Cast : Kyuhyun, Leeteuk, Donghae, dan tokoh lain yang akan muncul seiring cerita.
Genre : Brothership, Family
Rating : T
Disclaimer : Plot is mine.
Warning : Just Fanfic. Typos. Huruf bercetak miring menggambarkan kejadian masa lalu atau kata hati dari tokoh yang bersangkutan. Pembicaraan di telepon juga menggunakan huruf bercetak miring, tetapi ada keterangan jika itu merupakan pembicaraan di telepon.
Summary : "Lalu apa lagi yang kau inginkan sekarang?" |"Annyeonghaseyo, Sajangnim."" | "Ya! Hyung, lama sekali kau mengangkatnya! Kau dimana?" | "Aigo.. Kau benar-benar tergila padaku, Changmin-ah?" | "Kau seharusnya tak menekan klakson sembarangan, hyung. Itu sangat mengganggu!"
Happy Reading!
.
.
Leeteuk memasuki sebuah restoran dimana ia telah berjanji dengan seseorang yang telah menunggunya sejak 15 menit yang lalu, ia menghampiri namja tersebut lalu duduk berhadapan dengan namja tersebut di seberang meja.
"Mianhae, aku telat karena ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan terlebih dahulu." Ujar Leeteuk berusaha memulai pembicaraan, namja di hadapannya hanya tersenyum dan mengangguk mendengar penuturan Leeteuk. "Lalu hal apa yang ingin kau bicarakan kembali padaku, Hankyung-ah?" Lanjut Leeteuk setelah meminum minuman yang telah dipesankan oleh Hankyung.
"Ne, ini tentang Kyuhyunie, hyung."
"Ada apa dengannya?" kedua tangan Leeteuk saling bertautan menunggu jawaban yang akan dilontarkan oleh Hankyung.
"Keluarga kandungnya telah kembali berada di Korea."
"Mwo?"
.
.
"Aku tak tahu mengapa mereka bisa kembali kesini tetapi aku yakin salah satu alasannya adalah karena mereka mencari anak mereka yang hilang 14 tahun yang lalu." jelas Hankyung, diwajahnya tersirat kebingungan.
"Lalu apa lagi yang kau inginkan sekarang? Meminta kami untuk memperbolehkan mereka mengambil uri Kyuhyunie dari kami? Memangnya kau siapa?" tanya Leeteuk sarkastis yang membuat Hankyung tertegun, ia sungguh tak menyangka Leeteuk akan langsung berpikiran seperti walaupun terbesit niatnya untuk membicarakan hal tersebut.
"Hyung, aku…"
"Eommamu yang memintamu untuk mengembalikan Kyuhyunie kepada keluarga kandungnya. Alasan itu lagi yang akan kau gunakan saat ini, Hankyung-sshi?" potong Leeteuk, kali ini ia menunjukkan wajah dinginnya. Tak terlihat lagi senyum persahabatan yang ditunjukkannya saat awal pertemuan tadi.
Hankyung hanya menggeleng, wajahnya menunjukkan ketertekanan yang ia rasakan saat ini karena tuduhan Leeteuk. Sedangkan Leeteuk hanya tertawa sinis melihat gelagat Hankyung.
"Hankyung-sshi, eommamu telah pergi 10 tahun yang lalu disaat uri Kyuhyunie masih berada di panti asuhan dan belum mengenal kami, itu sebabnya ia memintamu untuk mengembalikan Kyuhyunie kepada keluarganya agar ia dapat merasakan kebahagiaan yang sama seperti anak-anak lainnya. Tetapi sekarang uri Kyuhyunie telah berbahagia bersama kami. Persetan dengan amnesia yang dialaminya. Bagaimanapun nantinya, kami akan berusaha mempertahankan uri Kyuhyunie untuk tetap bersama aku dan Hae-ah." Tegas Leeteuk.
Leeteuk mengambil dompet di saku celananya dan mengeluarkan beberapa lembar uang untuk diletakkan di samping minumannya yang bahkan belum ia sentuh sejak kedatangannya.
"Dan kurasa aku harus segera pergi dari sini, Hankyung-sshi. Mianhamnida, aku harus menjemput dongsaeng kecilku." Pamit Leeteuk, sedikit memberikan penekanan saat mengucap kata dongsaeng kecilku, Hankyung hanya membatu menyaksikan kepergian Leeteuk.
Eomma, eottokhae hajyo? Dowajuseyo…
.
.
Leeteuk memasuki rumahnya dan sedikit bingung saat mengetahui keadaan rumahnya begitu sunyi, ia menoleh ke arloji di tangan kirinya dan baru menyadari bahwa saat ini baru pukul 15 dimana kedua adiknya memang belum saatnya untuk kembali ke rumah. Leeteuk mendudukkan dirinya di sofa ruang tengah seraya meregangkan ikatan dasi di kerah kemejanya setelah sebelumnya meletakkan tas kerjanya di atas meja.
Pertemuan ketiga kalinya dengan Hankyung tadi semakin membuat pikirannya tak tenang sehingga mengganggu pekerjaannya di kantor dan akhirnya memutuskan untuk menunda semua jadwal pertemuannya hari ini setelah Hankyung menghubungi untuk menemuinya. Ia sedikit menyesali sikapnya yang kurang baik terhadap Hankyung tadi, ia lupa bahwa Hankyung bahkan tak ia berikan waktu untuk menjelaskan apapun karena ia langsung meninggalkan Hankyung begitu saja.
"Annyeonghaseyo, Sajangnim." Hankyung membungkukkan tubuhnya sedikit melihat Leeteuk yang sedang duduk di balik meja kerjanya, ia mengucapkan terima kasih kepada sekretaris Leeteuk yang telah mengantarnya ke ruang Leeteuk. Tadi pagi ia dihubungi Leeteuk yang mengajaknya bertemu kembali untuk membahas perbincangan mereka yang terputus beberapa hari yang lalu.
