Warning : Kise Tetsuya's PoV. Mpreg. Shonen-ai. Abal-abal? OOC? Typo? Alur cepat? Set 1 minggu setelah chap 5.
A/N : Bingung mau tambah ide apa tentang kehamilan. Maafkan sayaaa! Sepertinya cerita kali ini failure-_-"
Disclaimer : Bukan punya saya.
.
.
Chapter 6 : Visiting (Kise's) Family
.
.
Sudah seminggu semenjak Ryouta-kun pulang. Dan sekarang, kami akan mengunjungi keluarga Ryouta-kun. Sudah sekian lama kami tidak mengunjungi mereka.
Sekarang kami berada di depan pagar. Di temboknya tertulis nama keluarga pemilik rumah itu - "Kise". Ryouta-kun segera menekan bel & tak berapa lama kemudian, keluarlah seorang wanita berumur sekitar 30-an.
"Ryou-chan?! Tetsu-chan?!" Seru wanita itu terkejut. Ekspresinya menunjukkan kalau dia senang & juga terkejut.
"Nee-chan. Hisashiburi-ssu~!" Sapa Ryouta-kun girang.
"Konnichiwa, onee-sama." Salamku. Berusaha membungkuk, namun ditahan Ryouta-kun, "Jangan membungkuk Tetsuyacchi!"
"Ah, sumimasen." Aku juga lupa kalau aku membungkuk bisa menekan perutku yang makin membesar.
"Kyaaaa, Tetsu-chaaan! Kau masih imut seperti awal kita bertemuuu!" Wanita itu adalah kakak kedua Ryouta-kun, Kise Natsumi. Kise? Ya, kakak keduanya memang belum menikah.
Ryouta-kun punya 2 kakak perempuan. Natsumi-nee adalah kakak keduanya. Kakak tertuanya bernama Hoshi. Aku lupa marganya yang sekarang. Karena Hoshi nee-sama sudah menikah dengan seorang pemuda yang berdomisili di Hokkaido.
Hoshi nee-sama lebih kalem dibandingkan dengan kedua saudaranya, Natsumi-nee & Ryouta-kun. Tapi, mereka tetap berhubungan baik kok.
"Natsumi nee-sa..." Perkataanku terpotong karena Natsumi nee-sama langsung menggembungkan pipinya. "Jangan formal seperti itu, Tetsu-chan! Cukup memanggilku dengan Natsu-nee atau Nee-chan atau Nacchan!" Ucapnya sambil menasihatiku.
"Ha-hai desu, Natsumi-nee..."
.
"Sudah lama kalian tidak berkunjung kesini!" Seru seorang wanita paruh baya. Itu ibu mertuaku, Kise Tsukiko. Meski begitu, Beliau masih menunjukkan aura terangnya.
"Apa kabar, okaa-sama?" Aku memeluk beliau.
"Okaacchi~!" Ryouta-kun juga memeluk ibunya.
"Ryou-chan masih tidak berubah ya!" Omel Tsukiko-san.
"Ahahaha~ Aku kangen Okaacchi~!" Ryouta-kun masih memeluk ibundanya itu.
"Aku tidak sabar untuk menimang cucuku! Masih berapa bulan lagi?" Tanya Tsukiko-san sambil mengelus kepala Ryouta-kun. Dia pasti benar-benar rindu ya?
"Sekitar 4 bulan lebih lagi." Jawabku.
"Apakah perempuan atau laki-laki? Apa dia akan bermata coklat madu atau biru? Apa matanya akan bulat seperti Tetsu-chan atau tajam seperti Ryou-chan? Apa bulu matanya akan selentik Ryou-chan? Apakah dia akan memiliki trait 'kuudere' seperti Tetsu-chan atau trait 'ikemen' seperti Ryou-chan?" Natsumi-nee mulai berceloteh panjang lebar. Sepertinya dia tidak sabar menantimu, nak.
