CHAPTER 7

Double Date?

"ahh..." Natsu membanting tubuhnya ke kasur.

"Natsu lebih baik kau mandi dulu sana" ucap Lucy sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk dan hanya memakai bathrobe.

"hngg? Iya sebentar, sebelum itu"

*Brakk

Natsu menarik tangan Lucy dan menidurkan Lucy disebelahnya sambil memeluk Lucy yang baru selesai mandi dan hanya memakai bathrobe.

"aku lelah, temani aku sebentar" Natsu memeluk Lucy sambil tiduran dengan mata tertutup.

"a-apa yang kau lakukan?! Le-lepaskan aku"

*Drrtt! (handphone Lucy yang berada di atas meja bergetar).

"ah? Handphoneku! Natsu sebentar" Lucy mengambil ponselnya dan melepaskan pelukan Natsu.

*pip
"moshi-moshi?"

""ahh.. Lu-chan, bagaimana kabarmu? Aku rindu sekali padamu"" ucap si penelpon.

"Levy-chan? aku baik, aku juga sangat rindu padamu"

""Lu-chan kau mau tidak besok jalan-jalan bersamaku? Aku juga membawa pacarku, nanti akan kuperkenalkan padamu, bagaimana?""

"wahh.. Kau punya pacar Levy-chan? Senangnya, aku mau kok! besok kita bertemu di tengah kota Magnolia saja ya oke?"

"benarkah Lu-chan? Asikk.. aku juga senang sekali! baiklah sampai bertemu besok! jaa ne.."

*pip

"siapa itu? Menggangu saja" tanya Natsu kesal.

"ah? telpon dari Levy-chan, dia mengajakku jalan-jalan besok dan memperkenalkan pacarnya. Wah sepertinya asyik" ucap Lucy bersemangat.

"Levy? kemana dia mengajakmu?"

"dia bilang kami akan pergi nonton bertiga, tolong izinkan aku yaa.. sehari saja" Lucy memohon izin dari Natsu.

Bukannya langsung menjawab dulu Natsu malah mengacungkan dua jarinya "aku akan mengizinkanmu dengan 2 syarat"

"ehh? Dua? Banyak sekali! huhh kau curang"

Natsu tersenyum sinis "kalau tidak mau tidak apa"

"um.. ba-baiklah apa itu?"

Mendengar Lucy menurut, Natsu mendekatkan dirinya pada Lucy "pertama, kau harus memberi ciuman padaku untuk hari ini dan besok"

"a-apa? kenapa kau..?"

"kedua, kau harus mengajakku ikut serta besok"

Natsu mau ikut? Apa yang dipikirkannya? Tentu hal satu itu sulit diterima oleh Lucy lantaran ia akan ketahuan bahwa dia sedang bersama Natsu sekarang "hahh? Kau mau apa ikut denganku? Tidak! Aku menolak untuk syarat itu"

"hei.. kau tidak malu? Jika kau jalan bertiga dengan Levy dan pacarnya, kau hanya akan jadi obat nyamuk untuk mereka! Yang ada kau dan Levy jalan berduaan sedangkan pacarnya hanya menonton kalian. Kau mau Levy putus gara-gara kau?" Ucap Natsu santai.

"e-eh? Benar juga, aku tidak memikirkan hal itu, kalau begitu sepertinya itu ide bagus. Tapi kau jangan berkata macam-macam ya!"

"hoo.. jadi kau mengajakku kencan ganda?"' ucap Natsu dengan wajah meledek tanpa peduli dengan ucapan Lucy.

"KAU SENDIRI YANG MAU IKUT!"

..Malamnya..

Natsu dan Lucy sedang makan malam bersama. Beberapa pelayan Natsu sedang melayani makan malam mereka dan berdiri di samping meja makan yang besar.

"kau tau Natsu, dulu saat dirumah lamaku aku selalu kesepian makan sendiri di meja yang besar lalu menangis ketika selesai makan, karena ibuku sudah meninggal dan ayahku selalu sibuk bekerja" ucap Lucy.

