seCreT : Muahahaha!

Rukia : Napa lagi nih orang?

seCreT : Update dalam waktu dua hari! (Alias update kilat!) Wkwkwkwkwk!

Ichigo : Kok kita bisa kerja bareng Author kayak dia yah?

Rukia : Mungkin gara-gara low datengnya telat pas pembagian warna rambut di surga.

Ichigo : *sweatdrop* Apa hubungannya?

Rukia : Gak ada sih sebenernya.

seCreT : Low berdua GJ. *sigh* Oh ya, gw juga akan mengajarkan cara menulis surat yang baik lho! Hehehe *evil grin*

Review Responses (A / N : Yosh! Kalian semua dapet Barbie at Taman Lawang sama Tiket Duf**! Baca chap ini buat pemberitahuan lebih lanjut (?))

Ruki Yagami : Hwahh! Jadi inget Death Note sama Stigma of The Wind nih! Kok diganti nicknamenya? Btw, ini updatenya! ;)

Vi ChaN91312 : Reviewer baru! Met datang! Emang, Momo makan Cap cay gara-gara waktu itu di rumah gw ada yang teriak Cap Cay, akhirnya keketik dah tuh makanan. Lain kali bacanya di siang hari ajah biar bisa ketawa ngakak gila-gilaan (Lho? Ajaran sesat banget). Banyakin Momo? Okay, dicoba dulu yah. Soalnya pairingnya masih IchiRuki. Ditunggu yah~.

Riztichimaru : Thank you yah! Ini updatenya! Happy reading!

chappythesmartrabbit : Gadang? *shock*. Gak syok-syok amat sih. Makasih yah dah gadang buat baca nih cerita. Hohoho (GJ). Kata Ichigo jangan lupa sama beauty sleepnya (Sleeping beauty kale). Adengan IchiRuki emang lagi dalam proses. Kan basi kalo baru baca nih cerita tiba-tiba Ichigo nembak Rukia (Hah?).

Kokoro Yumeko : Arigatou buat reviewnya! Iya nih, kita suruh Shiro-chan pake baju gothic lolita yang banyak rendanya. Gak nampilin Kusaka, Kouga Kuchiki, dll.? Yah, mungkin alasannya sama kayak yang chapter sebelumnya, masih belum afal nama dan karakter chara-chara Bleach. *ditendang sampek Mars*

Zheone Quin : Hollow! (Kata lain dari Halo kan? *digetok Zheone*) Emang nih IchiRuki berantem mulu. Anjing sama kucing depan rumah gw ajah gak berantem! Cuma cakar-cakaran! Gimana sih? Huh. Kok UPDATEnya di Caps? *sweatdropped*. Okay, nih updatenya!

aRaRancha : *menyiapkan matras, biar kalo guling-guling gak jatuh*. Thanks for the repiunya yah~! Yachiru menyanyangimu (Mampus dah, disayang Yachiru kayak dikasih bom atom)

Jiya Mukherjee : Iya nih. Kita musih kumpul kapan-kapan buat nonton Tel**ubies lagi. *mengenang masa lalu ketika nonton Tel**ubies*. Eh, bukannya dari dulu mereka emang dah gak jaim (a.k.a kampungan)? *digebuk chara-chara Bleach*. Memang, Author sendiri yang ngetik juga gak tauk ada berapa bintang.

Disclaimer : Buat ke-enam kalinya, gw gak punya Bleach, SBY, the Promotor, Facebook, Dufan, Ancol, April Mop! Dikasih tauk susah amat sih? -marah-marah sendiri-

-Disaster 6 - Voila! Just a Ticket-

Normal POV

"Okay! Lanjutkan!" Kata Yachiru, niru trademark pak SB*.

"Gw dah bosen," Kata Rukia dengan gaya ngusir tikus (?).

"Low kata gw gak bosen?" Kata Ichigo, lalu mereka berdua menghela napas.

Hari sudah larut, tetapi para taichou, fuku-taichou dan beberapa bawahannya yang malang ini masih dikumpulkan sama Yachiru buat melanjutkan games-gamesnya. "Mau main apa?" Tanya Yachiru.

"Monopoly," kata Ikakku, asal jawab.

"Petak jongkok (?)," Kata Momo, gak kalah ngaco.

"Lomba minum sake," Jawab Shunsui. Rangiku, Kira, dan Shuhei langsung mengangguk setuju.

"Main boneka Chappy," kata Rukia dengan muka I-love-Chappynya.

"Online Fac*bo*k!"

"Main P* sama C*!"