"Aih, Natsucchi-nee~ Aku juga penasaran~ Tapi, kita masih harus menunggu beberapa bulan lagi." Ujar Ryouta-kun sambil duduk di sampingku.
Aku merasa aneh. Mendadak aku melihat bayangan seorang anak berambut pirang, bermata biru. Namun mata bulat yang menatapku itu... Dia tersenyum lembut.
"Tetsucchi? Mengantuk-ssu?" Aku merasakan tangan besar Ryouta-kun mengelus rambutku, "A-ah. Sumimasen." Ternyata aku tadi sempat tertidur? Berarti tadi itu mimpi?
"Aaaah! Tetsu-chan saat tidur imut sekaliiiii!" Pekik Natsumi-nee.
Mendadak aku teringat sesuatu. Katanya umur 4 bulan sudah bisa merasakan gerakan bayi. Tapi... Umur kandunganku sudah 4 bulan lebih, kenapa tidak merasakan gerakannya?
THUD.
"Ah!" Aku merasakan sesuatu yang bergerak di perutku.
"Ada apa, Tetsuyacchi?!/Tetsu-chan?!" Ryouta-kun & Natsumi-nee langsung terlihat cemas.
"Di-dia bergerak...!" Ucapku senang.
"Apa? Di-dia sudah mulai bergerak?!" Ryouta-kun juga terlihat sangat senang, "A-aku mau merasakannya..." Ryouta-kun mendekati perutku & menempelkan telinganya ke perutku.
THUD.
"Whoaaaaaa! Dia disana! Dia tahu aku ingin mendengarnya! Waaaah! Anakku baik sekaliii!" Ryouta-kun mengatakan hal itu berulang kali.
"Ryou-chaaan! Aku ikut senang! Aku juga mau dengar!" Natsumi-nee juga ikut-ikutan menempelkan telinganya di perutku.
THUD.
"Aaaaaaa! Dia bergerakkk! Kyaaaaa! Ayo cepat keluar~ Obaa-chan tidak sabar untuk menemuimu~" Natsumi-nee memekik kegirangan seperti Ryouta-kun.
"Aih~ Okaa-san jadi teringat saat-saat okaa-san hamil dulu. Nostalgianya... Okaa-san tidak sabar untuk menggendongnya..." Gumam Tsukiko-san.
Aku menatap mereka bertiga. Yang bercanda gurau, berbincang tentang anak (Ryouta-kun), keponakan (Natsumi-nee) & cucu (Tsukiko-san). Sepertinya semua menantimu. Tetaplah bertumbuh ya. Okaa-sama juga menantimu.
"Ah. Aku haus-ssu. Natsucchi-nee tidak menyiapkan minum-ssu?" Kata Ryouta-kun memecah topik pembicaraan.
.
Kami menghabiskan waktu cukup lama. Berbincang setelah sekian lama tak berjumpa. Aku menatap jam dinding. Pukul 07.30 malam. "Ah, sudah jam segini! Bagaimana kalau kalian menginap saja?" Tanya Natsumi-nee sambil mengangkat beberapa piring kotor. Kami baru selesai makan malam.
Aku menatap Ryouta-kun, "Tetsuyacchi sepertinya mau-ssu." Ucapnya.
"Bagus~ untunglah kemarin aku membersihkan kamarmu Ryou-chan!" Girang Natsumi-nee. "Eh? Natsucchi-nee membersihkan kamarku?!"
"Kenapa kau terkejut, Ryouta-kun? Apa ada sesuatu?"
"Ti-Ti-Tidak! Tidak! Ya 'kan Natsucchi-nee?!" Jawab Ryouta-kun. Mencurigakan... "Ke-kenapa kau melihatku Ryou-chan! Ah, apa kau tidak mau pergi mengambil baju tidur & lain-lain terlebih dahulu?" Tanya Natsumi-nee.
