Paring : SasuSaku
Disclaimer : Masashi Kishimoto #Pinjem namanya doang :V
Rate :T
Genre : Romance,drama
Warning : OOC,gaje,alur terlalu cepat,dapat merusak mata(?),TYPO tersebar-sebar,pokoknya Typo dimana-mana maklumi yess..
.
.
Don't like,don't read
.
.
"Ke-kenapa Sasori-kun bilang begitu? Bu-bukankah kita hanya teman?" ucap Sakura panik ketika Sasori memegang kedua tangannya.
"Tapi,aku mencintaimu Sakura! aku sudah lelah menyimpan perasaan ini! Jadi apa jawabanmu? Apa kau juga mencintaiku?"
Sakura terdiam. Kini ia masih menimang-nimang ucapan pria jade di depannya,tapi Sakura tahu bahwa di lain hati ia masih memikirkan Sasuke yang entah kenapa menghindarinya.
Kriiing!
Suara bell tanda pelajaran pertama dimulai. Sakura lega ketika mendengarnya,jika kejadian ini berlanjut bagaimana nasibnya nanti?.
"E-etto,Sa-sasori-kun bell sudah berbunyi ayo kita ke kelas" Sasori melihat kepergian Sakura dengan pandangan yang sulit di artikan ketika gadis pink itu pergi menuju kelasnya meninggalkannya.
Jam istirahat
Hinata dan Sakura tengah mengobrol-ngobrol ria,walau pertama masuk Sakura dikejutkan oleh kehebohan temannya ini yang menanyakan seputar keadaannya. Dan beruntungnya juga,Sasori kini sedang di seret oleh kakak kelas eskul basket karena tidak pernah mengikuti latihan,padahal dia juga pemain inti KHS bersama Sasuke.
"Hmm,Sakura! ke-kemarin aku bertemu anak baru yang sepertinya senpai kita di kantin. Dan oh,entah kenapa aku terpesona dengannya! Matanya biru,dan senyuman khasnya yang menawan. Kyaaa!"
Sakura hanya terbengong melihat Hinata yang baru saja saling bertemu langsung curhat tentang kisah percintaannya. Hinata merasakan perutnya agak lapar dan memutuskan untuk ke kantin bersama Sakura. dan tentu saja Sakura tak membeli cemilan,karena cemilan di KHS saja sudah mahalnya selangit,dari mana dia dapat uang!.
Sakura POV
Di perjalanan aku melihat Sasuke tengah berjalan bersama Nina dan juga seorang pria berambut kuning jambrik yang tengah menggoda keduanya. Akumenundukan kepalaku tak berani bertemu dengannya. Tapi,dengan tiba-tiba Hinata mencengkram lengan bajuku dengan wajah memerah.
'He? Apa Hinata menyukai Sasuke-kun?' pikirku.
"Sakura! itu pria yang ku bilang tadi! Itu yang rambut kuning! Sakura!" oh,ternyata pria yang di samping Sasuke. Dan eh? Kenapa aku merasa lega mengetahui Hinata tidak menyukai Sasuke?.
Sasuke,Nina,dan pria berambut jambrik itu berjalan ke arah kantin dan tanpa sadar Nina melihatku dan langsung menyeret Sasuke ikut dengannya untuk bertemu denganku dan Hinata. Aku berkeringat dingin,sementara Hinata tengah menahan degupan jantungnya karena pria itu juga berjalan ke arahnya. Oh,sepertinya keadaan makin meburuk.
"Oh,hai..kau pacarnya Sasuke-kun,kan?" aku tetap menunduk sementara ku lihat samar-samar Sasuke memasang wajah datarnya dan Hinata dengan wajah memerah plus terkejut begitu juga pria berambut jambrik itu.
"Te-teme! Bukankah pacarmu itu Nina-chan?" ucap pria itu terkejut.
"Haha,tentu saja Naruto! Gadis itu hanya pacar pura-pura Sasuke-kun"
Uuggh,aku mengepalkan kedua tanganku menahan tangisan. Bisa-bisanya Nina-chan yang sudah ku anggap teman mengatakan itu. dengan segera aku berlari meninggalkan mereka,sementara Hinata langsung menyusulku.
.
.
"Sakura tenanglah,"
"Hikks...hikss"
Ah,sungguh aku malu dengan diriku saat ini. Sudah kedua kalinya aku menangis di depan orang,sungguh memalukan!.
Sakura POV end
~~0~~
Kediaman Uchiha
"Yo,otouto ku yang manis. Kenapa kau memasang wajah jelek begitu,mengerikan tau" ucap seorang pria turun dari tangga,sementara Sasuke mendecih melihatnya.
"Kenapa kau disini baka Itachi! Bukankah kau seharusnya berada di Amerika?"
"Wah,wah..kau jadi dingin semenjak kaa-san dan otou-san meniggal. Kemana Sasu-chan yang manis itu,hm?"
