The Trio and Bunny

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Genre : Romance / Friendship

.

.

.

.

.

7. Hi, Sasuke

Sasuke memasuki rumahnya –atau disebut mansionnya—, dia mendorong pintunya yang besar dan mewah itu pelan. Tidak mau membangunkan pelayan yang seharusnya sudah tidur karena waktu sekarang menunjukkan pukul 1 pagi. Sasuke melepas sepatu ketsnya kemudian menaruh ke rak sepatu. Mata Sasuke menatap penasaran ke arah sepatu boots berwarna hitam yang stylish, Sasuke berpikir punya siapa ini. Karin? Dia pulang ke rumah?

Tidak mau ambil pusing karena Sasuke sekarang sudah lelah dan ngantuk setengah mati habis antar Hinata pulang. Dengan langkah yang gontai-gontai dan mata yang sayu, kaki Sasuke membawanya ke kamarnya dan segera mengistirahatkan matanya yang sudah berat.

\ TAB /

Sasuke mengernyit dahinya dengar suara ketokan pintu diluar. Sasuke tentu terasa ganggu, siapa yang berani-beraninya menggangu sleeping beautynya hah? Tidak mau menghiraukannya, Sasuke sambung tidur dengan memeluk bantalnya dan menarik selimut sampai dagunya.

Tok! Tok! Tok!

Sasuke menggeram, dia mengacak rambutnya yang berantakan itu menjadi lebih berantakan.

"Masuk!"

Sasuke kembali memejam matanya ketika berteriak menyuruh masuk dan terdengar seseorang masuk ke kamarnya. Sasuke tidak ada niat membuka matanya untuk melihat siapa yang masuk itu. Baru saja mau kembali ke alam mimpi, langsung dibatalkan ketika sinar Matahari masuk dan menggangu tidurnya itu.

Sasuke mengerjap-ngerjap matanya, Sasuke menggeram, "Juugo." Sasuke membalikkan badannya agar matanya tidak terganggu oleh sinar Matahari.

"Ohaiyo, Sasuke-sama. Fugaku-sama menyuruh anda segera bangun dan gabung makan bersama."

"Bilang sama Ayah, aku masih mengantuk. Nanti lebih siang baru makan sarapan."

Juugo menggeleng-geleng kepalanya, dia tahu kok tuan mudanya ini tidak bisa melihatnya. "Tidak bisa Sasuke-sama. Fugaku-sama bersikeras menyuruh anda segera bangun dan gabung makan sarapan bersama,"

"Pokoknya tidak mau."

Oke, Sasuke sekarang berkelakuan seperti anak kecil. Bukannya dia tidak mau gabung makan sarapan bersama. Cumannya, gara-gara kemarin pulang larut malam. Dia tidak cukup tidur, dia masih ngantuk, matanya masih berat untuk dibuka.

"Dibawah ada tamu, anda tidak mau memalukan Fugaku-sama,bukan? Sebaiknya anda segera bangun, Fugaku-sama dan lainnya pasti sudah lama menunggu anda."

Tamu?

"Tamu ini sangat penting Sasuke-sama. Ayo, bangun."

Kesabaran Juugo sudah habis, dengan tidak segan-segan dia segera menarik selimut yang tadi membungkus tuan mudanya itu. Oh, ini sudah biasa, dia sudah menjadi pelayan di rumah Uchiha sudah bertahun-tahun dan melihat kelakuan Sasuke.

Kalau selimut sudah ditarik Juugo, Sasuke tidak bisa bantah lagi. Dengan malasnya dia turun dari ranjangnya dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Perjalanan singkat ke kamar mandi, Sasuke mencibir-cibir, entah tamu apa sampai Sasuke harus ikut sarapan dan terpaksa bangun pagi.

Punggung Sasuke menghilang setelah memasuki kamar mandi. Juugo tersenyum geli dan menggeleng-geleng kepalanya melihat kelakuan Sasuke itu. Menunggu tuan mudanya siap-siap, Juugo segera merapikan tempat tidur Sasuke.

