Revenge
.
.
.
By Crystal Sheen
Naruto By Masashi Kishimoto
Rated: T+
Genre: Romance
Summary
Gadis itu nyaris sempurna tidak akan ada yang menyadarinya jika seorang gadis polos sepertinya pernah mengalami sebuah depresi hebat yang mengancam kehidupannya
Warning
Miss Typo and abal-abal
Terinspirasi dari fanfic L.I.P.S.T.I.C
RnR
.
.
#FLASHBACK
Surai merah muda gadis mungil itu bergerak kesana kemari, mengikuti pergerakan gadis itu yang kian cepat. Sepasang emerald indahnya, menatap iris sapphire dan onyx yang dengan setia menunggunya.
"Seperti biasa, Sakura-chan yang kalah!" suara riang penuh semangat itu menyapu pendengaran gadis itu. Sakura, gadis itu. mengerucutkan bibirnya sebal.
"Ini tidak adil! Kalian berdua pria dan aku seorang gadis! Mana bisa aku menang dari kalian dalam adu lari," cibir gadis itu, mengelap keringat di pelipisnya.
"Aku tidak mau tahu! Pokonya kau yang bayar ramen jumbo sepesialku!" teriak lelaki blonde itu, memasuki salah-satu kedai ramen yang sangat terkenal. Sakura melirik lelaki di sampingnya dengan malas, cool. Yeah.. Uchiha Sasuke selalu tampil keren dan calm, hingga dapat memikat hati para wanita.
Tapi….
Lelaki itu melirik Sakura dari sudut matanya, dan menampilkan evil smirk mengerikannya "Kau tidak akan jatuh miskin hanya karena meneraktir seporsi ramen, Sakura," desis lelaki itu menggoda.
Yeah! Menurut Sakura dia hanya lelaki menyebalkan yang super kelewat mesum!
Gadis itu dengan sangat kesal, menyeret kakinya memasuki kedai yang telah dihuni oleh kedua sahabatnya itu. Sakura dapat melihat sosok gadis berambut biru legam yang di kepang dua, dengan kacamata minus di wajahnya. Sepasang emerald itu dapat melihat seragam sekolah yang dikenakan gadis berkacamata itu sama seperti yang dikenakan Sakura.
"Hi!" sapa Sakura ramah, gadis itu duduk diantara Sasuke dan Naruto. Gadis bersurai legam itu hanya mengangguk canggung dan cepat-cepat membayar ramennya.
"Gadis aneh," ujar Sasuke cuek.
"Tapi dia sangat calm, bukankah dia terlihat cantik, teme?" seru Naruto tanpa sadar, tatapannya sungguh berbeda, seperti tatapan tertarik akan lawan jenis.
"Fall in love in first sight?"ledek Sakura dengan nada jenaka. Sedangkan yang diledek hanya bisa salah tingkah.
"Dengan gadis cupu seperti itu?! lupakan!" elak Naruto yang disambut dengan dengusan geli dari Sasuke dan tawa membehana dari Sakura.
Tomorrow
Sakura turun dari cooper s pink miliknya, di ikuti dua gadis blonde di belakangnya. Yamanaka Ino dan Yukimi Shion.
"Morning! Sakura!" sapa gadis cantik bersurai merah, dengan kacamata di iris ruby miliknya.
"Morning Karin, Tenten belum datang?" tanya Sakura, tidak menemukan sosok bercepol dua itu.
"Hanya Sakura yang di sapa dan kami tidak?" cetus Ino dengan wajah yang dibuat seperti sedang kesal.
"Dasar pilih kasih," lanjut Shion sebal.
"Well, tidak ada gunanya menyapa kalian berdua, dan Tenten memang belum tiba," gadis bersurai merah itu menarik kursi di belakangnya.
"dan kenapa kantin sangat ramai?" tanya Sakura, mengingat saat ia berjalan melewati kantin, dia dapat mendengar suara ricuh penuh kata-kata kasar dari kerumungan orang yang mengelilingi satu objek.
"Pembullyan, kau tidak pernah kekantin jadi wajar jika kau tidak tahu, dan kau selalu terlambat so.. sangat wajar kau melihat sesuatu yang tak lazim di matamu!" dengus Karin, gadis itu mengutak-atik iPhone 5s miliknya.
"Dan tumben kau tidak ikut pembullyan itu wahai, Miss langganan detection class," Ucap gadis bercepol dua yang baru saja tiba.
