"Len, bila kamu menyukaiku... Tolong bukalah matamu... Kita baru saja memulainya kan?... Tolong jangan akhiri ini dengan cepat..."
-Chapter sebelumnya-
Permasalahan hubungan Rin dengan Len berhasil diselesaikan, dilain pihak Oliver malah benar-benar berniat membunuh Len, Rin berhasil melerai perkelahian mereka, tetapi siapa sangka Oliver menyerang balik Rin, karena Len melindunginya, Len tertusuk senjata tajam Oliver, apa yang akan terjadi setelahnya?
Chapter 7 (Ending): Goodbye my love, my dear
DISCLAIMER: Vocaloid and other loids isn't mine, I just made the story
WARNED: Typos, just that? Maybe...
NORMAL POV
12 February 2015 16:35
"Tolong jangan bercanda dok... Tak mungkin...!", seru seorang wanita berambut blonde panjang seakan tak percaya oleh ucapan orang paruh baya yang didepannya itu
"Benar, Kagamine-san... Pisau yang digunakan pelaku telah menembusi jantungnya"
"Nggak mungkin! Pasti kalian salah diagnosa!", ngotot seorang wanita berambut honey blonde sebahu sambil menangis
"Nona Kagamine-san, Kagami-san... Saya tahu anda terpukul atas insiden ini... Tetapi kami selagi dokter tak dapat melakukan apa-apalagi..."
Miku, Piko, dan Kaito yang berada dibelakang Rin dan Lenka ikut menangis, siapa yang tidak menangis akan sebuah tragedi tak terelakkan bahwa...
Len meninggal...
(Flashback 1 hour ago)
"Cepat bawa Len ke rumah sakit!", seru Lenka saat melihat Len dalam keadaan tak berdaya dengan darah dijantungnya
"Baiklah!", Rin, Miku, Piko, Kaito langsung berlari menuju rumah sakit, tentunya dengan mobil, Lenka juga ikut
-Sesampainya dirumah sakit-
"Tolong selamatkan adik saya dok!", teriak Lenka tanpa ragu ke arah seorang dokter
"Eh? Eh?... Adik anda kenapa?", dokter juga ikut-ikutan panik
"D... Dia tertusuk pisau dijantungnya oleh seseorang", seru Lenka tanpa menyembunyikan rasa paniknya
"Ba... baiklah... Anda tunggu disini, kami sebisa mungkin menolongnya", dokter itu langsung menggopoh Len yang masih tertutup matanya
Lenka, Rin, Miku, Piko, dan Kaito diam terduduk di ruang tunggu rumah sakit, Rin menangis, Lenka dan yang lainnya berusaha menenangkan Rin
"Sudahlah Rin, kita percayakan saja kepada yang diatas, Len pasti nggak apa-apa, Len kan kuat...!"
"Tapi ini salahku... Andai aku tahu bahwa Oliver akan menusukku, aku pasti sudah menghindarinya..."
"Ini sudah terjadi, yang bisa kita lakukan hanya berdoa dan berdoa...", seru Lenka, meski sebenarnya ia lebih terpukul daripada Rin, tetapi ia berusaha tegar
'Krieek'
Pintu salah satu ruang UGD yang dimasuki Len terbuka, seorang dokter keluar sambil berkata murung
"Maaf, korban bernama Len Kagamine... Telah meninggal..."
Lenka, Rin, Miku, Kaito, dan Piko langsung memasang ekspresi membatu, tak percaya apa yang barusan didengarnya...
(Flashback end)
Rin terduduk, ia menangis deras
"Ini salahku... Ini salahku... Aku telah gagal sebagai pacarnya... Aku tak bisa menolong diri sendiri hingga mengorbankan nyawa satu-satunya pacar yang kucintai..."
