"Kau..."

"Siapa?" tanya Sakura bingung.

'Kenapa dia tahu panggilan itu? Panggilan yang sering Oka-san dan Outo-san gunakan untuk ku'

'Sebenarnya siapa orang ini?' batin Sakura bingung.

Sementara pria itu hanya tersenyum melihat wajah bingung Sakura.

'Kau sama sekali tidak berubah Cherry' batin pria itu sambil tersenyum lembut.

DISCLAMER

.

.

.

.

Naruto by Masashi Kishimoto

.

He is a Gril by Uchiha Lizzy

.

.

WARNING!

.

Typo bertebaran, OOC, Gaje, dan segala kekurangan & keburukan di dalam FF ini.

.

.

Bagi yang Tidak menyukai FF ini harap tekan tombol "BACK"

.

.

Happy Reading (\^0^/)

.

.

.

.

"Apa kau sudah selesai mengurus semuanya" ucap wanita bernama Uchiha Mikoto itu pada seseorang di seberang telepon sana.

"..."

"Bagus. Aku ingin semuanya berjalan dengan cepat"

"Kau tahu kan sebentar lagi gadis itu akan menjadi menantu keluarga Uchiha. Jadi menurutku untuk sementara ini kita harus menutupi status pernikahannya"

"..."

"Ah! Kau tenang saja aku tidak akan menyuruhnya berhenti sekolah. Hanya saja mulai saat ini aku akan memindahkannya ke sekolah normal bersama dengan Sasuke"

"Bukan lagi di sekolah khusus laki-laki atau pun perempuan"

"..."

"Untuk itu lah kau ku bayar. Karena di sekolahnya yang baru nanti status pernikahannya dan Sasuke akan di sembunyikan"

"Dan di sana dia akan di anggap sebagai anak adopsi keluarga Uchiha. Bagaimana menurut mu?" tanya Mikoto sambil tersenyum misterius.

"..."

"Baiklah akan ku tunggu" ucap Mikoto tenang.

Setelah selesai menelepon, Mikoto pun mematikan ponselnya.

'Bagus. Ku harap semuanya akan berjalan lancar' batin Mikoto senang.

Dan saat berjalan menyusuri jalan kecil dari paping block yang ada di KBHS itu. Tanpa sengaja ia melihat pria berhelaian merah semerah darah berwajah baby face yang menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.

"Kau!" ucap Mikoto dingin menghampiri pria itu.

Pria itu hanya tersenyum remeh memandang Mikoto.

"Lama tidak bertemu eh Nyonya Uchiha" ucap pria itu penuh penekanan di setiap katanya.

Mikoto pun memandang tidak suka pada pria itu.

"Apa yang membuat Nyonya Uchiha yang Terhormat datang jauh-jauh ke tempat ini eh?" tanya pria itu sok basa basi di depan Mikoto.

"Bukan urusan mu" jawab Mikoto dingin.

Pria itu pun tersenyum penuh arti mendengar jawaban dingin dari Mikoto.

"Ah! Apa kau tahu ada murid berwajah manis yang bersekolah di tempat ini eh?" tanya pria merah itu.

Sementara Mikoto hanya memutar bola matanya bosan mendengar ucapan tak penting pria itu.

"Bukankah itu hal yang wajar jika beberapa laki-laki yang ada di sekolah ini berwajah manis"

"Lagi pula... kau juga termasuk dalam kategori itu kan Bocah?" ucap Mikoto sambil memandang pria itu remeh.

Sementara pria itu hanya mendengus kesal mendengar ucapan Mikoto.

"Tchi! setidaknya aku ini terlihat seperti seorang pria asli dari pada pria manis itu"

"Bahkan tubuhnya pun terlihat kecil dan lembut seperti tubuh perempuan" ucap pria itu dengan seringai nakalnya.

"Kau—"

"Ah kau tenang saja Nyonya Uchiha, sayangnya aku tidak sampai melihat semuanya. Tapi, bagaimana pendapatmu kalau aku bersama gadis Emerald yang manis itu eh?" tanya pria itu santai.

