya masih ada ditangan Naruto, setelah itu Naruto melempar kepala Issei kesembarang arah dan Naruto memandang sekilas tubuh Issei yang perlahan menjadi partikel cahaya, setelah itu Naruto langsung meninggalkan tempat kejadian.
Sementara itu tak jauh dari tempat kejadian, terkihat pria berambut putih yang telah menyaksikan aksi pembunuhan tadi dengan raut wajah yang sulit diartikan, kedua tangan pria itu mengepal dengan erat.
"Sial, aku sudah terlambat, lagi-lagi aku tak bisa melindungi teman-temanku" kata pria berambut putih tersebut dengan nada lirih.
"Tunggu saja Uzumaki Naruto, suatu saat aku akan membalas semua yang telah kau lakukan"
SKIPE TIME (Esok harinya)
Seperti biasa saat ini Minami sedang dalam perjalanan menuju rumah Naruto untuk berangkat sekolah bersama, sesampainya dirumah Naruto Minami langsung mengetuk pintu rumah.
TOK!
TOK!
TOK!
Beberapa saat kemudian pintu dibuka oleh wanita cantik berambut kuning yang sudah berpakaian rapi ala seorang guru.
"Akira-sensei, dimana Naruto-kun?" tanya Minami pada wanita berambut kuning tersebut.
"Dia masih tidur dikamarnya" jawab Akira.
"Minami-san apa kau bisa membangunkannya, aku akan pergi kesekolah dulu karena ada sesuatu yang harus kuurus" kata Akira.
"Baiklah Akira-sensei"
Setelah itu Akira berangkat kesekolah terlebih dahulu dan Minami langsung masuk dan menuju kamar Naruto untuk membangunkan sang pemilik rumah.
"Hah,,,,, dasar, padahal sudah jam segini tapi masih saja tidur nyenyak" kata Minami saat melihat Naruto masih tidur dengan nyenyaknya.
"Naruto-kun ayo cepat bangun" kata Minmi membangunkan Naruto sambil mengoyang-goyangkan pelan tubuh Naruto, tapi sepertinya Naruto tidak menunjukkan tanda-tanda akan.
Sudah beberapa kali Minami mencoba membangunkan Naruto tapi tetap saja tidak ada tanda-tanda akan bangun.
"Hah,,, seperti biasa susah sekali membangunkannya" gumam Minami sambil memandangi wajah Naruto yang masih tertidur nyenyak, Minami terus memandangi wajah Naruto hingga terlintas pikiran aneh diotaknya.
'Apa aku harus melakukannya ya, tapi bagaimana jika Naruto-kun tau, aku akan sangat malu, tapi sepertinya Naruto-kun tidak akan menyadarinya karena tidurnya lelap sekali, baiklah aku akan melakukannya' batin Minami dengan ajah yang sudah memerah sempurna, setelah itu Minami menduduki tubuh Nruto dan memejamkan matanya sambil mendekatkan wajahnya kewajah Naruto, jarak antara wajah mereka berdua semakin dekat, wajah Minami semakin memerah tatkala ia dapat merasakan hembusan nafas Naruto,semakin lama jarak antara mreka semakin menipis hingga jarak bibir meraka berdua tinggal sedikit lagi akan menyatu sampai,,,,
"Minami, apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Naruto yang tiba-tiba terbangun dari tidurnya.
Minami langsung membuka matanya dan seketika wajahnya tambah memerah layaknya tomat saat melihat tiba-tiba saja Naruto sudah bangun dan dengan reflek Minami langsung menjauhkan wajahnya dengan wajah Naruto.
"A-anoo,,, Na-ruto-kun a-aku tadi mencoba mem-membangunkanmu" kata Minami terbata-bata sambil memalingkan wajahnya dari daruto menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah layaknya kepiting rebus.
"Oh,,, begitu ya, kalau begitu aku akan bersiap dulu" kata Naruto santai, sepertinys Naruto tidak saadar jika Minami tadi mencoba mnciumnya diam-diam.
"Mmm,, k-kalau be-begitu aku aku akan me-nunggu diluar" kata Minami masih terbata-bata sambil berjalan keluar meninggalkan kamar Naruto.
.
.
.
.
.
.
.
Saat ini Minami sedang berada diruang tamu menunggu Naruto yang masih bersiap-siap.
'Bodoh sekali aku, apa yang sudah kulakukan tadi, bagaimana jika Naruto-kun berpikir aneh-aneh tentangku karena aku mencoba menciumnya saat ia tidur' batin Minami masih merutuki apa yang baru saja ia lakukan beberapa saat lalu.
