Title: Destiny
Cast: All EXO Member
Pair: Official Pair
Summary: Takdir yang mempertemukan mereka kembali. Suatu takdir yang terulang kembali. EXO fic. KrisTao/TaoRis HunHan ChanBaek/BaekYeol SuLay ChenMin KaiDo
Disclaimer: Semua member EXO itu punya tuhan dan orangtua mereka. Tapi cerita ini berasal dari otak-ku.
-0-
"Tao. Mianhae,"
Kris menghampiri Tao dan langsung mengucapkan kata-kata di atas. Tao menatap Kris datar.
"Maaf? Maaf untuk apa?" tanya Tao sambil tetap memakan makanannya
"Maaf untuk.. segalanya. Maafkan aku telah mengatakan hal-hal tidak enak di bukit tadi,"
Tao mengalihkan pandangannya dari wajah Kris. Ia memfokuskan tatapannya pada TV yang berada di hadapannya.
"Aku sudah memaafkan gege kok,"
"Tapi…,"
"Sudahlah ge. Yang penting kan aku sudah memaafkan gege," kata Tao "Oh ya, gege tidak makan? D.O hyung sudah masak makanan enak,"
Kris terdiam. Ia hanya mengangguk lalu melangkah pelan menuju dapur. Ia lapar.
"Kris hyung!" panggil Baekhyun
"Apa?" balas Kris dingin
"Aish, kau ini dingin sekali pada Baekkie," protes Chanyeol sambil menatap Kris kesal
"Memang kenapa kalau aku dingin pada Baekhyun? Baekhyun saja sama sekali tidak masalah," kata Kris "Baekhyun, mana makanannya?"
"Makanan? Oh ya. Aku lupa hyung belum makan," kata Baekhyun "Sebentar ne? Aku ambilkan dulu,"
Baekhyun pergi dari hadapan Kris. Chanyeol mengikuti dari belakang. Akhir-akhir ini Chanyeol memang selalu mengikuti Baekhyun kemana pun Baekhyun pergi.
Kris menatap malas kearah Baekhyun dan Chanyeol. Entah kenapa ia tidak dapat tenang walaupun Tao sudah berkata sudah memaafkannya. Ia merasa, Tao masih marah padanya.
Apalagi tanpa sengaja, tadi Kris melihat Tao dan Kai asyik mengobrol di luar. Membuat dirinya cemburu saja. Kenapa Tao tidak bisa mengobrol sebebas itu dengannya?
"Kris hyung? Jangan melamun," kata-kata Baekhyun memecahkan lamunannya
"Siapa yang melamun?" tanya Kris sambil menerima makanan yang disodorkan oleh Baekhyun
"Tentu saja kau," jawab Baekhyun "Sudah cepat makannya, nanti keburu dingin,"
"Ne, aku mengerti," balas Kris
"Baekhyunnie~ Ayo temani aku ke kamar, aku ingin melanjutkan tidurku," pinta Chanyeol
"Mwo? Tidur lagi? Tidak! Tidak boleh, Yeollie~ Kan Tao sudah bilang, setelah semuanya sarapan, akan ada latihan lagi. Kemarin Channie kan belum latihan dengan benar. Kau terus saja bercanda denganku," kata Baekhyun
"Tapi aku mengantukk," keluh Chanyeol "Bisa tidak, absen latihan hari iniii, saja?"
"Tidak," Kris mengeluarkan suaranya "Pertempuran sudah akan datang, Chanyeol,"
Chanyeol langsung merubah wajahnya. Ia terlihat tidak senang.
"Baiklah, baiklah. Aku tidak akan tidur. Ayo Baekkie, kita bersiap di halaman belakang saja," ajak Chanyeol
"Ne, kajja,"
Chanyeol dan Baekhyun segera pergi dari hadapan Kris. Kris memakan makanannya dengan tenang. Sendirian. Tidak ada suara satupun di sekelilingnya. Kecuali suara TV yang Tao nyalakan.
"Kris hyung, tenang sekali makannya,"
Kris tersentak kaget ketika menyadari seseorang kini tengah duduk di sampingnya. Ia menatap tajam pada Kai, pelaku kejadian itu.
"Kau mengagetkanku!" kata Kris kesal "Bisa tidak sih, tidak selalu muncul disaat yang tidak terduga?"
"Tidak bisa," balas Kai sambil mencomot makanan Kris "Karena itu hobiku,"
Kris menatap Kai kesal. Ia sangat kesal pada namja satu ini. Kelakuannya menyebalkan, dan lagi, ia sangat dekat dengan Tao.
