AKHIRNYAAAAA
UN TELAH SELESAI BEBERAPA HARI YANG LALU!
TOLONG DO'AKAN HASILNYA MEMUASKAN YA, READERS~!^w^
Nah, ini kelanjutan dari chapter sebelumnya .. Dan chapter terakhir ini lebih panjang dari chapter sebelumnya. Yeee~!
Selamat menikmati :D
Warning : OOC, konflik dimana-mana, alur gaje, lawakan garing, mungkin agak kasar?, full emot /?
Disclaimer : Harvest Moon punya Natsume, foto sampulnya pun bukan punya saya :'v
Skye dan Gray berteriak kaget, " SAMA KAREN?!". Sementara Kai mengobati luka pada tubuh dan muka Gray serta Skye dengan tenangnya.
" KOK BISA SIH?!"
" Lo makan apaan sampe Sang Dewi jatuh cinta sama lo?!"
" Serius deh, jangan-jangan lo cuma mimpi doang?"
" Atau jangan-jangan malah gue yang lagi mimpi? ._."
" Lo tau kan, kalo nyantet itu dosa?"
" Yakin lo gak dikerjain?"
" Lo kayaknya bukan si botak yang gue kenal, deh,"
" Atau mungkin-,"
" Udah deh. Percaya gak percaya, ya gue jadian ama si Karen!" omel Kai yang mulai jengah diinterogasi kedua sohibnya. " Lagian kenapa sih lo berdua pada gak percaya banget?"
" Lo bayangin ya sob. Misalnya lo jalan berdua ama Karen ke mall. Lo pasti bakal dianggep supir doang sama orang-orang!" ejek Gray.
" Gray! Gak mungkin lah Kai dianggep supir!" kata Skye dengan yakin. Kai merasa terharu dibela oleh Skye. " Paling dianggep babu!" kata Skye dengan tegas.
" Sialan lo!" Kai menjitak kepala Gray dan Skye. " Lo berdua harus ngeliat waktu Karen ngasih cokelat ke gue. Mukanya merah banget tjoy! Gak ada kesan galaknya!" Kai menutup matanya dan membayangkan kejadian tadi. Mukanya memerah. Ilernya keluar. Ihh XP
" Oh, jadi cuma gara-gara lo udah gak jomblo, lo berhak ngejitak gue?! Gitu ya?! HAHAHAHAAHAHAHAH," Gray ketawa psikopat sambil nendang-nendang Kai.
" Kai! Masa lo lupa?! Jiwa psikopat Gray akan aktif kembali 5 detik setelah dijitak!" kata Skye.
Gray berbalik menghadap Skye. Ia siap-siap berubah menjadi naga hulk (lagi). Tangannya memegang tempat tidur terdekat. " MANA ADA YANG BEGITUAN?!". Tempat tidur tadi kini melayang ke arah Skye.
DUAAAAAAARRR!
Terjadi sebuah ledakan guna mendramatisir kejadian tadi. (Emangnya bom)
" Uhuk-uhuk!" Skye dan Kai batuk-batuk di antara puing-puing UKS yang masih berasap.
" Mo ape lo?!" tanya Gray sambil nunjuk hidung Kai.
" Yaelah Gray! Lo gak bisa ngeliat gue seneng apa yak?" kata Kai sambil mengangkat tangan seperti sedang ditodong pistol.
" Mangnya lo seneng kenapee?!"
" Gue seneng lah. Besok gue sama Karen bakal jadi trending topic, ngalahin berita lo jadian sama si Claire! Atau berita Mr. Duke selingkuh sama Mrs. Sasha!"
Hening.
Gray dan Skye terdiam.
Kai yang gak tau apa-apa serba salah.
" Jangan-jangan …," Kai mengerutkan alisnya. " Mr. Duke beneran selingkuh sama Mrs. Sasha?"
"BUKAAAAAANNNN!" jawab Skye dan Gray berbarengan.
Kai menghela nafas, " Yahh, kirain. Padahal kalau beneran kan aku bisa ngerebut Mrs. Manna ..,"
BUAK!
Skye dan Gray menjitak kepala Kai dengan 'mesra'nya hingga kepalanya berasap.
" Iye, gue bercanda. Lagian gue udah ada Karen, kan," katanya sambil mengusap kepalanya. Tiba-tiba ekspresi mukanya berubah seperti orang yang menemukan jarum pada tumpukan jerami, atau seperti orang yang berhasil bertanya pada rumput yang bergoyang, atau seperti Thomas Alva Edison yang berhasil menyalakan bohlam lampunya. (Mukanya kayak gimana juga saya gak tau :v) "Jangan-jangan ... lo berdua berantem gara-gara cewek pirang itu?"
" Begitulah," jawab Gray singkat.