"O-oh ya. Aku pergi dulu-ssu..." Ryouta-kun beranjak dari kursinya, "Jangan lupa minum susu, Tetsuya." Kata Ryouta-kun sambil mencium keningku.
"Mm... Hati-hati di jalan."
Aku melihat Ryouta-kun pergi hingga ia menutup pintu.
"Tetsu-chan~ Bagaimana kehidupan saat-saat hamil dengan Ryou-chan?" Aku menatap ibu mertuaku dengan bingung.
"Ryou-chan sering pergi untuk bekerja 'kan? Apa ada masalah? Seperti kesehatan dan lain-lain? Tentang asmara? Apakah Ryou-chan memperlakukanmu dengan baik? Apakah dia lembut bila berada di ranjang?" Jelas Natsumi-nee.
BUH.
Aku nyaris tersedak teh yang kuminum. Wajahku panas mendengar penjelasan dari kakak iparku.
"R-Ryouta-kun sangat lembut denganku. Me-meski kadang masih banyak fansnya yang berusaha mendekatinya..."
"Benarkah? Lalu saat di ranjang...?" Ujar Natsumi-nee usil, "I-itu adalah masalah pribadi. Ehem." Aku berdehem untuk menghilangkan rasa gugupku.
"Aih~ Tecchan malu-malu~" Balas Natsumi-nee. "Ayo cerita yang banyak Tetsu-chan~" Tambah Tsukiko-san.
Ah. Mereka sangat penasaran dengan kehidupanku. Aku bingung harus menjawab apa. Tapi, setidaknya aku tidak kesepian jika disini.
.
"Maafkan Natsucchi-nee & okaa-san yang menginterogasimu, Tetsuyacchi." Ucap Ryouta-kun setelah mematikan lampu kamar.
"Tidak apa. Setidaknya itu artinya mereka peduli padaku." Jawabku sambil mempersiapkan bantal kami.
PLOP. Ryouta-kun langsung menjatuhkan dirinya tepat di sampingku. Lalu kepala kuningnya diletakkannya di bantal.
"Yah. Setidaknya Tetsuyacchi tidak diapa-apakan-ssu." Ucapnya sambil mendekatkan dirinya kepadaku. Hangat. Aku teringat sesuatu lagi, "Ah... Aku menemukan bukumu di tumpukan kardus sana."
"EH?!" Dia memekik terkejut. "Aku tidak menyangka kau orang seperti itu, Ryouta. Mati." Aku berbalik memunggunginya.
"U-uwaaa! Tetsuyacchi! I-itu! Aku bisa menjelaskan! Tetsuyacchi!"
Aku hanya dapat tertawa dalam diam saat Ryouta-kun meminta maaf dengan cara apapun.
.
.
A/N : Kenapa namanya Natsumi? Kanjinya : Natsu (Musim panas), Mi (Cantik). Karena musim panas (Kise lahir di musim panas kan?) Dan cantik /salah XDD
Kenapa namanya Tsukiko? Kanjinya : Tsuki (bulan), Ko (anak). Yah. Saya hanya mencari referensi yang dekat2 dengan Ryou-kun (Ingat di beberapa FF ataupun doujin tentang perumpamaan Kise-kun = bulan?) Ko itu hanya embel-embel(?)
Kenapa namanya Hoshi? Kanjinya : Hoshi (bintang). Temannya bulan? Bintang. Maaf imajinasi saya terbatas-ssu. Setidaknya bintang juga indah meski cahayanya di bumi kecil (Kalem - kecil)
Ehem. Buku apa itu? Itu buku porno /slap. Mengingat Q&A "All of them have a porn book. Can't help it because they're a boy after all." Pfft, semua cowo itu pervert ya, Fujimaki-sensei? Di novel replace, Ryou-kun mengatakan kalau dia jg seorang laki-laki, sehingga wajar kalau... Menyukai wanita berdada besar (Komentar 'kenapa Aominecchi mesum' ke Momocchi) Yah lanjutnya bisa dibaca sendiri~ /slap