"Aku tidak suka dengan alasan mereka, dia tidak genit dengan cogan dan dia juga tidak mengusik kehidupanku, so.. untuk apa aku membullynya?" Karin mengangkat bahunya tidak peduli.
"Bye the way.. kau jadian sama Sasuke, Saku?"
"APA?!"
Revenge
Sakura berjalan melewati koridor, sepasang emerald itu membulat sempurna, ia melihat seorang gadis bersurai legam yang berjalan terseok-seok, tubuhnya di penuhi oleh pecahan telur dan tomat, Sakura dapat mencium aroma tidak sedap dari tubuh gadis itu.
"Apa yang terjadi?" gadis beriris lavender itu menatap nanar Sakura, gadis itu membuka lalu menutup kembali mulutnya. Dengan lemah gadis itu menggelengkan kepalanya dan segera lari pergi.
Sakura sangat-sangat yakin jika gadis tadi, adalah gadis aneh yang ditemuinya di kedai ramen.
Sakura tidak mengikuti pelajaran Anko-sensei dengan baik, pikirannya masih fokus kepada sosok gadis yang terlihat begitu merana.
"Sst.." desis Ino di telinga Sakura, membuat gadis itu terpenjat.
"What?" tanya Sakura malas.
"what's wrong with you? Kau baru saja jadian dengan Sasuke dan sekarang kau terlihat tidak bersemangat," Sakura hanya mengangkat bahu tidak peduli. Gadis itu berjalan menuju cafeteria, di ikut Ino, Tenten, Shion, dan Karin. Saat bell tanda istirahat telah berbunyi.
Kelima gadis beken KISHS itu duduk di tempat paling berwenang yang ada di cafeteria.
"Dasar anak haram!"
"Kau tidak pantas berada di sini!"
"Aku yakin kau tidak di akui di klanmu!"
Sakura melirik kepada kerumungan orang yang mengusik ketenangannya. Gadis itu mengepalkan tangannya, giginya mengeram kesal. Iya tidak menyangka akan ada penindasan atas dasar keluarga di dunia nyata. Ia pikir hal seperti ini hanya akan muncul pada kisah-kisah klise drama yang tidak masuk akal.
"Sakura kau mau keman-"
"BERHENTI!" ucapan Karin terpotong dengan teriakan super Sakura yang menggetarkan bangunan Sekolah. Semua orang memandangnya.
"Haruno jangan halangi kami!"
"kami mohon Haruno!"
"Dia harus dibasmi!"
gadis itu mengeletukan gigi-giginya kesal.
"Tolol! Jika kalian yang menjadi anak haram, kalian mau di tindas juga?" semua orang bungkam dengan teriakan memekingkan telinga itu.
"Emang anak haram itu salahya? Bukannya orangtuanya yang salah ya, dasar Bego!" semua orang di sana trcengang, Haruno Sakura yang terkenal akan sopan-santunnya sekarang mengeluarkan kata-kata kasarnya.
"MINTA MAAF SEKARANG JUGA!" semua orang di kerumungan itu tubuhnya bergetar hebat, saat melihat tatapan mengerikan yang jarang di tunjukan seorang Haruno Sakura. Semua orang di sana membungkukkan badannya dan beranjak pergi.
Sakura melihat Hyuuga Hinata yang menatapnya dengan tatapan kagum.
"Kau tidak kenapa-napa?" gadis itu mengangguk lemah, setelah berganti baju gadis itu menghampiri Sakura dengan teman-temannya.
"Terimakasih," Hinata membungkukkan badannya sopan.
"no problem,"
"Kenalkan, ini Yamanaka Ino, Yang Tenten, Yukimi Shion, Uzumaki Karin, Namikaze Naruto, dan pacarku Uchiha Sasuke," onyx dan Lavender saling bertemu, Hinata menyunggingkan senyum menggodanya.
Sejak saat itu tidak adalagi gadis culun bernama Hyuuga Hinata yang selalu dibully, tetapi gadis Sexy penguasa sekolah yang sangat di segani.
Sakura menundukkan kepalanya, di cengkramnya rok mini berwarna hitam yang dikenakannya. Sekali-kali dilirknya jam tangan Gucci di pergelangan kirinya. Sepasang emerald itu menatap sendu langit sore yang indah.
"Sakura-Chan," gadis itu melirik lelaki blonde yang mengendarai sepeda gunung berwarna putih.
