We Got Married

KyuMin

.

Rate T

.

Warning : Typo(s), Yaoi, Boys Love

.

DON'T LIKE, DON'T READ

.

Chap 7

.

.


Sehari sebelum konser Kyuhyun..

.

"Hey ! Kenapa kau melamun ?" tanya Sungmin yang mendapati Kyuhyun tengah duduk di balkon atas sambil terdiam memandang langit.

Kyuhyun kaget dengan kedatangan Sungmin.

"Aish.. Kau membuatku kaget, lagipula siapa yang sedang melamun ?" kilah Kyuhyun.

Sungmin duduk disamping Kyuhyun.

"Memandang langit sambil terdiam, apa itu bukan melamun namanya ?" tanya Sungmin.

"Aish.. Aku bukan sedang melamun, tapi aku sedang memikirkan konser besok." jawab Kyuhyun.

"Memangnya kenapa ? Kau grogi ?" tanya Sungmin.

"Hmm.. Ya.. Sedikit." jawab Kyuhyun.

Sungmin tersenyum, lalu menghadap Kyuhyun.

"Baiklah. Aku akan memberimu kekuatan." ucap Sungmin yakin.

"Kekuatan ? Memangnya kau siapa ? Peri ?" ledek Kyuhyun.

"Ishh.. Sudah, ikuti perintahku saja." Sungmin menghadapkan tubuh Kyuhyun agar menghadapnya.

Dengan malas – malasan, Kyuhyun mengikuti perintah Sungmin.

Sungmin memegang kedua pipi Kyuhyun lalu mendekatkan wajah Kyuhyun ke wajahnya.

Entah mengapa, mereka berdua seperti terhipnotis melihat wajah satu sama lain.

Jarak mereka pun semakin menipis dan semakin mendekat.

Tidak ada yang mau menghentikan ataupun melepas keadaan ini.

Tiba – tiba..

"Minnie ! Kau mau kubuatkan kopi ?" Teuki datang tiba – tiba dan mengagetkan KyuMin.

Ketika melihat adegan KyuMin yang saling berdekatan dan seperti ingin berciuman, Teuki pun merasa tidak enak.

"Ups ! Maaf.. Aku pikir sekarang kau tidak butuh kopi, Minnie-ya." Teuki akhirnya berlalu pergi dari balkon.

Kyuhyun dan Sungmin langsung menjauhkan wajah mereka masing – masing.

"Ma..maaf." ucap Sungmin terbata.

"Tidak apa – apa, Ming." balas Kyuhyun.

Suasana mendadak canggung.

"Ah ! Aku ada cara lain untuk memberimu semangat dan kekuatan." ucap Sungmin memecah kecanggungan antara mereka.

"Apa itu ?" tanya Kyuhyun yang setengah tidak tertarik.

"Kepalkan tanganmu, lalu bilang pada dirimu sendiri 'Hwaiting ! Aku pasti bisa ! Aku akan mengalahkan mereka semua !'." ucap Sungmin semangat.

Kyuhyun mengernyitkan dahinya.

"Mengalahkan ? Tapi aku tidak sedang berkompetisi." protes Kyuhyun.

Sungmin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Ah.. Iya.. Aku lupa.. Kau hilangkan saja bagian 'Aku akan mengalahkan mereka semua'.. Mudah kan ?" usul Sungmin.

Kyuhyun tertawa melihat tingkah Sungmin.

"Terima kasih ya." ucap Kyuhyun sambil tersenyum.

"Terima kasih untuk apa ? Aku tidak merasa melakukan apa – apa." balas Sungmin.

"Terima kasih karena kau telah memberiku semangat dan kekuatan." kata Kyuhyun sambil mengelus halus rambut Sungmin.

"Syukurlah kalau begitu. Besok kau harus menampilkan yang terbaik ! Kau lupa kalau aku adalah fans-mu yang nomor satu ?!" goda Sungmin.

Kyuhyun tertawa.

"Baiklah. Demi fans-ku yang nomor satu ini, aku akan menampilkan yang terbaik untuk konser besok." ucap Kyuhyun sambil terkekeh.

