CHAPTER 7 : SAAT BERDUA

CAST : ALL EXO MEMBER

PAIR : CHANHUN

WARN : TYPO (S), BL, YAOI

Mengandung adegan dewasa rated M chapter ini, hampr full satu chapter, jadi yang di bawah umur mending jangan baca ^^

.

.

"Apa kau sudah punya SIM ?" tanya Chanyeol, sengaja menggoda Sehun yang terlihat serius menyetir, dirinya sendiri bahkan belum punya SIM mobil, yang dia punya hanyalah SIM motor.

"Tentu saja, aku kan sudah cukup umur. Kenapa, kau belum punya ya hahahahaha " kekeh Sehun. Hubungan merek amemang bisa dibilang cukup unik, mereka tak ragu untuk saling melontarkan ejekan bahkan saat di berbagai acara sekalipun, tidak jaim satu sama lain dan tak juga hanya saling melontarkan pujian-pujian romantis.

"Dasar, kau sungguh mau kuterkam ya ?" Chanyeol yang gemas menjadi makin gemas pada kekasihnya, terbukti sedari tadi, tangan nakalnya tidak berhenti bergerak meremas paha Sehun dan Sehun mengerti mengapa Chanyeol menjadi seperti ini. Mereka sudah 'puasa' melakukannya selama hampir tiga minggu, jadi wajar kiranya kalau Chanyeol menjadi agak terlalu agresif.

.

.

Impian indah Chanyeol untuk mengerjai Sehun habis-habisan buyar saat melihat seorang bermarga Byun yang juga adalah voklais utama EXO, sedang malas-malasan sambil menonton televisi di ruang tengah.

"Eh, sudah pulang. Ayo-ayo, aku sedang menonton ini ?" Baekhyun menunjukkan laptopnya di mana tengah memutar acara 'The Visible SM' , acara yang barusan mereka rekam tadi.

"Ya ampun, Baek. Kau ini, menonton acara di laptop namun televisi kau biarkan menyala, kau ini tidak bisa menghemat sedikit apa, listrik juga tidak usah dibuang-buang seperti itu "

"Hahahaha, Yeol. Iya, iya aku matikan. Kalian ini sungguh lucu. Bagaimana bisa gagal sih di permainan telepati di episode tiga, sungguh pasangan tidak kompak. Bagaimana bisa kau memilih anjing dan dia malah memilih kucing. Yang aku tahu, dia "Baekhyun menunjuk ke arah Sehun menyukai kucing meskipun aku tidka tahu kenapa dia malah memelihara Vivi, dan Chanyeol, dasar Yoda malah memilihn kucing, kau kan menyukai anjing. Bagaimana sih ?"

Baekhyun terus mengomel, layaknya seorang nenek-nenek yang mengomeli cucunya.

"Justru itu, aku kan memilih kucing karena kupikir Sehun menyukai kucing, dan karena dia sekarang sedang menjadi seekor manusia kucing " Chanyeol nyengir bodoh yang ditanggapi delikan tajam Sehun .

"Aku yang harusnya bertanya, aku memilih anjing karena kupikir kau memilih anjing, hyung " jelasnya tak mau kalah.

Baekhyun hanya bisa menggeleng atas tingkah kekanakan pasangan itu. Dan dirinya menutup laptop dan berdehem pelan.

"Aku tahu kalian pasti sudah saling kangen satu sama lain. Tiga minggi tidak bertemu jadi aku paham, sebaiknya aku pergi dulu ya " Baekhyun tersenyum jahil.

"Mau kemana ?" tanya Sehun.

"Sudah, tak usah pedulikan aku. Selamat bersenang-senang, namun jangan sampai Suho nanti marah, karena kamarnya dipakai untuk kegiatan mesum kalian hihihihi..."

Sehun sudah merona parah dan Chanyeol, ingin rasanya tangannya menjitak kepala Baekhyun nan iseng itu.

.

.

Sepeninggal Baekhyun, mereka berdua malah menjadi canggung dan Sehun ke dapur untuk mengambil air minum. Membuka jaket abu-abunya, sehingga hanya tersisa kaos putih polos yang hanya membuat Sehun makin mempesona saja.

Sehun nampak makin menawan dengan tshirt putih polos dan Chanyeol bukannya tidka menyadari itu, buktinya ia malah mengikuti kekasihnya itu ke dapur.

"Hey, aku kan kangen, kenapa malah meninggalkan aku ?" tanya Chanyeol seraya memeluk pinggang sehun dari belakang.