"Sudahlah. Makan saja makanan itu," kata Kris sambil beranjak dari duduknya "Aku sudah kenyang,"
"Jeongmal? Yey. Gomawo, hyung," kata Kai senang "Kau memang hyung yang paling baikkk,"
Kris tidak membalas ucapan Kai. Ia melangkahkan kakinya menuju tempat Tao berada.
"Tao, sudah selesai belum makannya?" tanya Kris
"Sudah," jawab Tao
"Mau latihan?"
"Ne, tapi tunggu yang lain selesai makan dulu," jawab Tao "Gege tidak makan?"
Kris menampakkan wajah kesalnya, "Aku tadi sudah makan, tapi baru makan beberapa sendok, Kai mengambil alih makananku!"
"Aku dengar hyung!" suara teriakkan Kai dari ruang makan terdengar
Kris dan Tao tidak mengidahkan itu. Tao menatap Kris.
"Jinjja? Gege kasihan sekali…," kata Tao "Aku ambilkan makanan lagi, ne?"
"Eumm, tidak usah. Aku sudah tidak terlalu lapar," kata Kris, berbohong, sebenarnya
"Jeongmal? Gege belum makan sedaritadi, jadi seharusnya gege lapar sekarang," kata Tao "Dan sebentar lagi kita latihan, gege harus menyiapkan banyak energi,"
"Baiklah, baiklah. Aku mau makan," kata Kris
"Baguslah. Aku ambilkan dulu, ne?"
Tao beranjak dari duduknya. Ia berjalan menuju dapur untuk mengambilkan makanan untuk Kris.
"Tao hyung, mau makan lagi?" tanya Kai heran
"Ani, ini untuk Kris-ge," kata Tao
"Ooh,"
"Ne,"
"Tao hyung lihat D.O hyung tidak?" tanya Kai
"D.O hyung? Tidak. Aku tidak melihatnya," jawab Tao "Tapi kalau tidak salah tadi dia bersama Suho hyung deh,"
Kai langsung terlihat malas begitu mendengar nama Suho. Kasihan sekali Suho. Ia tak salah apa-apa tapi Kai terlihat tidak suka dengannya.
"Sudah ya, Kai. Aku harus menyerahkan makanan ini untuk Kris-ge," kata Tao
"Ne hyung,"
Tao melangkah pergi meninggalkan Kai. Kai mengalihkan pandangannya menuju makanannya –yang sebetulnya punya Kris- dan mengaduk-aduk makanan itu tanpa memakannya sama sekali.
"Haish. Kenapa aku jadi kesal begini?"
-0-
Tao, Kris, Baekhyun, Chanyeol, Kai, D.O, Xiumin, Chen, dan Suho sudah berkumpul di halaman belakang. Seperti biasa, Tao memimpin di depan.
"Kris-ge, gege sudah bisa mengikuti latihan di tempat yang kekuatannya sudah aktif," kata Tao "Begitu juga dengan Chanyeol hyung,"
"Mwo? Andwae!" kedua tiang listrik itu langsung protes
"Ehh? Waeyo? Kukira kalian senang," tanya Tao heran
"Ka-Kami masih belum terlalu bisa," jelas Chanyeol "Jadi lebih baik kami ikut latihan di tempat yang kemarin saja,"
Kris menganggukan kepalanya tanda menyetujui perkataan Chanyeol. Tao menatap dua namja tiang listrik di hadapannya itu.
"Baiklah, Kris-ge dan Chanyeol hyung bisa ikut latihan di tempat yang kemarin. Tapi belajar bersama Suho hyung dulu, ne?"
"Ehh? Maksudmu apa?" tanya Suho
"Eumm, aku harus mengatur Chen-ge dan yang lain juga, hyung. Aku juga harus berlatih," kata Tao "Maka dari itu, aku memohon dengan sangat pada hyung, ambil alih tugasku dulu, ne?"
Suho menatap Tao yang wajahnya benar-benar memelas. Akhirnya, Suho mengangguki permintaan Tao itu.
"Baiklah, aku akan mengambil alih tugasmu, tapi hanya hari ini, ne?"
"Jinjja? Yeyy! Suho hyung baikk sekalii~"
Tanpa aba-aba, Tao memeluk Suho erat. Suho terlihat sangat kaget dan Kris terlihat kaget sekaligus cemburu.
"T-Tao, bisa t-tolong lepaskan? A-Aku tidak bisa ber.. nafas, hhh,"
"Ehh? Mianhae hyung!"
Tao langsung melepaskan pelukannya. Ia menatap Suho seolah meminta maaf.