"Tapi, Kyu. Besok aku ada jadwal latihan musikal. Jadi mungkin aku akan sedikit terlambat datang ke konsermu, tidak apa – apa kan ?" tanya Sungmin.

"Tidak apa – apa, Ming. Aku tahu, belakangan ini kau sangat sibuk." jawab Kyuhyun.

"Tapi tenang saja, aku akan tetap menonton idolaku !" seru Sungmin sambil mengacungkan jempolnya.

.

.


Hari Konser Kyuhyun.

"Semuanya sudah siap ?" tanya sang pengarah acara.

"Siap !" jawab para kru yang bertugas.

Tapi sang pengarah acara tidak mendengar suara Kyuhyun.

"Kau kenapa ? Kau tidak menjawabku, kau tidak memperhatikanku ?" tanya pengarah acara pada Kyuhyun.

"Hmm.. Maaf.. Aku sedang menunggu seseorang." jawab Kyuhyun.

"Tidak apa – apa.. Tapi kau harus serius, Kyu.. Ini sangat berarti untukmu dan untuk kita semua. Kita sudah berjuang keras untuk melakukan semua ini. Aku harap kita bisa bekerja sama." jelas sang pengarah acara.

"Ya. Aku mengerti." jawab Kyuhyun penuh semangat.

Setelah itu, kru yang lain bersiap – siap.

Kyuhyun gelisah dari belakang panggung dan melihat kursi yang seharusnya ditempati Sungmin dan Teuki masih kosong.

"Kyu, kau lihat apa ?" tanya Kangin.

"Aku melihat penonton, hyung. Ramai sekali. Aku jadi gugup." jawab Kyuhyun.

"Kau bisa, Kyu !" Kangin memberi semangat.

"Terima kasih, hyung." balas Kyuhyun.

Kangin menepuk punggung Kyuhyun.

"Hyung, Sungmin dan Teuki hyung belum datang ?" tanya Kyuhyun.

"Oh ? Mereka belum datang ? Aku rasa, Sungmin masih ada jadwal latihan musikal." jawab Kangin.

"Terima kasih, hyung." balas Kyuhyun.

Lalu, Kangin pergi menyiapkan peralatan panggung.

.

.

.


Kyuhyun memulai konsernya.

Sebagai pembukaan, Kyuhyun bernyanyi sambil menari dengan diiringi oleh penari latar.

Terdengar riuhan tepuk tangan dari penonton.

Kyuhyun menyanyi dan menari dengan sangat bagus.

Meskipun begitu, Kyuhyun menyimpan kekhawatiran karena Sungmin belum juga datang.

.


Disisi lain..

"Bagaimana ini, hyung ? Kita akan terlambat ke konsernya Kyuhyun." keluh Sungmin.

Sungmin menghampiri Teuki sebentar ingin memberitahu bahwa Sungmin harus mengajari para hoobae-nya.

"Aishh.. Kalau itu permintaan sutradara, aku akan membiarkanmu melatih mereka. Tapi ini kan yang meminta adalah hoobae-mu itu, siapa namanya ? Kim.. Kim Saeun." omel Teuki.

"Tapi aku kasihan melihat mereka, hyung. Mereka sulit mendalami peran, terutama Saeun." jelas Sungmin.

"Terserah kau. Sekarang kau yang pilih, Kyuhyun atau Saeun. Lagipula Saeun itu menyukaimu, pasti itu hanya alasan dia saja agar bisa terus denganmu." ucap Teuki sambil menyilakan tangan didadanya.

Sungmin bingung.

"Benarkah ? Dia menyukaiku ?" tanya Sungmin.

Teuki hanya mengangguk sebagai jawaban.

Sungmin berpikir.

"Baiklah. Kita ke konser Kyuhyun. Aku akan berpamitan dengan mereka." Sungmin langsung menuju ruangan latihan lagi.

Teuki hanya tersenyum.

.

Tak lama kemudian, mereka pun berangkat menuju tempat konser Kyuhyun.