"Kau kan sudah mengikutiku sampai ke Busan, hyung " dan Chanyeol berpikir kalau Sehun itu tidak peka atau apa sih, Chanyeol kangen memeluk Sehun, kangen sentuhan dan ciuman Sehun juga gerakan liar Sehun saat berada di bawahnya. Pikiran Chanyeol menjadi makin mesum dan ia tidak bisa menahan untuk mulai mengecup tengkuk Sehun , menyedotnya kecil sehingga menimbulkan sedikit bercak keunguan.

"Hyung...kubilang jangan meninggalkan jejak, jangan di leher "

"Berarti akan kutinggalkan di tempat lain " Chanyeol yang mesum dan bodoh mulai menyerang dan ia menggendong Sehun ala bridal menuju kamarnya dan Baekhyun, tak ingin Suho sang leader nanti akan menyembelihnya karena menadapati kamarnya berbau sperma.

Dan...Baekhyun pasti mengijinkan, buktinya tadi ia meninggalkan mereka, dan mengatakan agar mereka bersenang-senang, maka pasti pria manis itu takkan keberatan kalau Chanyeol dan Sehun sedikit 'bermain' di kamar mereka.

.

.

Sesampainya dikamar, Chanyeol pun segera membaringkan Sehun diatas tempat tidurnya. Dan tanpa basa-basi langsung menyerang bibir Sehun yang sudah sangat menggoda dari tadi , melumatnya dan mengecap rasa manis yang ada dibibir Sehun.

Sehun yang terkejut akan seranga mendadak kekasihnya pada awalnya mulai membalas setiap lumatan-lumatan dari Chanyeol. Lama-kelamaan ciuman tersebut pun berubah menjadi ciuman yang liar. Chanyeol menggigit bibir bawah Sehun yang membuat main dancer itu terkejut dan membuka mulutnya. Hal ini dimanfaatkan Chanyeol untuk menyusupkan lidahnya kedalam gua hangat milik Sehun dan membuat Sehun mengerang dalam ciuman panas itu.

Lidah mereka pun saling bertautan dan hal itu meningkatkan suhu tubuh mereka. Lama mereka berciuman seperti itu , dan akhirnya karna kebutuhan oksigen yang sudah menipis akhirnya mereka pun mau-tak mau harus melepaskan tautan antara lidah mereka.

Sehun tak mau lama-lama menganggur, jadi dia menurunkan kepalanya keleher jenjang Sehun yang putih kemudian menciumi, menjilat dan menghisapnya sehinnga meninggal bekas kepemilikan berwarna merah disana.
"Ah hyung~…ja-ngan ada je-jak, aku masih harus syuting besok"desah Sehun ketika Chanyeol menyentuh tempatnya yang sensitif.
Tengkuk Sehun yang sensitif, itulah sebabnya mungkin kita sudah sering melihat tangan Chanyeol yang menyentuh tengkuk Sehun.

Tangan Chanyeol pun tak dibiarkannya menganggur, dia pun mulai membuka baju Sehun dengan gerakan tak sabar dan melemparnya kesembarang arah. Kemudian ia pun mulai turun dan memilin nipple kirinya Sehun dengan tangannya, membuat Sehun berjengkit kaget dan menggigit bibir bawahnya untuk menahan desahan agar tak keluar dari mulutnya.

"Kenapa kau malah gigit bibirmu, Hunnie. Aku 'kan ingin dengar suara desahmu yang seksi itu" ujar Chanyeol sambil lagi menyerang bibir Sehun. Dan tangannya pun masih setia dengan nipple Sehun yang agak mengeras , membuat Sehun mendesah tertahan dimulut Chanyeol.

Kemudian Chanyeol pun mulai memanjakan nipple Sehun yang satunya lagi dengan perlakuan yang sama dengan yang tadi. Setelah puas dengan nipple Sehun , Chanyeol pun mulai menjilati perut rata Sehun yang mebuat Sehun berjingkat kegelian akibat lidah nakal Chanyeol yang bermain-main disekitar pusarnya.

"Hyung…Ah~" racau Sehun saat tangan Chanyeol mulai menyentuh milik Sehun yang masih tertutupi oleh celana kainnya.

Tak mau lama-lama Chanyeol pun mulai membuka celana Sehun dengan perlahan sekaligus dengan boxer dan celana dalamnya. Dan kemudian tampaklah milik Sehun yang memang sudah menggoda iman Chanyeol dari tadi. Sehun yang terkejut dengan hal itu , segera menutupi miliknya dengan kedua telapak tangannya. Hal itu tentu saja membuat Chanyeol tertawa geli melihat tingkah kekasihnya yang lucu itu.