"Bagaimana kau bisa tahu aku bekerja di perusahaan ini?" canda Leeteuk seraya mempersilakan Hankyung duduk di sofa yang berada di samping meja kerjanya.
"Tak perlu merendah seperti itu, Leeteuk-sshi, ini adalah perusahaanmu. Tak sulit mencari pemilik perusahaan yang masih semuda dirimu." Balas Hankyung yang membuat Leeteuk tertawa.
"Jadi, bisakah kau menjelaskan segala hal yang kau tahu mengenai Kyuhyunie? Jeongmal mianhae atas kelakuan dongsaengku, Hae-ah, yang mungkin membuatmu merasa tak nyaman." Ucap sesal Leeteuk mengingat apa yang terjadi beberapa hari yang lalu disaatpertama kali menemui Hankyung bersama dengan Donghae.
"Gwaenchana, aku berusaha mengerti itu. Jadi, Leeteuk-sshi…"
"Cukup panggil aku hyung saja, aku rasa aku lebih tua darimu." Potong Leeteuk yang membuat Hankyung tersenyum.
"Memang, kau lebih tua setahun dariku, Leeteuk-sshi.. maksudku hyung."
"Jangan bilang kau mencari tahu profil lengkap keluargaku, Hankyung-ah." Canda Leeteuk yang membuat mereka berdua tertawa, "Lanjutkan, Hankyung-ah." Pinta Leeteuk yang dibalas anggukan oleh Hankyung.
"Aku tak tahu harus menjelaskannya dari mana, hyung, tolong berikan aku sebuah pertanyaan agar aku dapat menjelaskannya."
"Baiklah, bagaimana bisa eommamu berhubungan dengan Kyuhyunie?"
"Aku tak tahu." Jawaban Hankyung membuat Leeteuk menautkan alis, tetapi Leeteuk tetap bersabar menunggu Hankyung menjelaskan maksud jawabannya tersebut.
"Ketika eommaku meninggal dunia karena kecelakaan 10 tahun yang lalu, pesan terakhirnya padaku hanyalah untuk mengembalikan Kyuhyunie kepada keluarga kandungnya. Awalnya aku tak mengerti apa maksud eommaku, tetapi ketika 2 tahun yang lalu, tiba-tiba aku menemukan suatu catatan yang terselip di sebuah tempat dimana eommaku menyimpan berbagai dokumen penting. Catatan itu hanya berisi sebuah alamat di daerah busan yang ternyata merupakan alamat panti asuhan dimana Kyuhyunie pernah dirawat." Hankyung memberikan jeda agar Leeteuk dapat mencerna ucapannya.
"Aku bertanya pada pengurus panti asuhan tersebut tentang siapa Kyuhyunie, diantara mereka menjelaskan siapa Kyuhyunie tetapi semuanya tak ada yang memberitahu tentang dimana Kyuhyunie saat ini hingga akhirnya salah seorang diantara mereka yang bernama Shim Ahjumma, menemuiku dan menanyakan apakah aku mengenal Han Ri Yoo atau tidak. Aku sedikit terkejut saat nama eommaku disebut sehingga aku hanya menganggukkan kepala lalu Shim Ahjumma memberiku sebuah foto dimana ada 2 orang anak kecil yang sedang saling merangku. Dibalik foto tersebut tertulis nama Kim Kyuhyun dan Lee Sungmin lengkap dengan tanggal lahirnya , Shim ahjumma mengatakan bahwa itu adalah foto Sungminie dan Kyuhyunie, orang yang aku cari. Aku telah bertanya pada Shim ahjumma mengenai apa hubungan Eommaku dengan anak dalam foto tersebut namun Shim ahjumma mengatakan bahwa ia hanya tahu jika Eommaku adalah orang yang menitipkan Sungminie dan Kyuhyunie disini dengan alasan bahwa ia tak sanggup merawat kedua anak tersebut. Pada akhirnya Shim ahjumma menceritakan tentang kecelakaan yang mereka rahasiakan yang membuat Kyuhyunie diadopsi oleh keluargamu." Hankyung menyelesaikan ceritanya, ia menatap Leeteuk yang terlihat sedikit murung mendengar akhir ceritanya.
"Gwaenchanayo, hyung?" tanya Hankyung sedikit khawatir saat melihat Leeteuk tak bereaksi apapun.
"Nde, gwaenchana, lalu apakah kau telah menemukan keluarga kandung Kyuhyunie?"
"Nde, setelah itu aku berusaha mencari data rumah sakit tentang kelahiran yang terjadi di hari yang sama dengan hari kelahiran Kyuhyunie di rumah sakit. Dan aku menemukan data kelahiran anak kembar atas nama Kim Ill Jung dan Kim Hye Nim yang salah satu bayinya bernama Kim Kyuhyun. Lalu aku menemukan informasi bahwa bayi yang bernama Kyuhyunie diculik dan dikabarkan belum ditemukan hingga sekarang, itu membuatku semakin yakin bahwa anak yang diculik itu sama dengan anak yang dimaksud eommaku. Aku berpikir ini akan mudah jika aku hanya tinggal menemukannya. Tetapi mengingatapa yang telah terjadi saat ini, itu semakin membuatku bingung untuk menentukan langkah apa yang harus aku lakukan." Ungkap Hankyung, wajahnya semakin keruh.
"Aku hanya ingin melakukan pesan terakhir eommaku, hyung, terakhir kali aku memimpikannya, ia masih terlihat semuram biasanya saat ia datang ke mimpiku. Awalnya aku hanya mengira itu hanyalah karena aku merindukannya, tetapi akhirnya aku menyadari bahwa itu adalah caranya memperingatkanku tentang pesan terakhirnya, sehingga aku berusaha untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi." Lanjut Hankyung kembali, Leeteuk hanya tersenyum seraya menganggukan kepalanya. Ia menyentuh pundak Hankyung lalu memberikan kode agar Hankyung menghentikan pembicaraannya karena Leeteuk tahu saat ini Hankyung telah merasa tertekan.