Meski kejadian tadi sudah berlalu tapi tetap saja wajah Minami tak hentinya mengeluakan semburat merah, pikiran Minami tidak bisa lepas lagi dari kejadian beberapa saat yang lalu.
Beberapa saat kemudian akhirnya Naruto tiba dengan sudah memakai seragam lengkap Kuoh Academy.
"Oh ya Minami, dimana Akira?" Tanya Naruto.
"Akira-sensei sudah berangkat duluan tadi, katanya ada sesuatu yang harus ia urus" jawab Minami.
"Begitu ya, baiklah kalau begitu ayo kita segera berangkat" kata Naruto sambil berjalan keluar diikuti Minami dibelakangnya.
SKIPE TIME
Diruang Occult Research Club
Tak seperti biasanya suasana diruang ORC sangat hening tak ada satu pun yang mengeluarkan suara sedikitpun, terlihat raut kesedihan yang dikeluarkan setiap orang yang ada disana setelah mendengar kabar tentang kematian salah satu teman mereka.
"Buchou apa benar yang dikatakan Kaneki, jika Issei telah dibunuh?" Tanya Kiba yang masih tidak percaya dengan kabar yang baru saja ia dengar.
"Apa yang dikatakan Kaneki-kun benar, Issei-kun sudah mati, aku sebagai Kingnya bisa merasakan jika Issei-kun sudah mati" kata Rias dengan nada lirih.
Suasana kembali hening, semua yang ada disana larut dalam kesedihan mereka masing-masing terutama Asia yang tidak bisa memmendung lagi tangisannya karena sudah kehilangan orang yang sangat berharga baginya.
Beberapa saat kemudian pintu ruang klub terbuka dan masuklah Sona beserta para anggota peeragenya.
"Ada apa Rias? Kenapa kau memintaku dan peerageku kemari" Tanya Sona pada Rias tapi tak kunjung ada jawaban, mungkin Rias masih belum menyadari kedatangan Sona karena masih kalut dengan kesedihannya.
"Ada apa dengan kalian semua, kenapa kalian terlihat sedih begitu" kata Sona saat melihat kondisi para anggota ORC.
"Oh, maaf Sona aku baru sadar jika kau sudah tiba" kta Rias setelah meyadari kedatangan sahabat sekaligus rivalnya itu.
"Tak apa Rias, jadi apa sebenarnya yang sudah terjadi kenapa kau memanggil kami kesini"
"Issei-kun telah dibunuh" kata Rias yang langsung membuat semua anggota OSIS kaget sekaligus tak percaya.
"Apa maksudmu Rias?" kata Sona meminta penjelasan lebih.
"Issei-kun telah mati, sepertinya Issei-kun telah dibunuh oleh 'pembunuh' itu" kata Rias yang membuat para anggota OSIS kembali terkejut.
"Tapi bagaimana bisa Issei dikalahkan dengan mudah" kata salah satu peerage Sona yang bernama Saji.
"Kaneki-kun apa kau bisa menjelaskan apa yang terjadi kemarin" kata Rias.
"Kemarin aku tiba-tiba merasakan energy Issei yang tiba-tiba melonjak dan aku langsung menuju ketempat dimana energy Issei berasal, tapi saat aku sudah sampai disana Issei sudah mati" jelas Kaneki.
"Begitu ya, kami turut berduka atas kematian Issei" kata Sona.
"Terima kasih Sona"
"Rias, apa kau akan melapor kejadian ini pada Lucifer-sama?" Tanya Sona.
"Sepertinya untuk saat ini aku akan merahasiakannya dari Nii-sama, aku akan memberitahunya setelah kita mengetahui siapa pelakunya"
"Rias, sebaiknya kau menyembunyikan kematian Issei dari sekolah agar tidak terjadi kehebohan dan buat saja Issei pindah sekolah"
"Aku juga berpikir seperti itu Sona, tapi apa kau bisa membantuku mengurusnya"
"Tentu saja, kalau begitu kami pergi dulu dan mulai saat ini kalian semua harus lebih berhati-hati dan usahakan hindari pertarungan dengan orang yang mencurigakan karena kita tidak tau siapa sebenarnya lawan kita" kata Sona sambil pergi meninggalkan ruang ORC yang diikuti oleh para peeragenya.
Setelah Sona dan para peeragenya pergi suasana diruang ORC kembali hening hingga sang ketua klub mengeluarkan suara, "Baiklah semua, karena kita saat ini sedang dalam kondisi berduka, lebih baik kalian kembali kerumah kalian masing-masing, karena tidak mungkin kita melakukan pekerjaan dalam kondisi seperti ini dan kalian berhati-hatilah karena aku tak ingin kehilangan keluargaku lagi"
"Baik Buchou" kata para peerage Rias sebelum pergi meninggalkan ruangan.
