- From Ohayou to Oyasumi -
By: Tsukiyomi Ayaka
.
.
.
Pairing: RinXLen (not incest)
Rate: T
Genre: Romance, Friendship, a bit Humor, Supernatural, Drama, Family + Action
.
.
.
Disclaimer
All Character in this fanfiction belongs to Yamaha Corporation, etc
.
.
.
Warning!
Typo berterbangan, cerita gaje, alur kecepetan, bahasa campur aduk, DLL
...
Note:
'Abc' = biasa
'Abc' = istilah asing
'Abc' = flashback
...
Aya: berhubungan dengan penyakit fanfic rush akut yang diderita Aya, Aya memutuskan untuk membuat project baru! Tapi belom di publish xixi~
Kay: ya.. Cukup basa-basinya!
Aya: tapi fic ini akan jadi prioritas Aya yang pertama.. Yep! Sekian!
Kay: kapan gue muncul?!
Aya: ohh ya Aya lupa! Di chapter ini bakal ada OC aya yaitu Kay and Zero! Yep! Sekian! Selamat membaca!
.
.
.
"Nee-chan!" Rin mendobrak pintu dapur cafe itu dan berteriak, lalu bengong
"Rin! Tolong! Ada banci!" Lenka loncat-loncat sambil nunjuk seseorang
"Heh? Ngapain ada banci berambut ungu di dapur cafe?" Tanya Rin
"Terong jejadian?!" Teriak Miku kaget
"Hey! Berani-beraninya kalian ngejek gue! Banci! Terong jejadian! Awas yah lu semua! Eyke bakal bales lu semua chiiin!" Lalu Gakupo pergi ke dalam portal gate
"What the?!" Teriak Mikuo
"Apaan itu?!" Tanya Mikuo
"Sulapnya hebat!" Kata Rin sambil tepuk tangan dengan muka polos, seketika semua orang di ruangan itu, selain Miku dan Dell, tentunya bertepuk tangan
"AHEM!" Terdengar suara dari balik pintu
"Ehh, pa Manager.." Kata Lenka
"Kenapa kamu teriak-teriak kayak gitu?" Tanya manager itu
"A-Ada banci pa" jawab Lenka
"Apa maksud kamu?! Ngatain saya banci?!" Kata manager itu
"Bukan pa! Tadi ada banci.." Kata Lenka dengan muka datar
"Sekarang banci nya mana?"
"Kok jadi ngomongin banci? Emang bapa banci? Pake bilang dia ngatain bapa banci?" Tanya Dell
"KAMU DIPECAT!" Teriak Manager itu
"Saya ga kerja disini pa! Apa salah saya?!" Kata Dell
"Salah... AHEM! LENKA! SAYA KAMU PECAT!" Teriak manager itu
"Heh?!" Teriak semua orang di ruangan itu
"Ehh! Salah! Dasar udah tua! AHEM! Lenka! Kamu saya pecat!"
"What?! Tapi pa! Nanti saya makan pake apa?! Saya ga bisa makan masakan rumah!" Kata Lenka
"Ga ada tapi-tapi an! Pergi!" Teriak manager itu
"Dasar! Manager ga bener! Masa cuman gara-gara masalah kecil kayak gitu Lenka dipecat?" Kata Dell
"Berani kamu?!" Kata manager itu
"Kakek-kakek keras kepala!"
"Anak kecil! Yang suka ikut campur urusan orang!"
"Kakek-kakek lawan anak kecil?"
"Diam Kau!"
"Dell! Berenti!" Teriak Lenka
"Ayo kita semua pergi dari sini.." Kata Dell, lalu Dell menggengam tangan Lenka dan menuntunnya keluar dan lari dari cafe gaje itu
"Dell!" Teriak Len, lalu mereka lari nyusul Dell sama Lenka
.
.
.
"Dell! Lepasin!" Teriak Lenka
"Ngga! Kita harus lari! Si terong jejadian pasti ngincar lu!" Kata Dell sambil terus berlari dan menarik tangan Lenka
"Hah?! Banci tadi?" Tanya Lenka (Gakupo: gue bukan banci!)
"Iya! Ayo cepat!" Kata Dell
"Buat apa dia ngejar gue?!" Tanya Lenka
"Pasti lu ada hubungannya sama Lui!" Jawab Dell
"Lui?"
