I LOVE YOU, HYUNG

.

Created by Hyunnie

Disclaimer :

EXO isn't mine, but Kai is Mine :3

Cast :

Kim Jongin, EXO

Pair :

HunKai

Genre :

Friendship, little humor, and maybe in next chap a adventure or crime

WARNING :

MISS TYPOS, ABSURD, ALUR ANEH, TIDAK ADA SAD-SADNYA, OOC

.

DON'T BASH

DON'T COPY

AND GO AWAY IF YOU DON'T LIKE THE STORY OR PAIRING

.


The Story Begin!


.

Previous chapter :

"Dengan mengorbankannya? Aku tidak mau, dia-..."

"ARGGHHH..."

Ucapan Sehun terputus begitu teriakan nyaring dari Jongin terdengar.

Chanyeol saling berpandangan dengan Sehun menyiratkan kekhawatiran dan segera berlari kearah kamar yang ditempati sang adik.

"Kumohon Jongie, jangan lagi..." bisik Chanyeol sambil berlari, menghiraukan bagaimana saudaranya yang tak tau menahu itu ikut masuk kedalam rumah Sehun.

BRAAKK

Mata Chanyeol membola begitu sampai diruangan itu, ia menelusuri mencari Jongie dan...

"JONGIINN..."


_ooOoo_


.

"ARGHHH... PERGI HIKS... PERGI KALIAN, JANGAN MENDEKAT HIKS... PERGI... EOMMA, APPA~ BAWA JONGIE HIKS... JEBAL~... JONGIE LELAH EOMMA HIKS... JONGIE SAKIT HIKS... APPA"

Jongin terus melempar barang-barang disekitarnya, entah itu bantal maupun buku.

Beruntung tak ada benda yang terbuat dari bahan yang mampu membahayakan nyawa Jongin.

Kris dan yang lain terdiam melihat kondisi Jongin dalam keadaan kurang baik.

Secuil rasa iba, dirasakan oleh mereka namun dengan cepat tertutupi kembali oleh kebencian yang begitu besar.

"Jongin sayang, ini Chanyeol Hyung. Tenanglah eo? Jangan berkata seperti itu sayang, kau membuat Hyung takut. Bukankah kau ingin bersama Hyungmu yang lain dan kita menghabiskan waktu bersama selamanya?"

Sehun memilih diam, begitu pula yang lain melihat Chanyeol mendekati Jongin yang mulai menghentikan aksinya.

"Chanyeol Hyung hiks... Apa, aku sungguh pembawa sial?"

"Aniya, kau itu permata berharga yang Hyung sayangi. Jangan pikirkan hal itu Arra?"

Kecupan ringan di lancarkan Chanyeol ke dahi Jongin cukup lama.

Mengusap rambut acak-acakkan itu, dan memeluknya erat tubuh ringkih Jongin yang mengurus.

"Kau bersama Sehun saja oke? Hyung ada urusan, sebentar saja. Sehun-a?"

Sehun mendekat, mengambil alih Jongin dari Chanyeol yang seakan enggan berpisah dengan Hyungnya yang memiliki telinga seperti peri itu.

"Aku ingin bicara dengan kalian"

Suara Chanyeol yang semula lembut berubah dingin dan menyeramkan, berjalan keluar kamar dan dengan sengaja menabrak Suho yang berdiri didekat pintu.

Kris menatap saudaranya yang lain dan mengangguk, mengikuti langkah kaki Chanyeol menuju ruang tamu keluarga Oh.

"Eh? Ada apa ramai-ramai disini?"

Donghae beserta Kyuhyun yang baru sampai dengan kantong belanjaan ditangan mereka, melihat keadaan rumah sudah 5 orang keluarga Kim.

Saudara Kim lainnya, diminta Kris untuk segera pulang dan menunggu kabar ketiga orang yang tengah diculik.

"Aniya Hyung, tolong temani Jongin dan Sehun ne?"

"Arraseo, kajja Chagi"

Sepeninggal Kyuhyun dan Donghae yang berjalan menuju dapur meletakkan belanjaan, berlalu kekamar yang ditempati Jongin dan Sehun.

"Apa kalian masih ingin mengambilnya setelah melihat kondisinya"

"Tentu saja"

Dengan angkuh, Kris berkata menatap Chanyeol datar seakan saudaranya itu merupakan musuh bebuyutannya.