"Lompat galah!"

Dan, masih banyak usulan-usulan aneh nan GJ lainnya yang masuk.

"Kalian semua gila yah? Gw punya ide yang lebih bagus! Kita pulang, terus tidur!" Teriak Toushiro, saking frustasinya mendengar jawaban-jawaban aneh tersebut.

"Okay! kita main Jerit Malam!" Teriak Yachiru.

"AAAAAAAAAAAAAAAA!" Teriak Momo dengan histeris, wajahnya kelihatan kayak hantu beneran. Coba banyangin kalo low disuruh makan Es Krim Pete Indah, Semur Semut Merah Bersemu sama minum Susu Jengkol Lezat. Yah, kira-kira gitu ekspresinya Momo. (A / N : Kalo low ketawa, berarti ekspresi Momo ketawa kayak orang nonton Th* Promo*** gitu dong? Tauk lah).

Heran juga, bukannya Hollow itu hantu? Kok dia gak takut yah?

"Kenapa Momo?" Tanya Toushiro, penuh dengan perhatian seperti ketika dikasih tauk kalo Divisi 10 kebakaran. Tapi Momo sudah tak sadarkan diri. Lalu, secara serempak, seperti efek domino gitu, banyak yang pingsan juga.

"Eh kok pada pingsan?" Toushiro celingak-celinguk kebingungan.

"Biar pada bisa dilarikan ke Divisi 4, terus pulang kurasa Hitsugaya-taichou," Jawab Byakuya.

Tapi, ternyata dalam kesempitan ini (?), masih ada yang gembira. "Percobaan baru! Nemu, bawa truk sampah kemari! Gw bakal gotong mereka semua!" Teriak Mayuri sambil berusaha mengangkat Shinigami-Shinigami tersebut.

"Eh iya! Gw bangun! Gw bangun!" Lalu Yumichika bangun dan berusha melarikan diri, daripada dijadiin bahan percobaan, iya gak?

"... jadi begitu! Woi! Ada yang dengerin gak?" Teriak Yachiru dengan TOA gara-gara sudah pada sibuk sendiri. Ada yang udah Medicure, Pedicure (Yumichika), ada yang berusaha melarika diri (Ikkaku, Shunsui, Rangiku), ada yang tetep stay cool (Byakuya, Toushiro), ada yang udah mengendap-ngendap ke pintu keluar (Rukia), ada yang bingung mau ngapain (Ichigo), ada yang santai-santai ajah, dengan catatan dia punya Secret Mobile Corps kalau ingin melarikan diri (Soi Fon).

Jangan lupa ada yang sedang makan pisang juga.

"Yachiru, lebih baik kita kembalikan saja mereka semua ke Divisinya. Mereka terlihat lelah," Kata Nanao dengan bijak, setelah tidak tampil selama 3 chapter.

"Huh~. Ya udahlah! Sono balik semua!" kata Yachiru.

Teriakan dan sorakan dapat terdengar dari mana-mana.

"VOC musnah (?)"

"Hidup Bleach!"

"I love you Nanao!" Yang pastinya ini keluar dari mulut Shunsui.

"Diam!" Kata Nanao dengan tegas walaupun tampangnya malu-mau ajah (?).

Lalu mereka semua pun pulang ke Divisi masing-masing.

Tapi pada keesokan harinya...

Ichigo sedang berjalan-jalan di Divisinya lalu salah satu bawahannya memberikan sebuah paket padanya.

"Strawberry-taichou-"

"Kurosaki Ichigo!"

"Gomen! Kurosaki-taichou. Ada kiriman paket dari Divisi 11," Lalu dia memberikan paketnya, lalu pergi dan tak kembali (?).

Ichigo pun merobek bungkusan paket tersebut. "What the?" Kata Ichigo ketika melihat isi paket itu.

Di dalamnya ada tiket masuk Duf**. "Apaan nih?" Tanya Ichigo kepada Kira saat ia tiba di kantor Divisi 3.

"Gak tauk juga. Gw juga dapet tiket masuk gituan," Gumam Kira sambil mengerjakan tugas-tugasnya. Ichigo pun duduk di kursinya dan membantu Kira mngerjakan tugasnya. Jadi secara teknis, dia menelantarkan tugasnya sendiri. Sungguh bijak Ichigo!

Tiba-tiba ada pengumuman. Krrriinnng! (Bunyinya kayak bel masuk sekolah gitu)

"Attention please~"

Ichigo dan Kira hanya speechless ketika mendengar suara yang sudah sangat dan terlalu mereka kenal itu.

