Tittle : New Year New Wish

Author : JH92

Cast :

- Park Chanyeol

- Kim Jongdae (Girl)

- Another EXO's member

Genre : Romance,GS(For uke),Humor


Happy Reading

.

.

.

.

.

.

"Ehem... Sepertinya kita harus pulang" ujar Jongdae

"Mian noona, bisa aku meminjam adikmu yang satu ini? Aku ada urusan dengannya" ujar Sehun

"Oh, tentu saja. Sepertinya dia butuh waktu untuk refreshing, ajak saja dia" jawab Jongdae sambil tersenyum

"Eonnie!" pekik Jongin

"Jeongmal? Gomawoyo noona" ujar Sehun sambil menarik tangan Jongin pergi entah kemana

Jongdae hanya tersenyum memandangi punggung pasangan muda itu menjauh

"Jadi, kau yang akan membayar semua ini?" suara bass seseorang membuat Jongdae mengalihkan pandangannya ke belakang

Nafas Jongdae tercekat saat melihat figure lelaki yang sangat ia kenal

Seorang namja dengan tinggi yang bisa dibilang melebihi rata-rata,kemeja putihnya yang tertutupi apron berwarna merah panjang hingga ke lutut. Lengan kemejanya ia gulung hingga siku, membuatnya terlihat lebih sempurna

"Chanyeol?" ujar Jongdae

"Jadi kau akan membayar semua ini?" tanya Chanyeol

"Bukankah Minseok eonnie sudah membayar ini semua?" tanya Jongdae balik

"Tapi, semua pelayan perlu tips untuk semua ini" jawab Chanyeol

"Aku lupa membawa dompetku" ujar Jongdae polos

"Kau tetap harus membayar tips untukku" ujar Chanyeol

"Tapi aku tidak membawa uang" jawab Jongdae

"Baiklah, tunggu disini"

Chanyeol kembali masuk ke dalam dan meninggalkan Jongdae yang masih tidak mengerti ulah Chanyeol. Mereka teman, hanya teman. Teman satu tingkatan tapi beda kelas, tapi tak jarang jika namja tinggi itu selalu datang ke kelas Jongdae dan menariknya ke ruang musik hanya untuk menyanyikan satu lagu untuknya

Chanyeol kembali dengan senyum mengembang, apron merahnya sudah berganti dengan sweater berwarna putih susu

"Apa?" tanya Jongdae

"Ayo kita pergi, aku akan membelikanmu apapun yang kau inginkan" jawab Chanyeol

"Hah? Bukankah tadi kau memaksaku untuk memberikan tips padamu, kenapa sekarang kau mengajakku jalan-jalan?" tanya Jongdae

"Apa aku pernah meminta tips padamu?" tanya Chanyeol balik

Jongdae mendengus dan menutup kedua matanya dengan satu tangan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya,'Dia korslet lagi' batinnya

"Ayo" ajak Chanyeol

"Tapi aku masih harus menjaga belanjaan ini sampai mereka kembali" ujar Jongdae

"Titipkan pada bosku, kau bisa mengambilnya kapan-kapan" jawab Chanyeol

"Bosmu?" tanya Jongdae

"Bosku, ayahku" jawab Chanyeol

"Ayahmu?" tanya Jongdae

"Kibum hyung! Aku titip belanjaan yeojachinguku sebentar, aku akan mengambilnya jika dia sudah menjadi istriku!" teriak Chanyeol

"Mwo?Ya! Aku bukan yeojaching–"

Ucapan Jongdae terputus karena Chanyeol membekap mulutnya, seorang namja ber nametag Kibum itu menghampiri Chanyeol dan Jongdae

"Ada apa Chanyeol-ah?" tanya Kibum

"Aku titip belanjaan itu pada hyung ne? Aku akan berkencan dengan yeojaku hari ini" jawab Chanyeol

"Baiklah, selamat bersenang-senang" ujar Kibum sembari mengambil beberapa kantung belanja yang berada di tempat duduk Jongdae tadi

Chanyeol segera menculik Jongdae dan membawanya keluar untuk berjalan-jalan keliling Myeongdong. Posisinya masih sama, Jongdae berada dalam pelukan Chanyeol yang membekap mulutnya, pasokan oksigen Jongdae yang berkurang membuat Chanyeol meringis kesakitan dan mengibaskan tangan kanannya yang digigit Jongdae

"Kau ingin aku mati konyol?" protes Jongdae

"Hehe, Mian" ujar Chanyeol sambil memamerkan deretan gigi putihnya

"Ish..." desis Jongdae

"Oh ya, sedang apa kau disini?" tanya Chanyeol

"Menemani Jongin dan Minseok eonnie berbelanja" jawab Jongdae

"Kau sendiri? Tidak?" tanya Chanyeol

"Aku tak pernah keluar rumah kecuali sekolah dan les tambahan dari Jung songsaenim" jawab Jongdae

