THE HINTS

.

Naruto (c) Masashi Kishimoto

Warning: Alternative Universe, Out of Character, miss typo(s), etc. Don't Like eh? Don't Read!

.

Chapter 7: Ngedate bareng, tapi kok?


Normal PoV

Hari sudah berganti menjadi hari Senin. Itu berarti murid-murid akan bersekolah seperti biasa. Sakura berjalan dengan penuh semangat di koridor sekolah.

"KYAAA FOREHEAD!" Teriak Ino berlari menghampiri Sakura yang berjalan di koridor.

"Oh, ohayou pig! Jangan berteriak-teriak!" Sakura memasang senyuman ceria.

"Ohayou mo forehead. AKU SEDANG BAHAGIA FOREHEAD! Dan tampaknya kau juga sedang bahagia? Biasanya kalau aku berteriak kau akan marah. Ini kau malah senyum."

"Hihihi tentu sajaa..."

"Aku mau cerita mengapa aku sesenang ini. Kau mau bercerita?"

"Tentu saja pig! Tetapi dengan Hinata, Tenten dan Temari juga dong."

"Sipp..." Ino mengangguk. Mereka berdua melanjutkan perjalanan ke kelas mereka.

Begitu sampai di kelas mereka langsung meletakkan tas di kursi masing-masing dan menghampiri Tenten, Temari dan Hinata yang sudah ngumpul duluan di meja Temari. Dan... itu berarti mereka mengabaikan pacar baru mereka yang juga sedang ngumpul di pojok kelas menceritakan kejadian semalam.

"Wah... tampaknya kita semua memang sedang bahagia ya?" Tanya Ino, melihat wajah ketiga temannya yang lain juga berseri-seri.

"Iya, kami memang sengaja menunggu kau dan Sakura, supaya kita bisa bercerita satu sama lain." Tenten menjawab dengan senyum lebar.

"Oh ya? Kalau begitu kita sudah bisa bercerita sekarang. Ayo, mulai dari siapa?" Tanya Sakura lalu mengambil kursi asal dan menempatkannya di samping Ino yang sudah duduk sedari tadi.

"Kau saja forehead." Kata Ino.

"Baiklah..." Sakura menarik nafas lalu menghelanya perlahan. "Hahhh... akupacarandenganSasuke." Sakura mengatakan itu dengan satu tarikan nafas.

"Eng... situ ngomong apa ya? Gak jelas kau forehead, kalo ngomong itu pelan-pelan aja kali. Nggak diajak nge-rap sama Iggy juga..." Ino memutar matanya.

"Aku malu tau pig!" Sakura memalingkan mukanya. Dan, sialnya dia malah bertemu pandang dengan Sasuke. Dan itu semakin membuat pipinya memerah.

Blush!

"Eh? Mukamu merah Sakura." Kata Tenten.

"Sakura sakit?" Tanya Hinata perhatian.

"E-eh... ti-tidak-tidak."

"YA SUDAH CEPAT CERITA FOREHEAD!" Teriak Ino.

"Iya, iya! gak udah teriak-teriak juga pig...!"

"Ya udah cepetan napa Saku... gemeshhhh..." Temari menggeram gemas.

"I-iya... jadi, aku... pa-pacaran sama... engg... Sa-sasuke." Suaranya makin lama makin pelan, namun masih dapat di dengar oleh teman-temannya.

"SELAMAT SAKURA!/FOREHEAD!" Ucap mereka bersamaan.

"E-eh? Kalian gak terkejut dulu baru ngucapin selamat? Kan biasanya kalau di dorama, sahabatnya pasti bilang 'APA!' baru ngucapin selamat." Kata Sakura dengan polosnya.

"Gak ah, males. Udah mainstream." Temari ber-tos tangan dengan Ino.

"Ya udah... sekarang giliran kalian." Kata Sakura sambil menopang kepalanya dengan tangan.

"Aku yang akan bercerita." Kata Temari dengan senyuman lebar.