" Semuanya gara-gara lo, Gray!" kini giliran Skye yang menunjuk hidung Gray.
" Gue gak ada apa-apa sama Mary!"
Mereka pun mulai berdebat lagi. Sementara Kai menyingkir ke pojokan dan makan popcorn yang baru saja ia buat/?. Dan kalian harus tau. Kalau Gray sama Skye udah debat, entah kapan akan berhenti. Dan mereka ini ngomongnya cepet. Udah kayak adu rap deh :v. Tapi ada beberapa kata-kata yang berhasil Kai tangkep.
" Gue tau, Gray! Lo selingkuh sama Mary, kan?"
" Gue bisa jelasin! Lo dengerin gue dulu, Skye …,"
" Tidak! Gue tau lo bakal berdustahh/?"
" Nggak, Skye. Gue gak akan membiarkan ada dusta diantara kita,"
Tuh kan. Kayak pertengkaran suami istri :v.
Tak terasa, popcorn Kai sudah habis. " Woy! Debatnya masih lama, gak? Kalo masih lama gue mau bikin popcorn lagi nih," kata Kai dengan cueknya. Serempak Skye dan Gray menoleh ke arah Kai. Akhirnya mereka tersadar bahwa mereka telah menyia-nyiakan waktu mereka untuk berdebat.
Gray pun duduk lesehan, " Pokoknya gue gak selingkuh atau apapun itu sama Mary. Jadi ini Cuma salah paham doang. Lagian gue udah nolak Mary baik-baik!"
" Ya tapi kan Claire ngeliatnya lo lagi berduaan sama Mary! Terus lo gak puas udah nyakitin hati Claire jadinya nyakitin hati Mary juga?! Lo gak punya hati, Gray!"
" APA LO BILANG?!" Gray siap menampar Skye (dih, kayak cewek :v).
" Serius deh! Lo berdua masih lama gak debatnya?" Kai yang merasa dicuekin mengulang pertanyaannya. Serempak, Skye dan Gray menoleh ke arah Kai (lagi).
" Yaudah, pokoknya gue gak selingkuh!"
" Ya tapi kan-,"
" UDEH AH! Gak bosen apa, debat diulang-ulang?-_- Intinya, Gray Cuma harus menyelesaikan kesalahpahamannya dengan Claire. Sang terdakwa dinyatakan tak bersalah!" kata Kai diiringi ketukan palu.
" Ya tapi kan-,"
" DIAM! Keputusan hakim tidak bisa diganggu gugat! Sekarang ayo ke kelas. Pelajaran ke-3 bakal mulai nih," kata Kai sambil mendorong kedua sahabatnya itu. Akhirnya mereka bertiga berjalan ke kelas. Sepanjang perjalanan, Skye menunduk. Sepertinya sedang berpikir.
'Andai kalian tahu …, gadis berambut pirang itu adalah bintang yang bersinar di hatiku,'
~Saat istirahat~
" Claaiiiree~! Aku jadian lho~," kata Karen sambil menepuk pundak Claire. Claire pun menoleh. Matanya sembab sedari tadi. Untung saja di hari thanksgiving seperti ini, guru-guru pada merayakannya dengan pasangannya maisng-masing (yaiyalah, masa pasangan orang). Kecuali guru yang jomblo :p
" Claire? Kamu kenapa?" tanya Karen pada sahabatnya itu. Pantes aja dari tadi Claire sendirian …
Claire malah tersenyum paksa, " Syukurlah, perasaanmu terbalas …," ucap Claire sambil memeluk Karen. Matanya berair lagi.
Karen membalas pelukan Claire. " Ada apa, Claire?" yang ditanya bukannya menjawab malah menangis semakin kencang.
" Oke, oke …, ceritanya nanti saja. Menangislah sepuasnya," kata Karen mempererat pelukannya.
~Pulang sekolah~
Claire berjalan gontai ke arah taman belakang sekolah. Entah mengapa hati dan kakinya mengarahkan Claire ke taman itu.
" Kalau Gray nyakitin hati kamu, Gray gak layak ngedapetin kamu! Dan kamu gak perlu nangisin dia!"
Kata-kata dari Karen itu terus menerus terngiang di telinga Claire. Kamu nggak tau apa yang kurasain, Ren …
" Huft," Claire menghembuskan nafas berat. Ia membaringkan tubuhnya di hamparan rumput itu, tempat dirinya mengobrol dengan Gray kemarin. Kenangan bersama Gray terus menerus mengitari kepalanya. Tak bisa disangkal air matanya pun jatuh juga.
Guk!
" Hah?"
Guk!
Claire pun segera menghapus air matanya dan duduk ketika mengetahui ada anjing di dekatnya. Anjing itu sangat kecil dan lucu. Para siswa dan siswi di SMA Mineral Town biasa memanggilnya Boy.