"Aku belum tahu bagaimana aku akan bertindak nantinya, tetapi aku selalu mengharapkan yang terbaik untuk segalanya." Ujar Leeteuk lembut, Hankyung membalasnya dengan anggukan yang disertai senyuman pula.
"Bagaimana jika karyawanku membuatkan secangkir cappuccino untukmu? Nampaknya kau memesan itu saat aku dan Hae-ah menemanimu waktu itu." Tawar Leeteuk yang membuat Hankyung tersenyum.
"Baiklah, gomawoyo, hyung." jawab Hankyung yang dibalas anggukan oleh Leeteuk.
Suara ponsel yang berbunyi menginterupsi kegiatan Leeteuk yang sedang mengingat kejadian beberapa hari yang lalu, pertemuan keduanya dengan Hankyung di kantornya. Ia melihat nama sang dongsaeng terkecilnya yang tertera di layar, iapun segera mengangkatnya setelah memastikan suaranya terdengar baik-baik saja seperti biasanya.
"Yeob…"
"Ya! Hyung, lama sekali kau mengangkatnya! Kau dimana? Kau bilang akan menyaksikan pertandinganku tetapi aku tak menemukanmu di antara kursi penonton." Sambar Kyuhyun di seberang telepon yang Leeteuk yakini saat Kyuhyun mengucapkannya disertai dengan pipinya yang digelembungkan.
Aigo.. aku melupakan pertandingan itu!
"Mianhae, Kyunie. Aigo.. mengapa kau mengomel seperti itu, lagi pula pertandingan baru dimulai setengah jam lagi dan saat ini aku baru saja akan berangkat se sekolahmu. Apakah Hae-ah tak datang?" dalih Leeteuk, ia sempat mendengar dengusan Kyuhyun di sela pembicaraannya.
"Ani. Ia menghubungiku tadi, ia bilang akan pergi bersama Eunhyuk-ah. Menyebalkan, ia bahkan lebih sering bepergian dengan Eunhyuk-ah dibandingkan denganku." Adu Kyuhyun yang membuat Leeteuk tersenyum, sejenak ia melupakan hal-hal yang tadi bersarang di pikirannya.
"Aigo.. Kau ini pencemburu sekali. Hae-ah bersama Eunhyukie untuk mengerjakan tugas bukan untuk bersenang-senang, dan kau harus memanggil Eunhyukie dengan sebutan hyung, Kyunie." Tegur Leeteuk yang hanya dibalas gumaman oleh Kyuhyun.
"Yasudah, putuskan sambungan ini. Kau mulailah bersiap-siap, aku akan tiba secepatnya dan tak akan melewatkan pertandinganmu, arrachi?"
"Arra, arra. Hati-hati, hyung." Leeteuk melesakkan kembali ponselnya ke saku celananya setelah sambungan diputus oleh Kyuhyun. Ia segera mengambil kunci mobil yang ia letakkan di atas meja lalu segera beranjak keluar rumah.
.
.
"Eottokhae? Eottokhae?" seru Changmin melihat Kyuhyun menjauhkan ponselnya dari telinga sebelah kanan.
"Ia baru akan jalan." Sahut Kyuhyun singkat seraya memasukkan ponselnya ke dalam tasnya.
"Kau tak membicarakan soal keikutsertaanmu di kompetesi matematika itu?" tanya Changmin lagi pada Kyuhyun yang saat ini sedang melakukan pemanasan.
"Aku berencana akan membicarakannya setelah turnamen ini selesai, Changmin-ah."
"Wae? Kau takut mereka tak mengizinkanmu?" pertanyaan Changmin membuat Kyuhyun menautkan alisnya, tak lama Changmin meringis menyadari kebodohannya. "Aku yakin mereka pasti mengizinkannya, tetapi jika memang bukan karena itu lalu karena apa?"
"Karena kemungkinan besar kedua hyungku akan melarangku melanjutkan turnamen ini jika mereka tahu tentang kompetisi matematika itu walaupun sekolah memberikanku dispensasi."
"Kurasa memang seharusnya seperti itu." Changmin meringis melihat Kyuhyun menatapnya tajam, "Kyuhyunie, kau itu terlalu memaksakan dirimu. Tak tahukah kau bahwa setiap melihatmu berada di tengah lapangan seperti ini membuatku begitu mengkhawatirkanmu?" ujar Changmin sedikit frustasi, membuat Kyuhyun terdiam.
Changmin masih sangat mengingat kejadian saat ia dan Kyuhyun berada di masa middle school. Kyuhyun yang selama menjadi siswa middle school tak pernah mengikuti praktik saat jam pelajaran olah raga membuat Changmin bertanya-tanya karena sang guru selalu memiliki alasan untuk membuat Kyuhyun melewati bagian praktiknya kecuali disaat pengambilan nilai. Hingga suatu kali, ia bertanya pada Kyuhyun di depan teman-teman sekelasnya yang membuat Kyuhyun memilih untuk tak menjawabnya. Namun Changmin tak menyangka bahwa Kyuhyun langsung nekat mengikuti materi olahraga yang sedang membahas tentang praktik lari sprint kali itu yang berakhir dengan Kyuhyun dibawa ke ruang kesehatan saat jam pelajaran olahraga usai. Dan saat itu Donghae dan Leeteuk datang ke sekolah Kyuhyun, Donghae membentak Changmin dan tanpa sengaja menyebutkan alasan mengapa Kyuhyun selama ini tak mengikuti praktik olahraga, Changmin yang mendengarnya pun menyesal lalu bertekad untuk selalu melindungi Kyuhyun apapun yang terjadi. Dan dari situ pula persahabatan mereka dimulai hingga saat ini ditambah dengan Jonghyun dan Minho yang mereka kenal saat pertama kali masuk high school.
"Kau masih memikirkan itu, Changmin-ah? Kejadian itu bahkan telah lewat beberapa tahun yang lalu, jadi tak ada yang perlu kau khawatirkan lagi."