"Aku sudah pacaran dengan Shika-kun..." Temari berujar dengan tatapan menerawang, mengingat bagaimana dirinya mendapat pernyataan cinta kemarin.

"Ow... sama dong, selamat yaaa..." Tenten mengucapkan selamat duluan. Sedangkan yang lain masih cengo. Hell?! Shikamaru si pemalas?

"What the..." Ino cengo.

"Bruhhh..." Sakura mendadak lemas.

"Aku... tidak bisa membayangkan bagaimana Shikamaru yang pemalas menyatakan cinta..." Bahkan Hinata mengucapkan hal itu dengan pandangan kosong.

"Heyyyy! Seharusnya kalian senang aku pacaran! Bukannya malah bingung. Kaya Tenten dong, ngucapin selamat." Temari menatap sebal ketiga sahabatnya.

"E-eh? Tapi tadi Tenten mengucapkan selamatnya... apa maksud dari kata 'sama dong'?" Sakura tidak menghiraukan ucapan Temari.

"Aku. Diabaikan." Temari memutar matanya bosan.

"Ehhh... iya iya selamat ya Temari." Sakura, Ino, dan hinata langsung rusuh mengucapkan selamat untuk Temari.

"Nah gitu dong!" Wajah Temari kembali cerah.

"Nah Tenten..." Ino menatap Tenten tajam. "Giliranmu menceritakan apa yang terjadi."

"Ya. Aku juga sudah berpacaran dengan Neji-kun." Kata Tenten ceria.

"Loh... tapi bukannya Tenten-chan tidak suka dengan Neji-nii ya?" Hinata menatap Tenten bingung.

"Haduhh... Hinata! Sakura yang polos aja tau kalau Tenten kesayangan kita ini orangnya tsun-de-re!" Kata Ino.

"A-ah..." Hinata mengangguk paham. Sedangkan Tenten hanya nyengir.

"Eng... sebenarnya aku tidak tahu sih kalau Tenten itu tsundere..." Gumam Sakura pelan tapi dapat di dengar Ino. Ino menatap Sakura tajam. Sedangkan Sakura cengengesan.

"Sekarang Ino deh.." Kata Temari.

"Nggak ah, Hinata luan aja." Ino menunjuk Hinata.

"E-eh... iya. A-aku juga sudah pacaran..." Hinata berkata sambil menunduk malu.

"Biar kutebak!" Seru Sakura.

"Pasti dengan baka Naruto!" Lanjut Sakura.

"I-iya..."

"Nah sekarang aku! Aku! Aku!" Seru Ino penuh semangat.

"ya, ya, kau Ino." Tenten memutar matanya melihat Ino sangat bersemangat.

"Oke, ini gak beda jauh sama kalian sih sebenarnya. Tapi... Aku sudah pacaran denga Sai-kun! Dan kalian pasti tidak percaya betapa romantisnya dia..." Ino berkata sambil senyum senyum gak jelas.

"KRINGG... KRINGG..."

"Bel sialan, padahal aku masih mau banyak cerita!" Gerutu Ino.

Semua duduk tenang ke bangku masing-masing. Hari ini jam pertama adalah Yamato-sensei.

"SREETT" Yamato-sensei berjalan dengan tenang kearah meja guru.

"Berdiri." Shikamaru selaku ketua kelas menyiapkan kelas.

"Bersiap." Semua dalam posisi tegak.

"Beri hormat!" Mereka semua memberi hormat lalu duduk kembali ke bangku mereka masing-masing. (itu benerkan? Berdiri, bersiap, beri hormat?)

"Ohayou anak-anak." Sapa Yamato.

"Ohayou sensei." Jawab mereka serempak.

"Pagi ini kita tidak langsung belajar, soalnya ada yang harus saya jelaskan dan bagikan."

"Karena saat MOS kemarin kalian belum jadi mengisi data ekskul yang harus kalian pilih di karenakan... pihak sekolah bilang kalian harus tahu sistem pembelajaran setiap pelajaran jadi kalian tidak asal memilih eksra kulikuler... jadinya kalian harus mengisi data ekskul kalian hari ini."