"Hunnie-ah~ kenapa ditutup sih. Toh aku juga sering melihatnya 'kan.." ujar Chanyeol dengan suaranya yang menggoda.

"Aku 'kan malu hyung" jawab Sehun masih tetap menutupi miliknya dan memalingkan wajahnya dari tatapan Chanyeol. Ia memang bukan hanya sekali dua kali bercinta dengan Chanyeol namun entah mengapa ia masih saja merasa malu ketika Chanyeol memperhatikan junior miliknya.

"Hunnie tidak usah malu. 'Hanya ada kita berdua dikamar ini kan. Kau tahu , tubuhmu yang seperti ini sangatlah indah dan sangat seksi" ucap Chanyeol sambil meletakkan kedua telapak tangan Sehun di atas kepalanya.

"Kita lanjutkan ya, sayang " tanya Chanyeol yang otaknya sudah diliputi kabut gairah pada Sehun yang dibalas dengan anggukan kecil dari sang kekasih.

Chanyeol pun melanjutkan aksinya yang sempat tertunda tadi. Dia mulai meniup dan menjilati ujung milik Sehun , dan dengan perlahan Chanyeol pun membuka mulutnya dan memasukkan milik Sehun kedalam gua hangat miliknya.

"Hyung…ah~" racau Sehun lagi sambil memegangi kepala Chanyeol dengan erat.

Chanyeol pun mulai menaik-turunkan kepalanya. Tangannya pun tak dibiarkannya menganggur. Satu tangan meraih nipple Sehun yang mulai mengeras lagi dan satu tangan asyik mengocok milik Sehun. Chanyeol kemudian mengecup nipple itu seakan seorang bayi yang menyusu pada ibunya, dada Sehun bidang dan Chanyeol menyukainya.

"Ah~hyung…Ja…ngan…laku…ah~ kan…hal…itu" racau Sehun yang mulai tak jelas.

Mendengar Sehun yang mendesah seperti itu, membuat milik Chanyeol yang masih berada dalam perlindungan itu pun mengeras .

"Hyung…ah…sepertinya…a…da…yang…akan…ke..luar…" racau Sehun ketika ia merasakan ada sesuatu yang berkedut di miliknya.

Tak lama setelah itu, cairan kental putih pun keluar dari milik Sehun dan Chanyeol pun tanpa ada rasa jijik menelan semua cairan itu samapi habis tak tersisa. Kemudian Chanyeol pun mensejajarkan wajahnya dengan wajah Sehun dan memberikan sedikit cairan yang masih tertinggal didalam mulutnya kepada Sehun.

"Bagaimana, sayang…rasamu manis 'kan?" tanya Chanyeol.

"I..ya…Hyung. Manis" jawab Sehun dengan malu-malu.

"Tapi hyung kamu tidak adil, masa' aku sudah tak ada sehelai pakaian pun yang menutupiku, tapi kamu malah masih memakai pakaian lengkapmu" ujar Sehun sambil mengerucutkan bibirnya.

"Iya deh, sayang. Aku lepas" ujar Chanyeol sambil beranjak dari tempat tidur dan mulai melepaskan baju dan sekaligus dengan celananya.

"Kau sungguh memakai celana dalam berwarna hitam " seru Sehun dengan polosnya dan Chanyeol hanya tersenyum ,mungkin lebih tepatnya menyeringai.
"Tentu saja, aku merasa lebih seksi saat memakai warna hitam " suara berat Chanyeol terdengar lebih berat saat pria itu mulai tertutup nafsu.

Sehun pun terkejut melihat Chanyeol yang sekarang tengah berdiri tanpa ada satu helai pakaian pun yang menutupinya. Dan lebih terkejut lagi ketika melihat milik Chanyeol yang sudah menegang lebih besar dari miliknya.

"Kenapa , Hunnie ? terpesona ya ngeliat aku kayak gini. Hmm" tanya Chanyeol dengan nada menggoda sambil menghampiri Sehun dan kembali menerjang bibir pink Sehun yang telah membengkak akibat ciuman yang panas tadi mereka lakukan.

Tangan Sehun dengan sendirinya mulai meraih milik Chanyeol dan mulai meremas milik Chanyeol , yang membuat Chanyeol mengerang nikmat dalam ciumannya.

"Tangamu mulai nakal ya" ujar Chanyeol.

"Hyung…apakah aku boleh melakukan hal yang seperti tadi kau lakukan?" tanya Sehun sambil menatap malu Chanyeol.