"Udah cepet! Jangan banyak tanya! Ayo lari!" Kata Dell
"Itu mereka! Segel tempat ini!" Terdengar suara teriakan seorang cowo
"Shadow! I command you! Seal this place!" Terdengar suara teriakan cewe, dengan sekejap, arena disekitar Dell dan Lenka tertutup oleh sebuah pelindung yang sangat besar
"Hai! Dell!" Teriak cewe itu, lalu cewe itu memeluk Dell dari belakang
"Kay? Zero?" Kata Dell
"Heh?! Jangan deket-deket adik gue!" Teriak cowo yang namanya Zero itu #plakkk
"Waa! Dell-kun tambah ganteng!" Teriak Kay
"Kay! Target kita itu, cewe aneh itu! Kata Gakupo dia deket sama Lui! Dia pasti tau informasi tentang Lui! Pokoknya kita harus nangkep cewe itu!" Tegur Zero
"Bukannya nyabut nyawanya? Katanya Ritsu kita disuruh nyabut nyawa Akane Lenka?!" Tanya Kay
"Heeh?!" Lenka Kaget
"Iya, mereka ini Shinigami..." Kata Dell
"Jadi, gue bakal mati sekarang?" Tanya Lenka, Lenka menangis
"Lenka..." Kata Dell. Lenka berjalan maju ke arah Zero dan Kay
"Jika kalian ingin mengambil nyawaku, ambil saja.. Aku yakin, aku akan bahagia bersama Rinto-nii di atas sana.. Lagian cape tiap hari nungguin SMS dari Rinto-nii yang entah kapan datangnya.. (#plakkk)" Kata Lenka
"Tidak! Tak akan ku biarkan kalian mengambil nyawa Lenka!" Dell berlari lalu mengangkat tangan kananya
"Destroyer Scythe!" Lalu tiba-tiba muncul Scythe di tangan kanannya, lalu meloncat dan menggendong Lenka
"Destroy!" Dell menghentakan Scythe nya ke tanah, Tiba-tiba tanah disekitar Kay dan Zero ambruk
"Akkkhhh!" Teriakan Kay, bisa terdengar di telinga Lenka dan Dell, Kay dan Zero pun hilang ditelan bumi #plakkk
"Lenka? Lu ga apa-apa?" Tanya Dell
"Apa itu?!" Tanya Lenka kaget
"Oops.. Baiklah! Mari kita keluarkan jurus andalan Dell untuk menghapus ingatan!" Kata Dell.
"SSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSsssssssssssssss sssssssseEddddoooottttt WC!" Teriak Dell #gubraaakkk!
"What?" Lenka cengo
"Salah! Baka! Udah lama ngga ngucapin mantra!" Gumam Dell
"The power of Darkness! I command you! ERASE!" Dell mengucapkan mantranya, Lenka pun pingsan
"Beres! Dasar baka! Lawan gue! Udah tau gue devil tingkat tinggi alias DTT (what?) Ganteng dan super unyu! Ga tau apa? Gue udah level 152?! Emang lu kira gue ga hebat? Lupa ya? Dulu gue kaan devil paling hebat kedua setelah bakaito dan terong jejadian!" Dell ngoceh sendiri
"Ehh, buat apa mereka ngejar Lenka ya? Tadi katanya... Gakupo nyuruh mereka buat nangkep Lenka? Gue harus ngomong ke baKaito!" Dell ngoceh sendiri lagi, sambil jalan tapi tiba-tiba
DUGGG!
Ia menabrak segel yang dibuat Kay.
"Baka!" Dell mengusap-usap kepalanya yang kejeduk segel Kay
"Oke, tadi dia make shadow... Gampang!" Dell ngoceh
"Shadow! I command you! Destroy the seal!" Dengan segera segel itu terbuka dan,
DUGGG!
"BAKA!" Teriak Miku setelah memukul kepala Dell
"Sakit Miku!" Teriak Dell
"Baka! Baka! Baka! Kalo tadi kamu kenapa-napa gimana? Kenapa ga ngajak aku! Baka!" Kata Miku sambil nendang-nendang kaki Dell
"Emang lu masih peduli?" Tanya Dell
"Baka!" Teriak Miku, lalu ia pergi begitu saja
"Kalian darimana? Kenapa Lenka pingsan?!" Tanya Len
"Ohh, tadi, cuman lari.. Lenka kepeleset kulit pisang terus jatoh.." Jawab Dell
JEDEEERRR!
"Lebih baik kita pulang sekarang.." Kata Len
"Oke! Gue bakal gendong Lenka sampe rumahnya.." Keluh Dell
"Heh?! Ngapain lu gendong gue?! Turunin! Kenapa gue ada disini?!" Teriak Lenka
"GUE PUSING! AKKKHHH!" Teriak Lenka
.
