.
.
.
FALLEN
.
CHAPTER 2.1 : LIE
.
KTH + JJK
.
M
.
.
Writter by Stepstephiie ©2017
.
.
PRESENT
.
.
"Caught in Lie…."
.
.
"Jauhi Jimin maupun Min Yoongi atau kau tidak akan pernah melihat ku lagi selamanya."
Jungkook terpaku mata bulatnya mulai memerah dan Jungkook dapat merasakan ribuan kristal bening mendorong kelopak matanya agar bisa keluar dan meluncur dengan indah di kedua pipinya saat mendengar ucapan Taehyung.
"Ahjussi sebenarnya ada apa?" Suara lirih Jungkook membuat Taehyung mendesis tidak suka dan menatap tajam dirinya.
"Bisakah kau menurutiku tanpa harus bertanya? Jika aku mengatakan jauhi mereka maka lakukan!" Mata Jungkook terpejam saat Taehyung menggeram marah tepat di depan wajahnya.
"Ahjussi tapi apa alasan aku untuk menjauhi Jimin? Dia salah satu orang yang sudah ku anggap seperti kakakku sendiri Ahjussi." Taehyung mengerang marah dan mencengkram dagu Jungkook.
"Jika kau masih terus bertanya seperti ini, aku benar-benar akan meninggalkanmu sendiri dan kau tidak akan pernah melihatku lagi. Jadi lebih baik kau tutup mulutmu itu sebelum kau menyesal karena telah membuatku marah."
Taehyung melepas cengkramannya dan segera keluar dari dalam mobilnya meninggalkan Jungkook yang menundukkan kepalanya sembari mencengkram kedua pahanya dengan isakan yang tertahan.
"Ahjussi kenapa kau melakukan itu padaku?!" Dan di dalam mobil itu telah menjadi saksi tangisan dari seorang Jeon Jungkook.
.
.
.
Jungkook keluar dari dalam mobil Taehyung saat merasa tangisannya sudah dapat dia kendalikan. Langkahnya bergerak perlahan menahan airmatanya yang sudah siap meluncur kembali.
"Hentikan. Dasar airmata bodoh, kau akan membuat Jin Hyung khawatir nanti." Ucap Jungkook sembari mengusap kedua pipinya dengan kasar menghapus jejak-jejak airmata yang masih berada disana.
Tangannya mendorong pintu mansion itu dengan perlahan berharap tidak ada siapapun yang menyadari dan melihat dirinya dengan keadaan seperti ini.
"Jungkook kenapa kau mengendap-endap seperti itu?" Langkah Jungkook terhenti, tubuhnya terpaku saat suara dari sosok yang dia kenal memanggilnya.
"Jin Hyung." Jungkook membalikkan badannya menghadap Seokjin yang masih menatapnya.
Seokjin sedikit terkejut saat melihat penampilan Jungkook saat ini, mata dan hidung yang memerah, dan bahu yang bergerak turun naik dengan tidak teratur seolah menahan ledakan tangisan yang siap keluar kapan saja.
'Jungkook menangis? Apa ini karena Taehyung?' Ucap batin Jin bertanya.
"Ada apa Jungkook? Apa yang terjadi denganmu?" Jin melangkah mendekati Jungkook yang masih terdiam. Jungkook tidak menjawab dan hanya menatap Jin dengan pandangan terlukanya serta mengigit bibirnya menahan isakan yang akan keluar.
Mengerti dengan kondisi Jungkook, Seokjin meraih tubuh remaja itu ke dalam dekapannya. Membelai surai arang itu dengan lembut membisikkan kata-kata penenang yang mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja. Tangis Jungkook pecah saat mendapat perlakuan lembut dari Seokjin, Tangannya terulur membalas pelukan Seokjin dan mencengkram kuat punggung orang yang sudah di anggap kakak baginya itu.
"Ahjussi mem-membentakku Hyung. Dia marah kepadaku." Ucap Jungkook disela tangisnya. Kening Seokjin mengerut seolah bertanya kenapa Taehyung bisa memarahi Jungkook dan membuat anak ini menangis seperti ini.
"Memangnya ada apa? Kau melakukan kesalahan?" Seokjin dapat merasakan Jungkook yang menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan darinya.
"Aku tidak tahu. Tiba-tiba saja Ahjussi memarahiku dan menyuruhku menjauhi sahabatku Hyung." Tangisan Jungkook semakin mengeras saat mengingat kembali kemarahan Taehyung.
"Menjauhi sahabatmu? Karepa apa? Apa alasannya?" Tanya Jin tidak mengerti.
"Aku tidak tahu Hyung. Tadi saat aku bicara dengan Jimin, Ahjussi menghampiriku dan tiba-tiba saja dia menarikku dan memaksaku masuk kembali ke dalam mobil saat melihat Jimin dan kekasihnya."