"Tentu saja , sayang. With my pleasure" jawab Chanyeol sambil membimbing kepala Sehun kearah miliknya yang memang sudah minta dimanjakan dari tadi.

Sehun pun harus membuka mulutnya lebar-lebar , mengingat ukuran milik Chanyeol yang lebih besar. Dan Sehun pun mulai melakukan hal sama dengan yang dilakukan oleh chanyeol kepadanya tadi.

"Hun-nie…ah…kau sangat…nngh…berbakat…ah.." racau Chanyeol sambil meneggelamkan kepala Sehun keselangkangannya. Dan tak lama kemudian pun Chanyeol mnegeluarkan cairan cum-nya didalam mulut Sehun. Namun Sehun tak dapat menelan habis cairan itu , dan membuat cairan itu mengalir kelehernya. Mmebuat Sehun semakin nampak menggairahkan karena lelehan cairan putih itu ke leher mulusnya.

"Nah , sayang , sekarang giliran aku. Kau hanya tinggal menikmati saja ya" ujar Chanyeol sambil membaringkan Sehun diatas tempat tidurnya lagi.

Kemudian Chanyeol pun mulai membuka kaki Sehun selebar mungkin.
"Hunnie, ini mungkin akan sakit , aku sekarang sedang ingin bermain dengan agak kasar. Jadi kalau sakit, kau tinggal bilang saja ya" kata Chanyeol yang dibalas oleh anggukan lemah dari Sehun.

Sehun yang memang sudah siap hanya bisa pasrah sambil memejamkan matanya seerat mungkin dan menggenggam seprai yang sudah tak berbentuk lagi dengan erat.
"Ahh hhyung…sakit…" teriak Sehun saat merasakan ada sesuatu yang asing masuk kedalam holenya yang masih saja sempit. Chanyeol pun mendiamkan jarinya tadi didalam hole sempit sehun untuk memberikan penyesuaian terhadap lubangnya Sehun, agar dapat beradaptasi dengan sesuatu yang asing didalamnya.

Setelah merasa Sehun mulai rileks, Chanyeol pun mulai memasukkan jari keduanya dan diikuti dengan jari ketiganya. Kemudian Chanyeol pun mulai mengeluar-masukkan ketiga jarinya yang ada didalam lubang Sehun dengan gerakan seperti menggunting sambil terus memperhatikan ekspresi wajah Sehun.

Setelah dirasa cukup , tandanya Sehun mulai rileks dengan jari-jarinya tadi , Chanyeol pun mengeluarkan jarinya dalam lubang Sehun tadi. Merasa ada yang kosong didalamnya , Sehun perlahan mengerang dan menatap Chanyeol dengan tatapan 'kenapa dikeluarkan'.

"Sayang, aku masukkan sekarang ya? Tapi kalau kau merasa sakit bilang padaku. Okey?" tanya Chanyeol pada Sehun.

"Aku tak apa-apa kok, hyung."jawab Sehun pada Chanyeol.

Karena Sehun sendiri pun sudah merasa sangat rindi akan sentuhan Chanyeol yang sanggup membuatnya melayang menuju puncak kenikmatan dan hanya Chanyeol lah yang mampu membuatnya seperti itu.

"Kau tahu, kau harus dihukum dengan membuatku mengeras sepanjang acara tadi " bisik Chanyeol tepat di telinga sehun.

"Memangnya apa yang sudah kulakukan ?" tanya Sehun dengan polos, membuat Chanyeol tak habis pikir kenapa wajah Sehun masih bisa tampak polos di sela-sela kegiatan poanas mereka ini. Dan sialnya wajah polosnya itu malah semakin membuatnya terangsang.

"Kau menyebutkan ID fans itu dengan keras dan lantang, dan membuatku membayangkannya , lubangmu yang sempit itu, yang panas dan akan menelan penisku dengan sempurna kemudian menghisapnya sehingga membuatku merasa melayang dan juga penis besarkuyang akan memuaskan luang itu dan mendesah kenikmatan " Chanyeol mengeluarkan dirty talknya yang merupakan kelemahan Sehun.

Kemudian Chanyeol pun mulai memposisikan miliknya didepan lubang milik Sehun. Setelah sebelumnya Chanyeol menggosok-gosokkan ujung miliknya kedalam lubang Sehun.
Menampar pelan pantat montok Sehun yang akan bergoyang nnatinya setelah mereka menyatu sepenuhnya.

"Hyu-ng…ah~…jangan menggodaku…" desah Sehun.