.
.
"Oyasumi Rin!" Teriak Len sambil melambaikan tangannya ke arah Rin yang ada di balkon kamarnya
"Oyasumi senpai!" Balas Rin sambil melambaikan tangannya. Rembulan terlihat bersinar terang malam ini, ohh rupanya bulan purnama
"Heh?!" Len terkejut saat melihat sesuatu dari belakang tubuh Rin. Bentuknya seperti sayap berwarna putih yang besar, tapi cuma sebelah.
"Rin emang malaikat.." Gumam Len
"Cantik banget.." Len ngoceh sendiri, lalu ia pulang ke rumahnya
.
.
.
"Anak-anak! Saya putuskan! Drama yang akan kita mainkan adalah snow white!" Kata Luka-Sensei
"Pemilihan perannya akan ditentukan secara undian! Mengerti? Rock!" Kata Luka-sensei, murid-murid pun pada sweat drop semua
"Sekarang, satu-persatu jalan ke depan dan ngambil kertas dari dalem box ini, isi dari kertas inilah peran yang akan kamu mainkan.. Dan jangan dibuka dulu, buka waktu saya suruh" Jelas Luka-sensei. Semua murid pun maju satu-persatu ke depan kelas untuk mengambil kertas itu
"Duh! Semoga gue dapet pangeran, terus putrinya Miku.." Kata Mikuo
"No! Gue harus jadi pangeran! Miku jadi putri!" Kata Dell
"Oke anak-anak! Buka kertasnya sekarang!" Teriak Luka-sensei
"Buat apa lagi buat undian kayak gini?" Tanya Len, lalu perlahan ia membuka gulungan kertas itu terlihat huruf pertamanya 'S', len pun melanjutkan pekerjaanya membuka kertas itu #plakk satu-satu huruf pun mulai terbuka
snow white
"WHAT?!" Teriak Len kaget, ternyata dia jadi snow white (Aya: makasih buat KagamineKen.. Karena sarannya bikin drama snow white, aya jadi punya ide buat bikin Len menderita! Bwahahaha! #digetokMasa)
"Gue jadi Kurcaci!" Teriak Dell
"Jadi ibu tiri snow white.." Keluh Mikuo
"P-Pangeran?!" Miku kaget
"WHAT?!" Teriak mereka berempat kaget
"Sensei! Saya ga bisa terima! Masa saya jadi cewe?!" Tanya Mikuo
"Tidak boleh ada yang diganti!" Tegur Luka-sensei
"Kita akan latihan mulai besok, setiap pulang sekolah, Jadi persiapkan diri kalian.." Kata Luka-sensei
"Dahell! Gue jadi Kurcaci!" Teriak Dell
"Udahlah Dell..." Kata Mikuo
"Ohh yah, pentasnya 15 hari lagi.. Jadi siap-siap ya!" Kata Luka-sensei
"Siap sensei!" Teriak semua murid kecuali empat orang yang Nista tadi #plakkk
"Oke, sekarang buka buku halaman 63!" Perintah Luka-sensei. Mau tau Rin lagi ngapain? Karena jarang ke kelas Rin, sekarang Ayaka bakal nyeritain keadaan kelas Rin! #plakkk
.
.
.
"Rin! Kita kebagian lagu Kokoro!" Teriak seorang cowo
"Ohh! Yess! Kita harus berusaha supaya duetnya lancar Nero!" Kata Rin
"Ehh kamu nyanyi banyak lagu Rin.. Pertama Kokoro, kedua proof of life, ketiga Melt duet sama Kagamine Len?" Kata Nero
"Yeeyy! Senpai!"
"Tapi kenapa?!" Nero kaget
"Karena, Kagamine Len suaranya bagus.." Kata seseorang dari belakang Nero
"K-Kiyoteru-sensei.." Nero makin kaget, terus jantungan dan mati #plakkk #digetokmasa
"Lho! Kenapa ga aku?!" Tanya Nero, ternyata ia bangkit dari kubur #plakkk
"Karena, kamu mati.." Jawab Kiyoteru-sensei dengan muka mistisnya #plakkk
"APA?! SAYA MATI?!" Teriak Nero
"Gaa laah!" Kata Kiyoteru
"Saya boong.." Lanjutnya
"Untunglah saya masih hidup.." Kata Nero
"Maksudnya boong bilang yang Gaa laahnya..." Kata Kiyoteru
"JADI! SAYA SUDAH MATI?!" Tanya Nero sambil teriak histeris
"Kembali lah kau ke kubur!" Kata Rin
"Key that hides the power of the dark, show your true form before me. I, Rin, command you under our contract. Release!" #plakkk #salahFandom
"Ehh! Ralat! A lonely soul, back to your world!" Rin mengucapkan mantra
"Oke, balik lagi, AHEM!" Kata Kiyoteru
"Jadi, aku nyanyi 3 kali? Yeay!" Kata Rin
"Iya, kamu nyanyi 3 kali, udah dulu ya, saya mau pergi.." Kata Kiyoteru
RIIINNgggg!