"Sebelum saya bagikan kertasnya, ada baiknya kalian tahu kalau ekskul, klub dan organisasi itu berbeda. Karena, di kertas ini tidak hanya ekskul saja, ada juga klub dan organisasi yang harus kalian pilih."

"Maksimal kalan memilih ekskul adalah 3. Sedangkan minimal memilih ekskul adalah 2. Maksimal memilih klub kalian adalah 2. Dan minimal memilih klub 1. Sedangkan organisasi tidak wajib."

"Nah... dikarenakan itu pula saya harus repot menjelaskan." Yamato menghela nafas.

"Jadi begini, ada beberapa ekskul yang jika kalian pilih, kalian akan otomatis ikut klubnya. Salah satunya adalah ekskul menyanyi. Jika kalian memilih ekskul menyanyi, maka kalian akan otomatis terdaftar di klub paduan suara atau padsu."

"Oh ya, organisasi memang sedikit. Organisasi hanya ada Paskibra, OSIS, PMR (palang merah remaja) dan remaja mesjid. Kalau kalian mau, kalian pilih dan nanti akan ada test untuk memasuki masing-masing organisasi. Tapi kalau tidak salah, kalau kalian memilih ekskul pramuka, kalian otomatis paskibra. Begitu juga kalau kalian memilih ekskul mengaji, kalian akan otomatis ikut organisasi remaja mesjid Konoha High School."

"Pak, bagaimana kalau yang ikut pramuka itu tidak bisa baris-berbaris?" Tanya seorang siswa.

"Ah ya, saya lupa, setiap ekskul ataupun klub juga sama seperti organisasi. Semuanya di test. Jadi yang ikut ekskul pramuka pasti bisa baris-berbaris."

"Kalau ada yang tidak mengerti, tanya sama temannya yang mengerti. Saya sudah berbicara panjang lebar." Yamato membagikan kertas itu. Dalam sekejap kelas menjadi ribut karena banyak yang hendak menanyakan kepada temannya memilih ekskul apa, agar dapat satu ekskul ataupun satu klub.

"Jangan sekarang! Kalian bisa mengerjakannya nanti saat waktu istirahat." Yamato menggebrak meja dan dalam sekejap kelas yang ribut menjadi hening.

Krik, krik, krik.

-SKIP TIME-

Sekarang The HINTS sedang mengumpul di atap sekolah. Sejak tadi, mereka memutuskan kalau atap ini sekarang menjadi markas –low budget- mereka. Dikarenakan di kantin terlalu ramai untuk mereka sehingga mereka tidak bisa dengan leluasa berdiskusi ataupun bercerita.

"Hey, setidaknya ada satu ekskul dan klub yang kita bersama-sama mengikutinya. Karena aku yakin, setelah adanya ekskul dan klub ini, kita akan sibuk. Nanti takutnya hubungan kita jadi agak renggang lagi." Usul Naruto. Mereka memegang kertas ekskul masing-masing. Sedangkan Temari dan Sai sedang membeli makanan untuk mereka semua –nitip.

"Hm, tumben kau pintar Naruto." Kata Neji.

"Aku memang pintar." Muka Naruto berubah cemberut.

"Aku rasa... kita ikut Pramuka saja, jadi otomatis kita ikut klub pecinta alam dan juga organisasi paskibra. Jadikan sepaket gitu." Usul Sakura.

"Ah, iya benar. Nantikan seru kalau kita camping-camping gituuu..." Kata Ino heboh.

"Jadi setuju gak?" Sakura menatap mereka semua dengan pandangan berbinar.

"Hn, aku pasti setuju." Jawab Sasuke dengan senyum tipis.

"Huuuu teme, mentang-mentang pacarnya. Cih, menjijikkan." Naruto berkata dengan raut muka jijik namun tidak dihiraukan oleh Sasuke.

Semua menoleh saat pintu atap terbuka. "Tadaaa nih makanan kalian." Kata Temari dengan tangan yang penuh. Dibelakangnya terdapat Sai yang tangannya tak kalah penuh juga. Temari dan Sai membagikan makanan sesuai pesanan mereka.