Chanyeol yang melihat hai itu pun tertawa kecil dibuatnya. Dan dengan gerakan perlahan tapi pasti , Chanyeol mulai memasukkan miliknya kedalam lubang Sehun yang berkedut dan seolah menantangnya. Baru ujungnya yang masuk, Sehun sudah berteriak sambil memajamkan matanya dan terlihat disana cairan putih bening mengalir dari mata Sehun yang juga tengah menggenggam erat seprai yang jadi pelampiasannya untuk melepaskan rasa sakitnya. Melihat hal itu Chanyeol yang tidak tega tak tahan dan berniat untuk menghentikannya.

"Hunnie…aku hentikan aja ya…kau pasti merasa sakit 'kan?" tanya Chanyeol pada Sehun sambil menghapus air mata yang jatuh kepipinya.

"Aku…tidak apa-apa kok , hyung…kita lanjutkan saja dan jangan berhenti" jawab sehun sambil membuka matanya dan tersenyum menatap Chanyeol.

Chanyeol pun mulai memasukkan miliknya kembali. Dan dengan satu tusukan penuh Chanyeol berhasil masuk kedalam lubang Sehun dengan sempurna dan langsung menyentuh titik sensitif Sehun yang membuat Sehun meneriakkan namanya dengan keras. Untunglah yang ada di dalam dorm saat ini hanya mereka berdua , kalau tidak habislah mereka diceramahi oleh Baekhyun dan bahkan mungkin Suho.

"Chan hyung…sakit…sakit…" teriak Sehun sambil memukul-mukul bahu lebar Chanyeol. Chanyeol pun hanya bisa menciumi bibir Sehun dan melumatnya dengan penuh kelembutan untuk mengurangi rasa sakit yang diderita oleh kekasihnya itu.

Chanyeol pun berhenti sejenak dan membiarkan Sehun agar rileks terlebih dahulu dan menghilangkan rasa sakitnya tadi.

"Bergeraklah…hyung.." pinta Sehun selang beberapa saat kemudian setelah ia merasa mulai terbiasa dengan junior kekasihnya yang besar itu yang langsung dituruti oleh Chanyeol.

"Sayang…ah…kau…nggh…sempit sekali…ah.." desah Chanyeol saat merasakan betapa sempitnya di dalam lubang Sehun.

Chanyeol pun mulai meremas milik Sehun dan mengocoknya dengan teratur seirama dengan tusukan-tusukan yang di lakukannya di dalam lubang Sehun.

"Hyung…ah…nnngh…ah…lebih...cepat…" pinta Sehun lagi sambil merasakan kenikmatan yang diterimanya dari Chanyeol.

Chanyeol pun mulai mengocok junior Sehun dengan cepat dan terus menusuk-nusuk lubang Sehun agar menemukan titik sensitif yang membuat Sehun meneriaki namanya tadi.
Dengan satu tusukan Chanyeol pun menemukan titk sensitif tersebut dan benar saja, Sehun pun meneriakkan namanya dengan keras lagi.

"Hyung…ah…sepertinya aku mau keluar lagi…ah…" desah Sehun pada Chanyeol.

"Aku juga, sayang. Kalau begitu kita lakukan sama-sama ya , sayang" ujar Chanyeol pada Sehun.
" Di dalam atau di luar ?" tanya Chanyeol memastikan saja.

"Hmm...di dalam saja, aku ingin kau di dalamku, hyung " dan Chanyeol tentulah mengabulkannya, ia menyemprotkan cairannya di dalam Sehun.

"Hyung" teriak Sehun saat cairannya keluar ke tangan Chanyeol dan sebagian lagi tercecer di kasur mereka

Tak lama kemudian pun Chanyeol mulai mengeluarkan cairannya didalam lubang Chanyeol dan selebihnya mengalir ke seprai.

"Ah…Hyung…" desah Sehun saat merasakan cairan hangat milik Chanyeol mengalir di dalamnya.

Chanyeol pun ambruk diatas tubuh Sehun dengan posisi miliknya masih berada didalam lubang Sehun. Mereka berdua bernapas terengah-engah dan merasa lelah dengan akktivitas mereka tadi.
Kemudian Chnayeol pun mengeluarkan miliknya dari dalam lubang Sehun yang membuat Sehun mendesah karena merasa kosong di dalamnya.

Jujur saja, Chanyeol belum merasa puas, ia ingin rasanya membuat Sehun kembali mendesah, namun ia kasihan juga pada Sehun, pemuda manis itu pastilah letih sekali karena kegiatan syutingnya dan belum lagi besok masih harus meneruskan kegiatan syutingnya, jadi ia tak mungkin memasuki Sehun lagi.