"Tuh, udah bell pulang, sanah pulang!" Kata Kiyoteru (baca: ngusir) menyuruh mereka pulang
.
.
.
"Senpai!" Teriak Rin sambil memeluk Len dari belakang
"Rin!" Len melepaskan pelukan Rin lalu menghadap ke arah Rin
"Naaaaannnniiiii?" Tanya Rin
"Aku.. Nanti.. Kita.. Pergi.. Ehh! Kemana pita yang biasa kamu pake?!" Tanya Len
"Ehh, pitanya jatoh terus keinjek, jadi aku masukin ke tas.." Jelas Rin, padahal...
[FLASHBACK]
"Ehh! Pitanya bagus juga!" Kata Tei sambil mengambil pita yang ada di kepala Rin
"Gimana kalo rusak ya?" Tei menjatuhkan pita itu, kemudian Neru menginjaknya.
[FLASHBACK END]
"Ohh, yaudah nanti kita beli lagi ya?" Kata Len
"Ini saatnya, saatnya sudah tepat.. Maafkan aku.." Gumam seseorang dari belakang tembok
"Rin! Ayo! Kita harus latihan!" Teriak Nero
"Ehh, iya! Senpai aku latihan dulu ya! Ohh ya! Jangan lupa duetnya! Bye!" Rin lari menyusul Nero
"Woy! Len! Piket!" Kata Miku
"Ohh iya! Sorry lupa! Yang laen mana?" Tanya Len
"Kabur..." Jawab Miku
"Yaudah.." Len pun berjalan kedalam kelas lalu membersihkan kelas
"Cape ya?" Tanya Miku
"Ya.." Jawab Len
"Nih!" Miku memberi Len banana milkshake
"Yeey!" Teriak Len, lalu meminum milkshake itu
"Banyak masalah?" Tanya Len
"Iya, terlalu banyak masalah.." Jawab Miku
"Cerita, mungkin aku bisa ngasih saran.." Kata Len
"Hnn.. Cuman tentang Mikuo dan Dell.. Aku cape dikejar mereka berdua.." Kata Miku
"Wah! Kalau gitu harus cepet punya pacar! Heehee..." Kata Len
"Tapi mana ada ya cowo yang mau sama cewe galak dan tomboi kayak kamu.." Kata Len
"Hee?! Apa?!" Kata Miku
"A-Aku cuma bercanda!" Kata Len
"Shota.." Gumam Miku
"What?" Tanya Len
"Ngga.." Kata Miku, Miku berjalan ke arah jendela. Ia mendengar suara dari gedung Aula, ternyata Rin sedang berlatih menyanyi
...
'kanashī uta niwa shitaku nai yo
nē onegai ima kono toki dake wa
waratte itai yo... anata no yoko de
yasashī uta o utatte itai'
...
"Suara Rin bagus ya.." Kata Miku
"Banget, kayak suara malaikat.." Kata Len
"Lalalaaa.. Lalalala.. Lalalaalaaa.." Miku menyanyi mengikuti nada lagu Rin
"Suara kamu juga bagus.." Kata Len
"Masa? Arigatou.." Kata Miku
"Mau?" Len menyodorkan sekaleng minuman soda
"Soda rasa apa?" Tanya Miku
"Negi.." Jawab Len (reader: hah?!)
"Boleh.." Miku mengambil kaleng itu, dan benar saja, sodanya rasa Negi (?)
"Langit sore ini... Indah yah?" Kata Len
"Emang udah sore gitu? Hello?! Masih siang Len!" Kata Miku
"Shuut! Merusak suasana!" Kata Len
"Heh?! Ayo pel kelasnya! Mana kain pel nya?" Kata Miku
"Ini.." Len ngasih Miku kain pel terus Miku mulai ngepel, sedangkan Len, ngedengerin suara Rin dari jendela
"Woy Len bantuin!" Miku berdiri lalu berjalan ke arah Len
"Len! Ayo! Waa!" Miku terpeleset, ia menabrak Len yang lagi nemplok dijendela, terus alhasil mereka berdua jatuh dari jendela
"Akkkkhhh!" Miku berteriak
"Woy! 5 lantai lagi kita mati!" Len memulai countdown nya
DUGG!
