Hari ini, Sakura bangun cukup pagi. Sakura melakukan kebiasaannya saat pagi hari. Mandi, membuat sarapan dan yang terakhir menyiapkan buku pelajaran untuk hari ini.

.

.

Menyiapkan buku pada pagi hari itu memang kebiasaan Sakura. Dan itu tidak terlalu baik sebenarnya, karena terkadang ia lupa di mana menaruh buku – bukunya. Seperti sekarang ini.
" arghhhh di mana buku catatanku?" Sakura dengan panik membongkar isi tasnya dan lemarinya bukunya.

" perasaan kemaren masih ada!" gerutu Sakura entah kepada siapa.

" habislah aku! Hari ini kan ada pelajarannya Sesnei menyebalkan!" Sakura akhirnya pasrah. Ia akhirnya dengan lemas menuju keluar rumah dan berjalan ke halte bus.

.

.

" Sakura-Chann!" teriak Naruto ketika melihat Sakura ingin memasuki ruang kelas.

" oyyy Sakura-Chan, kau kenapa?wajahmu kelihatan lemas..." tanya Naruto sambil memandangi Sakura penasaran.

" ARGHHH hari ini aku sangat sial Naruto!" kata Sakura sambil melotot tajam ke arah Naruto. Sakura langsung masuk ke kelas saja tanpa menghiraukan wajah Naruto yang kebingungan.

" oyy Forehead...hari ini kau kenapa? Tidak biasanya pagi - pagi tidak cerewet?" tanya Ino yang mendatangi meja Sakura.

" catatan matematika ku hilang entah kemana pig!" kata Sakura sambil memegangi bahu Ino.

" Oyyyy Forehead!tenang dulu..." kata Ino yang berusaha menenangkan kecemasan Sakura.

" BAGAIMANA AKU BISA TENANG FOREHEAD! Jam pertama ini yang masuk Si Sensei menyebalkan itu!" kata Sakura.

" ummm Sa-sakura-Chan kenapa ti-tidak pakai buku la-lain saja untuk me-mencatat?" kata Hinata yang dari tadi mendengar percakapan mereka.

" benar tuh ...lagipula Kakashi Sensei biasanya gak meriksa buku catatan juga..." kata Kiba ikut dalam pembicaraan.

" benar juga sih..." kata Sakura pasrah.

" ckk...wanita memang merepotkan..." kata Shikamaru dari bangkunya entah kepada siapa, lalu kembali tidur.

.

.

" oyy Teme! Kenapa kau kemarin—oh ada apa dengan wajahmu?" tanya Naruto ketika melihat Sasuke memasuki ruang kelas.

" bukan urusanmu" jawab Sasuke datar.

" Sasuke!" sapa Sakura lalu mendatanginya.

" ohh kau kenapa?" tanya Sakura polos.

" aku tidak apa – apa.."

" tidak...wajahnya ada lebam.." kata Naruto. Mata Sakura sukses membelalak.

" Sasuke..." Sakura melototi tajam Sasuke sambil melipat tangannya di depan dada.
' terkutklah kau Dobe!'

.

.

Walaupun jarang terlihat bersama – sama, namun Sakura memperhatikan kedua temannya ini, Naruto dan Sasuke. Bahkan mereka berdua tau tatapan yang sekarang Sakura berikan kepada Sasuke adalah 'jelaska semuanya kepadaku! Atau tidak...'
" aku akan menjelaskannya nanti Sakura.." kata Sasuke sambil menghela nafasnya.

" sebaiknya kau berjanji Uchiha..." kata Sakura tajam dan langsung kembali ke tempat duduknya. Naruto pun menyeringai melihat sahabatnya bernafas lega setelah diancam oleh seorang gadis.

" dengar itu Teme..." kata Naruto masih dengan serigai di wajahnya.

" ini gara – gara kau memberitahunya, Dobe..."

.

.

Tetttt...tettttt...

.

.