Namun desahan seksi makhluk sempurna bermarga Oh itu rupanya akan mengacaukan pikirannya dan membuat junior miliknya tegang kembali.

.

.

"Miaow "

"Huh ?" Chanyeol hampir saja tak percaya akan apa yang dia dengar. Apa itu barusan ? apa barusan itu Sehun yang mengeluarkan suara seperti kucing ?

"Hyung...apakah aku sudah etrlihat seperti seekor kucing yang seksi ?"

Ya Tuhan, kalau sampai Chanyeol bisa menahan dirinya untuk tidak lagi menerjang Sehun untuk ronde kedua, maka ia harus dipuji akan imannya yang sangat kuat, namun sayangnya...sayang sekali sepertinya ia tidak lulus ujian iman untuk kali ini. Imannya tak cukup kuat untuk tidak membuat Sehun menjerit sampai keesokan pagi.

"Apa itu barusan ? apa kau sedang menggodaku, Oh Sehun ?" sejak kapan Oh Sehunnya menjadi binal seperti ini ? namun ia suka seorang uke yang agresif seperti ini.

"Kenapa, kau tidak suka ? katanyakau ingin melihat dan mendengarku mengeluarkan suara seperti seekor kucing ? kalau tidak suka ya sudah " Sehun pura-pura ngambek dengan beranjak dari ranjang mereka. Seperti dengan sengaja, dengan tubuhnya yang masih tidak memakai kain sehelai benang pun, menggoyangkan pantatnya ke kanan dan ke kiri.

Kenapa Sehun menjadi seperti ini ? belajar dari mana dia ? Gumam Chanyeol dengan bingung.

"Mau ke mana ?" seru Chanyeol.

"Mau mandi, tubuhku lengket semua " jawab Sehun dan masuk ke kamar mandi.

Sehun akan menutup pintunya namun tangan besar Chanyeol sengaja menahan pintunya.

"Mau mandi bersama, Hunnie ?" seringainya dan Sehun hanya terkekeh pelan.

"Jika aku menutup pintunya sekalipun kau juga akan memaksa masuk " bisiknya dan petunjuk itu cukup membuat Chanyeol ikut masuk ke dalam kamar mandi.

.

.

Menyalakan showernya, Sehun mulai mengguyur seluruh tubuhnya dengan air, seolah-olah tak ada orang lain di sebelahnya.

Gerakan yang salah, Sehun karena Chanyeol sudah menatap Sehun dengan pandangan lapar.

"Apa kau ada syuting besok ?" tanyanya dan Sehun hanya mengangguk.

"Aku syuting baru di malam hari, jadi aku ada waktu untuk beristirahat di pagi dan siang harinya, ada apa ?"

"Tidak ada, karena kurasa kau harus bertanggung jawab dengan ini, Sehuna " Chanyeol menunjuk sesuatu dan mata Sehun mengikuti ke mana gerakan Chanyeol dan pria itu rupanya menunjuk ke arah juniornya yang sudah bangun kembali, besar, berurat dan nampak siap tempur kembali dan Sehun hanya merona.

Sebagian dirinya menginginkan agar Chanyeol kembali mengerjainya dengan cara yang lebih kasar, ia suka Chanyeol yang tidak begitu lembut namun sebagian dari dirinya ngeri juga membayangkan kalau sampai lubangnya nanti lecet karena terllau lama 'bermain' dengan junior kekasihnya, belum lagi nanti Chnayeol pasti meninggalkan jejak kepemilikan di mana-mana. Karena sebelumnya, Chanyeol sudah mengatakan cemburu dengan lawan main Sehun yang namanya Song Wei Long itu. Dan Chanyeol pasti akan membuat We Long itu melihat kalau Sehun sudah menjadi milik orang lain.

Tiba-tiba saja Sehun sudah berlutut di depan Chanyeol dan dengan satu gerakan cepat memasukkan junior Chanyeol ke dalam mulutnya yang kecil yang tak muat sebenarnya namun Sehun tak ingin Chanyeol kecewa. Ia pun berusaha memasukkan sepenuhnya ke dalam mulutnya. Dan Chanyeol bersumpah, pemandangan Sehun yang tengah bersimpuh di depannya dengan pandangan mata sayu, dan tubuh basah karena guyuran air mengalir dai shower yang masih menyala, tengah memaju mundurkan juniornya itu adalah pemandangna yang paling indah dibandingkan dengan apa pun juga. Dan mulut Sehun, jangan lupakan mulut Sehun yang panas itu, yang mampu membuatnya bergairah, yang mampu membuatnya gila, dan Chanyeol sungguh tidak menyesal telah mengubah orientasi seksualnya demi maknae cantik itu.