"S... sudahlah Rin... Ini bukan salahmu...", seru Lenka sambil ikut menangis
Miku, Piko, Kaito masih saja menangis tanpa bisa mengucap sepatah katapun
"Len... Kenapa kau cepat meninggalkan kami semua...? M... masih banyak yang harus kita lakukan... Kini kami telah kehilangan senyumanmu...", akhirnya Kaito berbicara meski harus tersendat-sendat
"I... ingat saja... O... Oliver... Esok saat sekolah... A... aku akan menghajarmu...!", seru Miku sambil emosi, meski ia masih menangis
"S... Sudah... Ayo kita harus mengurus jasad Len...", ajak Lenka
-Time skipped-
(STILL) NORMAL POV
12 February 2015 17:19
Location: Kuburan (What?)
(Background soundtrack: Kibou no Hana) *Lagu yang author dengar saat buat scene menyedihkan (?) ini
Mereka sudah selesai menguburkan Len, Rin masih menangis sambil memeluk batu nisan Len erat-erat, ia sangat sedih dan tak rela, tiba-tiba terlintas ingatannya saat pertama kali bertemu dengan Len, saat main drama bersama, saat tertawa bersama... saat duka bersama, kini mereka takkan bisa mengulang momen-momen indah tersebut
Lenka menaburkan bunga-bunga untuk Len, bunga violet dan matahari, itu adalah bunga kesukaan Len, Lenka jadi teringat saat ia membawa Len ke taman bunga saat Len masih berumur 9 tahun, Lenka menitikkan air matanya, haruskah Len meninggal karena dibunuh?... Kenyataan pahit yang harus diterimanya
Lenka memegangi sebuah foto, foto saat Len masih berumur 5 tahun, ia memeluk foto itu erat-erat, sebagai sang kakak, bukannya akan sangat sedih bila ditinggal oleh satu-satunya adik tersayang? Itulah yang dirasakan Lenka sekarang...
Rin? Ya, ia masih saja menangis, mengingat bahwa ia belum pernah berkencan dengan Len, perasaan menyesal dulu telah memutuskan Len hanya karena sebuah kesalah pahaman (Meski hal itu dapat dibenarkan)
'Jika kamu terlahir kembali... Kumohon... Jadilah milikku kembali...'
-Di sekolah-
RIN POV
13 February 2015 06:30
(Kibou no Hana masih berputar)
Bel sekolah telah berbunyi, kupandangi kursi dimana Len duduk, terdapat sebuah vas bunga diatasnya, aku memang masih sedih atas insiden ini, tetapi aku berusaha untuk tegar, meski ketiga teman Len masih saja menangis, CUL, wanita yang duduk di samping bangku Len terus memandangi vas bunga itu
Wanita berambut panjang pink bening mendekatiku, ia menundukkan diri sambil berkata
"Namaku IA, kakak Oliver, mohon maafkan kebodohan adikku, ia telah merenggut nyawa kekasihmu... Tapi sekarang saat aku mendengar insiden atas kematian Len Kagamine-san, aku langsung menyeretnya secara paksa untuk menyerahkan diri ke polisi... Mohon maaf atas kebodohan adikku... Andai aku berada di TKP saat peristiwa, sudah aku siksa adikku, dia memang gila sejak kecil..."
"I... iya,... Aku mengerti... Tidak perlu meminta maaf... Ini sudah kemauan kami-sama untuk mencabut nyawa Len... Aku juga tak bisa melakukan apa-apa..."
"Terimakasih... Sekali lagi mohon maaf, karena kebodohan adikku telah merenggut nyawa seorang yang amat berharga..."
"Iya..."
IA meninggalkanku dan duduk dikursinya, Miku, Piko, dan Kaito masih saja menangis, aku mendekatinya
"Miku, Piko, Kaito, sudah... Berhenti menangis...", seruku menenangkan mereka
"Bagaimana kami mau berhenti menangis? Len adalah sosok yang berharga bagi kami... HUWEEEEEEEE!", Miku malah menangis makin keras
Sesosok yang berharga?... Ya... Aku tahu... Dia memang sosok yang berharga... Sesosok pahlawan dihatiku... Pahlawan yang merelakan nyawanya demiku... Len... Kamu takkan pernah kami lupakan...
Tanpa sadar aku menangis, aku tatap langit yang cerah, kuhapus tangisku, aku tersenyum sambil berkata dalam hati
'Len... Kamu disana pasti senang bukan...? Tidak apa Len, tenang saja... Kamu tak usah kuatir tentangku... Aku akan selamanya mengingatmu... Aku takkan berhubungan dengan siapa-siapa meski kamu sudah meninggal...'