"Kyuhyunie dengarkan aku, awalnya memang karena hal itu aku memutuskan untuk mendekatimu, namun lambat laun aku menyadari bahwa aku menemukan sosok yang begitu berarti untukku dalam dirimu, segala sikap dan sifatmu terlepas dari bagaimana kondisimu, aku menyukainya. Mengertilah bahwa aku telah benar-benar telah menganggapmu sebagai sahabatku dan karena hal itulah aku mengkhawatirkanmu, Kyuhyunie." Aku Changmin tak sadar yang membuat Kyuhyun tertegun, Changmin langsung menangkupkan kedua tangannya untuk menutupi wajahnya yang memerah, hal itu membuat Kyuhyun tertawa setelah menyadari maksud perkataan Changmin.
"Aigo.. Kau benar-benar tergila padaku, Changmin-ah?" ucapan Kyuhyun membuat Changmin menatapnya tajam, sedangkan ia sendiri hanya terkekeh. "Changmin-ah, dengarkan aku! Pertama, kau salah paham jika mengira aku masih meragukanmu, kau telah menjadi sahabatku sejak middle school dahulu dan tak ada yang berubah hingga sekarang. Kedua, tak perlu berlebihan untuk mengkhawatirkanku karena aku dilindungi oleh semua orang yang menyayangiku, salah satunya kau. Dan ketiga, kau tak berhak memanggilku Kyuhyunie karena bagaimanapun aku lebih tua 14 hari darimu. Jadi berhentilah berbicara dan segera berlatih pemanasan! Aku akan mengadukanmu pada Kangin hyung karena telah mengganggu persiapanku." Changmin meringis mendengar ucapan Kyuhyun, tetapi ia tetap merasa takjub karena untuk pertama kalinya ia mendengar Kyuhyun berbicara panjang lebar seperti itu.
"Kau disini saja, jangan mengikutiku! Lebih baik aku melakukan pemanasan bersama Minho-ah dan Jonghyun-ah." Perintah Kyuhyun yang membuat Changmin merengut, Kyuhyun melangkahkan kakinya mendekati Minho dan Jonghyung yang sedang berada di tengah lapangan membiarkan Changmin sendirian.
.
.
Kibum menapaki jalan menuju ke halte yang berada tak jauh dari sekolahnya, ia memutuskan untuk langsung pulang ke rumahnya walaupun ia tahu bahwa murid lain lebih memilih menyaksikan pertandingan turnamen bola basket yang sedang mendapat giliran sebagai tuan rumah. Kibum adalah tipe orang yang kurang menyukai keramaian, lagi pula ia adalah murid baru sehingga ia tak punya teman yang ingin disemangati sebagai alasan ia menyaksikan pertandingan tersebut.
TIIINNN
TIIIINNNN
Kibum menoleh saat dirasanya suara klakson itu mengganggunya, ia menemukan sosok yang sangat dikenalnya berada di dalam mobil yang membunyikan klakson tersebut, membuatnya menghampiri mobil tersebut lalu masuk ke dalam mobil itu ketika sosok pengemudi mobil itu memberinya kode untuk duduk di samping kursi pengemudi.
"Kau seharusnya tak menekan klakson sembarangan, hyung. Itu sangat mengganggu!" Tegur Kibum santai yang membuat namja yang sedang mengemudikan mobil mendelik ke arahnya.
"Kau saja yang tuli. Aku sudah berusaha meneriakkan namamu tetapi kau tak mendengarnya, aku tak mengerti bagaimana bisa kau menjadi tuli setelah kembali ke Seoul." Balas tajam namja itu seraya menatap lurus ke depan. Sedangkan Kibum hanya memutar bola matanya mendengar ocehan namja di sampingnya.
"Heechul hyung, kau ingin kemana?" tanya Kibum setelah tersadar bahwa ini masih merupakan jam kerja namun namja I sampingnya ini telah berada di luar kantornya.
"Ingin bertemu eommamu." Jawab singkat namja yang dipanggil Heechul itu, membuat Kibum menautkan alisnya.
"Ada sesuatu yang terjadi?" tanya Kibum lagi yang membuat Heechul berdecak.
"Memangnya harus karena ada sesuatu sehingga aku baru diperbolehkan menemui imoku sendiri?" tanya retoris Heechul yang hanya dibalas endikan bahu oleh Kibum.
Heechul memulai pembicaraan kembali dengan membahas hal seputar keadaan Kibum di sekolah barunya, ia tahu bahwa mereka berdua dapat menghabiskan waktu berdiam diri selama perjalanan mengingat mereka sama-sama orang yang keras kepala jika ia tak memulainya. Oleh karena itu Heechul memilih untuk mengalahkan rasa egonya jika telah berurusan tentang sepupunya yang begitu dekat dengannya ini.
"Kau sudah pulang, Kibumie? Heechulie kau datang? Apakah kalian bersama saat menuju ke sini?" tanya seorang yeoja yang merupakan eomma Kibum, Hye Nim, saat melihat dua sosok namja sedang berjalan menghampirinya yang berada di ruang tengah.
"Ne, imo, aku tadi melewati sekolah Kibum dan tak sengaja bertemu Kibum yang sedang menunggu bus, jadi aku mengajaknya untuk bersama." Jawab Heechul seraya mendudukkan diri di sofa yang berbeda dengan Eomma Kibum, sedangkan Kibum langsung melenggang ke arah tangga setelah menyahut singkat pertanyaan Eommanya sendiri. Kibum memang mempunyai kebiasaan untuk langsung masuk ke dalam kamarnya setelah pulang sekolah, entah itu hanya sekedar meletakkan tas maupun membersihkan diri.
"Heechulie apakah kau telah mencari tahu?" suara Hye Nim memelan seraya merapatkan diri kepada Heechul.
"Aku sedang berusaha mencarinya, imo. Aku baru mengetahui informasi bahwa Han Ri Yoo telah lama meninggal dunia saat aku mencari tahu lewat catatan sipil." Balas Heechul tak kalah pelan, Hye Nim memasang wajah kagetnya ia sungguh tak menyangka jika orang yang satu-satunya mengetahui keberadaan anaknya telah meninggal.