"Ne, ne. Gwenchana, Tao-ah," kata Suho sambil mengacak-acak rambut Tao lembut
"Yak! Sudahi adegan kalian ituu!" Kris berteriak "Ayo cepat latihan,"
Chanyeol terkekeh melihat Kris. Ia tau, namja emotless itu sedang cemburu.
Emotless? Benarkah? Tapi sepertinya Kris bukan namja emotless lagi sejak bertemu dengan Tao. Ia lebih sering tersenyum. Yah, setidaknya lebih sering daripada saat hanya bersama Chanyeol.
Akhirnya semuanya berjalan menuju tempat masing-masing. Dengan berat hati Kris berjalan menjauhi Tao.
"Zi Tao,"
Tao tersentak. Tubuhnya membeku. Ia kaget ketika suatu suara memasuki fikirannya.
"Zi Tao… ada dua orang yang akan datang lagi…,"
"Du-Dua orang? Siapa?" tanpa sadar Tao menyahuti suara dalam fikirannya itu
"Dua orang pemilik kekuatan, kelompokmu, Zi Tao...,"
"Telepathy hyung dan Healer hyung?"
"Mungkin.. haha.. sebentar lagi, mereka akan tiba. Sambutlah mereka dengan sapaan hangat, Zi Tao,"
Suara itu menghilang. Benar-benar menghilang dari fikiran Tao.
GUBRAK
Suara keras itu terdengar dari dalam vila. Tao terkaget. Ia pulih dari lamunannya.
"Ja-Jangan ada yang beranjak dari tempatnya!" teriak Tao "Suho hyung, ikut aku!"
Tao berlari kedalam vila. Suho yang tidak tau apa-apa akhirnya mengikuti Tao.
"Uhuk, uhuk,"
Terdengar suara batuk dari ruang tamu. Tao membulatkan matanya ketika melihat dua namja yang terbalut abu terduduk di depan perapian.
"Luhan-ge! Lay-ge!"
Dua namja itu mengalihkan pandangannya kearah Tao. Mereka berdua membulatkan matanya.
"Kita benar-benar bertemu dengan Time Controller!" kata namja yang pertama, Luhan
"Nana tidak salah!" kata namja kedua, Lay
"Ke-Kenapa kalian berdua ada disini?" tanya Suho
"Kami, meminta Nana untuk mengirim kami kesini," jelas Luhan
"Kenapa gege meminta itu? Katanya gege tidak mau kesini?" tanya Tao polos
"Kami kesini untukmu, baby panda~" jelas Lay. Diam-diam ia melirik Suho melalui ekor matanya
"Jinjja? Aih, gege baik sekalii~"
"Haha, ne~"
"Ayo ge, kita ke halaman belakang, disana yang lain menunggu," ajak Tao
"Ne, ayo,"
Luhan dan Lay mengikuti langkah Tao. Suho berjalan paling belakang. Matanya tidak pernah lepas dari sosok Lay.
"Mwo? Lay!"
Xiumin langsung kaget ketika melihat Lay. Ia langsung berlari dan memeluk tubuh Lay erat.
"Kukira kau tidak akan pernah datang!" kata Xiumin
"Ehehe, mi-mianhae, g-ge," kata Lay
"Xiuminnie hyung, lepaskan pelukanmu. Lihat, Lay hyung sesak nafas," kata Chen
Xiumin langsung melepaskan pelukannya begitu mendengar kata-kata Chen. Ia tersenyum minta maaf (?) pada Lay.
"Luhan hyung," sapa Chen "Kau datang juga?"
"Ne. Aku berfikir, mungkin memang seharusnya aku datang," jawab Luhan sambil tersenyum
Ditengah reuni (?) tersebut, mereka tidak menyadari, bahwa seorang namja tengah memperhatikan mereka. Namja itu menunjukkan smirk-nya.
"Aku harus memberitahu Jinyoung tentang ini. Harus,"
-0-
Malam telah tiba. Suasana vila menjadi tambah ramai dengan kehadiran Luhan. Dan D.O menjadi terbantu untuk memasak dengan kehadiran Lay.
"Luhan-ge keren sekali~" puji Tao ketika melihat Luhan menyelesaikan rubik dalam waktu hanya satu menit
"Ini tidak ada apa-apanya, Tao-ah," balas Luhan "Oh ya, yang lain mana?"