"Jadi kalian setuju dengan aku dan Sakura tidakkk?!" Tanya Ino.

"Hm? Setuju apa?" Tanya Temari.

"Ini... kan kata Naruto, 'setidaknya ada satu ekskul dan klub yang kita bersama-sama mengikutinya. Karena aku yakin, setelah adanya ekskul dan klub ini, kita akan sibuk. Nanti takutnya hubungan kita jadi agak renggang lagi.' Jadi, Sakura mengsulkan, 'kita ikut Pramuka saja, jadi otomatis kita ikut klub pecinta alam dan juga organisasi paskibra. Jadikan sepaket gitu.' Nah gitu deh." Kata Ino sambil mengikuti gaya bicara Naruto dan Sakura.

Temari manggut-manggut. "Boleh juga tuh. Aku setuju."

"Ya, aku juga setuju." Kata Sai.

"Hm. Aku setuju, walaupun itu akan sangat merepotkan. Apalagi paskibra. Tapi, demi hubungan persahabatan kita... yah, mau bagaimana lagi. Hoam... mendokusai." Semua memandang Shikamaru dengan pandangan berkaca-kaca terharu. Dan di balas oleh tatapan 'apa?' oleh Shikamaru.

"YA! AKU SETUJU!" Kata Naruto mulai membuka plastik makanannya seperti yang lain.

"Ya, aku setuju." Jawab Neji kalem.

"Aku setuju." Kata Neji.

"Kau sudah tau sendiri apa jawabanku." Tenten mengedipkan sebelah matanya.

"Okeee jadi semua setuju kan? Horeeee..." Sakura yang duduk di sebelah Sasuke bersorak seperti anak kecil. Sasuke tersenyum kecil lalu mengacak rambut Sakura.

Setelah selesai makan mereka mengisi data masing-masing.

"Oh iya, kita ikutan OSIS, mau gak?" Tanya Temari.

"Emang organisasi boleh dua?" Tanya Hinata.

"Yaelah, semua juga gak apa-apa kalau kau sanggup." Kata Shikamaru malas.

"Boleh juga, itung-itung tahun depan ngerjain adek kelas MOS." Kata Naruto parah.

"Iya kalau kau masuk." Sahut Sakura.

"Yang penting mencoba." Kata Naruto sok menceramah. Sakura memutar bola matanya.

"Lagian kan banyak tuh senior kita, udah OSIS, remaja mesjid juga. Ada juga tuh yang udah PMR, paskib juga. kayaknya gak apa deh." Kata Ino.

Setelah diputuskan, mereka setuju juga mengikuti OSIS. Ada yang memang mau menambah pengalaman seperti Temari, ada yang mau menjadi murid yang aktif dalam kegiatan sekolah seperti Tenten, ada yang Cuma untuk nge-MOS adik kelas kayak Naruto, dan seperti Sakura yang hanya ngikut pacarnya.

Jadinya, Sakura mengikuti ekskul gitar acoustic, basket dan pramuka. Klub sains dan pecinta alam. Organisasi OSIS dan paskibra.

Ino mengikuti ekskul Cheerleader, gitar acoustic dan pramuka. Klub desain (pakaian) dan pecinta alam. Organisasi Paskibra dan OSIS.

Tenten mengikuti ekskul karate, basket dan pramuka. Klub desain (ruangan) dan pecinta alam. Organisasi paskibra dan OSIS.

Hinata mengikuti ekskul tataboga, menggambar manga dan pramuka. Klub paduan suara (karena dia ikut ekskul menyanyi.) dan pecinta alam. Organisasi OSIS dan paskibra.

Temari mengikuti ekskul menulis (membuat cerita), piano, dan pramuka. Klub KIR (karena ikut ekskul menulis.) dan pecinta alam. Organisasi OSIS dan paskibra.

Sasuke mengikuti ekskul gitar acoustic –modus dekat Sakura-, IT dan pramuka. Klub astronomi dan pecinta alam. Organisasi OSIS dan paskibra.