Pupil mata Mikoto pun membesar mendengar ucapan pria itu.

'Jangan bilang kalau—'

"Kau tahu? Menurut ku tak ada salahnya untuk memulai kembali kehidupan ku yang sudah hancur ini dengan seorang gadis" ucap pria itu sambil menatap wajah Mikoto dingin.

"Sayangnya semua itu tidak ada urusannya dengan ku. Mau kau bersama dengan seorang pria atau pun gadis lain yang ada di dunia ini aku sama sekali tidak peduli" ucap Mikoto dengan gaya khas Uchiha-nya.

"Wah ternyata semua Uchiha itu memang memiliki sifat angkuh yang sangat menyebalkan" gumam pria itu datar sambil melirik sekilas ke arah Mikoto.

Mikoto pun hanya menganggap ucapan pria itu sebagai angin lalu yang tidak penting. Setelah itu Mikoto pun berjalan pergi melewati pria itu.

Namun... sebelum dia benar-benar pergi pria itu mengucapkan sesuatu yang membuat langkah Mikoto terhenti.

"Jika memang begitu. Akan ku pasti kan gadis itu menjadi milik ku" ucap pria itu dengan senyuman-nya yang terlihat begitu manis.

Namun sayang, di balik senyuman yang manis itu tersimpan begitu banyak kebusukan dan kelicikan milik pria itu. Ah! Dan juga perasaan sedih dan hancur yang selama ini selalu ia sembunyikan.

Mendengar ucapan dari pria itu membuat senyum remeh seketika menghiasi wajah wanita itu. Dan dengan santai ia berjalan mendekati pria itu dan tepat berdiri di hadapannya.

"Kau tahu? Gadis itu tidak akan sudi bersama iblis berwajah malaikat seperti mu!" ucap Mikoto dingin. Setelah itu, Mikoto pun membalikkan tubuhnya dan berjalan pergi meninggalkan tempat itu.

Sementara pria itu hanya menatap Punggung Mikoto yang perlahan mulai menjauh dengan tatapan yang sulit di artikan.

'Bahkan iblis seperti ku pun bisa merasakan perasaan hangat dan ingin melindungi saat bersama gadis itu'

'Apa menurut mu aku ini benar-benar iblis eh Nyonya Uchiha?' batin pria itu sambil menerawang jauh melihat birunya langit yang mulai di selimuti awan mendung.

"Sepertinya Hari ini akan terjadi sesuatu yang menarik" gumam pria itu pada dirinya sendiri.

.

.

.

"hahh~ akhirnya selesai juga" ucap Sakura lega sambil mengelap sedikit keringat yang muncul di dahi lebarnya.

Setelah selesai membereskan semua barang-barangnya. Gadis itu berencana akan segera pergi dari sekolah itu.

Untuk saat ini ia memang masih belum memiliki tujuan yang jelas. Tapi yang pasti untuk saat ini ia akan pulang ke Mansion Senju untuk sejenak menenangkan diri dari masalah yang dihadapinya.

Dan juga pergi untuk mengunjungi makam Bibinya setelah ia keluar dari sekolah ini.

Setelah memastikan semua barang-barangnya tidak ada yang tertinggal. Sakura pun mengeluarkan ponselnya dan mencari kontak seseorang di dalam telepon itu.

Setelah menemukannya ia pun menekan tombol panggil dan menunggu sampai orang di seberang telepon sana mengangkat panggilannya.

"Moshi moshi paman Kakashi"

"..."

"Iya aku sudah tahu tentang semua itu"

"..."

"Uhm daijobu aku baik-baik saja. Aku ingin paman menjemput ku sekarang juga"

"..."

"Yah kau benar aku ada di KBHS"

"..."

"Baiklah aku akan menunggumu di depan gerbang sekolah"

"..."

Pip

Setelah selesai Sakura pun mematikan ponselnya.

"Karna jarak dari Mansion ke sekolah ini lumayan jauh, lebih baik aku mandi dulu sambil menunggu paman Kakashi datang" ucap Sakura pada dirinya sendiri.