"Kapan ia meninggal?" tanya Hye Nim lagi masih dengan raut wajah tak percayanya.
"Menurut catatan sipil, ia telah meninggal 10 tahun yang lalu."
"Lalu dimana Uri Kyuhyunie?" tanyanya lebih kepada dirinya sendiri, tersirat keputusasaan di wajahnya.
"Tenanglah, imo, aku akan membantumu untuk menemukannya." Ucap Heechul berusaha menenangkan sang imo. "Tetapi masih ada orang yang dapat kita temukan untuk mencaritahu keberadaan Kyuhyunie, imo." Lanjut Heechul.
"Nugu?"
"Anak dari Han Ri Yoo, Han Ri Yoo diketahui memiliki seorang anak yang umurnya sedikit lebih muda dariku. Berarti saat Kyuhyunie menghilang, setidaknya ia telah terlahir dan berusia lebih tua dari Kyuhyunie. Menurutku kemungkinan besar saat ini Kyuhyunie bersamanya." Jelas Heechul yang membuat sedikit perubahan di wajah Hye Nim, tampak sebuah harapan muncul di wajah Hye Nim.
"Kau harus menemukannya, Heechulie. Kau benar-benar harus menemukannya." Pinta Hye Nim yang Hanya Heechul balas dengan anggukan kepala.
.
.
"Kyunie!" suara Leeteuk menghentikan langkah Kyuhyun yang sedang berjalan menuju ke ruang ganti.
"Waeyo, hyung?"
Leeteuk tak menjawabnya, ia hanya menyerahkan ponselnya kepada Kyuhyun yang membuat Kyuhyun menautkan alisnya , namun Leeteuk hanya memberi kode pada Kyuhyun bahwa ponselnya sedang terhubung dengan orang lain.
"Yeoboseyo."
"Yeoboseyo, Uri Kyunie chukkae kau dapat melaju ke babak semi final. Selangkah lagi kau akan sampai ke final turnamen ini." Seru sosok di seberang telepon yang Kyuhyun yakini merupakan suara Donghae.
"Hmm.."
"Ya! Tak bisakah kau membalas ucapanku dengan sedikit lebih halus?"
"Contohnya?"
"Gomawoyo, hyung, aku senang kau mengetahuinya. Atau gomawoyo, hyung, aku berjanji akan bekerja keras untuk selanjutnya." Ucap Donghae yang membuat Kyuhyun berdecih.
"Aigo.. Mendengarnya saja aku sudah begitu mual apalagi mengucapkannya." Cetus Kyuhyun yang membuat Leeteuk menautkan alis, Leeteuk mengira kedua adiknya itu pasti sedang meributkan sesuatu yang tidak penting seperti biasanya.
"Aish.. Kau ini memang sulit sekali diberitahu." Keluh Donghae yang membuat Kyuhyun tersenyum.
"Kau tak boleh melupakan janjimu jika aku berhasil masuk ke final, hyung."
"Ne, kau ini cerewet sekali!" Sahut Donghae yang membuat Kyuhyun menggembungkan pipinya, "Kyunie, sampaikan pada Teukie hyung bahwa aku akan menginap di rumah Eunhyuk-ah mala mini karena kemungkinan besar tugas ini akan selesai larut malam." Lanjut Donghae yang membuat Kyuhyun berdecak.
"Sampaikan saja pada sendiri, sudahlah aku ingin pulang sekarang!" ucap Kyuhyun ketus seraya memutus sambungannya dengan Donghae, itu membuat Leeteuk mengerutkan kening.
"Wae, Kyunie?" tanya Leeteuk saat Kyuhyun menyerahkan ponsel kembali kepadanya.
"Aniyo, Donghae hyung menyebalkan!" sahut Kyuhyun seraya melangkahkan kakinya memasuki ruang ganti, meninggalkan Leeteuk yang masih terpaku bingung. Namun, tak lama terdapat sebuah pesan masuk ke ponsel Leeteuk yang ternyata merupakan dari Donghae.
Hyung, aku akan menginap di rumah Eunhyuk-ah karena tugas ini akan selesai larut malam.
Dan tolong bujuk Kyunie, hyung, ia merajuk padaku.
Leeteuk tersenyum membaca pesan dari Donghae, ia menoleh ke arah Kyuhyun yang telah menggendong tasnya dengan ekspresi wajah yang sangat kentara sedang merajuk. Leeteuk mengangguk saat Kyuhyun mengajaknya untuk segera pulang.
"Kyunie, bagaimana jika kita mampir ke kedai es krim terlebih dahulu?" tawar Leeteuk saat telah memasuki mobil, membuat Kyuhyun menoleh ke arahnya dengan mata yang berbinar.
"Apakah tak apa?" tanya Kyuhyun polos, pasalnya hari telah petang serta cuaca sedang mendung, kedua hyungnya terutama Donghae sangat melarangnya memakan es krim di cuaca yang seperti.
"Tentu saja, anggap saja ini adalah ucapan selamat dariku." Jawab Leeteuk yang membuat senyum kekanakan muncul di wajah Kyuhyun.
Aigo.. bagaimana bisa tingkahnya menjadi seimut ini?
Kyuhyun melahap es krimnya dengan begitu semangat membuat Leeteuk yang melihatnya menjadi tertawa. Leeteuk mengambil tisu lalu membersihkan sudut bibir Kyuhyun, lalu Kyuhyun tertawa saat sesendok es krim yang ia suapkan kepada Leeteuk terjatuh dan mengotori pakaian yang Leeteuk kenakan. Namun tiba-tiba ponsel Kyuhyun bordering, Kyuhyun segera mengambilnya lalu mengerutkan kening saat layar menunjukkan sebuah nomor yang belum ada di kotak teleponnya.
"Yeoboseyo." Seru Kyuhyun saat meletakkan ponselnya di telinga sebelah kanannya.
