Terima kasih atas Saran, Masukan dan Dukungannya.
Sekali lagi saya minta Maaf yang sebesar-besarnya
atas kesalah dan kekhilfan dalam menulis Ficsi ini
karena saya sangat baru dan masih hijau dalm hal menulis.
Wahyu Al Kun Azhari : Terimakasih, atas pemberitahuannya, itu terbalik
Seharusnya Ghakido Jalur Preta dan Chikusodo Jalur Hewan.
UzumakiIchi : yang betulnya memang Suzaku bukan Sizuka,
Phoenix yang betul yah heheheeh...
Naruto bukan punya saya, tapi kepunyaan Oom Masashi Khisimoto.
Title : Aku Uzumaki bukan Namikaze.
Genre : Drama, Adventur ( mungkin ada sedikit terselip Family, persahabatan )
Rating : T
Pair : Naruto X ?
Warning ! : Geje, Abal-abal OC, OOC, Typo, banyak lagi yang aneh deh
BAGI YANG TIDAK SUKA JANGAN DI BACA
Aku cuma iseng menulis fanfic ini
dan saya juga tidak dibayar
Seorang Anak yang tidak dianggap dan dibuang,
tapi dia dilatih oleh Hantu Uzumaki, dan akan menjadi legenda di dunia Sinobi...
Sudah 6 bulan dia berkeliaran, banyak kejadia yang menarik menimpa tokoh utama kita,
Aksi penyelamatan seorang Putri di Tanah Salju,
Dia juga memperlihatkan aksinya saat menolong seorang Pendeta di tanah IBLIS.
Membantu perseteruan antara 2 Keluarga besar disebuah desa...?.
( itu lho... Keluarga Wagarashi dan Wasabhi tapi Author lupa nama desanya kw..kw..wkkw bego lu Thor, di RasenSuriken pantat lho Oleh Naruto, baru tau rasa!..), Yang dikenal denagan sebutan Todorkhi Shrine,
Salah satu keluarga itu menyewa Shinobi dari Amegakure, dan yang satunya ninja dari Konoha.
Di desa itu dia Bertemu dengan ninja pelarian dari Konoha dan Genin Konoha,
tapi dia mengacuhkan ninja dari Konoha.
Aoi Rakhusi, sebenarnya dia tingkat chunin saat dia di konoha tapi setelah dia mencuri pedang Raijin No Ken milik Nidaime, dia sedikit naik kelas menjadi rank A. Saat itu Aoi Rakushi sedang bertarung dengan ninja Konoha, ninja-ninja konoha sudah kelelahan, dan terdapat banyak luka di tubuh mereka,
"Kalian sampah Konoha tidak bisa mengalahkan ku, berkat Raijin no Ken aku tak terkalahkan "
haha..hahaha ucapan dari Aoi sambil ketawa, " matilah kalian" kata Aoi,
Menma dan Sasuke sudah tidak berdaya, dia sudah pasrah kalau nyawanya melayang hari ini.
'Itachi Nii, aku memang lemah, aku tidak bisa membalas dendam kepadamu Jaa-nee Nii-san' kata hati Sasuke
dia mengayunkan pedang Raijinnya kearah ninja Konoha, dan sedikit lagi mengenai mereka,
Shhuuut..
Dughh..
"Oughh .."
Terlihat Aoi terbang, dan menjauh dari ninja Konoha, yang kena tendang oleh orang menggunakan jubah berkerudung merah.
'Kurama kenapa Menma tidak menggunakan cakra mu' tanya Naruto.
"entahlah, aku juga tidak tau Kid" dijawab oleh rubah pertanyaan dari Naruto
Pushhh
Tap..
"Apakalian tidak apa-apa" tanya orang berkerudung yang datang tiba-tiba enta hdari mana.
"Hampir saja tadi itu, untung masih sempat" gumam Naruto."
"Kau, siapa kau sebenarnya,,," tanya Aoi yang penasaran,
melihat orang itu tiba-tiba saja menggagal kan serangannya,
Orang Misterius itu tidak menjawab, dia terus saja berjalan kearah ninja Konoha yang tidak berdaya itu.