"Kau benar-benar anak rumahan" cibir Chanyeol

"Memangnya kenapa?" tanya Jongdae

"Aku tak akan tahan jika harus berdiam diri di rumah sepertimu" jawab Chanyeol

"Itu karena kakimu tidak pernah bisa diam" ujar Jongdae

"Kakiku bisa diam, lihatlah"

Chanyeol berhenti dan berdiri tegap layaknya orang baris-berbaris di tengah keramaian Myeongdong

"Ya ya, aku percaya. Sekarang, berhentilah bersikap konyol" ujar Jongdae sambil memutar bola matanya

"Tidak, aku akan diam seperti ini selama satu menit" jawab Chanyeol

"Ayolah...ini di Myeongdong, jangan bertingkah aneh" ujar Jongdae

"Aku tidak bertingkah aneh, aku hanya menunjukkan apa yang menurutku benar" jawab Chanyeol

"Kau sedang tidak connect sekarang. Aku akan mengajakmu membeli ice cream, kau mau?" tawar Jongdae

"Kau yang bayar?" tanya Chanyeol

"Tentu saja kau, kau bilang kau akan membelikan apapun yang aku mau" jawab Jongdae

"Aish, baiklah"

.

.

.

.

.

Jongdae POV

Kemarin eomma masih bisa berteriak padaku, tapi sekarang... eomma terbaring lemah di sebuah kamar di rumah sakit. Coba saja kalau kemarin aku menolak ajakan mereka, mungkin tidak akan seperti ini jadinya. Ini salahku

"Menyalahkan diri lagi?"

Suara itu sudah sering ku dengar. Aku menatap namja tadi sebentar lalu tersenyum, setelah itu pandanganku kembali pada eomma. Dia Chanyeol, namja yang selalu ke kelasku dan menarikku ke ruang musik untuk bernyanyi. Dan sejak kemarin, ia terus menemaniku di rumah sakit ini menjaga eomma. Jika kalian bertanya dimana Jongin dan Minseok eonnie, mereka sedang bersekolah. Aku menyuruh mereka untuk tetap masuk sekolah sementara aku yang menjaga eomma.

Sekali lagi, aku membuat eomma terluka. Aku masih ingat persis saat dimana eomma terluka karena kepergian appa, dan itu salahku

Flashback

Saat itu aku dan keluargaku sedang dalam perjalanan piknik, dan eomma sedang mengandung adik kecilku yang baru berumur 2 bulan di dalam perut beliau. Aku masih sibuk bermain bersama Minseok eonnie dan Jongin di jok belakang. Aku merasa bosan dengan permainan batu-kertas-gunting yang dari tadi kami mainkan. Akhirnya aku memutuskan untuk sedikit mengintip perut rata eomma yang sedikit menggembung dan berusaha menciumnya

"Hati-hati Dae-ie, kau bisa jatuh"

"Aku tidak akan jatuh eomma. Apa yang dilakukan adikku disitu?"

"Dia menendang-nendang sayang, sepertinya dia tidak sabar ingin memeluk kakaknya yang cantik ini"

Aku terkekeh kecil mendengar jawaban eomma, aku berusaha untuk lebih mencondongkan badanku ke depan namun sayangnya aku terjungkal ke depan dan membuat kendali mobil terdorong dan mobil kami melaju cepat

Aku tidak tahu apa yang terjadi, yang aku tahu saat aku bangun aku melihat appa yang bersimbah darah dan eomma yang mengeluarkan banyak darah dari kakinya, aku mengedarkan pandanganku dan melihat Minseok eonnie dan Jongin tertidur di sofa

BRAK!

"Jongdae-ya, kau tak apa?"

Aku hanya tersenyum kecil menanggapi pertanyaan bibi Lee

"Apa yang terjadi?" tanyaku

"Appa..."

"Appa kenapa?" tanyaku cepat

"Appa dan adik kecilmu meninggal sayang" jawab bibi Lee

"Mwo? Meninggal?" tanyaku

Aku menunduk dalam dan mencoba menahan tangisku, ini semua salahku. Coba saja kalau aku tetap diam di belakang dan bermain dengan Jongin dan Minseok eonnie, semuanya tidak akan terjadi. Bibi Lee memelukku sambil mengusap punggungku

Flashback Off

Dan sejak saat itu eomma membenciku,bahkan eomma seringkali hampir membunuhku

"Kau melamun?" tepukan Chanyeol di pundakku membuatku kembali ke alam sadar

"Tidak, aku tidak melamun" jawabku sambil tersenyum

"Bernyanyilah"

"Nde?"

"Kau bisa bernyanyi untuk meluapkan emosimu, bermainlah dengan nada di otakmu, aku yakin kau akan lebih tenang" jawabnya

"Haruskah?" tanyaku

"Ayolah, aku juga ingin mendengar suaramu" jawab Chanyeol sambil beraegyo

Ya Tuhan...kenapa dia begitu lucu?