Bunyi bel sekolah sudah berbunyi, otomatis semua penduduk kelas X-A langsung duduk ke bangkunya masing – masing menunggu Sensei mereka masuk.
srettt...
" selamat pagi..." kata Kakashi menyapa sambil berjalan ke arah meja guru.

" pagi Sensei..." Kakashi menaruh bukunya di atas meja. Kakashi lalu mengalihkan pandanganya ke Sakura dan Sakura hanya bisa berdoa semoga hari ini tidak ada pemeriksaan buku catatan.

.

.

Kakashi lalu memandangi memandangi muridnya satu per satu, dan kali ini mata Kakashi tertuju ke arah Sasuke.
" Sasuke...bisa kau buka hoodiemu?" tanya Kakashi yang sepertinya merasa terganggu.

" aku tidak mau..."

" kenapa?"

" aku tidak mau saja..."

" aku memakasa Tuan Uchiha.." kata Kakashi dengan nada yang tajam. Sasuke pun menyerah, ia tidak mau terkena imbasnya. Sasuke pun membuka hoodienya dan memperlihatkan mata kirinya yang lebam.

" hmmm...saat jam istirahat kau bisa menemuiku, dan ceritakan tentang lebam itu..." kata Kakashi datar. Sasuke sedikit terkejut. Ia mengira akan dimarahi habis –habisan. Baguslah kalau begitu.

.

.

Waktu sudah berjalan sekitar satu jam saat Kakashi sudah selesai menjelaska materi.
" kalian akan ku berikan latihan dan hari ini harus dikumpulkan. Dan Haruno, ikut aku ke ruang guru..." kata Kakashi yang langsung berjalan ke arah pintu kelas. Sakura pun mengikuti perintah dari Kakashi dan menyusulnya keluar dari kelas.

.

.

Saat di ruang guru...
" kau itu orangnya sangat teledor ya..." kata Kakashi.

" hah? Apa maksud Sensei?" tanya Sakura bingung. Kakashi mengambil sebuah buku dari dalam lacinya.

" ohhh itu kan buku catatanku! Kenapa bisa ada dengan Sensei?" tanya Sakura tanpa menyebunyikan keterkejutannya.

" kau meninggalkannya saat pelajaran tambahan..." kata Kakashi.

" ahh...pantas saja..."

" ckk...dan kau ini juga pelupa, bahkan kau sama sekali tidak ingat kalau kau meninggalkan bukumu..." kata Kakashi.

" itu karena Sensei selalu memberiku banyak soal..." protes Sakura.

" tidak ada hubungannya..."

" ada.."

" terserah kau...dan sekarang, bantu aku bawa buku ini..." kata Kakashi sambilmenyerahkan setumpuk buku paket kepada Sakura.

" cihh sudah kuduga..." kata Sakura sepelan mungkin.

.

.

Mereka pun kembali ke kelas dan sesampai mereka di sana, Sakura langsung membagikan buku paket kepada teman – temannya dibantu oleh Hinata.
" kalian kerjakan nomor satu sampai lima belas..." kata Kakashi. Tanpa membuang waktu lagi, semua murid mengerjakan soal itu.

.

.

Tettttt...

" kumpulkan tugas kalian..." kata Kakashi. Semua murid pun mengumpulkan tugasnya ke Kakashi.

" Haruno, Sasuke kalian bantu aku bawa semua buku ini..." kata Kakashi menunjuk buku – buku yang ada di atas mejanya. Sasuke hanya menghela nafasnya dan membantu Kakashi untuk membawa buku – buku tersebut.

.

.

Di ruang guru, sakura dan Sasuke menaruh tumpukan buku itu di atas meja Kakashi.
" Haruno, kau bisa kembali ke kelas. Dan kau Sasuke, ceritakan tentang lebam di matamu itu.." kata Kakashi tapa basa – basi.

" aku tidak akan ke mana – mana...aku mau dengar penjelasan dari Sasuke.." kata Sakura menatap tajam ke arah Kakashi.

" terserah kau saja..." Kakashi pun menatap ke arah Sasuke. Dia menunjukkan wajah datar, namun sedikit tersirat ekspresi pasrah.