"Benarkah? Mengingat itu, dari kecil aku selalu makan sendiri juga dan jika bosan aku membuang makananku dan mengacak-acak meja makan sampai seperti tempat pembuangan"

"ehh? Kau ini keterlaluan! Kau tidak boleh buang-buang makanan begitu, kau tau! Banyak orang yang kelaparan di luar sana" ucap Lucy menasihati Natsu.

"hm.. begitu ya, baiklah aku selesai. Luce ayo kembali ke kamar"

"iya baik" Lucy berdiri dan mengikuti Natsu.

.

.

Natsu membuka pintu kamarnya dan segera tidur di kasurnya. Lucy yang sedang menulis diary-nya di tempat tidur menoleh ke arah Natsu yang ternyata sedang menatapnya dengan aneh.

"eh ada apa? kau butuh sesuatu?"

Natsu mulai menyipitkan matanya "kau lupa syarat tadi ya?"

"eh.. syarat? Syarat apa?"

Natsu membalikkan badannya dan berucap santai "baiklah, besok kau tidak boleh kemana-mana"

"ehh.. kenapa begitu? I-iya aku ingat" Lucy turun dari kasurnya menuju kasur Natsu.

"Natsu tolonglah.. aku tidak mungkin kan menciumu?"

Tidak adanya respon dari Natsu membuat Lucy makin jengkel "Natsuuu!"

"ahh tidak mungkin aku tidak pergi kan? Ayolah Natsu, Levy pasti kecewa jika aku tidak datang"

Lucy berpikir bahwa Natsu sedang ngambek atau marah padanya karna pura-pura lupa dengan janjinya, padahal sangat terlihat kalo Natsu hanya sedang mengerjainya saja.

Lucy pindah ke sisi kiri kasur untuk melihat wajah Natsu yang sedang membelakanginya. Khawatir Natsu masih tidak mengizinkannya dia akhirnya pasrah "baiklah baik, aku mengalah!"

Secepat kilat tanpa meminta izin terlebih dahulu Natsu langsung bangun dan menyerang si bibir merah muda kecil itu.

"hmmph!"

Syok, terkejut, blushing, semua itu sudah ada di wajah Lucy. Perlahan Natsu melepaskan ciuman itu "besok adalah kencan kita"

..keesokan harinya..

"Levy-channn.." Lucy mengangkat tangannya sambil berlari memanggil Levy.

"ahh.. Lu-chan.. lho? Natsu?" Levy heran melihat Natsu bersama dengan Lucy.

Natsu hanya membalasnya dengan senyum kecil.

"kenapa kau bisa bersama Lu-chan, ehh? jangan-jangan kau berpacaran dengannya? Wahh.. baguslah, Lu-chan kenapa kau tidak pernah cerita?" Levy menatap Lucy penasaran.

"t-tidak bukan begitu, eto.. Levy-chan.. begini.. sebenarnya.."

"aku menyukainya, aku selalu membuntutinya kemana-mana dan sering menembaknya namun aku selalu ditolak, tetapi aku tidak menyerah begitu saja dan masih mengejarnya, kau paham kan?" selak Natsu dengan wajah santai.

Mendengar itu Lucy hanya syok dan merasa aneh dengan ucapan bohong Natsu yang tidak masuk akal itu.

"woahhh.. aku tidak menyangka kau menyukai Lu-chan Natsu.. romantis sekali"

"begitulah aku, ngomong-ngomong dimana pacarmu?" ucap Natsu.

"ah.. dia sedang membeli tiket bioskop, ahh iya aku tidak menyangka kau akan datang juga, kalau begitu aku akan mengirim pesan pada Gajeel untuk membeli 4 tiket" Levy mengeluarkan handphonenya.

'Gejeel?' batin Natsu berpikir.

"arigatou Levy-chan" ucap Lucy tersenyum.

.

.

Pemuda bersurai panjang hitam dengan beberapa tindik diwajahnhya berlari dan memanggil Levy. "oyy.. Levy aku sudah membe.."