"Baka! Kita mau mati!" Miku memukul kepala Len
"4 lantai lagi!" Len melanjutkan countdownnya
"Akkkhhh!" Teriak Miku
"3 Lantai lagi!"
"Akkhh!" Miku teriak lagi
"2 lantai lagi!"
"OHH NOOOOOOO!"
"1 lantai lagi!" Teriak Len, lalu tiba-tiba ia merubah posisinya dan,
"Len? Apakah kita udah mati?" Tanya Miku
"Kok permukaanya ga kayak tanah, anget-anget gitu..." Kata Miku, Miku pun membuka matanya
"Kita ga mati kok.." Jawab Len, dia lagi ngegendong Miku
"A.. Arigatou.." Kata Miku, mukanya merah, lalu ia turun dari gendongan Len
"Ehh, aku pulang ya.. Mau pulang bareng?" Tanya Len
"B-Boleh..." Kata Miku, mereka pun pulang berdua
'Tidak! Aku tidak bisa.. Aku tidak akan melukai sahabatku! Aku harus hentikan semua ini! Tapi.. Aku.. Aku.. Len?' Pikir Miku
"Len, ng... Aku ada urusan.. Jadi kamu pulang sendiri ya?" Kata Miku
"Ehh, iya.." Len pun melanjutkan perjalannannya, sedangkan Miku pergi entah kemana
"Aneh.. Perasaan ini aneh.. Apa aku suka sama Len? Tapi Len.. Len manusia.." Kata Miku sambil berjalan ke arah gedung Aula
.
.
.
"Senpai! Ohayou!" Kata Rin sambil melambaikan tangannya dari atas balkon kamarnya
"Rin.. Hari ini mau temenin aku ga?" Tanya Len dari bawah
"Hee? Kemana?"
"Aku mau jalan-jalan.."
"Oke!" Kata Rin dengan semangat 46
"Jam 10 di taman!" Teriak Len
"Oke!"
"3 jam lagi!" Teriak Len
"Oke!"
"Yeay! Hari Sabtu ini semua harus berjalan dengan lancar!" Len ngoceh sendiri sambil nyengir nyengir ga jelas
"Hmm.. Kaos orange.. Atau kuning ya?" Len ngoceh lagi
"Ehh, tumben gue bangun pagi... Yaudah lah.." Len ngoceh lagi kayak orang gila *digetokLen*
.
.
.
"Ohayou senpai!" Kata Rin sambil memeluk Len dari belakang seperti biasanya
"Rin kawaii~" kata Len. Len memakai sweater orange ber hoodie, celana jeans tiga perempat dan Headphone kesukaanya, ia juga memakai sepatu berwarna putih orange dan tas ransel berwarna putih. Sedangkan Rin memakai baju berlengan panjang berwarna orange dengan celana jeans pendek dan sepatu berwarna putih orange putih dan kaos kaku berwarna sama seperti jeansnya dan tas ransel berwarna biru jeans. (Aya: dua baju ini aya dapet dari gambar yang aya temuin di internet.. Yaa yang make juga Rin sama Len.. Pokonya kawaii! XD)
"Heh? Kok bisa matching gini?" Tanya Rin
"Iya ya?" Kata Len
"Yaudah, ayo ikut aku!" Kata Len
"Kemana?" Tanya Rin
"Nih!" Len memberi Rin sepatu Roda berwarna orange yang ia keluarkan dari tas ranselnya.
"Waaa!" Kata Rin, lalu Rin memakai sepatu roda itu, sedangkan sepatunya disimpan di tasnya.
"Senpai pake apa?" Tanya Rin
"Skate board.." Kata Len sambil megang skate boardnya (note: Len lagi ngunyah permen karet) #plakkk
"Ayo pergi!" Len mulai menaiki skate boardnya, tapi
"Senpai! Tunggu!"
BRUUKKK!
Rin terjatuh dengan posisi nungging, sungguh ga elit banget
"Rin?! Kamu gapapa?!" Len langsung lari ke arah Rin
"A.. Aku ga bisa naek sepatu roda.." Kata Rin
"He? Kenapa ga ngomong daritadi?" Tanya Len
"Teehee~"
"Yaudah.. Skate board bisa?" Tanya Len
"Ngga..." Jawab Rin
"Yaudah, sini.." Len memakai sepatu Roda yang rin pakai, lalu
"Sini... Biar aku gendong.." Kata Len
"Hee?!"