" apakah aku bisa mempercayaimu Sensei?" tanya Sasuke sekarang.

" aku wali kelasmu...kau bisa menceritakan apa pun masalahmu..." kata Kakashi santai.

.

.

Sakura menatap ke arah Kakashi. Sakura bisa melihat bahwa Senseinya ini memang benar – benar mau membantu menyelesaikan masalah Sasuke. Dan entah kenapa, ketika Sakura mengingat kejadian saat di rumahnya Senseinya kemarin, membuat Sakura semakin merasa nyaman untuk bercerita lagi. Mungkin.
' sepertinya Kakashi Sensei memang bisa dipercaya...'
lamunan Sakura terbuyar ketika Sasuke mulai bercerita.

.

.

" ayah dan ibuku sudah bercerai semenjak aku SMP, dan mereka meninggalkan aku dan kakakku begitu saja...oleh karena itu kakakku sering mabuk – mabukkan. Hari Sabtu kemarin dia pulang dengan keadaan mabuk berat. Aku berusaha membantunya unuk tidur, tapi dia malah meneriakiku dan memukuliku..." kata Sasuke menjelaskan.

" jadi ini perbuatan Itachi-Nii lagi?" tanya Sakura.

" lagi?" tanya Kakashi bingung.

" ini bukan yang pertama kalinya terjadi...' kata sasuke singkat.

" kenapa kau tidak keluar rumah saja...menginap di tempat Naruto mungkin?" kata Sakura.

" aku tidak mau...merepotkan orang..." kata Sasuke lagi.

" baiklah...terima kasih sudah bercerita...Haruno, kau boleh pergi. Dan Sasuke, kau bantu aku dulu meyusun buku – buku ini..." kata Kakashi. Sakura pun berjalan keluar ruang guru menuruti perintah dari Kakashi.

.

.

" Sasuke...apa yang belum kau ceritakan padaku?" tanya Kakashi.

" aku sudah menceritakan semuanya.."

" matamu menunjukkan hal yang sebaliknya.." Sasuke menghela nafasnya untuk kesekian kali. Entah kenapa susah sekali untuk berbohong dengan Senseinya yang satu ini.

" sebenarnya Itachi-Nii membenciku...dia menganggap aku faktor yang membuat orang tuaku bercerai...entah kenapa..." kata Sasuke.

" lalu kenapa kau tidak pindah saja dari situ?" tanya Kakashi.

" lalu di mana aku tinggal? "

" di tempat saudaramu? Uchiha Obito..." kata Kakashi.

" Sensei..dari mana kau tau..."

" dia temanku..." Sasuke menganggukkan kepalanya mengerti.

" aku tidak bisa tinggal di tempat Obito-Nii, aku sudah terlalu sering menginap di sana. Bahkan dia yang selalu memberiku uang saku...padahal aku sudah bekerja paruh waktu untuk memenuhi kebutuhanku sendiri..." kata Sasuke menjelaskan.

" apa boleh buat...aku akan menemani pulang hari ini..." kata Kakashi.

" untuk apa?"

" aku akan ke rumahmu hari ini dan berbicara dengan kakakmu kalau bisa..." kata Kakashi.

" tidak bisaaaa! Kakakku itu seorang petarung jalanan!Sensei bisa terkena imbasnya seperti aku dan aku juga tidak mau merepotkan orang..." kata Sasuke dengan nada sedikit naik.

" dan aku tidak peduli...yang penting, saat aku melihatmu untuk selanjutnya, aku tidak mau melihat lagi ada lebam di wajahmu.." kata Kakashi.

.

.

Sasuke mengepalkan kedua tangannya.
" kenapa Sensei peduli?" tanya Sasuke dengan nada rendah.
" karena aku wali kelasmu...sudah seharusnya aku peduli...dan satu lagi, hal ni tdak merepotkanku..."

Time skip

_,,_,,_,,_.._

RUMAH SASUKE

" Sensei..sepertinya kakakku sedang tidak ada..." kata Sasuke ketika memasuki rumahnya.