"Aku akan bermain untukmu"

"Cepatlah, aku ingin mendengarnya"

#NP: Taeyeon – Closer

Jongdae POV end

Chanyeol POV

Suara indahnya mulai terdengar, aku sangat menyukai ketika ia bernyanyi. Suaranya benar-benar membuatku tenang. Aku sangat beruntung bisa berteman dengannya, walaupun aku ingin lebih dari sekedar teman, sifatnya sangat sabar dalam menghadapiku yang kadang not responding. Dia juga sangat baik, eyesmilenya bisa membuat semua orang akan jatuh cinta padanya saat juga sabar jika dicaci maki oleh ibunya sendiri, sampai bagian reff aku terpaku. Dia benar-benar membutuhkan kasih sayang seorang ibu,terlihat jelas dari raut wajahnya yang tiba-tiba sedih dan menatap nanar pada ibunya. Dia sedang berusaha menahan air matanya agar tak jatuh, aku merasakan tangan sedikit bergerak, itu artinya dia mendengar Jongdae

Deo gakkai (Lebih dekat)

Deo ttaseuhi (Lebih hangat)

Anajullaeyo(Maukah kau memelukku?)

Sampai lirik terakhir, ia menutup matanya rapat-rapat. Dan sungai kecil mulai mengalir dari sudut matanya, aku bangkit dan langsung memeluknya. Aku masih mendengar gumamannya yang terus berkata 'Mianhae eomma'. Aku sedikit tersentak saat melihat mata sedikit terbuka dan terdapat bekas air mata yang mengalir di pipinya,namun ia mengisyaratkan padaku untuk tetap bungkam

"Chanyeol-ah..."

Oke, bidadariku sudah memanggilku

"Ne?" tanyaku

"Aku ingin kau membantuku" jawabnya

"Membantu apa?" tanyaku lagi

Ia membisikkan sesuatu di telingaku dan sukses membuat mataku terbelalak. Aku menatapnya seolah berkata kau-yakin? Dan Jongdae hanya mengangguk. Aku hanya menghela nafas pasrah dan ikut mengangguk, ia tersenyum cerah dan memelukku. Ku rasa ini hari terakhirku melihat mata coklatnya itu, dan besok mungkin sudah berganti dengan biru keabu-abuan

"Kalau begitu, aku keluar dulu ne? Tolong jaga eomma untukku" ujarnya lalu menghilang di balik pintu

Kau terlalu baik Dae-ie

Chanyeol POV end

Author POV

Sementara itu, di sebuah ruangan yang redup. Beberapa orang berbadan besar sedang menikmati kegiatan mereka masing-masing sampai salah satu handphone berbunyi dan membuat mereka menghentikan aktifitasnya ketika tahu ID Callernya

"Ada yang bisa kami bantu Bos?" tanya salah satu orang berbadan kekar itu

"..."

"Seseorang yang bagaimana Bos?" tanya lelaki berbadan kekar namun agak pendek

"..."

"Baiklah, akan kami usahakan"

"..."

"Iya, Bos. Kami mengerti"

"..."

Setelah telepon ditutup, pria-pria itu segera berjalan keluar meninggalkan tempat mereka tadi untuk menjalankan misi yang diperintahkan oleh bos mereka

In Hospital

"Kau yakin dia yang mengirimu pesan?" tanya Minseok

"Tentu saja, tapi Jongdae eonnie bilang dia harus mengambil partitur di rumah Jung songsaenim" jawab Jongin

"Syukurlah eomma bisa mendapat donor mata secepatnya" ujar Minseok

Jongin hanya tersenyum pada eonnie tertuanya itu

Mereka berdua sedang ada di rumah sakit sekarang, tepatnya di depan ruang operasi. Setelah pengumuman pulang sekolah lebih awal, mereka segera bergegas menuju rumah sakit. Awalnya mereka akan berangkat bersama Sehun dan Luhan. Namun, Luhan ada urusan mendadak, sedangkan Sehun ijin berganti baju setelah itu menyusul mereka

1 jam kemudian...

Minseok terus berjalan mondar-mandir di depan ruang operasi, sedangkan Jongin duduk sambil sesekali menggigit bibir bawahnya atau memilin ujung bajunya dengan Sehun yang mengelus punggungnya dan sesekali tersenyum manis pada Jongin. 30 menit kemudian, dokter keluar dari ruang operasi

"Uisa-nim, bagaimana operasinya?" tanya Minseok

"Operasinya berhasil, keduanya selamat" jawab uisa sambil tersenyum

"Dua?" tanya Jongin keheranan

"Ne. Ny. Kim dan Nn. Kim" jawab uisa

"Nn. Kim? Jongdae?" tanya Minseok

"Ne" jawab uisa

Mata Minseok dan Jongin membulat seketika

"E-eonnie?" tanya Jongin

"Dia berbohong pada kita" ujar Minseok

"Bisakah mereka ditempatkan dalam satu ruangan?" pinta Minseok

"Baiklah, kami akan memindahkan mereka dalam satu ruangan" jawab uisa lalu kembali masuk ke dalam ruang operasi

"Aku benar-benar tak habis pikir, kenapa dia mendonorkan matanya padahal dia masih sekolah. Jongdae pabo" cerca Minseok