.


.

Kyuhyun sudah menyanyikan 5 lagu, tapi Sungmin belum juga datang.

.

'Aishh.. Kemana kelinci itu ?' batin Kyuhyun.

.

"Terima kasih untuk kalian yang telah menyempatkan waktunya untuk menonton konserku. Ini adalah konser comeback untukku. Apakah kalian merindukanku ?" teriak Kyuhyun.

"Yaaaaaaaa~" teriakan para fans menggema di seluruh ruangan.

"Terima kasih.. Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih pada kalian. Aku akan bernyanyi lagi untuk kalian." Kyuhyun pun bersiap – siap untuk bernyanyi lagi.

Kali ini, lagu yang dibawakan adalah 'Saranghagi Ttaemune (Because Of Love)'.

Ketika Kyuhyun sedang bernyanyi, Sungmin dan Teuki datang dan langsung menempati tempat duduk sesuai nomor tiket yang diberikan Kyuhyun.

Kyuhyun melihat Sungmin dari jauh, Kyuhyun tersenyum tanpa dia sadari.

.

"Aahhh.. Akhirnya aku bisa menonton konser Kyuhyun secara langsung, hyung." ucap Sungmin senang.

"Haha.. Iya, biasanya kan kau hanya menonton lewat DVD." goda Teuki.

"Suara Kyuhyun memang sangat bagus, hyung. Merdu sekali." ucap Sungmin sambil memejamkan matanya.

.

"Lagu ini aku persembahkan untuk pasanganku, Lee Sungmin. Kau akan selalu menjadi fans nomor satu di hatiku." ucap Kyuhyun.

"Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ~~~~~~." teriak para fans Kyuhyun.

Sungmin tersipu malu.

Beberapa kamera media menangkap keberadaannya dan langsung mengambil gambar Sungmin.

"Kyaaaaaa ~ Kyuhyun oppa romantis sekali !" teriak para fans.

Kyuhyun pun bernyanyi lagi.

.

Ketika mereka sedang menikmati suara Kyuhyun, Sungmin mendengar suara bisik – bisik.

"Coba kau lihat Lee Sungmin itu, apa dia pantas untuk Kyuhyun oppa ? Wajahnya sih manis untuk ukuran namja, tapi tetap saja Luna yang paling pantas untuk Kyuhyun oppa. " ucap seorang gadis di belakang Sungmin dan Teuki.

"Sudahlah.. Kita kan sedang menonton Kyuhyun oppa. Kita fokus saja padanya." ucap teman di sebelahnya.

Dua orang gadis itu tidak tahu kalau Sungmin mendengarkan pembicaraan mereka.

"Hyung, mereka membicarakanku." bisik Sungmin pada Teuki.

"Aku tahu, Minnie." balas Teuki.

"Pasti Sungmin itu yang mengejar Kyuhyun oppa untuk menjadi pasangannya di WGM. Aku yakin, pasti dia yang menyuap pihak WGM untuk memasangkan dia dengan Kyuhyun oppa. Cih." gadis itu terus berkata hal yang negatif tentang Sungmin.

Sungmin mengepalkan tangannya.

"Aku tidak tahan, hyung. Aku ingin pulang." bisik Sungmin.

Sungmin berdiri dan melewati gadis – gadis itu menuju pintu keluar.

Teuki menyusulnya dari belakang.

"Kau seharusnya bisa menjaga mulutmu, gadis kecil. Kalau kau namja, sudah kuhajar kau disini." Teuki memperingatkan gadis – gadis tersebut.

.

Kyuhyun melihat Sungmin yang melangkah ke pintu keluar pun heran.

.

'Kenapa dia keluar sebelum konser selesai ?' batin Kyuhyun.

.

Kyuhyun ingin sekali mengejar Sungmin, tapi Kyuhyun masih harus melanjutkan konsernya.

.

.


Apartemen KyuMin.

"Hahhhh.. Akhirnya sampai juga di rumah." Sungmin menghempaskan tubuhnya di sofa.

Teuki mengambil minuman dari kulkas.