"Iya... Udah sini!" Len menggendong Rin, ya gendong belakang
"Let's go!" Kata Rin
'Kenapa senpai beda banget ya hari ini?' Tanya Rin dalam hati
.
.
.
"Heeee?! Ke Mall?! Kenapa senpai ga bilang!" Kata Rin kaget
"Hehehe.." Tawa Len sambil nyengir
"Mau kemana?" Tanya Rin
"Pertama-tama, kita main game!" Kata Len, sambil menarik tangan Rin ke Game Center
"Senpai!" Kata Rin setelah melewati sebuah game yang ngambil-ngambil boneka, entahlah, aya lupa namanya apa
"Apa? Rin yang kawaii~" kata Len
"Aku mau boneka itu!" Rin menunjuk sebuah boneka panda
"Oke! Len akan mendapatkannya!" Kata Len
First try!
"Ya sedikit lagi senpai!" Teriak Rin, tapi tiba-tiba bonekanya jatuh.
Second Try!
"Bukan yang itu senpai!" Teriak Rin
"Ihh, susah! Udah keburu keambil!" Kata Len, ehh tapi boneka itu juga jatoh
(2 Jam kemudian)
Seventy ninth Try!
"Senpai... Ganbatte!" Kata Rin loyo
"Iya.. Ganbatte!" Len juga loyo, ga ada harapan lagi buat dia
"Yes! Keangkat!" Kata Rin
"Masuk! Yeaaaaaaayyy!" Mereka berdua berteriak, lalu berpelukan sambil loncat-loncat
"Ehh, gomen! Refleks!" Kata Len
"I-iya, a-aku juga.." Muka Rin merah
"Ambil bonekanya!" Kata Len, rin pun mengambil bonekanya tapi mesin itu tiba-tiba berkata
...
"Mohon maaf, anda kurang beruntung. Mesin rusak, bukan rusak tapi mesinnya udah cape, lagian mesinnya lagi makan. Terimakasih."
...
"WHAT?!" Teriak mereka berdua
DUGG!
Len menendang mesin itu
"Mesin ga berguna!" Len memaki-maki mesin itu, lalu mesin itu mengeluarkan suara
...
"Woy, sakit! Udah dibilangin, mesin lagi makan! Istirahat! Cape!"
...
DUGGG! PRANGG!
"Heh?!" Rin kaget, ternyata Len menendang mesin itu begitu kuat, sampai-sampai pintu nya kebuka, pintu?!
"Heh?!" Rin kaget karena tiba-tiba keluar seorang makhluk serba kuning dari mesin itu
"Woy! Udah dibilangin mesin cape! Gue mau makan!"
"L-Lenka?!" Len kaget
"Kalian?!" Lenka juga kaget
"Ohh no! We have to go! Bye!" Len menarik tangan Rin lagi dan berlari, tapi kali ini ke cafe
"Makan dulu ya, laper heehee!" Kata Len
"Ha'I!" Jawab Rin
"Hallo selamat datang di cafe yang bekerja dengan kekuatan supermegaultra cepat! Rasa makanan di sini pun enak karena memakai kekuatan 10 tangan! HAHAHAHA!" Kata pelayan itu gaje
"Heh?! Berasa kenal ya?" Kata Len
"Familiar.." Kata Rin dengan tampang serius
"Bila kita telusuri! Kata-katanya sama dengan pelayan di cafe di taman hiburan, suaranya pun sama!" Kata Mikuo dengan gaya ala detective, ya dan sekarang dia ga mau dijejerin sama shinchi, karena tau pasti kalah, maka ia jejerin dirinya dengan Dora the explorer yang bergaya ala detective.
"wiper jangan mencuri! wiper jangan mencuri"
"wiper? Emang yang buat ngelap kaca mobil?" Kata Mikuo ngoceh sendiri
Tapi..
BUAT APA MIKUO ADA DISINI?!