Berbicara tentang Kakasih. Hatake Kakasih adalah orang kepercayaan Tsunade dan juga kaki tangan setia wanita itu. Orang yang selalu bergerak di belakang layar mengurus semua masalah yang di hadapi keluarga kaya raya sekelas Senju.

Termasuk melaksanakan keinginan tak masuk akal Tsunade yang ingin menyekolahkan keponakan semata wayangnya di sekolah khusus laki-laki. Yah walaupun itu semua terdengar mustahil, tapi bagi Kakasih itu semua bukan hal yang sulit.

Karena pekerjaannya di sini memang sebagai kaki tangan Tsunade yang bekerja di balik layar dengan mengandalkan segala cara. Termasuk menggunakan uang atau pun membunuh seseorang untuk kepentingan keluarga Senju.

Yahh memang seperti itu lah Pekerjaan Kakasih di keluarga itu.

Namun

Di balik semua itu. Ia dan Tsunade adalah sahabat lama. Ia juga menganggap Sakura sebagai anak kandungnya sendiri walaupun tidak ada hubungan darah di antara mereka berdua.

Dan setelah Tsunade meninggal ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan melindungi Sakura dengan cara apa pun. Bahkan jika nyawanya sendiri menjadi taruhannya ia tidak peduli.

Yah begitu lah kira-kira cerita singkat tentang Hatake Kakasih.

Sementara itu suara gemercik air pun terus memenuhi ruangan itu. Lalu berapa saat setelah itu suara itu pun berhenti.

Menandakan bahwa gadis yang berada di dalam kamar mandi itu telah selesai melaksanakan aktivitasnya membersihkan diri di dalam sana.

Setelah mengeringkan tubuhnya gadis itu pun segera mengenakan pakaiannya. Kali ini pakaian yang akan gadis itu pakai adalah sebuah mini dres sebatas lutut berwarna putih dengan lengan pendek sebatas siku. Dan di ujung lengan dan dres itu terdapat renda-renda berwarna pink lembut yang menambah kesan cantik pada gaun itu.

Dan kali ini gadis bernama Sakura itu memutuskan untuk mengerai rambut pink panjangnya tanpa menambah aksesoris apa pun pada rambutnya. Dan memberikan sedikit bedak tipis pada wajah cantiknya.

Setelah itu gadis cantik itu pun melihat pantulan dirinya di dalam cermin besar yang ada di ruangan itu dengan tatapan datar.

"Untungnya aku membawa sedikit pakaian yang layak untuk ku kenakan di saat seperti ini"

"Dan setidaknya aku harus keluar dengan gaya dari tempat ini kan Bibi" ucap Sakura sambil tersenyum datar melihat pantulan dirinya di cermin itu.

Setelah itu, Sakura pun melihat jam dinding yang tergantung di kamar itu sudah menunjukkan jam empat sore.

"Mungkin sebentar lagi paman Kakasih akan datang. Aku harus cepat" ucap Sakura buru-buru sambil menyeret koper besarnya keluar dari kamar itu.

Namun saat ia keluar dari kamar itu ia di kejutkan dengan kedatangan Sasuke yang tiba-tiba berdiri tepat di hadapannya.

" Ah! Kau mengagetkan ku!" teriak Sakura terkejut.

Sasuke pun hanya diam mendengar teriakan Sakura tanpa berminat mengucapkan sepatah kata pun. Pria itu hanya diam memperhatikan penampilan Sakura dari atas sampai bawah dengan tatapan yang sulit di artikan.

Sakura yang di perhatikan pun merasa risi dengan tatapan Sasuke.

"Apa?!" tanya Sakura ketus.

"Tidak. Ternyata kau memang seorang perempuan eh Haruno Haru Ah! Maksudku Haruno Sakura" ucap Sasuke dingin penuh penekanan.

Sakura pun hanya memutar bola matanya bosan mendengar ucapan Sasuke.

"Terserah" ucap Sakura tak peduli sambil berjalan meninggalkan pria itu.