Dengan cepat Sasuke melangkahkan kakinya menuju kamarnya untuk berganti pakaian karena sehabis pulang sekolah. Jujur,saat ini Sasuke merasa kesal atas kepulangan Itachi, kakaknya karena selalu mengganggu urusan pribadinya.
Sehabis berganti pakaian Sasuke keluar menuju ruang tengah untuk bersantai,dan seketika ia melihat anikinya tengah tersenyum sambil memegang stik PS padanya. Sasuke mendekat dan duduk di sampingnya.
"Hm,aku sudah tau masalahmu Sasuke"
Itachi dengan cepat melemparkan stik PS pada Sasuke untuk memulai sebuah game di layar TV.
"Cih,pasti nenek Chiyo" Itachi tersenyum mendengar jawaban adiknya ini.
"Kenapa kau tak mengatakannya saja perasaanmu padanya? Dasar kau adik yang bodoh!"
Sasuke sebal dengan kakaknya ini. Untuk apa ia tahu urusannya?.
"Urusai!"
-GAME OVER-
Itachi mengentikan permainan gamenya karena game telah dimenangkan olehnya,kemudian berbisik pada Sasuke.
"Kalau kau terus seperti ini. Kau akan bernasib sama dengan game itu, Sa-su-chan"
.
.
"Sakura,cepat kesini! Ah,cepat kau beli ice cream di mini market. Sekarang sudah musim panas!" suruh Ino sambil berteriak,sedangkan karin masih bergelanyut bersama hpnya.
"I-iya" Sakura kini tengah menerima uang dan segera berangkat menuju minimarket terdengar untuk membeli ice cream untuk kedua kakaknya. Dibawah teriknya sinar matahari siang,Sakura mengayuh sepedanya sambil bercucuran keringat,namun tak menghentikan semangatnya untuk terus mengayuh hingga ia sampai di sebuah mini market terdekat.
"Paman,beli Ice creamnya dua" kata Sakura sopan,dan segeralah paman itu mengambilkan dua ice cream berasa strawberry. Sakura menatap kedua ice cream itu dengan tatapan ingin sekali namun di urungkannya.
"Paman,aku juga ice creamnya dua".Sakura menoleh dan mendapati Sasori tengah tersenyum padanya.
~~0~~
"Ini untukmu" Sasori menyodorkan ice cream pada Sakura. kini mereka tengah berada di taman dekat mini market karena Sasori telah menyeretnya ke sini. Dan disinilah Sakura sekarang,menunduk tak berani menatap wajah Sasori.
"Sasori-kun,maaf" ujar Sakura lirih. Sasori langsung menepuk kepala Sakura kecil sambil tersenyum.
"Tak apa-apa Sakura. aku juga minta maaf karena telah mencintaimu,padahal kita kan hanya ,maka dari itu aku akan membantumu mendapatkan hati Uchiha sombong itu"
BLUUSH
Wajah Sakura memerah ketika Sasori berfikir begitu!.sejujurnya aku juga tak mengerti perasaanku sendiri. Kenapa aku berdebar di dekatnya,merasa malu,marah,cemburu, aku tak tahu semua itu. dan Sasori telah membantuku untuk mengetahuinya.
"Kau mencintai Sasuke, Sakura"
~~0~~
Keesokan harinya di KHS,para murid kini tengah bersapa ria untuk mengucapkan 'Ohayou' entah pada teman ataupun orang yang mereka sukai. Sakura Haruno,gadis yang kini tengah memarkirkan sepedanya melihat dua sejoli tengah asik-asiknya mengobrol ria membuatnya geleng-geleng kepala.
"Sepertinya kau berhasil menarik perhatiannya, Hinata"
Sakura berjalan menyusuri lorong-lorong menuju kelasnya,dan tak lupa pula tatapan menusuk sudah menjadi makanannya sehari-hari semenjak ia bersekolah di KHS. Oh,betapa beruntungnya kau Sakura,karena baru saja masuk sudah menjadi gosip sekolah ini.
"Hm,jadi itu Haruno Sakura yang disukai oleh baka otouto. Seleranya lumayan"
.
.
Pulang sekolah adalah acara yang paling di tunggu-tunggu oleh semua warga KHS. Hari ini betapa malangnya nasib Sakura ketika ia tak punya kesempatan mengobrol dengan Hinata yang sedang asiknya mengobrol dengan Naruto-pria kuning jabrik. Sementara Sasori masih dalam pelatihan basket karena masih junior yang dilatih oleh para seniornya.
Sakura menghembuskan nafasnya bosan sambil berjalan menuju parkiran dimana tempat sepedanya berada. Sakura berhenti sejenak dan langsung menoleh ke belakang namun tak ada apa-apa.
'Huufft,ku kira ada yang mengikutiku!' dengan santai Sakura menuju sepeda nya namun seseorang tiba-tiba mendekapnya membuatnya pingsan
~~0~~
Sakura mengerjapkan matanya. Rasanya ia sangat asing berada di tempat ini namun aromanya sangat ia kenal. Sakura mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan dan menemukan seorang pria tengah memandangnya dengan senyuman.
