Dalam hidup kyuhyun kata menunggu selalu masuk dalam kata yang dibencinya, untung saja saat menunggu orang tuanya selalu ada kibum yang menemaninya. Tapi kini hampir satu jam dia menunggu kibum seorang diri dengan posisi berdiri memainkan debu yang hinggap disepatunya. pegal? Tentu saja bila bisa dia ingin cepat duduk nyaman didalam tapi dia takut kibum tidak menemukannya dan akhirnya berubah pikiran dan memilih pulang. Beruntung saat dia sungguh mulai bosan dari jauh dia melihat mobil yang sangat kenal, dia yakin itu hyungnya kim kibum.

Dengan senyum diwajahnya kyuhyun melihat hyungnya yang berlari menghampirinya, dia urungkan niat memberi pelajaran untuk kibum karna membuatnya lama menunggu, walaupun sebenarnya untuk waktu yang mereka sepakati kibum tidaklah terlambat, hanya kim kecil ini saja yang terlalu bersemangat.

"Kajja hyung" dengan cepat kyuhyun menarik lengan kibum, kakinya sudah pegal dan lagi acaranya akan segera dimulai. Tak peduli kibum yang masih terengah karna menghampirinya, dia sedikit tertawa membayangkan kibum yang berlari karna menepati janjinya untuk tidak terlambat.

"Kyu" langkah kakinya memelan karna dirasakan kibum yang menghentikan langkahnya. Memalingkan mukanya dengan tidak sabar dan menatap kibum dengan pandangan bertanya

"Wae hyung dramanya akan segera dimulai" kyuhyun sadar kibum ingin mengatakan sesuatu, karna itu dia menghentikan langkahnya dan bertanya dengan tak sabar ayolah sudah cukup dia menunggu dan dia hanya ingin cepat duduk dengan manis menikmati karya seni yang disajikan.

"Kyu, aku membawakan tiketmu" kibum memulai, sedang kyuhyun tidak mengerti bukankah kibum memang harus membawa tiket untuknya dan kibum sendiri agar dapat masuk keacara ini.

"Tadi donghae hyung menelpon dia memintaku menemaninya bertemu temannya, karna dia belum begitu mengenal korea" kyuhyun mengerti kibum ragu untuk menolak permintaan donghae. Ya harusnya kibum langsung menolak, karna nyatanya kyuhyun terlalu menantikan ini.

"Lalu?" Tapi ia masih punya harapankan, mungkin kibum hanya ingin sekedar memberi tahu.

"Sepertinya hari ini aku tidak bisa menemanimu, kau mintalah changmin menggatikanku" kibum mengeluarkan 2 buah tiket dan memberikannya pada kyuhyun

"Ooh" hanya itu jawaban kyuhyun sambil menatap 2 tiket ditangannya.

"Ya sudah, aku harus segera ke donghae hyung dia sudah menungguku" kibum berlalu dia fikir akan sulit tapi ternyata adiknya tidak banyak bertanya. Lagi pula dia juga sudah memberikan tiket untuk changmin yang tentu akan menemani adiknya, akhirnya dengan cepat dia melaju menjemput donghae.

Disisi lain kyuhyun masih memperhatikan tiket ditangannya sedikit menunduk, kesal dan sedih jelas terpancar diwajahnya. Kecewa tentu saja tak taukah kibum itu diapun menunggu bahkan lebih dari seminggu sejak kibum mengajaknya.

Changmin menemaninya, changmin yang mana maksudnya? yang dia ingat hanya ada satu changmin yang menjadi temannya dan bukankah sudah dari awal changmin tidak bisa ikut. Temannya yang lain tidak ada temannya yang suka dengan acara musikal seperti ini, lagi pula kata menemani harus diperbaiki sejak awal bukan kyuhyun yang meminta. Tapi karna ajakan kibum dia mengosongkan jadwal club yang seharusnya masih dia ikuti. Yang mengajak tak datang mau apa lagi, akhirnya kyuhyun melangkahkan kakinya tersenyum mengejek pada tempat yang satu jam ini membuatnya bosan.

-richie-

"Changmin-ah, dimana kau" tanpa basa basi kyuhyun memulai percakapannya setelah terdengar panggilamnya diangkat

"Kyu kaukan aku di tempat nenekku, bukankah kemarin aku mengajakmu tapi kau menolaknya"

" kemarin aku ada jadwal, sekarang tidak lagi berikan alamatmu"

"untuk apa kau menanyakan alamatku bukankah acara musicalnya akan segera dimulai"

"Untuk info saja sudah mulai lima belas menit lalu"

"Lalu kenapa kau menelponku bukankah kau bilang acara musical itu lebih berarti dari pada aku" terdengar suara changmin mulai meninggi

