By : lovgrafanime14

Main Pair : Wonkyu

Genre : Romance, Drama

Rated : T

#Author pov

"AAA.." Kyuhyun langsung berteriak kencang membuat orang yang telah mengikutinya kaget.

"Hey, hey..tenang..aku tidak bermaksud jahat padamu." Akhirnya orang itu menjelaskan membuat Kyuhyun terdiam. Tapi masih ada sedikit sorot takut di matanya.

"Me..mengapa kau mengikuti..ku?" Tanya Kyuhyun takut-takut.

"Yah..kuakui aku memang mengikutimu tadi. Tapi bukan berarti aku bermaksud buruk padamu." Katanya menjawab pertanyaan Kyuhyun, "Tadi aku sedang berada di Supermarket dan melihatmu di jalan. Kau terlihat sangat kacau sekali. Aku bahkan sempat berpikir kau sedang depresi berat dan merencakan untuk bunuh diri."

Kyuhyun mendelik sebal karena dikira orang depresi. Orang itu hanya nyengir lebar tanpa rasa bersalah, "Dan tentu saja sebagai warga negara yang baik dan selalu membantu sesama, Kuputuskan untuk mengikutimu untuk membuktikan dugaanku benar atau tidak."

Orang itu memandangi Kyuhyun dengan tajam sehingga tanpa sadar Kyuhyun terus merapat ke dinding. Seketika tawa geli langsung keluar dari mulut orang itu, "Hahaha..sepertinya kau benar-benar ketakutan. Dan ya, kau benar-benar seperti orang depresi."

Kyuhyun mengabaikan ketika orang itu mengatainya 'orang deperesi lagi', "Si..siapa kau?"

"Aku?" ia balik bertanya sambil menunjuk dirinya.

"Bukan. Tapi nenek mu." sahut Kyuhyun ketus.

"Haha, aku hanya bercanda. Perkenalkan, namaku Kim Kibum. Kau bisa memanggilku 'Tampan'." Katanya membuat Kyuhyun bergumam, 'Tampan? Kau bercanda'

Orang itu yang merupakan Kim Kibum kembali bertanya, "Dan kau sendiri, siapa namamu?"

"Kau..tidak mengenalku?" Apakah orang ini juga tidak mengenalinya sama seperti Siwon? Pikir Kyuhyun.

Kibum membuat seperti pose berpikir dan menatap Kyuhyun lekat, "Eum..sepertinya aku memang pernah melihatmu."

"Abaikan. Namaku..eum Guixian." Kata Kyuhyun dan tentu saja ia masih ingat harus menggunakan nama samarannya.

"Guixian?" Tanya Kibum bingung, "Namamu terdengar aneh."

"Be..benarkah?" Kyuhyun merasa gugup sekarang. Apakah orang ini tau bahwa ia sedang berbohong?

"Tidak juga. Aku hanya bercanda. Kenapa kau menanggapinya seserius itu?" Kibum nyengir lebar.

'Bodoh, tentu saja aku menganggap itu serius!' Umpat Kyuhyun dalam hati. Rasanya ia ingin memukul kepala Si-Narsis-Kibum-yang-minta-dipanggil-tampan- jika saja ia bisa.

"Hey, aku minta maaf. Aku tidak bermaksud membuatmu kesal. Hanya saja kau terlihat sangat tegang sejak tadi. Apakah kau sedang ada masalah?" Kini nada suara Kibum melembut.

Mungkin Kim Kibum ini memang orang baik hanya saja terlalu narsis dan banyak bercanda. Kyuhyun menimbang-nimbang apakah ia bisa meminta sedikit bantuan padanya.

"Eum, sebenarnya aku sedang dikejar-kejar saat ini.."

"Dikejar? Memangnya kau melakukan apa?"

"Aku terlilit hutang karena keluargaku. Mereka para lintah darat itu mendatangiku dan memintaku bertanggung jawab karena semua keluargaku sudah kabur. Karena itu, lebih baik aku pergi saja." Jelas Kyuhyun. Walaupun berbohong setidaknya ia mengakui bahwa ia memang sedang menjadi buronan. Tentu saja bukan buronan para lintah darat, tapi buronan sebuah agency.

"Jadi sekarang kau tak punya tempat tinggal?" Tanya Kibum.

"Ya..mungkin para lintah darat itu akan segera menemukanku."

Kibum terlihat berpikir sebentar lalu tersenyum simpul, "Mungkin kau bisa menumpang sementara di rumahku. Kebetulan aku tinggal sendiri. Jadi kau tidak perlu merasa tidak enak. Bagaimana?"

Kyuhyun masih merasa ragu apakah Kibum bisa dipercayainya. Tapi ia pun tidak memiliki pilihan lain. Jika ia terlalu lama berkeluyuran diluar seperti ini, orang-orang agency itu pasti akan segera menemukannya.

"Apakah boleh? Aku tidak mau merepotkanmu."

"Tentu saja. Aku juga merasa senang karena tidak perlu merasa kesepian lagi di rumah. Kajja, udaranya semakin dingin. Dan...aku bersumpah kau benar-benar seperti mayat hidup Guixian-sshi"

Yah, Kyuhyun akan ingat selalu bahwa mungkin lain waktu ia bisa memukul namja di depannya ini. Ya, lain waktu.