"Bagi yang memegang tiket masuk ke Duf**, harap berkumpul di Anc**, nanti jam 2-an yah~! Kalo gak suka ke Duf**, bisa main di pantainya bareng Ken-chan kok~. Hehehe~" Masih sempet-sempetnya ketawa lagi.

Ckkkiittttt! (Bunyinya kalo kayak mobil rem mendadak)

Setelah diam beberapa saat, akhirnya Ichigo mulai berbicara.

"Kira?"

"Hmm?" Si Kira lagi mikir keras, berusaha mencari alasan buat gak pergi ke Anc**.

"Dia gak memanggil nama-nama orang secara spesifik kan?" Tanya Ichigo secara perlahan. Kira mengangguk

"Enggak sih," Kata Kira sambil menimbang-nimbang apa maksud Ichigo.

"Yang penting yang megang tiketnya kan?" Tanya Ichigo, berusaha meyakinkan ulang.

"Iya," Kata Kira, mulai mengerti maksud Ichigo.

"Tiketnya kita kasih siapa yah?" Tanya Ichigo dengan senyum penuh kemenangan.

"Ah, buat readers kita yang setia ajah," Kata Kira sambil menyunggingkan senyumnya.

Lalu mereka berdua pun langsung ber-shunpou ke tukang pos terdekat (?).

"Paket kilat ke dunia nyata- Wow! Toushiro! Rangiku!" Kata Ichigo lalu berhenti sebentar. "Lagi ngapain?" Tanya Ichigo.

"Hitsugaya-taichou! Memangnya kamu gak lihat kita lagi ngapain?" Jawab Toushiro dengan jengkel.

"Ngirim surat?" Tebak Ichigo. 'Masa sih kuntet-taichou ini punya pikiran yang sama kayak gw?'

"Gak, ngirim benda terkutuk ini!" Kata Toushiro sambil melemparkan tiket Duf** ke petugas pos disana lalu membayar biaya pengiriman. Malangnya dikau, petugas pos. Lalu mereka pun ngintip ke depan, buat mastiin kalo di depan gak ada orang lalu berjalan pergi.

"Kira! Cepetan! Kirim itu sebelum ada yang melihat Yachiru datang!" Teriak Ichigo dengan panik ketika mendengar ada orang yang ber-shunpou.

"Ba-baik!" Lalu Kira pun langsung menjejalkan amplop yang ada di tangannya ke tempat pengiriman.

Oh ya, isi amplopnya kayak gini:


Bumi, 123 Hihiber 2012

No : 123/Sei/XIII/2012
Hal : Ucapan terima kasih
Lampiran : Tiket Duf**

Yth. Pemenang kuiz I Love Yachiru's Rule
di tempat

Dengan hormat,

Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi anda dalam kuiz ini. Ini sedikit tanda terima kasih kami, yaitu 2 lembar tiket Duf**. Dengan terpaksa kami memberitahu, kalau anda ingin pergi ke Rumah Boneka yang ada di Duf**, itu sudah ditutup.

Hormat kami,

Panitia I Love Yachiru's Rule


"Lem!" Kata Kira sambil mencari-cari lem dan menggusur barang-barang yang ada di situ (Gunting, perangko, pen, pensil, dan kawan-kawan).

"Pake ludah lah! Primitif amat sih!" Kata Ichigo sambil jaga pintu masuk dengan tampang mafia. Kayak mau ngerampok bank ajah si Ichi. Tapi, kalo diitung-itung, lem sama ludah primitifan yang mana sih?

Kira melepeh sampai suratnya berlumuran dengan air bewarna bening itu. Jijay bajaj bawang bombay banget dah low Kira.

"Dia datang," Kata Ichigo, meniru percakapan tokoh utama film-film yang kalo tokoh utamanya didatengin musuh.

Ternyata yang tiba adalah...

Byakuya dan Rukia.

"Rukia! Low bikin gw jantungan ajah!" Kata Ichigo sambil bernapas lega. Tapi, raut wajah Rukia tetap masam.

"Eh ada Ichi!" Teriak Yachiru dari bawah, mengingat betapa pendeknya dia kalo gak digendong sama Kenpachi.

"Sh**," Ucap Ichigo lirih.

"Ada tukang pos yang lain gak nii-sama," Bisik Rukia ke Byakuya. Tapi yang ditanya malah jawabnya nyolot.

"Ada, di dunia nyata," Jawab Byakuya dengan nada sarkastik. Kelihatannya dia dendam diikutin Yachiru. Sementara itu, waktu sudah menunjukkan pukul 13.00.