"Minumlah." Teuki memberikan minum pada Sungmin dan duduk di sebelah Sungmin.

"Hahhh.. Kalau saja bocah tadi bisa menutup mulutnya, pasti kita masih mendengar Kyuhyun bernyanyi." keluh Teuki.

"Iya hyung. Apa Kyuhyun tahu kita pulang sebelum acara selesai ?" tanya Sungmin.

"Hmm.. Mungkin dia tahu. Soalnya, selama dia bernyanyi matanya itu selalu melihat ke arahmu, Minnie." jawab Teuki.

Wajah Sungmin langsung memerah.

"Yang benar saja, hyung. Fans-nya Kyuhyun itu banyak sekali, jadi mana mungkin dia hanya melihat ke arahku ?!" Sungmin salah tingkah.

"Hahahaha.. Aku suka melihatmu malu seperti ini, Minnie.. Hahahahaha." Teuki tertawa terbahak – bahak.

"Kau selalu menggodaku, hyung. Ya sudah, aku istirahat saja di kamar." Sungmin langsung menuju kamar.

"Ya ! Masa' begitu saja kau marah ? Minnie-ya ! Mau kemana kau ?" teriak Teuki.

Tapi, Sungmin seakan – akan tidak mendengar Teuki dan terus berjalan menuju kamar.

.

.

.


Seusai konser..

"Terima kasih, kalian sudah bekerja keras. Konser ini akhirnya sukses. Terima kasih untuk kalian semua " ucap sang pengarah acara.

"Aku juga berterima kasih pada kalian semua.. Kalau tidak ada kalian, konser ini tidak akan berjalan lancar.. Terima kasih." Kyuhyun membungkuk berterima kasih pada para kru dan staff.

Setelah itu, Kyuhyun dan Kangin pun pulang.

.

.


Apartemen

"Sungmin mana, Teuki hyung ?" tanya Kyuhyun sepulang dari konser dan melihat Teuki yang sedang menonton televisi.

"Ada di kamar." jawab Teuki.

Kyuhyun langsung menuju ke kamar.

"Ada apa, Kyu ? Kenapa wajahmu begitu ? YA ! Jawab aku !" teriak Teuki.

Lalu, Kangin pun masuk.

"Kangin-ah, Kyuhyun kenapa ? Kenapa wajahnya kesal begitu ?" tanya Teuki.

"Kyuhyun kesal pada kalian, karena kalian meninggalkan venue saat konser belum selesai." jawab Kangin.

"Aishh.. Kekanakan !" gerutu Teuki.

"Kami meninggalkan venue itu ada alasannya." jelas Teuki.

Lalu Teuki menjelaskan kejadiannya pada Kangin.

.

.


Kamar

Kyuhyun melihat Sungmin berbaring di tempat tidur dengan selimut sebatas bahu.

"Bangun, Ming." Kyuhyun membangunkan Sungmin.

Kyuhyun benar – benar emosi saat ini.

Biasanya, Kyuhyun tidak akan tega membangunkan Sungmin yang sedang tidur.

"Hm ? Ada apa, Kyu ? Kau sudah pulang ? Bagaimana konsernya ?" tanya Sungmin dengan nada serak sambil mengusap matanya.

Kyuhyun menghela nafas.

"Semuanya berantakan gara – gara kau ! Kenapa kau meninggalkan venue ? Konser kan belum selesai.. Seenaknya saja kau meninggalkan venue konser. Kau tahu ? Aku menunggumu ! Konsentrasiku hilang dan itu semua gara – gara kau ! Aku tidak apa – apa kau datang terlambat, tapi kenapa kau harus meninggalkan venue ? Kau membuatku kecewa, Ming." marah Kyuhyun.

"Kyu." gumam Sungmin.

.

'Bagaimana ini ? Apa aku harus cerita yang sebenarnya terjadi ? Tapi nanti, Kyuhyun akan kecewa pada penggemarnya yang telah menghinaku tadi. Bagaimana ini ?' batin Sungmin.

.

Sungmin terdiam dan terus berpikir.