Aku merogoh saku tasku, kupegang sebuah jeruk, jeruk yang dulunya kulempar saat melihat Len sedang melakukan hal yang kotor, tak kusangka Len masih memegangnya meski pernah kulemparkan jeruk ini kekepalanya, aku bodoh... Aku tak menyadari bahwa ia memang benar-benar jujur padaku, aku malah mengatakan hal yang menyakitkan, aku tak memikirkan perasaan Len saat itu, kini aku menangis kembali, begitu banyak penyesalan yang terukir. Kupegang jeruk itu erat-erat sambil berkata
"Maafkan aku Len... Aku bodoh... Aku tak memikirkan perasaanmu... Aku layak sebagai wanita yang gagal..."
Kini aku mengerti, Len benar-benar menyukaiku sampai membolos pelajaraan sekolah demi menjengukku di rumah sakit untuk meminta ucapan maaf dan meminta balikan...
Len, andai hari itu dapat kembali...
Itsuka subete no koto ni chanto...
Kibou no hana ga saku youmi...
Kono basho kara... hajimeyou...
(Mari kita mulai disini dari sekarang
Suatu hari semuanya akan mekar bersama sebuah bunga harapan)
#Penggalan lirik Kibou no Hana – Chigusa Haruka (Arti diambil dari G**gle Translate lalu dibetulin dikit)
-Tamat-
Yare yare... It's so unexpected, ga nyangka rupanya Sad Ending. Karena Author buatnya sambil denger lagu yang galau Author jadi nangis, apalagi buat adegan Rin nangis karena ingat akan penyesalannya
Pesan Moral: Jangan sia-siakan ketulusan pacarmu, jangan pandang pacarmu dari segi harta. Sekaya apapun, takkan berguna bila tidak ada sebuah ketulusan dihatinya, jangan kayak Author, buat cerita love story kayak gini, tapi masih jomblo #JLEB
Maaf ending-nya pendek,... Yah, apalagi yang mau diceritain?... Dan, Len's Love Story/Ren no Ai no Monogatari, benar-benar berakhir, yippieeeeeeee... Sebuah cerita love story tergaje
Pertemuan tak sengaja hanya karena memberikan dompet yang terjatuh, akhirnya mereka temenan, awalnya awkward, ciuman secara tak sengaja, beberapa kejadian berlalu sampai akhirnya mereka pacaran, dan penyampaian cinta menjadi mudah hanya karena 'penyakit' yang tiba-tiba datang, masa SMA yang menyedihkan, mendapat paksaan dari seseorang yang menginginkan sang pacar, akhirnya berakhir dengan meninggalnya sang lelaki karena menolong sang pacar yang hampir terbunuh, padahal menjalani masa-masa di sekolah SMA cuma 4 hari, kok chapterbisa panjang yak? :v
Dan kalau masih ada yang bingung dengan fanfic gaje pertama ini bisa PM, kalau benar-benar kaga ngerti tanyain aja, jangan diem :v (Mengingat anak sekolah biasa kalau ditawarin nanya oleh guru pada diem hanya karena bener-bener ga ngerti #Author_banget)
Dan gomennasai ya... Author terpaksa buat death chara... Soalnya udah kejadian gitu, masa orang ketusuk piso sampe tembus dijantungnya masih idup? Harus logis dikit :D
Nanti Author nyoba buat fanfic baru lagi,... Entah fic one shot atau berchapter-chapter atau keduanya ntar... Yah... Who knows?
Author juga buru-buru nyelesaikannya sebelum kakak author yang kakoii #teflakkk pulang kerumah (Dia tinggal di asrama), tau dah, kalau udah kakak menginvasi, laptop pun dipakainya :v
Oke karena author sadar ini ud telat update karena kesalahan teknisi internet, jadi author mau update 2 chapter aja sekaligus... jadi boleh kok ngereview chapter 6 ama chapter 7 sekaligus, yg bukan anonim entar dibalas di review..
Bai bai at the next fanfic... Hope you all still remember me :)