"Apa kalian punya hati? Jika kalian punya, kalian akan berpikir dua kali untuk mengambilnya dalam kondisi seperti itu"

"Kami mempunyai hati Chanyeol hyung, tapi untuk seorang pembunuh? Kurasa tidak ada. Dan satu hal yang perlu kau tau, meski begitu kami sudah terlalu baik padanya. Memberikan berbagai macam fasilitas, kurang baik apa kami? Dan sekarang saatnya meminta balasan atas apa yang kami lakukan"

Rahang Chanyeol mengeras, mendengar kata 'pembunuh' dan semua ucapan Chen membuatnya ingin segera memukul orang itu sekuat tenaga mengabaikan fakta bahwa namja itu adalah adik dan partner in crimenya bersama saudara kembarnya, Baekhyun.

"Pembunuh ya? Atas dasar apa kalian mengatai Jongie sebagai pembunuh? Karena orang itu? Dan satu hal lagi, dia bukan sosok Materialistis yang hanya dipuaskan dengan berbagai macam fasilitas. Baik? Cih... Apa kalian lupa? Jika kalian menganggap diri kalian baik, setidaknya ia bisa bersekolah bukan? Balasan? Hei... Bukankah kebalik? Kalian lah yang seharusnya balas budi terhadapnya"

"Sudah lah, Jangan sok membelanya Kim Chanyeol, kau juga turut serta mengatainya bahkan memperlakukannya seperti seorang pembunuh. Apa aku salah?"

"Ya... Dan sayangnya aku sang menyesal bahkan aku rasa aku ingin bunuh diri atas perlakuanku padanya setelah mengetahui kebenarannya, Lay ge. Hanya ucapan Siwon Ahjussi kalian langsung mempercayai bahwa Jongin pembunuhnya, apa kalian melihat kejadian itu? Apa kalian punya otak? Seorang anak kecil polos dan naif berumur 3 tahun, membunuh orang tuanya dengan menikam dan meminumkan racun? KALIAN BODOH ATAU APA?"

Mereka berlima yang ada disana, seakan kehilangan kata-kata mendengar ucapan Chanyeol.

Rasa bersalah perlahan muncul, namun entah bagaimana mereka menepis perasaan itu kembali dan membalas ucapan Chanyeol.

"Semua tidak ada yang mustahil Chanyeol hyung. Apa kau juga melihat kejadian itu? Kurasa tidak, dan hanya Siwon Ahjussi yang melihat semuanya. Ia tau apa yang terjadi, hyung"

"M-Mwo? Kalian-..."

"Chanyeol hyung~"

Suara manja tertangkap pendengaran mereka dan menoleh kesumber suara.

Jongin, dengan kedua tangan memeluk teddy bear coklat berukuran besar menghampiri Chanyeol dan melingkari tangannya di tangan sang hyung.

"Ada apa, Jongie?"

"Hyung, bisakah kita menyelamatkan Xiu hyung, Lu ge dan Baekhyunnie hyung?"

"Tentu saja kita bisa melakukannya, Sayang"

Chanyeol mengelus surai hitam yang telah disisir rapi, matanya melirik kearah Sehun yang menganggukkan kepalanya.

"Hyung, mereka siapa? Apa kau sedang ada tamu?"

DEGG

Debaran Jantung diantara mereka terus berdetak kencang seakan ingin keluar, rasa ngilu di dadanya terasa hanya dengan ucapan polos seseorang yang selalu mereka sakiti berucap seperti itu.

"Chagiya? Mereka itu Hyungmu. Kris, Lay, Suho, Chen dan Kyungsoo"

"Aniya, mereka bukan hyungku. Hyungku tidak akan menyerahkan adiknya pada orang jahat. Hyungku itu akan menjagaku, bukan menyerahkanku. Apalagi Suho Hyung, ia selalu melindungiku, Sehunnie"

Jongin menggelengkan kepalanya terlihat imut, berusaha menampik ucapan Sehun.

Tanpa sadar, liquid itu menetes membasahi pipi mereka dan terjatuh begitu saja.

"Hyungku itu selalu bermain denganku Sehunnie, apalgi Kris gege selalu memberikan mainan padaku. Kyungie hyung juga, ia selalu memasakkan makanan untukku. Pokoknya mereka sangat menyayangiku"

Jongin berucap dengan semangat hingga, pancaran itu berubah dengan penuh kekosongan tanpa ada salah satu dari mereka mampu membacanya.