"Kenapa diam ? Hah ? Aku malas berada disini !" Kyuhyun keluar dari kamar.

"Kyu !" panggil Sungmin.

Tapi, Kyuhyun terus berjalan seolah tidak mendengar Sungmin.

"Maaf, Kyu. Maafkan aku. Seandainya aku bisa menahan emosiku, aku pasti tidak akan meninggalkan venue konser lebih awal. Bodoh ! Sungmin bodoh !" Sungmin terus menyalahkan dirinya sendiri.

.

.


Kyuhyun menenangkan diri di taman dekat apartemen dan duduk di sebuah ayunan.

"Masih memikirkan Sungmin ?" tanya Teuki yang tiba – tiba datang membawakan segelas kopi untuk Kyuhyun.

"Terima kasih, hyung." jawab Kyuhyun sambil menerima kopinya.

"Aku tadi mendengar kau berteriak pada Sungmin. Apa kau ingin tahu kenapa aku dan Sungmin meninggalkan venue lebih awal ?" tanya Teuki.

Kyuhyun mengangguk.

"Tapi kau harus janji ! Setelah aku bercerita, kau tidak boleh membenci siapapun." ucap Teuki.

Kyuhyun mengernyit.

"Kau membuatku penasaran, hyung. Kenapa permintaanmu aneh sekali ?" tanya Kyuhyun tidak mengerti.

"Aishhh.. Berjanjilah ! Kau ingin tahu tidak ?" tanya Teuki.

"Baiklah, aku berjanji." jawab Kyuhyun akhirnya.

Teuki tersenyum.

"Baiklah, aku akan bercerita." jelas Teuki.

Lalu Teuki menjelaskan kejadian di venue konser tadi.

.

.

"Begitu ceritanya, Kyu. Sebenarnya, Sungmin menyuruhku untuk tidak menceritakan ini padamu. Sungmin takut kalau kau akan membenci fans-mu nanti. Tapi, aku tidak tahan mendengarmu membentak Sungmin tadi." jelas Teuki.

"Maaf hyung. Bodohnya aku. Dia bahkan memikirkan fans-ku. Ya Tuhan, apa yang aku lakukan ?" Kyuhyun menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

"Sebaiknya kita pulang, Kyu. Semakin malam, udara disini semakin dingin. Kau juga bisa meminta maaf pada Sungmin." ajak Teuki.

"Tapi, pasti Sungmin sudah tidur, hyung." ucap Kyuhyun.

"Kalau begitu, besok pagi." balas Teuki sambil tersenyum.

Akhirnya mereka pulang ke apartemen.

.

.


Sesampainya di apartemen, Teuki kembali ke unit dimana dia dan Kangin tidur. Sedangkan Kyuhyun, langsung menuju kamar.

Kyuhyun berbaring di tempat tidur tepat di sebelah Sungmin. Posisi Sungmin adalah membelakangi Kyuhyun.

Kyuhyun menengadahkan wajahnya menghadap ke atas.

"Maafkan aku, Ming. Aku terlalu emosi tadi. Aku benar – benar minta maaf. Teuki hyung sudah menceritakan semuanya padaku." Kyuhyun bermonolog sambil melihat langit – langit.

GREP

Sungmin langsung memeluk Kyuhyun.

"Ming ! Kau belum tidur ?" tanya Kyuhyun kaget.

"Hiks.. Maafkan aku, Kyu." jawab Sungmin sambil menangis.

Kyuhyun mengangkat dagu Sungmin dan melihat wajah Sungmin yang penuh air mata.

"Aigoo.. Maafkan aku, Ming. Sudah ya, kau jangan menangis lagi." ucap Kyuhyun merasa bersalah.

Kyuhyun menghapus air mata Sungmin.

"Ini semua salahku, Kyu. Maafkan aku." Sungmin terus menyalahkan dirinya.

"Tidak, Ming. Aku yang harusnya minta maaf padamu." Kyuhyun memeluk Sungmin sambil menghirup wangi tubuh Sungmin lewat ceruk lehernya.