Orang itu berjongkok memberikan pertolongan kepada mereka.
"Si..si-siapa kamu? Me...mengapa ka..kamu menolong kami? Tanya Menma gugup.
Naruto tidak langsung menjawab, dan menyudahi pertolongannya dan berdiri melihat ketempat Aoi tadi jatuh.
"Siapa aku kamu tidak perlu tau, sekarang cepat bawa teman mu pergi dari sini,"
terdengar suara perintah dari Naruto, pelan tapi tegas.
"Terimakasih kamu telah menunggu ku" kata Naruto Kepada Aoi.
"Siapa kamu? Ada urusan apa sehingga ikut campur urusan ku?" Tanya Aoi,
Naruto belum menjawab pertanyaan Aoi, dia melangkah mendekat kearah Aoi.
"Kamu tau, sebenarnya aku tidak ingin ikut campur, Ohhh.. Kamu tadi bertanya siapa aku?,
Siapa aku tidak lah penting saat ini, karena kamu membuat kesalahan,
ada beberapa kesalahan yang telah kamu perbuat,
Kesalahan Pertama, keluarga yang menyewa Shinobi Ame bebuat curang dalam perlombaan ini.
Kesalahan Kedua, salah satu dari ninja Konoha adalah orang terdekat ku. Dan yang terakhir,
Kesalahan yang paling fatal, aku paling benci yang namanya penghianat."
Setelah Naruto menghetikan ucapanya, dia lansung berlari, dan
'Bughhh'
Pipi sebelah kiri Aoi kena bogem mentah, membuat dia terbang bebrapa meter, dan mengeluarkan darah dari mulutnya, karena kuatnya pukulan Naruto.
' uuhgghhh...'
"Uhhuk...uuhuk..uhuk,"
'siapa orang ini pukulannya sangat kuat,' kata hati Aoi.
Naruto tidak langsung menghajarnya, dia berdiri di tempat Aoi tadi terjatuh, dan ingin memberi kesempatan kepada Aoi untuk menyerahkan diri.
"Nama mu Aoi Rakushi, mantan ninja konoha? apa aku benar" tanya Naruto sambil melangkah mendekati Aoi
" sebaiknya kamu menyerahkan diri saja Aoi" ucap Naruto kepada Aoi yang masih merasa pusing.
"Menyerah kata mu?, Hahahaha...yang benar saja, aku adalah pemegang Pedang Raijin No Ken,
aku tidak terkalahkan" kata Aoi denga sombongnya,
menyalurkan Cakrannya pada Raijin, membuat Pedang itu berwarna Kuning keemasan, dia melakukan Shunshin, langsung menyerang Naruto dari belakang,
Karena belum siap karena masih kurang pengalaman dalam bertarung,
Naruto sedikit terlambat menghindar dan mengenai bahu kanan dari serangan itu.
Shuuut..
Crasssh..
Keluarlah cairan merah, yang senanda dengan warna jubahnya,
Naruto sedikit meringis menahan sakit akibat tebasan Raijin, dan juga merasakan sengatan listrik.
"Hahahahaha...bagaiman ?, apakah kamu merasakannya?" Tanya Aoi.
Naruto tidak merespon dan diam saja, apa yang di katakan oleh Aoi Rakhusi.
"Kenapa kamu tidak menjawab?, Berarti kamu hanya mengantarkan nyawa kesini,
Makanya jangan sok menjadi pahlawan kesiangan." Hahahahahah...ucap Aoi dengan ketawa bahagi.
Setelah Aoi menghentikan ucapannya, Narutopun tanpa ba...bi...bu...langsung melesat mendekati Aoi,
huuusssst
'Duuuagghh'
Dada Aoi terkena telak kena tendang dari Naruto, Raijin no ken yang ada di tangan Aoi pun terlepas,
"uuuhhugg ...uhuk uhuk lagi lagi Aoi batuk darah.
'Cepat sekali gerakannya, saya tidak melihat dia bergerak' batin Aoi bingung...
Naruto berjalan ketempat Raijin no ken jatuh, dan mengambilnya, dia coba menyalurkan cakranya,
Hal serupa terjadi dengan apa yang dilakukan Aoi terhadap Raijin itu.