Semua peraage Rias sudah kembali kerumah mereka masing-masing dan sekarang hanya tinggal Rias yang duduk diam dikursinya sambil pandangannya terus melihat meja yang ada didepannya.
Tes!
Tes!
Tes!
Perlahan air mata mulai menetes melalui mata gadis berambut merah panjang itu "Hiks! Maafkan aku Issei-kun hiks! Sebagai raja aku tidak bisa melindungimu hiks!" kata Rias dengan air mata yang terus mengalir dari kedua matanya.
Saat ini Rias menumpahkan semua rasa sedihnya karena saat ada para peeragenya ia harus tetap tegar apapun yang terjadi, tapi sekarang semua peerage nya sudah pulang dan saat ini ia hanya sendirin dan saat inilah Rias bisa mengeluarkan semua emosinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Malam harinya.
Saat ini Naruto dan Akira sedang dalam perjalanan pulang setelah menyelesaikan pekerjaan mereka, berkat bantuan Akira pekerjaan Naruto dapat selesai dengan lebih cepat.
"Akira bagaimana meurutmu setelah melawan para makhluk spranatura tadi?" Tanya Naruto.
"Bagiku melawan mereka tak jauh berbeda dengan melawan Ghoul" jawab Akira dengan nada dan wajah datar seperti biasanya.
"Begitu ya"
"Nii-san, kau pasti sudah menyadarikan jika beberapa murid Kuoh Academy bukan manusia" kata Akira.
" Ya aku tau, tapi tak kusangka kau bisa menyadarinya dengan cepat padahal aku saja perlu bantuan Minami untuk mencari informasi tentang mereka"
"Itu karena aku pintar dan tidak bodoh seperti Nii-san" kata Akira asal ceplas-ceplos yang langsung memunculkan perempatan di dahi Naruto.
"Kau mengejekku ya"
"Tidak, karena yang kukantakan hanya sebuah kenyataan" kata Akira dengan nada dan wajah datar seperti biasa yang membuat Naruto kembali pasrah dengan sifat adik angkatnya itu.
"Terserah kau saja lah, daripada itu sebaiknya rubah topik pembicaraan"
"Jika Nii-san tau jika mereka bukan manusia, kenapa Nii-san tidak segera membunuh mereka?"
"Ya aku hanya ingin sedikit bermain-main saja sebelum membunuh mereka"
"Begitu ya, tapi tak seperti biasanya"
"Aku hanya sedikit bosan saja, jadi aku ingin mencari sesuatu yang menarik"
"Jadi karena itu ya misimu tak kunjung selesai" kata Akira.
"Ya bisa dibilang begitu lah"
.
.
.
.
.
.
..
…
SKIPE TIME
.
.
.
Saat ini semua anggota ORC dan OSIS sedang berkumpul membicarakan sesuatu.
"Rias kita harus segera menemukan siapa pelakunya sebelum kita ikut menjadi korbannya" kata Sona.
"Kau benar Sona, tapi kita belum menemukan petunjuk apapun tentang pelakunya"
"Aku tau, tapi aku yakin siapa yang kemungkinan besar adalah pelakunya" kata Sona.
"Siapa yang kau maksud?"
"Seperti yang dikatakan Lucifer-sama dulu, pembunuhnya adalah Uzumaki Naruto" kata Sona.
"Apa maksudmu Sona, kenapa kau begitu yakin jika Naruto-kun adalah pelakunya, sejauh yang kutahu Naruto-kun hanyalah manusia biasa" kata Rias yang entah mengapa hatinya tidak menerima jika Naruto disebut sebagai 'pembunuh'.
"Kau jangan sampai dibutakan oleh cinta Rias, aku tau kau sangat mencintai Uzumaki Naruto, tapi kau harus menerima kenyatakan jika memang Uzumaki Naruto adalah pelakunya, kita harus segera membunuhnya agar tidak terjadi banyak korban lagi" kata Sona.
"Aku tau kalau aku memang mencintai Naruto-kun, tapi aku sangat yakin Naruto-kun adalah orang baik, tidak mungkin jika Naruto-kun adalah pelakunya"
"Meski begitu, kusarankan kau segara menghapus rasa cintamu pada Uzumaki Naruto sebelum kau menyesal Rias" kata Sona dan Rias langsung memikirkan baik-baik apa yang sahabatnya itu katakan.