Kyuhyun menenangkan Sungmin dengan menepuk punggung Sungmin pelan dan membisikkan kata 'maaf'.

Setelah Sungmin tenang, Sungmin melepas pelukannya.

"Kyu ?" panggil Sungmin.

"Hm ?" balas Kyuhyun.

"Siapa itu Luna ?" tanya Sungmin.

"Hm ? Luna ? Kau tahu dari mana nama itu ?" tanya Kyuhyun balik.

"Ishh.. Jawab aku." rengek Sungmin.

"Aishh.. Aku lelah, Ming. Besok saja ya aku menjawabnya." jawab Kyuhyun.

"Ishh Kyu ! Aku sedang bertanya.. Cepat jawab !" rengek Sungmin lebih kencang.

"Besok saja, Ming. Aku lelah." balas Kyuhyun.

Sungmin kalah.

Sungmin berpikir, kalau dia terus merengek seperti itu Kyuhyun akan kesal padanya lagi.

"Ahhh.. Nyaman sekali memelukmu seperti ini ketika tidur." Kyuhyun memeluk Sungmin seperti sedang memeluk guling.

Sungmin tersenyum.

"Kau suka memelukku seperti ini ?" tanya Sungmin.

Kyuhyun mengangguk.

.

'Aku juga suka dipeluk olehmu, Kyu. Kau begitu hangat dan nyaman.' batin Sungmin.

.

"Aishh.. Kenapa aku berpikir seperti itu ?" gumam Sungmin.

"Kau kenapa, Ming ?" tanya Kyuhyun.

"Ah ? Ti-tidak. Kau tidurlah, Kyu. Kau pasti sangat lelah." jawab Sungmin.

Kyuhyun mengangguk sambil tersenyum, lalu mencium kening dan kelopak mata Sungmin.

"Selamat tidur." ucap Kyuhyun sambil menutup matanya.

"Selamat tidur, Kyu." balas Sungmin.

Sungmin menatap wajah Kyuhyun yang tertidur.

"Wajahnya damai sekali. Kau pasti sangat lelah." Sungmin menyentuh wajah Kyuhyun dengan jari – jari lentiknya.

Entah keberanian dari mana, Sungmin mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun. Lalu, Sungmin mencium bibir Kyuhyun singkat.

CHU~

Sungmin tersenyum sambil memegang bibirnya.

"Selamat tidur, Kyuhyun." Sungmin ikut terlelap di pelukan Kyuhyun.

.

.

.


Keesokkan harinya…..

TOK

TOK

TOK

Suara ketukan pintu apartemen.

"Biar aku yang buka." Kangin menuju pintu dan membukanya.

Ternyata yang datang adalah Hangeng.

"Apa kabar semuanya ?" sapa Hangeng.

Kangin, Teuki, Sungmin dan Kyuhyun pun membungkuk hormat.

"Sedang sarapan rupanya." ujar Hangeng.

"Kau sudah sarapan, hyung ?" tanya Kyuhyun.

"Sudah. Aku kesini untuk memberitahu jadwal kalian." jawab Hangeng sambil duduk bersama di meja makan.

Yang lain pun serius menanggapi Hangeng.

"Begini. Hari ini kita ke pulau Jeju dan pulau Nami untuk foto pernikahan Kyuhyun dan Sungmin." jelas Hangeng.

"APA ?! Kenapa mendadak sekali ?" tanya Kyuhyun dan Sungmin berbarengan.

"Aishh.. Ini juga perintah produser." jawab Hangeng.

"Baiklah. Kami akan mempersiapkan semuanya." ucap Teuki.

"Ya. Aku juga akan menyiapkan segala sesuatunya." sahut Kangin.

Hangeng menatap Kyuhyun dan Sungmin.

"Bagaimana dengan kalian berdua ?" tanya Hangeng.

"Baiklah. Kami akan bersiap – siap." jawab Kyuhyun dan Sungmin.

"Kita akan berada disana selama seminggu. Aku tunggu kalian di bandara 2 jam lagi. Selamat berkemas !" ucap Hangeng sambil berlalu pergi.