"Tenanglah,Sakura-chan. Oh ya,aku Uchiha Itachi,kakak Sasuke. Dan sekarang kita berada di kamar Sasu-chan" kata pria itu seraya mendekat ke arah sakura membuatnya takut.
"Kumohon,jangan lakukan apa-apa padaku"
PUK..
"Hahaha,mana mungkin Sakura-chan. Kalau itu terjadi,mungkin Sasuke akan membunuhku. Kau kan adik iparku yang manis!lagi pula aku sudah menelfonya" ucap Itachi seraya mengelus kepala Sakura.
BLUUSHH
'A-adik ipar?' pikir Sakura merona mendengarnya.
BRAAAK!
"Cih! Apa yang kau lakukan pada Sakura baka aniki!" maki seorang yang baru saja mendobrak pintu kamar dengan emosi meluap-luap.
"Hohoho...tenang dulu Sasu-chan! Aku akan segera keluar,jadi kau selesaikan saja urusanmu dengan adik iparku ya," kata Itachi sambil buru-buru keluar dari kamar Sasuke membuat Sakura bengong melihatnya,sementara Sasuke menatapnya datar dan berjalan menuju samping ranjang dimana tempat Sakura tengah duduk.
"E-etto Sasuke-kun,gomen atas kejadian selama ini" Sakura menundukan kepalanya takut memandang Sasuke yang kini tengah menatapnya.
"Ta-tapi aku ingin jujur sesuatu padamu untuk kali ini,"lanjut Sakura sambil mendongakan kepalanya memberanikan diri menatap Sasuke.
"Aku..aku..aku mencintaimu Sasuke-kun"
TESS..TES
Air mata sakura tumpah sudah ketika menyampaikannya. Dihatinya masih membekas rasa bersalah membuatnya berat untuk mengatakannya.
"Ta-tapi,aku tahu kalau kau berpacaran dengan Nina-chan. Jadi,aku akan.."
GREP!
"Eh?"
Sasuke memeluk Sakura dengan lembut membuat Sakura menghentikan tangisannya.
"Sst,aku tau Sakura. karena aku juga merasakan perasaan yang sama denganmu. Dan sebenarnya Nina bukan pacarku,tolong percayalah" Sakura tak percaya ini. Perasaannya terbalas! Rasanya Sakura sangat bahagia ketika mengetahuinya. Perlahan Sasuke melepaskan pelukannya pada Sakura membuat Sakura bingung.
"Sakura" Sasuke mendekatkan wajahnya ke arah Sakura membuat Sakura langsung blushing di buatnya. Sudah dekat...makin dekat...amat dekat..dan...
BRAAAK!
"Waah! Selamat ya Sasu-chan! Akhirnya setelah lama berjuang kalian..."
"Aniki!"
Dengan segera Sasuke langsung mengejar Itachi dan menghajarnya. Mau tak mau kejadian itu membuat Sakura tertawa membuat Itachi dan Sasuke menoleh ke arah Sakura. hanya satu yang mereka pikirkan untuk mendiskripsikan Sakura saat ini.
'Manis!'
Mereka terbengong melihat Sakura yang tertawa begitu.
"Hei,ototou. Sakura-chan manis ya? Boleh kan sesekali aku kencan dengannya?"
Setelah berkata begitu,aura hitam telah berkumpul di sekitar Sasuke yang memandang Itachi penuh kebencian. Dan sekarang kita tak tau bagaimana nasib Itachi yang telah di habisi oleh Sasuke.
"Tu-tunggu,Sasuke-kun! Nanti Itachi-san bisa mati!" Sasuke menoleh ke arah Sakura yang tengah memperingatkannya sebelum ia kelewat batas (?). dengan segera Sasuke melepaskan Itachi yang kini tak berdaya,dan ia langsung berjalan menuju sakura. Dan sekarang malah Sakura yang panik.
"Kau membelanya?"
"Bu-bukan begi-"
Wajah Sakura memerah bak tomat ketika Sasuke menciumnya singkat. Haah,ciuman pertamanya pergi sudah dalam beberapa detik yang lalu.
"Hn,aku mencintaimu,Cinderella"
"A-aku juga mencintaimu"
.
.
-Dan inilah kisah cinderella pink dan pangeran dengan usahanya mendapatkan hati masing-masing-
Author POV
Hahaha,endingnya gaje banget! :v kayaknya ini chapter terakhir,tapi aku masih bingung mau buat sequel apa nggak. Dan makasi buat yang memberi saran,kritik,dan semangat serta telah mengikuti fic ini dari awal sampe akhir atau mungkin setengah-setengah.
Sungguh,arigatoooooooooouuuuuuuuu buat yang udah baca! #salam 'T' ^^
RIVIEW!