"Andai semua yang kukatakan itu adalah nyata. Andai aku mengalami amnesia dan melupakan segalanya. Tapi seberapa keras aku berusaha itu semua hanya khayalan semu. Apa Jongie berkhayal terlalu tinggi ya? Maafkan Jongie hyung, ge. Jika kalian terlalu tinggi untuk Jongie raih, Jongie rela melepaskan kalian. Tak apa jika Jongie tidak dapat bermain bersama kalian seperti dulu bahkan... Kasih sayang kalian pun tak Jongie rasakan, tak apa. Asal melihat kalian bahagia... Jongie rela memberikan apapun itu"

Senyuman getir terlukis diwajah pucat Jongin.

Ia menunduk, meremas boneka itu hingga buku jarinya memutih.

Ia memberi hormat sejenak dan berjalan menuju kamarnya, namun langkah kaki itu terhenti sebelum menaiki tangga di depannya.

Ia berbalik, melihat orang-orang yang sebagai ia sayangi dan tersenyum tulus.

"Aku akan berkorban apapun demi kalian, tapi... Tetaplah tersenyum, Uhukk... Uhukk..."

DEGG

DEGG

BRUGG

"JONGIE!?"

Tubuh itu terkulai tak berdaya diatas lantai, darah yang mengucur deras dari kepalanya bahkan ketika ia terbatuk, bercak darah itu terlihat dan membanjiri mulutnya.

"J-Jongie, Jebal~"

"Ad- OMK?!"

"Hyung, Hae Hyung... Jongie~ Dia kenapa? Baby, bangun ini Sehunnie. JONGIE?!"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.


TBC or END/?


WHAT THE... *hening* kenapa ini ff jadinya begini?

Oke, ini semua kesalahan Hyunnie karena telat post :3 ide ini muncul begitu lihat drama yang menguras air mata hiks, yah... Meski itu romance bukan tentang brothership :3 .

Pasti ada yang bertanya-tanya, mengapa Chap ini pendek? Alasannya, karena ini hanya sebuah ulasan tentang Chap 7 aslinya. Ingat, ini bukan Chap 7 yang asli, alias 'PALSU' :3 .

Kenapa Hyun buat yang 'PALSU? Jawabannya adalah, Hyun kena tagih melulu di fb maupun di ffn :O Untuk beberapa minggu kedepan, Hyun nggak bisa buat ff karena ada UAS. Jadi, ya gitu dah... Untuk tanda maaf, Hyunnie post yang 'PALSU'nya dulu biar rasa penasaran 'mungkin' berkurang? *smirk

Aslinya udah Hyun buat sih, 10 kalian malah tapi hiks... Kedelete lah, nggak kesimpen lah dan ketika mau buat lagi malah idenya menghilang -_- .

HUWAAA NGGAK NYANGKA KALAU FF CHAP KEMARIN SAMPAI 50 READER YANG REVIEW O_O MMUACH :3 AH... Rata-Rata yang Review bilang ff itu sedih, ceritanya daebak, etc. Padahal nih ff amat sangat membosankan, sungguh ._.v . Ketika minta teman baca nih ff, dia ikutan nangis, tapi ketika Hyun baca malah tanda tanya besar 'Ini ff apaan sih?'

Oke Hyun minta tolong do'anya ya buat UAS Hyun semoga sukses dan berjalan lancar #Amin.

See You Next Real Chap 7 '-'

.

Ah... Sampai lupa, tepat ketika Hyun post ff Chap 7 'REAL', Hyunnie mau pamit mungkin akan berhenti nulis ff dan fokus belajar karena Hyun udah kelas 3 SMA. Bukan hiatus, tapi berhenti oke? Tapi entahlah, apa mau tamatin nih ff dulu atau biarin nge-Gantung di Chap 7.

Bagaimana ff lain? Stop sampai itu aja dah :3 .

Karena kalo dilanjut, ff khusus yang ini sudah Hyun perkirain selesai sampai Chap 15. Jika Hyun post seminggu sekali sih, sudah end nih ff tapi Hyun sibuk dan stress gara-gara Uri Galaxy T_T Kalau yang lain, filenya untuk Chap selanjut udah siap, But... Itu masih amburadul, belum sesuai urutan alias masih berantakan dan cuma bagian klimaksnya aja. Bagian pendampingnya belum Hyun buat jadi yah...

Oke, cukup sampai sini dulu ya? Kalau mau ngobrol-ngobrol bisa add fb Hyunnie, Ahn Sung Ran, atau lewat pm ffn? Cuma info, Hyun paling malas konfir orang. Jadi kalo mau add Hyun, comment dikotak review biar langsung di konfir :3 .

oke... Meski ini cuma Bayangan, tak ada salah minta review kan? Mungkin, targetnya kali ini +220.

Ini bener-bener Bye ya?

*Kabur