Guk!
" Ahaha~! Maaf ya, aku gak punya makanan~," kata Claire sambil mengelus kepala anjing tersebut. Seolah mengerti, Boy langsung murung dan mengeluarkan jurus memelasnya, Puppy Eyes. Claire makin merasa bersalah.
Tiba-tiba ia ingat. Ia masih mempunyai 1 bungkus coklat yang entah akan ia berikan kepada siapa. Akhirnya, Claire mengambil bungkus coklat dari tasnya.
" Kamu mau?" tanya Claire sembari membuka bungkus itu. Boy langsung melompat-lompat riang. Ekornya berkibas-kibas ke kanan dan ke kiri.
...
..
.
" JANGAAAAAAAAAAAAAAAAAAAN!"
Sesosok pemuda berlari ke arah mereka.
" G-Gray?"
Claire tak bisa mengontrol mukanya yang memerah seperti kepiting rebus. Buru-buru ia memalingkan muka dan menenangkan dirinya agar mukanya tak terlalu merah. Disaat sang pemuda bertopi UMA tersebut sudah sampai di dekat sang gadis, sang gadis malah menghadiahinya dengan tatapan dingin.
" Ngapain lo kesini?!"
" Wah, orang lagi kecapean kok malah dikasih tatapan dingin? Dikasih minum kek," kata Gray asal. Niatnya sih, ingin mencairkan suasana, tapi melihat Claire yang masih bermuka dingin, akhirnya Gray memasang muka serius juga.
" Sepertinya ada kesalahpahaman disini …," kata Gray. Namun Claire tetap diam. " Aku gak ada hubungan apa-apa kok, sama Mary." katanya lagi.
" Gak usah bo'ong deh. Gue liat sendiri kali,"
" Emangnya kamu liat apaan?"
" Yaa, lo lagi gendong-gendongan sama Mary gitu,"
" OOOOH! ITU! Si Mary kepleset tau :v Ya tau sendiri lah kalau dia agak ceroboh? Mungkin dia lapar.. -eh- Min-nya bertambah :v,"
" Oh. Terus lo dapet coklat dari dia kan? Gak usah bo'ong. Gue liat sendiri Mary bawa-bawa coklat,"
" Iya, dia emang ngasih coklat itu ke aku,"
Hening sebentar. Claire masih pura-pura tak peduli.
" Tapi aku tolak kok," sambung Gray.
" Oh. Gitu. Terus?"
" Lagi pula, kamu kan udah janji mau ngasih aku coklat," kata Gray tersenyum tulus kepada Claire. Muka Claire langsung memerah.
" Apaan sih?!" Claire beranjak pergi meninggalkan Gray dan Boy.
" Nggak …," gumam Gray. Ia juga beranjak dari tempat duduknya dan menahan lengan Claire. " Kamu nggak boleh lari lagi, Claire,". Gray membalikan tubuh Claire agar mereka saling menghadap. Dipegangnya pundak Claire. Muka Claire mulai memanas. Seingatnya, dia tidak pernah sedekat ini dengan Gray.
" Memangnya, aku lari dari apa?"
" Hm .. Entahlah. Mungkin kau takut kalau aku akan menolakmu?" tanya Gray jail sambil menjulurkan lidahnya.
BUAK!
Claire menonjok dada Gray 'agak' pelan.
" Kalau urusan tolak-menolak, aku yang akan menolakmu!" katanya sambil menunjukkan kepalan tangannya.
Anehnya, Gray tidak tumbang dengan tonjokan itu.
" Hebat, aku tidak menyangka ada orang yang tahan dengan tonjokanku. Oh iyaya, kamu kan mantan berandal. Haha ...," kata Claire.
Tapi Gray tidak menggubris candaan itu. Padahal, biasanya ia akan marah bila ada orang yang mengungkit masa lalunya. Ia malah tetap berdiri tegak dan menundukkan kepalanya, menatap kedua bola mata Claire, dan tersenyum. Claire yang tak menyangka sang pemuda akan berbuat seperti itu malah lebih salting.
" Benarkah?" tanyanya. " Benarkah kau akan menolakku?"
" E-ehh .. Tentu saja!"
Mata Gray menyipit. Tatapannya seakan mengunci tatapan Claire. " Setelah penantianmu selama satu tahun?"
" Aku nggak menantimu selama satu tahun! Jangan ke-gr-an, deh!" jawab Claire sambil memalingkan muka. Yang benar itu dua tahun, bodoh!
Gray memegang kedua pipi Claire dengan kedua tangannya, dan memaksa Claire agar menatapnya langsung. " Tatap aku, Claire!"
" Untuk apa? Kamu mau menghipnotisku? Asar aku menerimamu?"