Sai mengikuti ekskul melukis, futsal dan pramuka. Klub sanggar seni (karena ikut melukis dan drama) dan pecinta alam. Organisasi OSIS dan paskibra.

Neji mengikuti ekskul karate, golf, dan pramuka. Klub merakit dan pecinta alam. Organisasi OSIS dan paskibra.

Naruto mengikuti ekskul tataboga –rela ikut supaya dekat Hinata- futsal dan pramuka. Klub merakit dan pecinta alam. Organisasi OSIS dan paskibra.

Shikamaru mengikuti ekskul IT, robotik, pramuka. Klub astronomi dan pecinta alam. Organisasi OSIS dan paskibra. Yang membuat mereka semua berdecak kagum karena Shikamaru mengikuti kegiatan jenius semua.

'Kringg Kriiing'

Bel tanda istirahat selesai telah berbunyi. Mereka balik ke kelas. Seharusnya hanya Kurenai-senseil lah yang masuk namun kali ini Guy-sensei juga masuk. Setelah menyuruh anak-anak mengumpulkan kertas ekskul, Kurenai mulai berbicara.

"Anak-anak, Guy-sensei disini hanya sebentar saja. Beliau hanya akan menyampaikan sesuatu. Silahkan, Guy-sensei." Ucap Kurenai.

"Ah... ya anak-anak! Bagi yang mengikuti ekskul pramuka, harap kumpul di lapangan upacara nanti setengah jam setelah sekolah usai!" Bersamaan dengan itu Guy-sensei pergi. Dari cara berbicaranya yang tidak seperti biasanya –kelewat semangat- bisa dilihat jika Guy sedang sibuk.

Pelajaran pun dilanjutkan dengan Kurenai-sensei mengajar.

-SKIP TIME-

Sekarang sudah pulang sekolah dan The HINTS nongkrong –lagi- diatap sambil menunggu beberapa menit lagi untuk kumpul di lapangan upacara dikarenakan mereka ikut ekskul pramuka.

"Ah... belum lagi mulai ekskulnya kita sudah ada kegiatan." Keluh Naruto.

"Kalian tidak lihat wajah Guy-sensei tadi? Sepertinya kali ini benar-benar serius." Kata Temari.

"Ah, sudahlah lupakan saja. Naruto, apasih susahnya tinggal ngumpul doang di lapangan. Hoi, kita semuakan udah pacaran, neg date bareng kek, kalian cowoknya gak ada peka-pekanya ya." Ino memutar matanya.

"E-eh... iya juga tuh." Naruto mengerjap-ngerjapkan matanya.

"Iya... kemana gitu kek..." Tenten mendengus.

"Ya sudah, kita kerumah Naruto saja." Kata Sai dengan senyumnya.

"Hah? Ngapain kerumah Naruto?!" Tanya Temari.

"Hah... kalian, memang anak muda jaman sekarang. Kerjanya ngabisin uang orangtua mulu. Jalan-jalan sama pacarlah... shoping sama temen lah. Liat tuh anak jaman dulu itu, kalau pacaran itu belajar bareng. Mending kita main kerumah Naruto. Kan, ngerusuhi rumah Naruto juga seru." Sai berkhotbah dengan kalemnya. Semua cengo.

"Yah! Enak aja ngerusuhin rumah aku..." Seru Naruto.

Neji mendengus. "Boleh juga tuh Sai. Kita main kerumah Naruto aja. Kita bisa main PS dia. Kalau enggak UNO juga bisa tuh. Petak umpet oke lah."

"Hahh... kalau dipikir-pikir benar juga. Dengan begitu juga kita bisa mempererat hubungan persahabatan kita yang baru seumur jangung." Kata Shikamaru yang berhasil mempengaruhi mereka.

"Ya sudah, habis kegiatan pramuka kita pergi kerumah Naruto." Kata Sakura.

"Heh, kayaknya udah bisa ngumpul nih. Dah yok turun." Kata Neji. Mereka pun menuju kelapangan upacara yang letaknya bersebelahan dengan lapangan basket out door.