Sementara itu Kaneki hanya dapat diam saja, sebenarnya ia ingin mengungkapkan siapa pelakunya sebenarnya, tapi Kaneki terus berpikir jika teman-temannya sampai tau jika Naruto adalah pelakunya, mereka pasti akan mencoba membunuh Naruto dan jika mereka sampai bertarung dengan Naruto, sudah dapat dipastikan siapa pemenangnya karena ia sangat tau seberapa kuat Naruto dan Kaneki tak ingin jika teman-temannya mati sia-sia karena tindakan bodoh.
"Rias, sebenarnya aku sudah menyelidiki sedikit latar belakang dari Uzumaki Naruto" kata Sona yang membuat semua anggota ORC terkejut karena tak menyangka Sona sudah melakukan penyelidikan lebih dalam.
"Tsubaki, apa kau bisa menjelaskannya" pinta Sona pada wakilnya.
"Baik Kaichou aku akan menjelaskannya" kata Tsubaki sebelum memulai penjelasannya.
"Seperti yang kita ketahui jika Uzumaki Naruto berasal dari Tokyo, setelah kami selidiki diTokyo terdapat organisasi bernama CCG, sebuah organisasi khusus yang ditugaskan untuk membunuh para Ghoul, dan para anggota CCG menggunakan sebuah senjata yang dapat dimasukkan kedalam koper agar tidak mencurigakan, dan jika asumsi kami benar, Uzumaki Naruto adalah anggota CCG yang ditugaskan untuk membunuh para Iblis yang adadiKuoh" jelas Tsubaki.
"Tapi apa yang membuatmu berasumsi jika Naruto-kun adalah anggota CCG" kata Rias.
"Rias apa kau tidak menyadari ada yang aneh dengan tas gitar yang selalu Naruto bawa, kemungkinan Naruto menyembunyikan senjatanya didalam tas gitar tersebut, jadi jika kita bisa melihat isi dari tas gitar tersebut kita bisa mengetahui siapa sebenarnya Uzumaki Naruto" jelas Sona.
Setelah mendengar penjelasan Sona dan Tsubaki tiba-tiba Rias teringat saat ia bertemu Naruto dulu.
Flashback on
Saat ini Rias dan Naruto sedang makan disebuah kedai ramen, dan terlihat keduanya menikmati ramen yang dihidangkan, tapi ada sesuatu yang mengganjal pikiran Rias yaitu koper hitam yang dibawa Naruto saat ini dan akhirnya Rias memutuskan untuk bertanya.
"Naruto-san memangnya apa isi koper hitam yang kau bawa itu?" Tanya Rias.
"Bukan apa-apa hanya hasil dari pekerjaanku" jawab Naruto.
Flashback off
'Apa jangan-jangan koper yang dimaksud Sona, adalah koper yang dibawa Naruto-kun waktu' batin Rias.
"Kenapa kau diam Rias, apa ada yang kau pikirkan?" Tanya Sona.
"Tidak ada apa-apa kok" jawab Rias.
"Tapi Kaichou kenapa CCG membunuh para Iblis?" kali ini Akeno yang bertanya.
"Mungkin saja mereka bekerjasama dengan Exorcist" jawab Sona.
"Berbicara mengenai CCG, Kaneki apa kau tau sesuatu mengingat kau dulu adalah Ghoul" Tanya Sona dan Kaneki yang ditanya seperti itu langsung terkejut.
"Memang benar apa yang Kaicho jelaskan, tapi yang kutahu adalah mereka menggunakan sebuah senjata bernama quinque yang dapat dimasukkan kealam koper seperti yang Kaicho katakana tadi" kata Kaneki menjelaskan sedikit yang ia tau dar CCG.
'Apa benar jika Naruto-kun adalah 'pembunuh' itu, seperti yang Sona katakan' batin Rias.
"Sona, biarkan aku saja yang menyelidiki Naruto-kun sendiri, aku ingin segera tau siapa Naruto-kun sebenarnya" kata Rias yang membuat semua yang ada terkejut terutama Kaneki yang sudah mengetahui siapa sebenarnya Naruto, akan berbahaya jika Rias menyelidikinya sendirian, melakukan kesalahan sedikit saja Rias bisa langsung terbunuh.
"Tapi Buchou, itu terlalu berbahaya, jika kau melakukan kesalahan sedikit saja kau bisa mati" kata Kaneki.
"Tak apa Kaneki-kun, aku akan berhati-hati, lagipula aku bisa menjaga diri" kata Rias.
"Tapi Rias apa kau yakin, jika Naruto tau kalau kau bukan manusia, kau bisa terbunuh" kata Sona.
"Aku yakin Sona dan aku akan baik-baik saja, karena aku yakin jika Naruto-kun bukanlah seorang pembunuh" kata Rias dengan penuh keyakinan.
"Baiklah jika itu maumu aku tak bisa memaksa, tapi sebaiknya kau tetap berhati-hati"
TBC