"Yeoboseyo, Kyuhyunie!" suara asing yang menyapa Kyuhyun dengan begitu akrab membuat Kyuhyun bertanya-tanya.
"Nuguseyo?"
"Apakah kau mengingat Lee Sungmin?"
"Mwo? Nugu?"
"Lee Sungmin. Kau harus mengingatnya Kyuhyunie. Kau harus mengingat Lee Sungmin." Ucap seseorang di seberang telepon yang membuat Kyuhyun mulai pusing karena merasakan sesuatu yang berpuytar di otaknya.
Kyuhyun sedang terduduk di atas ayunan yang berada di tengah taman, ia memperhatikan sosok anak kecil lainnya yang sedang menulis di sebuah buku. Kyuhyun yang penasaran pun mendekati anak itu.
"Cungmin hyung cedang apa?" tanya Kyuhyun pada sosok anak kecil lainnya, anak kecil yang dipanggil Sungmin itupun menoleh lalu tersenyum pada Kyuhyun.
"Hyung sedang menulis nama hyung sendiri. Kyunie juga dapat menulis nama Kyunie sendiri, apakah Kyunie mau mencobanya?" ujar Sungmin seraya menunjukkan tulisannya kepada Kyuhyun.
"Ne, belitahu calanya kepada Kyunie." Ucap Kyuhyun antusias seraya mengambil pensil yang sedang Sungmin genggam.
"Kyu.. Hyun… Itu adalah penulisan nama Kyunie." Ajar Sungmin pada Kyuhyun, Kyuhyun hanya memandang tulisan yang ia buat dengan bantuan Sungmin itu dengan kening mengerut menyadari ada perbedaan diantara namanya dengan nama Sungmin.
"Hyung, kenapa nama hyung ada tiga cedangkan Kyunie hanya dua?" Tanya Kyuhyun yang menyadari perbedaan jumlah suku kata antara namanya dengan nama Sungmin.
"Eoh? Lee Sungmin, Lee adalah nama marga hyung. Kyunie juga punya marga, tetapi hyung lupa apa marga Kyunie." Jelas Sungmin, Kyuhyun memiringkan kepalanya mencerna ucapan Sungmin.
"Apa itu malga, hyung?" tanya Kyuhyun kembali yang membuat Sungmin tertegun, Sungmin menggaruk kepala belakangnya yang tak gatal. Ia sedang berusaha mencari alasan agar Kyuhyun tak kembali menanyakan hal-hal yang tak dapat ia jelaskan, ia bingung walaupun ia telah mengetahui apa itu marga.
"Hmm.. Apakah Kyunie ingn mencoba menulis nama hyung?" tawar Sungmin berusaha mengalihkan pembicaraan agar Kyuhyun melupakan pertanyaannya. Dugaan Sungmin benar, Kyuhyun begitu antusias untuk kembali belajar menulis nama.
"Lee… Cung… Min…" Kyuhyun merapalkan nama Sungmin berkali-kali seraya mencoba menyalin apa yang ditulis oleh Sungmin walaupun sama sekali tak menunjukkan kemiripan garis maupun bentuk dengan tulisan yang dibuat oleh Sungmin.
"Kyunie? Gwaenchanayo?" tanya Leeteuk khawatir melihat Kyuhyun yang menjadi pucat dan terlihat seperti mulai tak sadarkan diri seraya menggenggam ponsel yang masih menempel di telinga kanannya.
Leeteuk mengambil alih ponsel Kyuhyun lalu terkejut saat mendengar suara yang tak asing lagi baginya sedang memanggil nama Kyuhyun berkali-kali, wajahnya mengeras dan hampir saja ia menyemburkan omelannya jika saja ia tak teringat kondisi Kyuhyun yang sedang tak baik.
"Neo micheoseo? Apakah kau puas telah menghubungi dongsaengku?" suara Leeteuk dingin lalu segera mematikan ponsel Kyuhyun, ia meninggalkan beberapa lembar uang di meja itu lalu bergegas menggendong Kyuhyun yang telah tak sadarkan diri, membawa Kyuhyun ke mobilnya. Ia berpikir untuk langsung membawa Kyuhyun ke rumah sakit jika saja tak ingat bahwa dongsaeng terkecilnya itu begitu membenci rumah sakit.
.
.
TBC
.
Annyeong.. Yeo kembali lagi. Yeo ngga tau mau ngomong apa tapi yang pasti terima kasih buat yang selalu menunggu kelanjutan ff ini. Terlebih lagi yang selalu mau repot-repot mereviewnya, Yeo sangat mengucapkan terima kasih karena review dari readers itu benar-benar penyemangat Yeo untuk melanjutkan ff ini. Mianhae untuk readers yang masih bingung dengan alur ff ini, alurnya memang maju mundur dan informasi di ff ini itu sepotong-sepotong jadi kalau masih bingung coba untuk membaca ulang chapter sebelumnya. Dan satu lagi, coba diperhatikan informasi usia atau kejadian itu berapa tahun yang lalunya juga karena informasi itu juga penting untuk menghubungkan satu dengan yang lain. Last… Gomapseumnidaaaa… *Bow*
Ps : Mianhae di chap kemarin, yeo lupa bow ke arah readers, kkk.
(27/09/15)
Nisa
Ne, benar seperti yang diceritakan di chapter kali ini.
Dd
Kkk, memang chapter kemarin itu cukup rumit dan info yang ada terbatas, kali ini mungkin sudah lebih jelas kan? Sudah dilanjut, gomawo reviewnya^^
Riena
Lebih dramatis? Apakah chap kali ini sudah cukup dramatis? Kkk. Ini sudah panjang seperti chapter 5 lho. Updatenya juga lebih cepat dari yang kemarin, kkk. Ne, sudah dilanjut^^
Kyuhae
Kembaran Kibum iya tetapi bukan adik kandungnya Sungmin. Wah.. pasti seru tuh chingu, kkk. Ditunggu saja kelanjutannya ne? gomawo reviewnya^^
Yulianasuka
Ne, chapter kali ini juga sudah lebih jelas dari chapter yang kemarin.