"GAJEEL!?" ucap Natsu kaget.

"KAU.. DRAGNEEL?" sahut Gajeel tidak kalah kaget.

"hah? Kalian sudah saling kenal?" tanya Levy penasaran.

"Kau mulut besi! Mau apa kau disini?" Natsu menunjukkan jarinya ke arah Gajeel.

"HARUSNYA AKU YANG BERTANYA, MULUT API!" sahut Gajeel

"Natsu, dari mana kau mengenal Gajeel?" tanya Lucy penasaran.

"dia teman sekolah menengahku dulu dengan Gray, kami satu kelas dan sering bertengkar"

"oh jadi begitu, hahaha tapi sepertinya kalian kelihatan dekat"

"APANYA YANG DEKAT?!" bentak Gajeel dan Natsu berbarengan.

"Sudahlah.. sebaiknya kita segera pergi atau kita bisa ketinggalan filmnya" ucap levy sambil menarik Gajeel.

"iya benar! Ayo semuanya" sahut Lucy sambil menarik tangan Natsu.

Gajeel yang melihat Lucy mengandeng tangan Natsu merasa tidak mau kalah, dan akhirnya merangkul tangan Levy dengan tangan besarnya.

"Levy kemari"

"ehh..?"

Merasa tidak mau kalah, Natsu juga mendekap kepala Lucy ke bahunya sambil berjalan. "hmm.. Luce mendekatlah"

"a-apa yang kau lakukan!? Leherku sakit! Kau tidak malu orang melihat kita seperti ini?" Natsu tidak menghiraukan perkataan Lucy dan hanya berjalan lurus sambil bertatapan sinis dengan Gajeel.

.

Sesampai di bioskop mereka duduk berjejeran, Natsu di pinggir kanan, Gajeel di pinggir kiri sedangkan ditengah Lucy dan Levy. Film pun dimulai dan yang mereka tonton adalah film horror.

Ketegangan mulai terasa saat film sudah sampai ketengah adegan.

"kyaa!" penonton berteriak kaget. Levy pun juga terkejut dan memeluk Gajeel.

Natsu melirik Lucy yang sedari tadi hanya diam tanpa bergerak sedikitpun. Natsu mengira film horror tidak membuat Lucy gentar "kau tidak takut atau terkejut Luce?"

Lucy hanya menggelengkan kepalanya

"benarkah? Hm.. hebat juga" ucap Natsu sambil memandang ke layar kembali.

Merasa ada yang aneh dengan tangannya Natsu melihat ke samping lagi.

"Luce?" Natsu kaget ketika melihat Lucy sudah berkeringat dingin dan memegang tangannya dengan keras.

"Na-na-natsu a-aku.." Terlihat tangan Lucy bergetar hebat.

Sebenarnya Natsu ingin tertawa terbahak-bahak melihat Lucy yang seperti itu. Tetapi ia mengurungkan niatnya lantaran dia sedang ada di bioskop dan ia tidak mau meledek Lucy yang sedang serius ketakutan.

"hoo.. kau ini sebenarnya takut film horror ya? Kalau memang takut, kau tidak perlu sok keren begitu menahannya. Kau ini bukan laki-laki tau" ucap Natsu pelan namun Lucy tidak terlalu menghiraukan ucapan Natsu dan masih gemetar karna menahan rasa takutnya.

"hahh.. Luce jika kau takut kau boleh memelukku seperti yang dilakukan Levy, kau tidak perlu memaksakan diri untuk menonton itu, kemarilah" bisik Natsu sambil memegang tangan Lucy dan memeluk kepalanya.

'ha-hangat, Natsu benar-benar hangat' batin Lucy

"Na-natsu? Apa yang kau lakukan? Aku tidak apa kok.."

"sstt.. tidak usah sok berani, jika kau melepasnya aku akan menciummu didepan orang-orang ini, kau mau?"

"t-t-tidak.."

.