Namun, sebelum Sakura benar-benar pergi Sasuke menahan tangannya. Membuat gadis itu berhenti dan menolehkan kepalanya ke belakang menghadap wajah Sasuke.

"Apa lagi?" tanya Sakura kesal karena Sasuke menahannya.

Sasuke pun hanya diam dan menatap mata Sakura dengan tatapan yang sulit di artikan.

"Tchi! Aku tidak punya waktu untuk—"

"Pernikahan" ucap Sasuke memotong ucapan Sakura.

"Apa?"

"Apa kau bersedia melaksanakan pernikahan itu?" tanya Sasuke datar sambil terus memegang tangan Sakura.

"Ah pernikahan" ucap Sakura sambil menatap wajah datar Sasuke.

"Aku menolak pernikahan itu. Kau tahu? Aku tidak bisa menikah dengan mu"

"Meskipun itu merupakan permintaan terakhir Bibi Tsunade. Aku... tetap tidak bisa" ucap Sakura sambil menundukkan kepalanya.

"Aku harap kau bisa mengatakan ini pada Bibi Mikoto" ucap Sakura sambil tersenyum pada Sasuke dan melepaskan tangan Sasuke dari tangannya.

Setelah itu. Gadis itu pun segera berjalan menjauh meninggalkan pria itu.

Sementara Sasuke hanya bisa diam melihat punggung gadis itu yang semakin lama semakin menjauh meninggalkannya. Dan pria itu hanya diam di sana tanpa berniat mengejarnya.

Apakah ini akhirnya?

Sama sekali tak ada perasaan apa pun di antara mereka berdua.

Tapi kenapa?

Kenapa Obsidan itu tidak bisa berhenti menatap helaian merah muda yang semakin lama semakin menjauh dari pandangannya. Dan tidak berhenti menatap punggung kecil yang mungil itu dengan tatapan yang sulit di artikan.

Bahkan saat punggung dan helaian merah muda itu sudah tak terlihat lagi. Entah mengapa dadanya mendadak berdenyut sakit.

Sakit yang dulu pernah ia rasakan saat ia tidak bisa memiliki orang yang dulu pernah sangat ia cintai.

Bahkan rasa sakit kali ini jauh melebihi rasa sakit yang dulu pernah ia rasakan sebelumnya.

Sebenarnya ada apa ini?

Apa yang salah dengan hati ini?

Hingga membuat rasa sakit ini terasa semakin kentara saat pria itu tidak bisa lagi melihat sosok merah muda itu.

Apakah ini adalah cinta?

Cinta yang dulu sempat kau rasakan eh Sasuke?

'Ada apa ini? Apa yang terjadi pada ku' batin Sasuke bingung sambil meremas dadanya.

Nah sekarang apa yang akan kau lakukan Sasuke?

Apa kau ingin membiarkan gadis itu pergi begitu saja?

Ah! Aku lupa. Kau adalah pria yang sangat membenci makhluk yang bernama wanita di dunia ini kecuali Ibu mu kan?

Tapi

Kalau kau memang membencinya. Lalu kenapa Jantung itu berdetak begitu kencang saat kau berada di dekatnya?

Kenapa?

Kenapa hati itu merasa nyaman dan tenang bila berada di dekat gadis itu?

Namun sebaliknya.

Hati dan jantung mu akan berdenyut sakit bila kau jauh dari gadis itu.

Bahkan saat kini gadis itu meninggalkan mu rasa sakit itu semakin terasa hingga membuat mu tak bisa bergerak untuk sekedar mengejarnya.

Apa sebenarnya kemampuan seorang Haruno Sakura hingga bisa membuat Uchiha Sasuke menjadi seperti ini?

"Arggh sial!" teriak Sasuke kesal sambil meninju tembok sekolah yang ada di sampingnya.

Hingga membuat tangan itu mengeluarkan darah karena kuatnya pukulan yang ia keluarkan.

.

.

.

Sepanjang jalan Sakura keluar dari Sekolah itu para murid KBHS menatapnya dengan tatapan bingung karena sangat jarang mereka bisa melihat gadis cantik di sekolah khusus laki-laki ini.