~Wonkyu~

#Siwon pov

"Bagaimana hyung, kau bisa menemukannya?" Aku langsung menghampiri Yesung yang baru saja datang di Cafe. Namun gelengan lemahnya membuatku lemas kembali.

"Belum ada petunjuk tentang keberadaannya. Aku sudah meminta semua orang yang kupercaya untuk mencarinya ke seluruh kota. Bahkan aku sudah menyuruh beberapa orang untuk memeriksa semua transportasi umum untuk mewanti-wanti apakah Kyuhyun kabur keluar kota. Tapi untuk sekarang ini tak ada hasil yang memuaskan." Jelas Yesung.

Aku duduk kembali di sofa dan mengusap wajahku frustasi. Kaburnya Kyuhyun membuatku benar-benar khawatir dan takut. Mungkin saja ia bilang di suratnya bahwa dengan kepergiannya bisa membuatku lebih baik. Tapi nyatanya ini hanya membuatku merasa cemas dan hidupku menjadi tidak lebih baik dari sebelumnya. God! Apa yang sebenarnya dipikirkan Kyuhyun? Ini benar-benar membuatku frustasi.

"Tenanglah Siwon-ah, ia pasti akan baik-baik sa-"

"Bagaimana mungkin aku bisa tenang hyung?" Tanpa sadar aku berteriak pada Yesung. Ia terdiam. Aku melanjutkan dengan nada lebih lunak, "Ia sendirian sekarang. Apalagi saat ini ia menjadi buronan. Bagaimana jika orang-orang agency itu menemukannya? Ia tidak akan baik-baik saja.."

"Aku mengerti. Tapi saat ini tak ada yang bisa kita lakukan selain menunggu dan mencarinya. Lebih baik kita berdoa agar Kyuhyun bisa ditemukan dengan selamat." Yesung menepuk bahuku pelan.

Aku mengangguk lemah, "Ne, maaf karena sudah berteriak padamu tadi hyung."

"Tak apa-apa. Aku bisa merasakan bagaimana di posisimu sekarang. Seseorang yang kau cintai menghilang entah kemana. Tentu saja kau akan sangat cemas." Kata Yesung hyung dan berlalu pergi meninggalkanku yang termangu sendiri.

'Apakah benar aku memang sudah jatuh cinta padanya? Pada seorang Cho Kyuhyun?' Batinku dalam hati memikirkan perkataan Yesung yang terakhir padaku. Tapi apakah bisa secepat itu cinta bisa bersemi? Lalu jika bukan, kenapa aku sangat mengkhawatirkannya saat ia pergi tiba-tiba seperti ini? Dan lagipula, aku baru mengenal Kyuhyun beberapa waktu lalu.

Namun disisi lain, aku mengakui bahwa aku sangat takut sekarang dan semua yang ada disekitarku terasa hampa tanpa kehadirannya disisi ku.

Seakan-akan jiwaku dibawa pergi olehnya..

~Wonkyu~

"Selamat datang di istanaku! Anggap saja rumah sendiri." Kibum membuka pintu rumahnya lebar-lebar sambil membentangkan tangannya lebar.

Kyuhyun mendengus pelan, 'Istana? Yang benar saja.' batinnya angkuh. Yang ia lihat sekarang hanyalah sebuah rumah kecil sederhana yang diakuinya memang tampak sangat terawat dengan baik. Ia kemudian mengikuti Kibum memasuki rumah pria itu.

"Kau benar-benar tinggal sendirian disini?" Tanya Kyuhyun. Ia mengedarkan pandangannya kagum karena bagian dalam rumah itu sama terawatnya dengan bagian luarnya. Hal yang cukup aneh untuk sebuah rumah yang ditempati oleh seorang pria yang hanya hidup sendiri.

Kibum mengangguk, "Ne, tadinya aku tinggal dengan sepupuku disini. Tapi ia langsung pindah ke amerika setelah menyelesaikan kuliahnya disini."

"Ooh..begitu."

"Kau duduklah dulu. Aku akan membuatkanmu minum." Kata Kibum ketika mereka memasuki ruangan yang diperkirakan Kyuhyun merupakan ruangan keluarga yang menyatu dengan dapur dan ruang makan.

"Ah, terimakasih." Kyuhyun duduk di sofa kecil yang tersedia disana.

"Kau ingin minum apa? Aku hanya punya kopi dan teh." Tanya Kibum dari dapurnya.

"Teh saja."

Pikiran Kyuhyun kembali mengingat Siwon. Bagaimana reaksi pemuda itu saat menyadari dirinya pergi secara tiba-tiba. Apakah pemuda itu mengkhawatirkannya dan berusaha mencarinya?

'Ataukah Siwon malah merasa senang karena tamu tak diundang yang sudah merepotkannya telah pergi?' Serta merta pikiran itu membuat Kyuhyun sedih. Tentu saja, ia bukanlah siapa-siapa bagi pemuda itu. Untuk apa menkhawatirkannya bahkan repot-repot untuk mencarinya. Dasar bodoh..