"Apa? Hanya karena itu? Apa alasannya? Kau tahu siapa kekasih sahabatmu itu?" Tanya Jin sembari melepaskan pelukannya dan memegang kedua pipi Jungkook agar menatapnya.
"Min Yoongi. Kekasih Jiminitu bernama Min Yoongi, Hyung."
Tangan Seokjin sontak terjatuh dari kedua pipi Jungkook. Wajahnya berubah pucat pasi saat mendengar sebuah nama yang keluar dari mulut Jungkook. Dengan tangan yang sedikit bergetar Seokjin memegang kedua bahu Jungkook dan sedikit meremasnya.
"Jungkook dengarkan Hyung, untuk kali aku mohon turuti Ahjussimu Jungkook. Dia pasti memiliki alasan sendiri yang tidak mungkin bisa kau mengerti. Dia pasti ingin yang terbaik bagimu. Jadi kumohon- jauhi temanmu dan kekasihnya itu, Aku mohon Jungkook." Jungkook terdiam begitu saja begitu mendengar ucapan Seokjin.
Jungkook tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi disini, dan ada hubungan apa kekasih Jimin itu dengan AhjussiNya?
"Jungkook kau mendengar ucapan Hyung, bukan?" Tanya Jin dan Jungkook tidak punya pilihan lain untuk tidak menganggukkan kepalanya.
"Ne Hyung, aku akan mengikuti ucapanmu dan akan menuruti kemauan Ahjussi untuk menjauhi Jimin dan kekasihnya, Min Yoongi."
.
.
.
Jungkook menatap takut pintu dihadapannya, tangannya dengan ragu memegang knop pintu ruangan itu erat dan membukanya perlahan.
Dan suara pintu yang terbuka itu mengalihkan pandangan Taehyung dari kertas-kertas dimejanya. Pandangan Taehyung terarah menatap dingin ke arah Jungkook yang berdiri kaku.
"Jika kau kemari hanya ingin berdebat dengan ku, lebih baik kau pergi dari hadapanku." Ucapan dingin Taehyung membuat Jungkook mengencangkan genggamannya di ujung baju piyama yang dikenakannya.
"Ahjussi~" suara Jungkook terdengar serak, kakinya melangkah dengan perlahan menghampiri Taehyung.
"Maafkan aku." Lirih Jungkook saat sudah berdiri tepat dihadapan Taehyung.
Jungkook melirik Taehyung dari sudut matanya saat tidak mendapat jawaban dari Taehyung. "aku akan menuruti semua kemauanmu Ahjussi, Aku akan menuruti kemauanmu untuk menjauhi Jimin." Lirih Jungkook memejamkan matanya menolak tatapan tajam yang diberikan Taehyung.
"mendekat." Perintah Taehyung membuat Jungkook mengangkat kepalanya.
"Apa?"
"Mendekatlah ke arahku, bukankah kau menginginkan sebuah pelukan dariku?" Jungkook tidak bodoh dan Jungkook tidak memerlukan waktu lebih lama lagi hanya untuk berlari dan memeluk Taehyung dengan erat saat mendengar ucapan pria itu.
"Ahjussi~" panggil Jungkook disela tangisannya.
"Ya." Jawab Taehyung.
"Ahjussi~"
"Ya, Jeon Jungkook kekasihku." Dan Jawaban yang diberikan Taehyung membuat tangisan Jungkook semakin keras.
"Hey, kenapa tangisanmu semakin keras? Kau lebih ingin aku memarahimu?" Jungkook melepaskan pelukannya dan menggelengkan kepalanya dengan kuat begitu mendengar ucapan Taehyung.
"Aku lebih baik kehilangan seribu sahabat seperti Jimin daripada aku haru kehilanganmu Ahjussi." Ucap Jungkook menatap Taehyung dalam dan itu membuat bibir Taehyung tertarik membuat senyum tipis.
"Ahjussi kau tahu? Ini pertama kalinya kau tersenyum seperti ini untukku." Ungkap Jungkook dengan airmata yang masih mengalir di kedua pipinya.
"Benarkah? Aku bisa memberimu lebih dari ini jika kau selalu menurutiku Jungkook." Ucap Taehyung membuat Jungkook kembali memeluknya.
"Apapun akan aku lakukan untukmu, Ahjussi." Ucap Jungkook dalam pelukan Taehyung.
"Karena, Aku akan mati jika kau meninggalkanku Ahjussi. Aku bergantung padamu, hidupku sepenuhnya berada di tanganmu." Senyum Jungkook merekah indah saat merasakan Taehyung yang membalas pelukannya.
"Ya Jungkook kau memang harus bergantung padaku. Karena selama kau hidup, kau akan selalu dalam kendaliku."
.
.
.
T.B.C
Stepstephiie © 2017
2017.08.07