.

.

Saat mereka turun sudah ada beberapa anak yang ngumpul. Terlihat Guy yang sedang menunggu beberapa orang lagi. Mereka pun berkumpul dengan yang lainnya.

"Yak! Anak-anak, kita pihak sekolah sedang mengalami masalah besar!" Kata Guy lemas tidak seperti biasanya.

"Sebelum saya menceritakannya, eh? Ini memang Cuma segini? DUA BERSHAF!*" Tangan kanan Guy menjulur ke arah kanan dan telapaknya dikepal. Sedangkan tangan kirinya di depan dada dengan jari telunjuk dan jari tengah diangkat—menunjukkan dua (posisi kakak pembina mempersiapkan barisan).

Dan semuanya langsung sigap membentuk barisan lalu mulai menghitung dari sudut kanan dengan suara tegas a la anak pramuka.

The HINTS yang belum terbiasa dengan keadaan ini –minus Sakura, Tenten dan Neji, karena mereka dari dulu sering megikuti pramuka- (yang lainnya sering bolos pas pramuka –pramuka kegiatan wajib saat SMP-) pun sesegara mungkin membiasakan diri mereka dengan keadaan ini.

"HITUNG," Semua kepala murid yang berada di barisan paling depan—kecuali orang yang paling kanan ata poros—menghadap ke arah kanan. "MULAI!"

"SATU! DUA! TIGA! EMPAT! LIMA! ENAM! TUJUH! DELAPAN! SEMBILAN! SEPULUH! SEBELAS! DUA BELAS! TIGA BELAS! EMPAT BELAS! LIMA BELAS! ENAM BELAS! TUJUH BELAS! DELAPAN BELAS! SEMBILAN BELAS! DUA PULUH!"

"Hanya segini?!" Guy nyaris berteriak.

"DIMANA SEMANGAT MASA MUDA KONOHA GAKUEN?!"

Guy mendadak lemas lagi. "Ah, sudahlah. Oke, saya umumkan. Jadi begini, pihak sekolah memang ada masalah karena, Raimuna daerah** alias Raimuna Ranting sudah akan diadakan oleh pemerintah Konoha 1 minggu lagi! Anak-anak! Satu minggu lagi!"

"Jadi, saya harap... mulai besok kita sudah akan latihan pramuka untuk Raimuna yang akan diadakan satu minggu lagi."

"Nah begini, biar saya jelaskan. Jika kita memang mengikuti Raimuna daerah dengan serius kita akan bisa masuk Raimuna nasional***! Lalu internasional! Woowww bayangkan kalian membanggakan nama KHS!" Guy berteriak panjang lebar.

"Nah kita sepakat mulai besok, setengah jam sehabis pulang sekolah, kita akan latihan disini okeee?!" Guy mendadak semangat.

"Oh ya, cepat cepat cepat ambil buku tulis kosong, catat apa saja yang perlu kalian beli untuk perlengkapan latihan pramuka!" Semua kelabakan mengambil buku tulis dan pena.

"OKE! Yang pertama kalian harus mempunyai SKU –SKU ini hanya untuk latihan saja, supaya kalian hapal dasa dharma dan trisatya. Bukan untuk mendapatkan TKU. Lalu ..." Guy mulai berbicara panjang lebar dan semua mencatat perlengkapan untuk latihan.

"Nahhh... itu hanya untuk latihan yaaa nanti kalau Raimuna aslinya sampai kompor pun kalian harus bawa okee!" Guy mengacungkan jempolnya.

"Nah segini dulu anak-anak... besok kita sudah memulai latihan sampai Raimuna tiba... mohon kerja samanya! Oh ya, panggil saya kakak saat latihan! Dan besok bukan hanya saya saja yang kakak pembina. Akan ada Kakashi-sensei, Anko-sensei, dan Asuma-sensei. Mereka memang kakak pembina ekskul pramuka dan klub pecinta alam. Sedangkan organisasi paskibra, -yang juga satu paket- itu kalian dilatih dengan kakak kelas kalian dan hanya ada saya yang mengawas." Jelas Guy.

