Pertanyaan yang sempat saya tanyakan kemarin akhirnya terjawab di episode ini! Yang menyatakan adalah… Dilihat dari judulnya pasti udah tahu! Well, check it and pm or review please! :D

YANG PUNYA HARVEST MOON BUKAN AKU,

AKU HANYA SEORANG FANS YANG MEMBUAT CERITA TENTANG TOKOHNYA.

Harvest Moon More Friends of Mineral Town: Claire X Cliff Chapter 1, Episode 7: Kai's Confession

Sejak hari itu, hari dimana Cliff mengundang Claire untuk menonton kembang api bersama-sama, Claire berpikir bahwa hari itu adalah salah satu hari yang membahagiakan dalam hidupnya.

Claire selalu nampak bahagia sejak hari itu. Tapi kadang, Claire berpikir, mengapa dia sebahagia ini? Cliff hanya mengajaknya menonton? Mungkin hanya sebagai teman? Yah, walaupun begitu Claire tetap senang memikirkannya.

Rasa tidak sabar Claire semakin menggebu karena hari ini tanggal 23 musim panas. Itu berarti, perayaannya besok! Pagi ini, Claire seperti biasanya mengecek kotak suratnya. Ternyata ada 3 pucuk surat di dalamnya. (Dari dulu bingung dah… Siapa sih yang jadi tukang pos? Kalau di Harvest Moon 64 ada Harris… Tapi disini Harris jadi polisi…)

Surat pertama adalah surat dari Mayor Thomas tentang festival besok(rajin amat dah!). Claire pun tersenyum dan bergumam:

"Memang walikota yang baik, sampai-sampai mengirimkan surat untuk setiap warganya"

Ketika melihat surat kedua, ada label Supermarket di depannya.

"Ini pasti surat pemberitahuan ada stok baru"

Persis. Surat itu memberitahukan bahwa Supermarket telah menyediakan bibit musim gugur(kecepetan!). Claire tersenyum dan melipat kedua surat tersebut dan memasukkannya ke dalam tasnya. Claire melihat ke surat ketiga.

"Dari siapa ya?"

Claire memperhatikan amplop itu. Warnanya putih, dan ada namanya tercantum di depannya. Karena merasa surat itu penting, dia memasukkannya ke dalam rumah.

Di dalam rumah, Claire duduk di kasurnya dan perlahan-lahan membuka surat itu. Isinya adalah:

Kepada Claire,

Ada sesuatu yang ingin kubicarakan. Tolong datang ke pantai saat jam 1 siang. Aku harap kamu akan datang.

Kai

Ternyata dari Kai… Tapi, apa maksudnya?" tanya Claire pada dirinya sendiri.

Setelah semuanya selesai, dan jam menunjukkan jam 1 siang, Claire pergi ke pantai. Di tengah jalan, Cliff melihat Claire. Entah dasar apa, Cliff jadi penasaran dan mengikutinya.

Sesampainya di pantai, Claire melihat Kai sedang menatap laut. Claire segera menghampirinya. Sedangkan bersembunyi(udah berapa kali sih kamu ngumpet Cliff,,,, - _ -').

"Kai, ada apa kamu memanggilku pakai surat segala?" tanya Claire.

Kai menoleh ke Claire dan menatapnya dengan mata serius. Claire segera berdiri di samping Kai.

"Kai…?"

"Claire?"

"Ya?"

"Aku memanggilmu untuk menceritakan sesuatu dan menanyakan beberapa hal" jawabnya tanpa menoleh pada Claire.

"Claire… Kamu pasti sudah tahu sebentar lagi musim panas akan berakhir dan aku harus pulang"

Claire menganggukan kepalanya.

"Dan… Selama musim panas tahun ini… Seperti biasa, yang makan di kedaiku sangat sedikit…" kata Kai sambil menghela nafas.

"Aku tahu banyak orang di kota ini yang membenciku. Tapi, Claire kamu tidak membenciku kan?"

"Tentu saja tidak Kai" jawab Claire yakin.

"Dan Claire…" Kai menoleh ke Claire. Claire pun menoleh kepadanya.

"Maukah kamu menonton kembang api bersamaku?"

Deg! Muka Claire memerah. Cliff yang dari tadi mengintip pun terkejut. Jangan-jangan Claire akan membatalkan janjinya hanya untuk Kai?

"Uhm… Tapi Kai…" jawab Claire bingung.

"Kenapa?"

"Aku sudah ada janji…"

"Dengan siapa?" tanya Kai dengan muka kecewa.

"Cliff" jawab Claire singkat.

"Oh…" Kai menghela nafas. Tapi dia belum menyerah.

"Claire…" Kai mengenggam kedua tangan Claire. Mukanya memerah.