Kedua pasangan itu masih saling berpelukan ditengah-tengah bioskop tanpa memikirkan orang lain yang sedang memandangi mereka baik dari belakang atau samping.

"hei tenanglah, kau masih takut ya?" ucap Natsu menenangkan Lucy sambil mengelus rambut pirangnya.

Beberapa penonton dibelakang dan disamping Natsu bukannya menonton film horror yang sedang diputar malah menyaksikan aksi romantis mereka berdua dengan tidak sengaja dan malah ikutan blushing?

Levy dan Gajeel tidak sadar dengan apa yang dua orang sebelahnya lakukan, toh mengingat mereka juga sedang berada di dunia mereka sendiri, itulah yang membuat Gajeel tidak bisa fokus akan hal apapun.

*deg *deg *deg

'a-apa ini? aku berdebar-debar hebat' batin Lucy.

.

.

Sesudah mereka selesai nonton merekapun berjalan keluar mencari tempat lain untuk dikunjungi. Lucy yang sudah tenang akhirnya kembali tersenyum menjadi Lucy yang biasanya.

"um.. bagaimana kalau kita makan dulu?" tawar Levy sambil berjalan.

"ah.. ide bagus Levy-chan"

Mereka pun mencari restoran terdekat sambil berjalan. Namun saat perjalanan, mereka bertemu dengan Loke, Droy dan Jet.

"oiii... Lucy" panggil Loke sambil berlari ke arah mereka. "wahh.. ada Levy-chan juga" ucap Droy dan Jet yang tidak kalah bersemangat

"ah Loke, kebetulan sekali" Lucy memandang Loke sambil tersenyum.

"ihh.." gumam Levy sambil memegang tangan Gajeel ketika Jet & Droy mendekat. "hmm..? kenapa kau sembunyi?" tanya Gajeel lalu memandang Droy & Jet dengan mata tajamnya dan sukses membuat mereka merinding.

"hah? kau Natsu kan? Lucy kenapa kau bersamanya?" tanya Loke sambil memandang Natsu sinis.

"bukan urusanmu, dasar oranye mesum" sahut Natsu menantang.

Lucy yang melihat Loke dan Natsu saling bertatapan sinis langsung mengalihkan perhatian. "heii.. sudahlah? Loke kami akan pergi makan siang, kau mau bergabung?" tanya Lucy.

"tentu Lucy, aku ikut" sahut Loke tersenyum menang.

"ayo pergi, Luce" ucap Natsu sinis memandangnya dan menarik tangan Lucy.

.

Mereka pun tiba di restoran, dan duduk saling berhadapan.

"hari ini biar aku yang traktir kalian semua, jadi kalian pesanlah" ucap Loke dengan nada sombong sambil membenarkan kacamatanya.

"wahh.. sungguh? arigatou Loke" Lucy berterimakasih sambil tersenyum, namun berbeda dengan Natsu, Levy dan Gajeel yang tidak merespon.

"Natsu kau makan apa?" tanya Lucy.

"tidak usah, aku tidak ingin makanan di restoran murahan seperti ini" ucap Natsu ketus sambil memandang keluar jendela.

"Natsu, itu tidak sopan! Loke maaf atas sikapnya"

"tidak apa.. tapi Lucy, kumohon kali ini saja. Anggap saja ini untuk merayakan liburan kita" Loke memandang Lucy dengan nada memohon.

"jika kau memang ingin menraktir kami, maka kami tidak bisa menolak" jawab Lucy tersenyum.

"wah.. baiklah kalau begitu kalian pesanlah" ucap Loke.

.

Mereka masih menunggu makanan pesanan mereka. Lucy dan Loke bercerita-cerita seru sedangkan Natsu hanya diam menatap keluar jendela. Sedangkan Levy terus mendekat dengan Gajeel dan menjaga jarak dengan Jet & Droy yang melihatnya dengan tatapan aneh mereka.

"ah! Lucy aku permisi dulu, aku mau ke toilet sebentar" ucap Loke sambil beranjak dari bangkunya.