"Oh ya, karena kalian hanya 20 orang, 10 putra dan 10 putri, saya rasa... kalian bentuk regu dengan 5 orang putra dan 5 orang putri." Usul Guy. Sebenarnya Sakura, Tenten, Temari, Ino dan Hinata ingin berbaur dengan yang lainnya, namun ternyata 10 orang lainnya itu adalah sekelompok genk sama seperti mereka, itu berarti mereka kembali bersama The HINTS lagi.

"BAIKLAAHHH. TANPA PENGHORMATAN, BUBAR BARISAN, JALAN!" semua pun bubar barisan.

.

.

"Huahhh! Kan sudah kubilang ini akan merepotkan!" Teriak Naruto. Saat ini mereka sedang berada di toko pramuka. Ya, mereka memutuskan untuk singgah dulu di toko pramuka dari pada tidak sempat membeli lagi, sementara besok sudah mulai latihan.

"Iya sih... aku juga tidak menyangka kalau akan langsung seperti ini." Ino meringis.

"Sudahlah! Sekarang bukan waktunya mengeluh. Biar lebih cepat, mending kita berpencar, misalnya aku mencari 5 topi baret (topi baret untuk putra), Ino mencari 5 topi boni, Naruto mencari 10 kacu, jangan lupa ring-nya juga ya, Sasuke mencari 10 tali tandu, Neji mencari 10 Pluit, Sakura mencari 10 pasang sarung tangan, Sai mencari lambang regu, regu kita mawar aja deh, biar gak usah susah-susah nyarinya. Shikamaru mencari bendera lambang pramuka. Temari mencari bendera lambang regu mawar, dan Hinata mencari SKU." Bersamaan dengan selesainya perkataan Tenten, mereka semua bubar untuk mencari perlengkapan.

.

.

Naruto langsung meloncat ke kasurnya. "hahhhh... nyamannya." Namun tak lama Naruto langsung bangkit menghidupkam PS 4-nya. Shikamaru, Neji, Sai dan Sasuke langsung ikut andil bermain PS.

"Hey... para gadis tak usah segan begitu. Anggap saja kamar kalian..." Kata Naruto sambil cengengesan.

Ino dan Temari langsung mencari permainan apa lagi yang Naruto miliki –lebih mirip membongkar, Hinata duduk di sofa sambil memperhatikan seluruh kamar Naruto yang luas ini, Tenten melihat alat-alat musik yang terpajang di dekat walk in room Naruto, sedangkan Sakura udah tepar di tempat tidur Naruto sambil menatap langit-langit kamar.

Namun semua aktifitas itu berkenti saat tiba-tiba ruangan menjadi gelap. Benar-benar gelap, tidak ada satupun sumber cahaya karena saat itu jendela kaca ditutupi dengan lapisan dalam yang merupakan kayu, jadi cahaya tidak masuk sama sekali.

"KYAAAAAAAAA!" Semua menjerit.

Ino dan Temari langsung meraba-raba asal. Ino menemukan rambut panjang yang ia kira rambut Hinata. Temari memeluk seseorang. Hinata langsung bangkit dari sofa dan menimpa sesorang. Sasuke merasakan ia menjambak rambut seseorang. Sai merasakan menarik kaki orang sehingga orang itu jatuh. Sakura yang takut beridiri berguling ditempat tidur dan terjatuh lalu merasakan dirinya memeluk kepala orang, dan entah kenapa kulit kepalanya sakit. Shikamaru menarik tangan seseorang dan merasakan dirinya jatuh ke paha orang itu. Naruto menarik baju seseorang dan merasa tertimpa. Intinya, keadaan mereka saat ini kacau.

"TING." Lampu sudah hidup dan kamar Naruto menjadi terang. Terdengar bunyi mesin genset yang dihidupkan.

Hening.

"Kyaaa..." Mereka menjerit namun tidak melepaskan posisi masing-masing.