"Kembalikan Pedang ku" pinta Aoi. Naruto tidak menjawab.
"Aku minta padamu sekali lagi Aoi, menyerah atau kamu pilih mati" tanya Naruto balik.
Aoi menjawab dengan mengambil payung yang terselip di pinggangnya dan melemparkannya keudara,
Ssszzzttttt
Piiung...
" Juhosiro no Ame,..." Aoi menyebutkan jutsunya.
Payung itu berputar dengan cepat diudara, dari sela-sela payung itu terjadi hujan senbon yang cukup banyak,
Yang mengarah ke Naruto, Naruto yang sudah siap dia tidak panik,
dia menatap hujan senbon itu dengan tenang, jaraknya semakin dekat tinggal beberapa Inchi lagi dan.
Naruto mengayunkan Pedang Raijin no ken yang ada di tangannya tersebut.
"Raikathana Raijin No Ken,,," Naruto menyebutkan nama jutsu yang baru kali ini dia lakukan.
Karena tidak ada pengalaman dengan pedang petir itu, hujan senbon masih banya, seakan tidak ada habisnya,
Dia sedikit melompat kebelakang, cepat menyimpan Raijin No Ken dalam jubahnya.
Mulai melakukan handseal.
'Futon : Kitsune Wind Reallese'
Seketika muncul sekumpulan angin berbentuk rubah yang mengaum, menyapu bersih semua hujan senbon hasil dari serang Aoi tadi,
karena banyaknya cakra yang Naruto salurkan untuk membuat Jutsunya, membuat daerah disekitar itu porak poranda dan mengenai Aoi Rakushi. Terlihat bentuk Aoi yang mengenaskan, semua pakaiannya tercabik-cabik seperti korban binatang buas, dan luka-lukanya cukup parah, kaki kirinya putus, pokoknya nyawanya sudah tidak tertolong lagi alias mati.
(Kekuatan sejati Naruto belum saya perlihatkan Sampai ujian chunin).
Setelah dia mengalahkan Aoi Rakushi, banyak di perbincangkan Shinobi misterius tersebut,
Ada yang menyebut, RED DEAD KITSUNE, GOLDEN KITSUNE (Saat masuk mode kurama).
Dan ada juga yang menjuliki GHOST KITSUNE. Karena jutsu yang dikeluarkannya bebentuk rubah semua.
Dia merasa sudah lebih dari cukup berkeliaran dan berpetualang ingin pulang ke Konoha.
=== SKIP TIME ====
Sekarang ini tokoh utama kita sedang berjalan dengan santai, setelah perpetualanagan,
Sekarang dia sudah menjadi pemuda yang tampan dan agak sedikit cool, ya setelah dia berlatih dengan Arasi, dia sedikit berwibawa (seperti setelah dia bertemu Rikhudo Sanin, melawan Madara saat PSD ke 4).
Pemuda tersebut memiliki ciri-ciri memiliki rambut merah berantakan, mata biru menenangkan hati bagi siapa saja yang melihatnya, tapi juga sangat menakutkan bagi penjahat.
Karena hari masih siang, jadi dia tidak terburu-buru hanya berjalan santai,
sambil menikmati pemandangan alam, yang begitu mempesona.
Sepanjang perjalanannya belum ada kejadian yang aneh, masih damai, sesekali dia berhenti,
karena sudah lama berjalan hari sudah mulai sore, dia berniat mencari desa terdekat untuk menginap,
karena biasanya dia sering tidur dihutan, tapi kali ini dia ingin tidur di penginapan.
"kurama" Naruto memanggil temannya "ada apa Kid" jawab rubah,
"kau tau, kita sekarang dimana atau tepatnya di negara mana kita sekarang?", tanya Naruto pada Kurama, sekedar bas-basi, dari pada perjalanannya sunyi.
"Entahlah Kid, Kamu itu bodoh atau apa, pertanyaan macam apa itu? Mana aku tau". Jawab rubah sedikit kesal karena pertanyaan aneh host nya, "aku kan bertanya, kenapa kamu marah dasar bola bulu" ketus Naruto pada Kurama,
dia terus berjalan, tidak lama dia di kejutkan denga suara bandit,
"Hoi .. Berhenti kamu, dan serahkan semua harta yang kamu miliki," teriak ketua bandit itu..