"Kita bisa tanyakan itu saat dia sadar, yang penting bukankah ahjumma sudah bisa melihat?" tanya Sehun

"Tapi, tidak dengan Jongdae" jawab Minseok

"Aku akan pulang" ujar Jongin lalu pergi

"Jongin-ah! Ya! Jongin-ah!" panggil Minseok

"Buntuti dia, aku takut terjadi sesuatu padanya" ujar Minseok pada Sehun

Sehun mengangguk dan segera menyusul Jongin

"Noona!" Minseok menoleh ke arah dibelakangnya dan tersenyum kecut

"Maafkan aku noona tapi dia bilang dia ingin menebus kesalahannya" ujar Chanyeol

"Sekali bodoh tetap bodoh, dia benar-benar keras kepala" jawab Minseok

"Sekali lagi aku minta maaf noona" ujar Chanyeol

"Kau tidak salah, aku akan memarahinya nanti" jawab Minseok

.

.

.

.

"Eungh..."

Lenguhan Jongdae berhasil membuat Chanyeol dan Minseok bergegas menghampirinya

"Chennie-ah, kau tak apa?" tanya Minseok

Jongdae tersenyum pada eonnienya dan menggerak-gerakan tangannya di udara, Minseok memegang tangannya dan menggenggamnya erat

"Bodoh" ujar Minseok

"Aku tahu itu" jawab Jongdae, senyuman tak lepas dari wajahnya

"Dimana mata coklatmu?" tanya Minseok

"Eomma" jawab Jongdae

"Kenapa kau melakukannya?" tanya Minseok lagi

"Menebus kesalahanku" jawab Jongdae

"Dan mengorbankan sekolahmu?" tanya Minseok lagi

"Ada Chanyeol yang akan mengajariku" jawab Jongdae

"Kau senang?" tanya Minseok

"Sangat, dan aku harap eomma tidak membenciku lagi" jawab Jongdae

"Kalau eomma masih membencimu?" tanya Minseok lagi

"Aku akan merasa paling tidak berguna" jawab Jongdae

Minseok memeluk adiknya itu dan mulai menangis di bahu adiknya

"Sudahlah eonnie, eonnie tidak perlu sedih" ujar Jongdae

"Tapi, kau.."

"Sst... tak apa eonnie, asal eomma tidak melewatkan satu pun keindahan di dunia ini" jawab Jongdae

"Mau berjalan-jalan di sekitar sini?" tawar Chanyeol

"Channie? Itukah kau?" tanya Jongdae sambil menggoyang-goyangkan tangan kirinya, karena tangan kanannya ia gunakan untuk menggenggam erat tangan kakaknya

Dengan sigap Chanyeol menangkapnya dan juga menggenggamnya erat

"Ya, aku disini" jawab Chanyeol

Jongdae tersenyum semakin lebar, dan membuat matanya berbentuk bulan sabit. Meskipun matanya masih tertutup kapas, namun Chanyeol tahu bahwa mata indah itu tengah membentuk bulan sabit

"Eomma dan Jongin kemana?" tanya Jongdae

"Jongin bersama dengan Sehun, dan eomma tepat di sebelah kananmu" jawab Minseok

Jongdae sedikit menolehkan kepalanya ke kanan dan mengayunkan tangannya di udara

"Kau mau menemani eomma?" tanya Minseok

Jongdae mengangguk

"Tapi sebelumnya kapasmu harus dibuka dulu, biar aku panggil uisa" ujar Minseok

"Eonnie" Jongdae menahan pergelangan tangan Minseok yang hendak pergi memanggil uisa

"Eonnie tetap disini saja, aku takut" ujarnya

"Bukankah masih ada Chanyeol?" tanya Minseok

"Aku tidak mau dimakan raksasa, dia kan raksasa" jawab Jongdae

"Ya! Aku manusia" protes Chanyeol

"Kenapa otakmu jadi error? Kurasa aku telah salah jika menitipkanmu pada Dobi ini" ujar Minseok

"Jangan salahkan aku, aku tidak mencuci otaknya" jawab Chanyeol

"Hehe, aku hanya bercanda" ujar Jongdae sambil melepas genggamannya pada tangan Minseok

"Kau ini" ujar Minseok gemas lalu mengacak rambut panjang Jongdae

"Noona pergilah, aku akan menjaga Jongdae dan eomonim disini" ujar Chanyeol

"Baiklah, tapi jika kau macam-macam, jangan harap kau bisa melihat Jongdae lagi" ancam Minseok

"Aku tidak akan macam-macam dengan calon " jawab Chanyeol

Minseok tersenyum kecil lalu pergi untuk memanggil uisa

" ? Siapa? Ibuku?" tanya Jongdae

"Tentu saja kau jagiya" jawab Chanyeol sambil mengusap pipi Jongdae

BLUSH

Rona merah yang menjalari pipi Jongdae tidak bisa diajak kompromi, satu-satunya cara untuk menyembunyikannya adalah menunduk

"Hei hei, kenapa menunduk?" tanya Chanyeol

"Mataku kelilipan" jawab Jongdae

"Matamu tertutup kapas" ujar Chanyeol ber-sweat drop ria -_-

"Oh hehe, aku lupa" jawab Jongdae

"Mulai hari ini, kau sudah resmi menjadi milikku. Dan pengikatnya adalah cincin yang melingkar di jari manis kananmu" ujar Chanyeol

"Mwo? Jangan bilang kalau–"

"Kau tunanganku" potong Chanyeol

"Oh..."