"Sejak aku berkenalan denganmu, aku merasakan sesuatu yang aneh. Memang aku sudah sering merasakan hal seperti ini. Tapi… Perasaanku padamu tak sebanyak perasaanku pada yang lain. Suaramu… Wajahmu… Aku ingin selalu mendengar dan melihatnya. Aku ingin berada di sampingmu. Aku ingin menjagamu" sambung Kai.

Claire tidak bisa berkata apa-apa. Dia hanya tertunduk malu. Wajahnya sangat merah.

"Sebenarnya… Ayahku memaksaku menutup kedaiku. Aku bingung. Tapi karena kamu, aku menjalankan pekerjaanku dengan semangat" sambungnya lagi.

Kai menghela nafas lagi. Kemudian dia berkata lagi dengan Claire dengan muka yang masih memerah.

"Claire! Lihat aku!"

"Ng?" jawab Claire seraya melihat wajah Kai.

"Aku mencintaimu, Claire. Kau telah membuatku bahagia selama aku mengenalmu. Aku ingin kita selalu bersama, Claire"

Cukup. Cliff tidak mau mendengarnya lagi. Dia segera pergi dari sana. Tak tahu hendak kemana, dia berjalan tanpa arah menuju Yodel Farm(awas nabrak!).

"Kai…" Claire mengeluarkan tangannya dari genggaman Kai.

Kemudian Claire berbalik. Dia melipat tangannya di depan dadanya. Dia merasa jantungnya berdetak kencang. Dia tidak berani melihat wajah Kai.

"Te… Terima kasih atas perasaanmu, Kai. Tapi…" Claire menghela nafas.

Keberanian Claire mulai muncul. Dia berbalik lagi, tapi kepalanya masih menunduk.

"A… Aku suka Kai. Tapi, hanya sebatas teman, tidak lebih…"

"Aku tidak menyangka kamu punya perasaan itu terhadapku…" sambungnya.

"Kai…" kata Claire lirih. Dia sudah berani menatap wajah Kai. Wajah Kai nampak sedih.

"Aku sangat minta maaf. Aku harap atas kejadian ini kamu tak akan membenciku. Aku ingin kita tetap berteman"

Kai mengangguk. Claire pun berjalan menjauh menuju Town Square.

"Aku harus pergi sekarang" katanya.

"Claire!" teriak Kai.

"Hah?" Claire berhenti dan menoleh ke Kai.

"Apakah ada lelaki lain yang kamu cintai di kota ini?"

"Jika aku jawab tidak berarti aku bohong, Kai"

"Siapa?"

Claire tersenyum pada Kai. Dia pun berlari meninggalkan tempat itu.

"Cliff…" bisik Kai pada dirinya sendiri.

Di tempat lain, Cliff sedang berjalan sampai di depan pertanian Claire. Tiba-tiba ada yang menabraknya dari belakang.

"Oh, maaf Cliff!" teriak orang itu. Rupanya itu Claire.

"Kenapa kau ada di sini?" tanya Claire.

"Aku cuma jalan-jalan…"

"Oh…"

"Claire?"

"Ya?"

"Apakah kita jadi menonton kembang api bersama-sama?"

"Tentu saja"

"Apakah kamu benar-benar ingin pergi denganku?"

"Kenapa kamu bertanya seperti itu, Cliff?" tanya Claire heran.

"So… Soalnya… Kamu dan Kai…"

Claire tekejut. Mukanya memerah dan dia berkata:

"Ka… Kamu… Mendengar pembicaraan ka… kami?"

Cliff mengangguk. Mukanya tertunduk.

"Cliff!" Claire menepuk pundak Cliff.

"Aku sudah berjanji padamu. Lagipula, aku tidak merasakan seperti apa yang Kai rasakan kepadaku"

Cliff menatap wajah Claire.

"Yakin?" tanyanya pelan.

"Ya!" jawab Claire sambil tersenyum. Cliff pun membalas senyumannya.

~TO BE CONTINUED~

Gimana? Jadi yang mengira Kai yang menyatakan perasaanya duluan… Ping Pong! Anda mempunyai naluri yang cukup bagus! Nah, di chapter ini, tidak ada lagi rival yang serius buat Cliff… Saya mau buka sedikit Chapter 2-nya, saya mau ambil scene di kota lain, jadi, Claire pertaniannya pindah… Terus kota baru, rival baru. Saya rencananya mau bikin 2 rival untuk Cliff dan 1 rival untuk Claire! Tapi nggak tau kapan mau dibikin - _ -'

Teruz… Mau lihat chapter 2? Sabar ya! Paling beberapa bulan kedepan! Soalnya habis ini, saya mau buat English version cerita ini, truz mau buat cerita tentang Jack!

Review ato pm ya. Soalnya kecepatan update saya bergantung dengan berapa banyak yang review ato pm :3