"Apakah kau sudah memimpikan ini tiap malam, hyung ?" sela Sehun di antara kegiatannya mengulum milik Chanyeol.

"Apa maksudmu ?" Chanyeol melarikan jemarinya di antara helaian rambut Sehun yang basah.

"Katamu, di acara itu. Kau yang bilang kau selalu memimpikan tentang kehidupan pernikahan setiap malam, aku tahu dan mengenalmu, Park Chanyeol. Kau pasti memikirkan bagian yang seperti ini kan, kau kan mesum " ejek Sehun yang hanya membuat Chanyeol terkekeh seraya mengelus lembut pipi Sehun agar mendongak ke arahnya. Mata mereka saling betumbukan dan Chanyeol menyukai sisi Sehun yang seperti ini. Sehun yang tak segan dan tak takut untuk melakukan kontak mata bahkan di saat mereka sedang asyik menyatukan tubuh paling intim mereka, dengan begitu Chanyeol dapat merasakan besarnya cinta Sehun padanya dan sebaliknya tentunya.

.

.

"Hey, sayang " Chanyeol dengan sengaja menamparkan penisnya ke pipi Sehun dan membuat Sehun cemberut.

"Aku sungguh memimpikan tentang bagian permikahannya dan bukan bagian intimnya, kenapa pikiranmu selalu aku yang mesum ?"

"Karena kau memang mesum, Yoda jelek " Dan Sehun tak rela kehilangan lolipop kesukannya, ia meremas junior Chanyeol dan sesekali memainkan twin balls nya membuat sang empunya menggeram keenakan, tak hanya mulutnya yang mahir , namun tangan lentiknya pun luar biasa. Ia sampai heran, apa memang benar Sehun tidak pernah memiliki kekasih dan ia adalah kekasih pertamanya namun kenapa ia begitu mahir untuk hal-hal seperti ini.

"Cukup, sayang. Duduklah di sana " dengan tak sabaran Chanyeol menagngkat tubuh Sehun dan mendudukannya di kloset, menyemburkan cairannya di perut datar Sehun dan kemudian ia mengecup perut itu membuat Sehun sedikit geli dan meremas bahu kekasr Chanyeol.

"Berbalik " dan sehun menurutinya, tangannya bertumpu di dinding kamar mandi. Ia tahu kalau dimasuki dari belakang akan lebih sakit daripada yang tadi, dengan cara konvensional namun Sehun malah menyuikai sensasinya yang akan membuat lubangnya jauh terasa lebih penuh.

Dan dengan sekali hentakan Chanyeol memasukkan penisnya ke dalam lubang Sehun, meremas pinggang Sehun dengan gerakan sensual dan membuat Sehun mendesah dengan keras.

Sehun merasa luar biasa, lubangnya terasa sangat penuh sesak dengan penis Chanyeol yang menggembung dua kali lebih besar dan juga kecupan-kecupan Chanyeol di punggung, bahu, tengkuk dan juga lehernya. Sehun merasa sangat spesial dan ia terus mendesah ketika Chanyeol mengeluarkan spermanya di luar.

"Kok di luar ?' protesnya.

"Tak apa, tadi kan sudah di dalam " kata Chnayeol lembut seraya mengecup punggung mulus Sehun sekali lagi.

Dan Chanyeol kembali memandikan Sehun setelahnya, hanya mandi yang benar-benar mandi. Meski Chanyeol mesti bersusah payah menahan gejolaknya untuk mengerjai Sehun lagi, namun ia menahannya dan ia sukses hanya memandikan Sehun ekmudian menggendong pria itu sampai ke kamar. Mengeringkan rambutnya dengan handuk dan kemudian meraih tangan dan mengecupi kesepuluh jari-jarinya yang kurus.

"Aku mencintaimu, Oh Sehun. Sungguh-sungguh mencintaimu " kata Chanyeol dengan tulus dan Sehun tersenyum.

"Nado saranghae, Yoda "

.

.

"Kalian tidak habis melakukan sesuatu yang aneh-aneh kan ?" tiba-tiba saja si bocah ajaib yang jelmaan cabe-cabean Byun Baekhyun muncul di depan pint kamarnya. Membuat Sehun dan Chanyeol terkejut.