"Kau tak senang?" tanya Chanyeol

"Lalu aku harus bagaimana? Lagipula kau tetap saja Dobi menyebalkan yang bertingkah sok imut dan selalu merengek padaku" jawab Jongdae

"Kau masih memanggilku Dobi?" tanya Chanyeol

"Kalau iya, kenapa?" tanya Jongdae

"Tapi tadi kau memanggilku Channie" ujar Chanyeol

"Benarkah? Aku bahkan tak tahu" jawab Jongdae

Drrrt...drrrt...

"Tetap disini dan jangan kemana-mana" perintah Chanyeol lalu melangkah 5 kali untuk mengangkat telepon

"Ya?"

"..."

"Bagus, kita bisa menggunakannya lusa"

"..."

Chanyeol kembali ke tempatnya di sebelah kanan ranjang Jongdae

"Dari siapa?" tanya Jongdae

"Bukan siapa-siapa" jawab Chanyeol

Tak lama kemudian, Minseok datang bersama uisa dan suster. Minseok segera menuju ranjang Jongdae dan menarik Chanyeol untuk sedikit menjauh

"Kita akan melihat mata biru abu-abunya sebentar lagi" bisik Minseok

"Sudahlah noona, aku yakin dia pasti bisa hidup tanpa hazelnya itu" jawab Chanyeol

"Kau mau mencarikan donor mata untuknya kan? Aku ingin matanya segera kembali dan kita bisa berangkat sekolah bersama" pinta Minseok

"Kenapa harus aku?" tanya Chanyeol

"Kau tidak mau dia bisa melihat huh?" tanya Minseok dengan nada sedikit tinggi

"Tidak, karena aku yakin dia bisa menjerit melihat wajah tampanku" jawab Chanyeol

"Cih...bahkan Jongdae mengataimu raksasa" cibir Minseok

"Raksasa tampan maksudnya" jawab Chanyeol

"Kondisinya sudah membaik, kita bisa membuka kapasnya sekarang" ujar uisa

"Baiklah uisa" jawab Minseok sambil berjalan mendekati ranjang adiknya

CEKLEK

"Eonnideul..."

"Jongin-ah... kaukah itu?" tanya Jongdae

"Ne eonnie, ini Jongin" jawab Jongin sambil menghampiri ranjang Jongdae dengan Sehun di belakangnya

"Kau darimana?" tanya Minseok

"Hampir diculik oleh para preman" jawab Sehun

PLETAK!

"Aww...appo" ringis Jongin

"Lain kali jangan kabur lagi" ujar Minseok

"Jongin-ah...kau tak apa?" tanya Jongdae sambil menggerakkan tangannya di udara

"Aku tak apa eonnie" jawab Jongin sambil tersenyum

"Baguslah kalau begitu" ujar Jongdae

Uisa segera melepaskan kapas yang menutupi mata Jongdae secara perlahan. Minseok,Jongin, Chanyeol, dan Sehun hanya tersenyum miris saat kapas di mata kanan Jongdae terbuka. Uisa melanjutkan untuk membuka kapas yang ada di mata kiri Jongdae, matanya masih tertutup

"Sekarang, buka matamu perlahan" ujar uisa

Jongdae perlahan membuka matanya,dan terlihatlah dua buah permata berwarna biru ke abu-abuan di matanya

"Gelap" lirih Jongdae

"Kau akan terbiasa dengan itu nanti" ujar uisa

"Aku ingin jalan-jalan boleh uisa?" tanya Jongdae

"Tentu saja" jawab uisa

Chanyeol dengan cepat berjalan ke ranjang Jongdae dan menggapai tangan Jongdae, menuntunnya turun dari ranjang

"Aku yang akan menemanimu" ujar Chanyeol

"Gomawo" ucap Jongdae

"Kondisinya pulih dengan cepat, dia yeoja yang kuat. Dan untuk , mungkin sebentar lagi beliau sadar" ujar uisa

"Gamsahabnida uisa" ujar Minseok lalu membungkuk

"Baiklah, kalau begitu saya permisi" pamit uisa

Setelah uisa dan suster pergi, ruangan itu hanya diisi keheningan. Jongdae sedang menikmati makanannya di sofa bersama Jongin

"Apa makanannya enak?" tanya Jongin

"Tentu saja, aku jadi merindukan rumah" jawab Jongdae

"Eonnie akan pulang sebentar lagi, kita hanya harus menunggu eomma" ujar Jongin sambil mengarahkan sesendok bubur ke mulut Jongdae

