Hai! Ketemu lagi dengan Evil Red Thorn alias Evil dan juga Narator dan Erena!
NaratorErena: Hai
Ah, sebelumnya Evil mau memberitahu readers, bahwa di fic ini Xu Shu tidak akan mati di Chi Bi. Tapi dia akan tetap hidup. Fic ini Evil ambil dari jalur hypothetical-nya Shu di Dynasty Warriors 8. Jadi maaf yah kalau agak spoiler!
Oke, silahkan dilihat balasan reviewnya:
Aiko Ishikawa:
Evil: sepertinya sih ada yang suka sama Xu Shu... *lirik Yamahiku*
Yamahiku: *deathglare*
Evil: HIIIEEE! *ngumpet dibelakang Aiko*
Lu Xun: bakar bakar! *Tiba-tiba dateng*
Evil: yay! Bakar! *loncat-loncat gaje*
Thanks atas reviewnya!
Scarlet 'n Blossom:
Wah, wah, ternyata banyak sekali yah yang suka dengan Battle of Chi Bi!
Narator: saya juga suka dengan Battle itu. Soalnya itu battle dimana 3 kerajaan itu berperang.
Evil: hooo... hahaha... ketawa Scarlet-san mirip sekali dengan om Sima Yi! Apakah mungkin Scarlet-san itu mewarisi ketawa setannya om Sima Yi? *plak* Thanks atas reviewnya!
zhonghui kuran:
ahaha... daijobu ^ _ ^ hem... mungkin saja mereka adik-kakak yang terpisah... siapa kakaknya ya? Xu Huang? *ngacodotkom* Thanks atas reviewnya!
xtreme guavaniko:
hooo, Wa-san ternyata juga suka battle itu ya? Ternyata banyak sekali yah!
Yamahiku: Xu Shu... *khawatir*
Evil: EHM, EHM!
Yamahiku: diam kau, Author bodoh *lempar tombak ke Evil*
Evil: huwa! Fyuh, hampir saja kena... *menghindar*
Thanks atas reviewnya!
Dynasty Warriors are belongs to KOEI, not Evil
.
.
.
"... Dan begitulah caranya kita melawan Cao Cao. Apa ada hal yang masih kurang jelas?" jelas Tuan Zhuge Liang panjang lebar kepada kami semua. Sebenarnya, aku tidak mendengar penjelasannya karena... ada suatu hal yang sedang membuatku gelisah sedari tadi.
"Tidak, tidak ada" kata Tuan Liu Bei sambil menggelengkan kepalanya.
"Baiklah kalau begitu. Saya akan mengirimkan surat alisiansi ke Wu. Malam ini, kita akan menyerang Wei secara habis-habisan" kata Tuan Zhuge Liang yang dibalas dengan anggukan dari kami.
Rapat pun selesai. Semuanya kembali melakukan aktivitas mereka masing-masing. Ketika aku berniat untuk kembali ke kamarku,Tuan Liu Bei menepuk pundakku.
"Ah, Tuan Liu Bei. Ada yang bisa saya bantu?" tanyaku pada Tuan Liu Bei
"Yamahiku, saya ingin kamu untuk menerima ini" Tuan Liu Bei menyodorkan sebuah tombak kepadaku.
"... tombak?"
"Iya. Tombak yang pernah kau gunakan itu tidak sengaja kau tinggalkan di 'Eight Gates Formation' 'kan? Makanya, saya memberikan tombak baru untukmu. Tanpa senjata, nanti kau tak bisa ikut perang" Tuan Liu Bei pun tersenyum tulus ke arahku. Ya tuhan, andaikan aku punya ayah seperti dia, aku akan sangat senang...
"... Terima kasih banyak, Tuan Liu Bei" Aku membungkukkan badanku. Tak sadar, air mata menetes dari mataku.
"Ah, ma-maaf Tuan Liu Bei. Sa-saya pergi dulu" Aku langsung berlari menuju kamarku, meninggalkan Tuan Liu Bei yang masih kebingungan.
Sesampai di kamarku, aku menangis sekencang-kencangnya. Air mata apa ini? Air mata kesedihan atau air mata kesenangan? Aku tidak tahu. Padahal aku hanya berharap jika seandainya Tuan Liu Bei itu ayahku. Tetapi, tiba-tiba aku menangis. Aku tidak mengerti diriku sendiri.
"..." Aku menghapus air mataku, dan berjalan mendekati jendela kamarku. Aku membukanya perlahan-lahan. Langit yang biru mengingatkanku dengan ibu dan Ranmaru. Bagaimana dengan kabar mereka berdua yah?
TOK TOK!
"Nona Yamahiku? Anda ada di dalam?" Ah, itu suara Tuan Zhao Yun.
"Iya, tunggu sebentar" Aku menutup jendela dan berlari menuju pintu. Aku membuka pintu dan melihat Tuan Zhao Yun yang membawa tombaknya.