.

.


Kyuhyun dan Sungmin mempersiapkan barang – barang mereka. Kangin dan Teuki juga sibuk mempersiapkan segala sesuatunya.

"Kau sudah membawa semuanya, Kangin-ah ?" tanya Teuki.

"Sudah hyung." jawab Kangin.

Kangin, Teuki, Sungmin dan Kyuhyun sedang berada di ruang tamu dengan koper – koper mereka.

"Aku bawa tasku saja ya, hyung. Sisanya kau yang bawa." ucap Sungmin pada Teuki.

"Baiklah." Jawab Teuki.

Teuki membawa koper berisi baju – baju dan sepatu Sungmin. Koper itu cukup berat. Teuki agak sulit membawanya. Ketika Teuki coba membawa koper itu, tubuh Teuki limbung dan Kangin yang melihatnya pun langsung sigap menolong Teuki.

BRUKK

Kopernya terjatuh.

Tubuh Teuki juga ikut kehilangan keseimbangan.

HUPP *bunyinya gak bagus*

Tubuh Teuki jatuh tepat di pelukan Kangin.

Seketika mereka bertatapan.

Entah perasaan apa namanya sehingga mereka tak ingin momen ini cepat berlalu.

.

Kyuhyun dan Sungmin yang melihat itu langsung berdehem.

"Ekhem !" dehem Sungmin dan Kyuhyun.

Spontan Kangin dan Teuki melepas pelukan mereka.

Kangin dan Teuki langsung memalingkan wajah mereka.

"Hmm.. Aku akan membawa koper – koper ini ke mobil." Kangin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil membawa koper di kedua tangannya.

"Aku akan memeriksa barang – barang di kamar, siapa tahu ada yang tertinggal." Teuki berjalan menunduk untuk menutupi rasa malunya.

"Aishh.. Dua orang itu." gumam Kyuhyun.

"Kenapa ?" tanya Sungmin ketika mendengar gumaman Kyuhyun.

"Tidak apa – apa. Aku hanya heran saja dengan mereka. Teuki hyung menyukai Kangin hyung kan ?" tanya Kyuhyun memastikan.

Sungmin mengangguk.

"Kau sudah janji untuk merahasiakannya." bisik Sungmin sambil menaruh jari telunjuknya di bibir Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum kecil melihat tingkah Sungmin.

"Ya. Aku mengerti." jawab Kyuhyun malas.

.

.


Bandara

Setelah mereka sampai di bandara, mereka bertemu dengan Hangeng dan langsung mengurus keberangkatan mereka.

Tak lama kemudian, mereka pun naik pesawat. Kyuhyun duduk di sebelah Sungmin, Teuki duduk di sebelah Kangin. Tak terkecuali sang sutradara dan produser, Hangeng dan Kim Heechul.

.


pesawat

Kyuhyun sedang asyik memainkan PSP-nya, sedangkan Sungmin duduk termenung sambil melihat pemandangan lewat jendela.

.

'Apa aku harus menanyakannya sekarang ? Ah ! Tidak – tidak.. Tapi aku penasaran sekali.' batin Sungmin.

.

Sungmin melihat Kyuhyun yang sedang asyik memainkan PSP-nya.

"Kyu." panggil Sungmin.

"Hm ?" sahut Kyuhyun tanpa melihat ke arah Sungmin.

"Aku ingin bertanya sesuatu padamu." ungkap Sungmin.

"Bertanya apa ? Aishh.. Aku kehilangan jejak musuh." balas Kyuhyun.

"Kyu ! Aku sedang bicara padamu !" seru Sungmin sambil mengerucutkan bibirnya.

Kyuhyun memejamkan matanya ketika layar PSP-nya terdapat tulisan "YOU LOSE !".

Kyuhyun lalu menghadap Sungmin.

"Ada apa Ming ? Kau membuatku kalah." keluh Kyuhyun.

"Ish.. Tapi aku kan sedang berbicara padamu. Harusnya kau melihatku saat sedang berbicara." ucap Sungmin.