\ TAB /

Sasuke menuruni anak tangga satu persatu dengan malas dan perlahan, melihat mata Sasuke yang sayu dan terdapat kantung mata itu. Terlihat jelas Sasuke masih ngantuk dan belum cukup tidur. Untung saja hari ini hari Minggu, nanti setelah menemani Ayahnya dan tamu penting itu, Sasuke dapat tidur balik memasuki alam mimpinya yang penuh dengan tomat-tomat.

Sasuke sama sekali tidak sadar, dari kejauhan. Seorang gadis sedang menatap kangen ke arah pemuda yang sedang mengenakan kaos berlengan panjang berwarna putih dengan ponggolnya itu. Simpel banget, tetapi di mata gadis itu Sasuke tetap terlihat tampan dengan apa yang dipakainya

Tahun terus berlalu. Sasuke, kamu tambah tampan dan tinggi yah..., pikir gadis itu dengan matanya yang belum bisa beralih dari Sasuke.

"Hihihi."

Gadis itu akhirnya mengalihkan pandangannya dan menatap wanita dihadapannya ini yang tiba-tiba tertawa kecil. Gadis itu tersenyum kecil, "Ada apa, tante?"

"Anak nakal itu sepertinya tidak cukup tidur," jawab Uchiha Mikoto. Gadis itu menelengkan kepalanya, "Emangnya, Sasuke-kun kemarin kemana tante?" tanya gadis itu penasaran.

"Dia kemarin pergi konser Karin dengan temannya. Larut malam baru pulang, entah kemana saja anak itu. Padahal jam 10 konser sudah selesai."

Senyum masih dipertahankan di wajah manis gadis itu, "Mungkin out dengan temannya." Mikoto menaikkan bahunya, tanda dia sendiri juga tidak tahu tuh.

"Kamu..."

Gadis itu menolehkan kepalanya, rupanya Sasuke sudah berada dihadapannya. Mata Sasuke melebar dengan wajah tidak percaya dan ternganga menunjuk gadis yang ada dihadapannya ini. Sasuke tidak percaya ini...

Gadis itu bangkit dari duduknya. Mikoto, Itachi, dan Fugaku tersenyum tipis menatap mereka dua. Gadis itu tersenyum menawan, gadis itu sudah memprediksi reaksi Sasuke.

"Hai, Sasuke. Aku... kembali."

Gadis itu merentangkan tangannya, "Kamu tidak kangen aku? Beri pelukan dong," canda gadis itu, tetapi masih dengan tangannya yang rentang. Sasuke mendengus dan tersenyum kecil. Dia jalan mendekat dan memberi pelukan singkat kepadanya.

"Selamat kembali, Yakumo."

\ TAB /

Kurama Yakumo, nama gadis itu, yang mempunyai mata coklat yang indah dan rambutnya yang berwarna coklat berkilauan itu. Sekarang Yakumo sedang menikmati sarapannya dengan keluarga Uchiha. Sudah lama sekali rasanya tidak sarapan bersama, dia kangen.

Terutama kangen sekali dengan lelaki yang duduk disebelahnya ini.

Sekali-kali, Yakumo diam-diam melirik Sasuke yang sedang mengoles jam stroberi ke roti yang sedang dipegangnya. "Ehm!" Ups, Yakumo tertangkap oleh Itachi yang sedang menyengir jahil ke arah Yakumo. Yakumo hanya menunduk kepalanya menyembunyikan rona merahnya.

"Yakumo kangen kamu sekali, Sasuke." Yakumo melotot Itachi, yang dilotot hanya tersenyum tidak bersalah. Fugaku dan Mikoto ikut tersenyum, mereka tahu gadis ini punya perasaan khusus kepada Sasuke. Sayangnya anak bungsu mereka ini terlalu bodoh dan tidak peka.

Sasuke mengigit rotinya, kemudian menatap Yakumo dan memberi senyuman yang sangat tipis. Di dalam, Yakumo mengutuk Itachi yang sangat iseng ini. "Aku kangen kalian semua kok," kata Yakumo sopan dan tersenyum ke arah semuanya.