"Yang lain mungkin kelelahan sehabis latihan, Luhan-ge," jawab Tao
"Jinja? Aku juga jadi lelah," keluh Luhan
"Kalau begitu, Luhan-ge istirahat saja," kata Tao "Luhan-ge menempati kamar bersama Lay-ge, ne? Di lantai 2,"
"Baiklah, pay pay, Tao. Sebaiknya kau istirahat juga,"
"Ne, ge,"
Luhan beranjak meninggalkan Tao. Ia berjalan menuju kamarnya di lantai 2.
Tao menghela nafasnya. Sekarang tidak ada suara sama sekali. Sudah malam sih. Tapi hampir setiap malam semuanya tidak pernah tidur. Mereka biasanya tidur siang atau sore hari.
"Kalau kesepian, bilang saja,"
Suara itu mengagetkan Tao. Tiba-tiba seorang namja duduk di sebelah Tao.
"Yak! Kris-ge! Mengagetkan ku saja!" protes Tao
"Hehe, mianhae," balas Kris
"Ne…,"
Suasana menjadi hening. Tidak ada yang mencoba untuk mengeluarkan suara.
"Tao," panggil Kris "Bisa tidak sih, tidak terlalu 'mesra' dengan orang lain selain aku?"
Kata-kata itu meluncur begitu saja dari bibir Kris. Kris sendiri kaget dengan ucapannya itu.
Tao menoleh kearah Kris. Ia memiringkan kepalanya bingung. Ia tidak mengerti apa maksud Kris.
"Memang aku ber'mesra'an dengan yang lain ya? Aku hanya mengobrol saja kok dengan mereka," balas Tao polos
"Hanya mengobrol biasa? Memang berpelukan dan mengacak-acak rambut itu mengobrol biasa? Ehh?"
Tao tersenyum. Ia mengerti sekarang. Kris sedang cemburu! Ya, Kris-ge nya yang dingin itu sedang cemburu. CEMBURU. C-E-M-B-U-R-U.
"Ge," Tao mengeluarkan suara "Tenang saja,"
"Bagaimana aku bisa tenang ka-,"
"Sedekat apapun aku dengan yang lain selain gege, aku tidak akan pernah menaruh hati sedikit pun pada mereka. Aku menyayangi mereka, tapi tidak seperti aku menyayangi gege. Aku menyukai, menyayangi, mencintai gege. Apakah itu cukup?"
Kris terdiam mendengar ucapan Tao. Pipinya memerah. 'Aish, kenapa sekarang aku jadi kelihatan seperti uke-nya?'
"Yakk! Sudah, aku mengertii," kata Kris
"Hehe, gege malu, ne?" tanya Tao
"Te-Tentu saja tidak! Untuk apa aku malu?" balas Kris
"Haha, gege tak pernah sukses berbohong dari dulu," kata Tao
"Ya-Yakk!"
Dan akhirnya, malam itu, dihabiskan oleh Kris dan Tao dengan mengobrol semalaman.
-0-
"Sehun!"
Sehun menoleh kearah namja yang memanggil dirinya. Gongchan. Sunbae-nya yang merupakan sahabatnya sejak kecil. Sahabat yang tidak pernah direstui oleh Nana.
"Gongchan hyung!" balas Sehun "Ada apa?"
"Klub Sepak Bola akan mengadakan acara menginap di vila milik Jinyoung hyung minggu depan," jelas Gongchan "Kuharap kau mau ikut,"
Sehun terlihat berfikir. Menginap di vila milik Jinyoung? Sepertinya menarik.
"Hmm, baiklah. Aku ikut," kata Sehun. Wajah Gongchan langsung cerah
"Baiklah, aku akan mengatakan hal ini pada Jinyoung hyung. Terimakasih telah menerima ajakanku, Sehun-ah!"
Gongchan langsung berlari meninggalkan Sehun. Saat badannya berbalik, tanpa diketahui Sehun, Gongchan memasang smirknya.
'Satu kekuatan sudah didapatkan, Jinyoung hyung,'
-TBC-
Yeyy part ini akhirnya selesai~ Gomawo buat semua yang udah review. Mian kalau ceritanya makin ga jelas u,u oh ya, udah ketahuan kan grup satu lagi apa? Iya, betul! B1A4, yeyy xD *dance*
Nah. Mungkin lanjutan dari FF ini akan membutuhkan waktu lama. Jadi mungkin untuk post chap selanjutnya akan membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Jadi, sabar ne?
Oh ya. Gomawo buat yang udah review chap kemarin. Gomawo juga yang udah menyempatkan waktu baca FF aku walaupun ga review. Gomawo.