"Memangnya kami melakukan apa ?" tantang Chanyeol sedangkan Sehun hanya menunduk guna menyembunyikan rona merah di pipinya. Jangan-jangan Baekhyun mencium bau percintaan mereka di kamar ini. Dan tepat saja, vokalis utama itu ke kamatr mandi karena mencium sesuatu yang mencurigakan, dan untungnya setelah mereka bercinta tadi, Chanyeol segera membuat kamar mandi itu wangi kembali dengan menyemprotkan banyak-banyak pengharum kamar mandi sehingga tak ada aroma aneh lagi di sana. Mendapatkan hasil yang nihil, Baekhyun beralih ke ranjang Chanyeol dan matanya yang sipit membesar ketika mendapati 'bukti besar'nya.

"Ini apa, Park Chanyeol. Ewwwww..." Baekhyun emnunjuk sekelumit cairan berwarna putuh yang tentu sangat kelihatan di sprei ranjang Chanyeol yang berwarna gelap dan Chanyeol hanya menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.

"Ya mapun, dia masih harus syuting, Chanyeol dan ...ini anak orang, Yeol. Kau ini sungguh-sungguh, berapa ronde kalian melakukannya ?" Baaekhyun yang frontal dan Sehun hanya bisa dengn jujur menjawab.

"Hanya dua ronde " dan Chanyeol ingin menepuk jidatnya sendiri, kenapa Sehun yang tadi berasa sangat binal sekarang bisa berubah menjadi sangat polos seperti ini ?
"Ya sudah, ya sudah. Kau kembali ke kamarmu dan istrirahatllah, Hunnie. Pasti lelah sekali, ya kan dan kau Park Dobi, bersihkan kekacauan ini dan pastikan kamar ini dalam keadaan wangi nanti, aku tidak mau tidur di kamar yang baunya seperti sperma "

Baekhyun keluar dan memalingkan wajahnya saat tak sengaja melihat Sehun dnegan mesra mencium dan melumat bibir Chanyeol kemudian buru-buru ke kamarnya.

"Love bird yang menggelikan " decihnya pelan dan hanya membuat Chanyeol terkekeh.

.

.

Sehun baru saja memejamkan matanya saat merasakan ranjangnya tiba-tiba bergoyang. Awalnya ia berpikir kalau itu Suho, leader sekaligus teman sekamarnya namun ia sadar kalau itu bukan Suho aat orang itu malah memeluk pinggangnya dengan posesif.

"Hyung ? Chan hyung ?" dan ia berbalik mendapati wajah tampan Chanyeol.

"Baekhyun bodoh itu menutup pintu dan menguncinya, padahal aku sudah membereskan spreiku bahkan menggantinya , aku juga sudah menyemprot kamarnya dengan pewangi ruangan, tak ada lagi bau sperma, namun ia malah tidak mengijinkanku masuk "

"Kalau Suho hyung datang..."

"Biarkan dia di ranjangnya sendiri, ini kan ranjangmu, ranjang dia ada di sana " protes Chanyeol.

"Bukan begitu, tapi...dia akan melihat kita berpelukan "

"Kalau begitu..." Chanyeol beranjak dan malah mengunci pintunya dari dalam.

"Jangan biarkan dia masuk. Biarkan dia tidur di mana saja, di kamarku juga boleh " jawab chanyeol dengan entengnya.

"Besok aku akna ke Beijing " bisik Chanyeol.

"Untuk apa ?"

"Press conference film baruku itu "

"Kemudian kau bermanis-manis dengan Seohyun dan lawan mainmu itu, siapa namanya ?"

"Yuan Shan shan. Nah, apa kau sedang cemburu lagi ?" goda Chanyeol yang hanya dicuekkan oleh Sehun.

"Ya cemburu, memangnya tidak boleh cemburu "
"Hahahaha...boelh sekali, sayang. Itu artinya kau sangat sayang dan cinta padaku " Chanyeol tertawa seraya menciumi tengkuk Sehun lagi.

"Uhhhhh, kau menyebalkan hyung "
"Terima kasih dan aku sangat mencintaimu. Lalu kau dan Wei Long Wei Long itu apa ?"

"Satu sama hehehehee..."

tawa bodoh Sehun melegakan Chanyeol, setidaknya anak itu sudah tak marah lagi. Lagipula Chanyeol menduga kalau mana mungkun sehun marah sedangkan belum sejam lalu, Sehunlah yang mendesah dengan keras di bawahnya jadi tak mungkin kalau sehun benar-benar marah padanya. Lagipula ia sangat mencintai Sehun.

TBC

Rated M scene again, sesuai request dari pembaca aku hadirkan adegan panas di dorm hahahahha...Happy read guys dan jangan lupa jejak langkah kalian ^^