"Kamu kapan balik dari Korea?" tanya Sasuke tanpa memandang Yakumo. Dia masih sibuk dengan acara makannya. "Kemarin sore, aku datang memberi kejutan kepada kalian. Eh, datang-datang kamu malah tidak ada, rupanya ke konser Karin ya." jawab Yakumo.

Sasuke mengangguk-angguk kepalanya. Tiba-tiba Yakumo bertanya, "Tumben ke konser Karin." Yakumo heran dengan Sasuke yang setumbennya ke konser Karin. Biasanya Sasuke tidak mau ke konser yang penuh dengan orang-orang dan perlu berdesakan. "Kenelin ke teman-teman. Teman-temanku semua pada penasaran siapa Karin itu setelah memergokku dengan Karin."

Mata Yakumo langsung melebar, "Apa? Teman-temanmu tidak tau siapa itu Karin?" tanya Yakumo dengan suara yang agak pekik. "Mereka penasaran Karin itu siapaku, " jawab Sasuke. Yakumo masih ingin bertanya, tetapi dipotong oleh Mikoto.

"Kemarin kok malam kali pulangnya?" tanya Mikoto yang mulai menginvestigasikan. Beginilah Mikoto, kalau anaknya pulang larut malam. Mikoto HARUS TAHU apa yang dilakukan anaknya itu sampai pulangnya malam-malam.

Sasuke menghela nafas, "Kemarin aku mengantar temanku pulang," jawab Sasuke yang tentunya jujur dong. "Siapa temanmu itu?" gantian Itachi yang tanya. Dia dengar dari Karin, Sasuke suka menceritakan teman-temannya, terutama ada satu perempuan yang selalu saja diceritakan Sasuke.

"Hyuuga Hinata."

Fugaku yang dari tadi diam dan membaca korannya langsung melipat korannya dan menatap Sasuke. "Hyuuga? Anak Hiashi?" tanya Fugaku ke Sasuke. Sasuke mengangguk kepalanya pelan. Yakumo yang disebelahnya terasa tenggorokannya tertohok, Sasuke mengatar temannya pulang? Dan temannya itu perempuan?

Mata Mikoto langsung berbinar, dia mencodongkan tubuhnya. "Wah, kamu dekat dengan anak Hiashi ya?" tanya Mikoto. Lagi-lagi Sasuke mengangguk kepalanya, "Akhir-akhir ini aku dan temanku dekat dengan dia dan temannya. Kita makan saja selalu bersama."

Sasuke tidak sadar kalau dia mulai menceritakan tentang teman-temannya. Ini tentu saja situasi yang jarang sekali, selama ini Sasuke yang pendiam tidak mau bercerita tentang sekolah dan teman malah berubah menjadi kebalikannya. Gimana ya? Sasuke menjadi lebih terbuka gitu?

Tentu saja sifat Sasuke yang mulai terbuka membuat Yakumo senang. Tetapi, dia tidak menyukai Sasuke dekat dengan perempuan lain selain dirinya. Selama ini dia yang hanya menjadi teman perempuan Sasuke yang dekat. Sehingga membuat semua perempuan iri.

Tapi kali ini, Sasuke dekat dengan perempuan lain? Hyuuga Hinata, sepertinya akan menjadi pensaingnya.

\ TAB /

Sasuke harus membatalkan rencananya yang habis sarapan akan kembali tidur. Karena sekarang dia berada di taman belakang rumahnya, berjalan keliling dengan Yakumo yang berjalan di sebelahnya. Hening menyelimuti mereka. Tidak ada yang mau memulai percakapan.

Baru, Yakumo tiba-tiba berlari kecil mendekati sebuah ayunan. Dia duduk dan mengayun-ngayun dirinya kecil. Yakumo tersenyum senang, teringat masa kecilnya dengan Sasuke dulu. Sasuke yang menatap Yakumo yang seperti anak kecil pun ikut tersenyum.