"Kau seperti sedang banyak pikiran."

Kyuhyun tersentak dari lamunannya dan menyadari di hadapannya sudah ada Kibum yang meletakkan 2 cangkir teh di meja kecil yang tersedia disana.

"Mau berbagi?" tanya Kibum mencoba menjadi teman yang perhatian.

Kyuhyun hanya menggeleng, "Tidak, aku tak apa-apa."

"Aku tahu kau berbohong. Tapi aku tak akan memaksamu jika kau tak ingin." Kibum tersenyum simpul dan duduk disamping Kyuhyun sambil meminum teh nya.

"Anu.." Kyuhyun menggenggam erat cangkir teh nya gugup, "Terimakasih sudah menolongku. Jika kau tak ada, aku tak tahu harus bermalam dimana sekarang."

"Haha..tak usah sungkan seperti itu. Aku senang kok menerima tamu di rumahku."

"Tapi bagaimanapun..aku tetap berterimakasih."

Kibum mengacak rambut Kyuhyun pelan, "Aku hanya memberikanmu tumpangan tempat tinggal, bukannya menyelamatkan nyawamu."

"Aish, aku sudah bersusah-susah untuk berterimakasih padamu. Apa susahnya untuk bilang 'sama-sama'?"

Kibum tertawa mendengar respon dari Kyuhyun. "Aku tak tahu kau menginginkan balasan dariku. Tapi baiklah, sama-sama Guixian-sshi."

Kyuhyun mendengus pelan dengan sikap Kibum yang terasa sangat menjengkelkan. Pemuda itu sangat berbeda dengan sikap Siwon yang terkesan sangat perhatian padanya..

Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya ketika nama Siwon kembali muncul dibenaknya membuat Kibum bingung.

"Kau tak apa-apa?"

Kyuhyun tersenyum malu dan mengangguk, "Ne..mungkin aku hanya sedikit lelah."

"Kalau begitu kau harus istirahat." Kibum beranjak berdiri dan mengulurkan tangannya pada Kyuhyun, "Ayo, aku akan tunjukkan kamar untukmu."

Kyuhyun menerima uluran tangan itu dan mengikuti Kibum menuju kamar yang dimaksud. Mereka berdiri di depan sebuah pintu yang sepertinya kamar yang akan ditempatinya.

"Nah, ini kamarmu. Kamar ini bekas sepupuku. Jadi mungkin sedikit berdebu karena sudah lama tak ditempati. Tak apa-apa kan?" Kibum membuka pintu itu dan terlihatlah ruangan yang gelap dihadapan mereka.

"Tak apa-apa. Ini sudah lebih dari cukup. Terimakasih." Kyuhyun membungkuk sekilas.

"Kamarku ada di sebelah kanan lorong ini. Dan kamar mandi ada di ujung lorong ini dan di dekat dapur. Kau tahu kan?"

"Ne."

"Baiklah, selamat malam. Kalau kau membutuhkanku, panggil saja. Jangan sungkan-sungkan."

"Aku mengerti. Selamat malam." Kyuhyun langsung memasuki kamarnya dan mencari saklar kamar itu. Kini dihadapannya sudah ada ruangan yang cukup nyaman yang hanya berisikan satu ranjang single bed, lemari pakaian, dan sebuah meja belajar.

Kyuhyun membaringkan dirinya di atas kasur itu dan menatap langit-langit kamar. Sampai kapan ia harus hidup menumpang? Sekarang ia malah menambah satu orang lagi yang mungkin akan direpotkannya. Ia harus mencari solusi sendiri untuk masalah ini. Bukannya dengan melarikan diri dari kejaran para orang agency itu.

Jika saja ada Siwon disampingnya..laki-laki itu pasti akan berkata..

'Jangan takut Kyu..aku disini bersamamu..'

Tanpa sadar setetes air mata mengalir dari hazel matanya. Ia merasa sangat sendirian sekarang. Ia butuh lelaki itu. Ia butuh Siwon untuk menenangkannya. Ia butuh..

'Dan membuat lelaki itu dalam bahaya'

buru-buru Kyuhyun menepis pemikiran itu. Ia tak ingin mengambil resiko memposisikan Siwon dalam bahaya. Ataupun dengan Yesung dan Ryeowook. Ia tak ingin membiarkan orang lain melindunginya sedangkan Kyuhyun bukanlah siapa-siapa bagi mereka. Ia tak ingin menjadi egois.

Sebelum Kyuhyun memikirkan apa langkah selanjutnya, ia sudah terlelap dengan air mata yang masih mengalir dipipinya.

'Aku merindukanmu Siwon hyung..'

~Wonkyu~

Seorang namja buru-buru mengeluarkan handphonenya ketika ia sudah menemukan targetnya dan kemudian mengetikkan sesuatu disana. Ia tersenyum lebar mengingat tugasnya yang mungkin akan segera berhasil kali ini.

To : XXXX

Subject : I Got Him!

Dia sudah ada dalam jarak awasanku. Dan sekarang hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mendapatkannya.

-To Be Continued-