Dan juga tatapan kagum dan memuja yang selalu Sakura dapatkan dari mata para laki-laki yang melihatnya. Ahh di mana pun kau berada. Kau selalu menjadi bunga yang menarik setiap mata yang memandang mu Sakura.

Sementara itu, Sakura memilih untuk mengacuhkan mata para laki-laki yang sedari tadi selalu menatapnya.

Gadis itu pun terus berjalan dengan anggun menuju gerbang sekolah KBHS itu seolah-olah tak terjadi apa-apa.

Membuat semua laki-laki yang ada di sana semakin terpesona padanya. Bahkan ada seorang murid laki-laki yang bersiul pada Sakura berusaha untuk mendapatkan perhatian dari gadis musim semi itu.

Namun sayang Sakura sama sekali tidak tertarik dengan hal itu.

Saat ini yang ada di dalam pikirannya hannyalah segera pulang dan mengunjungi makam Bibinya.

Dan saat ia sampai di depan pintu gerbang KBHS itu, ia melihat pria itu.

Pria yang tadi sempat menabraknya dan memanggilnya dengan Sebutan Cherry.

"Kau!" ucap Sakura sedikit terkejut karena pria itu masih ada di sekolah ini.

"Yo" ucap pria itu menyapa Sakura.

Dan untuk sesaat pria itu memperhatikan penampilan Sakura dari atas sampai bawah.

'Manis' batin pria itu memuji Sakura.

Karena merasa risi dengan tatapan pria itu Sakura pun memasang wajah tegang di hadapan pria itu.

"Berhenti menatap ku seperti itu!" ucap Sakura kesal.

"Kenapa?" tanya pria itu dengan wajah sok polosnya yang membuat Sakura kesal setengah mati.

"Tchi! Itu menyebalkan!"

"Dasar! Semua laki-laki itu memang menyebalkan dan mesum" ucap Sakura kesal.

"Mesum? Tunggu! Kau bilang aku mesum?" tanya pria itu heran.

Sakura pun hanya memutar bola matanya bosan mendengar pertanyaan bodoh pria itu.

"Itu lah kenyataannya tuan Panda" ucap Sakura mengejek pria itu.

Sementara pria itu hanya mendengus geli mendengar panggilan Sakura yang di tujukan padanya.

"Panda? Apa apaan itu? Nama ku Rei Gaara. Kau bisa memanggil ku Gaara, Gaara-nii, atau Gaara-kun"

"Tapi aku lebih suka kau memanggilku Gaara-kun dengan wajah mu yang manis itu sambil memohon pada ku. Ah itu pasti akan terlihat sangat manis" ucap Gaara dengan seringai jahilnya.

"Jangan bermimpi terlalu tinggi Gaara" ucap Sakura jengkel.

Gaara pun hanya bisa tersenyum geli melihat ekspresi jengkel Sakura padanya.

"Dari pada tadi siang, sekarang kau terlihat jauh lebih baik Cherry" ucap Gara sambil tersenyum lembut pada Sakura.

"Berhenti memanggil ku Cherry! Aku juga punya nama Panda. Nama ku Haruno Sakura, kau bisa memanggil ku Sakura" jelas Sakura mengoreksi ucapan Gaara.

"Aku tidak mau. Kau adalah Cherry ku. Dan aku akan tetap memanggil mu seperti itu. Lagi pula panggilan itu selalu cocok untuk mu" ucap Gaara keras kepala.

"Kau... kenapa kau memanggil ku seperti itu?" tanya Sakura yang mulai penasaran dengan pria ini.

Gaara pun menatap wajah Sakura dengan tatapan pedih yang sulit di artikan. Sebelum pria itu menjawab pertanyaan Sakura.

"Karena kau adalah Cherry Blosom ku. Bunga Sakura yang akan selalu membuat ku tersenyum" ucap Gaara dengan senyuman pedih yang sulit di artikan.

Deg

Kenapa?

Kenapa pria itu bisa mengatakan hal yang persis sama seperti yang orang tuanya dulu katakan?

.

.