Semua hanya diam tidak merespon dan hanya Lucy yang satu-satunya mengganguk.

Loke yang menyatakan dirinya pergi ke kamar mandi malah mendekati pelayan yang akan mengantarkan pesanan ke meja mereka.

"ah permisi, aku lupa bilang tadi, temanku memiliki sakit di lambungnya dan tidak boleh makan sembarangan dan harus ditabur dengan sebuah vitamin, jadi boleh aku menuangkannya ke makanan itu? Kasihan temanku bila sakitnya kambuh" ucap Loke berbohong pada pelayan itu sambil merayunya.

"ah.. tuan maaf, kami tidak boleh menaburkan sesuatu ke makanan pesanan tamu kami" tegas si pelayan meminta maaf.

"jadi kau mau temanku sakit perut karna makanan buatan kalian? kau tidak takut jika kau yang dituntut nanti?"

"t-tidak tuan, baiklah tuan akan saya lakukan" sahut pelayan itu.

Tanpa pikir panjang pelayan itu menaburkan bubuk yang diberkan Loke ke makanan pesanan Lucy.

"berhasil" batin Loke senang karna sudah membodohi pelayan restoran. Loke pergi ke arah kamar mandi memulai rencana yang ia siapkan.

.

Sang pelayan itu datang dan meletakkan makanan sesuai dengan pesanan mereka. Mereka pun mulai menyantap makanan yang sudah dipesan.

Namun berbeda dengan Natsu yang hanya memainkan minumannya dengan memutar-mutar sedotan tanpa minum atau memakan apapun. Mungkin Natsu tidak ingin memesan makanan karna Loke yang membayar.

Lucy yang sedang memakan pesanannya tiba-tiba merasa mulas dan pusing 'a-aww, kenapa perut dan kepalaku sakit?' batinnya sambil memegangi perut.

"semuanya aku permisi sebentar" ucap Lucy sambil berdiri.

"ahh.. aku ikut Lu-chan" sahut Levy mengikuti Lucy.

Beberapa saat kemudian Jet & Droy berpura-pura pamit pulang. "ah.. kami ada janji lain, kami permisi dulu"

Tidak ada respon dari Gajeel ataupun Natsu sama sekali.

.

.

Di toilet, Lucy sudah selesai buang air dan sedang cuci tangan. "Lu-chan kau baik-baik saja?" tanya Levy khawatir melihat Lucy yang masih berkeringat.

"ahh.. tidak apa, tadi memang perutku sangat sakit.. namun aku selalu membawa vitaminku kemana-mana" jawab Lucy sambil memperlihatkan obat vitaminnya.

"oh syukurlah, kukira terjadi sesuatu" ucap Levy mengelus dada.

Loke memberikan makanan Lucy racun sakit perut yang dapat membuat penggunanya kesakitan dan pingsan, namun kebetulan Lucy pun membawa penangkalnya dan hanya mendapat sakit perut biasa.

*krek.. (suara pintu toilet wanita terbuka)

Kedua gadis itu terkejut melihat yang masuk ke toilet wanita adalah Loke "hah? Loke kenapa kau disini? toilet laki-laki kan ada disebelah kanan"

"k-kau? Bagaimana bisa? kenapa obat sialan itu tidak bereaksi?" ucap Loke kaget karna obat yang dia berikan tidak berpengaruh.

"hey Loke kami datang" ucap Droy & Jet sambil menutup rapat pintu kamar mandi wanita dan menyegelnya dengan besi.

"Lu, Lu-chan apa yang mereka lakukan?" tanya Levy ketakutan.

"Loke apa maksudmu? Apa yang kalian lakukan disini?"

"hmm.. baiklah setidaknya kalian terkunci bersama kami" jawab Loke tersenyum aneh dan mendekati Lucy. "waktu itu kami gagal mengintipi kalian di ruang ganti sekolah dengan kamera, namun karna si brengsek rambut pink itu menghajar kami! Kami jadi gagal"

Loke mendekati Lucy dan memegang tangan Lucy dengan kuat.