"Ichigo! Low bantuin gw!" Kata Rukia dengan nada memerintah.

"Oke! Tapi ada bayarannya..." Ichigo lalu berbisik di kuping Rukia. Lalu muka Rukia menjadi merah.

"Apapun yang kau katakan kepada Rukia, Kurosaki-taichou, kuharap itu bukan kata-kata terakhirmu," Ancam Byakuya dan seketika itu juga, Senbonzakura Byakuya sudah bertengger dengan manis di urat nadi leher Ichigo.

"Taichou!" Teriak Kira dengan histeris. Dia baru kehilangan taichou, masa yang ini juga mau diilangin?

"Hey Byakuya! Ini melanggar HAM dan hukum mengenai menodongkan senjata (?)!" Kata Ichigo kesal sambil menggeser Senbonzakura. Sementara itu, muka Rukia masih merah bersemu...

Akibat marah. Readers, parah yah pikirannya. Ckckck... *dikeroyok readers*

"Siapa yang mau ngegantiin low ngerjain tugas-tugas Divisi low? Orang tugas Divisi low ajah lebih tinggi daripada Monas dan lebih miring daripada Menara Pisa! Beresin dulu tuh rambut orange low!" Teriak Rukia. Sementara itu, Yachiru hanya menonton dengan wajah yang senang.

"Oh," Byakuya langsung memasang ekspresi datarnya lagi.

"Kurosaki-taichou, kalau anda bersedia membantu kita, akan kukerjakan tugas Divisimu," Jawab Byakuya dengan penuh wibawa.

"Nii-sama!"

"Tapi!" Tambah Byakuya.

"Apa?" Tanya Ichigo dengan bingung.

"Akan kuberitahu nanti, sekarang singkirkan dia dulu," Hardik Byakuya yang semakin kesal ketika Yachiru naik ke punggungnya dan menarik-narik rambutnya sambil tertawa-tawa.

"...oke". Ichigo sweatdropped juga ngeliat si Yachiru yang malah ngepang rambut Byakuya.

Lalu Ichigo melihat ke punggung Byakuya.

"Yachiru, kamu tauk gak kalo Mayuri lagi membuat penemuan mengenai permen immortal?" Tanya Ichigo kepada rambut pink tersebut, sambil memakai nada manis. Rukia mati-matian berusaha menahan ketawa.

"Benarkah?"

"Iya, gw denger dari orangnya sendiri". Ternyata Ichigo yang kolot begini juga mengerti kesukaannya Yachiru. Lalu Yachiru naik ke punggungnya Ichigo.

"Antarkan! Jalan, jeruk! Hahaha!" Teriak Yachiru kesenangan.

"Sial," Bisik Ichigo dan mulai bershunpou ke Divisi 12.

"Nii-sama, benarkah kamu mau mengerjakan semua tugas Ichigo?" Tanya Rukia kebingungan sambil mengirim tiket Duf** tersebut.

"Ya, tapi hanya selama 15 menit saja. Aku juga sibuk, gara-gara games-gamesnya itu," Jawab Byakuya dengan cerdas dan cermat.

"Ayo kita pergi sekarang Izuru-fukutaichou. Aku ingin membereskan perjanjian itu secepat mungkin." Kata Byakuya sambil memperhatikan kerjaan tukang pos disana yang lagi ngeberesin semua barang yang diberantakin Kira.

"Baik".

Lalu mereka berdua bershunpo.

Sementara itu, Ichigo...

"Lari lebih cepat Ichi! Belok kiri!" Teriak Yachiru dengan senang.

"Bukannya belok kanan?"

"Jalan pintas!"

Ichigo berpikir kalo si Yachiru itu sudah tinggal lumayan lama di Seireitei sehingga tauk banyak jalan pintas, lalu dia nurut ajah.

Dan mereka pun semakin jauh dari tujuan mereka.

seCreT : Cut!

Ichigo : Napa gw musih gendong Yachiru?

seCreT : Karena gw ketik kayak gitu.

Rukia : … kapan gw ketemu nii-sama?

seCreT : Kapan-kapan kali.

Nanao : Kok gw baru tampil?

seCreT : Gw lupa ada low. (Nancep oi!)

Vote buat chapter selanjutnya!

Game apa yang musih Author buat?

Vote buat karakter favorit low!

Hanya dengan review! (Dengan nada promosi)

Klik tombolnya di bawah!

Atau Yachiru akan datang menghantuimu *evil smile*