Dia jalan mendekat ke Yakumo . dia bersandar dan memegang rantai yang berhubung dengan tempat duduk ayunan yang diduduki Yakumo. "Kenapa balik dari Korea, Yakumo?" tanya Sasuke. Yakumo menghentikan ayunannya dan mendongak kepalanya menatap wajah tampan itu.

Yakumo tersenyum miris, "Kenapa? Tidak suka aku kembali Jepang?" tanya Yakumo bermaksud bercanda, dia tahu Sasuke tidak mungkin jahat kali menjawab... "Iya aku tidak suka."

Yakumo melongo menatap Sasuke. Detik berikutnya Sasuke tertawa kecil melihat reaksi Yakumo yang sangat lucu. Yakumo baru sadar dia dipermainkan, dia langsung mengayun tangannya dan memukul lengan Sasuke. Tidak sangka dia percayainya, yaa karena Sasuke jawabnya dengan wajah datar sih.

"Kamu pandai berakting ya," cibir Yakumo membuang mukanya kesal. Sasuke menghentikan tawanya, dia mendekatkan wajahnya ke Yakumo. Dia menunduk kepalanya agar lebih jelas menatap Yakumo, "Oh ya? Mungkin sebaiknya aku menjadi aktor ya?"

Yakumo tertegun menatap sepasang onyx yang sangat dekat. Yakumo berdehem dan menyelipkan anak rambutnya ke balik daun telinga, dia salting. "Ya, kamu mungkin akan lebih terkenal daripada Taylor Lautner," jawab Yakumo asal.

Lagi-lagi Yakumo membuat Sasuke yang pendiam ini, jarang tertawa ini bisa tertawa. Yakumo merasa senang dan spesial karena dia merasa hanya dirinya yang dapat membuat Sasuke tertawa, dia menyukainya. Tiba-tiba dia teringat ke teman perempuan Sasuke yang lumayan dekat dengan Sasuke.

"Apa kamu begini dengan si Hyuuga Hinata itu?" gumam Yakumo tanpa disadarinya. Membuat Sasuke langsung terdiam dan menatap Yakumo, "Maksudmu?" tanya Sasuke yang benar-benar tidak mengerti.

Yakumo menutup mulutnya menggunakan telapa tangannya, satu tangannya lagi mengibas-ngibas. "Tidak ada, tidak ada," tukasnya cepat. Sasuke yang berkerut itu hanya mengedikkan bahunya tidak peduli.

"Kamu kapan balik ke Korea?" Sasuke memulai percakapan karena dia merasa tiba-tiba aura terasa canggung. Yakumo menatap Sasuke heran, begitu juga sebaliknya. "Kamu sepertinya ingin aku cepat-cepat balik ke Korea ya?" tanya Yakumo dibuat nada tidak senang. Sasuke menghela nafas, "Bukan begitu mak—"

"Mulai hari ini aku akan tetap di Jepang, tidak balik Korea lagi," potong Yakumo cepat dan menatap Sasuke mantap.

Sasuke ternganga, dia terus mengerjap matanya, dia tidak salah dengar kan? "Apa? Ayahmu kasih?"

Yakumo menghela nafasnya, senyum menghiasi wajahnya. "Aboeji kasih kok. Aku kan sudah besar, aku pun merengek-rengek ama Aboeji agar dikasih balik ke Jepang. Dan, akhirnya terkabul deh." Senyuman Yakumo menjadi sebuah cengiran kemudian tangannya menunjukkan jari telunjuk dan tengah membentuk 'V'

Sasuke mengangguk kepalanya mengerti. Ayah Yakumo yang kawin lagi dengan perempuan lain beberapa tahun lalu membawa Yakumo tinggal ke Korea bersama istri barunya yang merupakan ibu tiri Yakumo. Yakumo pertama menolak mentah-mentah disuruh pindah ke Korea. Tetapi setelah dibujuk ayahnya akhirnya mau juga. Sasuke berpikir Yakumo tidak akan balik ke Jepang lagi, tetapi dia salah, gadis itu balik lagi. Dan sekarang akan kembali tinggal ke Jepang.