Cuttiekyu
Ne, Cuma hanya tau namanya bukan tau orangnya yang mana.
Choding
Ne, saudara kembar. Ne, sudah dilanjt chingu^^ Kkk, soalnya Kyuhyun oppa sibuk kalo siang jadi yeo updatenya tengah malem deh. Abaikan yeo saja ne, kkk. Mianhae kalo mengganggu di tengah malam^^
Aprilia765
Mianhae telat kemarin. Aku juga suka sama setiap moment yang melibatkan Kyu disini, kkk. Ne, ditunggu kelanjutannya ne? ini sudah dilanjut, ne, ne, gomawo reviewnya^^
Diahretno
Ne, kembar. Kyuhyun terpisah diumur sekitar 1 tahun. Cara Kyuhyun ada di keluarga Teukhae akan diceritakan nantinya. Ne, benar. Amnesia karena kecelakaan tetapi bukan kecelakaan yang bareng orang tuanya teukhae. Kkk, gwaenchana chingu, yeo hobi menjawab kok^^ gomawoyo reviewnya^^
Shofie Kim
Ne, kembar. Bukan, yang menculiknya adalah eommanya Sungmin. Ne, mianhae karena yeo memasukkan banyak tokoh, tetapi mungkin di chapter kali ini lebih membantu penjelasan chapter sebelumnya. Gomawoyo reviewnya^^
Angel sparkyu
Ne, benar. Nanti diceritakan tetapi belum di chapter kali ini. gomawo reviewnya^^
F3
Ne, mereka kembar. Ne, karena waktu penculikan kan masih sangat kecil dan belum tau apa-apa, terus mereka berdua dititipin di panti asuhan sama eommanya Hankyung. Nanti akan dijelaskan lagi chingu tapi belum di chater kali ini, sudah diupdate ne, gomawo reviewnya^^
Widiantini9
Ne, mereka kembar. Sudah dilanjut ne^^
Ne, benar, malah lebih jelas lagi di chapter ini menurut yeo. Ditunggu kelanjutannya ne? Gomawo reviewnya^^
Awaelfkyu13
Pegangan kalau bingung chingu, kkk. Eommanya Sungmin ne, soalnya appanya Sungmin sudah meninggal karena nyelametin KibumKyuhyun yang diculik sebelumnya. Sebab Kyu inget Sungmin karena mereka tinggal bareng selama di panti asuhan. Teukhae. Hankyung anaknya Han Ri Yoo, pengasuh dari Sungmin. Ne, mereka kembar. Kkk, gwaenchanayo chingu, yeo hobi jawab kok. Ne, sudah dilanjut lho, gomawo reviewnya^^
Chohyun
Ne, benar. Sungmin sekarang masih belum diceritakan dimananya dia sekarang. Kyuhyun kan diculiknya waktu umur setahun chingu, bisa disimpulkan sendiri ne. Eommanya Sungmin sebagai balas dendam karena appanya Sungmin meninggal waktu nyelametin Kyuhyun dan Kibum yang diculik sebelumnya. Kkk, gwaenchanayo chingu, gomawoyo reviewnya^^
Dwikurnia
Ne, benar. Belum diceritakan di chapter kali ini chingu. Ne, sudah yeo lanjut, gomawoyo reviewnya^^
Maya kyu
Ne, benar chingu. Gomawoyo^^
Kyuchoco13
Ne, benar chingu. Kkk, soalnya kibum dan kyuhyun kan baru kenal chingu. Sudah ilanjut ne, gomawo reviewnya^^
Mifta chinya
Ne, saudara kembar. Ne, tetapi dari berusaha untuk ingat Sungmin lah yang membuat masa lalu Kyu terbongkar satu persatu. Usia 1 tahun chingu. Kkk, mungkin hukuman buat evil (?) abaikan yeo. Ne sudah dilanjut, gomawoyo reviewnya^^
Desviana407
Ne, benar. Ne, benar juga. Kkk, hobi yeo adalah membuat orang lain penasaran. Ne, sudah dilanjut *kissbalik* kkk, gomawo reviewnya chingu^^
Lily
Belum sampe lumutan kan chingu? Kkk, mianhae. Pegangan chingu kalau bingung. Ne, benar. Itu belum dijelaskan di chapter kali ini. kkk, hobi yeo membuat bingung orang lain. Kejadian kematian eommanya Hankyung pure kecelakaan tunggal kok chingu. Ne, sudah dilanjut, gomawo reviewnya ne^^
Namielf
Ne, kembar. Nah itu belum diceritakan di chap kali ini. Hankyung adalah anak dari pengasuh Sungmin dan eommanya Sungmin adalah orang yang culik Kyuhyun. ne, sudah dilanjut, gomawoyo reviewnya^^
Chairun
Ne, mereka kembar. Leeteuk hanya tau dari cerita Hankyung. Ne, sudah dilanjut, gomawo reviewnya^^
Sparkyubum
Ne, tepatnya saudara kembar. Kan Kyuhyun diculiknya sewaktu umur 1 tahun. Ne, itu belum diceritakan di chap kali ini. ne sudah dilanjut chingu, gomawoyo reviewnya^^
Kyuhae
Ne, sudah dilanjut, gomawoyo^^
Wonhaesung
Ne sudah dilanjut^^
pcyckh
Ne, benar. Ne, waktu umur 1 tahun kyu dicuik eommanya sungmin. Jadi Han Ri Yoo adalah pengasuh Sungmin, kkk bukan begitu chingu belum diceritakan apa yang terjadi sama sungmin. Tunggu kelanjutannya ne? gomawoyo reviewnya^^
Dewiangel
Ne, mereka memang kembar. Kyuhyun kan diculiknya sewaktu umur 1 tahun chingu. Ne, sudah dilanjut, gomawo reviewnya^^
Kim nayeon
Ne, benar. Iya Sungmin adalah anak dari orang yang menculik kyu, jadi eommanya Sungmin itu balas dendam dengan cara menculik kyu karena appanya Sungmin meninggal saat nyelametin Kibum dan Kyuhyun yang diculik sebelumnya. Ne, hankyung adalah anak Han Ri Yoo, orang yang mengasuh Sungmin sebelumnya. Gomawoyo reviewnya^^
Hyunnie
Ne, mereka kembar, sudah dilanjut ne^^
Thy09
Gomawo chingu, belum tahu karena kyuhyun diculik waktu umur 1 tahun. Sudah dilanjut ne, gomawo reviewnya^^
Ne, chingu gomawo^^ Ditunggu kelanjutannya ne?