"Mikuo?! Ngapain lu disini?!" Tanya Len kaget
"Ehh, kenapa gue ada disini ya?" Tanya Mikuo
"Baka! Kita lagi mata-matain Rin sama Len kaya waktu pas di taman baka!" Kata Miku
"Mba boleh pinjem negi raksasa?" Kata Miku pada pelayan yang gaje itu
"Mana ada negi raksasa di cafe baka!" Kata Len
"Ada kok! Karena cafe kami adalah cafe dengan kekuatan supermegaultra cepat! Rasa makanan di sini pun enak karena memakai kekuatan 10 tangan! HAHAHAHA!" Kata pelayan itu *semua pada sweat drop*
"Satu pukulan harganya 100 Vc (aya: mata uang vocaland ceritanya)" lanjut pelayan itu
"Baiklah! 100 pukulan!" Kata Miku, aura darknya keluar
"APA?!" Teriak Mikuo, sedangkan Miku mulai mengayunkan Negi raksasanya daan,
"Hhhiiiiiyyyaaaaaaaa!"
"STOOOPPPP!" Kata Mikuo, DAAANN!
"Kenapa?!" Tanya Miku, DAANN!
"Kenapa ga sekalian 1000 pukulan aja?" Tanya Mikuo, DAANN!
"Woy ini bukan acara sepak bola!" Kata Miku (ayaka: baiklah, aya lagi OOC)
"Aku ga punya uang! Cuma ada 100.000! Nanti abis!" Kata Miku
"Nih, aku pinjemin" Mikuo ngasih Miku uang sebanyak 500.000 Vc (Aya: ceritanya mata uang vocaland #plakkk)
"OKE!" Kata Miku
"1000 Pukulan!" Kata Miku sambil evil smirk
"HIiiiiiyyyyaaaaaaa!" DAAANN!
DUGGG!
"Akkkkhhhh!" GOAAALL! Miku HOMERUN! Mikuo mental 5 meter! #plakkk
"Tunggu! Baru pukulan pertama!" Teriak Miku sambil lari ke arah Mikuo. Rin dan Len pun sweat drop
"Lebih baik kita duduk..." Kata Len
"Yaaa!" Kata Rin dengan semangat
"Mau pesan apa?" Tanya pelayan itu
"Ada menu spesial?" Tanya Len
"Spaghetti super duper big! Ada challenge nya! Kalau berhasil menghabiskan spaghetti itu dalam 10 menit, bakal dapat hadiah berupa boneka panda. Yang makan boleh berapapun asal jangan melebihi 2 orang (plakkk)" kata pelayan itu
"Boneka panda? Aku mau itu! Satu!" Kata Len
"Mari kita berjuang Rin!" Kata Len
"Senpai... Ya!" Kata Rin
"Ini dia!" Kata pelayan itu
"Heh? Cepet banget.." Tanya Rin
"Kar.." Belum selesai pelayan itu ngomong
"Stop! Jangan dilanjutin! Lanjutannya pasti karena Kami bekerja dengan kekuatan supermegaultra cepat! Rasa makanan di sini pun enak karena memakai kekuatan 10 tangan! HAHAHAHA!" Kata Len sengan meniru gaya pelayan itu. Rin dan pelayan gaje itu pun sweat drop
"Udah cepet mulai! Jangan sweatdrop terus! Nanti keringetnya abis lho!" Kata Len
"Oke! 3! 2! 1! START!"
(9 menit 50 detik kemudian)
"Nyam.. Syatyu yagyi! Syemangyat!" (Satu lagi! Semangat!) Kata Len, Len pun mengambil spaghetti itu dengan garpu lalu menghisapnya (?) Dan!
10
9
8
7
6
5
4
3
2
CUP!
Len dan Rin ternyata ga sengaja makan spaghetti yang sama, terus ya taulah, KISU!
"Oke! Kalian menang!" Kata pelayan itu
"Ini hadiahnya!" Pelayan itu langsung ngasih boneka panda nya terus pergi. Sedangkan Rin dan Len masih kisu.
"Senpai! Gomen!" Kata Rin
"Aku.. Aku juga.. Tapi Rin, sebenernya.. Aku suka sama kamu.. Mau ga kamu jadi pacar aku?" Len nembak Rin, dan Rin mati... Ehh! Maksudnya nembak ya.. Gitu deh..
"Senpai.. Aku.. Aku.." Tapi tiba-tiba Rin kepikiran sesuatu mau tau pikirannya? #plakkk
...
[FLASHBACK]
"Rin! Sini! Ini! Ini! Kelincinya kabur kesini!" Teriak Nero
"Ehh! Ada satu yang kabur kesana! Ntar ya! Aku mau nangkep yang itu!" Kata Rin, lalu Rin berlari untuk mengejar kelinci itu
"Nah! Ketangkep!" Kata Rin sambil ngeliatin kelinci yang ada di balik semak-semak itu, terus dia tangkep.