"aa.. Sakit! Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!" bentak Lucy sambil berusaha melepas tangannya.

"kalian boleh ambil si rambut biru bando itu, terserah kalian mau apakan" ucap Loke kepada Droy & Jet. "hehehe.. kau tidak perlu mengatakan itu Loke" mereka mendekati Levy.

"t-tidakkk.. Gajeell.."

"Levy!" Lucy menjadi sangat ketakutan ketika melihat teman satu-satunya itu sedang didekati oleh dua lelaki mesum itu. "ke-kenapa kau melakukan ini? bukankah kau pernah menolongku dulu?"

"tidak Lu-chan! bukan dia yang menolongmu, tapi Natsulah yang menolongmu dulu! Maafkan aku Lu-chan.. Natsu melarangku mengatakannya."

"a-apa? ja-jadi Natsu yang menolongku?" ucap Lucy syok terbata-bata.

"hahahahaha.. benar Lucy, aku tidak pernah menolongmu. Aku hanya merespon kata-kata terimakasihmu waktu itu, kau gadis yang mudah ditipu orang lain" sahut Loke sambil mendekati bibir Lucy dan mulai mengerayangi tubuhnya.

"t-tidak, tolong aku"

"Natsu!"

...

*Brakkkk!

*bugh *duack *bucckk!

Melihat Droy dan Jet sedang menggerayapi tubuh mungil Levy, tanpa berpikir panjang Gajeel naik darah dan langsung memukul dan menendang Droy & Jet sekuat tenaga

"huaa! Gajeell..!" melihat sang hero-nya datang, Levy langsung memeluk Gajeel sambil menangis.

"kau..? bagaimana bisa kau masuk?!" Loke kaget melihat Natsu dan Gajeel yang bisa memasuki pintu yang sudah diganjal oleh besi yang kuat.

Ternyata kekuatan besi seperti itu tidak bisa mengalahkan tubuh atletis mereka berdua.

"hei mesum, kau tidak puas ya?" Natsu memandang Loke dengan sinis. Lucy tidak bisa bergerak karna masih dicengkram oleh Loke.

"hah? Puas? Kau bodoh ya? kau pikir dia milikmu? Aku ini jago bertarung tau! Aku tidak takut padamu!" sahut Loke.

*BUACKKKK...

Natsu memukul Loke sampai terjatuh dan menginjak tubuhnya dengan satu kakinya. "aku tidak tau harus aku apakan kau agar menderita. Berani sekali kau melakukan itu pada Luce" ucap Natsu dengan mata onyx-nya yang membesar.

"aku benar-benar akan membunuhmu sekarang" Meski berwajah santai, Natsu yang kalap dengan emosinya yang tinggi bisa saja menginjak kepala Loke dengan kakinya sampai tengkoraknya pecah. Tetapi Gajeel menahan Natsu dengan cepat "hei sudahlah, kau bisa masuk penjara gara-gara dia!"

"aku tidak peduli, lepaskan aku"

.

"Natsu, ku-kumohon hentikan! a-aku tidak mau kehilanganmu, ayo kita pulang" Lucy memeluk Natsu dari belakang sambil menangis di punggungnya.

Melihat Lucy yang seperti itu membuat Natsu mengurungkan niatnya. Natsu mulai tenang dan melepaskan Loke sambil berbalik arah memeluk Lucy. "Gommene, aku terlambat sadar" Natsu melepas jaketnya dan memakaikannya pada Lucy.

"ayo kita pulang, Luce"

Petugas restoranpun datang melihat keributan yang ada di toilet wanita. Levypun menjelaskan apa yang sudah terjadi tadi, kemudian petugas restoran segera menelpon polisi dan meminta maaf atas kejadian itu.

Natsu merangkul Lucy dan menghubungi salah satu supir pribadinya untuk segera datang.

..beberapa saat setelah sebuah mobil datang..