"Aku akan menetap disini lo." Yakumo mengatakannya malu-malu. "Dan, mulai besok kita akan berangkat sekolah bersama."

\ TAB /

Hinata dan Ino berjalan bersamaan seiring terus berceloteh riang menyusuri koridor sekolah yang lama-lama dipenuhi oleh murid-murid yang baru datang.

"Woiii!"

Hinata dan Ino refleks terdiam dan berhenti melangkah, mereka membalikkan badan mereka. Dan mata mereka menangkap Sakura yang tadi mengecil menjadi besar dan berdiri di hadapan mereka. Sakura sedang berusaha mengatur nafasnya yang ngos-ngos itu. Ino dan Hinata saling bertatapan kemudian balik menatap Sakura.

"Napa Sakura? Ketemu hantu?" tanya Ino menatap geli ke arah Sakura yang bercucuran keringat. Sakura menggeleng kepalanya, "Lebih menakutkan daripada hantu."

Hinata dan Ino sama-sama melongo. Lebih menakutkan? Kuntilanak? "Kamu serius?" tanya Ino yang mulai takut. Sakura mengangguk kepalanya. Hinata menggeleng kepalanya pelan, "Tidak ada makhluk yang bernama hantu." Hinata meyakinkan.

"Aku nampak Sasuke," kata Sakura. "So?" tanya Ino tidak mengerti. Sakura nampak Sasuke jadi lari seperti dikejar hantu, tidak masuk akal. "Ada apa dengan Sasuke?" tanya Hinata yang juga ikut heran dan tidak mengerti.

" Dia datang bareng dengan..." Sakura melirik Hinata ragu, "perempuan."

Hinata mematung, sedangkan Ino menepuk jidatnya. "Kali ini siapa perempuan itu? Neneknya?" Ino entah kenapa merasa stress kalau memergok Sasuke dengan perempuan lain. Sakura meneguk ludahnya, dengan takut-takut...

"Kelihatannya mereka dekat sekali. Aku rasa perempuan itu bukan neneknya atau kakaknya atau adiknya," Sakura tidak berani melanjutkannya karena merasa aura yang tidak enak keluar dari Hinata.

Hinata yang tadi riang menjadi lesu. Lagi-lagi? Kali ini perempuan itu siapanya Sasuke? Tidak disangka Sasuke yang seperti anti perempuan, tanpa diketahui sebenarnya Sasuke mempunyai teman perempuan yang dekat.

"OI! Itu Hinata dan lain," tiba-tiba terdengar suara crempeng yang punya siapa lagi kalau bukan Naruto. Hinata masih diam, sedangkan Ino dan Sakura memberi senyuman sapaan kepada Naruto dan Sai.

Naruto sadar kalau Hinata tidak memberi senyuman dan diam, "Hinata-chan, kamu kenapa? Sakit?" tanya Naruto khawatir, dia mengangkat tangannya dan menaruh telapak tangannya ke dahi Hinata. Itu membuat Hinata tersentak, tanpa disadarinya dia malah melangkah mundur. Naruto sadar dan dia merasa sakit-sedikit-, "Maaf." Hinata menjadi merasa bersalah karena dia tiba-tiba menolak niat baik Naruto. Dia menghela nafas berat kemudian menggeleng kepalanya, bukan salah Naruto, kemudian dia tersenyum kecil.

"Naruto, kamu tau tidak Sasuke datang dengan siapa?" tanya Ino yang sebelah tangannya sedang berkacak pinggang. Muka Naruto menjadi orang bodoh, "Hah? Sama siapa?" tanya Naruto balik. "Perempuan," jawab Sakura.

\ TAB /

Yakumo berjalan memasuki sekolah barunya ini dengan senyuman yang manis terhias di wajahnya yang cantik ini. Yakumo dan Sasuke jalan bersama diiringi bisikan dan berdecak kekaguman. Yakumo sudah biasa soal ini, waktu mereka masih bersama di kelas 5, semuanya juga begini. Persis. Tidak ada perubahan.