"Min-ah kuputuskan aku tidak menyukai musical sejak 15 menit yang lalu, lagi pula aku hanya bilang aku tidak mau bersama monster makanan, Tapi bila sahabat terbaikku tentu aku akan slalu memilihnya" ucapan manis kyuhyun yang diluar kebiasaan suaranya pelan terdengar manis mungkin dia berkata sambil tersenyum. Senyum miris tepatnya

"Ada apa kyu, dan apa kau benar-benar akan menyusulku"

"Tentu tidak min, aku tidak mau tersesat." Tentu saja kyuhyun tipe yang mengutamakan logika dari pada perasaan

"Kau mau aku ketempatmu" dan betapa changmin tau ucapan manis kyuhyun adalah isyarat sahabatnya itu membutuhkannya.

"Kaki ku...lelah sekali" pelan dan terdengar seolah ada beban

"Ceritalah" dia selalu ingin ada untuk kyuhyun menjadi tempatnya bersandar saat sahabatnya itu terlalu lelah berdiri sendiri. Membalas kyuhyun yang saat mereka kecil memeluknya saat dia ketakutan.

"Cwang aku hanya berfikir, aku selalu diutamakan tapi sayangnya bukan untuk diperduliakan. Mereka seakan disampingku, nyatanya tak melihatku syukurnya aku masih beruntung mereka tidak melupakanku" dinada itu rasa kekecewaan sungguh mendominasi.

-richie

Didepan gedung namsan tower terlihat 2 orang remaja yang terlihat berbicara, mungkin lebih terlihat berdebat

"Kibum kenapa kau tak bilang kalau ada acara dengan kyuhyun"

"Kyuhyun sudah bilang padamu "

"Ais maksudku kenapa kau tak ingatkan" donghae rasanya ingin memukul wajah datar dongsaengnya ini

"Memangnya kau tadi memberiku waktu bicara" terdengar nada menyindir

"Kau bisa mengirim sms padaku pabo, setidaknya kau sudah janji lebih dulu padanya" donghae frustasi dengan dongsaengnya yang hanya menanggapi kepanikan karna rasa bersalahnya dengan acuh

"Aku rasa aku lebih kawatir kau menangis karna tersasar. Lagi pula aku memberikan tiket itu untuk changmin" kibum menjawab dengan santai dan sedikit ejekan

"Oh changmin, kukira dia benar-benar tidak bisa ikut seperti yang kyuhyun bilang" donghae menghela nafas lega, kelegaan langsung merayapi donghae. Pantas saja adiknya itu tampak tak bersalah

"Tidak bisa ikut? Changmin? Ya tuhan aku lupa" dan otak jenius kibum baru bisa mengingat saat changmin mengeluh karna kyuhyun tak bisa ikut ketempat neneknya karna acara mereka melihat musical.

"Kibum jangan bilang kau belum memastikannya"

"Belum" kibum menjawab cepat sambil mengotak atik handphonenya, tidak ingin terlalu lama merasa bersalah, lebih baik dia segera memastikannya

"Haaah" helaan nafas berat yang keluar dari kim kibum, saat handphone ditelinganya hanya terdengar nada sibuk.

" kau seharusnya lebih peka kibum, tidakkah kau lihat begitu semangatnya dia saat menceritakan musical itu, keceriaannya hanya tentang acara denganmu". Donghae merasa puas melihat adiknya terlihat tidak tenang dan rasa bersalah yang begitu ketara. Dan akhirnya donghae sedikit menyesal karna harus mengikuti kibum yang telah berlari menariknya.

-richie-

Kyuhyun berdiri didepan pintu, masih kesal dengan hari ini, nyatanya sejak kedatangan donghae dia merasa lebih putus asa. Dia tak mau menunggu siapapun cukup saat kecil dia menunggu ibu dan ayahnya menjeputnya ditempat penitipan anak yang selalu lewat dari 3 jam, cukup saat dia menantikan liburan bersama yang nyatanya berakhir dengan jadwal pertemuan tak berakhir orangtuanya. Setidaknya dia masih menyisakan kekuatan menunggu hyungnya yang menyambutnya sabagai saudara satu-satunya. Namun kehadiran donghae memberi tahunya, kim kibum tak memerlukan kyuhyun sebagai saudara satu-satunya. Nyatanya dia tak lebih betarti dibanding kakak sepupu kibum, yang merupakan kakak sepupunya yang nyatanya mengambil jatas kebersamaannya.

"Kau mengapa tidak masuk" suara kibum yang membuka pintu dan berdiri tepat didepanya menyadarkan kyuhyun.

Tanpa berkata apapun kyuhyun memasuki rumahnya, yang diikuti kibum dibelakangnya yang sepertinya membatalkan niatnya keluar setelah melihat kyuhyun pulang. Ya kibum berniat mencari kyuhyun yang tidak ada dirumah sampai larut malam.