"Maaf kalau saya mengganggu anda. Anda sedang tidak sibuk 'kan? Maukah anda berlatih dengan saya sebelum berperang?" tawar Tuan Zhao Yun kepadaku.
"Tentu saja. Lagipula, aku juga sedang tidak sibuk" Aku mengambil tombakku dan kami berjalan keluar menuju halaman rumah Tuan Zhuge Liang dan mulai berlatih.
~ TIME SKIP ~
Tak terasa hari sudah menjelang sore. Aku dan Tuan Zhao Yun memilih untuk beristirahat sejenak.
"Nona Yamahiku-"
"Yamahiku saja"
"Baiklah, nona- maksud saya Yamahiku" Melihat Tuan Zhao Yun yang memilih untuk duduk daripada berdiri, aku pun mengikutinya.
"Yamahiku, anda tampak gelisah sejak tadi pagi. Apa ada suatu masalah yang menimpa anda?"
... Jackpot.
"..." Aku memilih untuk diam daripada menjawab pertanyaannya.
"Ah, maaf. Seharusnya saya tidak perlu tahu tentang hal privasi anda" kata Tuan Zhao Yun yang mulai berdiri dan mengulurkan tangannya kearahku.
"Mari kita masuk kedalam, Nona"
"... Sudah kubilang jangan pakai 'Nona'" Aku menerima uluran tangannya dan berdiri. Kami berdua pun akhirnya masuk kedalam rumah Tuan Zhuge Liang dan mulai bersiap-siap untuk berangkat ke Chi Bi.
Sementara yang lain sedang bersiap-siap, aku memilih untuk membaringkan diriku di atas kasur. Mungkin ini waktu yang tepat untuk tidur. Baru saja aku memejamkan mataku, ada yang mengetok pintu. Terpaksa aku harus bangun dan membukakan pintu.
"Ya... ah, Nona Yue Ying?" ternyata Nona Yue Ying yang mengetok pintu kamarku.
"Maaf kalau aku mengganggumu, Yamahiku. Sebentar lagi kita akan berangkat. Apa kau sudah siap?"
"Sudah"
"Baiklah, kalau begitu datanglah ke Ruang Tamu. Oke? Jangan lupa bawa senjatamu" kata Nona Yue Ying yang kemudian pergi menuju Ruang Tamu. Aku mengambil tombakku, dan bergegas menuju Ruang Tamu.
.
.
Sesampai di Ruang Tamu, semuanya sudah bersiap-siap. Lagi-lagi aku telat.
"Sekali lagi maaf. Aku telat lagi" kataku sambil membungkukkan badan.
"Hahaha... tidak apa. Semuanya sudah siap?" Tanya Tuan Liu Bei kepada kami semua. Kami pun mengangguk.
"Baiklah, mari kita berangkat menuju Chi Bi! Kita akan melawan Wei hingga titik darah penghabisan!" teriak Tuan Liu Bei penuh semangat. Kami pun bergegas menuju Chi Bi dengan menaiki kuda. Ini baru pertama kalinya aku menaiki kuda, jadi aku cukup takut.
"Jangan khawatir. Kuda ini jinak" kata Tuan Zhao Yun yang datang menghampiriku sambil menunggangi kudanya.
Aku mengelus-elus kuda milikku, yang langsung mengeluarkan suara ketika aku mengelusnya. Tanpa sadar, aku tersenyum ke arah kuda itu.
"Sepertinya ia menyukaimu" kata Tuan Zhao Yun yang memperhatikan kudaku dengan seksama.
"Tidak juga" Aku naik ke atas kudaku dan memegang tali di sekitar lehernya dengan erat agar aku tidak jatuh.
"Menuju Chi Bi!" teriak Tuan Liu Bei yang langsung membuat seluruh prajuritnya menggerakkan kuda mereka termasuk aku.
.
.
.
.
"Baik, kita sudah sampai di Chi Bi!" kata Tuan Liu Bei yang turun dari kudanya. Kami pun mengikutinya. Aku bisa melihat orang-orang yang mengenakan baju berwarna merah di sekitarku. Mereka pasti Wu.
"Kalau begitu, saya permisi dulu. Ada beberapa hal yang harus saya rundingkan dengan strategist Wu" lalu, Tuan Zhuge Liang pun pergi menghampiri kedua pria yang sedang berdiri tidak jauh dari kami.
"jadi... ini yang namanya Chi Bi..." gumamku ketika melihat pemandangan yang ada di depanku.
"... tempat dimana aku bertemu dengan..." aku berhenti bergumam dan menatap ke arah langit yang gelap. Aku pun menghela napas.
Apa yang harus kulakukan bila aku bertemu dengannya? Membiarkannya hidup, atau... membunuhnya?
... Aku bingung.
A/N:
Yo, yo, minna! *muncul ala rapper* maaf kalau apdetnya lama! Mudah-mudahan kalian senang dengan chapter ini! Jangan lupa review yah! Sayonara! *terbang*