"kalian ikutlah kami, aku akan mengantar kalian" tawar Natsu pada Gajeel dan Levy.

Lucy tertidur didalam mobil dengan menyenderkan kepalanya di pundak Levy dengan tubuhnya yang ditutupi jaket Natsu yang tebal. Gajeel dan Natsu duduk bersebrangan dengan Levy dan Lucy.

"Gihi.. instingmu kuat juga mulut api! kalau kau tidak memberitahuku, mungkin Levy sudah habis oleh dua kambing bandot itu" ucap Gajeel sambil menunjukan cengiran khasnya dan menyenggol tangan Natsu.

"iya Natsu, terimakasih banyak"

"maaf aku masih bodoh karna telat menyadarinya" respon Natsu.

.

.

sesampai di rumah Levy, Natsu memandangi rumah Levy yang tepat bersebelahan dengan Gajeel. "Jadi rumah kalian bersebelahan ya? kebetulan sekali"

"sebenarnya tadinya tidak, Gajeel tadinya tinggal di luar negri, namun sekarang dia pindah ke sebelah rumahku yang kebetulan kosong" Jelas Levy.

"begitu ya, baiklah Levy aku akan duduk di sebelah Lucy sekarang, kau boleh turun" ucap Natsu sambil tersenyum.

"arigatou Natsu.. tolong jaga Lu-chan, aku percaya kau yang terbaik untuknya"

Natsu hanya melontarkan senyuman terimakasih padanya.

"hei.. mulut api" ucap Gajeel sambil mengepalkan tangannya ke arah Natsu.

Natsu pun merespon dan memukul punggung tangan Gajeel dengan punggung tangannya. "Gihi.." gumam Gajeel dengan cengiran khasnya, begitupun Natsu yang juga menunjukan seringaiannya.

Mobil hitam itupun pergi meninggalkan rumah Levy dan Gajeel dan menuju pulang. Selama di perjalanan Natsu merangkul Lucy yang masih tertidur sambil memandangnya iba.

Sesampai di rumah

Natsu tidak membangunkan Lucy tetapi menggendongnya keluar dari mobil dengan bridal style.

"okaeri Natsu-sama" ucap pelayan Natsu.

"tadaima, tolong siapkan baju ganti, kompres dan vitamin untuk Luce" sahut Natsu dan langsung ke atas dan membawa Lucy ke kamarnya.

.

"ng.. Natsu?" gumam Lucy.

"kau sudah baikkan?" tanya Natsu tersenyum tulus.

"emh.. iya aku tidak apa" Jawab Lucy sambil mengucek matanya.

"hahh.. kau ini membuat orang khawatir saja, kalau kau sampai disentuh olehnya aku tidak tahu apa yang harus aku katakan pada ayahmu"

"Natsu" Lucy memanggil Natsu dengan suara kecil.

"hn? Ada apa?"

Lucy menundukkan kepalanya "Gommene, aku tidak tau kalau kau yang selalu menolongku"

"apa maksudmu?" tanya Natsu menghindari ucapan fakta Lucy.

"Natsu.. Arigatou" Lucy mendekati kepala Natsu dan kemudian mencium bibir Natsu secara tiba-tiba sebagai ungkapan rasa terimakasihnya.

"Lu-Luce?" Natsu sempat terkejut dan kaget dengan apa yang dilakukan oleh gadis pemalu ini, namun ia membalas memeluk Lucy dan menciumnya balik.

..keesokan harinya..

Fajar datang menghujani rumah besar itu, kedua insan itu masih tidur terlelap di kasur mereka masing-masing. Handphone Lucy yang berada di atas meja kecil disamping kasurnya tiba-tiba begetar.

Merasakan itu Lucy bangun dan menggapai ponselnya "enghh.. ya, halo?"

"apa ini nona Lucy Heartfillia anak dari tuan Jude Heartfillia?" tanya si penelpon.

"ya benar, ada yang bisa kubantu?" sahut Lucy.

"begini.. saya punya berita buruk"