"Kyu dari mana saja, kibum panik seperti orang gila saat kau belum pulang" tentu saja donghae berlebihan, kibum memang panik karna rasa bersalah tapi dia masih bisa bersikap tenang.

"Setidaknya kau masih punya mulut untuk menjawabkan" kali ini kibum yang terdengar menambahkan, menekankan pertanyaan agar dijawab. Saat melihat respon kyuhyun yang acuh. Ya ini memang sudah terlalu larut

"Apalagi, tentu saja menonton dengan changmin seperti saranmu"

"Changmin diluar kota ditempat neneknya, tadi aku diberitahu ibunya"

"Oh kau tau toh, tapi kau tidak berpikir aku akan menonton sendiri dan bersedia menceritakan padamu yang menemani hyung tersayangmu itukan" kyuhyun menjawab sungguh dengan nada yang menyebalkan

" kyu kau marah padaku" sungguh ini membuat donghae merasa bersalah

"Tidak, aku sudah biasa mendengar janji"

"Kyu aku tidak bermaksud melanggar janji"

" kau tidak melanggar janji, dari awal aku hanya ditawari bila tak jadi ya sudah"

"Bukan begitu mengertilah aku sudah sangat lama tak bertemu donghae hyung. Bagaimanapun aku merindukannya dia yang slalu menemaniku, jadi kali ini aku ingin menemaninya. Lagi pula kita tinggal bersama dan selalu bertemu" kibum mencoba menjelaskan sebisanya, sedikit bingung karna baru pertama kali kyuhyun marah padanya

"Kau benar hyung, donghae hyung yang slalu menemanimu, karna itu akupun selalu berharap kaupun mau menemaniku, dan akupun juga tau bagaimana perasaan rindumu karna itu yang kurasakan selama kau tak mau menemui kami, selama itu aku merindukan hyungku. Aku juga selalu bertemu denganmu karna itu aku selalu ingin kau melihatku sebagai dongsaengmu. Kau sudah ada bersamaku tapi berapa banyak kesempatan kita menjadi hyung dan dongsaeng. Aku ingin membuat kenangan yang banyak hyung"

"Maaf kyu kau tidak mengerti, bagaimanapun aku akan memilih donghae yang selalu menemaniku saat omma dan appa lebih memilihmu"

Jawaban kibum membuat kyuhyun terluka, dia memang dipilih tapi tak taukah bahwa dia sendirian. Akhirnya dia berjalan menuju kamarnya menekan semua rasa yang membuatnya sesak. Mengerti? Bisakah ada yang mengerti perasaannya juga yang berusaha tidak mengeluh bahkan changmin anak pemilik playgroup dulu tak pernah tau semua rasa kesalnya.

Sedang doanghae mulai paham, sibungsu perlu sosok yang menemaninya. Kyuhyun Tampak terlihat seperti kibum dulu. Dia merasa tidak enak, bukan karna selama ini menghabiskan waktu dengan kibum, tapi karna dia tidak bisa membagi dirinya untuk kyuhyun, dia paham dari sisi kibum tapi dia rasa kyuhyun tak lebih bahagia.

" Akupun merindukan mereka karna itu aku kembali kesini namun aku terlalu kecewa dan bagaimana bisa merasa mempunyai dongsaeng saat setiap hari aku terbiasa menjadi anak tunggal kakek dan nenekku. Hyung aku menyayanginya tapi saat ingat omma dan appa yang tak datang di hari ulang tahunku karna menemaninya ada rasa benci."

Kyuhyun masih mendengar suara kibum yang mengeluarkan isi hatinya. Benci? Ternyata begitu menyakitkan mendengarnya. Tapi sebenci apapun dia tetap adik seorang hyung datarnya itukan. Dan semua sesak didadanya berubah menjadi tetesan air dari matanya

... tuhan apa ini hasil bertahanku untuk menunggu...

Tbc

Maaf baru bisa update baru dapet mood. Dan sebenernya tbc itu kata lain dari "richie udah gak ada ide" hehe jadi ya tbc bisa berakhir dimana aja. Dan richie lebih rajin lanjut ff lewat hanphone karna saat kapan aja ada ide bisa langsung ketik cuma gini hasilnya banyak typo cos lebih ribet ngeditnya. Oh iya diharapkan untuk reviewnya bukan apa review untuk richie sendiri berguna untuk ngukur udah tersampaikan belum inti cerita yang mau disampein dengan kalian komen tentang ff ini. Dan tentunya pengingat untuk lanjut ff yang dibuat. Haaah pengen banget bales komen satu-satu tapi ya gimana. Oh ya maaf kl chapter ini gak sesuai harapan kalian a :p. Btw disini ada reader favorit richie bikin richie smangat kalo liat riviewnya. Btw thank udah baca.