FLASHBACK ON

.

"Cherry bangun sayang" ucap wanita itu membangunkan putri kecilnya yang masih tertidur lelap di balik selimut tebalnya.

"Arghh sebental lagi Oka-can" ucap gadis kecil itu dengan cadel sambil terus memeluk guling kecilnya.

Wanita bernama Mebuki itu pun hanya bisa tersenyum geli mendengar putri kecilnya yang masih belum lancar berbicara. Terutama saat putri kecilnya itu menyebut huruf R.

"Baiklah kalau begitu. Berarti hari ini kita tidak jadi pergi ke Taman Ria kan?" ucap Wanita itu dengan nada jahilnya.

"Taman Lia?" tanya gadis itu sambil terus memejamkan matanya. Karena ia masih setengah sadar.

"Ah! Sayang sekali~ padahal Oka-san sudah membeli tiketnya"

"Kalau begitu Ka-san akan memberikan tiket ini pada—"

"Iya Oka-can Saku bangun!" teriak gadis kecil itu saat dia benar-benar sudah sadar dari tidur nyenyaknya dengan wajah yang masih terlihat mengantuk.

"Ha...ha...ha... kau lucu sekali Cherry" tawa wanita itu melihat ekspresi lucu putri kecilnya.

Sementara gadis kecil itu hanya bisa mengembungkan pipinya kesal karena di tertawai oleh Ibunya.

Merasakan tatapan kesal dari putri semata wayangnya itu. Membuat wanita itu berusaha untuk menghentikan tawanya.

"Baiklah ayo kita mandi sekarang kau ingin pergi ke Taman Ria bersama Ka-san dan Tou-san kan Cherry?" tanya wanita itu pada gadis kecilnya.

"Uhm! Saku ingin pelgi ke Taman Lia belsama Oka-can dan Otou-can" jawab gadis kecil itu bersemangat.

"Baiklah kalau begitu. Tapi sebelum itu aku akan membersihkan mu terlebih dahulu" ucap Wanita itu dengan nada jahilnya yang membuat gadis kecil itu tertawa terbahak-bahak.

Wanita itu pun mengendong gadis kecil itu ke kamar mandi yang ada di kamar itu. Setelah sampai di kamar mandi Wanita itu pun mendudukkan gadis itu di dalam bak mandi dan mulai membersihkan tubuh mungil itu.

"Oka-can" panggil gadis kecil itu saat ibunya sibuk menggosok belakang telinganya.

"Hem?" gumam ibu gadis itu menjawab panggilan putri kecilnya.

"Kenapa Oka-san dan Otou-san memanggil Saku Chelly? Bukankah nama Saku itu Haluno Sakula?" tanya gadis itu dengan lidah cadelnya.

Mebuki pun tersenyum mendengar pertanyaan polos putri kecilnya.

"Itu karena Sakura adalah Cherry Blosom kami. Bunga Sakura yang akan selalu membuat Tou-san dan Ka-san tersenyum" ucap wanita itu menjawab pertanyaan gadis kecilnya dengan senyuman lembut yang terus menghiasi wajahnya.

"Benalkah itu Ka-can?" tanya Sakura kecil masih tidak mempercayai ucapan Ibunya.

"Itu benar sayang" jawab wanita itu sambil menarik kecil hidung mungil Sakura.

"Belalti Sku hebat ya Ka-can?" tanya gadis kecil itu dengan senyuman lebarnya.

"Eh kenapa begitu?"

"Kalena Saku bisa membuat Ka-san dan Tou-can tersenyum. Belalti Saku hebat. Iya kan Ka-san?" tanya Sakura kecil dengan matanya yang berbinar-binar menatap Ibunya penuh harap.

Mebuki pun hanya bisa terkikik kecil melihat tingkah polos gadis kecilnya itu.

"Iya sayang Cherry hebat karena bisa membuat Ka-san dan Tou-san selalu tersenyum" ucap Mebuki sambil memeluk tubuh putri kecilnya penuh kasih sayang.

.

FLASHBACK OFF

.

.