Ino tetap berdiri namun dia memegang rambut Neji yang ia kira Hinata. Temari memeluk Tenten yang mau jatuh karena bajunya ditarik oleh Naruto. Naruto yang ternyata menarik baju tenten di merasakan kepalanya dipeluk seseorang dan rambutnya sedikit dijambak dan ketika ia melihat kebelakang ternyata orang itu adalah Sakura dengan muka asbtrak –Air mata mengalir, ingus belepotan dan rambut kusut karena dijambak.- seketika, Naruto menjadi jijik. Sakura yang memeluk kepala Naruto sambil menangis lantara rambutnya di jambak, menoleh penuh dendam kearah orang yang menjambak rambutnya, begitu ia melihat pelakunya yang ternyata adalah Sasuke, ia makin menangis kencang.

Sasuke yang ternyata menjambak rambut Sakura terkejut, lalu melihat siapa yang telungkup di pahanya ternyata adalah Shikamaru, Sasuke langsung memandang jijik Shikamaru. Shikamaru yang telungkup di paha Sasuke menoleh ke orang yang menimpanya. Ia tidak melihat mukanya karena orang itu menimpanya dengan posisi keatas, tetapi ia melihat rambut Indigo dan ia tahu itu pasti Hinata. Hinata memperhatikan kakinya yang ditarik. Ia melirik kearah si penarik dan ternyata Sai.

Hening.

Krik.

Krik.

Krik.

"E-eh..." Mereka semua langsung melepaskan diri satu sama lain dan merapikan diri mereka masing-masing.

"HUAAA MAU NGE-DATE BARENG TAPI KOK JADI GINI SIH?!" Teriak Ino.


.

To be Continued

.


P/S: Nih kalau ada yang mau tau jadwal-jadwal ekskul nya The Hints. (Ga penting banget xD)

Kamis : Gitar acoustic (Sakura, Ino, Sasuke), Karate (Tenten dan Neji), menggambar manga (Hinata), piano (Temari), futsal (Sai dan Naruto), Robotik (Shikamaru)

Waktu : sekitar jam 14.00 sampai 16.00.

Jum'at : Cheerleader (ino), basket (Sakura dan Tenten), Menulis (Temari), Golf (Neji), IT (Shikamaru dan Sasuke), tataboga (Naruto dan Hinata), melukis (Sai).

Waktu : sekitar jam 12.30 sampai 14.00 (Hari jum'at pulang cepat)

Sabtu : Pramuka (semua The HINTS).

Waktu : sekitar jam 13.30 sampai 15.00

Kalau klub, di KHS semua klub diadakan setiap hari Selasa. Terus, kalau organisasi, ya terantung kapan dipakenya xD misalnya paskibra kan dipake tiap hari Senin, yowes. xD

Shaf: Misalnya 2 shaf, berarti hanya dua baris ke belakang. Sisanya ke samping.

Raimuna: Raimuna itu perkemahan besar pramuka penegak (The HINTS udah penegak ya.) Jadinya kalau Raimuna ranting itu, perkemahan besar pramuka penggalang kwartir daerah (provinsi).

Raimuna Nasional: Raimuna di tingkat Nasional.

Raimuna Internasional: Raimuna tingkat Internasional.

Baret: Topi pramuka untuk putra

Topi Boni: Topi pramuka untuk putri

Kacu: Kayak dasi pramuka gitu...

Tali pandu: Eng ... saya agak bingung ngejelasin yang ini. Tali pandu ini serba guna. Bisa untuk membuat tandu, alat bantu mengangkat ember, mendirikan tenda, pokoknya tali temali. Tali temali sendiri ada berbagai macam ikatan. Seperti jangar, pangkal, laso, dan lain-lain.

.

.


Author's Note:

Haloo ^^ ini versi yang udah diedit ya. Tenang kok, gak saya edit banyak-banyak, Cuma sekitaran typo dan kalimat janggal aja (dan itu pun tidak semua). Tanda baca gak saya ubah. Karena bagaimana pun ini fanfik pertama saya. Buat kenangan, kalo dulu tulisan saya itu amburadul begini xD (walaupun sekarang juga masih amburadul)