"Aishh.. Sekarang aku sudah melihatmu, ada apa ?" tanya Kyuhyun malas.

"Aku ingin bertanya.. Siapa itu… Luna ?" tanya Sungmin hati - hati.

Kyuhyun mengernyitkan dahinya.

"Hm ? Luna ? Aigoo.. Aku kira kau ingin bertanya apa." Kyuhyun duduk sambil meregangkan tubuhnya.

"Jawab aku, Kyu~~." rengek Sungmin.

"Kau benar – benar ingin tahu siapa dia ?" tanya Kyuhyun.

Sungmin mengangguk dengan sangat antusias.

Kyuhyun tersenyum kecil melihat tingkah Sungmin.

"Aku mengantuk, Ming." ucap Kyuhyun.

"YA ! Jawab dulu pertanyaanku, Kyu !" seru Sungmin.

"Nanti saja ya, aku menjawab pertanyaanmu." Kyuhyun menggoda Sungmin.

"Ishh.. Kau menyebalkan ! Tidur saja sana !" Sungmin kembali duduk menghadap jendela sambil menggumam tidak jelas.

"Aigoo.. Uri Sungminnie sedang merajuk.. Lucu sekali." goda Kyuhyun.

"Diam kau !" sahut Sungmin.

Kyuhyun memeluk Sungmin dari belakang dan menaruh kepalanya di bahu Sungmin.

"Luna itu mantan kekasihku. Sudah terjawab pertanyaanmu ?" jelas Kyuhyun.

Sungmin mengangguk kaku.

"Mantan ?" tanya Sungmin sambil berbalik menghadap Kyuhyun.

"Ya. Dia mantan kekasihku. Dia sangat cantik dan baik." jawab Kyuhyun.

"Lalu.. Kenapa kalian berpisah ?" tanya Sungmin.

"Kenapa ya ? Kenapa kau ingin tahu ?" Kyuhyun bertanya kembali pada Sungmin.

"Ah ? Hmm.. Itu.. Aku.. Aku hanya ingin tahu saja." jawab Sungmin terbata – bata.

Kyuhyun tersenyum.

"Kau lucu sekali. Apa kau cemburu ?" tanya Kyuhyun.

"Apa ? Cemburu ? Yang benar saja ?! A-aku tidak mungkin cemburu padamu." jawab Sungmin.

Kyuhyun tertawa melihat Sungmin yang salah tingkah, membuat Kyuhyun ingin terus menggodanya.

.

.


"Bagaimana hubunganmu dengan Yoonji, Kangin-ah ?" tanya Teuki.

"Begitulah.. Yoonji jarang menghubungiku sekarang." jawab Kangin.

Teuki hanya mengangguk mengerti.

"Lalu, bagaimana hubunganmu dengan Sora ? Apa berjalan lancar ?" tanya Kangin.

"Aku sudah putus dengannya." jawab Teuki singkat.

"Putus ? Kenapa ?" tanya Kangin.

"Hmmm.. Karena aku menyukai orang lain." jawab Teuki sambil tersenyum.

"Benarkah ? Siapa orang itu, hyung ?" tanya Kangin.

Teuki hanya tersenyum sebagai jawabannya.

"Ah.. Senyumanmu tidak menjawab pertanyaanku, hyung." kesal Kangin.

.

.


"Lihatlah kedua pasangan itu ! Mereka seperti sedang dalam perjalanan berbulan madu." keluh sang produser kepada sang sutradara.

"Kau iri pada mereka ?" tanya Hangeng.

"Menurutmu ?" jawab Heechul kesal.

"Kenapa kau iri pada mereka ? Kan kita memang sedang dalam perjalanan bulan madu." goda Hangeng sambil mencium pipi Heechul.

"Aishh.. Jangan menggodaku ! Atau aku tidak akan membiarkanmu bekerja besok." ancam Heechul.

Hangeng terkekeh sambil mengecup bibir Heechul.

Sepertinya Hangeng tidak peduli dengan ancaman Heechul.

.

.

.

TBC / end ?