"Aku ingin kenal teman-temanmu Sasuke," kata Yakumo tiba-tiba, terutama yang bernama Hyuuga Hinata, tambah Yakumo didalam hatinya. Sasuke menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Biasa nanti istirahat kita baru ketemu dengan Hyuuga dan lain."

"Kenapa begitu?" tanya Yakumo. "Kita tidak sama kelas soalnya, jadi kita cuman bersama waktu istirahat yaitu waktu makan," jawab Sasuke yang tidak tahu bagaimana leganya Yakumo mengetahui mereka tidak sama kelas jadi tidak setiap hari mereka bersama.

"Itu Naruto, Hyuuga, dan yang lainnya," kata Sasuke tiba-tiba ketika matanya menangkap sosok teman-temannya yang pas-pas sedang berkumpul. Dahi Sasuke berkerut ketika melihat Hinata hari ini agak beda, ada apa lagi?, pikir Sasuke. Yakumo pun menoleh ke arah pandangan Sasuke, dia tidak tahu yang mana bernama Hyuuga Hinata, tetapi lagi-lagi Yakumo merasa senang karena Sasuke memanggil marganya bukan nama kecilnya.

"Perempuan? Siapa?" tanya Naruto kepada Ino dan Sakura, Ino hendak menjawab tetapi matanya menangkap sosok Sasuke dengan seorang gadis yang ada disebelahnya, siapa lagi kalau bukan Yakumo. "Itu Sasuke."

Hinata pun mengalih pandangannya ke Sasuke, muka Hinata langsung menjadi sedih karena perempuan yang disebelah Sasuke sangatlah cantik tidak sepertinya, dan mereka memang dekat sekali. Naruto juga mengalih pandangannya, dia tersenyum lebar sehingga matanya sipit dan tidak dapat melihat jelas.

"Oi, Teme. Aku dengar kamu sama perempuan, siapa lagi tuh? Nenekmu?" seru Naruto heboh yang mau merangkul Sasuke tetapi langsung berhenti ketika mendengar nada yang lembut dan dingin itu. Lucu sekali, sesama pirang bisa sesama pikiran ya.

"Nenek apaan, Naruto?" tanya Yakumo dingin dengan mengangkat sebelah alisnya dan menatap Naruto datar. Naruto langsung membuka matanya dan sukses membulat. Mukanya langsung pucat pasi, sedangkan dibelakangnya yang adalah Sai pun sedikit kaget siapa itu.

"YAKUMOOO?"

Naruto langsung mundur dengan wajah pucatnya. Dia menatap Yakumo seperti baru melihat hantu saja. "Aku ini bukan hantu Naruto, jangan menatap seperti baru melihat hantu," kata Yakumo datar seperti bisa membaca pikiran Naruto. Naruto senyum cengir bodoh dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. "Sudah lama tidak berjumpa Yakumo," sapa Naruto. Kemudian wajah Yakumo langsung terhias senyuman lembut. Dia kangen dengan teman bodohnya ini.

Pandangan Yakumo beralih ke belakang Naruto, dia juga memberi senyuman kepada SakuHinaIno yang dibalas juga oleh mereka. Senyuman Yakumo mengembang ketika disana terdapat Sai, "Sai!" seru Yakumo senang. Sai memberi senyuman menawannya, "Hai, Yakumo."

Yakumo menutup mulutnya dengan kedua tangannya, merasa senang dan terharu karena akhirnya dia bisa bergabung balik dengan teman-temannya yang sudah berpisah bertahun-tahun. "Akhirnya kita bisa bersama lagi.," ucap Yakumo senang.

"Ah!" Naruto menarik Hinata dan lain ke depan, ingin mengenalkan mereka ke Yakumo. Pertama dia mengenalkan Sakura, "Ini Sakura." Sakura hanya memberi senyuman canggung kemudian salaman dengan Yakumo. Yakumo mengulurkan tangannya, "Kurama Yakumo."

"Haruno Sakura." "Nama yang indah, cocok denganmu."

Begitu juga dengan Ino. "Yamanaka Ino." "Yoroshiku, Ino."