Atik1125
Ne, mianhaeyo. Gomawoyo, memang ff ini alurnya rumit jadi haru mengulang biar feelnya lebih dapet dan bisa inget alurnya lagi. Ne, mereka kembar. Ditunggu kelanjutannya ne? sudah dilanjut, gomawoyo reviewnya^^
Shin ririn1013
Ne, benar sekali chingu dia kembarannya Kibum. Kkk, bisa jadi, bisa jadi (?) abaikan yeo. Ne, di chapter kali ini lebih jelas lagi penjelasannya menurut yeo. Sudah dilanjut ne, gomawoyo reviewnya^^
Kyuli 99
Ne, sudah dilanjut^^
Bebbiekyu
ne, mereka kembar. Ne, itu belum dijelaskan di chapter kali ini. ne, sudah dilanjut, gomawoyo reviewnya^^
cho loekyu07
Ne, mereka kembar. Ne, sudah dilanjut^^
Ladyelf11
Ne, bukan. Beum diceritakan di chapter kali ini chingu. Ne, sudah dilanjut, gomawoyo reviewnya^^
(28/09/15)
Guest
Belum diceritakan di chap kali ini chingu, ne benar sewaktu kyuhyun masih kecil.
Dewidossantosleite
Ne benar tujuan dia memang seperti itu chingu dari awal. Ne, itu juga benar, kkk. Minum obat *** (tidak boleh menyebut merek) untuk meredakan pusing chingu, kkk. Abaikan yeo. Ne sudah dilanjut, gomawoyo reviewnya^^
Dangkuk
Ne, mianhae, chap kemarin memang info yang ada hanya sepotong-sepotong saja tapi kalo mau dibaca ulang sebenernya sudah cukup jelas chingu. Ne, sudah dilanjut, gomawo reviewnya^^
Emon204
Kkk, kali ini dia ngomong kok chingu, walaupun dikiiiiitt banget. Keluarga yang mengadopsi kyuhyun. bukan, dia anak orang yang menculik Kyuhyun. ne sudah dilanjut, gomawoyo reviewnya^^
Chiffa kyukazza
Ne, cheonma chingu, kkk. Ne, mereka saudara kembar. Bukan hyung kandung kyuhyun, dia anak dari orang yang menculik kyuhyun. ne, sudah dilanjut chingu. Hahahaa, waah… boleh banget tuh, tambah tiket konsernya kyuhyun oppa juga boleh chingu, kkk. Ne, gomawoyo reviewnya^^
Cho Kyunhae
Diculik eommanya sungmin ya, terus karena eommanya sungmin bunuh diri jadi kyuhyun sama sungmin di bawa sama Han Ri Yoo (eommanya Hankyung) terus dibawa ke panti asuhan, baru diadopsi sama keluarga teukhae karena suatu alasan. Begitu kalimat lengkapnya, kkk. Gomawoyo reviewnya^6
Filo Hip
Ne, gwaenchana chingu. Panjang sekali baca 2 chapter, kkk. Belum kali chingu, kan baru ketemu, kkk. Nanti akan diceritakan, sudah dilanjut ne, gomawoyo reviewnya chingu^^
(28-29/09/15)
Tary sa
Bangapta Chingu^^ Jeongmal gomawoyo chingu sudah mereview sekaligus selama 2 hari berturut-turut, kkk. Mianhae yeo membalas review terakhir karena review bagian chapter yang lain yeo rasa sudah ada jawabannya di chapter 6 ini, kkk. Ditunggu terus ne chingu kelanjutannya^^ ne, sudah yeo lanjutkan ne, gomawoyo reviewnya^^
(30/09/15)
0404
kkk, mianhae kelamaan chingu. Ne, memang rumit karena masa lalunya. Ne sudah dilanjut chingu, gomawoyo reviewnya^^
Thanks for who followed and favorite the story :
Apriliaa765 | Atik1125 | Awaelfkyu13 | Cho Sun Eun | Ciput | Citra546 | Desviana407 | 95 | EkaOkta3424 | Emon204 | Filo Hip | Keys13th | Kim Nayeon | LittleEvil19 | MissBabyKyu | ShinJoo24 | Shin Ririn1013 | Songkyurina | Sparkyubum | Zizi Kirahira Hibiki 69 | ainkyu | Alicehamy | 0404 | bintang15 | chae121 | cho loekyu07 | |devil kyu | dewiangel | dewisanti07900 | diahretno | geminiyhani | .1 | hulanchan | hyunnie02 | | | jihyunelf | kyuchoco13 | kyuli 99 | ladyelf11 | pcyckh | phn19 | putrielfishy | | widiantini9 | yulianasuka | Nyna443 | Siskasparkyu0 |
Apriliaa765 | Atik1125 | Awaelfkyu13 | Citra546 |Desviana407 | EkaOkta3424 | Filo Hip | Kim Nayeon | Lee Eun Hae | LittleEvil19 | Shin Ririn1013 | Songkyurina | Ainkyu | alicehamy | 0404 | bintang15 | chairun | cho loekyu07 | devil kyu | dewidossantosleite | diahretno | geminiyhani | gyu1315 | .1 | hulanchan | | jihyunelf | kyuchoco13 | kyuli 99 | kyunoi | ladyelf11 | mifta cinya | pcyckh | putrielfishy | .5 | widiantini9 | yulianasuka | Nyna443 | | Thy09