" baguslah...kalau begitu kau bisa ambil barangmu..." Sasuke dengan cepat pergi ke kamarnya untuk mengambil barang – barangnya. Sekitar lima belas menit kemudian, Sasuke turun dengan membawa sebuah koper dan tas ransel yang sudah penuh.

" kau sudah menaruh kertas yang kutulis tadi kan?" tanya Kakashi.

" hn..."

" baguslah..." Kakashi pun mengajak Sasuke untuk pergi keluar dari ruma itu dan berjalan pergi ke rumah Kakashi.

_,,_,,_,,_,,_

RUMAH KAKASHI

" aku sudah berbicara dengan Obito, katanya dia sudah mendapatkan rumah sewa dekat dengan sekolah.." kata Kakashi menjelaskan.

" tapi...bagaimana aku membayarnya?"

" aku dan Obito yang mengurus biaya sewa rumah itu, kau tinggal memenuhi kebutuhanmu saja..."

" lalu bagaimana aku bisa membayar kalian kembali?"

" dengan cara belajar yang rajin dan lulus dengan nilai tinggi..." Sasuke tertegun mendengar jawaban dari Kakashi.

' benar juga kata Sensei...'

" Obito akan menjemputmu...untuk sekarang beristirahat saja dulu..."

" Sensei..." panggilan dari Sasuke menghentikan langkah Kakashi menuju ke dapur.

" arigatou..." kata Sasuke datar namun terdengar tulus.

" hn..."

Obito datang ke rumah Kakashi saat hari hampir malam, dan mereka pun langsung pergi. Setelah Sasuke dan Obito pergi, Kakashi memutuskan untuk makan di kedai Jiraiya.

_,,_,,_,,_,,_,,_

KEDAI JIRAIYA

" biar ku tebak, Sensei mau pesan sup miso dan teh es kan?" tanya Sakura yang sudah mendatangi Kakashi.

" hn..."

" kalau begitu, anda memesan sup miso, yakiniku dan dua teh es..." kata Sakura.

" kali ini aku bayar sendiri..." Sakura pun langsung pergi mengantarkan pesanan Kakashi.

.

.

" ini pesanan Sensei..." kata Sakura sambil meletakkan pensanan mereka.

" jadi, apa yang mau kau bicarakan?" tanya Kakashi langsung.

" bagaimana dengan Sasuke? Dia tidak apa – apa kan?" tanya Sakura dengan nada cemas.

" dia baik – baik saja. Dan sekarang dia sudah pindah dari rumah kakaknya ke rumah sewa.." kata Kakashi sambil memakan supnya.

" benarkah?siapa yang membayar uang sewanya?"

" aku yang akan membantunya.." Sakura menatap Kakashi.

" kenapa Sensei mau membantu kami?" tanya Sakura serius.

" kenapa pertanyaan itu selalu keluar dari mulut kalian?"

" tidak semua guru peduli..." kata Sakura sambil menunduk.

" aku peduli..." kata Kakashi singkat. Sakura terkejut dengan perkataan Kakashi. Sakura tidak mendengar nada keraguan keluar dari mulut Kakashi. Hal itumembuat Sakura tersenyum entah kenapa.

" walaupun Sensei menyebalkan ternyata Sensei orang yang baik..." kata Sakura. Kakashi pun menatap Sakura.

" ohh jadi kau menganggap aku menyebalkan?" tanya Kakashi.

" bukankah Sensei pernah mengakuinya?" kata Sakura dengan nada sedikit tinggi dan wajah sedikit memerah karena malu. Kakashi pun tersenyum kecil.

" kau benar..."

" tchh dasar Sensei menyebalkan..."

" lebih baik kau habiskan makananmu, aku akan mengantarmu pulang..."

" aku bisa pulang sendiri..."

" tidak baik kalau gadis SMA berjalan sendirian saat malam hari..." Sakura pun menghela nafasnya pasrah.

" terserah Sensei..."

TBC...

MOHON MAAF KALAU CERITANYA MULAI NGACO...

TOLONG DI REVIEW TA...