Yakumo berhenti dan menatap Hinata dari kepala sampai ujung kaki. Tidak cantik, sederhana, tidak ada yang spesial, begitu pikir Yakumo. Jadi dia merasa dia menang dari Hinata. Yakumo mengulurkan tangannya dan memberi senyuman. Senyuman yang tidak ikhlas.

Hinata terdiam menatap sepasang mata Yakumo kemudian beralir ke tangan Yakumo yang putih itu. Ragu-ragu Hinata menjabat tangan itu, "Hyuuga Hinata." Hinata memperkenalkan diri tanpa senyuman sedikit pun.

"Kamu kenapa Hyuuga? Sakit?"

Yakumo tersentak dan menoleh ke belakang, Sasuke menanyakan keadaan? Begitu pedulinya Sasuke dengan cewek Hyuuga ini? Yakumo menggeram didalam hati, selama ini tidak ada seorang perempuan pun Sasuke akan peduli. Kecuali dirinya dengan ibunya itu. Sekarang, ditambah Hinata?

Sudut bibir Hinata tertarik memberi seulas senyum singkat, "Aku tidak apa-apa." jawab Hinata pelan. Yakumo berdehem, tangannya yang masih berjabat dengan tangan Hinata yang lembut itu tiba-tiba dicengkramnya pelan. Hinata meringis pelan dan menatap Yakumo tidak suka. "Mulai hari ini, kita berteman ya," ucap Yakumo dengan nada yang dibuat manis. Manisnya sehingga membuat Hinata mual. Yakumo menatap tantang kearah Hinata.

Teman? Oh, kata Yakumo ini sangat tidak benar dan dia sengaja. Padahal dia ingin mengatakan kalau mereka mulai hari ini adalah pesaing untuk mendapat hati Sasuke yang sedingin es ini.

-to be continue-

Aaaaa... akhirnya ujianku sudah selesai! Pdhal udh dr hari jumat, tp tah napa penyakit males ketik menyerang, jd hri ini baru bisa update :b emm, terakhir pakai Yakumo saja deh ^^ makacih yang udh memberi sarannya hehehe... gimana nih? Disini emang kebykan SasuYaku ya. Tapi chp" depan akan lebih byk SasuHina dan SasuYaku karena mereka akan menjadi pesaing utk mendpt hati Sasuke ohohoho...

Maaf ya karena belum terasa SasuHina nya. Tp chp dpn pasti ada, moga-moga deh ya. Ihihi #dibakar

Kemarin mau update pny, tp kmrn baru ketik. G sadar ketiknya udh smpe jam 12mlm =.= lgsg tidur krn besok-yaitu hri ini- mau jmpt mama diairport. Haha :b jd hri ini bru bisa update. Kekeke~

-balas review dolooo-

Chi-Chi: baru mau update, dan ini laah. TARAAA. Baru mau update, eh review Chi-Chi masuk hahaa. Ujiannya ya boleh-boleh laa, cuman kykny merah dua pelajaran deh T.T ihihihi. Makasih semangatnya ^^

claire van hyuchiha: Yo, ini asuna chan udh update ^^ review lg yachhh~

nila fishy: iyooo, baru kan Karin disini adlh adik Sasuke hehehe. Pendek ya? Pdhal asuna chan merasa udh panjang lo. Kkk~ gomen, chp ini full SasuYaku, tp chp" dpnnya pasti SasuHina-nya akan sweet ;) sering-sering review yoo~

n: kenapa tidak mungkin? Hahahha! Nih, terakhir pke Yakumo toh ;) hahaha. Review lg yooo~

Moku-chan: g masuk akal tp keren? Yaaa, hahaha, makasih pujiannya :b oke, nnt asuna chan akan buat ItaIno, tunggu saja yaaa. Hahahaha

Sasuhina-caem: dahsyat bgt Madara bakal pingsan, yang lebih bagus pingsan drpd kena sakit jantung ya. Ahaha. Ini udh lanjut, review lagi yooo~

-done-

REVIEW PLEASE ^^