" Kalau itu membuatmu menerimaku, aku akan melakukan itu,"
" Nggak perlu!" kata Claire tegas. " Tanpa hipnotis pun aku akan menerimamu ...,"
Mata Gray membulat. Kini pemuda itu yang salah tingkah. Rona merah dipipinya mulai mengurai. Dengan gugupnya ia menyembunyikan wajahnya dibalik topi UMA-nya. " Sungguh?"
" Iya, aku kasian sama kamu yang pengen banget makan coklat buatanku," jawab Claire jahil. Mereka berdua pun tertawa. Setelah tawa mereka mereda, Gray memanfaatkan kesempatan itu.
" Oke, aku ulangi, ya?" tanya Gray. Claire yang bingung dengan pertanyaan Gray malah balik bertanya.
"I-iya?"
" Aku mencintaimu, Claire. Maukah kau menjadi kekasihku?"
Claire yang kaget malah terpaku.
" Cepatlah jawab! Mukaku sudah merah nih," kata Gray. Claire menatap wajah Gray. Memang benar, wajahnya sudah merah. Merah sekali.
" Nggak,"
Gray kaget dengan jawabannya. " Benarkah?"
" Aku nggak bisa nolak, Gray," jawab Claire sambil tersenyum sangat manis. Mungkin yang melihatnya akan terkena Diabetes Melitus.
Gray memegang pundak Claire lagi. Ia memberi Claire tatapan yang dingin. " E-eh .. Gray?". Tak disangka, Gray malah memeluknya!
" Terima kasih, Claire .. Kukira kamu akan menolakku. Kini aku aku sudah mendapatkanmu dan aku tak akan melepasmu,"
Claire hanya tertawa dan balas memeluk Gray.
Tanpa sepengetahuan mereka, seorang pemuda memperhatikan dari jauh. " Syukurlah Claire sudah tersenyum." dadanya terasa sangat sakit. Tapi ia lega, sang putri tak menjatuhkan air matanya lagi. Pemuda itu berbalik dan tak sengaja menabrak seorang cewek.
" Maaf, milady. Aku gak sengaja,"
" Jalan pake mata makanya! Udah ubanan sih, jadi matanya rabun, ya?!" sindir cewek yang setaunya bernama Jill. Skye memperhatikan Jill yang berjalan menjauh.
" I found someone who will heal my heart~," kata Skye dengan senyum kecil menghiasi wajahnya.
" Beneran nih, gak bakal ngelepasin pelukannya? Aku mau pulang," kata Claire sambil tertawa. Gray juga tertawa.
" Oke, tapi hari ini aku mau nganterin kamu pulang ya?"
" Wah? Kamu mau nekat ketemu kakakku?"
" Biarinlah, biar dapet restu," jawab Gray jail.
Mereka pun pulang sambil bergandengan tangan.
" Siapa itu? Beraninya dekat-dekat dengan adikku! Claire, jawab! Siapa itu?"
Tiba-tiba Jack datang dan heboh sendiri.
" Dia pacarku. Emangnya kenapa?" jawab Claire dengan polosnya. Mereka berdua pun berjalan menjauh. Jack sangat shock. Biasanya dia akan langsung main gebuk. Tapi saat ini pengecualian. Jack sangat shock sekali. Ia sampai tak bisa bergerak.
" BIDADARI GUEEEEE!"
Jack pun nangis darah.
Seperti kata Kai, dia dan Karen menjadi trending topic di sekolahnya.
" Ini adalah keajaiban! Kai nggak pingsan waktu makan coklat Karen!" bisik salah seorang gadis kepada temannya.
Sedangkan Gray dan Claire menempati urutan kedua trending topic. Dan berita tentang mereka pun masuk mading sekolah dengan judul,
' SANG PUTRI MENCAMPAKKAN BODYGUARDNYA SETELAH MEMILIKI KEKASIH '
Kau ingat sahabat Claire yang bernama Ann? Tak disangka kemarin ia pun jadian dengan Cliff, Wakil KM di kelas Gray!
Dan Skye? Kau tau sendirilah~
Oiya, ini balasan review kemarin :
Xx-Yuhuu : Terima kasih atas sarannya kaak^^ Lumayan mudah UN nya, tolong do'akan agar hasilnya juga memuaskan ya kak :D aamiin .. Oiya, ini udah dilanjut sampai tamat nih XD
YellowMoonFlower : Skye itu ditolak sama Claire supaya sama Authornya kak /? XD Ini udah dilanjut :d Kakak juga lanjutin Hunter and Little Red Riding Hood-nya ya kak :D
Taraaa~
Tak terasa fanfic ini tamat jugaa :D
Nanti aku bakal buat fanfic baru lagi, semangatin dong /?
RnR, please? :D