Ini balesan review-nya:
tiikaaa: Haha kan bang naga jeles gitu gara-gara Tao terlalu ngebelain Sehun, haha. *dikejar-kejar bang naga gara-gara udah bocorin rahasianya* Haha kan ceritanya Tao itu dongsaeng yang paling disayang sama semuanya, jadi Luhan juga sayang banget sama baby panda-ku ituu *plakk *ditendangKris Iya aku masih sekolah, hehe :D HunHan ada ga di chap ini? Ada ya? Atau ga ada? Kayaknya sih gaada *plakk *apadeh Iya ini udah dipost :D Gomawo dah review yaa
devinatan98: Haha EXO sama Jo Twins juga bias akuu, yeyy sama *toss* aku dipanggil eonni? Haha. Iya ini udah lanjut. Mianhae kalo ga panjang *deepbow* Gomawo ne, udah review.
Ryu Chanhyun: Haha kkamjong itu emang bener-bener sungguh-sungguh. Dongsaeng yang baik *plakk nyebut? Haha. Dragon wars? Ne ini emang bukan dragon wars (?) Ne ini udah ada next chapnya :D Makasih ya buat reviewnyaa.
BabySuDo: Haha ne, akunya juga seneng :D Ada typos? Wah maaf. Maaf juga kalo di chap ini ada typos. Aku ga punya banyak waktu buat ngedit ceritanya u,u Hehe iya kan Tao emang sebenernya ga terlalu polos. Lagian dia juga disini kan dibuat sebagai perantara antara Halmeoni-nya dan anak EXO~ Jadi harus pinterr~ Reviewnya makasih yaa
Brigita Bukan Brigittiw: SuDo? Ngerebutin aku *plakk *dirajamKaiLay* Soalnya maksud Kai lebih jelas singkat dan padat (?) mungkin. Haha. Dia takut kali ga bisa ketemu aku lagi u,u *digamparLuhan* Mau ngintipin HunHan? Ikuutttt *plakk Nasib EXO? Insyaallah baik. Apalagi kalo authornya aku. Hahaha *galucu* Buat reviewnya, makasih yaa
sari2min: buat review chap 4 = Penasaran? Tunggu aja chap selanjutnyaa *plakk *ditendangReaders* Sehun? Yah pokoknya nanti insyaallah ada deh jawabannya~ buat review chap 5 = Haha ne~ Hehe iyaa, mereka udah inget masa lalu mereka~ HunHan? Belum.. Nanti ada waktunya kokk~ *apadeh Iya ini udah lanjut~ Makasih ya reviewnya
River21: Sehun? My Honey? Bolehlah boleh. Iya nanti HunHan bakal kumpul. Tapi 'nanti' (read: gatau kapan) *plakk Siebennya selain boyfriend? Di chap ini ketahuan kan? Ehehe. Emm mungkin sampe chap 10 belom kelar *lamamat* Mian kalau chap ini kurang panjang *deepbow* Makasih ya, udah review
hunhanaaa: review chap 3 = Iya kai cemburu soalnya suho deket-deket sama baby kyungie nyaa *plakk Sehun ga mau karena… *udahtaukan?* revew chap 5: itu udah ketemu kann? Review chap 5 = Hehe yeyy udah pada ketemuu~ *nariHistory* Jangan jitakk SehunLuhanLay milikkuu *plakk tuh 3 orang balik.. udah ada yang balik kann? Review chap 6 = Dua boyband favorit? Yeyy kita samaa~ Magnae-nya perang? Ntar ya kalo idenya ada *plakk Perang rebutan kamu? Bukan perang rebutan aku? *ditendang* Nama neneknya sama kayak kamu? Wah jodoh (?) Ne ini udah lanjut :D Mian kalo grup satunya bukan suju u,u Ne makasih yaa, udah review
rha0108: ne ini udah lanjut, makasih udah review :D
SaranghaeHunHan: Dia sebenernya mau ketemu sama Luhan, tapi, entahlah u,u *padahalyangbikincerita* Ne ini udah ada next chap nya, makasih buat reviewnya
vickykezia23: Ne ini udah ada next chapnyaa~ Gomawo reviewnya yap
kyungier: Bukannya Donghyun serem yaa? *plakk *digamparDonghyun* KaiSoo? Udah diselipin kan *dikirainapaanselipin?* Iya hunhan belum ketemuu u,u Ne makasih yaa :D Makasih juga udah review~
cutepanda: ne annyeonghaseyo~ Haha tau tuh si sehun ga jelass u,u KrisTao moment emang kurang banyak yaa? Kalo kurang puas ini udah ditambahin kokk :D Ne ini udah ada next chapnya. Thanks ya, buat reviewnya