Jongdae membuka mulutnya dan Jongin menyuapinya

"Aku yakin setelah ini kau akan dapat tugas tambahan karena membolos" ujar Minseok

"Setidaknya aku bisa minta tolong dobi idiot itu membantuku" jawab Jongdae

"Ya! Aku tidak idiot" protes Chanyeol

"Kau memang idiot, tapi aku sayang padamu" ujar Jongdae

Jongin dan Minseok langsung menggoda saudaranya itu dengan senyum jahil yang terpampang di wajah mereka. Sedangkan Sehun hanya menepuk bahu Chanyeol dengan seringaian di wajahnya

"Jongdae noona terlalu jujur dan polos untuk namja dengan otak sedikit mesum sepertimu" bisik Sehun

"Aku tidak mesum bodoh, kau yang mesum" protes Chanyeol

"Jangan dianggap serius, aku hanya bercanda. Kuharap kau bisa membahagiakannya" ujar Sehun

"Pasti" jawab Chanyeol mantap

"Ini dimana?" tanya Jongdae

"Kalau kita di altar, kau mau apa?" tanya Chanyeol sambil menyeringai

Jongdae memukul pelan lengan Chanyeol,"Jangan bercanda, kita dimana?" tanya Jongdae lagi

"Sudah kubilang kita di altar" jawab Chanyeol

"Di altar tidak mungkin ada rumput, udara segar, dan suara burung yang berkicau" cibir Jongdae

Chanyeol terkekeh kecil,"Kita di taman rumah sakit" jawab Chanyeol

Chanyeol menuntun yeoja bertubuh kecil itu untuk duduk di bangku taman rumah sakit dan mengelus rambut panjangnya, sedangkan Jongdae hanya bersandar pada bahu namja jangkung itu

"Kau senang?" tanya Chanyeol

"Sangat" jawab Jongdae

"Kau akan mendapatkan hazelmu kembali" ujar Chanyeol

"Maksudmu?" tanya Jongdae

"Aniyo" jawab Chanyeol

"Pasti di depanku sekarang banyak burung yang sedang berterbangan, apa aku benar?" tanya Jongdae

"Ya, sangat banyak" jawab Chanyeol

"Gwaenchana?" tanya Jongdae

Chanyeol mengernyitkan dahinya,"Huh?"

"Apa kau tak apa? Aku sudah tidak bisa melihat lagi" ujar Jongdae

"Apa maksudmu?" tanya Chanyeol heran

"Aku sudah tidak bisa melihat lagi, apa kau tidak malu?" tanya Jongdae

"Sekalipun kau tidak bisa berjalan, aku tetap mencintaimu. You're my beautiful black pearl" jawab Chanyeol

"Dan kau pasti bisa melihat lagi"

Jongdae POV

Aku menjaga eomma malam ini, Minseok eonnie dan Jongin sudah pulang untuk sekolah besok. Oh ya, aku sudah berdamai dengan eomma sejak 2 hari yang lalu

"Kau tidak tidur?" tanya eomma

"Nanti saja, eomma tidurlah" jawabku

"Kau juga harus tidur, eomma tidak mau melihat kantung mata di matamu besok pagi"

Aku terkekeh kecil,"Tak akan eomma, tidurlah" ujarku

"Baiklah, saat eomma sudah tertidur. Kau juga harus tidur arra?"

Aku hanya mengangguk tanda mengerti

Aku meraba tempat tidur eomma untuk menaikkan selimut namun tangan eomma menggenggam tanganku dan meletakkannya di tempat semula

"Eomma bisa sendiri"

"ARGH!"

Aku merasakan sebuah benda menghantam punggungku hingga membuatku meringis kesakitan dan aku mendengar eomma berteriak sebelum semuanya beranjak sunyi

.

.

Aku terbangun karena mendengar suara dari beberapa orang, kepalaku rasanya sakit. Dan rasa sakit di punggungku sedikit berkurang

"Eungh..."

"Kau sudah bangun sayang?" BINGO! Suara ini...

"Dobi?" panggilku

"Aku disini, gwaenchana?"

"Ya"

"Dae-ie? Gwaenchana?" Eomma..

"Eomma?" panggilku

"Syukurlah kau tak apa sayang, eomma takut terjadi apa-apa padamu sayang"

"Tapi aku sudah selamat eomma" jawabku

"Sekarang, kami akan membuka perbanmu" Eh? Siapa lagi itu?

"Tunggu dulu uisa"

Uisa? Oh ya,aku ada di rumah sakit. Tapi, bukankah perbanku sudah dibuka?

"Channie apa yang terjadi?" tanyaku

"Kau aku culik untuk mengambil matamu"

"Mwo?"

"Mata birumu sudah tidak ada lagi sayang"

"Channie kau bercanda kan?" tanyaku takut

"Siapa bilang aku bercanda?"

"Eomma..."

"Itu tadi bukan eommamu sayang"

"Mwo?"

"Kenapa? Takut hmm?"

"DOBI IDIOT! Jangan membuatku takut!"