"Kau"

"Siapa kau sebenarnya?" tanya Sakura dingin

"Menurut mu?" tanya Gaara membalikkan pertanyaan.

"Kau... apa kau mengenal ku? Atau mungkin keluarga ku?" tanya Sakura lagi.

"Kau ingin tahu?" tanya Gaara sambil membelai wajah cantik Sakura.

Yang ditanya pun hanya menganggukkan kepalanya penasaran.

"Kalau begitu..." ucap Gaara ambigu sambil terus mendekatkan wajahnya pada wajah Sakura.

Dekat...

Semakin dekat...

Lebih dekat...

Hingga...

BUGH

Seseorang dengan tiba-tiba menarik belakang baju Gaara dan langsung memukul wajah pria bertato 'Ai' itu.

Sementara Sakura hanya bisa tercengang melihat apa yang sedang terjadi di hadapannya saat ini

"hai Sakura" sapa pria bernama Sasori itu ramah pada Sakura seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Padahal jelas-jelas Sakura tadi melihat Sasori meninju wajah Gaara sanggat keras hingga membuat hidungnya berdarah.

Sedangkan Sasori? Pria itu malah memasang tampang sok Inocenct di hadapannya seolah-olah hal yang ia lakukan tadi bukan lah suatu hal yang besar.

'Mengerikan' batin Sakura sedikit ngeri melihat sifat Sasori.

"Tchi! Apa apaan kau!" teriak Gaara tidak terima atas perlakuan Sasori padanya. Gaara pun hendak membalas perbuatan Sasori.

Namun sebelum tangan itu berhasil menyentuh wajah Sasori, Sakura lebih dulu menahan pukulan Gaara dengan cara berdiri di tengah-tengah kedua pria itu.

"Sudah cukup! Apa kalian ingin membuat keributan di tempat ini hah?!" teriak Sakura marah dengan suara cemprengnya yang sudah mulai naik satu oktaf.

Mendengar ucapan atau lebih tepatnya di sebut teriakan Sakura, membuat dua orang pria itu terdiam.

"Tchi!" dengus Gaara kesal karena ia tidak berhasil membalas pukulan Sasori.

"Aku hanya ingin melindungi mu dari orang tua mesum itu" ucap Sasori cuek.

"Apa kau bilang?!" teriak Gaara berang.

"Sudah cukup!" teriak Sakura untuk kesekian kalinya berusaha melerai perkelahian kekanak-kanakan dua makhluk yang sudah lanjut usia itu (?)

"Hahh~ sudahlah" desah Sakura lelah melihat dua makhluk yang sama-sama keras kepala itu.

Sakura pun memutuskan untuk mengabaikan dua orang itu dan melanjutkan langkahnya keluar dari gerbang KBHS itu.

Meninggalkan dua pria keras kepala yang sama-sama mempunyai rambut berwarna merah semerah darah itu.

"Tunggu aku Cherry!" teriak Gaara langsung mengejar Sakura.

Meninggalkan Sasori yang termenung melihat kepergian dua orang itu.

"Tchi! Bertambah lagi daftar orang menyebalkan dalam hidup ku" gumam Sasori kesal.

Sementara tiga orang itu sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Tanpa mereka sadari sedari tadi sorang pria berhelaian Raven memandang dua pria itu dengan tatapan dingin yang sulit di artikan.

"Tchi!" dengus pria itu kesal.

'Baiklah kali ini akan ku biarkan kalian mendekatinya'

'Tapi ingat! Sebentar lagi dia akan menjadi milik ku!'

'Dan tidak akan ku biarkan siapa pun menyentuhnya! Termasuk tangan-tangan kotor kalian!' batin pria itu kesal.

.

.

.

.

T*B*C

Autor ngerjain semua chp FF ini tuh di sekolah. Pas guru lagi nerangin pelajaran eh autor malah nulis ff gaje kayak gini (=_=;)

Yahh mau gimana lagi? Kalau ngeejainnya di rumah kadang ngak sempat... makanya sebagian autor buat di sekolah he...he...he...