"Jangan kabur lagi ya..." Rin ngoceh
"Ehh, itu kan Miku-chan.." Gumam Rin, Rin ingin berjalan ke arah Miku, tapi ia kaget ketika mendengar perkataan Miku,
"Aneh.. Perasaan ini aneh.. Apa aku suka sama Len? Tapi Len.. Len manusia.." Kata Miku sambil berjalan ke arah gedung Aula
"Senpai..." Gumam Rin
[FLASH BACK END]
...
"Senpai..." Kata Rin
"Jadi? Apa jawabannya?" Tanya Len
"Gomen ne.. Aku.." Kata Rin, ya belom selesai juga sih tapi Len udah motong,
"Jadi.. Aku ditolak ya?" Kata Len sambil nampangin tampang pasrah sambil senyum boongan
"Gomen ne.. Gomen ne!" Rin berlari keluar dari cafe itu sambil menangis
"Rin? Rin!" Len berlari untuk mengejar Rin, lalu balik lagi buat ngambil boneka panda
"Baka!" Teriak seorang cewe
"Heehee.." Kata Len sambil nyengir terus balik lagi lari buat ngejar Rin
.
.
.
"Aku.. Ditolak.." Gumam Len di dalam kamarnya
"Aku ditolak.." Gumam Len lagi sambil tersenyum
"Tapi... Itu ga apa-apa.. Bukan itu.. Yang ngebuat aku perih sekarang.. Rin.. Rin nangis karena aku.." Gumam Len
"Rin.. Rin nangis karena aku.. Apakah aku cowo yang jahat?" Kata Len
Clek!
"Rin.." Setetes air mata turun dari matanya. Kagamine Len menangis?
"Ga! Aku ga boleh nangis!" Gumam Len
.
.
.
"Gomen ne! Senpai! Gomen!" Tangis Rin di dalam kamarnya, disebelah tempat tidurnya sambil duduk
"Baka! Baka! Baka!" Teriak Rin
"Gomen.. Gomen ne.. Senpai.." Kata Rin sambil nangis
"Aku emang baka!" Rin menjedor-jedorkan kepalanya ke pinggiran kasurnya yang keras
CLEK!
Beberapa tetes darah mengalir dari kepala Rin.
"Baka!" Teriak Rin sambil terus menjedor-jedor kan kepalanya
"Gomen ne.. Senpai.." Tangis Rin, tapi tiba-tiba ia merasa seseorang memeluknya
"Aku ga apa-apa kok Rin.." Kata Len
"Senpai..."
"Aku.. Ga a.."
"Mmpphh.." Rin mencium Len
JEDEERR! *sfx petir
.
.
.
"Jadi, tugasku mengumpulkan air mata Rin sudah selesai.. Tinggal air mata dari Len 2 tetes lagi, Kaito 1 tetes lagi... Tapi apa gunanya.."
Clek!
"Apakah air mataku ini ada artinya buat Len?"
.
.
.
T.B.C
Aya: makasih udah baca! Aya update nih! 3 kali seminggu lho! Lagi fanfic rush! XD
BALES REVIEW
akanemori: aya lagi fanfic rush! Makannya update cepet! Iya si putri terong beralih profesi! XD #plakkk
vermiehans: Kaito memang super Baka! *digetokKaito* #plakkk
.10: kalo sehari update 2 chapter nanti mata aya bisa rusak dong! XD
Mitoshi Koro: SNN! Shingeki No Nasu! Nasunya jadi Titan! Lenka jadi female titan! Terus Len nya jadi Titan Shifting! Terus ngebunuh Lenka! Bwahahaha! XD #plakkk
Kuro Rei-chan: oke! XD
KagamineKen: Dramanya jadi snow white! Aya mau bikin Len nista! Bwahaha! #plakkk
Hikari Kengo: waa? Otouto Kengo-san nama ficnya apa? Aya mau baca! XD
Last Vampire 937: itu udah mainstream! #plakkk
Aya mau bilang banyak terimakasih buat para reviewers! Dan yang ngefav and follow juga!
Zero: jadi kita mati gitu?
Kay: cuman muncul bentar?!
Aya: iya! Karena Aya cuman butuh dikit!
Zero: What?! *nyiapin senjata*
Kay: ahem! Ahem! *siap-siap nyanyi*
Aya: ohh no! *lari-lari sambil nutup telinga*
Kay and Zero: aya! *ngejar Aya*
Aya: *mati karena di serang Zero dan denger lagu kematian Kay* tunggu kelanjutan nya ya!
Kay: ngapain lu hidup lagi?!
Aya: kan aya di afterlife school! Di Angel beats! #plakkk