"Kenapa tidak memanggilku Channie lagi?"

Sebuah tangan melingkar sempurna di tengkukku dan menarik wajahku untuk mendekat, hembusan nafas si pelaku sudah terasa di depan wajahku, aku segera menutup rapat-rapat mataku, menunggu jika sesuatu buruk terjadi. Namun yang kurasakan hanyalah sebuah benda kenyal yang mampir di pipi kananku sebentar

"Buka matamu sayang"

Aku membuka mataku perlahan dan melihat Chanyeol sedang tersenyum jahil padaku. Tunggu, apa aku...

"AKU BISA MELIHAT?!"

"Haruskah kau berteriak?" tanya Chanyeol

"Aku tidak bermimpi kan?"

"Tentu saja"

Aku tersenyum lebar dan memeluk Dobi idiot di depanku ini dengan erat

"Apa hanya ada Chanyeol disini?"

Aku hanya terkekeh dan merentangkan tanganku pada Minseok eonnie,Jongin,dan Baekkie. Segera saja mereka berlari memelukku

"Maaf karena aku tidak berada di sampingmu saat itu" ujar Baekkie

"Gwaenchana Baekkie, aku tahu kau ada urusan dengan Zitao" jawabku

Baekkie hanya mencubitku pelan dan aku tertawa

H-1 New Year Party

"Ini akan menjadi berita besar" ujar Baekhyun

"Tentu saja" jawab Jongdae

"Oh ya, besok kau akan berangkat dengan Zitao?" tanya Jongdae

"Tidak, dia menungguku di sekolah. Wae?" tanya Baekhyun

"Aniya, aku hanya ingin berangkat bersamamu" jawab Jongdae

"Baiklah. Ah, itu mereka" ujar Baekhyung sambil menunjuk ke arah lapangan

2 yeoja itu segera berlari menghampiri gerombolan yeoja yang sedang bercengkerama

"EONNIEDEUL!"

Ketiga yeoja itu serentak menoleh dan melihat BaekDae sedang berlari ke arah mereka

"Chennie! Jangan berlari!" teriak Minseok

Namun terlambat, Jongdae sudah jatuh terlebih dulu. Minseok dan Jongin hanya geleng-geleng kepala melihat Jongdae yang dibantu berdiri oleh Baekhyun dan kembali berjalan menghampiri mereka

"Gwaenchanayo?" tanya Minseok dan Jongin bersamaan

"Ne" jawab Jongdae

"Jadi apa hasil penguntitan kalian?"tanya Yixing to the point

"Kyungsoo mencium Joonmyeon di ruang siaran" jawab Baekhyun

"Mwo?!"

"Ya! Jangan seperti itu, aku takut" ujar Baekhyun

"Uri Kyungie?"

"Annyeong" sapa Kyungsoo yang sudah ada di belakang Baekhyun

"Annyeong Kyung. Kau darimana?" tanya Yixing

"Dari ruang siaran menemui Joonmyeon" jawab Kyungsoo

"Apa yang kau lakukan dengannya di ruang siaran?"tanya Minseok

"Hanya memberinya pelajaran"jawab Kyungsoo

"Dengan ciuman huh?"tebak Minseok

5 yeoja itu tertawa lepas, sedangkan Kyungsoo hanya menunduk guna menyembunyikan wajah kepiting rebusnya

"Tapi kata-katanya tadi sangat manis,eonnie"sahut Jongin

"Yap,itu adalah kata-kata termanis kedua yang pernah aku dengar"jawab Jongdae

Kelima yeoja itu memandang Jongdae dengan dahi berkerut, dan sorot mata keheranan

"Ya,kedua"jawab Jongdae ditambah senyum manisnya

"Eonnie,kau bisa datang kerumah besok?"tanya Kyungsoo

2 hours before New Year Party..

Joonmyeon's house

Chanyeol POV

Dan disinilah aku, aku sedang berada di rumah Joonmyeon hyung. Dia bilang dia perlu bantuanku, memang bantuan apa yang diperlukan ketua OSIS super jenius itu? Menambah tinggi badan mungkin, dia kan pendek

*Suho : Heh, Yeol jangan sembarangan deh lu

Yeol : Salahin author noh, gua ngikutin skrip

Author : #ngibrit

(Oke, abaikan percakapan di atas)*

"Chanyeol-ah, kemarilah"

Aku berjalan ke kamarnya. Kesan pertama saat aku melihat kamarnya adalah, bosan. Kamarnya dipenuhi oleh buku, entah itu untuk pajangan atau memang dianya yang terlalu rajin, dan ada beberapa foto Kyungsoo noona di sebuah papan tulis kecil di dekat meja belajarnya

"Coba yang ini" ujar Joonmyeon sambil memberikan setelan jas berwarna putih padaku

Untuk apa jas ini? Aku hanya menurut dan melangkahkan kakinya ke kamar beberapa menit,aku keluar dari kamar mandi,Joonmyeon hyung memperhatikanku dari atas sampai bawah sambil mengusap dagunya

"Pakaian formal tak cocok untukmu,coba yang ini"ujar Joonmyeon sambil memberikan kemeja kotak-kotak berwarna merah dan celana jeans padaku

Aku menghela nafas panjang sebelum ia kembali masuk ke kamar mandi untuk berganti pakaian

Aku keluar dari kamar mandi dan berdiri tegap menghadap Joonmyeon hyung

"Kurasa itu cocok untukmu,tapi..."