Makasi ya buat para raider yang udah setia baca ff ini dan ngasi kritik dan saran yg membangun...

Tapi yg palin utama autor pengen pas kalian udah selesai baca ff ini harap RIVIEW sebanyak-bayak nya ya... biar autor lebih semangat nulis ni ff. Kalian tenag aja RIVIEW yang udah kalian kirim bakalan autor balas kok... (_)

Balasan review chp 6

.

.

[ ]

Tenang aja bentar lagi bakal terungkap kok siapa Gaara itu sebearnya. Tapi yg jelas Saku sama Gaara itu ngak pernah pacaran tapi mereka itu... oke tunggu aja jawabannya di chp2 berikutnya ya he..he..he..

Makasih udah reviw

.

[ cherryhamtaro ]

Iyaa kalau penyakit Kangker autor udah sembuh bakalan autor usahain deh he...he..he.. ^^;. Di mulai dari chp ini sampai seterusnya Saku udah ngak jadi Haru lagi... dan pertanyaan kamu udah terjawab di chp ini kok.

Makasih ya udah review

.

[ Dianarndraha ]

Coba tebak dari apa hayoo...?

Iya ini udah lanjutt... ;)

Makasih ya udah review

.

[ Azure Shine ]

Iyaa sama2 makasih ya udah setia nungguin ff buluk ini update autor jadi terharu #nagisdarah #Plak *abaikan.

Btw buat permintaan kamu yang 1. Itachi di sini ngak bakalan jadi gay kok dia itu 100% normal cuman dia itu rada2 angin2nan ama cewek jadi yahh behitulah. N masalah Mikoto ngak mau cucu dari Itachi itu dia Cuma mau nekan si Sasu doang kok maklum lah emak2 #plak.

2. Di ff ini ngak bakalan ada adegan Lemon nc sekian2 sama adegan yaoi tingkat akut! Jadi ff ini aman di konsumsi he..he..he...

Makasih ya udah review

.

[ Zarachan ]

Iyaa ini udah lanjut kok.. ^^

Makasih ya udah review

.

[ Cylindrica Chan ]

Jangan terlalu baper entar terbang loh bo..ho.. #plak

Makasih ya udah review

.

[ Hyemi761 ]

Pertanyaan kamu udah teejawab kok di chp ini ^^.

Ini udah lanjutt...

.

Rizka scorpiogirl

Entah lah menurut kamu apa?.

Saso sehat2 aja kok, iya kan Sas? #nyengol bahu Sasori #plak *abaikan.

Dan masalah Sasusaku kamu tenang aja bentar lagi jugak nikah tu orang. Kalau mereka kagak mau nikah... bakalan gue paksa #evilsmirk

Makasih ya udah review

.

Aayu Ysei no ai

Bkan kok Gaara kn mantan autor #plak *abaikan.

Pertanyaan kamu udah terjawab kok di chap ini ^^

Makasi ya udah review

.

FiaaATiasrizqi

Tau tuh Saku bandel bgt jadi umat #plak

Tenang aja ntar bakalan autor paksa kok mereka buat nikah #evilsmirk

Makasih ya udah review

.

CoolAndCold

Eh? Autor aja kagak nyadar banyam bgt kat2 'jagan menyerah' maklum lah saking menghayatinya kagak nyadar ni ff jadi kayak gitu he..he..he..

Iya review nya emang dikit tapi sekarang udah meningkat kok makasi ya ^^

Makasi udah review

.

Hanazono yuri

Iya ini udah lanjut kok ^^

Makasi ya udah review

.

Luca Marvell

Gaara jahat? Entah lah mungkin iya mungkin tidak.

Dan tentang apa hubungan mereka sebenarnya bakalan terungkap kok tenang aja he..he...he...

Makasi ya udah review

.

Hime

Makasi ya ^^ autor jadi terhura...

Ini udah lanjut kok..

Makasi ya udah review

.

.

Oke sekian balasan review dari autor yang cantik mirip berbie ini #PLAK.

Sampai ketemeu di chapter depan (\^0^/) #ngilang

R

E

V

I

E

W

Pease (_)