"Kau habis dari gunung?" lelaki itu mengangguk "Kau hanya sendiri?" gadis itu menggeleng pelan.
"aku menunggu Sasuke," lelaki blonde itu, Naruto mengerutkan keningnya tidak mengerti "Tidak biasanya Teme terlambat datang kencan," Sakura mengulum senyum kecil.
Gadis bersurai legam tanpa sehelai benang itu meleuk erat pinggang lelaki di sampingnya.
"Aku harus bertemu dengan Sakura…"
"Sstt… Ayolah Sasuke-kun~ dia akan baik-baik saja, lebih baik kita lanjutkan oke.."
Mereka tidak menyadari jika ada sepasang onyx yang melihat mereka dengan tatapan yang tidak percaya, sepasang onyx milik Uchiha Itachi itu menyipit kecewa kepada adik laki-lakinya dan wanita legam itu, padahal baru saja semalam ia mencicipinya, dan sekarang wanita itu di cicipi oleh adiknya? Iya benar-benar tidak menyangka jika wanita itu adalah wanita murahan.
Gadis bersurai legam itu berjalan dengan riang di ruang utama keluarga Hyuuga.
"Dari mana sajakau?" gadis itu tersenyum senang melihat lelaki tampan bersurai coklat panjang menatapnya intens.
"Rumah Sakura, mau kulayani malam ini?" gadis itu mulai membuka setiap kancing tubuhnya.
Revenge
Sakura, Tenten dan Ino. Ketiga gadis itu duduk disalah satu café di Konoha Plaza. Ketiga wjah cantik itu ditekuk, mereka tidak tahu dimana Hinata, Shion, ataupun Karin.
"Itachi-kun… dia memutuskanku," lirih Ino, membuat Tenten dan Sakura menatapnya tidak percaya.
"Apa?! Akan kuhabisi lelaki brengsek itu!" pekik Sakura kesal, sedangkan Ino hanya menghela napas panjang.
"Lupakan, dari awal dia memang tidak mencintaiku, aku akan di Rusia selama akhir musih panas ini," lema Ino sedikit ada nada kecewa di setiap perkataannya.
"Haa~ nasibku sama dengamu no.. menjadi pelampiasan," lanjut Tenten kedua iris madunya mulai berkaca-kaca "melihat orang yang kau cintai bersex dengan orang lain, itu sangat sakit," air mata gadis keturunan cina itu turun membasahi wajahnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi…" lirih Sakura dengan nada penuh misteri.
iPhone 5s berwarna pink itu bergetar.
Cepat susul Mommy ke France!
Sakura mengerutkan keningnya, dan segera beranjak pergi.
"maaf, aku duluan,"
Gadis itu mengemudi dengan kecapatan diatas normal. Dan memakirkan mobilnya di depan halaman luas Mansion Haruno.
Langkah kakinya mengema di Mansion Haruno, mata emeraldnya membulat sempurna saat melihat duo Hyuuga duduk di kiri-kanan Ayahnya hanya menggunakan pakaian tipis. Mata gadis itu memanas.
"Ini Lily, Ibu barumu dan kau menjadi adik Hinata,"
Perkataan ayahnya itu adalah sebuah bogem mentah yang melayang kepikirannya.
TBC
Huwaaahhh… jujur! aku benar-benar di kejar-kejar tugas, hingga baru dapat update hari ini :'
Baiklah aku ingin tanya apa diantara kaliana walnya ada yang berpikir aku akan menjadikan Sakura dengan Naruto?
Ok! Sekarang waktunya bales review! Yang log-in cek pm!
Guest
Hahaha… iya, doain ajaya semoga seleranya kembali berkelas.
Somebody
Maaf baru bisa update sekarang, tugas aku numpuk banget kaya gunung. Iya Neji sama Itachinya dikit, endingnya? Itu masih rahasia :)
Hanani
Iya-iya abang Narutonya ngecewain, haha Sasukenya berjuang! Mebuki? Bikin Kizashi nyesel? Entahlah masih dalam pikirkan .-.
Haruchi
Maafkan Saya, kemarin malam saya ingin update tetapi Telkom sepertinya tidak bersahabat dengan fanfiction, jadi saya kalau buka ini kadang gak bisa di proses, dan saya baru sempet update sekarang :( sekali lagi saya minta maaf yang sebesar-besarnya!
Name
Masih kamis ko! Cuma saya lagi telat saja, maafkan saya.
Ok! Semua udah clear!
See you next chapter!
Friday, 7 august 2015