Joonmyeon hyung berjalan mendekatiku dan menekuk lengan bajunya hingga siku dan merapikan poniku

"Begini sudah bagus,dan akan lebih bagus lagi dengan ini"ujar Joonmyeon sambil memasangkan topi berwarna hitam di kepalaku

"Perfect"

Aku hanya memandangi lengan baju yang ditekuk sambil merapikan topiku

KLIK!

"Ya! Hyung! Kenapa kau memotretku?"protesku

"Mian,tapi ini untuk survey hahaha"jawab Joonmyeon hyung lalu tertawa

"Kau tunggu diluar,aku akan berganti baju lalu kita akan menjemput seseorang"ujar Joonmyeon

Aku mengerutkan dahinya,"Seseorang?"

"Kau akan tahu nanti" jawab Joonmyeon hyung lalu tersenyum

Beberapa menit kemudian...

"Kau bisa memakai motorku"ujar Joonmyeon sambil melemparkan kunci motornya padaku

Aku menangkapnya dengan dahi berkerut –lagi–

"Aku akan memakai mobil,kau ikuti saja aku"jawab Joonmyeon hyung

Chanyeol POV end

Author POV

Dua namja tampan itu telah sampai di sebuah rumah yang cukup besar, Chanyeol melepas helmnya dan memandangi rumah itu dengan takjub

"Kau akan menjemput Dae-ie mu itu" ujar Joonmyeon

"Mwo? Kenapa kau tidak bilang? Aish..." ujar Chanyeol

"Kenapa kau yang uring-uringan?" tanya Joonmyeon

"Aku sudah berjanji menunggunya di sekolah" jawab Chanyeol

"Ah sudahlah" ujar Joonmyeon sambil menarik tangan Chanyeol masuk ke dalam

"Sejak kapan kalian disini?"tanya Joonmyeon

"30 menit yang lalu"jawab Luhan

"1 jam yang lalu"jawab Kris

"1 jam yang lalu? Apa yang kau lakukan?"tanya Chanyeol

"Yixing menyuruhku untuk menunggunya hingga selesai disini"jawab Kris

"Yixing? Memang dia siapamu?Bukankah dia musuhmu?"tanya Luhan

"Karena sebuah janji,aku harus melakukannya"jawab Kris

"Janji apa?"tanya Chanyeol penasaran

"Kau tak perlu tahu"jawab Kris

"Mereka lama se–"

Ucapan Joonmyeon berhenti saat tak sengaja ia melihat ke arah tangga rumah Kyungsoo,ia yang hendak menelepon kekasihnya itu segera memutuskan sambungan teleponnya. Ketiga namja itu mengikuti arah pandang Joonmyeon dan terpaku seketika. Jantung mereka berdetak lebih cepat dari mobil pembalap F1 biasanya melihat 6 orang bidadari yeoja yang berjalan menuruni tangga dengan anggunnya

Tanpa basa-basi, Chanyeol segera menarik Jongdae untuk segera melesat entah kemana. Yang jelas, ia memacu motornya dengan cepat

"Kau mau membuatku jantungan?" tanya Jongdae

"Tidak, kita akan merayakan tahu baru lebih awal hehe" jawab Chanyeol

"Ish..." desis Jongdae

"Kau cantik" ujar Chanyeol

"Ya aku tahu itu" jawab Jongdae

"Aku mencintaimu" ujar Chanyeol lagi

"Ya aku juga" jawab Jongdae

GREP

"Aku serius Dae-ie" ujar Chanyeol lembut

"Kau pikir aku tidak serius?" tanya Jongdae

"Dari nada bicaramu, tidak" jawab Chanyeol

Jongdae membalikkan tubuhnya yang masih berada dalam pelukan Chanyeol dan menatapnya dalam

"Apa?"

Jongdae sedikit berjinjit dan mencium bibir Chanyeol lembut. 5 detik kemudian, Jongdae melepaskan ciumannya dan tersenyum pada Chanyeol

"Percaya padaku?" tanya Jongdae

"Tentu" jawab Chanyeol sambil memeluk Jongdae erat

DUAR!

Dan akhirnya mereka berdua berpelukan di bawah langit yang dipenuhi oleh kembang api yang meledak di udara

'Aku akan menjagamu sampai nafas terakhirku'

FIN

.

.

.

.

.

Review Juseyo ^^

Author bener-bener ngejinkrak dalam hati gegara BaekTao,KrAy,sama SuDO. Momentnya keluar kemaren buahahaha... Yehet! Kurang BaekTao abis itu end. Keep waiting readers, author usahain update asap