"Hadeeeh ada apa tuan tuan menghentikan perjalanan ku, aku tidak memiliki uang atau harta apapun,"
Kata Naruto kepada bandit," banyak omong kau, cepat serahkan hartamu" bandit itu membentak Naruto,
dan langsung berlari sambil membawa pedang yang hendak membacok Naruto,
Dengan tenang Naruto menahan pergerakan bandit itu, sedikit memiringkan badannya, Naruto menendang pinggul sebelah kiri sang bandit, si bandit langsung tersungkur mencium tanah, melihat rekannya mudah sekali dikalahkan, bandit bandit yang lain maju bersamaan mengeroyok Naruto,
"Stop...! teriak Naruto sebaiknya kalian menyerah dan berhenti meresahkan warga, aku tidak akan segan-segan membunuh kalian semua, kalau kalian masih nekad" kata Naruto.
"hahahaha...terdengar tawa dari para Bandirt.
Karena mereka merasa diuntungkan, Dengan jumlah mereka, 5 lawan 1.
"Membunuh kami ?,.. apa katamu ingin membunug kami?, jangan bercanda kamu," kata ketua bandit itu dengan percaya diri dengan menghunuskan pedangnya.
"Baiklah... kalau itu yang kalian inginkan" kata Naruto.
Tidak mau berlama lama lagi karena dia sedang kesal, Juga hari sudah mulai agak gelap, dia mengambil kunai dari fuin di tangan kirinya, tanpa di komando, Naruto bergerak dengan sangat cepat.
Tanpa mereka sadari apa yang baru saja terjadi, semua bandit tersebut tergelatak mati, terlihat bekas sayatan dileher mereka.
"Dasar cecunguk murahan" kata Naruto, 'lebih aku pergi saja sebelum gelap' gumamnya.
"Hoi... Kid" terdengar suara Rubah.
"Ada apa bola bulu," Jawab Naruto yang terlihat kesal karena perjalanannya terganggu oleh bandit.
"Jangan panggil aku itu BAKA," teriak Kyubi agak sedikit kesal.
"Aku hanya mau mengatakan, lebih baik kamu ambil semua harta bandit itu, buat bekal mu nanti " saran dari Kurama.
mendengar saran Kurama, Naruto mendadak berhenti dan melotot, dia mencerna apa yang baru saja temannya sarankan.
"Kau ada benarnya juga Kurama," Terimakasih.
Naruto mengambil semua harta bandit-bandit itu, dan juga menguburkan mereka dengan Jutsu Dotonnya.
Tidak jauh dari tempat Naruto berjalan, terlihat seorang kakek yang buru-buru, kelihatan sekali bahwa orang itu ketakutan dari gera geriknya, akhirnya Naruto bertemu dengan orang tua itu.
Dengan ramah Naruto bertanya kepada si kakek.
"Hei.. Orang tua ...," panggil Naruto.
Orang tua itu tidak menjawab sama sekali, dia terlihat Shock dan sangat ketakutan. dan terdengar suara ramah dari Naruto,
"Tenang saja aku tidak akan mencelakai mu, katakan apa yang bisa aku bantu kepada mu orang tua" tanya Naruto ramah.
Awal orang tua itu sempat ragu-ragu, tapi melihat pemuda didepannya ini sangat baik dan ramah, dia mulai menceritakan kisah desanya.
(kisah Negara Gelombang, sama seperti di Canon)
Dengan menahan emosi Naruto mendengar cerita orang tua itu.
Ternyata orang itu bernama Tazuna, ingin kekonoha memnita bantuan ninja untuk membantu menjaganya membangun jembatan.
"Simpan uang anda untuk tambahan biaya buat membangun jembatan Orang Tua," dengan tegas Naruto mengatan ingin membantu tidak usah menyewa Ninja. awalnya Tazuna sempat ragu dengan melihat penampilan Naruto.
Tapi Naruto meyakinkanorang tua itu.
